Pengobatan Pedikulosis Kapitis
Pengobatan Pedikulosis Kapitis
Prashant Verma
Prashant Verma and and Chaitanya NamdeoChaitanya Namdeo11
A
A bstrak bstrak
Upaya untuk menggamb
Upaya untuk menggambarkan hal-hal penting dari arkan hal-hal penting dari pengopengobatan kutu kepala batan kutu kepala kutu telah kutu telah dibudibuat at dalamdalam artikel ini. Berbagai modalitas pengobatan akan dibahas termasuk Permethrin dan Piretrin yang dijual artikel ini. Berbagai modalitas pengobatan akan dibahas termasuk Permethrin dan Piretrin yang dijual bebas,
bebas, dan dan obat-obat obat-obat yang yang diresepkan, diresepkan, termasuk termasuk alathion, alathion, !indane, !indane, Ben"il Ben"il alkohol,alkohol, #p
#pininososadad. . BeBerbrbagagai ai pipililihahan n dadari ri pepengngobobatatan an alalterternanatiti$ $ dadan n momodadalitlitas as pepengngobobatatan an $i$isisik k jujugaga diuraikan. asalah resistensi terhadap pengobatan juga telah dibahas.
diuraikan. asalah resistensi terhadap pengobatan juga telah dibahas. %ata kun&i' kutu kepala,
%ata kun&i' kutu kepala, pediculosis capitis pediculosis capitis, pengobatan, pengobatan
Apa yang telah diketahui( Apa yang telah diketahui( Perme
Permethrin, thrin, PyretrPyretroid, oid, alathialathion, on, !indan!indane, e, )*erm)*erme&tin e&tin oral, %otrimoksa"oral, %otrimoksa"ol ol telah telah diketdiketahui ahui sebagasebagaii pengobatan untuk pedikulosis.
pengobatan untuk pedikulosis.
Pengantar Pengantar Pediculosis
Pediculosis capitiscapitis adalah salah satu in$estasi ektoparasit yang paling banyak terjadi, telah diketahuiadalah salah satu in$estasi ektoparasit yang paling banyak terjadi, telah diketahui sejak "aman dahulu. Bukti ilustrasi yang berasal dari $osil tertua telur kutu, berusia sekitar 1+.+++ sejak "aman dahulu. Bukti ilustrasi yang berasal dari $osil tertua telur kutu, berusia sekitar 1+.+++ tahun.1 Anak-anak, merupakan pasien terbanyak dalam kelompok usia -1/ tahun.0,/
tahun.1 Anak-anak, merupakan pasien terbanyak dalam kelompok usia -1/ tahun.0,/ Pediculosis Pediculosis capitis
capitis dapat mengakibdapat mengakibatkan penderitatkan penderitaan aan sosial, sosial, rasa ketidaknyrasa ketidaknyamananamanan, , rasa &emas rasa &emas pada pada orang tua,orang tua, ra
rasa sa mamalu lu papada da ananakak, , dadan n keketidtidakakhahadidiraran n sasaat at sesekokolalah h dadan n bebekekerjrja.a. PenPeniningkgkatatan an kekejadjadianian pedikulosis
pedikulosis jelas jelas terdapat terdapat dalam dalam / / dekade dekade terakhir. #elain itu, terakhir. #elain itu, telah telah terungkap terungkap ke ke permukaan perihalpermukaan perihal keg
kegagaagalan lan penpengobgobatan atan akiakibat bat kukutu tu yanyang g resresisteisten n terterhadhadap ap penpengobgobataatan n selselama ama bebbeberaerapa pa dekdekadeade terakhir. Piretroid, !indane, dan untuk beberapa derajat alathion, telah dikaitkan dengan resistensi terakhir. Piretroid, !indane, dan untuk beberapa derajat alathion, telah dikaitkan dengan resistensi pengobatan. 2alam hal
pengobatan. 2alam hal ini, dengan ini, dengan adanya persetujuan adanya persetujuan pemakaian Ben"il pemakaian Ben"il Alkohol dan Alkohol dan #pinosad oleh#pinosad oleh Un
Unitited ed StStatates es FoFood od anand d DruDrug g AdAdmiminisnistratratitionon ununtutuk k memengngobobatati i kukutu, tu, memenjnjadadi i teterorobobosansan terbaru.
terbaru. odalitas $isik tambahan juga odalitas $isik tambahan juga perlu diperhatikan. Pengobatan alternati$ sedang diteliti perlu diperhatikan. Pengobatan alternati$ sedang diteliti saatsaat ini.
ini.
etodologi etodologi Peneli
Penelitian tian yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh edlinedline e 3 3 PubmPubmed ed 4156741567-0+1-0+118 menggunak18 menggunakan an kata-kata-kata kun&i kata kun&i kutukutu kepala,
kepala, pediculosi pediculosis, permetrin 19, permetrin 9, piretroid, pyrethrins ditambah piperonil butoksida,s, permetrin 19, permetrin 9, piretroid, pyrethrins ditambah piperonil butoksida, malath
i*erme&tin, trimethopeim-sul$ametho:a"ole, kotrimoksa"ol, metode $isik, terapi oklusi$, dan resistensi. #elain itu, pen&arian dengan ;oogle menggunakan kata kun&i Ayur*eda, kutu kepala, dan pedikulosis. Artikel yang berkaitan dengan topik yang dibahas saat ini dalam bahasa inggris telah
dipilih. Beragam modalitas pengobatan telah dikategorikan berdasarkan tingkatan bukti klinis.1
<pidemiologi
Pediculosis capitis telah diketahui sejak "aman dahulu. Anak sekolah merupakan penderita yang paling sering mengalami, namun pengungsi, penduduk daerah kumuh, pekerja anak, penghuni penjara, panti asuhan, dan komunitas nelayan juga rentan untuk mengalaminya. eskipun status sosial ekonomi sepertinya menjadi indikator besarnya kasus in$estasi kutu, penentu yang lebih spesi$ik adalah dinamisitas dari status higienisitas dan kepadatan penduduk.
#tudi berbasis populasi di negara-negara <ropa menunjukkan perbedaan pre*alensi yang tinggi, mulai dari 19 menjadi 0+9. Pada sebuah studi )ndia, dari total 5+ subyek penelitian dari sekolah yang dikelola pemerintah,1= 41=,598 subyek ditemukan mengalami in$estasi kutu kepala.=
Pengobatan
Penderita yang telah terbukti mengalami in$estasi kutu kepala harus diobati. #elain itu, penting untuk melakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga dan orang dekat penderita. Pengobatan pro$ilaksis perlu dipertimbangkan untuk orang-orang yang berbagi tempat tidur yang sama dengan penderita pedikulosis akti$. #ama halnya dengan #kabies, penderita dan orang yang berbagi tempat tidur dengan penderita harus diobati pada >aktu yang bersamaan. #ebuah pendekatan praktis untuk memilih pedikulisid tergantung pada akti*itas o*isidal dan petunjuk untuk penggunaannya diilustrasikan pada ;ambar 1 dan ;ambar 0.
Gambar 1. Alur gambaran kerja Pedikulisid berdasarkan aktivitas ovisidal
Waktu kontak singkat (10 menit
– 30 menit)
Jel Malathion 0,5 %
Suspensi Spinosad 0,9 %
Waktu kontak singkat (10
menit)
Losio e!met!in 1 %
Waktu kontak lama
(diaplikasikan selama semalam)
Losio Malation 0,5 %
$gen oklusi
!otamiton 10 %
&imethi'on %
*isidal +0 %
*isidal kuat 90 %
Sediaan pengoatan untuk
pedikulosis e!dasa!kan akti*itas
ke!-a o*isidal
INSTRUKSI PENGGUNAAN
Perawatan rambut sebelum pengaplikasian
e!meth!in seaikn.a diaplikasikan dalam keadaan !amut .ang asah, dan seaikn.a diilas menggunakan sampo tanpa pelema/
i!et!in .ang ditamahkan ipe!onil "utoide, spinosad dan malathion seaikn.a diaplikasikan dalam keadaan !amut ke!ing/
Instruksi umum untuk semua pengobatan
Melakukan sk!ining te!hadap selu!uh anggota kelua!ga se!ta kontak dekat pende!ita
engoatan p!olaksis dapat ditu-ukan kepada o!ang .ang e!agi tempat tidu! dengan pende!ita in2estasi akti2
ende!ita dan o!ang .ang e!agi tempat tidu! .ang sama dengan pasien ha!us dioati dalam aktu .ang e!samaan
ada pende!ita anak – anak, memutuhkan antuan o!ang deasa untuk mengoleskan oat
4inda!i pemakaian pada mata/ $paila tidak senga-a te!kena pada mata, ilas dengan ai! sege!a/
u'i tangan anda setelah pengaplikasian
Mengoleskan oat dengan aik pada selu!uh kulit kepala
utu deasa dan telu! kutu iasan.a hidup leih dekat dengan kulit kepala/ 6unakan p!oduk semaksimal mungkin pada kulit kepala te!leih dahulu, dan kemudian oleskan men.usu!i !amut hingga u-ung !amut/
ada !amu .ang sangat halus, !amut dengan potongan sedang atau potongan pan-ang, diutuhkan sekita! 170 ml oat untuk dapat menutupi selu!uh kulit kepala se!ta !amut/ Langkah 1
8utup a-ah dan kedua mata dengan menggunakan handuk dan pe!tahankan aga! kedua mata tetap te!tutup !apat/
Tindakan untuk Mencega Pen!ebaran Kutu "ewasa dari Satu #rang ke #rang $ain
4inda!i kontak langsung anta! kepala dengan o!ang .ang diketahui mende!ita kutu kepala hidup
8idak e!agi sisi!, sikat, topi, andana, s'a!2, pita kepala, -epit !amut, handuk, helm, se!ta a!ang a!ang p!iadi dengan o!ang lain alaupun diketahui mende!ita in2estasi kutu kepala atau tidak/
4inda!i kegiatan menginap atau tidu! e!sama saat te!-adi aah kutu kepala/ utu deasa dapat hidup pada sp!ei tidu!, antal, dan ka!pet .ang diketahui seelumn.a digunakan oleh pende!ita kutu kepala/
Gambar 2. Instruksi penggunaaan Pedikulisid
Pilihan pengobatan untuk pedikulosis dipertimbangkan berdasarkan keamanan, man$aat, pola resistensi, serta biaya. Berikut merupakan berbagai pilihan pengobatan untuk Pediculosis capitis.
Pengobatan Pedikulosis
Permethrin 19Pertama kali diperkenalkan pada tahun 157= sebagai sediaan topikal terjad>al. #elanjutnya Permethrin 19, yang merupakan sebuah piretroid sintetik, telah disetujui dan dijual bebas sejak tahun 155+. <$ek samping yang sering terjadi adalah pruritus, eritema, dan edema. #uatu hal yang menarik bah>a Permetrin lebih jarang menimbulkan alergi dibandingkan Pyrethrins dan tidak menimbulkan
reaksi alergi pada orang yang alergi terhadap tanaman. Penggunaannya dengan &ara dioleskan dalam keadaan rambut basah yang sebelumnya telah dipakaikan sampo tanpa pelembab yang kemudian dikeringkan dengan handuk. !alu dibiarkan selama 1+ menit dan kemudian dibilas. Permetrin meninggalkan residu pada rambut yang dibuat untuk membunuh telur kutu, namun 0+9 - /+9 telur tidak mati pada pengaplikasian pertama.6 Namun kandungan pelembab dan bahan silikon tambahan yang terdapat pada hampir semua sampo saat ini akan mengganggu perlekatan Permethrin pada batang rambut dan mengurangi e$ek residu yang ada. 7 ?leh karena itu, apabila masih terlihat kutu kepala yang hidup, pengaplikasian perlu diulang kembali dalam 6-1+ hari. @ekomendasi terbaru menyarankan pengobatan ulang lebih baik dilakukan pada hari ke-1+.7,5 Pengobatan lain memberikan alternati$ >aktu pemberian pada hari ke +, 6, dan 1/-1 pada pedikulisid non o*isidal. 1+ 2ilaporkan telah adanya resistensi terhadap permethrin 19, 7,1+,11,10,1/,1 tetapi pre*alensinya belum diketahui. %egagalan terapi yang ada saat ini juga disebabkan karena adanya rein$estasi, kurang ampuhnya si$at o*isidal produk, atau ketidakpatuhan mengikuti jad>al pengobatan, misalnya tidak sempurna menyisir semua nits setelah terapi.1 #elain itu, tindakan penyisiran tambahan untuk menghilangkan nits yang dilakukan pera>at non-pro$esional mungkin
tidak dapat diandalkan. 1=
alathion +,9
alathion +,9, merupakan inhibitor kolinesterase, kembali dipakai sebagai terapi pengobatan kutu di Amerika #erikat pada tahun 1555. #ebelumnya obat ini sempat ditarik karena
>aktu pemakaiannya yang lama, mudah terbakar, dan menimbulkan bau. #aat ini malathion tersedia dalam bentuk losio yang dapat diaplikan dalam keadaan rambut kering, dibiarkan dalam beberapa >aktu, lalu dibilas setelah 7-10 jam, kemudian rambut dibiarkan kering se&ara alami tanpa menggunakan pengering rambut, alat pengeriting rambut, atau alat pelurus rambut saat rambut dalam keadaan basah, atau tidak merokok di dekat anak yang sedang dalam pengobatan, karena si$atnya yang mudah terbakar. Bahkan mungkin lebih e$ekti$ dengan pemakaian yang singkat selama 0+ menit. 16 %utu kepala di )nggris dan beberapa tempat lain telah menunjukkan resistensi terhadap preparat
malathion, yang telah tersedia selama beberapa dekade di negara tersebut. 17,15 #ediaan malathion yang saat ini tersedia di Amerika #erikat 4losio ?*ide +,98 berbeda dari sediaan di <ropa yang mengandung terpineol, dipentene, dan pine needle oil , yang memiliki si$at pedikulisidal dan dapat menunda terjadinya resistensi. 0+ alathion memiliki akti*itas o*isidal yang tinggi, 6 dan dengan 1 kali pengaplikasian, e$ekti$ pada sebagian besar pasien. Namun sediaan harus diaplikasikan kembali setelah 6-5 hari jika kutu hidup masih terlihat. %eamanan dan e$ekti*itas dari losio malathion belum dapat dibuktikan pada anak berumur kurang dari = tahun, dan merupakan kontraindikasi pada anak-anak yang berusia kurang dari 0 tahun. #elain itu, diketahui bah>a apabila tidak sengaja tertelan dapat terjadi resiko depresi perna$asan akibat e$ek inhibitor kolinesterase tersebut. Pengaplikasian jel alathion selama /+ menit dapat memberikan man$aat yang baik, keamanan yang lebih tinggi dan se&ara kosmetik lebih baik dibandingkan sediaan losio.01
!indane 19
!indane 19 sudah tersedia sejak tahun 151. )ni merupakan jenis organoklorida yang toksik terhadap sistem sara$ pusat beberapa kasus kejang berat telah dilaporkan terjadi pada anak-anak yang menggunakan !indane. 00,0/,0,0,0=,06 !indane 19 tersedia dalam sediaan sampo yang penggunaannya tidak boleh lebih dari menit, dan pengaplikasian ulang harus dilakukan dalam 5-1+ hari. !indane memiliki akti*itas o*isidal yang rendah 4/+-+9 dari telur tidak mati8, 7 dan telah dilaporkan terjadinya resistensi se&ara luas selama bertahun-tahun di seluruh negara. 07,05 !indane seharusnya hanya digunakan pada pasien yang tidak dapat mentoleransi atau tidak respon terhadap pengobatan lini pertama. The Food and Drug Administration telah mengeluarkan nasihat kesehatan
masyarakat mengenai penggunaan !indane, yang menekankan bah>a !indane merupakan pengobatan lini kedua, dan merupakan kontraindikasi pada neonatus, dan harus digunakan se&ara hati-hati pada anak-anak dan indi*idu dengan berat badan kurang dari + kg 411+ lb8, dan pada penderita )V atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menurunkan ambang kejang. /+ !indane tidak lagi direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (Red Book 2!"# /1 #emua sediaan pedikulisid topikal di rambut sebaiknya dibilas di >asta$el dibandingkan di kamar mandi atau pada saat mandi, untuk membatasi paparan terhadap kulit, serta lebih baik menggunakan air hangat
daripada air panas untuk meminimalisir penyerapan akibat terjadinya *asodilatasi. /0
Permetrin 9 4Permite8
Permetrin 9, hanya tersedia dalam sediaan krim, biasanya diaplikasikan selama 1 malam pada bayi berumur 0 bulan yang menderita #kabies . )ni telah menjadi sebuah anekdot bah>a Permetrin 9 direkomendasikan sebagai terapi terhadap kutu kepala yang tidak sembuh dengan pera>atan lainnya. // idak terdapat studi randomi$ed case control yang melaporkan keberhasilan
terapi hingga saat ini. asil sebuah penelitian menunjukkan bah>a kutu yang resisten terhadap Permethrin 19 juga tidak mati pada konsentrasi yang lebih tinggi. 1 Permetrin 9 saat ini tidak disetujui untuk digunakan sebagai pedikulisid.
Crotamiton 1+9
Crotamiton 1+9 terbukti e$ekti$ untuk mengobati kutu kepala bila dioleskan pada kulit kepala dan dibiarkan selama 0 jam sebelum akhirnya dibilas. / Beberapa laporan menyatakan bah>a penggunaan 0 malam berturut-turut aman untuk membasmi kutu dari orang de>asa./ Untuk
keamanan dan penyerapan pada anak-anak, de>asa, dan >anita hamil belum die*aluasi.
)*erme&tin ?ral
)*erme&tin merupakan sediaan obat &a&ing yang mirip se&ara struktural dengan antibiotik makrolid tapi tanpa akti*itas anti bakteri. 2osis oral tunggal 0++ Dg3 kg yang diulang dalam 1+ hari, terbukti e$ekti$ mengobati kutu kepala./=. #aat ini, )*erme&tin oral dosis tunggal ++ Dg 3 kg yang kemudian diulang dalam 6 hari terbukti lebih e$ekti$ dari losio alathion +,9. /6 erapi ini juga telah berhasil diterapkan pada anak sekolah, dengan 0 dosis terpisah selama seminggu. /7 )*erme&tin dapat mele>ati sa>ar darah otak dan menghambat transmisi sara$ penting anak-anak mungkin memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami e$ek merugikan dari obat ini. ?leh karena itu, )*erme&tin tidak boleh digunakan pada anak dengan berat badan kurang dari 1 kg. /5 )*erme&tin juga tersedia dalam sediaan topikal 19. Pemakaian )*erme&tin topikal diaplikasikan selama 1+ menit.
15
#ul$ametoksa"ol-trimetoprim
?bat antibiotik oral #ul$ametho:a"ole-trimethoprim telah diketahui e$ekti$ terhadap kutu kepala. + elah diketahui bah>a antibiotik ini membunuh bakteri di dalam usus kutu atau mungkin memiliki e$ek toksik langsung terhadap kutu tersebut. #tudi lain menunjukkan bah>a butuh >aktu lama untuk membebaskan pasien dari kutu de>asa dan nimfa tapi tidak untuk telur (nits"# 1 asil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan e$ekti*itas ketika #ul$ametoksa"ol-trimetoprim diberikan dalam kombinasi dengan Permethrin 19 jika dibandingkan dengan Permetrin 19 atau #ul$ametoksa"ol-trimetoprim saja. 0
Ben"il alkohol 9 merupakan pedikulisid non neurotoksik pertama yang disetujui untuk pengobatan kutu kepala pada anak berusia lebih dari = bulan. ?bat ini bersi$at non neurotoksik dan
membunuh kutu kepala dengan &ara mengakibatkan as$iksia. <$ek samping yang biasa timbul adalah gatal, eritema, pioderma, dan iritasi pada mata. ?bat ini bersi$at non o*isidal dan harus dioleskan se&ara menyeluruh sehingga menyatu dengan rambut, lalu dibiarkan selama 1+ menit dan diulang dalam 6 hari. / Ealaupun disertai dengan pemberian non o*isidal lain, harus dipertimbangkan untuk diberikan pengobatan ulang dalam 5 hari atau dalam / siklus 4hari ke +, 6, dan 1/-18, seperti yang telah dibi&arakan sebelumnya.
#pinosad +,59
#pinosad +,59 saat ini tersedia bentuk sediaan topikal. Namun, sediaan ini belum tersedia di )ndia hingga saat ini. ?bat ini merupakan hasil $ermentasi dari organisme alami. #pinosad adalah &uran alami dari makrolid tetrasiklik pedisulisidal spinosyn A dan spinosyn 2. #pinosad mengganggu reseptor asetilkolin nikotinik pada serangga, sehingga menghasilkan eksitasi neuronal yang akan melumpuhkan kutu karena kelelahan neuromuskuler akibat hipereksitasi yang lama. #pinosad membunuh kutu baik yang bereakti$ dengan permethrin maupun yang resisten terhadap permethrin. #pinosad +,59 bersi$at o*isidal, membunuh telur dan kutu. Penyerapan sistemik tidak
terdeteksi setelah pengolesan tunggal #pinosad 1,79 topikal selama 1+ menit pada anak-anak. Pada penelitian a&ak, e%aluator&'lind , uji klinis multicenter pemberantasan kutu diketahui penggunaan #pinosad +,59 topikal tanpa penyisiran nits se&ara signi$ikan lebih e$ekti$ daripada Permetrin 19 dengan penyisiran nits, kemudian die*aluasi dalam 1 hari setelah 1 atau 0 kali pera>atan. #ebagian besar subyek yang diobati dengan #pinosad +,59 tanpa penyisiran nits hanya memerlukan pengobatan tunggal untuk memberantas kutu, sedangkan sebagian besar subyek yang diobati dengan
Permetrin 19 dengan penyisiran nit memerlukan 0 kali pera>atan. #pinosad se&ara umum tidak berbahaya. )ritasi pada kulit dan mata merupakan e$ek samping yang sering terjadi
)*erme&tin +,9 losio topikal
Berdasarkan 0 randomi$ed dou'le&'lind uji klinis $ase ))) yang membandingkan antara pengolesan antara )*erme&tin topikal dengan "at kontrol 4plasebo8 selama 1+ menit pada 671 pasien
dari Amerika #erikat yang berusia = bulan atau lebih, obat ini telah diterima untuk dapat digunakan pada pasien anak dengan usia = bulan atau lebih. %onjungti*itis, mata merah, iritasi mata, ketombe,
kulit kering, dan sensasi kulit terbakar adalah beberapa e$ek samping yang jarang ditemui.
?bat ini berasal dari ekstrak alami dari bunga krisantemum pyrethrins di$ormulasikan dengan piperonil butoksida. Pyrethrins bersi$at neurotoksik bagi kutu tetapi kadar toksisitasnya terhadap mamalia sangat rendah. Penggunaannya harus dihindari bagi yang alergi terhadap bunga krisan dan rag)eed . Penggunaan shampo piretrin-piperonil-butoksida telah dibandingkan dengan penggunaan losio pedikulisidal dengan &uran yang sama sebagai pedikulisid serta e$ek
o*isidalnya terhadap kutu kepala. eskipun kedua produk terbukti e$ekti$ dalam membunuh kutu, sampo memiliki si$at o*isidal yang lebih besar, +9 berbanding 09 untuk losio, setelah penyesuaian untuk kematian alami dari telur. =
Pyrethrins ditambah Piperonil butoksida tersedia dalam sediaan sampo atau foam yang dapat dioleskan pada rambut yang kering dan dibiarkan selama 10 menit lalu kemudian dibilas. idak terdapat akti*itas pedikulisidal dari residu yang menetap setelah dilakukan pembilasan. Namun, sediaan ini tidak ada yang memiliki si$at o*isidal terhadap telur yang baru menetas beberapa hari dan tidak memiliki sistem sara$ dimana 0+9 - /+9 dari telur tetap menetap setelah pengobatan, 6 yang memerlukan pengobatan kedua untuk membunuh nimf yang baru menetas dari telur yang bertahan dari pengobatan pertama. #elain itu, keberhasilan obat ini telah menurun selama beberapa periode akibat mun&ulnya resistensi yang si$atnya ber*ariasi. 17,6
Perbandingan antar Pedikulisid
erdapat sebuah studi yang membandingkan antara alathion +,9 dengan sampo !indane 19 pada pedikulosis kapitis. %edua sediaan menunjukkan akti*itas o*isidal in %itro, tetapi tidak benar-benar menghilangkan kutu yang baru menetas. idak ada e$ek samping yang dilaporkan dari
sediaan ini. 7 Akti*itas o*isidal kemudian die*aluasi pada = pedikulisid, dengan menggunakan telur dengan kondisi yang baik, berupa kutu yang berasal dari anak dengan in$estasi kutu kepala. #inergi dari empat obat Piretrin membunuh semua kutu dalam >aktu 1+-0/ menit, dan 0/-/09 dari telur akhirnya menetas losio alathion +,9 membunuh kutu dalam >aktu menit dan bersi$at sangat o*isidal, dengan hanya 9 dari telur yang menetas. #ampo !indane 1 9 adalah pedikulisid yang membutuhkan >aktu lama untuk bekerja, membutuhkan >aktu / jam untuk
membunuh semua kutu /+9 dari telur menetas setelah terapi. 6 2alam sebuah studi lebih lanjut tahun kemudian, tidak terdapat perubahan signi$ikan dalam e$ekti*itas losio alathion +,9 dibandingkan dengan hasil sebelumnya. 2i sisi lain, ada penurunan yang signi$ikan dalam akti*itas o*isidal dari !indane. Permetrin 19, yang tidak terdapat di pasaran pada saat studi asli dilakukan, dapat membunuh kutu kurang dari /+ menit, dan akti*itas o*isidalnya berkisar antara 6/9 sampai 5+9 4masing-masing dien&erkan dan tidak dien&erkan8. 5 1 tahun kemudian dilakukan e*aluasi dari e$ekti*itas pedikulisid pada k elompok yang sama, dan diketahui tingkat e$ekti*itas dari yang paling kuat hingga paling lemah adalah sebagai berikut ' losio alathion, produk Piretrin alami yang
disinergikan dengan Piperonil butoksida, Permethrin 19 yang dien&erkan dan tidak dien&erkan, dan sampo !indane 19 . alathion merupakan satu-satunya pedikulisid yang e$ekti*itasnya belum berkurang hingga saat ini. 7 Akti*itas pedikulisidal dari losio alathion +,9 apabila dibandingkan dengan Permethrin 19, pada kutu yang resisten terhadap permethrin, diketahui adanya resistensi knockdo)n yang bermutasi. @esistensi terhadap alathion tidak diamati dalam studi ini, dan alathion dapat membunuh kutu yang resisten terhadap Permethrin 1+ kali lebih &epat dari Permetrin. erapi dengan alathion selama 0+ menit, bukan dengan aplikasi selama 7 F 10 jam yang telah disetujui, menyembuhkan + dari 1 subjek 45798 yang diteliti, menunjukkan man$aat yang lebih dibandingkan Permethrin 19. 16 Untuk kutu kepala yang sulit untuk diobati, diberikan )*erme&tin oral sebanyak dua kali dengan jeda selama 6 hari, mungkin lebih e$ekti$ /6 atau sama man$aatnya dengan + pemberian losio topikal alathion +, 9. elah dibandingkan man$aat dan keamanan dari / pedikulisid topikal' #ebuah pedikulisid yang mengandung minyak elaleu&a 4minyak pohon teh8 dan minyak la*ender 4?3!?8 obat yang menyebabkan kutu kepala Gmati lemasG serta obat yang mengandung Pyrethrins dan piperonil butoksida 4P3PB8 . Persentase jumlah subjek yang bebas kutu setelah pengobatan terakhir dengan produk yang mengandung minyak pohon teh, minyak la*ender dan produk kutu Gmati lemasG, se&ara signi$ikan lebih tinggi dibandingkan dengan subyek yang bebas kutu 1 hari setelah pengobatan terakhir dengan produk yang mengandung pyrethrins dan piperonil butoksida. 1 #elanjutnya, pedikulisid penyebab Gmati lemasG, minyak
elaleu&a dan pedikulisid minyak la*ender 4?3!?8, telah terbukti signi$ikan bersi$at lebih o*isidal dibandingkan minyak kayu putih dan pedikulisid minyak pohon teh lemon. pedikulisid penyebab Gmati lemasG dan ? 3 !? juga sangat berkhasiat mela>an kutu. 0
Permetrin telah terbukti se&ara signi$ikan lebih baik daripada Pyrethrins ditambah Piperonil butoksida untuk memberantas kutu. /
Berikut merupakan pedikulisid yang direkomendasikan berdasarkan e%idence&'ased terdapat dalam abel 1
Obat Alternatif
inyak esensial telah dipergunakan se&ara luas dalam pengobatan tradisional untuk pemberantasan kutu kepala, tetapi karena *ariabilitas konstitusinya, mungkin tidak terdapat e$ek yang berman$aat. erdapat beberapa $ormula untuk pengobatan kutu kepala. an$aat dari konstitusi monoterpinoid telah diketahui se&ara in *itro. Terpinen&*&ol adalah senya>a yang paling e$ekti$ terhadap kutu de>asa, diikuti oleh senya>a monosiklik mono-oksigen lainnya, dimana nerolidol bersi$at mematikan bagi telur, tapi tidak e$ekti$ terhadap kutu de>asa.
Pada studi lain, minyak esensial yang terbukti paling e$ekti$ terhadap kutu se&ara in *itro adalah minyak pohon teh minyak kedua yang paling e$ekti$ adalah la*ender, dan terakhir adalah minyak lemon. !osio yang mengandung la*ender, peppermint, dan minyak kayu putih dengan komposisi 9 dan kombinasi kayu putih dan peppermint dalam konsentrasi total 1+9, dilarutkan dalam +9 etanol + isopropanol 41 H 18 dalam air telah terbukti e$ekti$ mela>an pedikulosis yang resisten terhadap Permetrin. 2ari <u&alyptus sidero:ylon, <u&alyptus globulus ssp globulus, dan <u&alyptus globulus ssp maidenii diketahui bah>a minyak <u&alyptus paling e$ekti$ terhadap pedikulosis yang resisten terhadap Permetrin. = inyak esensial yang diekstrak dari rimpang edy&hium spi&atum diketahui mempunyai akti*itas pedikulisidal in *itro. inyak esensial pada konsentrasi 9, 09, dan konsentrasi 19 menunjukkan akti*itas yang lebih signi$ikan daripada
produk 19 berbasis Permethrin. 6 an$aat ekstrak dan minyak yang diperoleh dari buah elia a"edara&h !. diketahui se&ara in %itro# 7 ingkat kematian kutu tertinggi diperoleh dari kombinasi 0+9 ekstrak buah matang dengan 1+9 minyak buah matang. Iormulasi yang didapatkan baik dari ekstraksi minyak 1+9 dengan penambahan pelarut dan bahan penga>et menunjukkan akti*itas pedi&ulisidal sebesar 50,/9. Produk juga berhasil dalam menunda atau menghambat mun&ulnya nim$a. 7 inyak esensial kulit ,innamomum memiliki e$ek o*isidal dan adultisidal, yang perlu dipelajari lebih lanjut. 5
#elain minyak esensial, shampoo dari ekstrak biji nimba 4A"adira&ta indi&a8 terbukti sangat e$ekti$ terhadap semua stadium kutu kepala. idak terdapat perbedaan yang jelas tentang man$aat sampo yang diamati antara >aktu pemaparan 1+, 1, atau /+ menit. idak terdapat e$ek samping, seperti iritasi kulit, rasa terbakar, atau bintik-bintik merah yang diamati pada kulit kepala, dahi, atau leher. =+ Jus buah anggur memiliki e$ek yang sangat &epat dan e$isien selain adanya keuntungan lainnya yaitu tidak mudah terbakar, aman untuk kulit, dan >angi. =1
Ayur*eda, &ara pengobatan )ndia, merekomendasikan sejumlah obat, termasuk diantaranya pasta almond pahit, bubuk dari kulit Celastrus pani&ulata 4alakanguni8 dengan minyak mustard, pasta yang terbuat dari biji halus bubuk &ustard apel 4#eetaa-phal8 dengan air, pasta tembakau, emulsi sabun-ka&ang 4rita8, A"adira&ta indi&a 4neem8, dan pasta ta>as 4Phitkari8.
Terapi dengan Mekanisme isik
Agen ?klusiAgen oklusi ini menimbulkan e$ek mati lemas terhadap kutu kepala. Agen oklusi ini telah digunakan se&ara luas namun belum die*aluasi untuk e$ekti*itasnya pada studi @C.
2ilakukan pijatan dengan menggunakan jel Petroleum pada seluruh permukaan rambut dan kulit kepala, kemudian ditutup dengan penutup kepala dan dibiarkan selama 1 malam. 2iharuskan untuk men&u&i kepala dengan rajin setidaknya 6-1+ hari ke depan untuk menghilangkan residu yang ada. 2iperkirakan bah>a "at kental ini menghalangi saluran pernapasan kutu de>asa serta lubang pada operkulum telur dan menghambat pertukaran udara yang e$isien.=0 )nterpretasi lain dari upaya ini adalah dilakukannya pemotongan rambut untuk membunuh telur dan kutu de>asa. inyak rambut lebih mudah untuk dihilangkan, tetapi mungkin tidak membunuh telur, dan pengobatan harus diulang setiap minggu selama minggu.=/ Beberapa agen oklusi lain yang disarankan mayones, tu' margarin, minyak herbal, dan minyak "aitun. Penelitian dari beberapa obat yang ada di rumah 4&uka, isopropil alkohol, minyak "aitun, mayones, mentega &air, dan jel petroleum8 mengungkapkan bah>a penggunaan jel petroleum menyebabkan kematian terbesar terhadap telur, sehingga hanya =9 telur
dioleskan pada rambut menyebabkan e$ek sesak napas, kemudian dikeringkan dengan pengering rambut, dibiarkan selama 1 malam dan di&u&i keesokan paginya. Proses ini harus diulang setiap minggu selama / minggu ke depan. Produk ini tidak bersi$at neurotoksik dan tidak membutuhkan pembersihan rumah yang menyeluruh.=
2imethi&one
!osio 9 4rantai panjang linier silikon dengan dasar silikon yang mudah menguap8 dengan 0 kali pera>atan selama 7 jam yang berjarak 1 minggu, telah memberantas =59 pasien di )nggris.== #tudi lain menemukan bah>a produk 2imethi&one aman dan lebih e$ekti$ dibandingkan Permethrin. =6 idak mungkin ditemukan adanya resistensi terhadap 2imeti&hone akibat e$ek dari kerja $isiknya.
iristat )sopropil
#olusio +9 dari iristat isopropil akan melarutkan lilin e:oskeleton dari kutu, yang mengakibatkan e$ek dehidrasi dan kematian dari kutu. =7,=5
2esikasi
The -ouse Buster , merupakan mesin modi$ikasi yang bekerja menggunakan udara panas selama /+ menit. #ebuah penelitian menunjukkan bah>a subjek mengalami hampir 1++9 kematian telur dan 7+9 kematian dari kutu yang baru menetas.6+ esin ini memiliki harga yang mahal, dan memerlukan pelatihan yang khusus bagi operator yang menjalankannya. Alat pengering biasa tidak dapat digunakan dalam proses ini, karena telah terbukti penggunaan pengering dan angin dapat menyebabkan kutu tetap hidup di udara dan berpotensi untuk menyebar ke orang lain di sekitarnya.
Penghilangan se&ara anual
Penghilangan telur kutu segera setelah pera>atan dengan pedikulisid tidak diperlukan untuk men&egah penyebaran, karena hanya kutu hidup yang dapat menyebabkan in$eksi. 2irekomendasikan untuk dilakukan penghilangan telur kutu se&ara manual setelah pengobatan dengan produk apapun 4terutama yang berjarak 1 &m dari kulit kepala8.61 #isir kutu bergigi rapat berman$aat untuk tindakan tersebut.60,6/ #tudi menunjukkan bah>a kutu dapat rusak dan jarang bertahan setelah dihilangkan dengan sisir dan sikat.6 2i )nggris, telah dilun&urkan kampanye masyarakat penggunaan sisir dan shampoo K'ug&'uster L6,6= &aranya adalah semua orang diinstruksikan untuk
rambut dalam keadaan basah. %ondisi rambut basah tampaknya memperlambat kutu. #ebuah penelitian terbaru menemukan bah>a G The Bug Buster kit 4*ersi 15578G merupakan pera>atan o%er& the&counter yang paling e$ekti$ untuk kutu kepala komunitas bila dibandingkan dengan penggunaan pedikulisid.66 al ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu G The Bug Buster kit 4*ersi
155=8G dimana alathion ditemukan dua kali lebih e$ekti$ sebagai K 'ug 'usting L. enyisir rambut dalam keadaan kering tampaknya tidak memiliki e$ek yang sama pada sebuah studi yang dilakukan di Australia di mana anak-anak menyisir rambut mereka setiap hari di sekolah dengan sisir biasa diketahui bah>a ternyata hal tersebut tidak e$ekti$. 67 Beberapa hal yang telah diketahui bah>a menyisir rambut dalam keadaan kering dengan kuat atau menyikatnya mungkin dapat menyebarkan kutu le>at udara melalui listrik statis.65 Pada sebuah studi menunjukkan bah>a penghilangan kutu se&ara manual tidak see$ekti$ pedikulisid dan tidak meningkatkan hasil pengobatan, bahkan ketika digunakan sebagai tambahan pada pengobatan dengan pedikulisid. 1=
#isir kutu bertenaga baterai GelektronikG dengan gigi berosilasi yang tersedia saat ini, mengklaim bah>a dapat untuk menghilangkan kutu hidup dan telur kutu dengan baik seperti sisir yang menyerupai 'ug $appers ke&il yang mengklaim dapat membunuh kutu hidup. 65 idak ada studi random terkontrol yang telah dilakukan pada kedua jenis sisir ini. Pada instruksi pemakaian, diperingatkan bah>a tidak boleh digunakan pada orang dengan gangguan kejang atau memakai alat pa&u jantung. Beberapa produk agen penghilang telur kutu mengklaim bah>a mereka dapat menghilangkan perekat yang dapat membuat telur kutu menempel pada batang rambut, sehingga membuat proses pengambilan telur kutu lebih mudah. Cuka atau $ormula mengandung &uka dapat dioleskan pada rambut selama / menit sebelum dilakukan penyisiran terhadap telur kutu. Namun, ternyata terbukti tidak terdapat man$aat klinis untuk tindakan tersebut.06,=/ Namun penggunaan hal ini tidak dianjurkan bersama dengan Permetrin, karena dapat mengganggu akti*itas residual dari Permetrin. eskipun begitu, tindakan pen&ukuran rambut kepala hingga habis dapat menjadi metode yang sederhana dan e$ekti$ untuk menghilangkan kutu dan telur di negara-negara berkembang.
!esistensi ter"adap Pedikulisid
Angka kejadian sesungguhnya pre*alensi dari resistensi pedikulisid tertentu tidak diketahui, dan dapat ber*ariasi dari suatu daerah ke daerah lainnya.01,0,07,5,7+,71,70 Baru-baru ini, dalam sebuah penelitian di Jerman, diketahui bah>a kelapa dan spray adas se&ara signi$ikan lebih e$ekti$ daripada losio Permetrin +,/9 pada Pedikulosis kapitis yang menunjukkan resistensi klinis.7/
#ubstitusi asam amino 4hr505)le dan !eu5/0Phe8 dalam subunit alpha dari saluran natrium bertegangan dianggap dapat mengurangi atau menunda e$ek insektisida dari Permethrin dan di&hlorodiphenyltri&hloroethane 4228. Urutan 2NA berlambang 0 mutasi disebut resistensi knockdo)n (.DR"&like geen. Namun, pada pemeriksaan terhadap populasi Pedikulus kapitis
diperiksa, .DR&like gene tidak berkorelasi dengan kegagalan terhadap pengobatan Permetrin atau Piretrin.7 #ebuah en"im mediated malathion&specific esterase sepertinya merupakan mekanisme resistensi kutu terhadap alathion. 0+
2alam hal kegagalan pengobatan, akan lebih berman$aat untuk mempertimbangkan misdiagnosis 4tidak ada kutu akti$ atau kesalahan identi$ikasi8 kurangnya kepatuhan 4pasien tidak mampu atau tidak mau mengikuti protokol pengobatan8 pengobatan yang tidak memadai 4tidak menggunakan produk yang &ukup pada rambut8 rein$estasi 4kutu mun&ul kembali setelah pengobatan8 kurangnya e$ek o*isidal atau sisa dari pedikulisid 4telur yang tidak mati bisa menetas dan menyebabkan rein$estasi8 dan 3 atau resistensi dari kutu terhadap pedikulisid tersebut.7 Pada pasien yang berusia lebih tua dari = bulan dan 0 bulan dengan kasus resistensi, dapat digunakan Pinosad, Ben"il Alkohol 9 atau alathion +,9. Namun, pada pasien yang lebih muda, dianjurkan untuk menggunakan teknik penghilangan se&ara manual atau terapi oklusi dengan teknik yang benar dan hati-hati, serta dengan penggunaan 0 - siklus >aktu pengobatan yang tepat.
Apa yang baru diketahui(
?bat F obatan yang dibahas antara lain #pinosad, )*erme&tin topikal, Ben"il alkohol, obat-obatan alternati$. 2ilakukan perbandingan antara pedikulisid dan telah diuraikan masalah mengenai resistensi akan pedikulisid.