• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Lengkap Tension

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Lengkap Tension"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 LataLatar Belr Belakanakangg

Suatu logam mempuny

Suatu logam mempunyai ai sifat-sisifat-sifat fat tertenttertentu u yang dibedakyang dibedakan an atas sifat atas sifat fisik, mekanikfisik, mekanik,, thermal 

thermal , dan korosif. Salah satu yang penting dari sifat tersebut adalah sifat mekanik. Sifat, dan korosif. Salah satu yang penting dari sifat tersebut adalah sifat mekanik. Sifat me

mekakaninik k terterdidiri ri dadari ri kekeululetaetan, n, kekekekerarasansan, , kekekukuatatanan, , dadan n keketantangggguhuhanan. . SiSifat fat memekakaninik k  merupakan salah satu acuan untuk melakukan proses selanjutnya terhadap suatu material, merupakan salah satu acuan untuk melakukan proses selanjutnya terhadap suatu material, contohnya untuk dibentuk dan dilakukan proses permesinan. Untuk mengetahui sifat mekanik  contohnya untuk dibentuk dan dilakukan proses permesinan. Untuk mengetahui sifat mekanik   pada

 pada suatu suatu logam logam harus harus dilakukan dilakukan pengujian pengujian terhadap terhadap logam logam tersebut. tersebut. Salah Salah satu satu pengujianpengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik.

yang dilakukan adalah pengujian tarik.

Dalam pembuatan suatu konstruksi diperlukan material dengan spesifikasi dan Dalam pembuatan suatu konstruksi diperlukan material dengan spesifikasi dan sifat-sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Sebagai contoh dalam pembuatan konstruksi sebuah sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Sebagai contoh dalam pembuatan konstruksi sebuah  jembatan.

 jembatan. Diperlukan Diperlukan material material yang yang kuat kuat untuk untuk menerima menerima beban beban diatasnya. diatasnya. Material Material jugajuga harus elastis agar pada saat terjadi pembebanan standar atau berlebih tidak patah. Salah satu harus elastis agar pada saat terjadi pembebanan standar atau berlebih tidak patah. Salah satu con

contoh toh matematerial rial yanyang g sekasekaranrang g banybanyak ak digdigunaunakan kan padpada a konkonstrustruksi ksi banbangungunan an atau atau umumumum adalah logam.

adalah logam.

Meskipun dalam proses pembuatannya telah diprediksikan sifat mekanik dari logam Meskipun dalam proses pembuatannya telah diprediksikan sifat mekanik dari logam tersebut, kita perlu benar-benar mengetahui nilai mutlak dan akurat dari sifat mekanik logam tersebut, kita perlu benar-benar mengetahui nilai mutlak dan akurat dari sifat mekanik logam tersebut. Oleh karena itu, sekarang ini banyak dilakukan pengujian-pengujian terhadap sampel tersebut. Oleh karena itu, sekarang ini banyak dilakukan pengujian-pengujian terhadap sampel dari material.

dari material. Pen

Pengugujian jian ini ini dimdimaksaksudkudkan an agaagar r kitkita a dapdapat at menmengetgetahuahui i besabesar r sifasifat t mekmekanianik k dardarii material, sehingga dapat dlihat kelebihan dan kekurangannya. Material yang mempunyai sifat material, sehingga dapat dlihat kelebihan dan kekurangannya. Material yang mempunyai sifat mekanik lebih baik dapat memperbaiki sifat mekanik dari material dengan sifat yang kurang mekanik lebih baik dapat memperbaiki sifat mekanik dari material dengan sifat yang kurang  baik dengan cara

 baik dengan cara alloying alloying . al ini dilakukan sesuai kebutuhan konstruksi dan pesanan.. al ini dilakukan sesuai kebutuhan konstruksi dan pesanan. Uj

Uji i tartarik ik adadalalah ah susuatatu u memetotode de yayang ng didigugunanakakan n ununtutuk k memengnguji uji kekekukuatatan an susuatatuu  bahan!material

 bahan!material dengan dengan cara cara memberikan memberikan beban beban gaya gaya yang yang sesumbu. sesumbu. asil asil yang yang didapatkandidapatkan da

dari ri pepengngujujiaian n tataririk k sasangngat at pepentntining g ununtutuk k rekrekayayasa asa tektekninik k dadan n dedesaisain n prprododuk uk kakarerenana men

mengahgahsilsilkan kan datdata a kekkekuatauatan n matmateriaerial. l. PenPengujgujian ian uji uji taritarik k digdigunaunakan kan untuntuk uk menmengukgukur ur  ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat. Salah satu cara ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat. Salah satu cara untuk mengetahui besaran sifat mekanik dari logam adalah dengan uji tarik. Sifat mekanik  untuk mengetahui besaran sifat mekanik dari logam adalah dengan uji tarik. Sifat mekanik  yang dapat diketahui adalah kekuatan dan elastisitas dari logam tersebut. Uji tarik banyak  yang dapat diketahui adalah kekuatan dan elastisitas dari logam tersebut. Uji tarik banyak  dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai

(2)
(3)

2 2

data pendukung bagi spesifikasi bahan. "ilai kekuatan dan elastisitas dari material uji dapat data pendukung bagi spesifikasi bahan. "ilai kekuatan dan elastisitas dari material uji dapat dilihat dari kur#a uji tarik.

dilihat dari kur#a uji tarik.

