• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIAGNOSTIK DAN REMEDIAL TEACHING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DIAGNOSTIK DAN REMEDIAL TEACHING"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DIAGNOSTIK DAN REMEDIAL

TEACHING

Dosen Pengampu : Ust. Sapari. Mpd

Disusun Oleh; Landayani /NIRM :

Sriwoyo /NIRM : 4671010113041

SEMESTER 6

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAM ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ASY SYUKRIYYAH

TANGERANG 2016

(2)

1 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan secara definitif adalah memanusiakan manusia yang didalamnya memuat kegiatan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang meliputi transfer materi pembelajaran dan pengalaman yang bertujuan untuk memanusiakan manusia itu sendiri.

Dalam proses belajar mengajar tersebut yang menjadi objeknya adalah siswa atau peserta didik. Proses belajar mengajar dalam sebuah pendidikan bertujuan untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan siswanya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut agar tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Terlepas dari itu semua, untuk mewujudkan pelaksanaan pendidikan tersebut maka diperlukan suatu sistem bimbingan belajar untuk mengatasi setiap permasalahan yang menjadi sebuah kesulitan belajar siswa dalam proses pembelajaran tersebut, dan untuk mengatasi permasalahan yang dialami siswa tersebut yaitu dengan mendiagnostik kesulitan yang dialami siswa serta melaksanakan remedial teaching kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.Dari uraian di atas, maka penyusun menuangkan hal tersebut dalam makalah ini, namun dalam batasan mengenai “Langkah-langkah operasional diagnostik dan remedial kesulitan belajar siswa”.

(3)

2 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

B. RUMUSAN MASALAH

A. DIAGNOSTIK BELAJAR

1. Pengertian Diagnostik Kesulitan Belajar 2. Pengertian Kesulitan Belajar

3. Faktor – faktor penyebab kesulitan belajar 4. Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar 5. Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

B. PENGAJARAN PERBAIKAN (REMEDIAL TEACHING)

1.Pengertian Pengajaran Perbaikan ( Remedial Teaching ) 2. Remedial Kesulitan Belajar Siswa

3. Macam – Macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan 4. Prosedure Pelamksanaan Pengajaran Perbaikan 5. Contoh Remedial Teaching

(4)

3 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

BAB II PEMBAHASAN A. DIAGNOSTIK BELAJAR

1. Pengertian Diagnostik Kesulitan Belajar

Menurut Abin (2003:309), diagnostik kesulitan belajar adalah suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan-kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternative kemungkinan pemecahannya.1

Sedangkan menurut Thorndike dan Hagen (Abin, 2003:307), diagnostik dapat diartikan sebagai:

Melalui adanya diagnostik terhadap permasalahan siswa terutama yang berkaitan dengan proses belajar siswa dilingkungan pendidikan, maka seorang pendidik ataupun pihak-pihak yang bersangkutan dengan siswa yang mengalami kegagalan tersebut, dapat mengupayakan adanya pemberian bantuan berupa layanan bimbingan kepada siswa tersebut agar dapat mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapinya sehingga siswa dapat mencapai hasil yang diharapkan serta dapat mencapai tugas perkembangannya dengan baik.

2

a. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit

(weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui

1 Artikel Diagnostik –kesulitan – belajar

2 Artikel Diagnostik –kesulitan – belajar

(5)

4 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya (symptons);

b. Studi yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk

menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;

c. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang

saksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.

Dari ketiga pengertian itu tersimpul secara implisit konsep prognosis. Pekerjaan diagnosis bukan hanya sekedar mengidetifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan (predicting) kemugkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.

Dilihat dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan diagnostik kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan masalah kesulitan belajar dengan mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan tertentu, sehingga dapat mengambil kesimpulan dan keputusan untuk pemecahan masalahnya.

2. Pengertian Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar yang dialami siswa dapat dilihat dari adanya kegagalan siswa dalam mengikuti proses belajar, dalam mencapai hasil belajar itu sendiri. Menurut Burton dalam Abin (2003), kegagalan didefinisikan sebagai:3

a. Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang

bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat

3 Artikel Diagnostik –kesulitan – belajar

(6)

5 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

penguasaan (level of mastery) minimal dalam pelajaran tertentu, seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru (criterion reverenced).

b. Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat

mengerjakan atau mencapai prestasi yang semestinya (berdasarkan ukuran tingkat kemampuannya: inteligensi, bakat).

c. Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat

mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyesuaian social sesuai dengan pola organismiknya (his organismicpattern) pada fase perkembangan tertentu, seperti yang berlaku bagi kelompok social dan usia yang bersangkutan (norm-reverenced).

d. Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak berhasil

mencapai tingkat penguasaan (level of mastery) yang diperlukan sebagai prasyarat (prerequisite) bagi kelanjutan (continuity) pada tingkat pengajaran berikutnya.

Selanjutnya Abin menyimpulkan bahwa “seorang siswa diduga mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu”. Hal tersebut berdasarkan ukuran kriteria keberhasilan seperti yang dinyatakan dalam TIK atau ukuran tingkat kapasitas atau kemampuan dalam program pelajaran time allowed dan atau tingkat perkembangannya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar merupakansuatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan hasil yang diperoleh ditandai oleh adanya hambatan tertentu.

(7)

6 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri atas dua macam, yakni “faktor intern siswa dan faktor ekstern siswa” 4

a. yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual/ intelegensi siwa;

1. Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psiko- fisik siswa, yakni (Syah, 2008:185):

b. yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan sikap;

c. yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telinga).

2. Faktor ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor lingkungan ini meliputi (Syah, 2008:185):

a. Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga.

b. Lingkungan perkampungan/ masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh (slum area), dan teman sepermainan (peer group) yang nakal.

c. Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru dan alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

4. Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar

Teknik dan instrument yang digunakan dalam diagnosis menurut Burton dalam Abin (2003:310) adalah sebagai berikut:5

4 Artikel makalah-diagnostik-kesulitan belajar , http://www.rifalnurkholiq.com/2013/06/

makalah-diagnostik-kesulitan belajar.html, 26-04-16, 20:27

5 Artikel makalah –bk-belajar ,

(8)

7 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

1. General diagnosi, menggunakan tes baku untuk menemukan siswa yang mengalami kelemahan tertentu.

2. Analysistic diagnostic, menggunakan tes diagnostic untuk mengetahui letak kelemahannya.

3. Psychological diagnosis, teknik-teknik yag digunakan antara lain: a. Observasi

b. Analisis karya tulis

c. Analisis proses dan respon lisan

d. Analisis berbagai catatan objektif

e. Wawancara

f. Pendekatan laboratories dan klinis

g. Studi kasus

5. Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Berbagai variabel yang mempengaruhi proses belajar – mengajar menurut loree (1970:121-133) terdiri atas; 1) Stimulus atau learning variables, 2) Organismic Variables, 3) response Variable.6

6 Artikel makalah –bk-belajar ,

1. Learning Variables, Mencakup

a. Learning Experience Variables, antara lain mengenai

1). Method Variables, menyangkut kuat lemahnya motivasi untuk belajar, intensif – tidaknya bimbingan guru dan ada – tidaknya kesempatan untuk praktikum.

2). Task Variables, mencakup menarik-tidaknya apa yang harus dipelajari, bermakna- tidaknya apa yang dipelajari dan tersedia-tidaknya fasilitas belajar yang memadai.

b. Enviromental Variables, yang menyangkut iklim belajar yang bergantung pada faktor tersedianya waktu yang cukup untuk belajar dan tersedianya fasilitas belajar yang memadai

2. Organismic Variables, mencakup

a. Characteristic of the learners, antara lain tingkatan inttelegensi, usia dan taraf kematangan, jenis kelamin dan kesiapan untuk belajar.

b. Mediating Processes, kondisi yang lazim terdapat dalam diri swasta, antara lain, intelegensi, persepsi, motivasi, takut, cemas dan tekanan batin yang sebagainya turut berperan dalam proses berperilaku belajar.

3. Response Variables, Jika dikelompokkan berdasarkan tujuan pendidikan dapat dilihat sebagai berikut.

(9)

8 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

a. Tujuan – tujuan kognitif , seperti pengetahuan, konsep – konsep dan keterampilan pemecahan masalah.

b. Tujuan – tujuan afektif, seperti sikap – sikap, nilai – nilai, minat dan apresiasi.

c. Tujuan – tujuan pola pola bertindak, antara lain ;

- Keterampilan psikomotoris, seperti menulis, mengetik, melukis, dsb.

B. PENGAJARAN PERBAIKAN (REMEDIAL TEACHING) 1.Pengertian

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Remedial berarti pertama, berhubungan dengan kebaikan, pengajaran ulang bagi murid yang hasil belajarnya jelek. Kedua, remedial berarti bersifat menyembuhkan. Sedangkan teaching yang berarti “pengajaran” yang berarti:

1. Proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan

2. Perihal, segala sesuatu mengenai mengajar.

Menurut arti katanya, remedial berarti bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau membuat baik. Remedial Teaching adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau pengajaran yang membuat jadi baik.7

Menurut Ischak S.W dan Warji R. dalam bukunya Remedial Teaching sebagai berikut:8

“kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar adalah salah satu bentuk pemberian bantuan. Yaitu pemberian bantuan dalam proses

7 Artikel makalah –bk-belajar ,

8 Artikel makalah –bk-belajar ,

(10)

9 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

belajar mengajar yang berupa kegiatan perbaikan terprogram dan disusun secara sistematis”

Menurut M. Entang:9

a. Diferennya gambaran yang lebih definitive mengenai

karakteristik kasus serta permasalahannya

“segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis sifat kesulitan belajar. Faktor-faktor penyebabnya serta cara menetapkan kemungkinan mengatasinya. Baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara preventif (pencegahan) berdasarkan data dan informasi yang subyektif mungkin”

Dari beberapa pengertian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa remedial teachingadalah segala bentuk usaha terprogram dan tersusun sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki atau menyembuhkan individu yang mengalami kesulitan belajar melalui pemahaman terhadap faktor-faktor penyebab kesulitan serta membantu menemukan alternative solusi kesulitannya.

2. Remedial Kesulitan Belajar Siswa

Berikut ini terdapat beberapa langkah pendeskripsian fungsi, tujuan/sasaran, dan kegiatan remedial kesulitan belajar sebagai berikut. 1. Penelaahan kembali kasus dengan permasalahannya

Sasaran pokok langkah ini ialah:

b. Diperolehnya gambaran lebih defintif mengenai fasibilitas

alternative tindakan remedial yang direkomendasikan 2. Menentukan alternative pilihan tindakan

9 Artikel makalah –bk-belajar ,

(11)

10 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

Langkah ini merupakan lanjutan logis dari langkah pertama. Dari hasil penelaahan yang kita lakukan pada langkah pertama itu akan diperoleh kesimpulan mengenai dua hal pokok, yaitu :

a) Karakteristik khusus yang akan ditangani secara umum, dapat

dikategorikan pada salah satu dari tiga kemungkinan dibawah ini :

1. Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan disamping memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan pola/strategi/metode/teknik belajar yang lebih sesuai, efektif dan efisien.

2. Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan disamping memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan pola, strategi, metode, teknik belajar yang lebih sesuai, efektif dan efisien itu, juga dihadapkan kepada hambatan – hambatan ego-emosional, potensial-fungsional, sosial-psikologis dalam penyesuaian dengan dirinya dan lingkungannya.

3. Kasus yang bersangkutan disimpulkan telah memiliki kecenderungan ke arah kemampuan menemukan dan mengembangkan pola – pola strategi namun terhambat oleh ego-emosional, potensial-fungsional, sosial-psikologis dan faktor instrumental-enviromental lainnya.

3. Layanan bimbingan dan konseling / psikoterapi

Diantara sekian banyak masalah kesulitan penyesuaian, yang masih dapat ditangani para guru pada umunnya antara lain :

a) kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kurangnya

motivasi dan minat belajar.

b) Kasus kesulitan belajar yang berlatar belakang sikap

negative terhadap guru, pelajaran dan situasi belajar.

c) Kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kebiasaan

(12)

11 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

d) Kasus kesulitan belajar dengan latar belakang

ketidakserasian antara kondisi objektif keragaman pribadinya dengan kondisi objektif instrumental input dan lingkungannya.

4. Melaksanakan pengajaran remedial

Sasaran pokok dari setiap pengajaran remedial ini ialah tercapainya peningkatan prestasi atau kemampuan penyesuaian diri sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

5. Mengadakan pengukuran prestasi belajar kembali

Diadakan pengukuran kembali, hasilnya akan memberikan informasi seberapa jauh atau seberapa besar perubahan telah terjadi, baik dalam arti kuantitatif maupun kualitatif.

6. Mengadakan re-evaluasi dan re-diagnostik

Hasil penafsiran dan pertimbangan ini akan membawa tiga kemungkinan kesimpulan :

a) Kasus menunjukan peningkatan prestasi dan kemampuan

penyesuaian dirinya dengan mencapai kriteria keberhasilan minimum seperti yang diharapkan.

b) Kasus menunjukan peningkatan prestasi dan kemampuan

penyesuaian dirinya namun masih belum sepenuhnya memadai kriteria keberhasilan minimum yang diharapkan.

c) Kasus belum menunjukan perubahan yang berarti, baik dalam segi

prestasinya maupun dalam kemampuan penyesuaian dirinya. 7. Remedial pengayaan dan atau pengukuran (tambahan)

Sasaran pokok langkah ini ialah agar hasil remedial itu lebih sempurna dengan diadakan pengayaan dan pengukuhan

(13)

12 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

3. Macam – Macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan

Dalam sub bab bahasan ini dibagi menjadi tiga macam pendekatan pengajaran perbaikan. Yakni :

1. Pendekatan Kuratif ;

pendekatan yang dilakukan setelah diketahui adanya siswa yang gagal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pada pendekatan ini ada tiga strategi yg bisa dikembangkan oleh guru, yakni :

a. strategi Pengulangan

b. strategi Pengayaan dan Pengukuhan c. Strategi percepatan

2. Pendekatan Preventiv ;

pendekatan yang ditujukan pada siswa yang pada awal belajar di duga telah mengalami kesulitan belajar. Strategi yang dapat dilakukan dalam pendekatan ini yaitu kelompok homogen, individual, dan kelas khusus.

3. Pendekatan Pengembangan ;

pendekatan yang didasarkan pada pemikiran bahwa kesulitan siswa harus diketahui guru sedini mungkin agar dapat diberikan bantuan untuk

mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Menurut Wiwik Crisnayanti Metode yang dipakai dalam pengajaran remedial juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa yang mengalami kesulitan belajar.

(14)

13 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

Beberapa metode yang dapat dipergunakan adalah metode pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, tutor sebaya, dan pengajaran individual.10

Mengenai teknik yang lain, kami memaparkan Dalam literatur

Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem yang ditulis oleh Prof. DR. Oemar Hamalik yang menyebutkan bahwasannya teknik

perbaikan terdiri atas ; 11

1. Perbaikan hasil belajar dengan memberikan pengajaran remedial, tutorial system, diskusi kelompok, latihan dan ulangan, pemberian tugas, review pengajaran, pengajaran individual, dan sebagainya.

2. Bantuan kesulitan dan pemecahan masalah dengan cara memberikan bimbingan dan layanan, baik perorangan maupun kelompok, latihan memecahkan masalah dan sebagainya.

3. Perbaikan kualifikasi guru dengan cara belajar mandiri, studi lanjutan, diskusi kelompok, supervise, pengembangan staf, dll.

4. Peningkatan efisiensi program pengajaran dengan cara pengkajian dan penyusunan rencana pengajaran lebih seksama dan lebih akurat. Dan juga menilai setiap komponen dalam program tersebut secara spesifik.

5. Perbaikan kemampuan awal dengan cara melakukan Assessment secara lebih saksama terhadap komponen –

10 Artikel Evaluasi pembelajaran ,

11 Artikel Evaluasi pembelajaran ,

(15)

14 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

komponen entry behavior para sisswa, mengembangkan kerjasama dengan rekan kerjadan sekolah – sekolah yang lebih rendah.

4. Prosedure Pelaksanaan Pengajaran Perbaikan

Ketika membahas procedure maka yang akan muncul adalah langkah – langkah apa saja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Remedial Teaching dengan Step By Step, maka bisa kami jelaskan sedikit mengenai langkah – langkah apa saja yang akan dilakukan dengan menggunakan dua argument dari massofa dan ahmad sudrajat.

Ahmad sudrajat berpendapat bahwa langkah-langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.

1. Diagnosis Kesulitan Belajar

a. Tujuan : Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik.

Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat.

 Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.  Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang

mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.

(16)

15 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

 Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.

b. Teknik : Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.

 Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.

 Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.

 Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.

 Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.

2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:

• Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan

(17)

16 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.

• Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.

• Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan. • Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas

yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab. Diatas sudah dijelaskan tentang langkah – langkah pelaksanaan Remidial Teaching menurut ahmad sudrajat.

Maka sangatlah berbeda dengan pendapatnya massofa yang memaparkan pendapatnya mengenai langkah – langkah pelaksanaan dalam Remidial Teaching secara To The Point dan ringkas dengan urut – urutannya, yakni ;

1. analisis hasil diagnosis kesulitan belajar. 2. menemukan penyebab kesulitan.

(18)

17 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

3. menyusun rencana kegiatan remedial. 4. melaksanakan kegiatan remedial. 5. menilai kegiatan remedial.

5. Contoh Remedial Teaching

Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran menggunakan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer, multimedia, dsb.

Contoh lain dengan memberikan bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.

Contoh lagi dengan Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.

Tambahan contoh yang lain yakni dengan Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya

(19)

18 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.

(20)

19 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang menimbulkan hambatan dalam proses belajar seseorang. Hambatan itu menyebabkan orang tersebut mengalami kegagalan atau setidak-tidaknya kurang berhasil dalam mencapai tujuan belajar.

Diagnosis kesulitan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menentukan apakah seorang siswa mengalami kesulitan belajar atau tidak dengan cara melihat indikasi-indikasi sebagai berikut.

1. Nilai mata pelajaran di bawah sedang.

2. Nilai yang diperoleh siswa atau mahasiswa sering dibawah nilai

rata-rata kelas.

3. Prestasi yang dicapai tidak seimbang dengan tingkat intelegensi

yang dimiliki.

4. Perasaan siswa atau mahasiswa yang bersangkutan

5. Kondisi kepribadian siswa atau mahasiswa yang bersangkutan.

remedial teaching adalah segala bentuk usaha terprogram dan tersusun sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki atau menyembuhkan individu yang mengalami kesulitan belajar melalui pemahaman terhadap faktor-faktor penyebab kesulitan serta membantu menemukan alternative solusi kesulitannya

B. Saran

Untuk para pembaca yang budiman pada akhirnya bahwa keputusan dan penentuan alternatiflah yang sangat perperan penting untuk mengatisi kesulitan belajar. Maka dalam mendiagnostik kesulitan belajar harus secara bijak dan arif. Supaya hasil dan keputusan dalam mengatasi masalah tersebut bermakna dan tepat guna.

(21)

20 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6

Bagi penyusun Manusia adalah tempatnya salah maka tidak dipungkiri dalam penyusunan makalah ini terdapat salah dan kurang. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan masukan dan saran yang membangun. Dengan begitu bisa melakukan perubahan kepada kebaikan.

(22)

21 | P a g e A s y S y u k r i y a h - 2 0 1 6 DAFTAR PUSTAKA 2. http://www.rifalnurkholiq.com/2013/06/ makalah-diagnostik-kesulitan belajar.html, 26-04-16, 20:27

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka diperlukan sebuah sistem yang efektif dan efisien dalam melakukan pembayaran.Dari rumusan masalah tersebut

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah menyediakan informasi sebagaimana pentingnya pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan pengendalian intern terhadap

Pos (Persero) Lumajang dengan koefisien determinasi (R 2 ) diperoleh sebesar 0,228 yang membuktikan bahwa 22,8% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi

Berdasarkan permasalahan yang sudah dipaparkan untuk mengatasi permasalahan tersebut maka peneliti akan melakaukan penelitian yaitu bagaimana membangun sebuah Sistem

592 103015921285 RURI FITRIYANI SMAN 1 GUNUNG TALANG Politeknik Negeri Padang-D4 TEKNOLOGI REKAYASA PERANGKAT

Rencana Kinerja Dinas Pertanian Kota Bogor Tahun 2019 sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra-SKPD Dinas Pertanian Kota

Penetapan kebijakan harga yang terjangkau dari kemampuan yang dimiliki konsumen serta tingkat harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat barang atau jasa yang

Pada fase kerja dari latihan fisik anaerobik, akan terjadi insufisiensi oksigen di mitokondria sel otot, karena kecepatan kebutuhan energi yang insufisiensi oksigen di