Bab 1. Pendahuluan. Dalam bab ini, akan dibahas mengenai latar belakang dari penelitian yang

Teks penuh

(1)

Bab 1 Pendahuluan

Dalam bab ini, akan dibahas mengenai latar belakang dari penelitian yang dilakukan oleh penulis. Dalam sub bab latar belakang, penulis akan menjelaskan sedikit mengenai hal-hal yang berkaitan dengan alasan pemilihan tema penelitian yang dilakukan.

1.1 Latar Belakang

Musik pop Jepang berawal setelah Restorasi Meiji pada tahun 1868 ( McClure : 9 ). Setelah Restorasi Meiji, industri musik di Jepang semakin berkembang karena adanya radio Far East Network yang ada pada tahun 1945 sampai 1952.

Industri musik Jepang adalah salah satu dari beberapa industri musik yang ada di Indonesia. Saat ini, musik Jepang dapat kita temukan melalui berbagai media yang ada. Bahkan tayangan-tayangan animasi yang ditayangkan di stasiun televisi swasta ada yang berasal dari negeri sakura tersebut. Dalam kalangan anak muda, banyak dari mereka yang menjadikan musik dan kebudayaan Jepang sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Hal ini penulis temukan dari banyaknya acara-acara festival kebudayaan Jepang yang diadakan baik di Jakarta maupun di kota-kota lain.

Semantik dalam bahasa merupakan cabang linguistik yang mengkaji semua yang berhubungan dengan makna. Penelitian makna dalam bahasa dilakukan agar diketahui makna dari satuan bahasa tertentu agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam ranah semantik, penelitian yang dilakukan tidak akan terlepas dari gaya bahasa atau majas yang terkandung dalam sebuah korpus data.

(2)

Penulis merasa bahwa penelitian dalam ranah semantik sangat menarik untuk dilakukan karena dalam sebuah lagu bisa tersirat berbagai arti yang bisa memberikan kita gambaran tentang penulis atau pencipta lagu tersebut, bahkan tentang latar belakang dari lagu tersebut. Sementara majas metafora sering sekali dipergunakan dalam lirik-lirik lagu berbahasa Jepang. Hal ini menyebabkan lagu-lagu tersebut memiliki kesan yang mendalam bagi para pendengarnya.

Dalam lagu Evergreen karya Hyde, ditemukan idiom yang memiliki arti yang dalam. Hal ini dikarenakan lagu tersebut diciptakan oleh Hyde untuk mengenang sahabatnya yang juga merupakan bassis dari band terdahulunya. Walaupun nama dari sahabatnya tersebut tidak disebutkan, penulis merasa bahwa pernyataan tersebut cocok untuk menjadi korpus data untuk meneliti kesemantikan dari lagu tersebut. Maka penulis mengambil judul Analisis Makna Lagu Evergreen Karya Hyde dan Hubungannya dengan Kematian Sahabatnya ( Flying L’Arc Attack 2 Oktober 2001 ).

Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif analitis. Penulis akan mempergunakan teori semantik yang meneliti tentang makna dari kalimat atau kata, akan digunakan dalam analisis yang akan dilakukan. Selain menggunakan teori semantik, penulis juga akan meneliti lagu tersebut dengan menggunakan makna denotasi dan konotasi, pengkajian puisi serta dari makna kata evergreen.

1.1.1 Profil Hyde

Hyde atau ハイド, adalah seorang penyanyi dan musisi Jepang yang terkenal melalui bandnya yang bernama L’Arc~en~Ciel dan VAMPS. Ia lahir di Wakayama, Osaka pada tanggal 29 Januari 1969. Saat masih balita, Hyde sering dipakaikan baju anak perempuan oleh ibunya karena sang ibu menginginkan anak perempuan. Tetapi

(3)

pada saat SD, sang ayah menghentikan kebiasaan ibunya dan mulai mendidik Hyde sebagai pria sejati ( Asun,Tribute to L’Arc~en~Ciel, Animonster #100 ).

Sejak remaja, Hyde memiliki bakat dalam hal seni. Karena ia memiliki bakat tersebut, ia pun bercita-cita menjadi seorang penulis komik. Tetapi cita-cita tersebut tidak bisa dilaksanakan karena Hyde menderita buta warna sehingga ia mengurungkan cita-citanya tersebut. Walaupun tidak bisa membedakan warna, Hyde selalu membawa buku sketsa yang ia isi dengan gambar-gambar atau puisi-puisi.

Hyde sangat menyukai komik Doraemon dan hal ini dibuktikan dengan keahlian ia dalam meniru suara dari seiyuu Doraemon, Ooyama Nobuyo, dalam acara Cartoon KAT-TUN. Ia bahkan sangat percaya diri bahwa ia akan menggantikan Ooyama Nobuyo dalam mengisi suara Doraemon ketika beliau pensiun ( Cartoon KAT-TUN episode 35, 2007 ).

Hyde memulai karirnya bersama L’Arc~en~Ciel pada tahun 1991. Pada saat itu, ia meninggalkan band terdahulunya, Jerusalem’s Rod, dan bergabung dalam L’Arc~en~Ciel sebagai vokalis setelah direkrut oleh Tetsu. Setelah ditinggalkan oleh kedua personilnya yang lain, Hiro dan Pero, Tetsu merekrut sahabatnya yaitu Ken untuk bergabung dengan bandnya sebagai gitaris. Setelah Sakura bergabung sebagai drummer, band yang terdiri dari Hyde (vokal), Tetsu (bass), dan Ken (gitar), pun mulai melebarkan sayapnya dengan menandatangani kontrak dengan label Ki/oon yang merupakan anak perusahaan dari label Sony pada tahun 1994.

Setelah kesuksesan album True pada tahun 1996, Sakura pun meninggalkan L’Arc~en~Ciel dikarenakan kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. Setelah ditinggalkan oleh Sakura, Tetsu pun merekrut Yukihiro sebagai drummer pada bulan Oktober 1997. Sejak saat itu L’Arc~en~Ciel pun semakin merasakan kesuksesan dalam bidang musik.

(4)

Pada tahun 1998, L’Arc~en~Ciel mengeluarkan single “Winter Fall” yang menjadi lagu nomor satu di Oricon Charts. Kemudian pada tanngal 25 Februari 1998 , mereka mengeluarkan album Heart. Sementara album Ark dan Ray dirilis secara berurutan pada tanggal 1 Juli 1999 dan kedua album tersebut menempati urutan pertama dan kedua pada Oricon Music Charts. Tetapi pada tahun 2000, mereka merilis album mereka yang terakhir yaitu Real sebelum band ini memasuki masa rehat ( Wikipedia ).

Walaupun sedang dalam masa rehat, L’Arc~en~Ciel tetap mengeluarkan album kompilasi Clicked Singles Best 13 yang terdiri dari 12 lagu single yang dipilih oleh para penggemar dan satu lagu tambahan yang berjudul “Anemone”. Kemudian pada bulan Juli, mereka merilis single “Spirit Dreams Inside (Another Dream)” yang dijadikan lagu tema dari film Final Fantasy : the Spirits Within. Lagu ini dirilis dalam bahasa Inggris dan Jepang. Setelah itu, mereka benar-benar memasuki masa rehat.

Saat L’Arc~en~Ciel dalam masa rehat, Hyde mulai mengerjakan proyek solonya yang selama ini tidak bisa dilakukan ketika ia berada di L’Arc~en~Ciel. Pada tahun 2001, ia mengeluarkan single pertamanya yang berjudul “Evergreen”. Single ini memiliki angka penjualan yang cukup tinggi, yaitu 331.000 keping. Single ini memiliki nuansa balada dan musim dingin yang cukup menonjol. Dalam video klip dari lagu ini, Hyde tampil dengan rambut yang dicat putih dan memakai baju putih.

Setelah “Evergreen”, Hyde merilis single keduanya yang berjudul “Angel’s Tale” dan “Shallow Sleep” kedua single ini tidak sesukses single pendahulunya dalam hal penjualan tetapi kedua lagu ini tetap berada dalam Oricon Music Chart selama 6 dan 4 minggu. Tidak lama setelah kedua single tersebut dirilis, Hyde

(5)

mengeluarkan album solo pertamanya yang berjudul “Roentgen”. Album ini tidak hanya dirilis dalam bahasa Jepang, tetapi juga dirilis dalam bahasa Inggris sebagai versi internasional dari album tersebut ( Wikipedia ).

Tahun 2003 menjadi tahun yang produktif bagi Hyde. Pada tahun ini, ia mengeluarkan album solo keduanya yang berjudul “666”, yang dibaca sebagai “Roku Roku Roku” atau “Rock Rock Rock”, membintangi film “Moon Child” bersama sahabatnya Gackt dan aktor keturunan Taiwan, Wang Lee Hom. Dalam film ini, Hyde dan Gackt juga bekerja sama dalam hal pembuatan soundtrack film ini. Mereka pun berduet untuk lagu “Orenji no Taiyou”.

Pada tahun 2004, Hyde kembali berakting dalam film keduanya yang diangkat

dari komik 下弦

か げ ん

の月 ( Last Quarter ) karya Yazawa Aoi. Dalam film ini, Hyde

beradu akting bersama Kuriyama Chiaki, dimana Hyde berperan menjadi Adam, seorang musisi dari band Evil Eye yang melakukan bunuh diri setelah pacarnya meninggal karena sakit. Lagu tema dari film ini pun memakai lagu Hyde yang berjudul “The Cape of Storms” yang diambil dari album “Roentgen”.

Musim panas tahun 2005, Hyde kembali melanjutkan solo karirnya dengan membuat komposisi lagu Glamorous Sky yang digunakan sebagai lagu tema dari komik buatan Yazawa Ai yang berjudul Nana. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Nakashima Mika. Bulan Oktober, Hyde kembali merilis single yang berjudul “Countdown”.

Tahun 2006, Hyde merilis single “Season’s Call” dan album yang berjudul Faith. Album ini memiliki nuansa Kristen yang cukup kental dan hal tersebut dapat dilihat dari desain dan lagu-lagu yang ada di dalam album tersebut. Setelah merilis album tersebut, Hyde melakukan tur di banyak tempat di Jepang selama lima bulan. Kemudian, ia pun menandatangani kontrak dengan Tofu Records dan melakukan

(6)

debutnya di Amerika Serikat. Di Amerika, Hyde melakukan konser di tiga kota, San Fransisco, Anaheim dan Hollywood. Pada tahun yang sama pula, Hyde merilis versi internasional dari album Faith. Setelah merilis DVD dari konser Faith, Hyde pun kembali bekerja sama dengan L’Arc~en~Ciel dan merilis single mereka yang berjudul Seventh Heaven pada tanggal 31 Mei 2007. Selain single Seventh Heaven, L’Arc~en~Ciel pun melakukan dua pertunjukan di Tokyo Dome untuk memperingati usia band mereka yang telah 15 tahun berada dalam industri musik. Kedua konser ini memecahkan rekor dari konser-konser mereka sebelumnya karena tiket konser ini terjual habis dalam waktu dua menit saja ( Wikipedia ).

Tahun 2008 menjadi tahun yang sibuk bagi Hyde. Selain melakukan tur dengan L’Arc~en~Ciel di Jepang, Perancis dan beberapa kota di Asia, Hyde kembali melanjutkan karir solonya dengan membentuk grup VAMPS bersama K.A.Z. yang merupakan gitaris dari band Oblivion Dust. Mereka berdua telah bekerjasama sebelumnya dalam album Hyde yang berjudul Faith. Grup yang baru ini bernaung di dalam asuhan record label milik Hyde yang bernama VAMPROSE.

Konsep dari grup band terbarunya adalah vampir karena itu mereka berdua pun menggunakan lensa kontak yang berwarna merah untuk menggambarkan mata dari vampir dan taring palsu. Single pertama dari grup ini adalah “Love Addict” yang dirilis pada tanggal 2 Juli 2008. Setelah single pertama dirilis, mereka melakukan tur yang menampilkan lagu dari album-album Hyde sebelumnya. Single kedua dari VAMPS berjudul “I Gotta Kick Start Now”. Gaya bermusik dari grup ini bervariasi baik dari ranah rock, pop, grunge, metal dan punk. Pada tahun 2009, VAMPS melakukan konser di Amerika Serikat dan pada tahun 2010, mereka melakukan konser di berbagai negeri, seperti di Taiwan, Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, China, dan Chile.

(7)

Tahun 2011, setelah rehat dari pertunjukan live bersama L’Arc~en~Ciel selama satu tahun, Hyde kembali melakukan pertunjukan bersama L’Arc~en~Ciel pada tanggal 1 Januari untuk memperingati 20 tahun usia dari band mereka. Konser ini diberi nama “L’A HAPPY NEW YEAR” karena konser ini diadakan pada malam tahun baru.

Kebanyakan dari lagu-lagu yang dibuat oleh Hyde menggunakan kalimat-kalimat metafora dan kalimat-kalimat yang mengandung makna tersembunyi. Seperti dalam lagu Niji, ia menggunakan susunan kalimat yang tidak lazim. Sehingga lagu-lagu yang ia ciptakan dapat membuat para pembacanya bingung dan berpikir keras untuk mengerti pesan yang ingin disampaikan olehnya.

1.2 Rumusan Masalah

Penulis akan meneliti makna semantik dalam lagu Evergreen karya Hyde yang dihubungkan dengan kematian dari sahabat pencipta lagu.

1.3 Ruang Lingkup Permasalahan

Penulis akan meneliti makna lagu Evergreen karya Hyde dalam hubungannya dengan kematian sahabatnya dengan cara meneliti larik-larik yang memiliki hubungan dengan konsep evergreen, yaitu midori no ha, mikarada ni nagareru kusuri, hanasanai you ni, dan itoshii hito yo.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan supaya para pembaca bisa lebih memahami lagu Evergreen karya Hyde dan makna yang ingin disampaikan oleh penulis lagu.

(8)

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk membantu para mahasiswa sastra Jepang dalam melakukan penelitian semantik.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang akan dilakukan adalah metode penelitian pustaka dan deskriptif analitis. Penulis akan mengumpulkan data-data yang ditemukan, kemudian penulis akan menganalisisnya dengan studi pustaka.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang akan dilakukan oleh penulis adalah penjelasan tentang latar belakang dari penelitian pada bab 1. Pada bab 2, penulis akan menyertakan teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pada bab 3, penulis akan menganalisis data yang telah didapatkan sebelumnya dengan menggunakan teori-teori utama, yang telah disertakan pada bab 2, dan teori-teori pendukung yang dapat membantu analisis data yang akan dilakukan. Pada bab 4, penulis akan menuliskan kesimpulan dari keseluruhan penelitian yang telah dilakukan. Pada bab 5, penulis akan memberikan ringkasan keseluruhan tentang skipsi ini.                

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :