• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Kesiapsiagaan Kabupaten Bantul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Profil Kesiapsiagaan Kabupaten Bantul"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KESIAPSIAGAAN KABUPATEN/KOTA

PROFIL KESIAPSIAGAAN KABUPATEN/KOTA

MENGHADAPI RESIKO BENCANA TSUNAMI

MENGHADAPI RESIKO BENCANA TSUNAMI

1.

1. Gambaran Gambaran Umum Umum WilayahWilayah 1.1.

1.1. Peran Peran dan dan Fungsi Fungsi Wilayah Wilayah TerdampakTerdampak

Kabupaten Bantul merupakan bagian integral wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi Kabupaten Bantul merupakan bagian integral wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi empat kabupaten dan satu kota. Berdasarkan posisi geografisnya, wilayah Kabupaten Bantul merupakan empat kabupaten dan satu kota. Berdasarkan posisi geografisnya, wilayah Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah paling selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 07°44'04" salah satu wilayah paling selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 07°44'04" -08°00'27" LS dan 110°12'34" - 110°31'08" BT dengan luas 506,85 km2 dan batas-batas wilayah sebagai 08°00'27" LS dan 110°12'34" - 110°31'08" BT dengan luas 506,85 km2 dan batas-batas wilayah sebagai berikut :

berikut :

-- Sebelah Sebelah Utara Utara : : Kota Kota Yogyakarta Yogyakarta dan dan KabupateKabupaten n SlemanSleman -- Sebelah Sebelah Selatan Selatan : : Samudera Samudera IndonesiaIndonesia

-- Sebelah Sebelah Barat Barat : : Kabupaten Kabupaten KulonprogKulonprogo o dan dan Kabupaten Kabupaten SlemanSleman -- Sebelah Sebelah Timur Timur : : Kabupaten Kabupaten GunungkidulGunungkidul

 Apabila dilihat

 Apabila dilihat dari dari bentang alamnya, bentang alamnya, wilayah wilayah KabupatKabupaten en Bantul terdiri Bantul terdiri dari dari daerah daerah dataran yang dataran yang terletakterletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak pada bagian timur dan barat, serta kawasan pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak pada bagian timur dan barat, serta kawasan pantai di sebelah selatan. Kondisi bentang alam tersebut relatif membujur dari utara

pantai di sebelah selatan. Kondisi bentang alam tersebut relatif membujur dari utara ke ke selatan.selatan.

Gambar 1 Gambar 1

Peta Administratif Kabupaten Bantul Peta Administratif Kabupaten Bantul

(2)

Kabupaten Bantul secara administratif terdiri dari 17 kecamatan, 75 desa dan 933 pedukuhan. Desa-desa Kabupaten Bantul secara administratif terdiri dari 17 kecamatan, 75 desa dan 933 pedukuhan. Desa-desa di Kabupaten Bantul dibagi lagi berdasarkan statusnya menjadi desa pedesaan (rural area) dan desa di Kabupaten Bantul dibagi lagi berdasarkan statusnya menjadi desa pedesaan (rural area) dan desa perkotaan (

perkotaan (urban areaurban area). Kecamatan Dlingo mempunyai wilayah paling luas, yaitu 55,87 Km). Kecamatan Dlingo mempunyai wilayah paling luas, yaitu 55,87 Km22. Sedangkan. Sedangkan  jumlah desa

 jumlah desa dan pedukuhan yang terbanyak terdapat di dan pedukuhan yang terbanyak terdapat di Kecamatan Imogiri dengan Kecamatan Imogiri dengan delapan desa dan delapan desa dan 7272 pedukuhan.

pedukuhan.

Berdasarkan RDTRK [Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten] dan Perda mengenai batas wilayah kota, Berdasarkan RDTRK [Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten] dan Perda mengenai batas wilayah kota, maka status desa dapat dipisahkan sebagai desa perdesaan dan perkotaan. Secara umum jumlah desa maka status desa dapat dipisahkan sebagai desa perdesaan dan perkotaan. Secara umum jumlah desa yang termasuk dalam wilayah perkotaan sebanyak 41 desa, sedangkan desa yang termasuk dalam yang termasuk dalam wilayah perkotaan sebanyak 41 desa, sedangkan desa yang termasuk dalam kawasan perdesaan sebany

kawasan perdesaan sebanyak 34 desa. Wilayah ak 34 desa. Wilayah yang terpapar tsunami termasuk wilayah perdesaan.yang terpapar tsunami termasuk wilayah perdesaan. Tabel 1

Tabel 1

Kecamatan, Desa dan Dusun Terancam Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul Kecamatan, Desa dan Dusun Terancam Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul Kecamatan

Kecamatan Desa Desa Dusun Dusun Lokasi Lokasi KhususKhusus 1.

1. Kretek Kretek 1.1. Tirtohargo Tirtohargo 1. Baros1. Baros 2. 2. MunengMuneng 3. 3. GegunungGegunung 4. 4. GunungkunciGunungkunci 5. 5. KalanganKalangan 6. 6. KarangKarang 2.

2. Parangtritis Parangtritis 1.1. Mancingan Mancingan Pantai Pantai ParangtritisParangtritis 2.

2. Grogol Grogol Pantai Pantai ParangkusumParangkusumoo 3.

3. Depok, Depok, Sono, Sono, Samiran Samiran Pantai Pantai DepokDepok 2.

2. Sanden Sanden 1.1. Srigading Srigading 1.1. Ngepet Ngepet (Samas) (Samas) Pantai Pantai SamasSamas 2.

2. Tegal RejoTegal Rejo 3.

3. Soge SandenSoge Sanden 4.

4. Cetan-KarangsuwungCetan-Karangsuwung 2.

2. Gadingsari Gadingsari 1.1. Demangan Demangan Pantai Pantai PandansariPandansari 2.

2. Wonoroto Wonoroto Pantai Pantai Gua Gua CemaraCemara 3.

3. PatehanPatehan 4.

4. Wonorejo 1 - 2Wonorejo 1 - 2 3.

3. Gadingharjo Gadingharjo 1.1. KaranganyarKaranganyar 3.

3. Srandakan Srandakan 1.1. Poncosari Poncosari 1. Ngentak 1. Ngentak Pantai Pantai Pandansimo Pandansimo BaruBaru 2.

2. Babakan Babakan Pantai Pantai KuwaruKuwaru 3. 3. KarangKarang 4. 4. KuwaruKuwaru 5. 5. BodowaluhBodowaluh 6. 6. JopatenJopaten 7. 7. CangkringCangkring Sumber : Kabupaten Bantul dalam Angka 2013

(3)

1.2. Topografi 1.2. Topografi

Secara topografis, Kabupaten Bantul terbagi menjadi daerah dataran, daerah perbukitan serta daerah Secara topografis, Kabupaten Bantul terbagi menjadi daerah dataran, daerah perbukitan serta daerah pantai. Secara garis besar, satuan fisiografi

pantai. Secara garis besar, satuan fisiografi Kabupaten BantKabupaten Bantul sebagian besar berada pada dataran ul sebagian besar berada pada dataran aluvialaluvial ((Fluvio Volcanic PlainFluvio Volcanic Plain), perbukitan di sisi ), perbukitan di sisi barat dan timur serta barat dan timur serta fisiografi pantai. Adapun pembagian satuanfisiografi pantai. Adapun pembagian satuan fisiografi yang lebih rinci di

fisiografi yang lebih rinci di Kabupaten Bantul adalah sebagaKabupaten Bantul adalah sebagai berikut:i berikut: a.

a. Daerah di bagian Timur merupakan jalur perbukitan berlereng terjal dengan kemiringan lerengDaerah di bagian Timur merupakan jalur perbukitan berlereng terjal dengan kemiringan lereng dominan curam (>70%) dan ketinggian mencapai 400 meter dari permukaan air laut, Daerah ini dominan curam (>70%) dan ketinggian mencapai 400 meter dari permukaan air laut, Daerah ini terbentuk oleh formasi Nglanggran dan Wonosari,

terbentuk oleh formasi Nglanggran dan Wonosari, b.

b. Daerah di bagian Selatan ditempati oleh gisik dan gumuk-gumuk pasir (Daerah di bagian Selatan ditempati oleh gisik dan gumuk-gumuk pasir (fluviomarinefluviomarine) dengan) dengan kemiringan lereng datar-landai, Daerah ini terbentuk oleh material lepas dengan ukuran pasir kemiringan lereng datar-landai, Daerah ini terbentuk oleh material lepas dengan ukuran pasir kerakal,

kerakal, c.

c. Daerah di bagian tengah merupakan dataran aluvial (Daerah di bagian tengah merupakan dataran aluvial (Fluvio Volcanic PlainFluvio Volcanic Plain), yang dipengaruhi oleh), yang dipengaruhi oleh Graben Bantul dan terendapi oleh material vulkanik dari endapan vulkanik Merapi,

Graben Bantul dan terendapi oleh material vulkanik dari endapan vulkanik Merapi, d.

d. Daerah di bagian Barat Daerah di bagian Barat merupakan perbukitan rendamerupakan perbukitan rendah dengan kemirh dengan kemiringan lereng landai-curam daningan lereng landai-curam dan ketinggian mencapai 150 meter dari permukaan air laut, Daerah ini terbentuk oleh formasi Sentolo ketinggian mencapai 150 meter dari permukaan air laut, Daerah ini terbentuk oleh formasi Sentolo

Gambar 2 Gambar 2

Peta Topografi Kabupaten Bantul Peta Topografi Kabupaten Bantul

(4)

Ketinggian Wilayah Ketinggian Wilayah

Ketinggian tempat di Kabupaten Bantul dibagi menjadi empat kelas. Hubungan kelas ketinggian dengan Ketinggian tempat di Kabupaten Bantul dibagi menjadi empat kelas. Hubungan kelas ketinggian dengan luas sebarannya dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Dari kedua tabel tersebut dapat diketahui bahwa luas sebarannya dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Dari kedua tabel tersebut dapat diketahui bahwa kelas ketinggian Kabupaten Bantul yang memiliki penyebaran paling luas terletak pada elevasi antara kelas ketinggian Kabupaten Bantul yang memiliki penyebaran paling luas terletak pada elevasi antara 25-100 meter (27.709 ha atau 54,67%) yang terletak pada bagian utara, bagian tengah, dan bagian Tenggara 100 meter (27.709 ha atau 54,67%) yang terletak pada bagian utara, bagian tengah, dan bagian Tenggara Kabupaten Bantul. Wilayah yang mempunyai elevasi rendah (elevasi kurang dari 7 meter)

Kabupaten Bantul. Wilayah yang mempunyai elevasi rendah (elevasi kurang dari 7 meter) seluas 3.228 Haseluas 3.228 Ha (6,37%) terdapat di

(6,37%) terdapat di Kecamatan Kretek, Sanden, dan Srandakan.Kecamatan Kretek, Sanden, dan Srandakan.

Berdasarkan elevasi lahan daratan dari permukaan air laut ketinggian tempat atau elevasi dapat Berdasarkan elevasi lahan daratan dari permukaan air laut ketinggian tempat atau elevasi dapat ditentukan, dimana permukaan air laut dianggap mempunyai elevasi 0 meter (dpl) Ketinggian tempat ditentukan, dimana permukaan air laut dianggap mempunyai elevasi 0 meter (dpl) Ketinggian tempat Kabupaten Bantul dibagi menjadi empat kelas dan hubungan kelas ketinggian dengan luas sebarannya Kabupaten Bantul dibagi menjadi empat kelas dan hubungan kelas ketinggian dengan luas sebarannya secara spasial ditunjukan pada Peta Ketinggian Tempat . Kelas

secara spasial ditunjukan pada Peta Ketinggian Tempat . Kelas ketinggian tempat yang diketinggian tempat yang dimiliki Kabupatenmiliki Kabupaten Bantul penyebaran paling luas adalah elevasi antara 25 100 meter (27.709 Ha atau 54,67%) yang terletak Bantul penyebaran paling luas adalah elevasi antara 25 100 meter (27.709 Ha atau 54,67%) yang terletak pada bagian utara,

pada bagian utara, bagian tengah, dan bagian tenggara Kabupaten Bantul.bagian tengah, dan bagian tenggara Kabupaten Bantul.

Wilayah yang mempunyai elevasi rendah (elevasi <7 meter) seluas 3.228 Ha (6,37%) terdapat di Wilayah yang mempunyai elevasi rendah (elevasi <7 meter) seluas 3.228 Ha (6,37%) terdapat di Kecamatan Kretek, Kecamatan Sanden, dan Kecamatan Srandakan. Wilayah dengan elevasi rendah Kecamatan Kretek, Kecamatan Sanden, dan Kecamatan Srandakan. Wilayah dengan elevasi rendah umumnya berbatasan dengan Srandakan dan Sanden merupakan daerah terendah di antara umumnya berbatasan dengan Srandakan dan Sanden merupakan daerah terendah di antara kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Bantul, yaitu berkisar dari 0

kecamatan lain di Kabupaten Bantul, yaitu berkisar dari 0 sampai 25 meter dari sampai 25 meter dari permukaapermukaan laut, mencakupn laut, mencakup areal seluas 4.161 Ha (8,2%

areal seluas 4.161 Ha (8,2% dari seluruh luas kabupaten).dari seluruh luas kabupaten).

Tabel 2 Tabel 2

Kelas Ketinggian dan Luas Wilayah Kabupaten Bantul Kelas Ketinggian dan Luas Wilayah Kabupaten Bantul No

No Kelas Kelas Ketinggian Ketinggian (dpl) (dpl) m m Luas Luas (ha) (ha) (%)(%)

1 1 00 – –7 7 3.228 3.228 6,376,37 2 2 77 – –25 25 8.9488.948 17,6517,65 3 25 3 25 – –100 100 27.709 27.709 54,6754,67 4 4 100 100 - - 500 500 10.800 10.800 21,3121,31 5 5 > > 500 500 - - --Jumlah Jumlah 50.685 50.685 100100

Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, 20132013

Tabel 3 Tabel 3

Luas Wilayah Kecamatan Terdampak Luas Wilayah Kecamatan Terdampak

Menurut Ketinggian dari Permukaan Laut di Kabupaten Bantul Menurut Ketinggian dari Permukaan Laut di Kabupaten Bantul No Kecamatan

No Kecamatan Luas (Ha) dan Ketinggian Tempat (dpl)Luas (Ha) dan Ketinggian Tempat (dpl) JumlahJumlah

0-7m

0-7m 7-25m 7-25m 25-100m 25-100m 100-500m100-500m >500m>500m

11 SrandakanSrandakan 1.058 1.058 776 776 - - - - - - 1.8341.834 22 SandenSanden 1.246 1.246 1.081 1.081 - - - - - - 2.3272.327 33 KretekKretek 924 924 1.335 1.335 190 190 101 101 - - 2.5502.550

Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, 20132013

(5)

Kemiringan Lahan Kemiringan Lahan

Klasifikasi kemiringan lahan di Kabupaten Bantul dibagi menjadi enam kelas dan hubungan kelas Klasifikasi kemiringan lahan di Kabupaten Bantul dibagi menjadi enam kelas dan hubungan kelas kemiringan/lereng dengan luas sebarannya. Wilayah Kabupaten Bantul pada umumnya berupa daerah kemiringan/lereng dengan luas sebarannya. Wilayah Kabupaten Bantul pada umumnya berupa daerah dataran (kemiringan kurang dari 2%) dengan penyebaran di wilayah selatan, tengah, dan utara dari dataran (kemiringan kurang dari 2%) dengan penyebaran di wilayah selatan, tengah, dan utara dari Kabupaten Bantul dengan luas sebesar 31,421 Ha (61,96%). Untuk wilayah timur dan barat umumnya Kabupaten Bantul dengan luas sebesar 31,421 Ha (61,96%). Untuk wilayah timur dan barat umumnya berupa daerah yang mempunyai kemiringan 2,1 40,0% dengan

berupa daerah yang mempunyai kemiringan 2,1 40,0% dengan luas sebesar 15.148 Ha (30%).luas sebesar 15.148 Ha (30%). Sebagian kecil wilayah timur dan barat seluas 4.011 Ha (

Sebagian kecil wilayah timur dan barat seluas 4.011 Ha (8%) mempunyai kemiringan lereng di atas 40,1%.8%) mempunyai kemiringan lereng di atas 40,1%.  Apabila dilihat

 Apabila dilihat per per wilayah kecamatan wilayah kecamatan terlihat bahwa terlihat bahwa wilayah wilayah kecamatan yang kecamatan yang paling luas paling luas memiliki lahanmemiliki lahan miring terletak di Kecamatan Dlingo dan Imogiri, sedangkan wilayah kecamatan yang didominasi oleh miring terletak di Kecamatan Dlingo dan Imogiri, sedangkan wilayah kecamatan yang didominasi oleh lahan datar terletak di Kecamatan Sewon dan Banguntapan.

lahan datar terletak di Kecamatan Sewon dan Banguntapan. Tabel 4 Tabel 4

Luas Wilayah Kecamatan Terdampak Tsunami Luas Wilayah Kecamatan Terdampak Tsunami Berdasarkan Kemiringan Tanah di Kabupaten Bantul Berdasarkan Kemiringan Tanah di Kabupaten Bantul No Kecamatan

No Kecamatan Luas Kemiringan Tanah/Lereng (Ha)Luas Kemiringan Tanah/Lereng (Ha) JumlahJumlah 0,2 %

0,2 % 2-8 2-8 % % 8-15 8-15 % % 15-25 15-25 % % 25-40 25-40 % % >40 >40 %%

11 SrandakanSrandakan 1.680 1.680 154 154 - - - - - - - - 1.8341.834 22 SandenSanden 2.100 2.100 227 227 - - - - - - - - 2.3272.327 33 KretekKretek 1.756 1.756 288 288 - - 27 27 11 11 468 468 2.5502.550 Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul,

Sumber: Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, 20132013

1.3

1.3 Penggunaan Penggunaan LahanLahan

Tabel 5 Tabel 5

Penggunaan Lahan di Wilayah Kecamatan Terdampak Tsunami (Ha) Penggunaan Lahan di Wilayah Kecamatan Terdampak Tsunami (Ha) No

No Kecamatan PermukiKecamatan Permukiman Sawah Tegalanman Sawah Tegalan KebunKebun

Campuran

Campuran HutanHutan

Tanah

Tanah

Tandus

Tandus TambakTambak

Lain-lain

lain JumlahJumlah

1 1 Srandakan Srandakan 75,32 75,32 484,46 484,46 53,00 53,00 693,88 693,88 0 0 99 99 30 30 398,34 398,34 1,8341,834 2 2 Sanden Sanden 51,64 51,64 836,08 836,08 123,00 123,00 896,00 896,00 0 0 119 119 0 0 301,28 301,28 2,3272,327 3 3 Kretek Kretek 39,32 39,32 953,84 953,84 209,45 209,45 470,00 470,00 0 0 302 302 0 0 575,575,48 48 2,5502,550 Sumber : Kecamatan Bantul dalam Angka 2013

Sumber : Kecamatan Bantul dalam Angka 2013

1.4.

1.4. Rencana Rencana Tata Tata Ruang Ruang WilayahWilayah

Berdasarkan Perda Kabupaten Bantul Nomor 4 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Bantul Tahun Berdasarkan Perda Kabupaten Bantul Nomor 4 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Bantul Tahun 2010-2030 Rencana pola ruang Kabupaten Bantul terdiri atas:

2010-2030 Rencana pola ruang Kabupaten Bantul terdiri atas: 1.

1. Kawasan Lindung KabupatenKawasan Lindung Kabupaten Rencana pengembanga

Rencana pengembangan Kawasan n Kawasan Lindung Kabupaten meliputi;Lindung Kabupaten meliputi; a.

(6)

Penyebaran kawasan hutan lindung meliputi Desa Dlingo, Desa Mangunan, Desa Muntuk, Penyebaran kawasan hutan lindung meliputi Desa Dlingo, Desa Mangunan, Desa Muntuk, Desa Jatimulyo, Desa

Desa Jatimulyo, Desa Temuwuh, Desa Terong Kecamatan Dlingo, Desa Wonolelo KecamatanTemuwuh, Desa Terong Kecamatan Dlingo, Desa Wonolelo Kecamatan Pleret, Desa Wukirsari

Pleret, Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri, dan Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan.Kecamatan Imogiri, dan Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan. b.

b. Kawasan yang Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannyamemberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya yaitu kawasan Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya yaitu kawasan resapan air.

resapan air. c.

c. Kawasan perlindungan setempatKawasan perlindungan setempat

Kawasan perlindungan setempat adalah kawasan sempadan sungai, kawasan sempadan Kawasan perlindungan setempat adalah kawasan sempadan sungai, kawasan sempadan pantai, kawasan sekitar mata air, dan ruang

pantai, kawasan sekitar mata air, dan ruang terbuka hijau perkotaan kabupatterbuka hijau perkotaan kabupaten.en. d.

d. Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budayacagar budaya e.

e. Kawasan rawan bencanaKawasan rawan bencana

Kawasan rawan bencana meliputi kawasan rawan gempa bumi, kawasan rawan longsor, Kawasan rawan bencana meliputi kawasan rawan gempa bumi, kawasan rawan longsor, kawasan rawan banjir, kawasan rawan

kawasan rawan banjir, kawasan rawan gelombang pasang, dan kawasan rawan kekeringan.gelombang pasang, dan kawasan rawan kekeringan. 2.

