SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DENGAN KONSEP PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri

139

SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG BERBASIS WEBSITE

MENGGUNAKAN METODE WATERFALL DENGAN KONSEP

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Erma Delima Sikumbang

Program Studi Komputerisasi Akuntansi AMIK BSI Jakarta

erma@bsi.ac.id

ABSTRACT—The system supplies of goods made at this time still use manual, in which the data recording still use paper that is not guaranteed the accuracy of the data, the possibility of recording errors and calculations of transactions that occur, the difficulty in finding the required data and control inventory. Inventory information system design uses a web-based PHP programming language supported by a MySQL database. Model development system used is the waterfall model, analysis and design using diagrams contained in UML. With a system of web-based inventory information can reduce the risk of errors in recording inventory information, speed up report creation and help in generating decisions accurately and quickly so that customer service can be increased and improved.

Keywords: Information Systems, Inventory, UML

INTISARI—Sistem persediaan barang yang dilakukan pada saat ini masih menggunakan cara manual, dimana pencatatan data masih menggunakan kertas sehingga kurang terjamin keakuratan data, kemungkinan terjadi kesalahan pencatatan dan perhitungan atas transaksi yang terjadi, kesulitan dalam mencari data yang dibutuhkan dan mengkontrol stok barang. Perancangan sistem informasi persediaan barang berbasis web ini menggunakan bahasa pemrograman PHP didukung dengan database MySQL. Model pengembangan sistem yang digunakan adalah model waterfall, analisis dan desain menggunakan diagram yang terkandung di dalam UML. Dengan sistem informasi persediaan barang berbasis web ini dapat mengurangi resiko kesalahan informasi dalam pencatatan persediaan barang, mempercepat pembuatan laporan dan membantu dalam menghasilkan keputusan-keputusan yang akurat dan cepat sehingga pelayanan terhadap pelanggan dapat meningkat dan membaik.

Kata Kunci: Sistem Informasi, Persediaan Barang, UML

PENDAHULUAN

Dalam era globalisasi sekarang ini perkembangan dalam berbagai aspek sudah semakin maju dan modern, kebutuhan akan teknologi informasi

menjadi salah satu faktor yang turut mendukung bagi pertumbuhan perusahaan. Dengan adanya kebutuhan informasi yang semakin lama meningkat maka diperlukannya suatu sistem yang baik dan cepat.

Perusahaan yang bergerak dibidang penjualan bahan-bahan bangunan yang masih menggunakan cara manual, dimana dalam kegiatan operasional sistem persediaan barang masih dicatat menggunakan media kertas. Pemakaian komputer sebagai alat pengolah data dapat dikatakan yang terbaik untuk saat ini, karena dapat meningkatkan kecepatan pekerjaan sehingga mampu menghasilkan keluaran berupa informasi yang akurat serta efisiensi tenaga dan waktu dalam mengolah data. Dengan demikian kemungkinan kesalahan perhitungan dengan cara manual dapat diatasi jika tersedia dukungan suatu sistem yang terkomputerisasi.

Menurut Sophian (2014) memberikan penjelasan bahwa: Dalam penjualan dan persediaan barang-barangnya Toko Swastika Servis Bangunan tersebut masih menggunakan sistem yang manual sehingga dapat dibayangkan susahnya mendapatkan informasi keadaan barang yang telah terjual dan persediaan stok barang di gudang yang masih ada. Berdasarkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Toko Swastika Servis Bangunan dalam melakukan pengolahan data penjualan dan persediaan barang tersebut, dibuatlah perancangan sistem informasi penjualan dan pengendalian stok barang pada Toko Swastika Servis Bangunan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 didukung dengan database MySQL. Dengan adanya sistem pengolahan data secara terkomputerisasi maka pimpinan akan dapat mengambil langkah – langkah yang tepat dalam pengambilan keputusan, pembuatan laporan persediaan dan laporan penjualan hanya memerlukan waktu yang singkat dan mempu menghasilkan laporan dan informasi yang akurat.

Beberapa hal yang dapat menimbulkan kendala pada suatu sistem yang dilakukan secara manual diantaranya akan membuat jenuh, karena harus dicatat dan diproses berulang kali, banyaknya jumlah data yang harus diolah, kerumitan dalam pemrosesan suatu data, terbatasnya waktu yang digunakan dalam mengolah data yang beraneka ragam sehingga sulit mencari data yang diinginkan bila diperlukan.