Pengujian tarik ini dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis suatu material, Pengujian tarik ini dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis suatu material, khusu

khususnya logam snya logam diantadiantara ra sifat-sisifat-sifat fat mekanimekanis s yang dapat yang dapat diketadiketahui dari hui dari hasil pengujian tarik hasil pengujian tarik  adalah sebagai berikut$

adalah sebagai berikut$ %

%.. &e&ekukuatatan an tataririk k  '.

'. &u&uat at lulululuh dh darari mi mateateriariall (.

(. &e&eululetetan an dadari ri mamateteriariall ).

).  Modulus elastic Modulus elastic dari material dari material *.

*. &el&elententingingan an dardari si suatuatu mu materaterialial +

+.. &e&etatangngguguhahann.. Pen

Pengugujian jian taritarik k banbanyak yak dildilakuakukan kan untuntuk uk melmelengengkapkapi i infinformormasi asi ranrancangcangan an dasdasar ar  kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. &arena dengan kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. &arena dengan  pengujian

 pengujian tarik tarik dapat dapat diukur diukur ketahanan ketahanan suatu suatu material material terhadap terhadap gaya gaya statis statis yang yang diberikandiberikan secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian yang penting untuk  secara perlahan. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian yang penting untuk  dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai informasi mengenai dilakukan, karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai informasi mengenai sifat-sifat logam.

sifat logam.

Dalam bidang industri diperlukan pengujian tarik ini untuk mempertimbangkan faktor  Dalam bidang industri diperlukan pengujian tarik ini untuk mempertimbangkan faktor  metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses perlakuan terhadap logam jadi, metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses perlakuan terhadap logam jadi, untuk memenuhi proses selanjutnya.

untuk memenuhi proses selanjutnya. Ole

Oleh h karkarena ena penpentintingnygnya a penpengujgujian ian taritarik k iniini, , kitkita a sebsebagaagai i mahmahasisasisa a metmetalualurgirgi hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya kur#a tegangan regangan kita hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. Dengan adanya kur#a tegangan regangan kita dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas, ketangguhan, dapat mengetahui kekuatan tarik, kekuatan luluh, keuletan, modulus elastisitas, ketangguhan, dan lain-lain. Pada

dan lain-lain. Pada pegujian tarik ini pegujian tarik ini kita juga harus mkita juga harus mengetahui dampak engetahui dampak pengujian terhadappengujian terhadap sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dengan mengetahui parameter - parameter tersebut maka sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dengan mengetahui parameter - parameter tersebut maka kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatu bahan atau logam.

kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatu bahan atau logam.

1.2

1.2 TuTujuan juan PercobaanPercobaan

1 1

(4)

u

ujuan juan dari dari percobpercobaan aan ini ini adalah adalah untuuntuk k mengmengetahui etahui kekukekuatan atan bahan bahan logam logam melalumelaluii  pemahaman dan pendalaman kur#a hasil uji tarik.

 pemahaman dan pendalaman kur#a hasil uji tarik.

1.3

1.3 Batasan Batasan MasalaMasala atasan

atasan masalamasalah h dalam dalam percopercobaan baan ini ini yaitu yaitu melakumelakukan kan pengpengujian ujian pada pada sampesampel l yangyang  berbentuk pelat dan kaat sampai sa

 berbentuk pelat dan kaat sampai sampel tersebut putus. Dari hasil pengujian yang diperoleh,mpel tersebut putus. Dari hasil pengujian yang diperoleh, mencari berapa besar

mencari berapa besar yield strength, tensile strength yield strength, tensile strength dan persentase elongasinya. dan persentase elongasinya.

1.!

1.! "#ste$at#ka "#ste$at#ka Penul#sanPenul#san

Penulisan laporan ini dibagi menjadi lima bab. ab / menjelaskan mengenai latar  Penulisan laporan ini dibagi menjadi lima bab. ab / menjelaskan mengenai latar   belakang,

 belakang, tujuan tujuan percobaan, percobaan, batasan batasan masalah, masalah, sistematika sistematika penulisan. penulisan. ab ab // // menjelaskanmenjelaskan mengenai tinjauan pustaka yang berisi mengenai teori singkat dari percobaan yang dilakukan, mengenai tinjauan pustaka yang berisi mengenai teori singkat dari percobaan yang dilakukan, ab

ab /// /// menmenjelajelaskaskan n menmengengenai ai metometode de penpenelitelitianian, , ab ab /0 /0 menmenjelajelaskaskan n menmengengenai ai datdataa  percobaan,

 percobaan, ab ab 0 0 menjelaskan menjelaskan mengenai mengenai pembahasan pembahasan dan dan ab ab 0/ 0/ menjelaskan menjelaskan mengenaimengenai kesimpulan dari percobaan. Selain itu juga di akhir laporan terdapat lampiran yang memuat kesimpulan dari percobaan. Selain itu juga di akhir laporan terdapat lampiran yang memuat contoh perhitungan, jaaban pertanyaan dan tugas serta terdapat juga blangko percobaan. contoh perhitungan, jaaban pertanyaan dan tugas serta terdapat juga blangko percobaan.

(5)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Landasan Teori

Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu

 bahan!material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu 12skeland, %34*5. asil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat.

(6)

Seperti pada gambar % benda yang di uji tarik diberi pembebanan pada kedua arah sumbunya. Pemberian beban pada kedua arah sumbunya diberi beban yang sama besarnya. Pengujian tarik adalah dasar dari pengujian mekanik yang dipergunakan pada material. Dimana spesimen uji yang telah distandarisasi, dilakukan pembebanan uniaxial   sehingga spesimen uji mengalami peregangan dan bertambah panjang hingga akhirnya patah. Pengujian tarik relatif sederhana, murah dan sangat terstandarisasi dibanding pengujian lain. al-hal yang perlu diperhatikan agar penguijian menghasilkan nilai yang #alid adalah7 bentuk dan dimensi spesimen uji, pemilihan grips dan lain-lain.

2. Pengujian Mekanik 

Pengujian mekanik adalah pengujian untuk melihat pengaruh atau respon material terhadap pembebanan. Pembebanan pada aterial dapat berupa beban tarik, tekan, bending, torsi atau kombinasinya. Pembebanan itu sendiri dapat berupa beban statik atau beban dinamik. eban berubah menurut fungsi aktu disebut dengan beban dinamik, sedangkan yang tidak berubah menurut fungsi aktu disebut dengan beban statik.

Salah satu pengujian mekanik yang cukup penting adalah pengujian tarik. Pengujian tarik sutu benda uji 8 spesimen 9 akan menghasilkan suatu kur#a 8 diagram 9 tarik, yaitu kur#a antara beba tarik 8 P 9 terhadap perubaha panjang 8 :; 9. &ur#a tersebut kemudian diubah menjadi diagram tegangan < regangan teknis 8 =-e 9 dan diagram tegangan < regangan sebenarnya 8 = - 9.ɛ  /nformasi tentang beberapa sifat mekanik material akan diperoleh dari

 pengujian tarik, seperti $

%. &ekuatan tarik ! tensile strength '. &euletan ! ductility

(. egangan luluh !  yield stress

). Modulus elastisitas ! modulus of elasticity *. egangan putus ! fracture stress

. Deformasi

Deformasi terjadi bila bahan mengalami gaya. Selama deformasi, bahan menyerap energi sebagai akibat adanya gaya yang bekerja sepanjang deformasi. Sekecil apapun gaya yang bekerja, maka benda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran.

Perubahan ukuran secara fisik ini disebut deformasi. Deformasi ada dua macam yaitu deformasi elastis dan deformasi plastis. >ang dimaksud deformasi elastis adalah deformasi yang terjadi akibat adanya beban yang jika beban ditiadakan, maka material akan kembali keukuran semula. Sedangkan deformasi plastis adalah deformasi yang bersifat permanen jika  bebannya dilepas.

(7)

Penambahan beban pada bahan yang telah mengalami kekuatan tertinggi tidak dapat dilakukan, karena pada kondisi ini bahan telah mengalami deformasi total. ?ika beban tetap diberikanmaka regangan akan bertambah dimana material seakan menguat yang disebut dengan penguatan regangan 8 strain hardening 9 yang selanjutnya benda akan mengalami putus  pada kekuatan patah.

Disamping itu dari pengujian tarik dapat diamati beberapa fenomena yang terjadi selama deformasi, antara lain $

6ambar '.' Diagram tegangan - regangan

%. @lastisitas

adalah suatu regangan yang dapat balik 8re#ersible9. ?ika suatu tegangan diberikan dalam bentuk tarik, material menjadi sedikit lebih panjang, dan bila beban ditiadakan material tersebut akan kembali ke dimensi semulanya.

'. Plastisitas

Plastisitas adalah sifat yang dimiliki oleh suatu material, yaitu ketika beban yang diberikan kepada suatu benda ! material hingga mengalami perubahan bentuk kemudian dihilangkan lalu benda tidak bisa kembali sepenuhnya ke bentuk semula. Peningkatan

(8)

 pembebanan yang melebihi kekuatan luluh 8 yield strength9 yang dimiliki plat mengakibatkan aliran deformasi permanen yang disebut plastisitas.

(. Aenomena luluh

Aenomena titik luluh adalah titik dimana deformasi elastis berubah menjadi deformasi  plastis pada batas elastis atau batas proporsional.

). idang patah

*. Pengecilan penampang setempat 8 necking  9 +. Modulus Young 

Modulus Young , disebut juga dengan modulus tarik adalah ukuran kekakuan  suatu  bahan elastis yang merupakan ciri dari suatu bahan. Modulus Young   didefinisikan sebagai rasio tegangan  dalam sistem koordinat kartesian  terhadap regangan  sepanjang aksis pada  jangkauan tegangan di mana hukum ooke  berlaku.1%5  Dalam mekanika benda padat,

kemiringan 8 slope9 pada kur#a tegangan-regangan pada titik tertentu disebut dengan modulus tangen. Modulus tangen dari kemiringan linear aal disebut dengan modulus Young . "ilai modulus Young  bisa didapatkan dalam eksperimen menggunakan uji kekuatan tarik  dari suatu  bahan. Pada bahan anisotropis, modulus Young  dapat memiliki nilai yang berbeda tergantung  pada arah di mana bahan diaplikasikan terhadap struktur bahan.

Modulus Young   adalah penggambaran modulus elastis yang paling umum. Modulus elastis yang lainnya adalah modulus curah 8bulk modulus9 dan modulus geser .

Modulus Young  dinamai berdasarkan ilmuan /nggris abad ke %3, homas Young .  "amun konsep yang sama dikembangkan terlebih dahulu oleh ;eonhard @uler   pada tahun %B'B, dan eksperimen pertama yang memanfaatkan konsep yang sama dengan modulus Young  dilakukan oleh 6iordano Ciccati pada tahun %B4'.1'5

2. Sifat Mekanik di daerah @lastis

%. &ekuatan elastis $ kemampuan batang untuk menerima beban ! tegangan tanpa  berakibat terjadinya deformasi plastis 8perubahan bentuk yang permanen9.

Ditunjukkkan oleh titik luluh 8 yield 9.

'. &ekakuan (stiffness) $ suatu batang yang memiliki kekakuan tinggi bila mendapat  beban 8dalam batas elastisnya9 akan mengalami deformasi plastis, tetapi hanya sedikit.

(9)

(. Cesilience $ kemampuan bahan untuk menyerap energi tanpa menyebabkan terjadinya deformasi plastis. Dinyatakan dengan besarnya luasan di baah grafik daerah elastik  8Modulus Resilien9.

. entuk dan Dimensi Spesimen uji

Spesimen uji harus memenuhi standar dan spesifikasi dari 2SM @4 atau D+(4. entuk dari spesimen penting karena kita harus menghindari terjadinya patah atau retak   pada daerah grip atau yang lainnya. ?adi standarisasi dari bentuk spesimen uji dimaksudkan

agar retak dan patahan terjadi di daerah gage length. . Grip and Face election

  Face  dan  grip  adalah faktor penting. Dengan pemilihan  setting   yang tidak tepat, spesimen uji akan terjadi slip atau bahkan pecah dalam daerah  grip 8 !a" break 9. /ni akan menghasilkan hasil yang tidak #alid . Face harus selalu tertutupi di seluruh permukaan yang kontak dengan grip. 2gar spesimen uji tidak bergesekan langsung dengan face.

eban yang diberikan pada bahan yang di uji ditransmisikan pada pegangan bahan yang di uji. Dimensi dan ukuran pada benda uji disesuaikan dengan estEndar baku  pengujian.

(10)

 &ur#a tegangan-regangan teknik dibuat dari hasil pengujian yang didapatkan.

6ambar '.). ontoh kur#a uji tarik 

egangan yang digunakan pada kur#a adalah tegangan membujur rata-rata dari  pengujian tarik. egangan teknik tersebut diperoleh dengan cara membagi beban yang diberikan dibagi dengan luas aal penampang benda uji. Dituliskan seperti dalam persamaan '.% berikut $

s F P!2G... 8 '.% 9

(11)

s $ besarnya tegangan 8kg!mm'9

P $ beban yang diberikan 8kg9

2G $ ;uas penampang aal benda uji 8mm'9

Cegangan yang digunakan untuk kur#a tegangan-regangan teknik adalah regangan linier rata-rata, yang diperoleh dengan cara membagi perpanjangan yang dihasilkan setelah  pengujian dilakukan dengan panjang aal. Dituliskan seperti dalam persamaan '.' berikut.

&eterangan $ e $ esar regangan

; $ Panjang benda uji setelah pengujian 8mm9 ;o $ Panjang aal benda uji 8mm9

entuk dan besaran pada kur#a tegangan-regangan suatu logam tergantung pada komposisi, perlakuan panas, deformasi plastik, laju regangan, temperatur dan keadaan tegangan yang menentukan selama pengujian. Parameter-parameter yang digunakan untuk  menggambarkan kur#a tegangan-regangan logam adalah kekuatan tarik, kekuatan luluh atau titik luluh, persen perpanjangan dan pengurangan luas. Dan parameter pertama adalah  parameter kekuatan, sedangkan dua yang terakhir menyatakan keuletan bahan.

egangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan bahan. Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan  beban maksimum, di mana logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. 2kan ditunjukkan baha nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks, yakni yang biasanya ditemui. Untuk   berapa lama, telah menjadi kebiasaan mendasarkan kekuatan struktur pada kekuatan tarik,

dikurangi dengan faktor keamanan yang sesuai.

&ecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada kekuatan luluhnya. 2kan tetapi, karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan  bahan, maka metode ini lebih banyak dikenal, dan merupakan metode identifikasi bahan yang

sangat berguna, mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam atau bahan. Selanjutnya, karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali 8reproducible9. &ekuatan tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan. &orelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat

(12)

 bahan misalnya kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Untuk bahan-bahan yang getas, kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk keperluan perancangan.

egangan di mana deformasi plastik atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik  menjadi plastik yang berlangsung sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastik  mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti. elah digunakan berbagai kriteria permulaan  batas luluh yang tergantung pada ketelitian pengukuran regangan dan data-data yang akan

digunakan

entuk kur#a tegangan-regangan pada daerah elastis tegangan berbanding lurus terhadap regangan. Deformasi tidak berubah pada pembebanan, daerah remangan yang tidak  menimbulkan deformasi apabila beban dihilangkan disebut daerah elastis. 2pabila beban melampaui nilai yang berkaitan dengan kekuatan luluh, benda mengalami deformasi plastis  bruto. Deformasi pada daerah ini bersifat permanen, meskipun bebannya dihilangkan.

egangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan deformasi plastis akan bertambah besar  dengan bertambahnya regangan plastik.

Pada tegangan dan regangan yang dihasilkan, dapat diketahui nilai modulus elastisitas. Persamaannya dituliskan dalam persamaan

@ F

σ e ... 8 '.' 9

&eterangan $

@ $ esar modulus elastisitas 8kg!mm'9,

e $ regangan

= $ egangan 8kg!mm'9

Pada mulanya pengerasan regang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk  mengimbangi penurunan luas penampang lintang benda uji dan tegangan teknik 8sebanding dengan beban  F 9 yang bertambah terus, dengan bertambahnya regangan. 2khirnya dicapai suatu titik di mana pengurangan luas penampang lintang lebih besar dibandingkan  pertambahan deformasi beban yang diakibatkan oleh pengerasan regang. &eadaan ini untuk   pertama kalinya dicapai pada suatu titik dalam benda uji yang sedikit lebih lemah

(13)

dibandingkan dengan keadaan tanpa beban. Seluruh deformasi plastis berikutnya terpusat  pada daerah tersebut dan benda uji mulai mengalami penyempitan secara lokal. &arena  penurunan luas penampang lintang lebih cepat daripada pertambahan deformasi akibat  pengerasan regang, beban sebenarnya yang diperlukan untuk mengubah bentuk benda uji akan berkurang dan demikian juga tegangan teknik pada persamaan 8%9 akan berkurang hingga terjadi patah.

Dari kur#a uji tarik yang diperoleh dari hasil pengujian akan didapatkan beberapa sifat mekanik yang dimiliki oleh benda uji, sifat-sifat tersebut antara lain 1Dieter, %33(5$

%. &ekuatan tarik 

'. &uat luluh dari material (. &euletan dari material

).  Modulus elastic dari material *. &elentingan dari suatu material +. &etangguhan.

2.2 %ekuatan Tar#k 

&ekuatan yang biasanya ditentukan dari suatu hasil pengujian tarik adalah kuat luluh 8Yield trength9 dan kuat tarik 8$ltimate %ensile trength9. &ekuatan tarik atau kekuatan tarik  maksimum 8$ltimate %ensile trength ! US9, adalah beban maksimum dibagi luas  penampang lintang aal benda uji.

(14)

6ambar '.* &ekuatan tarik

Su F

 Pmaks Ao ... 8 '.( 9 di mana $

 u F &uat tarik 

 & mak s F eban maksimum

 ' F ;uas penampang aal

Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum dimana logam dapat menahan sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. egangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi  pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan  bahan. Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum, di mana logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. 2kan ditunjukkan baha nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks, yakni yang biasanya ditemui. Untuk   berapa lama, telah menjadi kebiasaan mendasarkan kekuatan struktur pada kekuatan tarik,

(15)

&ecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada kekuatan luluhnya. 2kan tetapi, karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan  bahan, maka metode ini lebih banyak dikenal, dan merupakan metode identifikasi bahan yang

sangat berguna, mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam atau bahan. Selanjutnya, karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali 8reproducible9. &ekuatan tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan. &orelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat  bahan misalnya kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Untuk bahan-bahan yang

getas, kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk keperluan perancangan.

Perubahan ukuran secara fisik ini disebut deformasi. Deformasi ada dua macam yaitu deformasi elastis dan deformasi plastis. >ang dimaksud deformasi elastis adalah deformasi yang terjadi akibat adanya beban yang jika beban ditiadakan, maka material akan kembali keukuran semula. Sedangkan deformasi plastis adalah deformasi yang bersifat permanen jika  bebannya dilepas.

Penambahan beban pada bahan yang telah mengalami kekuatan tertinggi tidak dapat dilakukan, karena pada kondisi ini bahan telah mengalami deformasi total. ?ika beban tetap diberikanmaka regangan akan bertambah dimana material seakan menguat yang disebut dengan penguatan regangan 8 strain hardening 9 yang selanjutnya benda akan mengalami putus  pada kekuatan patah.

egangan di mana deformasi plastik atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik  menjadi plastik yang berlangsung sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastik  mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti. elah digunakan berbagai kriteria permulaan  batas luluh yang tergantung pada ketelitian pengukuran regangan dan data-data yang akan

digunakan, seperti $

%. atas elastik sejati berdasarkan pada pengukuran regangan mikro pada skala regangan ' H %G-+ inci!inci. atas elastik nilainya sangat rendah dan dikaitkan dengan gerakan

 beberapa ratus dislokasi.

'. atas proporsional adalah tegangan tertinggi untuk daerah hubungan proporsional antara tegangan-regangan. arga ini diperoleh dengan cara mengamati penyimpangan dari bagian garis lurus kur#a tegangan-regangan.

(. atas elastik  adalah tegangan terbesar yang masih dapat ditahan oleh bahan tanpa terjadi regangan sisa permanen yang terukur pada saat beban telah ditiadakan. Dengan  bertambahnya ketelitian pengukuran regangan, nilai batas elastiknya menurun hingga

(16)

suatu batas yang sama dengan batas elastik sejati yang diperoleh dengan cara  pengukuran regangan mikro. Dengan ketelitian regangan yang sering digunakan pada kuliah rekayasa 8%G-) inci!inci9, batas elastik lebih besar daripada batas proporsional.

Penentuan batas elastik memerlukan prosedur pengujian yang diberi beban-tak diberi  beban 8loadingunloading 9 yang membosankan.

2.3 %ekuatan lulu & yield strength'

Salah satu kekuatan yang biasanya diketahui dari suatu hasil pengujian tarik adalah kuat luluh 8Yield trength9. &ekuatan luluh 8 yield strength9 merupakan titik yang menunjukan  perubahan dari deformasi elastis ke deformasi plastis 1Dieter, %33(5. esar tegangan luluh

dituliskan seperti pada persamaan '.), sebagai berikut.

6ambar '.+ itik luluh

(17)

&eterangan 7

>s $ esarnya tegangan luluh 8kg!mm'9

Py $ esarnya beban di titik yield  8kg9

2o $ ;uas penampang aal benda uji 8mm'9

egangan di mana deformasi plastis atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik  menjadi plastis yang berlangsung sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastis mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti.

&ekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Definisi yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ditentukan oleh tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kur#a tegangan-regangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kur#a oleh regangan tertentu. Di 2merika Serikat offset  biasanya ditentukan sebagai regangan G,' atau G,% persen 8e F G,GG' atau G,GG%9

So F

 F 

(

offset 

)

 Ao ... 8 '.* 9

ara yang baik untuk mengamati kekuatan luluh offset  adalah setelah benda uji diberi  pembebanan hingga G,'I kekuatan luluh offset   dan kemudian pada saat beban ditiadakan maka benda ujinya akan bertambah panjang G,% sampai dengan G,'I, lebih panjang daripada saat dalam keadaan diam. egangan offset  di ritania Caya sering dinyatakan sebagai tegangan uji 8 proff stress9, di mana harga ofsetnya G,%I atau G,*I. &ekuatan luluh yang diperoleh dengan metode ofset biasanya dipergunakan untuk perancangan dan keperluan spesifikasi, karena metode tersebut terhindar dari kesukaran dalam pengukuran batas elastik  atau batas proporsional.

(18)

&euleten adalah kemampuan suatu bahan seaktu menahan beban pada saat diberikan  penetrasi dan akan kembali ke baentuk semula.Secara umum pengukuran keuletan dilakukan

untuk memenuhi kepentingan tiga buah hal 1Dieter, %33(5$

%. Untuk menunjukan elongasi di mana suatu logam dapat berdeformasi tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam, misalnya

 pengerolan dan ekstrusi.

'. Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah.

(. Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi  pengolahan.

2.( Mo)ulus Elast#s#tas

Modulus @lastisitas adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan keelastisitasannya. Makin besar modulus, makin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian tegangan. Modulus elastisitas ditentukan oleh gaya ikat antar atom, karena gaya-gaya ini tidak  dapat dirubah tanpa terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Maka modulus elastisitas salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Sifat ini hanya sedikit  berubah oleh adanya penambahan paduan, perlakuan panas, atau pengerjaan dingin.

Secara matematis persamaan modulus elastic dapat ditulis sebagai berikut.

Mo F

σ ε ... 8 '.+ 9 Dimana $

 s F tegangan  J F regangan

(19)

2.* %elent#ngan (resilience)

&elentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada aktu  berdeformasi secara elastis dan kembali kebentuk aal apabila bebannya dihilangkan. &elentingan biasanya dinyatakan sebagai modulus kelentingan, yakni energi regangan tiap satuan #olume  yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol hingga tegangan luluh * o. @nergi regangan tiap satuan #olume untuk beban tarik satu sumbu adalah $

Uo F K =

L

L ... 8 '.B 9 Dari definisi diatas, modulus kelentingan adalah $

Uo F K So eo F %!'So

So E

 F

S O2

2e ... 8

'.4 9

Persamaan ini menunjukan baha bahan ideal untuk menahan beban energi pada  pemakaian di mana bahan tidak mengalami deformasi permanen, misal pegas mekanik, adalah

data bahan yang memiliki tegangan luluh tinggi dan modulus elastisitas rendah.

egangan di mana deformasi plastis atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik 

(20)

menjadi plastis yang berlangsung sedikit demi sedikit, dan titik di mana deformasi plastis mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti.

&ekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Definisi yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ditentukan oleh tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kur#a tegangan-regangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kur#a oleh regangan tertentu.

2.+ %etangguan (Toughness)

&etangguhan (%oughness) adalah kemampuan menyerap energi pada daerah plastik. Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan. Salah satu menyatakan ketangguhan adalah meninjau luas keseluruhan daerah di baah kur#a tegangan-regangan. ;uas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan #olume yang dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah. &etangguhan 8SG9 adalh perbandingan

antara kekuatan dan kueletan. Persamaan sebagai berikut.

 N s

u

e

 f ... 8 '.3 9 2tau

Ur F

So+2Su

e f

... 8 '.%G 9

Untuk material yang getas $

U

F

2

3

Su e f

... 8 '.%%

(21)

&eterangan $

U $ ?umlah unit #olume

egangan patah sejati adalah beban pada aktu patah, dibagi luas penampang lintang. egangan ini harus dikoreksi untuk keadaan tegangan tiga sumbu yang terjadi pada benda uji tarik saat terjadi patah. &arena data yang diperlukan untuk koreksi seringkali tidak diperoleh, maka tegangan patah sejati sering tidak tepat nilai.

2., Deta#l -ro#l uj# tar#k )an s#at $ekan#k loga$

Sekarang akan kita bahas profil data dari tensile test secara lebih detail. Untuk  keperluan kebanyakan analisa teknik, data yang didapatkan dari uji tarik dapat digeneralisasi seperti pada.

(22)

6ambar '.B Profil data hasil uji tarik 

&ita akan membahas istilah mengenai sifat-sifat mekanik bahan dengan berpedoman  pada hasil uji tarik seperti pada 6br.*. 2sumsikan baha kita melakukan uji tarik mulai dari

titik O sampai D sesuai dengan arah panah dalam gambar.

a. atas elastis =@ 8 elastic limit 9

Dalam 6br.* dinyatakan dengan titik 2. ila sebuah bahan diberi beban sampai pada titik 2, kemudian bebannya dihilangkan, maka bahan tersebut akan kembali ke kondisi semula 8tepatnya hampir kembali ke kondisi semula9 yaitu regangan nolQ pada titik O 8lihat inset dalam 6br.*9. etapi bila beban ditarik sampai meleati titik 2, hukum ooke tidak lagi  berlaku dan terdapat perubahan permanen dari bahan. erdapat kon#ensi batas regangan  permamen 8 permanent strain9 sehingga masih disebut perubahan elastis yaitu kurang dari

G.G(I, tetapi sebagian referensi menyebutkan G.GG*I . idak ada standarisasi yang uni#ersal mengenai nilai ini.

 b. atas proporsional =p 8 proportional limit 9

itik sampai di mana penerapan hukum ook masih bisa ditolerir. idak ada standarisasi tentang nilai ini. Dalam praktek, biasanya batas proporsional sama dengan batas elastis.

c. Deformasi plastis 8 plastic deformation9

>aitu perubahan bentuk yang tidak kembali ke keadaan semula, yaitu bila bahan ditarik sampai meleati batas proporsional dan mencapai daerah landing .

d. egangan luluh atas =uy 8upper yield stress9

egangan maksimum sebelum bahan memasuki fase daerah landing peralihan deformasi elastis ke plastis.

e. egangan luluh baah =ly 8lo"er yield stress9

egangan rata-rata daerah landing sebelum benar-benar memasuki fase deformasi  plastis. ila hanya disebutkan tegangan luluh 8 yield stress9, maka yang dimaksud adalah

tegangan ini.

(23)

Cegangan permanen saat bahan akan memasuki fase deformasi plastis.

g. Cegangan elastis Je 8elastic strain9

Cegangan yang diakibatkan perubahan elastis bahan. Pada saat beban dilepaskan regangan ini akan kembali ke posisi semula.

h. Cegangan plastis J- 8 plastic strain9

Cegangan yang diakibatkan perubahan plastis. Pada saat beban dilepaskan regangan ini tetap tinggal sebagai perubahan permanen bahan.

i. Cegangan total 8total strain9

Merupakan gabungan regangan plastis dan regangan elastis, J F JeRJp. Perhatikan  beban dengan arah O2@. Pada titik , regangan yang ada adalah regangan total. &etika  beban dilepaskan, posisi regangan ada pada titik @ dan besar regangan yang tinggal 8O@9

adalah regangan plastis.

 !. egangan tarik maksimum M ($%, ultimate tensile strength)

Ditunjukkan dengan titik  8=9, merupakan besar tegangan maksimum yang didapatkan dalam uji tarik.

k. &ekuatan patah (breaking strength)

Ditunjukkan dengan titik D, merupakan besar tegangan di mana bahan yang diuji  putus atau patah.

egangan luluh pada data tanpa batas jelas antara perubahan elastis dan plastis Untuk  hasil uji tarik yang tidak memiliki daerah linier dan landing yang jelas, tegangan luluh  biasanyadidefinisikan sebagai tegangan yang menghasilkan regangan permanen sebesar G.'I, regangan ini disebut offsetstrain. Perlu untuk diingat baha satuan S/ untuk tegangan (stress) adalah Pa 8Pascal, "!m'9 dan strain adalah besaran tanpa satuan.

2.0. Ist#la as#l uj# tar#k 

Selanjutnya akan kita bahas beberapa istilah lain yang penting seputar interpretasi hasil uji tarik.

(24)

a. &elenturan 8ductility9

Merupakan sifat mekanik bahan yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi sebelum suatu bahan putus atau gagal pada uji tarik. ahan disebut lentur  (ductile) bila regangan plastis yang terjadi sebelum putus lebih dari *I, bila kurang dari itu suatu bahan disebut getas (brittle).

 b. Derajat kelentingan 8resilience9

Derajat kelentingan didefinisikan sebagai kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase perubahan elastis. Sering disebut dengan Modulus &elentingan (Modulus of Resilience), dengan satuan strain energy per unit #olume 8?oule!m( atau Pa9. Dalam 6br.%, modulus kelentingan ditunjukkan oleh luas daerah yang diarsir. c. Derajat ketangguhan (toughness)

&apasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase plastis sampai bahan tersebut putus. Sering disebut dengan Modulus &etangguhan 8modulus of toughness9. Dalam 6br.*, modulus ketangguhan sama dengan luas daerah dibaah kur#a O2D.

d. Pengerasan regang (strain hardening)

e. Sifat kebanyakan logam yang ditandai dengan naiknya nilai tegangan berbanding regangan setelah memasuki fase plastis.

(25)

BAB III

UNAL PA%TI%UM

(.%. Maksud dan ujuan

%. Mendapatkan kur#a uji tarik benda

'. Menentukan beberapa sifat mekanik benda uji

(. Mengamati fenomena < fenomena fisik yang terjadi selama penarikan

(.'. Dasar eori

Dalam penggunaan ataupun cara kerjanya, maka suatu material ujian menerima beban yang merupakan gaya luar yang akan menimbulkan deformasi.

Secara sistematis proses dapat digambarkan sebagai berikut $ %.  +xternal Force

'. tress (. Deformasi (.(. 2lat dan ahan

%. igmat 8 jangka sorong 9 '. enda kerja

(. 2lat uji tension ). Penggaris

(26)

(.). ;angkah Percobaan

%. entuk batang uji menurut standart  '. Ukur kekerasan benda uji

(. Ukur panjang dan diameter benda uji

). Perkiraan beban tertinggi yang dapat diberikan sebagai tahanan atau reaksi dari  bahan terhadap beban luar 

*. Siapkan mesin uji tarik yang akan digunakan +. atat skala beban pada mesin uji tarik 

B. atat kecepatan grafik dan catatan diameter benda uji setiap penambahan  beban

4. Setelah terjadi perubahan penampang, catat diameter terkecil benda uji pada setiap pengurangan beban

(.*. &esimpulan

%. Dapat mengetahui hal seperti $ %. Yielding 

'. timatic (. Araktur 

'. &ekuatan logam untuk tarikan adalah, batas minimal untuk logam sehingga jika dilampauinya akan terjadi banding.

(. aja yang kuat akan menghasilkan kur#a yang lebih tinggi di bajar lurak.

(.+. Data pengujian a. ;oF %(B mm  b. ;f F %4' mm c. :; F %4' < %(B F )+ mm d. @ F  Lf − Lo  Lo F 182

137 137

F

G,((*B F ((,*B I e. Do F %G mm f. DfF +,4 mm g. P.maL F *)GG h. Dy F ()GG i. Pt F ('GG

(27)

BAB I

PETAN4AAN DAN A5ABAN

).% Pertanyaan

%. 2pa yang dimaksud dengan $ a. &ekuatan

 b. &euletan c. &etangguhan

d. Modulus elastisitas '. uatlah diagram ! kur#a $

a. egangan teknik < regangan teknik 

 b. egangan sebenarnya < regangan sebenarnya ).' ?aaban

%. 2pa yang dimaksud dengan $

a. &ekuatan adalah, &ekuatan yang biasanya ditentukan dari suatu hasil  pengujian tarik adalah kuat luluh 8Yield trength9 dan kuat tarik 8$ltimate

%ensile trength9. &ekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum 8$ltimate %ensile trength ! US9, adalah beban maksimum dibagi luas penampang lintang aal benda uji.

 b. &euleten adalah kemampuan suatu bahan seaktu menahan beban pada saat diberikan penetrasi dan akan kembali ke baentuk semula.Secara umum  pengukuran keuletan dilakukan untuk memenuhi kepentingan tiga buah

hal, yaitu $

• Untuk menunjukan elongasi di mana suatu logam dapat berdeformasi

tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam, misalnya pengerolan dan ekstrusi.

• Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai

kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah.

• Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi

 pengolahan

c. &etangguhan (%oughness), adalah kemampuan menyerap energi pada daerah plastik. Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang

(28)

sukar dibuktikan atau didefinisikan. Salah satu menyatakan ketangguhan adalah meninjau luas keseluruhan daerah di baah kur#a tegangan-regangan. ;uas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan #olume yang dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah. &etangguhan 8SG9 adalh perbandingan antara kekuatan dan kueletan.

d. Modulus @lastisitas, adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan keelastisitasannya. Makin besar modulus, makin kecil regangan elastik  yang dihasilkan akibat pemberian tegangan.Modulus elastisitas ditentukan oleh gaya ikat antar atom, karena gaya-gaya ini tidak dapat dirubah tanpa terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Maka modulus elastisitas salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Sifat ini hanya sedikit berubah oleh adanya penambahan paduan, perlakuan panas, atau  pengerjaan dingin.

'. uatlah diagram ! kur#a $

a. egangan teknik < regangan teknik 

(29)

.

(30)
(31)

BAB 

PENUTUP

(.1 %es#$-ulan

%. Menambahkan kadar karbon pada permukaan logam akan menguatkan logam tersebut. '. ;ogam getas memiliki sifat elastis yang rendah.

(32)

DA6TA PU"TA%A

%. http$!!belajarmetalurgi.blogspot.com!'G%%!G'!pendahuluan-dalam-kehidupan-sehari-hari.html 8Diakses pada tanggal ')-Mei-'G%) pada pukul G%$GG9

'.

http$!!id.ikipedia.org!iki!&ekuatanTtarik 8Diakses pada tanggal ')-Mei-'G%) pada  pukul G'$G*9

(.

Cobert .Aerry. %34+. hemical @ngineering and ooks.

).

@ric 2 randes  butterorts.%34(. SiLth @dition. Smithells metal Ceferences ook  o ;td

Referensi

Dokumen terkait

Musrenbang desa adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa yaitu pihak yang berkepentingan untuk

yang telah dikemukakan oleh delapan belas tokoh diatas, maka tidak berlebihan bila dikatakan bahwa umumnya menggunakan makna pencarian kebenaran sebagai tujuan ahir dari

Dapat juga dikemukakan bahwa layanan ini bertujuan untuk membimbing seluruh siswa agar (a) memiliki kemampuan untuk merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan

Dan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perilaku yang dimunculkan akan berbeda dalam menghadapi sesuatu, untuk melakukan kebutuhan secara riligius membutuhkan niat

bahwa Keputusan Walikota Nomor 241 Tahun 2015 Tentang Penetapan Hasil Analisis Jabatan Dan Beban Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2015 sudah

Tujuan penelitian yang akan dilakukan disisni adalah untuk mengetahui bagaimanakah implementasi metode drill pembelajaran matematika di MI Muhammadiyah Panunggalan

Maka, dengan menggunakan data hasil perkiraan curah hujan dan intensitas hujan tiga tahun kedepan dari penelitian sebelumnya, pemodelan FIS Tsukamoto dapat diimplementasikan