2. Kawasan Budidaya KabupatenKawasan Budidaya Kabupaten Rencana pengembang

Rencana pengembangan kawasan budidaya Kabupaten terdiri atas:an kawasan budidaya Kabupaten terdiri atas: a.

a. Kawasan peruntukan hutan rakyatKawasan peruntukan hutan rakyat Kawasan peruntukan kehuta

Kawasan peruntukan kehutanan (hutan rakyat) direncanakan seluas kurang lebih 8.545 Hektnan (hutan rakyat) direncanakan seluas kurang lebih 8.545 Hekt arar atau 16,86% dari luas

atau 16,86% dari luas wilayah Kabupawilayah Kabupaten Bantul.ten Bantul. b.

b. Kawasan peruntukan pertanianKawasan peruntukan pertanian

Kawasan peruntukan pertanian meliputi kawasan pertanian lahan basah, kawasan pertanian Kawasan peruntukan pertanian meliputi kawasan pertanian lahan basah, kawasan pertanian lahan kering, dan kawasan peternakan. Kawasan pertanian lahan basah di Kabupaten lahan kering, dan kawasan peternakan. Kawasan pertanian lahan basah di Kabupaten direncanakan seluas kurang lebih 13.324 Hektar atau 26,29%. Kawasan pertanian lahan direncanakan seluas kurang lebih 13.324 Hektar atau 26,29%. Kawasan pertanian lahan kering di Kabupaten direncanakan seluas kurang lebih 5.247 Hektar atau 10,35% dari luas kering di Kabupaten direncanakan seluas kurang lebih 5.247 Hektar atau 10,35% dari luas wilayah Kabupaten Bantul. Kawasan peternakan di Kabupaten direncanakan sebagai berikut: wilayah Kabupaten Bantul. Kawasan peternakan di Kabupaten direncanakan sebagai berikut: 1)

1) Peternakan itik di Peternakan itik di Kecamatan Kretek, Kecamatan Bantul, dan Kecamatan Sanden;Kecamatan Kretek, Kecamatan Bantul, dan Kecamatan Sanden; 2)

2) Peternakan sapi perah Peternakan sapi perah di Kecamatan Srandakan, Kecamatan Banguntapan, Kecamatandi Kecamatan Srandakan, Kecamatan Banguntapan, Kecamatan Jetis, dan Kecamatan Sedayu;

Jetis, dan Kecamatan Sedayu; 3)

3) Peternakan sapi potong tersebar di Peternakan sapi potong tersebar di hampir seluruh kecamatan;hampir seluruh kecamatan; 4)

4) Peternakan babi di Kecamatan Srandakan dan Kecamatan Kasihan;Peternakan babi di Kecamatan Srandakan dan Kecamatan Kasihan; 5)

5) Peternakan kambing tersebar di hampir seluruh Peternakan kambing tersebar di hampir seluruh kecamatkecamatan;an; 6)

6) Peternakan kerbau di Kecamatan Sanden Peternakan kerbau di Kecamatan Sanden dan Kecamatan Banguntapan;dan Kecamatan Banguntapan; 7)

7) Peternakan kelinci di Kecamatan SandenPeternakan kelinci di Kecamatan Sanden c.

c. Kawasan peruntukan perikananKawasan peruntukan perikanan d.

d. Kawasan peruntukan Kawasan peruntukan pertambangapertambangann e.

e. Kawasan peruntukan industriKawasan peruntukan industri f.f. Kawasan peruntukan pariwisataKawasan peruntukan pariwisata g.

g. Kawasan peruntukan permukimanKawasan peruntukan permukiman h.

(7)

1.5

1.5 Potensi Potensi WilayahWilayah

Secara geografis dan administratif Kabupaten Bantul memiliki potensi pengembangan, hal ini

Secara geografis dan administratif Kabupaten Bantul memiliki potensi pengembangan, hal ini berdasarkan:berdasarkan: 1.

1. Batas wilayah yang tidak berbatas secara fisik, meski terdapatBatas wilayah yang tidak berbatas secara fisik, meski terdapat ring roadring road namun perkembangannamun perkembangan saat ini telah melewati batas tersebut,

saat ini telah melewati batas tersebut, 2.

2. Topografi kawasan yang relatif datar,Topografi kawasan yang relatif datar, 3.

3. Tidak terdapat kendala terhadap kawasan resapan air,Tidak terdapat kendala terhadap kawasan resapan air, 4.

4. Banyaknya daerah wisata yang belum tergarap secara optimal untuk pengembangan sektor hotelBanyaknya daerah wisata yang belum tergarap secara optimal untuk pengembangan sektor hotel dan restoran.

dan restoran.

Sesuai Perda Kabupaten Bantul Nomor 4 Tahun 2011 Tentang RTRW Kabupaten Bantul Tahun 2010 Sesuai Perda Kabupaten Bantul Nomor 4 Tahun 2011 Tentang RTRW Kabupaten Bantul Tahun 2010 2030, potensi pengembangan kawasan di Kabupaten Bantul dilakukan dengan penetapan kawasan 2030, potensi pengembangan kawasan di Kabupaten Bantul dilakukan dengan penetapan kawasan strategis kabupaten yang meliputi kawasan strategis ekonomi, kawasan strategis sosio-kultural, dan strategis kabupaten yang meliputi kawasan strategis ekonomi, kawasan strategis sosio-kultural, dan pengemban

pengembangan kawasan strategis gan kawasan strategis lingkungan hidup.lingkungan hidup. 1.

1. Kawasan strategis ekonomi kabupaten meliputi:Kawasan strategis ekonomi kabupaten meliputi: a.

a. Kawasan Strategis Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY);Kawasan Strategis Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY); b.

b. Kawasan Strategis Bantul Kota Mandiri (BKM);Kawasan Strategis Bantul Kota Mandiri (BKM); c.

c. Kawasan Strategis Pantai Selatan,Pengembangan Pesisir dan Pengelolaan Hasil Laut PantaiKawasan Strategis Pantai Selatan,Pengembangan Pesisir dan Pengelolaan Hasil Laut Pantai Depok, Pantai Samas, Pantai Kuwaru, dan Pantai Pandansimo;

Depok, Pantai Samas, Pantai Kuwaru, dan Pantai Pandansimo; d.

d. Kawasan Strategis Industri Sedayu; danKawasan Strategis Industri Sedayu; dan e.

e. Kawasan Strategis Industri Kawasan Strategis Industri Piyungan.Piyungan. 2.

2. Kawasan strategis sosio-kultural kabupaten meliputi Kawasan Strategis Desa Wisata danKawasan strategis sosio-kultural kabupaten meliputi Kawasan Strategis Desa Wisata dan Kerajinan Gabusan-Manding-Tembi (GMT) dan Kasongan-Jipangan-Gendeng-Lemahdadi Kerajinan Gabusan-Manding-Tembi (GMT) dan Kasongan-Jipangan-Gendeng-Lemahdadi (Kajigelem).

(Kajigelem). 3.

3. Kawasan strategis lingkungan hidup kabupaten meliputi:Kawasan strategis lingkungan hidup kabupaten meliputi: a.

a. Kawasan Strategis Agrowisata di Kecamatan Dlingo dan Agropolitan di Kecamatan Sanden,Kawasan Strategis Agrowisata di Kecamatan Dlingo dan Agropolitan di Kecamatan Sanden, Kecamatan Kretek, Kecamatan Pundong, Kecamatan Imogiri, dan

Kecamatan Kretek, Kecamatan Pundong, Kecamatan Imogiri, dan Kecamatan Dlingo; danKecamatan Dlingo; dan b.

b. Kawasan Strategis Gumuk Pasir Parangtritis yang berfungsi untuk pengembangan ilmuKawasan Strategis Gumuk Pasir Parangtritis yang berfungsi untuk pengembangan ilmu pengetahua

pengetahuan n dan penelitian.dan penelitian.

1.6

1.6 Sejarah Sejarah Kejadian Kejadian Bencana Bencana Kabupaten Kabupaten BantulBantul

Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah yang memiliki ancaman bahaya gempa bumi cukup Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah yang memiliki ancaman bahaya gempa bumi cukup tinggi. Tingginya ancaman gempabumi di Kabupaten

tinggi. Tingginya ancaman gempabumi di Kabupaten Bantul telah dibuktikan dengan terjadinya gempabumiBantul telah dibuktikan dengan terjadinya gempabumi pada tanggal 27

pada tanggal 27 Mei 2006. Bencana tersebut telah mengakibatkaMei 2006. Bencana tersebut telah mengakibatkan lebih dari n lebih dari 5.760 orang meninggal dunia,5.760 orang meninggal dunia, lebih dari 40.000

lebih dari 40.000 orang luka-luka, dan lebih dari 1.000.000 orang kehilangan tempat tinggalnya (Bappenas,orang luka-luka, dan lebih dari 1.000.000 orang kehilangan tempat tinggalnya (Bappenas, 2006). Gempabumi 2006 selain mengakibatkan korban jiwa juga mengakibatkan kerusakan dan kerugian 2006). Gempabumi 2006 selain mengakibatkan korban jiwa juga mengakibatkan kerusakan dan kerugian di sektor perumahan, sosial, infrastuktur, sektor produktif, dan lintas sektor. Total kerugian dan kerusakan di sektor perumahan, sosial, infrastuktur, sektor produktif, dan lintas sektor. Total kerugian dan kerusakan yang dialami akibat bencana tersebut di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah yang dialami akibat bencana tersebut di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah diperkirakan mencapa

diperkirakan mencapai Rp 29,1 trii Rp 29,1 triliyun.liyun.

Kabupaten Bantul selain rawan gempabumi juga rawan terhadap ancaman tsunami. Tahun 2006 tsunami Kabupaten Bantul selain rawan gempabumi juga rawan terhadap ancaman tsunami. Tahun 2006 tsunami Pangandaran terjadi. BMKG menyebutkan tsunami tersebut dipicu oleh gempa bumi di dasar samudera Pangandaran terjadi. BMKG menyebutkan tsunami tersebut dipicu oleh gempa bumi di dasar samudera

(8)

dengan magnitudo 7.1 SR, berpusat di 293 km barat daya Cilacap atau 10.010 LS dan 107.690 BT. dengan magnitudo 7.1 SR, berpusat di 293 km barat daya Cilacap atau 10.010 LS dan 107.690 BT. Gempabumi tersebut terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 pukul 03.06 WIB dan memicu gelombang tsunami. Gempabumi tersebut terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 pukul 03.06 WIB dan memicu gelombang tsunami. Ketinggian gelombang tsunami yang terpantau di kawasan pantai selatan Kabupaten Bantul mencapai Ketinggian gelombang tsunami yang terpantau di kawasan pantai selatan Kabupaten Bantul mencapai 1-3,4 meter. Fenomena alam tersebut memang tidak menelan korban jiwa dan harta benda di Kabupaten 3,4 meter. Fenomena alam tersebut memang tidak menelan korban jiwa dan harta benda di Kabupaten Bantul, namun cukup untuk menunjukkan bahwa kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul memiliki Bantul, namun cukup untuk menunjukkan bahwa kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul memiliki ancaman multi bahaya gempa bumi dan tsunami yang sama tingginya dengan pesisir selatan pulau Jawa ancaman multi bahaya gempa bumi dan tsunami yang sama tingginya dengan pesisir selatan pulau Jawa yang lainnya.

yang lainnya.

Berdasarkan catatan kejadian bencana oleh DIBI dan BPBD Kabupaten Bantul teridentifikasi 6 (enam) Berdasarkan catatan kejadian bencana oleh DIBI dan BPBD Kabupaten Bantul teridentifikasi 6 (enam)  jenis bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Bantul. Bencana yang

 jenis bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Bantul. Bencana yang pernah terjadi ini berpotensi terjadipernah terjadi ini berpotensi terjadi kembali di Kabupaten Bantul jika

kembali di Kabupaten Bantul jika tidak ada penanganan yang serius terhadap potensi bencana.tidak ada penanganan yang serius terhadap potensi bencana. Banjir

Banjir

Di Kabupaten Bantul banjir terjadi bukan hanya akibat tingginya curah hujan, Banjir terjadi juga akibat Di Kabupaten Bantul banjir terjadi bukan hanya akibat tingginya curah hujan, Banjir terjadi juga akibat akumulasi air yang mengalir dari wilayah utara Kota Jogja dan Bantul wilayah utara, meliputi Kecamatan akumulasi air yang mengalir dari wilayah utara Kota Jogja dan Bantul wilayah utara, meliputi Kecamatan Kasihan, Sewon, dan

Kasihan, Sewon, dan BanguntapanBanguntapan.. 

 Pada bulan Mei 2011, curah hujan yang cukup besar mengakibatkan meluapnya Kali CodePada bulan Mei 2011, curah hujan yang cukup besar mengakibatkan meluapnya Kali Code sehingga merendamkan beberap

sehingga merendamkan beberapa rumah a rumah di dusun Sorogenen, Timbulharjo, Kabupaten Bantul.di dusun Sorogenen, Timbulharjo, Kabupaten Bantul. 

 Pada Bulan Januari 2012 BPBD Kabupaten Bantul melangsir akibat banjir Winongo 770 jiwaPada Bulan Januari 2012 BPBD Kabupaten Bantul melangsir akibat banjir Winongo 770 jiwa terpaksa mengungsi, 15 di antaranya harus dievakuasi oleh tim SAR. Pengungsi tersebar di terpaksa mengungsi, 15 di antaranya harus dievakuasi oleh tim SAR. Pengungsi tersebar di beberapa titik antara lain Jogonalan kidul ada empat RT, Jogonalan Lor ada dua R

beberapa titik antara lain Jogonalan kidul ada empat RT, Jogonalan Lor ada dua R T dan GlondongT dan Glondong dua RT, semuanya berada di Kasihan, Bantul dan berada di bantaran Kali WInongo. Selain itu dua RT, semuanya berada di Kasihan, Bantul dan berada di bantaran Kali WInongo. Selain itu banjir juga berdampak di Dusun Pandeyan , Bangunharjo, Sewon. Akibat kerugian banjir besar di banjir juga berdampak di Dusun Pandeyan , Bangunharjo, Sewon. Akibat kerugian banjir besar di Kabupaten Bantul mencapai Rp 29 miliar.

Kabupaten Bantul mencapai Rp 29 miliar. 

 Tahun 2013 Lebih dari 200 ha lahan pertanian di Kabupaten Bantul terendam akibat hujan deras.Tahun 2013 Lebih dari 200 ha lahan pertanian di Kabupaten Bantul terendam akibat hujan deras. Lahan pertanian yang tergenang air ini meliputi Kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Lahan pertanian yang tergenang air ini meliputi Kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Kretek, dan Sanden. Banjir tak hanya karena tinginya debit hujan, tapi juga karena banyaknya Kretek, dan Sanden. Banjir tak hanya karena tinginya debit hujan, tapi juga karena banyaknya aliran air.

aliran air. Angin Puting Beliung Angin Puting Beliung

 Tahun 2011 Puting Beliung melanda Kecamatan Piyungan dan mengakibatkan 54 rumah rusak.Tahun 2011 Puting Beliung melanda Kecamatan Piyungan dan mengakibatkan 54 rumah rusak. Kerusakan paling banyak terjadi di Dusun Sitimulyo yaitu 35 rumah rusak ringan. Kerusakan akibat Kerusakan paling banyak terjadi di Dusun Sitimulyo yaitu 35 rumah rusak ringan. Kerusakan akibat Putting Beliung tersebut sekitar Rp. 28 Juta.

Putting Beliung tersebut sekitar Rp. 28 Juta. 

 Tahun 2013 Puluhan pohon tumbang akibat Cuaca Ekstrim menimpa Kecamatan Jetis, KabupatenTahun 2013Puluhan pohon tumbang akibat Cuaca Ekstrim menimpa Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Hal ini menimpa belasan rumah tertipa pohon tumbang dan mengakibatkan 1 orang luka Bantul. Hal ini menimpa belasan rumah tertipa pohon tumbang dan mengakibatkan 1 orang luka ringan. Selain di Kecamatan Jetis, banyaknya pohon tumbang juga menimpa Kecamatan Imogiri, ringan. Selain di Kecamatan Jetis, banyaknya pohon tumbang juga menimpa Kecamatan Imogiri, dan Kecamatan Sewon.

dan Kecamatan Sewon.

Gelombang Pasang (Rob) dan Abrasi Gelombang Pasang (Rob) dan Abrasi

 Tahun 2011 Gelombang Pasang melanda pantai Kuwaru di Kecamatan Srandakan KabupatenTahun 2011 Gelombang Pasang melanda pantai Kuwaru di Kecamatan Srandakan Kabupaten Batul. Gelombang pasang ini merusakan tanaman, puluhan bangunan bahkan aspal jalan di bibir Batul. Gelombang pasang ini merusakan tanaman, puluhan bangunan bahkan aspal jalan di bibir pantai Kuwaru. Gelombang ini terjadi faktor alam

(9)

 Tahun 2013 Gelombang Pasang dan Abrasi terjadi di pantai Samas Kecamatan Sanden, hal iniTahun 2013 Gelombang Pasang dan Abrasi terjadi di pantai Samas Kecamatan Sanden, hal ini mengakibatka

mengakibatkan perumahan n perumahan yang berjarak 200 yang berjarak 200 m m dari tepi air laut dari tepi air laut harus diungsikan. harus diungsikan. Kejadian iniKejadian ini merugikan puluhan kepala rumah tangga, sekitar 12 rumah ditinggal mengungsi, 6 diantaranya merugikan puluhan kepala rumah tangga, sekitar 12 rumah ditinggal mengungsi, 6 diantaranya rusak.

rusak. Gempa Bumi Gempa Bumi

 Tahun 2006 Gempa bumi tektonik dengan skala 5,9 SR telah menghancurkan wilayah KabupatenTahun 2006 Gempa bumi tektonik dengan skala 5,9 SR telah menghancurkan wilayah Kabupaten Bantul. Berdasarkan data Satkorlak DIY korban tewas dari kabupaten Bantul adalah 3.082 orang, Bantul. Berdasarkan data Satkorlak DIY korban tewas dari kabupaten Bantul adalah 3.082 orang, luka berat 2.700 orang dan luka ringan 3.100 orang. Sekitar 33.616 rumah penduduk rusak parah. luka berat 2.700 orang dan luka ringan 3.100 orang. Sekitar 33.616 rumah penduduk rusak parah. Sedangka

Sedangkan kerugian yang kerugian yang n kerugian yang kerugian yang dirilis Pemprov DIY mencapai Rp. dirilis Pemprov DIY mencapai Rp. 2.8 triliun.2.8 triliun. Kekeringan

Kekeringan 

 Tahun 2011 Kekeringan melanda 95 ha lahan sawah di kecamatan Sedayu dan KecamatanTahun 2011 Kekeringan melanda 95 ha lahan sawah di kecamatan Sedayu dan Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul mengakibatkan gagal panen. Hal ini terjadi karena kemarau yang Piyungan, Kabupaten Bantul mengakibatkan gagal panen. Hal ini terjadi karena kemarau yang cukup panjang, sehingga debit air di irigasi semakin kecil.

cukup panjang, sehingga debit air di irigasi semakin kecil. 

 Tahun 2012 Dampak dari kemarau panjang mengakibatkan kekeringan terjadi di beberapaTahun 2012 Dampak dari kemarau panjang mengakibatkan kekeringan terjadi di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Dlingo, Piyungan, Imogiri, Pleret, Kretek dan Pajangan. kecamatan, diantaranya Kecamatan Dlingo, Piyungan, Imogiri, Pleret, Kretek dan Pajangan. Namun tidak seluruh kecamatan yang terkena dampaknya, hanya beberapa titik saja

Namun tidak seluruh kecamatan yang terkena dampaknya, hanya beberapa titik saja .. Tanah Longsor 

Tanah Longsor  

 Tahun 2012 Akibat hujan deras telah terjadi tanah longsor di Desa Mojosari, Kecamatan PiyunganTahun 2012 Akibat hujan deras telah terjadi tanah longsor di Desa Mojosari, Kecamatan Piyungan kabupaten bantul. Hal ini mengakibatkan 1 rumah rusak dan beberapa rumah yang lain beresiko kabupaten bantul. Hal ini mengakibatkan 1 rumah rusak dan beberapa rumah yang lain beresiko terkena tanah longsor.

terkena tanah longsor. 