(2)

Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri

140

Pemakaian komputer sebagai alat pengolah data dapat dikatakan yang terbaik untuk saat ini, karena dapat meningkatkan kecepatan pekerjaan sehingga mampu menghasilkan keluaran berupa informasi yang akurat serta efisiensi tenaga dan waktu dalam mengolah data. Dengan demikian kemungkinan kesalahan perhitungan dengan cara manual dapat diatasi jika tersedia dukungan suatu sistem yang terkomputerisasi

BAHAN DAN METODE

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dilakukan metode, antara lain :

1. Metode Pengamatan Langsung

Metode ini merupakan cara pengumpulan data secara langsung dengan mengamati objek penelitian dari sejumlah individu dalam jangka waktu yang bersamaan.

2. Metode Wawancara

Melakukan wawancara dan tanya jawab untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan luas mengenai semua kegiatan yang berhubungan 3. Metode Studi Pustaka

Selain metode diatas juga melakukan studi kepustakaan melalui literatur – literatur atau referensi – referensi melalui buku, jurnal maupun melalui internet.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam melakukan suatu perancangan sistem perlu dilakukan analisa kebutuhan software hingga dapat mengetahui proses yang terjadi dan menentukan masalah masalah yang terjadi dalam suatu sistem. Pembahasan ini dimulai dari halaman login, yang menyediakan login admin, staff gudang dan bagian penjualan. Halaman admin terdapat otorisasi mengelola data user, data supplier, data outlet, data barang, data jenis barang, transaksi pemesanan, dan laporan – laporan. Halaman Staff gudang terdapat otorisasi mengelola data supplier, data outlet, data barang, data jenis barang, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar dan laporan-laporan.

Model penggembangan sistem yang digunakan yaitu model Waterfall yang menjelaskan analisa kebutuhan software, desain, code generation, testing dan support yang akan digunakan

A. Analisa Kebutuhan Software

Kebutuhan – kebutuhan tersebut didokumentasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pengguna sistem informasi persediaan barang antara lain :

1. Kebutuhan fungsional Staff Gudang

Data Barang, Membuat surat jalan, Retur Barang 2. Kebutuhan fungsional Bagian penjualan.

Membuat kwitansi dan Laporan Barang 3. Kebutuhan fungsional Administator Sistem

Pemesanan barang pada supplier

B. Desain

Desain merupakan proses multi langkah yang terkait dengan pengembangan aplikasi.

1. Desain Sistem a. Use Case Diagram

Use Case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antar pengguna sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai.

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 1. Use Case Diagram Halaman Staff Gudang Tabel 1. Deskripsi Use Case Mengelola Transaksi Barang Masuk

Use Case Name Mengelola Transaksi Barang Masuk

Requirement B5

Goal Staff Gudang dapat menambah dan mencetak data transaksi barang masuk

Pre-conditions Staff Gudang telah login

Post-condition Data transaksi barang masuk tersimpan dan tercetak Failled end condition Gagal menambah dan mencetak data transaksi

barang masuk

Primary Actors Staff Gudang

Main Flow / Basic Path 1. Staff Gudang memilih menu transaksi barang masuk

Sistem menampilkan

form data barang masuk

2. Staff Gudang memasukan data transaksi

3. Staff Gudang memilih tombol “Tambah” 4. Sistem menampilkan

daftar item transaksi barang masuk 5. Staff Gudang memilih

(3)

Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri

141

tombol “Simpan” 6. Sistem menyimpan data

transaksi barang masuk dan menampilkan faktur barang masuk

7. Staff Gudang dapat mencetak faktur barang masuk

Alternate Flow/Invariant

1

7a. Staff Gudang dapat membatalkan cetak faktur barang masuk

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

b. Activity Diagram

Activity Diagram Mengelola Transaksi Pemesanan Barang

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 2. Activity Diagram Mengelola Transaksi Pemesanan Barang

c. Component Diagram

Component diagram adalah diagram yang menunjukan model secara fisik komponen perangkat lunak dalam sistem dan hubungan antar mereka

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 3. Component Diagram

d. Deployment Diagram

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 4. Deployment Diagram

2. Desain Database

Desain database menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD)

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 5. Entity Relationship Diagram Rancangan Logical Record Structure (ERD)

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

(4)

Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri

142

3. Desain User Interface

a) Transaksi Pemesanan

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 7. Tampilan Transaksi Pemesanan b) Transaksi Barang Masuk

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 8. Tampilan Transaksi Barang Masuk c) Transaksi Barang Keluar

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 9. Tampilan Transaksi Barang Keluar

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 10. Tampilan Laporan Stok Barang

C. Code Generation

Pada tahap ini rancangan sistem informasi yang akan dibuat dan di implementasikan menggunakan bahasa pemrograman HTML, PHP, CSS dan JavaScript dengan database MySQL.

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

Gambar 11. Tampilan Code Transakasi Pemesanan

D. Testing

Sebuah proses yang mengdeskripsikan hasil program yang telah dibuat dengan menggunakan black box testing untuk proses pada tahap pengujiannya sehingga dapat sesuai harapan.

(5)

Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri

143

Tabel 2. Hasil Pengujian Black Box Testing Transaksi Pemesanan

Sumber: Hasil Penelitian (2016)

E. Support

Software untuk menunjang kebutuhan sistem informasi persediaan barang antara lain:

1. Support Server

a. Sistem Operasi: Linux b. Web Server: Apache 2.X c. Database: MySQL Server

d. Bahasa Script: PHP, HTML, CSS, JavaScript e. Web Browser: Mozilla FireFox, Chrome

2. Suppor Client

a. Sistem Operasi: Windows

b. Web Browser: Mozilla FireFox, Chrome

KESIMPULAN

Sistem informasi persediaan barang berbasis web yang terkomputerisasi dapat memudahkan proses pencarian data – data yang diperlukan. Sistem informasi persediaan barang berbasis web yang terkomputerisasi dapat memudahkan dalam mengkontrol stok barang. Sistem informasi persediaan barang berbasis web yang terkomputerisasi dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pencatatan maupun perhitungan atas transaksi yang terjadi.. Proses komputerisasi dapat mempercepat pembuatan laporan yang ditampilkan secara cepat, lengkap dan akurat. Penggunaan teknologi komputerisasi membantu dalam menghasilkan keputusan-keputusan yang akurat dan cepat, sehingga pelayanan terhadap pelanggan dapat meningkat dan membaik.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima Kasih untuk tempat penelitian yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini.

REFERENSI

Amborowati, Armadyah (2007). Pengantar Pemrograman Terstruktur. Yogyakarta: ANDI

Buana, I Komang Setia (2014). Jago Pemrograman PHP. Jakarta Timur: Dunia Komputer.

Jogiyanto (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur, Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta. Andi

Komputer, Wahana (2012). Membangun Web Interaktif dengan Adobe Dreamweaver CS5.5, PHP dan MySQL. Semarang. Andi

Kristanto, Andi (2010). Kupas Tuntas PHP dan MySQL. Klaten: Cable Book.

Madcoms (2012). JavaScript Untuk Membangun Website Profesional. Yogyakarta: ANDI

Sophian, Sophan. 2014. Pengimplementasian dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Pengendalian Stok Barang Pada Toko Swastika Servis(SS) Bangunan dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0 Didukung dengan Database MySQL. ISSN : 1693:753X. Padang : Jurnal Momentum Volume 16, No.2, Agustus 2014: 34-44. N o Sistem Pengujia n Test Case Hasil yang diharapkan Hasil penguji an Kesimpu lan 1 Memilih tombol “Tambah ” dan mengisi data form item pemesan an dengan data yang benar Nama Item Barang: (Terisi) Jumlah: (Terisi) Satuan: (Terisi) Sistem akan menyimpan data tersebut dan menampilkan tabel daftar item pemesanan Sesuai Harapan Valid 2 Memilih tombol “Tambah ” dan mengoso ngkan semua data item pemesan an Nama Item Barang: (kosong) Jumlah: (kosong) Satuan: (kosong) Sistem akan menampilkan pesan “Nama Barang belum diisi, harus anda isi!, Data

satuan, jumlah belum diisi, harus anda isi!” Sesuai Harapan Valid 3 Memilih tombol “Hapus” pada daftar item pemesan an Sistem akan menghapus data barang tersebut pada tabel daftar item Sesuai Harapan Valid 4 Memilih tombol “Simpan” setelah semua form data transaksi terisi No. Pemesan an: (Terisi) Tanggal Transaksi : (Terisi) Supplier: (Terisi) Keterang an: (Terisi) Sistem akan menyimpan data tersebut dan menampilkan data pesanan barang Sesuai Harapan Valid 5 Memilih tombol gambar printer pada data pesanan barang Sistem akan menampilkan dialog untuk mencetak dokumen Sesuai Harapan Valid

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :