Latar Belakang Latar Belakang
Dalam Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dijelaskan bahwa Promosi Kesehatan Dalam Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dijelaskan bahwa Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk
merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaranpembelajaran dari, oleh, untuk dan
dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, sertabersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Hal ini sesuai dengan Visi dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Hal ini sesuai dengan Visi Kementerian Kesehatan yaitu “Masyarakat y
Kementerian Kesehatan yaitu “Masyarakat yang Mandiri untuk ang Mandiri untuk Hidup Sehat”Hidup Sehat” dimana lebihdimana lebih menitikberatkan kepada upaya preventif dengan melakukan pembinaan perilaku
menitikberatkan kepada upaya preventif dengan melakukan pembinaan perilaku hidup bersihhidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Dalam usahanya untuk meningkatkan derajat dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Dalam usahanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Kemenkes RI melalui Promosi Kesehatan menggunakan program kesehatan masyarakat, Kemenkes RI melalui Promosi Kesehatan menggunakan program yang disebut program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu target yang disebut program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu target pembanguna
pembangunan di bidang kn di bidang kesehatan aesehatan adalah tercapainydalah tercapainya a Perilaku Hidup BePerilaku Hidup Bersih dan Sehrsih dan Sehatat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. (Rencana Strategis (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. (Rencana Strategis Kesehatan: 2010-2014
Kesehatan: 2010-2014).).
Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu wil
Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu wilayah yang telah menjalin ayah yang telah menjalin kerjasamakerjasama dengan FKIK UIN Jakarta. Sehingga kota ini menjadi sasaran untuk dilakukan intervensi dengan FKIK UIN Jakarta. Sehingga kota ini menjadi sasaran untuk dilakukan intervensi program kesehatan masyarakat terutama program PHBS pada tatanan rumah tangga. Kota program kesehatan masyarakat terutama program PHBS pada tatanan rumah tangga. Kota Tangerang Selatan adalah sebuah kota baru di Provinsi Banten yang berdiri
Tangerang Selatan adalah sebuah kota baru di Provinsi Banten yang berdiri sejak tahun 2008.sejak tahun 2008. Meskipun terbilang baru, Kota Tangerang Selatan memiliki jumlah penduduk yang cukup Meskipun terbilang baru, Kota Tangerang Selatan memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak, yaitu ± 1.076.302 jiwa yang tersebar dalam 7 Kecamatan. Kecamatan yang terpadat banyak, yaitu ± 1.076.302 jiwa yang tersebar dalam 7 Kecamatan. Kecamatan yang terpadat adalah Ciputat Timur yaitu 10.642/KM².
adalah Ciputat Timur yaitu 10.642/KM².
Kecamatan ciputat timur ini dipilih sebagai kecamatan intervensi dengan Kelurahan Kecamatan ciputat timur ini dipilih sebagai kecamatan intervensi dengan Kelurahan Rempoa yang merupakan bagian kecamatan ciputat timur sebagai kelurahan/desa binaan Rempoa yang merupakan bagian kecamatan ciputat timur sebagai kelurahan/desa binaan Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Hal ini dikarenakan Rempoa merupakan (FKIK), UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Hal ini dikarenakan Rempoa merupakan kelurahan/desa terpadat di Kecamatan Ciputat Timur. Wilayah yang padat sangat berisiko kelurahan/desa terpadat di Kecamatan Ciputat Timur. Wilayah yang padat sangat berisiko tinggi menyebarnya penyakit menular seputar PHBS
tinggi menyebarnya penyakit menular seputar PHBS dan permasalahan kesehatan masyarakdan permasalahan kesehatan masyarakatat lainnya.
lainnya.