 Tahun 2013 Tanah longsor terjadi di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul,Tahun 2013 Tanah longsor terjadi di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, mengakibat

mengakibatkan dua rumah rkan dua rumah rata dengan tanah. Hal ini terjadi karena hujan deras yang cukup lama.ata dengan tanah. Hal ini terjadi karena hujan deras yang cukup lama. Selain dua rumah tersebut, tanah longsor ini menyebabkan 11 KK harus mengungsi karena Selain dua rumah tersebut, tanah longsor ini menyebabkan 11 KK harus mengungsi karena rumahnya sudah tidak dapat dihuni.

rumahnya sudah tidak dapat dihuni.

Tabel 6 Tabel 6 Sejarah Kejadian

Sejarah Kejadian Bencana Kabupaten Bantul Bencana Kabupaten Bantul Tahun 2003-2012Tahun 2003-2012

No

No Jenis Jenis BencanaBencana

Jumlah Kejadian Jumlah Kejadian Total Total 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1 1 Banjir Banjir 1 1 1 1 1 1 2 2 3 3 2 2 1010 22  Angin Puting Angin Puting

Beliung Beliung 1 1 6 6 4 4 10 10 9 9 8 8 3838 33 Gelombang Gelombang Pasang dan Pasang dan  Abrasi  Abrasi 1 1 1 1 22 4

4 Gempa Gempa Bumi Bumi 1 1 2 2 1 1 44

5

5 KekeringKekeringan an 1 1 1 1 1 1 1 1 44

6

6 Tanah Tanah Longsor Longsor 1 1 3 3 15 15 4 4 1 1 12 12 9 9 4646 7

7 Tsunami Tsunami 00

Sumber : Data & Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Tahun 2012 Sumber : Data & Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Tahun 2012

(10)

2

2 Kajian Kajian Resiko Resiko Bencana Bencana Tsunami Tsunami Kabupaten Kabupaten BantulBantul 2.1

2.1 Kajian Kajian Resiko Resiko BencanaBencana

Kajian risiko bencana tsunami terdiri atas 3 komponen yaitu komponen bahaya, kerentanan dan Kajian risiko bencana tsunami terdiri atas 3 komponen yaitu komponen bahaya, kerentanan dan kapasitas. Komponen ini digunakan untuk menghitung tingkat risiko bencana dan membuat peta kapasitas. Komponen ini digunakan untuk menghitung tingkat risiko bencana dan membuat peta resiko bencana tsunami di wilayah Kabupaten Bantul. Tingkat risiko bencana di suatu daerah bergantung resiko bencana tsunami di wilayah Kabupaten Bantul. Tingkat risiko bencana di suatu daerah bergantung pada tingkat bahaya kawa

pada tingkat bahaya kawasan, tingkat kerentanan san, tingkat kerentanan kawasan yang terancam, dan tkawasan yang terancam, dan tingkat ingkat kapasitaskapasitas kawasan yang terancam.

kawasan yang terancam. Untuk membangun Untuk membangun perspektif tingkat perspektif tingkat risiko bencana suatu risiko bencana suatu kawasan,kawasan, hubungan antara bahaya,

hubungan antara bahaya, kerentanan dan kapasitas digambarkan kerentanan dan kapasitas digambarkan melalui pendekamelalui pendekatan tan berikut:berikut:

Keterangan Keterangan::

R = Risiko Bencana Tsunami R = Risiko Bencana Tsunami H = Ancaman H = Ancaman V = Kerentanan V = Kerentanan C = Kapasitas C = Kapasitas

Pendekatan di atas digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara ancaman, kerentanan dan Pendekatan di atas digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara ancaman, kerentanan dan kapasitas yang membangun perspektif tingkat risiko bencana suatu kawasan. Berdasarkan kapasitas yang membangun perspektif tingkat risiko bencana suatu kawasan. Berdasarkan pendekatan tersebut, terlihat bahwa tingkat risiko bencana amat bergantung pada tingkat ancaman pendekatan tersebut, terlihat bahwa tingkat risiko bencana amat bergantung pada tingkat ancaman kawasan, tingkat kerentanan kawasan yang terancam, dan tingkat kapasitas kawasan yang terancam. kawasan, tingkat kerentanan kawasan yang terancam, dan tingkat kapasitas kawasan yang terancam. Pengkajian risiko bencana tsunami ini diharakan mampu menjadi dasar yang memadai bagi daerah di Pengkajian risiko bencana tsunami ini diharakan mampu menjadi dasar yang memadai bagi daerah di Kabupaten Kebumen untuk menyusun kebijakan penanggulangan bencana tsunami di kabupaten Kabupaten Kebumen untuk menyusun kebijakan penanggulangan bencana tsunami di kabupaten tersebut. Pengkajian risiko bencana tsunami dilaksanakan dengan menggunakan metode pada tersebut. Pengkajian risiko bencana tsunami dilaksanakan dengan menggunakan metode pada Gambar 4.

(11)

Gambar 4 Gambar 4

Metode Kajian Resiko Bencana Metode Kajian Resiko Bencana

Sumber: Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun Sumber: Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 2012  2.2.

2.2. Tingkat Tingkat AncamanAncaman

Berdasarkan catatan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tingkat ancaman bencana di Berdasarkan catatan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tingkat ancaman bencana di Kabupaten Bantul dapat dilihat dari bencana yang pernah terjadi serta kajian risiko bencana yang Kabupaten Bantul dapat dilihat dari bencana yang pernah terjadi serta kajian risiko bencana yang berpotensi terjadi. Sejarah kejadian bencana dapat diketahui dari DIBI yang dipadukan dengan data berpotensi terjadi. Sejarah kejadian bencana dapat diketahui dari DIBI yang dipadukan dengan data catatan kejadian bencana di Kabupaten Bantul (DIBI, BNPB tahun 2012, dan BPBD Kabupaten Bantul catatan kejadian bencana di Kabupaten Bantul (DIBI, BNPB tahun 2012, dan BPBD Kabupaten Bantul tahun 2012). Berdasarkan data tersebut, terdapat 9 jenis bencana yang mengancam Kabupaten Bantul. tahun 2012). Berdasarkan data tersebut, terdapat 9 jenis bencana yang mengancam Kabupaten Bantul.  Ancaman

 Ancaman tersebut tersebut antara antara lain lain banjir, banjir, gelombang gelombang ekstrim ekstrim dan dan abrasi, abrasi, gempa gempa bumi, bumi, kekeringan, kekeringan, cuacacuaca ekstrim, tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan dan

ekstrim, tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, serta epidemi dan lahan, serta epidemi dan wabah penyakit.wabah penyakit.

Dalam menentukan tingkat ancaman bencana dapat dilakukan dengan menggunakan matriks tingkat Dalam menentukan tingkat ancaman bencana dapat dilakukan dengan menggunakan matriks tingkat ancaman yang dipadukan dengan indeks ancaman pada lajur dengan indeks penduduk terpapar pada ancaman yang dipadukan dengan indeks ancaman pada lajur dengan indeks penduduk terpapar pada kolom. Tingkat ancaman merupakan titik pertemuan antara indeks ancaman dengan indeks penduduk kolom. Tingkat ancaman merupakan titik pertemuan antara indeks ancaman dengan indeks penduduk terpapar. Untuk skala indeks ancaman dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

terpapar. Untuk skala indeks ancaman dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu: 

 Indeks Indeks Rendah Rendah : : (0,0(0,0 – – 0,3) 0,3) 

 Indeks Indeks Sedang Sedang : : (>0,3(>0,3 – – 0,6) 0,6) 

 Indeks Indeks Tinggi Tinggi : : (>0,6(>0,6 – – 1,0) 1,0)

Sedangkan untuk skala indeks penduduk terpapar juga dapat dibagi menjadi kategori rendah, sedang, dan Sedangkan untuk skala indeks penduduk terpapar juga dapat dibagi menjadi kategori rendah, sedang, dan tinggi, dengan ketentuan nilai indeksnya adalah:

(12)

•  Indek  Indeks s Rendah Rendah : : Apabila Apabila kepadatan kepadatan jumlah jumlah penduduk tependuduk terpapar kurpapar kurang darang dari 500ri 500  jiwa/km

 jiwa/km22, dan jumlah penduduk kelompok rentan kurang dari 20%., dan jumlah penduduk kelompok rentan kurang dari 20%.

• Indeks Indeks Sedang Sedang : : Apabila kepadatan Apabila kepadatan jumlah jumlah penduduk penduduk terpapar 500terpapar 500  – –  1000 jiwa/km  1000 jiwa/km22 dan jumlah penduduk kelompok rentan 20%

dan jumlah penduduk kelompok rentan 20%  – – 40%. 40%. •

•  Indeks   Indeks Tinggi Tinggi : : Apabila kepadatan jumlah penduduk terpapar lebih dari Apabila kepadatan jumlah penduduk terpapar lebih dari 10001000  jiwa/km

 jiwa/km22 , dan  , dan jumlah penduduk kelompok rentan lebih dari 40%.jumlah penduduk kelompok rentan lebih dari 40%.

Untuk melihat tingkat ancaman di Kabupaten Bantul berdasarkan jenis bencana yang berpotensi pada Untuk melihat tingkat ancaman di Kabupaten Bantul berdasarkan jenis bencana yang berpotensi pada skala ancaman masing-masing jenis bencana dan skala penduduk terpapar

skala ancaman masing-masing jenis bencana dan skala penduduk terpapar

Gambar 5 Gambar 5

Matriks Penentuan Tingkat Ancaman Bencana di Kabupaten Bantul Matriks Penentuan Tingkat Ancaman Bencana di Kabupaten Bantul

Berdasarkan

Berdasarkan Gambar 5Gambar 5 di atas, diketahui bahwa tingkat ancaman setiap bencana yang berpotensi didi atas, diketahui bahwa tingkat ancaman setiap bencana yang berpotensi di Kabupaten Bantul adalah:

Kabupaten Bantul adalah: 1.

1. Tingkat ancamanTingkat ancaman RENDAH,RENDAH, dengan indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar dengan indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar RENDAH berpotensi disebab

RENDAH berpotensi disebabkan oleh bencana gelombang ekstrim dan abrasi.kan oleh bencana gelombang ekstrim dan abrasi. 2.

2. Tingkat ancamanTingkat ancaman SEDANG,SEDANG, dengan indeks ancaman RENDAH dan indeks penduduk terpapar dengan indeks ancaman RENDAH dan indeks penduduk terpapar TINGGI berpotensi disebabkan oleh bencana epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan untuk TINGGI berpotensi disebabkan oleh bencana epidemi dan wabah penyakit. Sedangkan untuk indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar SEDANG berpotensi disebabkan indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar SEDANG berpotensi disebabkan oleh bencana banjir.

oleh bencana banjir. 3.

3. Tingkat ancamanTingkat ancaman TINGGI,TINGGI,  dengan indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar  dengan indeks ancaman SEDANG dan indeks penduduk terpapar TINGGI berpotensi disebabkan oleh bencana cuaca ekstrim, gempabumi, dan tanah longsor. TINGGI berpotensi disebabkan oleh bencana cuaca ekstrim, gempabumi, dan tanah longsor.

(13)

Untuk indeks ancaman dan indeks penduduk terpapar TINGGI berpotensi disebabkan oleh Untuk indeks ancaman dan indeks penduduk terpapar TINGGI berpotensi disebabkan oleh bencana kebakara

bencana kebakaran hutan dan hutan dan lahan, kekeringan, dan tsunami.n lahan, kekeringan, dan tsunami.

Penentuan tingkat ancaman dapat disusun berdasarkan komponen kemungkinan terjadinya suatu Penentuan tingkat ancaman dapat disusun berdasarkan komponen kemungkinan terjadinya suatu ancaman dan komponen besarnya dampak yang pernah tercatat dari bencana tersebut. Indeks ancaman ancaman dan komponen besarnya dampak yang pernah tercatat dari bencana tersebut. Indeks ancaman disesuaikan dengan standar parameter yang telah ditentukan oleh BNPB dengan merujuk kepada peta disesuaikan dengan standar parameter yang telah ditentukan oleh BNPB dengan merujuk kepada peta bahaya setiap bencana di Kabupaten Bantul.

bahaya setiap bencana di Kabupaten Bantul. 2.3.

2.3. Tingkat Tingkat KerugianKerugian

Bencana tsunami merupakan salah satu bencana yang berpotensi di Kabupaten Bantul. Bencana ini akan Bencana tsunami merupakan salah satu bencana yang berpotensi di Kabupaten Bantul. Bencana ini akan berdampak pada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di kawasan terancam. Indeks kerugian akibat berdampak pada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di kawasan terancam. Indeks kerugian akibat bencana tsunami terlihat sebanyak 159,67 miliar rupiah, dan indeks kerusakan lingkungan dari bencana bencana tsunami terlihat sebanyak 159,67 miliar rupiah, dan indeks kerusakan lingkungan dari bencana tsunami di Kabupaten Bantul dari hasil pengkajian risiko bencana terlihat bahwa kerusakan lingkungan tsunami di Kabupaten Bantul dari hasil pengkajian risiko bencana terlihat bahwa kerusakan lingkungan sebesar 

sebesar  527 Ha527 Ha.. Maka sesuai dengan hasil analisa kajian risiko bencana Kabupaten Bantul, tingkatMaka sesuai dengan hasil analisa kajian risiko bencana Kabupaten Bantul, tingkat kerugian bencana tsunami adalah TINGGI. Hal ini karena tingkat ancaman bencana tsunami di Kabupaten kerugian bencana tsunami adalah TINGGI. Hal ini karena tingkat ancaman bencana tsunami di Kabupaten Bantul adalah TINGGI dan indeks kerugian yang ditimbulkan adalah

Bantul adalah TINGGI dan indeks kerugian yang ditimbulkan adalah TINGGI.TINGGI. 2.4.

2.4. Tingkat Tingkat KapasitasKapasitas

Tingkat kapasitas merupakan kemampuan individu maupun kelompok dalam rangka menghadapi bahaya Tingkat kapasitas merupakan kemampuan individu maupun kelompok dalam rangka menghadapi bahaya atau bencana. Aspek kemampuan antara lain kebijakan, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat. atau bencana. Aspek kemampuan antara lain kebijakan, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat. Penilaian kemampuan dilakukan pada sumberdaya orang per orang, rumah tangga, dan kelompok untuk Penilaian kemampuan dilakukan pada sumberdaya orang per orang, rumah tangga, dan kelompok untuk mengatasi suatu bencana atau bertahan atas dampak dari sebuah bahaya bencana. Pengukurannya dapat mengatasi suatu bencana atau bertahan atas dampak dari sebuah bahaya bencana. Pengukurannya dapat dilakukan berdasarkan aspek kebijakan, kesiapsiagaan, dan peran serta masyarakat. Kajian ini diukur dilakukan berdasarkan aspek kebijakan, kesiapsiagaan, dan peran serta masyarakat. Kajian ini diukur pada aspek kelembagaan berdasarkan kuesioner HFA dan kesiapsiagaan masyarakat. Berdasarkan pada aspek kelembagaan berdasarkan kuesioner HFA dan kesiapsiagaan masyarakat. Berdasarkan matriks penentuan tingkat kapasitas, diketahui bahwa tingkat kapasitas Kabupaten Bantul terhadap matriks penentuan tingkat kapasitas, diketahui bahwa tingkat kapasitas Kabupaten Bantul terhadap bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah

bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah SEDANGSEDANG. Sedangkan untuk bencana banjir, epidemi dan. Sedangkan untuk bencana banjir, epidemi dan wabah penyakit, cuaca ekstrim, gempabumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, tanah longsor, dan wabah penyakit, cuaca ekstrim, gempabumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, tanah longsor, dan tsunami, tingkat kapasitas Kabupaten Bantul adalah

tsunami, tingkat kapasitas Kabupaten Bantul adalah RENDAHRENDAH.. 2.5.

2.5. Tingkat Tingkat Resiko Resiko BencanaBencana

Untuk mengetahui tingkat risiko setiap jenis bencana yang berpotensi di Kabupaten Bantul diperoleh Untuk mengetahui tingkat risiko setiap jenis bencana yang berpotensi di Kabupaten Bantul diperoleh berdasarkan penggabungan tingkat kerugian dan tingkat kapasitas Kabupaten Bantul yang dilakukan berdasarkan penggabungan tingkat kerugian dan tingkat kapasitas Kabupaten Bantul yang dilakukan melalui matriks penentuan tingkat risiko,

melalui matriks penentuan tingkat risiko, kesimpulakesimpulan dari n dari tingkat risiko bencana di tingkat risiko bencana di KabupatKabupaten Bantul dapaten Bantul dapat dilihat pada Tabel

dilihat pada Tabel berikutberikut ini. ini.

Tabel 7 Tabel 7

Tingkat Risiko Bencana di Kabupaten Bantul Tingkat Risiko Bencana di Kabupaten Bantul No

No Jenis Jenis Bencana Bencana Tingkat Tingkat RisikoRisiko 1.

1. BanjirBanjir TINGGITINGGI

2.

2. Gelombang Ekstrim dan AbrasiGelombang Ekstrim dan Abrasi SEDANGSEDANG 3.

3. Gempabumi Gempabumi TINGGITINGGI 4.

4. KekeringanKekeringan TINGGITINGGI 5.

(14)

No

No Jenis Jenis Bencana Bencana Tingkat Tingkat RisikoRisiko 6.

6. Tanah LongsorTanah Longsor TINGGITINGGI 7.

7. TsunamiTsunami TINGGITINGGI

8.

8. Kebakaran Hutan dan LahanKebakaran Hutan dan Lahan TINGGITINGGI 9.

9. Epidemi dan Wabah penyakitEpidemi dan Wabah penyakit TINGGITINGGI Sumber : RPB

Sumber : RPB Kabupaten BantuKabupaten Bantul 2013-2017l 2013-2017 Gambar 6 Gambar 6

Peta Bahaya Tsunami Kabupaten Bantul Peta Bahaya Tsunami Kabupaten Bantul

(15)

2.6.

2.6. Data Data Kependudukan Kependudukan Wilayah Wilayah TerdampakTerdampak

Berdasarkan data hasil proyeksi Sensus Penduduk Tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Bantul tahun Berdasarkan data hasil proyeksi Sensus Penduduk Tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Bantul tahun 2012 adalah 930.276 jiwa yang tersebar di

2012 adalah 930.276 jiwa yang tersebar di 75 Desa dan 17 75 Desa dan 17 Kecamatan. Dari jumlah tersebut, 464.049 jiwaKecamatan. Dari jumlah tersebut, 464.049 jiwa adalah laki-laki dan 466.227 jiwa adalah perempuan. Dengan luas wilayah 506,85 km

adalah laki-laki dan 466.227 jiwa adalah perempuan. Dengan luas wilayah 506,85 km22, kepadatan, kepadatan penduduk Kabupaten Bantul tahun 2012 adalah 1.835 jiwa per km

penduduk Kabupaten Bantul tahun 2012 adalah 1.835 jiwa per km22  dan kepadatan tertinggi berada di  dan kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Banguntapan yakni 4.383 jiwa per km

Kecamatan Banguntapan yakni 4.383 jiwa per km22  sedangkan Kecamatan Dlingo memiliki kepadatan  sedangkan Kecamatan Dlingo memiliki kepadatan penduduk terendah yang dihuni rata-rata 641 jiwa per km

penduduk terendah yang dihuni rata-rata 641 jiwa per km22. Jumlah penduduk di 3 (tiga) Kecamatan di. Jumlah penduduk di 3 (tiga) Kecamatan di bagian selatan adalah Kecamatan Kretek 29.470 jiwa, Kecamatan Sanden 29.814 jiwa, dan Kecamatan bagian selatan adalah Kecamatan Kretek 29.470 jiwa, Kecamatan Sanden 29.814 jiwa, dan Kecamatan Srandakan 28.755 jiwa

Srandakan 28.755 jiwa

Tabel 8 Tabel 8

Resiko Jiwa Terpapar Bencana Tsunami Kabupaten Bantul Resiko Jiwa Terpapar Bencana Tsunami Kabupaten Bantul

No Kecamatan

No Kecamatan JumlahJumlah

Penduduk Penduduk

Perkiraan Lokasi Terdampak Dan Perkiraan Lokasi Terdampak Dan

Jumlah Jiwa Terpapar Jumlah Jiwa Terpapar

Ket Ket Desa

Desa JumlahJumlah Peduduk Peduduk 1

1 Kretek Kretek 29,47029,470 Tirtohargo Tirtohargo 30063006

Parangtritis 4985 Parangtritis 4985 2 2 Sanden Sanden 29,81429,814 Srigading 3131 Srigading 3131 Gadingsari 3444 Gadingsari 3444 Gadingharjo 1455 Gadingharjo 1455 3

3 Srandakan Srandakan 28,755 28,755 Poncosari Poncosari 47084708 Sumber: Sensus Penduduk 2010;

Sumber: Sensus Penduduk 2010; http://www.bantulkab.go.id http://www.bantulkab.go.id  2.7.

2.7. Potensi Potensi Ekonomi Ekonomi Kecamatan Kecamatan TerdampakTerdampak Tabel 9 Tabel 9

Kerugian Per Sektor Akibat Bencana Tsunami Kerugian Per Sektor Akibat Bencana Tsunami

No

No Sektor Sektor ProduksiProduksi HasilHasil Produksi

Produksi Jumlah Jumlah Produksi Produksi Jumlah Jumlah (Rp) (Rp) KetKet 1 Pertanian 1 Pertanian 2 Perkebunan 2 Perkebunan 3 Perikanan 3 Perikanan 4 Peternakan 4 Peternakan 5 Perdagangan 5 Perdagangan 6 Industri 6 Industri 2.8

2.8 Rekapitulasi Per-Aspek Untuk Kecamatan Terdampak Berdasarkan Rencana KontijensiRekapitulasi Per-Aspek Untuk Kecamatan Terdampak Berdasarkan Rencana Kontijensi Tsunami Bantul Tahun 2014.

Tsunami Bantul Tahun 2014.

Pemerintah Kabupaten Bantul mewujudkan tanggung jawab terhadap penyelenggaraan penanggulangan Pemerintah Kabupaten Bantul mewujudkan tanggung jawab terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana, salah satunya adalah dengan melakukan perencanaan kontinjensi untuk mengantisipasi bencana, salah satunya adalah dengan melakukan perencanaan kontinjensi untuk mengantisipasi terjadinya ancaman, mengkoordinasikan dan mobilisasi sumberdaya masyarakat dan swasta untuk terjadinya ancaman, mengkoordinasikan dan mobilisasi sumberdaya masyarakat dan swasta untuk

(16)

melakukan tindakan antisipatif. Apabila tsunami terjadi di pesisir Bantul, maka semua pihak telah melakukan tindakan antisipatif. Apabila tsunami terjadi di pesisir Bantul, maka semua pihak telah dipersiapkan untuk melakukan tindakan-tindakan strategis pengurangan risiko ancaman beserta dipersiapkan untuk melakukan tindakan-tindakan strategis pengurangan risiko ancaman beserta dampaknya, termasuk di dalamnya upaya tanggap darurat secara terpadu dan

dampaknya, termasuk di dalamnya upaya tanggap darurat secara terpadu dan terkoordinasi.terkoordinasi.

2.8.1

2.8.1 Aspek Aspek KependudukanKependudukan

Tabel 10 Tabel 10

Asumsi Dampak Aspek Kependudukan Asumsi Dampak Aspek Kependudukan

No Kecamatan

No Kecamatan JumlahJumlah Penduduk Penduduk

Perkiraan Penambahan Perkiraan Penambahan Penduduk di Siang Hari Penduduk di Siang Hari

Jumlah Total Jumlah Total Penduduk di Penduduk di Siang Hari Siang Hari Jiwa Terancam Jiwa Terancam %

% Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah % % JumlahJumlah 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 88 11 KretekKretek 7991 7991 1604 1604 9595 9595 86358635 22 SandenSanden 8030 8030 2134 2134 10164 10164 91489148 33 SrandakanSrandakan 4708 4708 850 850 5558 5558 50035003 Jumlah

Jumlah Total Total 20729 20729 4588 4588 25317 25317 2278622786

No Kecamatan

No Kecamatan Meninggal Meninggal Hilang Hilang Pindah Pindah PengungsiPengungsi %

% Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah JumlahJumlah 1 1 2 2 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 1515 11 KretekKretek 131 131 215 215 46 46 82438243 22 SandenSanden 137 137 231 231 103 103 86748674 33 SrandakanSrandakan 75 75 127 127 86 86 47164716 Jumlah Jumlah 343 343 573 573 235 235 2163321633 No Kecamatan No Kecamatan Keadaan Pengungsi Keadaan Pengungsi Luka

Luka Ringan Ringan Luka Luka Berat Berat Non Non PerawatanPerawatan %

% Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah JumlahJumlah 1 1 2 2 16 16 17 17 18 18 19 19 2020 1 1 Kretek Kretek 2474 2474 167 167 56025602 2 2 Sanden Sanden 2503 2503 176 176 59955995 3 3 Srandakan Srandakan 1416 1416 95 95 32053205 Jumlah Jumlah 6393 6393 438 438 1480214802

(17)

Tabel 11 Tabel 11

Asumsi Dampak Aspek Kependudukan Menurut Kelompok Rentan Asumsi Dampak Aspek Kependudukan Menurut Kelompok Rentan

No Kecamatan

No Kecamatan JumlahJumlah Penduduk Penduduk

Laki-laki

Laki-laki PerempuanPerempuan WUS

WUS Non Non WUSWUS %

% Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah % % JumlahJumlah 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 99 1 Kretek 1 Kretek 79917991 3909 3909 4010 4010 7272 2 Sanden 2 Sanden 8030 8030 3564 3564 4241 4241 225225 3 Srandakan 3 Srandakan 4708 4708 2203 2203 2475 2475 3030 Jumlah Jumlah 20729 20729 9676 9676 10726 10726 327327 No Kecamatan

No Kecamatan Hamil Hamil Menyusui Menyusui CacatCacat

% Jumlah % Jumlah % Jumlah

% Jumlah % Jumlah % Jumlah

1 1 2 2 10 10 111 1 12 12 13 13 114 4 1515 1 1 Kretek Kretek 18 18 95 95 66 2 2 Sanden Sanden 54 54 101 101 278278 3 3 Srandakan Srandakan 26 26 70 70 2929 98 98 266 266 313313 No Kecamatan

No Kecamatan BayiBayi BalitaBalita 10-14 10-14 th th 15-19 15-19 Th Th LansiaLansia %

% Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah % % Jumlah Jumlah % % JumlahJumlah 1 1 2 2 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 2525 1 1 Kretek Kretek 95 95 233 233 276 276 3098 3098 754754 2 2 Sanden Sanden 87 87 291 291 646 646 155 155 538538 3 3 Srandakan Srandakan 41 41 170 170 92 92 355 355 423423 223 223 694 694 1014 1014 3608 3608 17151715

Sumber : Rencana Kontijensi Tsunami Kab. Bantul 2014 Sumber : Rencana Kontijensi Tsunami Kab. Bantul 2014

2.8.2.

2.8.2. Aspek Aspek Sarana Sarana dan dan PrasaranaPrasarana

Tabel 12 Tabel 12

Asumsi Dampak Pada Aspek Sarana dan Prasarana Asumsi Dampak Pada Aspek Sarana dan Prasarana

No Jenis

No Jenis

Tingkat Kerusakan

Tingkat Kerusakan GangguanGangguanLamaLama Fungsi Fungsi Layanan Layanan (Hari) (Hari) Kecamatan Kecamatan Ringan Berat Ringan Berat 1

1 Listrik Listrik Berat Berat 21 21 KretekKretek

2

2 Komunikasi Komunikasi Berat Berat 7 7 KretekKretek

3

3 Transportasi Transportasi Berat Berat KretekKretek

-

- Jembatan Jembatan Berat Berat 60 60 KretekKretek

-

- Jalan Jalan Berat Berat 180 180 KretekKretek

4

(18)

No Jenis

No Jenis

Tingkat Kerusakan

Tingkat Kerusakan GangguanGangguanLamaLama Fungsi Fungsi Layanan Layanan (Hari) (Hari) Kecamatan Kecamatan Ringan Berat Ringan Berat 5

5 Pendidikan Pendidikan Berat Berat 180 180 KretekKretek 6

6 Sarana Sarana ibadah ibadah Berat Berat 14 14 KretekKretek 7

7 Puskesmas, Puskesmas, Pustu, Pustu, Klinik Klinik Pengobatan Pengobatan Berat Berat 7 7 KretekKretek 88

Kantor pemerintah (kecamatan, Kantor pemerintah (kecamatan,

kelurahan, Polsek, Koramil, ranting dinas kelurahan, Polsek, Koramil, ranting dinas pendidikan)

pendidikan)

Berat

Berat 7 7 KretekKretek 9

9 Rumah Rumah Berat Berat 30 30 KretekKretek

10 10

Pertanian dan peternakan (saluran Pertanian dan peternakan (saluran irigasi, gudang, kandang ternak, kolam irigasi, gudang, kandang ternak, kolam ikan)

ikan)

Berat

Berat 366 366 KretekKretek 11

11 Laboratorium Laboratorium geospasial geospasial Berat Berat 1830 1830 KretekKretek 12

12 Landasan Landasan aerosport aerosport Berat Berat 732 732 KretekKretek 13

13 Perbankan Perbankan Berat Berat 14 14 KretekKretek Bendung

Bendung Samas Samas Berat Berat 30 30 SandenSanden 2

2 Dam Dam Bugel Bugel Waru Waru 1 1 30 30 SandenSanden 3

3 Dua Dua makam, makam, Kreteg Kreteg Senggol Senggol 1 1 30 30 SandenSanden 4

4 Gedung Gedung udang udang galah galah i i unit unit 1 1 90 90 SandenSanden 5

5 Gudang Gudang bawah bawah merah merah 1 1 7 7 SandenSanden 6

6 Jalan Jalan desa desa 7 7 km km 90 90 SandenSanden 7

7 Jalan Jalan nas nas 2 2 km km 90 90 SandenSanden 8

8 Jalan Jalan prop prop 2 2 km km 90 90 SandenSanden 9

9 Jalan Jalan kampung kampung 10 10 km km 90 90 SandenSanden 10

10 Jembatan Jembatan Merah Merah 1 1 14 14 SandenSanden 11

11 Jembatan Jembatan 2 2 3 3 SandenSanden

12

12 Jembatan Jembatan Senggol Senggol Samas Samas 1 1 14 14 SandenSanden 13

13 Jembatan Jembatan Songgo Songgo Lelono Lelono 1 1 7 7 SandenSanden 14

14 Kantor Kantor pemerintah pemerintah - - - - - - SandenSanden 15

15 Komunikasi Komunikasi radio/telepon radio/telepon 1 1 7 7 SandenSanden 16

16 Manara Manara Pantau Pantau Patean Patean 1 1 SandenSanden 17

17 Masjid Masjid 4 4 5 5 SandenSanden

18

18 Masjid Masjid Gede Gede Karanganyar Karanganyar 1 1 SandenSanden 19

19 Masjid Masjid Mutagim Mutagim 1 1 90 90 SandenSanden 20

20 Masjid Masjid Samas Samas Pranasakti Pranasakti 1 1 90 90 SandenSanden 21

21 Menara Menara mesjid mesjid 2 2 SandenSanden

22

22 Menara Menara seluler seluler [BTS] [BTS] 1 1 SandenSanden 23

23 Mesjid Mesjid Almubarok Almubarok 1 1 7 7 SandenSanden 24

24 PAUD PAUD dan dan TK TK masing-masing masing-masing dusun dusun 1 1 14 14 SandenSanden 25

25 perahu perahu tempel tempel 27 27 90 90 SandenSanden 26

26 Perumahan Perumahan Dishub Dishub 7 7 90 90 SandenSanden 27

27 Poskamling Poskamling 2 2 3 3 SandenSanden

28

28 Posko Posko AL AL 1 1 60 60 SandenSanden

29

29 Rumah Rumah sakit/ sakit/ puskesmas puskesmas - - - - - - SandenSanden 30

30 Rumah Rumah warga warga 215 215 525 525 90 90 SandenSanden 31

(19)

No Jenis

No Jenis

Tingkat Kerusakan

Tingkat Kerusakan GangguanGangguanLamaLama Fungsi Fungsi Layanan Layanan (Hari) (Hari) Kecamatan Kecamatan Ringan Berat Ringan Berat 32

32 Sekolah Sekolah 2 2 4 4 7 7 SandenSanden 33

33 Sekolah Sekolah Dasar Dasar Gadingharjo Gadingharjo 2 2 unit unit 1 1 14 14 SandenSanden 34

34 Sekolah Sekolah Dasar Dasar Gadingsari Gadingsari 3 3 unit unit 1 1 14 14 SandenSanden 35

35 Semua Semua perumahan perumahan warga warga di di Samas Samas 1 1 90 90 SandenSanden 36

36 SMK SMK Kelautan,SMP Kelautan,SMP 1 1 14 14 SandenSanden 37

37 Tambatan Tambatan perahu perahu 1 1 unit unit 1 1 60 60 SandenSanden 38

38 TK TK 2 2 2 2 SandenSanden 39

39 TK TK ABA ABA Tegalrejo Tegalrejo 1 1 7 7 SandenSanden 40

40 TK TK Masyittoh Masyittoh 1 1 7 7 SandenSanden 41

41 TPR TPR 1 1 30 30 SandenSanden 42

42 Transportasi Transportasi angkutan angkutan umum umum 1 1 1 1 SandenSanden 43

43 Jembatan Jembatan 3 3 SandenSanden 44

44 Jalan Jalan aspal aspal 5 5 km km SandenSanden 45

45 Jalan Jalan cor cor 5 5 km km SandenSanden 1

1 TK TK Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 2

2 SMK SMK Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 3

3 SMP SMP Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 4

4 Puskesmas Puskesmas Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 5

5 Pustu Pustu Berat Berat 90 90 PoncosariPoncosari 6

6 Kantor Kantor pemerintahan pemerintahan Desa Desa Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 7

7 Pasar Pasar Jeragan Jeragan Berat Berat 120 120 PoncosariPoncosari 8

8 Pasar Pasar Bodowaluh Bodowaluh Berat Berat 120 120 PoncosariPoncosari 9

9 Jalan Jalan kabupaten kabupaten Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 10

10 Irigasi Irigasi Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 11

11 Instalasi Instalasi listrik listrik + + PLTA PLTA Berat Berat 90 90 PoncosariPoncosari 12

12 PDAM PDAM Berat Berat 90 90 PoncosariPoncosari 13

13 13 13 Masjid Masjid Berat Berat 365 365 PoncosariPoncosari 14

14 Kantor Kantor SAR SAR Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 15

15 Pos Pos Polisi Polisi Air Air Udara Udara Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 16

16 Jembatan Jembatan Kuwaru Kuwaru Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 17

17 Jembatan Jembatan Ngentak Ngentak Berat Berat 360 360 PoncosariPoncosari 18

18 TPI TPI Pantai Pantai Baru Baru Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari 19

19 TPI TPI Kuwaru Kuwaru Berat Berat 180 180 PoncosariPoncosari

Sumber : Rencana Kontijensi Tsunami Kab. Bantul 2014 Sumber : Rencana Kontijensi Tsunami Kab. Bantul 2014

2.8.3.

2.8.3. Aspek Aspek Sosial Sosial EkonomiEkonomi

Tabel 13 Tabel 13

Asumsi Dampak Pada Aspek Sosial Ekonomi Asumsi Dampak Pada Aspek Sosial Ekonomi

No Jenis

No Jenis

Tingkat Kerusakan

Tingkat Kerusakan LamaLama Gangguan Gangguan Fungsi (Hari) Fungsi (Hari) Kecamatan Kecamatan Berat Ringan Berat Ringan 1

1 Pasar Pasar Tradisional Tradisional beratberat 30 30 KretekKretek 2

(20)

No Jenis

No Jenis

Tingkat Kerusakan

Tingkat Kerusakan LamaLama Gangguan Gangguan Fungsi (Hari) Fungsi (Hari) Kecamatan Kecamatan Berat Ringan Berat Ringan 3

3 Hasil Hasil Pertanian Pertanian beratberat 180 180 KretekKretek 4

4 Ternak Ternak beratberat 180 180 KretekKretek

5

5 Industri Industri rumah rumah tangga tangga beratberat 180 180 KretekKretek  A

 A Pasar Tradisional Pasar Tradisional SandenSanden

1

1 Pasar Pasar Agrowisata Agrowisata Tpr Tpr Samas Samas 1 1 7 7 SandenSanden 2

2 Pasar Pasar Batuliman Batuliman 1 1 7 7 SandenSanden 3

3 Warung Warung Dan Dan Rumah Rumah Makan Makan 89 89 30 30 SandenSanden B

B Lahan Lahan Pertanian, Pertanian, Perkebunan, Perkebunan, Industri, Industri, Perbankan Perbankan SandenSanden 1

1 Hutan Hutan Cemara Cemara 10 10 ha ha 60 60 SandenSanden 2

2 Lahan Lahan Buah Buah Naga Naga 7 7 ha ha 30 30 SandenSanden 3

3 Lahan Lahan Ketela Ketela 30 30 ha ha 30 30 SandenSanden 4

4 Lahan Lahan Padi Padi 30 30 ha ha 60 60 SandenSanden 5

5 Lahan Lahan Pertnian Pertnian 5 5 ha ha SandenSanden 6

6 Lahantegalan Lahantegalan 5 5 ha ha SandenSanden

7

7 Pabrik Pabrik Pupuk Pupuk Organik Organik 1 1 SandenSanden 8

8 Rumah Rumah Penangkaran Penangkaran Penyu Penyu 1 1 30 30 SandenSanden 9

9 Tambak Tambak Udang Udang Galah Galah 1 1 30 30 SandenSanden 10

10 Tpi Tpi Patehan Patehan 1 1 15 15 SandenSanden

D

D Ternak Ternak SandenSanden

1

1 Kandang Kandang Ayam Ayam Klpk Klpk 15 15 kdg kdg 60 60 SandenSanden 2

2 Kandang Kandang Kambing Kambing Kelompok Kelompok 5 5 klp klp 60 60 SandenSanden 3

3 Kolam Kolam Lele Lele 25 25 kolam kolam 15 15 SandenSanden 4

4 Perikanan Perikanan Grameh Grameh 4000 4000 SandenSanden 5

5 Perikanan Perikanan Lele Lele 5000 5000 SandenSanden 6

6 Peternakan Peternakan Ayam Ayam 2000 2000 SandenSanden 7

7 Peternakan Peternakan Kambing Kambing 130 130 SandenSanden 8

8 Peternakan Peternakan Sapi Sapi 40 40 ekor ekor SandenSanden 9

9 Udang Udang Galah, Galah, Utara Utara Jembatan Jembatan 1 1 60 60 SandenSanden  A

 A Pasar Tradisional Pasar Tradisional beratberat 120 120 PoncosariPoncosari B

B Lahan Lahan Pertanian Pertanian dan dan Perkebunan Perkebunan beratberat 360 360 PoncosariPoncosari C

C Hasil Hasil Pertanian Pertanian beratberat 360 360 PoncosariPoncosari D

D Ternak Ternak beratberat 360 360 PoncosariPoncosari E

E Tambak Tambak beratberat 720 720 PoncosariPoncosari F

F Normalisasi pemerintahan Normalisasi pemerintahan desa desa beratberat 30 30 PoncosariPoncosari G

G Layanan Layanan kesehatan kesehatan beratberat 30 30 PoncosariPoncosari H

H Layanan Layanan pendidikan pendidikan beratberat 30 30 PoncosariPoncosari II Kegiatan kemasyarakatan (SPP, KWT, Kel. Ternak,Kegiatan kemasyarakatan (SPP, KWT, Kel. Ternak,

Karang Taruna dll)

Karang Taruna dll) beratberat 180 180 PoncosariPoncosari J Normalisasi

J Normalisasi layanan layanan Polairud Polairud dan dan SAR SAR beratberat 30 30 PoncosariPoncosari K

K Pariwisata Pariwisata Pantai Pantai Baru Baru beratberat 30 30 PoncosariPoncosari L

L Pariwisata Pariwisata Pantai Pantai Kuwaru Kuwaru beratberat 30 30 PoncosariPoncosari M

M Perikanan Perikanan (rusaknya (rusaknya perahu perahu nelayan) nelayan) beratberat 360 360 PoncosariPoncosari N

N Industri Industri kecil kecil beratberat 360 360 PoncosariPoncosari O

O Hunian Hunian warga warga beratberat 360 360 PoncosariPoncosari P

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji Chi Square diperoleh nilai p value sebesar 0,023 yang lebih kecil dari α = 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara sanitasi tempat berjualan dengan

Jadi dalam pengertian yang dikemukakan di atas, secara kongkrit diutarakan beberapa hal yaitu pelayanan merupakan salah satu tugas utama aparatur pemerintah,

Gambar 6 Physical Data Model (PDM) Sistem Informasi Distribusi Stock memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki memiliki

4.3 Pengaruh Pendidikan Pemakai Terhadap Kepuasan Pengguna oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Angkatan 2016 di UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya Indralaya.

Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir dan kompensasi tidak langsung secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (kinerja

Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009, kebutuhan hidup layak adalah luas lahan yg dibutuhkan untuk menghasilkan 1000 kg

7 (mengulang bacaannya), telinga mendengarkan, dan tangan menulis rangkuman dengan kata-kata sendiri atau mengerjakan latihan pelajaran pelajaran yang sedang

(2-tailed) sebesar 0,005 &lt; 0,05 dan berdasarkan nilai r hitung 0,460 &gt; r tabel 0,334, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan