• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA MASALAH"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

34   

ANALISA MASALAH

4.1 Sejarah

Perusahaan

Mandiri Group adalah suatu perusahaan yang terdiri dari tiga perusahaan yang saling berhubungan yang bekerja dalam bidang angkutan atau logistic, distributor pupuk, dan pabrik pupuk. Pelopor dari Mandiri group ini adalah Angkutan atau logistic yaitu CV. Mandiri. Group ini adalah suatu perusahaan keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1990. Berikut ini adalah sejarah dari masing-masing perusahaan.

4.1.1 CV. Mandiri

Pada tahun 1990, perusahaan logistic ini mulai didirikan dengan nama PT. Karya Mandiri Trans. Pada awalnya, perusahaan ini hanya memperoleh muatan dari perusahaan distribusi lainnya dan hanya memiliki tiga truck tronton yang dapat memuat sampai 30 Ton tiap trucknya. Pada tahun 1998, PT. Karya Mandiri Trans mengalami krisis dan mengubah nama perusahaannya menjadi CV. Mandiri.

Pada tahun 2003, perusahaan ini mulai mengikuti berbagai tender angkutan khususnya pupuk untuk daerah Sumatra mulai dari Lampung, Palembang, dan Bengkulu. Dengan jumlah angkutan 50 truck, CV. Mandiri dapat memenangkan berbagai tender pengiriman pupuk di Sumatra. Kini CV. Mandiri adalah salah satu angkutan distribusi pupuk yang melayani pengiriman mulai dari pelabuhan ke gudang maupun antar daerah yang ada di

(2)

Sumatra. Dan menjadi salah satu perusahaan distribusi yang membantu pembagian muatan ke berbagai angkutan distribusinya di wilayah Lampung. 4.1.2 CV. Handika Pratama

CV.Handika Pratama adalah salah satu anak Mandiri Group yang berdiri sejak awal tahun 2009. Perusahaan ini adalah salah satu distributor pupuk Petrokimia Gresik di wilayah Lampung. Dimana pupuk yang dijual mulai dari Phonska, ZA, Petroganik, dan SP36.

Usaha distributor ini berhubungan dengan usaha utama Mandiri Group dimana pengiriman pupuk dari gudang utama PT.Petrokimia Gresik memerlukan jasa angkutan dan jasa angkutan yang digunakan untuk pengiriman ini adalah CV.Mandiri. Sehingga konsumen CV.Handika Pratama tidak perlu menunggu lama dalam memperoleh barang karena pengiriman pupuk ke konsumen CV.Handika Pratama menjadi salah satu prioritas dari CV.Mandiri. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pemilik memulai usaha distributor pupuk karena dapat saling membantu dengan usaha Mandiri Group lainnya.

4.1.3 PT. Sinar Mandiri Abadi

Setelah mendirikan CV.Handika Pratama, Mandiri Group mulai membuka usaha pabrik pupuk, dimana pupuk yang diproduksi adalah pupuk organik. Pabrik ini mulai menjual produknya sejak Oktober 2009, dimana trial produksi telah dilakukan sejak bulanSeptember 2009. Salah satu alasan dibuatnya usaha ini adalah karena pupuk organik atau petroganik sedang

(3)

diperkenalkan secara besar-besaran oleh para perusahaan pupuk untuk menyelamatkan bumi.

PT. Sinar Mandiri Abadi bekerja sama dengan PT.Petrokimia Gresik, dimana PT.Sinar Mandiri Abadi akan memproduksi pupuk petroganik yang dijual subsidi oleh PT.Petrokimia Gresik. Sehingga seluruh hasil pupuk petroganik dari PT. Sinar Mandiri Abadi akan dibeli oleh PT.Petrokimia Gresik dan dijual untuk daerah Lampung dan sekitarnya oleh distributor PT.Petrokimia Gresik di daerah Lampung dan sekitarnya.

Produk yang dihasilkan juga harus memenuhi spesifikasi dari pupuk petroganik PT.Petrokimia Gresik. Perusahaan ini juga berhubungan dengan perusahaan Mandiri Group lainnya, dimana pengiriman pupuk dapat menggunakan jasa CV.Mandiri sedangkan penjualannya dapat menggunakan jasa CV.Handika Pratama. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pemilik membuka pabrik pupuk.

4.2 Aliran Bisnis

4.2.1 CV. Mandiri

Dalam proses pengiriman sampai pembayaran di CV Mandiri terdapat tiga tahapan proses yaitu proses tender, pengiriman barang, dan penagihan. Berikut ini adalah penjelasan tiap-tiap proses yang perlu dilakukan oleh pemilik:

(4)

4.2.1.1 Proses Tender

Proses tender dimulai dari adanya pengumuman tender yang akan dilakukan oleh pihak supplier. Setelah memperoleh pengumuman tersebut, pemilik mulai memperhitungkan harga pengiriman yang akan mereka daftarkan dalam tender tersebut. Bila saat tender dilakukan, harga yang diajukan dapat diterima oleh supplier, maka CV Mandiri dapat memenangkan tender tersebut, tetapi bila ada pesaing lain yang menawarkan harga lebih murah maka CV Mandiri tidak dapat memenangkan tender tersebut. Berikut ini adalah bagan proses tender yang perlu dilalui oleh CV Mandiri:

(5)

4.2.1.2 Proses Pengiriman Barang

Pengiriman barang dimulai dari pengecekkan jumlah dan jenis barang yang dibutuhkan oleh gudang tujuan serta stok barang di gudang awal. Setelah mengetahui jenis barang yang diinginkan maka dapat dilakukan pengaturan surat jalan dan uang jalan untuk diberikan kepada pengirim (supir) melalui kepala kendaraan CV.Mandiri. Setelah supir mengirim barang dari gudang awal ke gudang tujuan sesuai surat jalan dengan keadaan baik tanpa ada masalah seperti susut pupuk, kurang kirim dan lainnya surat jalan akan disimpan di kantor untuk diolah ke proses selanjutnya. Berikut ini adalah proses pengiriman barang dalam perusahaan ini:

(6)
(7)

4.2.1.3 Proses Penagihan

Berbeda dengan dua tahapan sebelumnya, dalam tahapan penagihan terdapat beberapa istilah baru seperti

a. No Penagihan berisi beberapa jumlah OK kerja yang akan dibayarkan oleh supplier ke CV. Mandiri.

b. Order Kerja (OK) kerja berisi beberapa no Surat Penyerahterimaan Pengiriman Stock Pupuk (SPPSP) yang harus dikirim oleh CV. Mandiri ke gudang tujuan.

c. Berita Acara Rampung (BAR) terdiri dari surat jalan SPPSP yang telah selesai dikirim. BAR dapat terdiri dari satu atau dua SPPSP. Gambar berikut akan mempermudah penjelasan mengenai istilah dalam penagihan:

(8)

Sedangkan Dalam proses penagihan terdapat beberapa proses yang perlu dilakukan yaitu:

- Bila seluruh surat jalan sudah terkirim sesuai muatan SPPSP dan tanpa adanya kekurangan maka BAR dapat dikirim ke gudang tujuan untuk di ACC oleh kepala gudang tujuan.

- Bila seluruh BAR per SPPSP telah terkumpul sesuai OK kerja maka surat-surat penagihan dapat dibuat. Dalam pengiriman penagihan ke supplier, dilampirkan no penagihan, OK, seluruh BAR, dan surat jalan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. - Bila seluruh data penagihan telah dicek dan dinyatakan komplit

oleh supplier, maka pembayaran dapat dilakukan. Bila data yang dikirim masih ada yang kurang, maka kekurangan harus diselesaikan dan file dikirim kembali ke supplier.

(9)

Gambar 4.4 Proses Penagihan

4.2.2 CV. Handika Pratama

Dalam distributor terdapat dua proses yang dilakukan yaitu pembayaran dan pengiriman pupuk ke konsumen serta proses pendataan untuk dilaporkan ke kantor Petrokimia Gresik guna pengecekan.

4.2.2.1 Proses Pengiriman & Pembayaran

Pada tahapan ini, proses awal yang dilakukan adalah pengecekan pembayaran. Bila pembayaran belum dilakukan maka

(10)

pengiriman tidak dapat dilakukan. Berikut ini adalah tahapan dalam pengiriman:

Gambar 4.5 Proses Pengiriman & Pembayaran

4.2.2.2 Proses Pendataan

Dalam proses ini pihak distributor harus melakukan pengecekan jumlah pupuk yang terdapat di kios-kios yang mereka tangani serta jumlah pengiriman yang telah mereka lakukan. Data tersebut akan dilaporkan ke kantor cabang PT.Petrokimia Gresik di Lampung. Oleh

(11)

sebab itu, file-file berupa surat jalan yang sudah di acc oleh gudang awal dan kios serta faktur disimpan oleh pihak CV. Handika Pratama.

4.2.3 PT. Sinar Mandiri Abadi

Dalam PT. Sinar Mandiri Abadi, terdapat beberapa proses utama yaitu

Gambar 4.6 Proses dalam PT. Sinar Mandiri Abadi

Dimana dalam proses pemesanan bahan baku, hanya perlu dilakukan pemberitahuan kepada supplier untuk mengirimakan barang ke pabrik dimana proses ini dilakukan oleh pemilik perusahaan. Pemesanan barang harus dilakukan beberapa hari agar pengiriman barang dapat sesuai pesanan. Sehingga perlu dilakukan suatu perencanaan produksi agar ketersediaan bahan baku dapat terus ada.

Selanjutnya setelah seluruh barang siap di pabrik, pabrik dapat memulai proses produksi pupuk dengan spesifikasi sesuai keinginan PT. Petrokimia Gresik. Proses terakhir yang dilakukan adalah pengambilan barang jadi oleh ekspedisi PT. Petrokimia Gresik untuk dikirim ke gudang PT. Petrokimia Gresik ataupun dikirim ke kios-kios penyalur pupuk organik bersubsidi PT. Petrokimia Gresik.

Pemesanan  Bahan Baku 

(12)

4.3 Penggambaran

Permasalahan

Dari hasil pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan langsung dapat digambarkan masalah yang terjadi dalam Mandiri Group. Penggambaran masalah dalam Mandiri Group dilakukan melalui grafik data perusahaan, Porter’s Five Force dan Fish Bone Diagram.

4.3.1 Fish Bone Diagram

Untuk mempermudah pengamatan akan penelitian yang dilakukan, digunakan fish bone diagram. Dengan adanya fish bone diagram, penyebab akan masalah yang terjadi dapat lebih jelas dan mudah untuk diamati sehingga saran penyelesaian yang diberikan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam perusahaan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan ditemukan beberapa penyebab dari masalah yang ada. Penyebab tersebut dapat dilihat pada gambar 4.7.

Berdasarkan diagram Fish Bone pada 4.7, dapat diketahui bahwa permasalahan yang terjadi dalam Mandiri Group antara lain adalah makin tingginya persaingan dalam bisnis Mandiri Group, selain itu terdapat beberapa masalah dalam internal perusahaan seperti kurangnya jelasnya job description tiap karyawan karena tidak adanya struktur organisasi yang jelas di perusahaan tersebut.

(13)
(14)

4.3.2 Porter’s Five Force

Untuk mengetahui mengenai bisnis yang dijalani oleh Mandiri Group, berikut ini adalah Five Porter’s mengenai ketiga bisnis Mandiri Group:

4.3.2.1 CV. Mandiri

Meskipun kekuatan pembeli dan persaingan di bidang logistik tinggi, tetapi dengan rendahnya kemungkinan pesaing baru, barang pengganti dan kekuatan supplier maka bisnis ini masih menarik untuk dimasuki. Sebab persaingan yang dilakukan hanya pada lingkupan yang sama serta dengan pemberian kepercayaan dan jasa yang memuaskan pembeli dapat tetap menggunakan jasa kita untuk mengirimkan barang mereka ke tujuan. Kedekatan hubungan dengan pembeli juga menjadi kekuatan CV.Mandiri untuk tetap menekuni bisnis ini.

(15)

4.3.2.2 CV. Handika Pratama

Untuk menjadi distributor suatu perusahaan pupuk subsidi sangat menarik, sebab bila sudah dapat menjadi distributor suatu daerah maka bisnis ini akan terus berjalan. Hal itu disebabkan karena persaingan yang rendah dan sulitnya untuk menjadi distributor pupuk subsidi. Persaingan rendah disebabkan karena tiap distributor memiliki area penjualan masing-masing yang tidak boleh dilanggar dimana bila terjadi pelanggaran, hak distributor dapat dicabut oleh supplier. Selain itu, sulitnya memperoleh hal distributor menjadi keuntungan bagi pengusaha yang telah memiliki akses menjadi distributor pupuk subsidi.

(16)

4.3.2.3 PT. Sinar Mandiri Abadi

Saat ini bisnis pupuk organik kurang menarik untuk dijalani karena konsumen lebih memilih menggunakan pupuk kimia yang lebih cepat dilihat hasilnya. Oleh sebab itu, jumlah pabrik pupuk organik relatif masih sedikit. Tetapi harga pupuk subsidi kimia telah dinaikkan, dimana harga pupuk subsidi yang termurah adalah pupuk organik. Diharapkan dengan murahnya harga pupuk organik, konsumen akan mulai menggunakan pupuk organik karena dapat menyuburkan tanah. Sehingga bisnis ini akan menarik apalagi pemerintah mulai menekankan penggunaan pupuk organik bagi para petani agar menyuburkan tanah dan akan mengurangi jumlah subsidi pupuk kimia.

(17)

4.3.3 SWOT

Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari perusahaan Mandiri Group berikut ini adalah SWOT Mandiri Group:

4.3.3.1 CV. Mandiri

Tabel 4.1 SWOT CV.Mandiri

CV.Mandiri

S W

‐ Hubungan yang dekat dengan konsumen ‐ Hubungan yang dekat

dengan kepala gudang ‐ Jumlah mobil yang banyak ‐ Termasuk dalam pemain

lama

‐ Sudah dipercaya konsumen ‐ Pembayaran kredit tanpa

DP ‐ Kurangnya pengontrolan supir ‐ Kurangnya pengontrolan finance ‐ Kurangnya pengontrolan admin

‐ Semakin banyaknya tugas karyawan sehingga bingung O ‐ Masih banyaknya keperluan angkutan darat ‐ Pemakaian Pupuk bersifat kontinu ‐ Memanfaatkan secara optimal pengiriman dg mbl banyak ‐ Mempertahankan hubungan yang baik ‐ Meningkatkan performa

service

‐ Menggunakan SOP untuk control karyawan

‐ Memberikan job desc sehingga tidak bingung akan tugasnya

T

‐ Mulai masuknya pesaing dari Jawa ‐ Bertambahnya

pesaing ‐ Banyaknya

pemain lama yang kuat

‐ Meningkatkan hubungan baik dengan konsumen ‐ Tetap menggunakan

kredit tanpa DP untuk mendapat konsumen baru ‐ Mempertahankan

kerpercayaan yang telah diberikan

‐ Melakukan rekonstruksi struktur organisasi sehingga internal perusahaan kuat ‐ Dengan internal yang

kuat, dapat focus dalam menangani masalah eksternal

(18)

4.3.3.2 CV. Handika Pratama

Tabel 4.2 SWOT CV. Handika Pratama

CV.Handika

Pratama

S W

‐ Hubungan yang dekat dengan supplier

‐ Sudah dipercaya supplier ‐ Memiliki ijin Distributor ‐ Memiliki Pabrik pupuk

organik sendiri

‐ Kurangnya paham aturan distributor

‐ Kurangnya chanel penjualan

O ‐ Tiap distributor memiliki area masing-masing yang harus dipatuhi ‐ Banyaknya

pengguna pupuk subsidi

‐ Menggarap secara optimal market yang telah diberikan ‐ Mempertahankan

kepercayaan supplier ‐ Pasokan pupuk organik

terjamin

‐ Memperkuat marketing sehingga chanel penjualan bertambah

‐ Menjalin hub yang baik dengan distributor lain untuk menambah wawasan

T ‐ Dipersempitnya area kerja

‐ Diubahnya area kerja

‐ Hubungan yang baik dengan supplier dapat memperkecil kemungkinan area diubah atau dipersempit

‐ Mengikuti tender

distributor pupuk subsidi perusahaan lain

‐ Mempelajari aturan

distributor dari perusahaan-perusahaan pupuk subsidi lainnya.

(19)

4.3.3.3 PT. Sinar Mandiri Abadi

Tabel 4.3 SWOT PT. SINAR MANDIRI ABADI

PT. Sinar

Mandiri Abadi

S W

‐ Sudah dipercaya supplier ‐ Memiliki modal untuk

berproduksi

‐ Memiliki ijin produksi pupuk organik subsidi ‐ Memiliki distributor internal

‐ Kurangnya pengetahuan RnD pupuk

‐ Keterbatasan bahan baku ‐ Tugas karyawan

menumpuk sehingga pengiriman telat

O

‐ Mulai dikuranginya subsidi pupuk kimia ‐ Pupuk subsidi organik

yang paling murah ‐ Pemakaian pupuk bersifat kontinu ‐ Penggalakan penggunaan pupuk organik oleh pemerintah ‐ Menggalakkan penggunaan pupuk organik sesuai kebijakan pemerintah ‐ Penjualan pupuk organik

subsidi terjamin melalui CV.Handika Pratama

‐ Menghire tenaga RnD untuk menciptakan pupuk dengan kualitas tinggi

‐ Menjelaskan job desc tiap karyawan

‐ Memperluas koneksi untuk mendapat bahan baku

T

‐ Sedikitnya minat akan pupuk organik ‐ Mulai bertambahnya produsen pupuk organik ‐ Meningkatkan promosi pupuk organik

‐ Menghasilkan produk yang berkualitas sehingga barang akan didahulukan

pengambilannya

‐ Mencari bahan baku alternatif

(20)

4.3.4 Data Perusahaan

4.3.4.1 Data Logistik CV.Mandiri

Gafik dibawah ini menunjukkan data pengiriman CV.Mandiri dalam satu tahun terakhir. Dimana dalam grafik tersebut diketahui bahwa jumlah tonase pengiriman yang dilakukan oleh CV.Mandiri mulai menurun sejak bulan ke 11 tahun 2009. Dimana pada awal tahun 2009 sampai Oktober 2009 jumlah pengiriman pupuk berada pada rangen 30.000 ton dan mulai menurun sejak bulan November 2009.

Grafik 4.1 Grafik Logistik CV. Mandiri th 2009

Penurunan yang terjadi dikarenakan mulai masuknya pemain logistik dari wilayah Jawa sehingga persaingan yang terjadi menjadi semakin ketat. Dengan ketatnya persaingan, bila terjadi penurunan kualitas servis yang diberikan oleh CV.Mandiri dapat mempermudah para pesaing masuk mengambil area kerja CV.Mandiri. Selain itu, karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan mulai dari pemilik perusahaan

(21)

sampai karyawan perusahaan, menyebabkan beberapa pengiriman yang dilakukan menjadi terlambat. Sehingga penurunan jumlah pengiriman menjadi makin drastis pada Desember 2009.

4.3.4.2 Data Produksi PT. Sinar Mandiri Abadi

Kapasitas mesin produksi pabrik per shift (8 jam) sebesar 64 ton pupuk. Dimana dalam 5 hari kerja jumlah pupuk yang dapat diproduksi sebesar 320 ton pupuk organik. Untuk saat ini dengan mengaktifkan satu shift, kapasitas produksi dapat menutupi pesanan dari PT.Petrokimia Gresik khususnya untuk daerah Lampung dan sekitarnya.

Pemesanan bahan baku dilakukan tanpa adanya perencanaan dan dilakukan oleh pemilik perusahaan. Tanpa adanya perencanaan produksi maka sering terjadi keterlambatan kedatangan bahan baku yang berdampak pada proses produksi pabrik. Selain itu, tanpa adanya perencanaan maka pembelian bahan baku tidak dapat disiapkan oleh supplier sehingga terjadi beberapa masalah dalam produksi.

Dari grafik 4.2 dapat diketahui bahwa terjadi fluktuasi yang drastis dalam proses produksi. Dimana dalam satu minggu hasil produksi yang diperoleh dapat berkisar mulai dari 130 ton – 480 ton sesuai ketersediaan bahan baku. Hal ini mengakibatkan perusahaan perlu melemburkan karyawan untuk memenuhi pesanan sehingga biaya operational meningkat

(22)

Grafik 4.2 Data Produksi PT. Sinar Mandiri Abadi

4.4 Struktur

Organisasi

4.4.1 Struktur Organisasi Lama

Dari hasil pengamatan langsung di lapangan dapat dibuat pembagian tugas dan jabatan yang terbentuk dalam Mandiri Group. Saat ini pembagian tugas perusahaan masih saling bergabung, hal ini terjadi karena keputusan yang diambil untuk tiga perusahaan dilakukan oleh satu orang. Oleh karena keputusan masih dilakukan oleh satu orang, untuk mempermudahnya memperoleh data maka beberapa tugas dari tiga perusahaan masih ditangani oleh satu orang. Berikut ini adalah keadaan pembagian jabatan yang ada dalam mandiri Group saat ini

(23)

Gambar 4.11 Struktur Organisasi Awal Mandiri Group

4.4.2 Struktur Organisasi Baru

Agar perusahaan dapat berjalan lebih baik dan efisien maka perlu dilakukan penyusunan struktur organisasi yang jelas sehingga karyawan dapat mengerti tanggung jawab dan kewajibannya. Berikut ini adalah beberapa jenis struktur organisasi yang ditawarkan agar Mandiri Group dapat berjalan lebih baik.

4.4.2.1 Plan A

Struktur organisasi Plan A adalah struktur organisasi dengan sistem kepemimpinan desentralisasi dimana tiap perusahaan dipimpim oleh masing-masing manager. Sehingga perusahaan dapat berdiri sendiri dan tidak saling berhubungan

(24)

Gambar 4.12 Struktur Organisasi Plan A 

Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian dari struktur organisasi plan A:

Tabel 4.4 Keuntungan dan Kerugian Struktur Organisasi Plan A

Keuntungan

Kerugian

1. Kinerja tiap-tiap Perusahaan dapat

terpantau lebih focus.

2. Dapat mengetahui perusahaan mana

yang sedang bermasalah atau menguntungkan.

3. Tiap manager hanya memantau kinerja

satu perusahaan saja.

4. Lebih terbuka dalam keuangan

5. Pengambilan keputusan terpusat

berdasarkan satu perusahaan saja

1. Saling berdiri sendiri tanpa mau membantu perusahaan lainnya.

2. Menciptakan kesulitan dalam koordinasi fungsional maupun pengambilan keputusan antarfungsi

3. Pemilik harus mengontrol perusahaan dari tiga sumber berbeda.

4. Manajer hanya mengetahui mengenai kinerja satu perusahaan saja.

(25)

4.4.2.2 Plan B

Berbeda dengan plan A, plan B tidak dipisah berdasarkan masing-masing perusahaan tetapi dipisahkan berdasarkan fungsi pekerjaannya yaitu Operasional & produksi (berhubungan dengan dalam perusahan) dan Marketing & Finance (berhubungan dengan luar perusahaan). Hal ini dilakukan karena ketiga perusahaan saling berhubungan sehingga dapat tetap saling membantu bila dipimpin oleh satu kepala perusahaan. Tetapi struktur organisasi ini juga memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Gambar 4.13 adalah struktur organisasi plan B dan table 4.5 menunjukkan keuntungan dan kerugian dari struktur organisasi plan B.

(26)

Tabel 4.5 Keuntungan dan Kerugian Struktur Organisasi Plan B

Keuntungan

Kerugian

1. Tiap perusahaan dapat saling

membantu satu sama lainnya.

2. Mempertahankan pengendalian secara

sentralistik

3. Mencapai efisiensi lewat spesialisasi 4. Pemilik hanya perlu mengetahui kinerja

perusahaan dari dua orang saja.

5. Dapat memaksimalkan kinerja ketiga

perusahaan.

6. Manajer dapat mengontrol ketiga

perusahaan sehingga terjadi efisiensi pekerjaan.

7. Dapat memanfaatkan sinergi antar

perusahaan

8. Pemilik dapat melakukan cross cek

kinerja karyawan yang bermasalah berdasarkan kinerja staff internal atau eksternal perusahaan.

1. Tugas manager mencakup berbagai bidang usaha

2. Kinerja perusahaan terpantau secara keseluruhan bukan satu per satu.

(27)

Berdasarkan kedua jenis struktur organisasi yang ditawarkan. Untuk tetap melakukan pengontrolan serta berjalannya ketiga perusahaan dengan saling berkesinambungan dapat digunakan struktru organisasi plan B sebagai struktur organisasi dalam Mandiri Group. Hal itu dilakukan karena beberapa pemikiran antara lain:

ƒ Pembagian tugas yang lebih efisien denga berdasarkan divisi internal dan eksternal perusahaan sehingga tetap dapat melakukan cross-cek untuk mengetahui bila terjadi masalah dalam perusahaan.

ƒ Penambahan divisi kerja juga masih memperhatikan pekerjaan yang mereka lakukan sehingga tidak semua divisi harus dikerjakan oleh satu orang. Hal ini dilakukan agar tidak meningkatkan biaya operational yang sangat tinggi saat awal mula penerapan struktur organisasi Plan B

ƒ CV.Handika Pratama dan PT. Sinar Mandiri Abadi masih merupakan perusahaan baru yang masih berkembang dan perlu bantuan dari usaha utama yaitu CV.Mandiri sehingga belum perlu kepemimpinan sendiri untuk kedua perusahaan tersebut.

(28)

4.5 Sample

Job Description & SOP

Berikut ini adalah beberapa contoh dari Job Description dan Standard Operational Procedure yang dapat dibuat oleh perushaan:

1. Administrasi CV. Mandiri

i. Mengatur dan menyimpan file-file perusahaan

ii. Mencatat dan menyimpan surat jalan pengiriman pupuk ke dalam SPPSP dan buku supir.

iii. Mencatat dan menyimpan pembelian spare part mobil ke dalam buku supir.

iv. Menyerahkan surat-surat jalan yang telah dicatat ke bagian finance. v. Mengecek kelengkapan surat jalan maupun file lainnya yang akan

disimpan

(29)

 

Gambar 4.14 SOP Administrasi CV. Mandiri

2. Administrasi CV. Handika Pratama

i. Mengatur dan menyimpan file-file perusahaan ii. Membuat surat jalan dan faktur pengirimna pupuk

iii. Mencatat pengiriman pupuk dan melakukan konfirmasi ke kantor cabang PT.Petrokimia Gresik.

(30)

v. Mengecek kelengkapan surat jalan maupun file lainnya yang akan disimpan

Contoh dari SOP administrasi CV.Handika Pratama yaitu

Gambar 4.15 SOP Administrasi CV.Handika Pratama

3. Finance CV.Mandiri

i. Mengecek kelengkapan data surat jalan dari administrasi CV.Mandiri serta mencopy data untuk rekap perusahaan.

ii. Menyiapkan BAR untuk ditandatangan oleh kepala gudang via pengirim surat

(31)

iv. Mengecek kelengkapan file-file penagihan yang akan ditagihkan serta mencopy untuk rekap perusahaan.

v. Mencatat dan menyimpan bukti-bukti biaya pengeluaran yang

dilakukan CV.Mandiri mulai dari pembelian bahan baku, pembayaran ekspedisi pembantu, dan biaya lainnya.

Contoh dari SOP finance CV.Mandiri yaitu

Gambar

Gambar 4.1 Proses Tender
Gambar 4.2 Proses Pengiriman Barang
Gambar berikut akan mempermudah penjelasan mengenai istilah dalam  penagihan:
Gambar 4.4 Proses Penagihan  4.2.2  CV. Handika Pratama
+7

Referensi

Dokumen terkait

(Vygotsky, 1987.) Voitaneen sanoa, että kirjoitettu kieli on nyky-yhteiskunnan, kulttuurin ja elämämme perus- ta. Tekstit ja kirjoitukset vaikuttavat jokapäiväiseen toimintaamme

Tuupovaaralaiset odottivat että kunta tekisi voitavansa matkailun hyväksi, ja samalla matkailulautakunta valitti pieniä määrärahoja ja sitä, että matkailua varten

Variabel independen pada penelitian ini adalah modal intelektual yang diukur dengan metode Value Added. Intellectual Coefficient (VAIC), sedangkan variabel dependen

Masalah semantik dalam komunikasi interpersonal perawat dengan lansia disini disebabkan karena kurangnya pemahaman perawat terhadap keluhan yang disampaikan lansia,

Indonesian Community of Functional and Advancement of Medicine (ICFAM) yang didirikan pada tanggal 30 November 2013 merupakan institusi yang menawarkan edukasi kepada

Bagian tak larut dibatasi dalam standard semen. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dicampurnya semen dengan bahan-bahan alami lain yang tidak dapat dibatasi dari persyaratan

Apabila dikaitkan dengan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian yang akan peneliti lakukan ini memiliki perbedaan dengan ketiga skripsi di atas,

Menurut suijono pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang strategi dalam pembentukan mq anusia yang seutuhnya yang cerdas, 1 berakhlak berbakti pekerti dan sehat