Berdasarkan data tahun 2010 yang dikumpulkan secara random oleh mahasiswa yang Berdasarkan data tahun 2010 yang dikumpulkan secara random oleh mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan PBL, diketahui hanya 18.10 % Rumah Tangga yang sedang melakukan kegiatan PBL, diketahui hanya 18.10 % Rumah Tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah Rempoa. Hasil observasi melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah Rempoa. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa li
juga menunjukkan bahwa lingkungangkungan Rempoa n Rempoa merupakan lingkungan yang padat penduduk,merupakan lingkungan yang padat penduduk, sebagian besar pemukiman penduduk berbentuk kontrakan, dan tingkat kebersihan sebagian besar pemukiman penduduk berbentuk kontrakan, dan tingkat kebersihan lingkungan juga masih cukup rendah. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya tumpukan lingkungan juga masih cukup rendah. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya tumpukan
sampah, saluran pembuangan limbah yang belum sesuai, banyaknya kandang hewan ternak sampah, saluran pembuangan limbah yang belum sesuai, banyaknya kandang hewan ternak yang dekat dengan pemukiman warga, dll. Sementara berdasarkan profil Kesehatan Kota yang dekat dengan pemukiman warga, dll. Sementara berdasarkan profil Kesehatan Kota Tangerang selatan dan Laporan Surveilans W2 diketahui wilayah Rempoa memiliki jumlah Tangerang selatan dan Laporan Surveilans W2 diketahui wilayah Rempoa memiliki jumlah kasus penyakit ISPA yang besar dibandingkan dengan kelurahan lain terutama di wilayah kasus penyakit ISPA yang besar dibandingkan dengan kelurahan lain terutama di wilayah industri Sandratex. Hal ini dipertegas dengan observasi terhadap beberapa rumah dan hasil industri Sandratex. Hal ini dipertegas dengan observasi terhadap beberapa rumah dan hasil kegiatan
kegiatan focus focus group group discussiondiscussion bersama tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan dibersama tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan di RW
RW 04 Keluraha04 Kelurahan Pamulang Barat (PBL Ken Pamulang Barat (PBL Kesmas: 2010), basmas: 2010), bahwa kasus ISPA yhwa kasus ISPA yang terjadiang terjadi disebabkan antara lain dari kebiasaan merokok, masih adanya pembakaran sampah, disebabkan antara lain dari kebiasaan merokok, masih adanya pembakaran sampah, kurangnya asupan makan yang mengakibatkan daya tahan tubuh kurang dan juga kondisi kurangnya asupan makan yang mengakibatkan daya tahan tubuh kurang dan juga kondisi rumah yang kurang sehat.
rumah yang kurang sehat.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim dosen Kesehatan Masyarakat UIN Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim dosen Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2011, dengan metode harlonkami menyimpulkan Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2011, dengan metode harlonkami menyimpulkan bahwa terdapat lima besar masalah PHBS yang menduduki peringkat teratas dari sepuluh bahwa terdapat lima besar masalah PHBS yang menduduki peringkat teratas dari sepuluh indikator PHBS di kelurahan Rempoa Tangerang Selatan. Diantaranya mencakup indikator indikator PHBS di kelurahan Rempoa Tangerang Selatan. Diantaranya mencakup indikator sebagai berikut: 1)
sebagai berikut: 1) merokok dalam rumah, 2) tidak memberikan asi ekslusif, 3) tidak menggunakanmerokok dalam rumah, 2) tidak memberikan asi ekslusif, 3) tidak menggunakan air bersih, 4) tidak melakukan aktifitas fisik setiap hari, 5) tidak makan buah sayur.
air bersih, 4) tidak melakukan aktifitas fisik setiap hari, 5) tidak makan buah sayur.
Hasil survei menunjukkan terdapat 61.4 % responden yang mengatakan ada anggota rumah Hasil survei menunjukkan terdapat 61.4 % responden yang mengatakan ada anggota rumah tangganya yang merokok di dalam rumah. Dan hanya 9.5 % yang tidak pernah merokok di depan tangganya yang merokok di dalam rumah. Dan hanya 9.5 % yang tidak pernah merokok di depan orang lain sementara sisanya pernah merokok di depan orang lain.
orang lain sementara sisanya pernah merokok di depan orang lain. Hal ini menunjukkan permasalahanHal ini menunjukkan permasalahan merokok dalam rumah merupakan masalah yang paling urgen di
merokok dalam rumah merupakan masalah yang paling urgen di wilayah Kelurahan Rempoawilayah Kelurahan Rempoa
Berikut ini adalah hasil analisis terhadap akar permasalahan tingginya perilaku Berikut ini adalah hasil analisis terhadap akar permasalahan tingginya perilaku merokok didalam rumah pada warga
merokok didalam rumah pada warga Kelurahan Rempoa Tangerang Selatan:Kelurahan Rempoa Tangerang Selatan:
DIAGRAM TULANG IKAN DIAGRAM TULANG IKAN
MELIHAT AKAR MASALAH DARI MEROKOK DI DALAM RUMAH MELIHAT AKAR MASALAH DARI MEROKOK DI DALAM RUMAH
Lingkungan Lingkungan keluarga (Bapak keluarga (Bapak perokok) perokok) Pengetahuan masyarakat Pengetahuan masyarakat
tentang dampak bagi tentang dampak bagi perokok pasif dan aktif perokok pasif dan aktif
Sosial budaya Sosial budaya masyarakat perokok masyarakat perokok Perilaku merokok di Perilaku merokok di depan umum depan umum Tingginya Perilaku Tingginya Perilaku Merokok di dalam Merokok di dalam Rumah Rumah
Setelah dilakukan pencarian akar masalah maka tahapan selanjutnya adalah Setelah dilakukan pencarian akar masalah maka tahapan selanjutnya adalah melakukan kegiatan intervensi dengan cara melakukan program kesehatan. Dengan adanya melakukan kegiatan intervensi dengan cara melakukan program kesehatan. Dengan adanya program kesehatan diharapkan dapat mengura
program kesehatan diharapkan dapat mengurangi tingginya perilaku merokok di ngi tingginya perilaku merokok di dalam rumahdalam rumah pada wilayah tersebut.
pada wilayah tersebut.
Atas dasar tersebut, maka kami dari mahasiswa semester IV Promosi Kesehatan UIN Atas dasar tersebut, maka kami dari mahasiswa semester IV Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin mengadakan program kesehatan sebagai intervensi perilaku Syarif Hidayatullah Jakarta ingin mengadakan program kesehatan sebagai intervensi perilaku merokok pada tatanan rumah tangga di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan. merokok pada tatanan rumah tangga di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan. Kegiatan juga didasarkan atas kewajiban kami, dalam memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kegiatan juga didasarkan atas kewajiban kami, dalam memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan Komunitas. Pada mata kuliah tersebut, kami ditugaskan untuk melaksanakan Kesehatan Komunitas. Pada mata kuliah tersebut, kami ditugaskan untuk melaksanakan beberapa kegiatan terkait kesehatan. Adapun beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah beberapa kegiatan terkait kesehatan. Adapun beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah program mengurangi perilaku merokok dalam rumah melalui 1) penyuluhan
program mengurangi perilaku merokok dalam rumah melalui 1) penyuluhan tentang dampak tentang dampak bagi perokok pasif dan aktif dan bahaya merokok di depan umum bagi kepala keluarga, 2) bagi perokok pasif dan aktif dan bahaya merokok di depan umum bagi kepala keluarga, 2)
Pendidikan Keseha
BAB III BAB III
PROGRAM KESEHATAN TENTANG PERILAKU MEROKOK PROGRAM KESEHATAN TENTANG PERILAKU MEROKOK
DI DALAM RUMAH BAGI WARGA DI WILAYAH KELURAHAN REMPOA DI DALAM RUMAH BAGI WARGA DI WILAYAH KELURAHAN REMPOA
A.
A. PENGERTIAN DAN SASARANPENGERTIAN DAN SASARAN
Berdasarkan hasil survey Rempoa, maka kami menegemukakan beberapa definisi Berdasarkan hasil survey Rempoa, maka kami menegemukakan beberapa definisi terkait dalam prioritas masalah yang kami pilih, yaitu Intervensi Bahaya Rokok dalam terkait dalam prioritas masalah yang kami pilih, yaitu Intervensi Bahaya Rokok dalam keluarga. Berdasarkan data, bahwa hanya 9,5% setiap individu anggota keluarga yang tidak keluarga. Berdasarkan data, bahwa hanya 9,5% setiap individu anggota keluarga yang tidak pernah merokok didepan orang lain. Sedangkan sisanya merokok di depan orang lain. pernah merokok didepan orang lain. Sedangkan sisanya merokok di depan orang lain. Anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok di dalam rumah
Anggota keluarga yang punya kebiasaan merokok di dalam rumah sebanyak sebanyak 61.4%
61.4%, dengan rincian responden yang mengatakannya kadang-kadang ada 41.8 %., dengan rincian responden yang mengatakannya kadang-kadang ada 41.8 %. Sedangkan sering (26.3 %), selalu (13.4 %) dan tidak pernah ada 18.5 %. Hal ini Sedangkan sering (26.3 %), selalu (13.4 %) dan tidak pernah ada 18.5 %. Hal ini menunjukkkan bahwa masih kurangnya kesadaran responden khususnya dalamanggota menunjukkkan bahwa masih kurangnya kesadaran responden khususnya dalamanggota keluarga untuktidak merokok. Oleh sebab itu kami mengambil sasaran primer dalam keluarga untuktidak merokok. Oleh sebab itu kami mengambil sasaran primer dalam intevensi ini adalah keluarga secara umum (Bapak, ibu, anak, nenek, kakek, dan anggota intevensi ini adalah keluarga secara umum (Bapak, ibu, anak, nenek, kakek, dan anggota keluarga lainnya) dan Bapak sebagai anggota secara khusus.
keluarga lainnya) dan Bapak sebagai anggota secara khusus. 1.
1. Beberapa PengertianBeberapa Pengertian a.
a. Promosi KesehatanPromosi Kesehatan
Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik
setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehayang berwawasan kesehatan.tan. b.
b. Rumah TanggaRumah Tangga
Adalah wahana atau wadah, dimana keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan Adalah wahana atau wadah, dimana keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak
anak-anaknya melaksanakan nya melaksanakan kehidupan sehari-harikehidupan sehari-hari c.
c. Perilaku tidak Merokok tatanan Rumah Perilaku tidak Merokok tatanan Rumah TanggaTangga
Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu untuk tidak merokok didalam rumah sehingga dapat meningkatkan kesehatan, mampu untuk tidak merokok didalam rumah sehingga dapat meningkatkan kesehatan, memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
masyarakat. 2.
2. Sasaran IntervensiSasaran Intervensi a.
Sasaran Intervensi pencegahan rokok di rumah tangga adalah seluruh anggota Sasaran Intervensi pencegahan rokok di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam :
keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam : 1)
1) Sasaran primerSasaran primer
Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah). anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah). Dalam hal ini kami memilih para orang tua (Bapak) dan laki-laki dalam anggota Dalam hal ini kami memilih para orang tua (Bapak) dan laki-laki dalam anggota keluarga yang sudah dimungkinkan mencoba mer
keluarga yang sudah dimungkinkan mencoba merokok.okok. 2)
2) Sasaran sekunderSasaran sekunder
Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya, kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh misalnya, kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petuga
masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, s kesehatan dan lintas sektor terkait, PKKPKK 3)
3) Sasaran tersierSasaran tersier
Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya program atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya program intervensi tanpa rokok, misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, intervensi tanpa rokok, misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, tokoh masyarakat dll.
tokoh masyarakat dll. 3.
3. TujuanTujuan
Setelah dilakukan pemetaan PHBS pada tatanan rumah tangga di wilayah Kelurahan Setelah dilakukan pemetaan PHBS pada tatanan rumah tangga di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan, maka didapatkan satu prioritas permasalahan yang akan kami Rempoa, Tangerang Selatan, maka didapatkan satu prioritas permasalahan yang akan kami intervensi yaitu: Presentase anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok di dalam intervensi yaitu: Presentase anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok di dalam rumah
rumah sebanyak 61.4%sebanyak 61.4%. Berdasarkan hal tersebut, maka kami rumuskan tujuan umum dan. Berdasarkan hal tersebut, maka kami rumuskan tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut:
tujuan khusus sebagai berikut: Tujuan Umum :
Tujuan Umum :
Meningkatkan PHBS dalam hal perilaku merokok dalam rumah pada tatanan rumah Meningkatkan PHBS dalam hal perilaku merokok dalam rumah pada tatanan rumah tangga di wilayah Kelurahan
tangga di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan sebanyak 40% pada tahun 2012.Rempoa, Tangerang Selatan sebanyak 40% pada tahun 2012. Tujuan Khusus :
Tujuan Khusus :
Menurunkan presentase anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok dalam Menurunkan presentase anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok dalam rumah di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan
rumah di wilayah Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan daridari 61.4%61.4% menjadi 40% pada tahunmenjadi 40% pada tahun 2013.
2013.
B. STRATEGI INTERVENSI KELUARGA BEBAS ROKOK B. STRATEGI INTERVENSI KELUARGA BEBAS ROKOK A. STRATEGI KELUARGA BEBAS ROKOK
A. STRATEGI KELUARGA BEBAS ROKOK
Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit. Perilaku tidak hanya Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit. Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga dimensi menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma, melainkan juga dimensi ekonomi, yaitu hal-hal yang mendukung perilaku, maka promosi
melaksanak
melaksanakan strategi an strategi yang bersifat paripurna (komprehensif), khususnya dalam yang bersifat paripurna (komprehensif), khususnya dalam menciptakanmenciptakan perilaku baru (kebiasaan tidak
perilaku baru (kebiasaan tidak merokok dalam keluarga.merokok dalam keluarga. B.
B. PROGRAM KELUARGA BEBAS TANPA ASAP ROKOKPROGRAM KELUARGA BEBAS TANPA ASAP ROKOK B.1
B.1 Pelatihan Bagi Tokoh Masyarakat dan Kader Kesehatan di Wilayah RempoaPelatihan Bagi Tokoh Masyarakat dan Kader Kesehatan di Wilayah Rempoa Program Pelatihan tentang rokok bagi
Program Pelatihan tentang rokok bagi tokoh masyarakat dan kader kesehatan di Wtokoh masyarakat dan kader kesehatan di Wilayahilayah Rempoa merupakan kegiatan inovatif yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan Rempoa merupakan kegiatan inovatif yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berbasis data. Konsep dasar pelatihan tentang rokok bagi bagi tokoh masyarakat dan kader berbasis data. Konsep dasar pelatihan tentang rokok bagi bagi tokoh masyarakat dan kader mengacu pada kebijakan nasional promosi
mengacu pada kebijakan nasional promosi kesehatan, promosi kesehatan daerah, manajemenkesehatan, promosi kesehatan daerah, manajemen penyuluhan kesehatan masyarakat tingkat Puskesmas dan PHBS tentang perilaku merokok penyuluhan kesehatan masyarakat tingkat Puskesmas dan PHBS tentang perilaku merokok pada tatanan rumah tangga. Langkah awal program kesehatan tentang perilaku merokok di pada tatanan rumah tangga. Langkah awal program kesehatan tentang perilaku merokok di wilayah Rempoa adalah dengan melakukan
wilayah Rempoa adalah dengan melakukan ” ” Pelatihan Pelatihan Tentang Tentang Rokok Rokok bagibagi tokoh tokoh masyarakat
masyarakat dan dan kader kader kesehatan kesehatan di di Wilayah Wilayah RempoaRempoa” ” dengan rincian kegiatan sebagaidengan rincian kegiatan sebagai berikut :
berikut : 1.
1. Peserta Peserta
Pelatihan ini dilaksanakan di Balai desa dengan melibatkan petugas promosi Pelatihan ini dilaksanakan di Balai desa dengan melibatkan petugas promosi kesehatan Kabupaten/K
kesehatan Kabupaten/Kota dengan riota dengan rincian peserta:ncian peserta:
a) Lintas program dan lintas sektor terkait Kab/Kota : 5 orang (Dinkes, Diknas, a) Lintas program dan lintas sektor terkait Kab/Kota : 5 orang (Dinkes, Diknas,
Bappeda, Kesra, PKK), Bappeda, Kesra, PKK),
b) Lintas program dan lintas sektor Puskesmas : 5 orang ( Ka Pusk, Promkes, b) Lintas program dan lintas sektor Puskesmas : 5 orang ( Ka Pusk, Promkes,
PKK, Diknas, Kecamatan) PKK, Diknas, Kecamatan) 2. Materi
2. Materi a.
a. Program keluarga bebas tanpa asap rProgram keluarga bebas tanpa asap rokok okok b.
b. Bahaya merokok di depan umum (risiko kesehatan Bahaya merokok di depan umum (risiko kesehatan bagi perokok pasif dan aktif)bagi perokok pasif dan aktif)
c.
c. Dampak Ekonomis yang ditimbulkan oleh rokok Dampak Ekonomis yang ditimbulkan oleh rokok 3. Metode, Med
3. Metode, Media dan Alat Bantuia dan Alat Bantu a.
a. Metode Metode : : PenyuluhanPenyuluhan b.
b. Media Media : : PPT PPT Presentation, Presentation, Video Video Merokok.Merokok. c.
c. Alat Alat Bantu Bantu : : LCD, LCD, Laptop, Laptop, Pengeras Pengeras suarasuara 4. Sumber dana
4. Sumber dana a.
a. Dana Desa Binaan Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah JakartaDana Desa Binaan Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta b.
b. Proposal Sponsorship dari Dinas Kesehatan Tangerang SelatanProposal Sponsorship dari Dinas Kesehatan Tangerang Selatan 5. Luaran
5. Luaran a.
a. MeningkatnyMeningkatnya pengetahuan dan keterampilan a pengetahuan dan keterampilan kader tentang rokok dan kader tentang rokok dan dampak buruk dampak buruk bagi perokok aktif dan pasif
b.
b. Adanya kesamaan persepsi tentang “Program Keluarga Bebas Tanpa Asap Rokok”Adanya kesamaan persepsi tentang “Program Keluarga Bebas Tanpa Asap Rokok” c.
c. TerlaksananyTerlaksananya survei pemetaan PHBS a survei pemetaan PHBS perilaku merokok di perilaku merokok di tatanan rumah tanggatatanan rumah tangga d.
d. Tersedianya data dan informasi PHBS perilaku merokok di tatanan rumah tanggaTersedianya data dan informasi PHBS perilaku merokok di tatanan rumah tangga Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan
Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan e.
e. Pengembangan keluarga bebas tanpa asap rokok di tatanan rumah tangga KelurahanPengembangan keluarga bebas tanpa asap rokok di tatanan rumah tangga Kelurahan Rempoa, Tangerang Selatan
Rempoa, Tangerang Selatan B.2 Penyuluhan Tentang Rokok bagi
B.2 Penyuluhan Tentang Rokok bagi Kepala KeluargaKepala Keluarga di Wilayah Rempoadi Wilayah Rempoa
Program Penyuluhan tentang rokok bagi kepala keluarga di wilayah Rempoa merupakan Program Penyuluhan tentang rokok bagi kepala keluarga di wilayah Rempoa merupakan kegiatan inovatif yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berbasis data. Konsep kegiatan inovatif yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berbasis data. Konsep dasar penyuluhan tentang rokok bagi kepala keluarga mengacu pada kebijakan nasional dasar penyuluhan tentang rokok bagi kepala keluarga mengacu pada kebijakan nasional promosi kesehatan, promosi kesehatan daerah, manajemen penyuluhan kesehatan masyarakat promosi kesehatan, promosi kesehatan daerah, manajemen penyuluhan kesehatan masyarakat tingkat Puskesmas dan PHBS tentang perilaku
tingkat Puskesmas dan PHBS tentang perilaku merokok pada tatanan rumah merokok pada tatanan rumah tangga. Langkahtangga. Langkah awal program kesehatan tentang perilaku merokok di wilayah Rempoa adalah dengan awal program kesehatan tentang perilaku merokok di wilayah Rempoa adalah dengan melakukan
melakukan ” ” Penyuluhan Penyuluhan Tentang Tentang Rokok Rokok bagi bagi Kepala Kepala Keluarga Keluarga di di Wilayah Wilayah RempoaRempoa” ” dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
dengan rincian kegiatan sebagai berikut : 1. Peserta
1. Peserta
Penyuluhan ini dilakukan oleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat semester IV Penyuluhan ini dilakukan oleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat semester IV Spesialisasi Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan rincian peserta : Spesialisasi Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan rincian peserta :
a.
a. Primer Primer : : Para Para Kepala Kepala Keluarga Keluarga di di Kelurahan Kelurahan RempoaRempoa b.
b. Sekunder Sekunder : : Anggota Anggota Keluarga Keluarga di di Kelurahan Kelurahan RempoaRempoa 2. Materi
2. Materi a.
a. Bahaya merokok di depan umum (risiko kesehatan Bahaya merokok di depan umum (risiko kesehatan bagi perokok pasif dan aktif)bagi perokok pasif dan aktif)
b.
b. Dampak Ekonomis yang ditimbulkan oleh rokok Dampak Ekonomis yang ditimbulkan oleh rokok c.
c. Program keluarga bebas tanpa asap rokok Program keluarga bebas tanpa asap rokok 3. Metode, Med
3. Metode, Media dan Alat Bantuia dan Alat Bantu a.
a. Metode Metode : : PenyuluhanPenyuluhan b.
b. Media Media : : PPT PPT Presentation, Presentation, Video Video Merokok.Merokok. c.
c. Alat Alat Bantu Bantu : : LCD, LCD, Laptop, Laptop, Pengeras Pengeras suarasuara 4. Sumber dana
4. Sumber dana a.
a. Dana Desa Binaan Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah JakartaDana Desa Binaan Promosi Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta b.
b. Proposal Sponsorship dari Dinas Kesehatan Tangerang SelatanProposal Sponsorship dari Dinas Kesehatan Tangerang Selatan 5. Luaran
5. Luaran a.
a. Meningkatnya pengetahuan para anggota keluarga tentang rokok dan dampak buruk Meningkatnya pengetahuan para anggota keluarga tentang rokok dan dampak buruk bagi perokok aktif dan pasif
b.
b. Adanya kesamaan persepsi tentangAdanya kesamaan persepsi tentang ““Program Keluarga Bebas Tanpa Asap Rokok Program Keluarga Bebas Tanpa Asap Rokok ”” c.
c. Pengembangan keluarga bebas tanpa asap rokok Pengembangan keluarga bebas tanpa asap rokok
C.
C. PLANNING OF ACTION (POA)PLANNING OF ACTION (POA)
D. INTERVENSI DAN PENILAIAN D. INTERVENSI DAN PENILAIAN
Setelah ditetapkan maksimal satu prioritas masalah, maka disusunlah rencana Setelah ditetapkan maksimal satu prioritas masalah, maka disusunlah rencana intervensi penyuluhan dan pelatihan dengan kegiatan sebagai berikut
intervensi penyuluhan dan pelatihan dengan kegiatan sebagai berikut :: 1. Pelatihan Merokok
1. Pelatihan Merokok
Pelatihan merupakan salah satu model untuk intervensi pemberdayaan masyarakat, Pelatihan merupakan salah satu model untuk intervensi pemberdayaan masyarakat, dengan langkah-langka
dengan langkah-langkah sebagai berikut h sebagai berikut :: Langkah I :
Langkah I :
-- Undang 5-10 orang wakil masyarakat (Toma, Toga, LSM, Guru, Klp. Remaja,Undang 5-10 orang wakil masyarakat (Toma, Toga, LSM, Guru, Klp. Remaja, Majelis
Majelis Ta’lim, dll)Ta’lim, dll)
-- Tentukan waktu dan tempat pertemuan formalTentukan waktu dan tempat pertemuan formal Langkah II :
-- Buka pelatihan (MC)Buka pelatihan (MC)
-- Kemukakan satu prioritas masalah hasil Kemukakan satu prioritas masalah hasil surveisurvei
-- Satukan persepsi tentang isu perilaku merokok di dalam rumah dan langkah konkritSatukan persepsi tentang isu perilaku merokok di dalam rumah dan langkah konkrit yang akan dilaksanakan untuk
yang akan dilaksanakan untuk menjawab permasalahan tersebutmenjawab permasalahan tersebut
-- Ajak semua peserta untuk berbicara mengemukakan pendapat, saran dan tanggapanAjak semua peserta untuk berbicara mengemukakan pendapat, saran dan tanggapan tentang upaya
tentang upaya – – upaya pemecahan masalah hasil survei dengan catatan semua pendapatupaya pemecahan masalah hasil survei dengan catatan semua pendapat peserta benar dan tidak
peserta benar dan tidak boleh disalahkan.boleh disalahkan. Langkah III :
Langkah III :
-- Catat semua pembicaraan dan ajak semua peserta untuk membuat simpulanCatat semua pembicaraan dan ajak semua peserta untuk membuat simpulan pemecahan masalah dan langkah-langkah nyata pemberdayaan masyarakat dari hasil pemecahan masalah dan langkah-langkah nyata pemberdayaan masyarakat dari hasil diskusi.
diskusi.
-- Tentukan bersama masyarakat siapa melaksanakan apa, kapan dilaksanakan, dimanaTentukan bersama masyarakat siapa melaksanakan apa, kapan dilaksanakan, dimana kegiatan itu dilaksanakan, dan target perubahan perilaku masalah PHBS tentang kegiatan itu dilaksanakan, dan target perubahan perilaku masalah PHBS tentang perilaku merokok pada tatanan rumah tangga dalam 6 bulan sampai 1
perilaku merokok pada tatanan rumah tangga dalam 6 bulan sampai 1 tahun.tahun. Langkah IV
Langkah IV::
-- Berikan pelatihan tentang materi yang telah disebutkan diatas.Berikan pelatihan tentang materi yang telah disebutkan diatas. Langkah V:
Langkah V:
-- Rencanakan teknis penyuluhan kepada anggota keluarga bersama tokoh masyarakatRencanakan teknis penyuluhan kepada anggota keluarga bersama tokoh masyarakat dan kader
dan kader
-- Buat kesepakatan tindak lanjut untuk evaluasi dan penilaian program penyuluhanBuat kesepakatan tindak lanjut untuk evaluasi dan penilaian program penyuluhan tentang rokok bagi anggota keluarga.
tentang rokok bagi anggota keluarga. 2. Penyuluhan
2. Penyuluhan
-- Penyuluhan kesehaPenyuluhan kesehatan melalui tan melalui media ppt presentation dan media ppt presentation dan video rokok video rokok 3. Evaluasi dan Pe
3. Evaluasi dan Penilaiannilaian
-- Setelah intervensi selama 6 bulanSetelah intervensi selama 6 bulan – – 1 tahun, lakukan evaluasi dan penilaian pada satu1 tahun, lakukan evaluasi dan penilaian pada satu prioritas masalah PHBS hasil survei Kelurahan Rempoa dengan pemetaan/kunjungan prioritas masalah PHBS hasil survei Kelurahan Rempoa dengan pemetaan/kunjungan rumah (Gunakan format pemetaan)
rumah (Gunakan format pemetaan)
-- Bandingkan antara presentasi cakupan prioritas masalah PHBS hasil survei sebelumBandingkan antara presentasi cakupan prioritas masalah PHBS hasil survei sebelum intervensi dengan cakupan setelah intervensi
intervensi dengan cakupan setelah intervensi
-- Tentukan angka presentasi cakupan hasil kegiatan dan rumuskan intervensiTentukan angka presentasi cakupan hasil kegiatan dan rumuskan intervensi pemecahan masalah 6 bulan
pemecahan masalah 6 bulan – – 1 tahun berikutnya (jika program kesehatan ini1 tahun berikutnya (jika program kesehatan ini disepakati sebagai program berkelanjutan daerah).
disepakati sebagai program berkelanjutan daerah). 4. Pembinaan
Manajemen PHBS tentang perilaku merokok di Puskesmas dilaksanakan melalui Manajemen PHBS tentang perilaku merokok di Puskesmas dilaksanakan melalui penerapan fungsi-fungsi. Manajemen secara sederhana untuk memudahkan petugas promosi penerapan fungsi-fungsi. Manajemen secara sederhana untuk memudahkan petugas promosi kesehatan atau petugas lintas program di Puskesmas dalam pelaksanaan program PHBS di kesehatan atau petugas lintas program di Puskesmas dalam pelaksanaan program PHBS di Puskesmas. Pembinaan Kelurahan Rempoa sebagai Percontohan PHBS tentang perilaku Puskesmas. Pembinaan Kelurahan Rempoa sebagai Percontohan PHBS tentang perilaku merokok merupakan lanjutan kegiatan hasil penilaian 6 bulan
merokok merupakan lanjutan kegiatan hasil penilaian 6 bulan – – 1 tahun pertama dan upaya1 tahun pertama dan upaya dalam rangka pengembangan Kelurahan percontohan di wilayah kerja Puskesmas tahun dalam rangka pengembangan Kelurahan percontohan di wilayah kerja Puskesmas tahun berikutnya.
berikutnya.
Daftar pustaka Daftar pustaka