• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA NASKAH DINAS DINKES Kab. Karo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TATA NASKAH DINAS DINKES Kab. Karo"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN K

KEPUTUSAN KEPALAEPALA DINAS KESEHDINAS KESEHATAN KABUATAN KABUPATEN KAROPATEN KARO NOMOR :

NOMOR :

TENTANG TENTANG TAT

TATA NASKA NASKAH DINAH DINASAS DI LINGDI LINGKUNKUNGANGAN DINDINASAS KESKESEHAEHATANTAN KABUPATEN KARO

KABUPATEN KARO DENG

DENGAN RAHMAAN RAHMAT TUHAN YAT TUHAN YANG MAHANG MAHA ESAESA KEPALA

KEPALA DINAS DINAS KESEHATAN KESEHATAN KABUPATEN KABUPATEN KARO,KARO,

Men

Menimbimbang ang :: a.a. bahbahwa dwa dalaalam ranm rangkgka mea menunnunjanjang keg kelanlancacaran pran pelaelaksksanaanaan tan tugaugass pokok

pokok Dinas Dinas KeseKesehatahatan Kan Kabupabupaten ten KaroKaro di bdi bidang idang admiadministranistrasisi pemerintahan perlu penyeragaman pengelolaan tata naskah pemerintahan perlu penyeragaman pengelolaan tata naskah dinas di ling

dinas di lingkungankungan Dinas KesDinas Kesehatan Kabuehatan Kabupaten Karo;paten Karo; b.

b. bahwabahwa berdaberdasarksarkan pertimban pertimbangangan sebagan sebagaimanaimana dimaksua dimaksud dalamd dalam hu

hururuf a, pf a, pererlulu memenenetatapkpkanan TaTata Nta Nasaskakah Dh Dininasas di Ldi Liningkgkunungagann Di

Dinanass KeKesesehahatatan Kan Kabubupapateten Karn Karoo memelalalului Suri Surat Keat Kepupututusasann Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo;

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo;

M

Meennggiinnggaatt :: 1.1. Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang KeterbukaanUndang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Infor

Informasi Publmasi Publik (Lembik (Lembaran Negaran Negara Repuara Republikblik IndoneIndonesia Tahsia Tahunun 2008 Nomor

2008 Nomor 61, Tambaha61, Tambahan Lembaran n Lembaran Negara 4846);Negara 4846); 2.

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang KesehatanUndang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144); (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144); 3.

3. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang KearsipanUndang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286); Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5286); 4.

4. PeratuPeraturan Menran Menteri Kesteri Kesehataehatann Nomor 4Nomor 46 Tahun 206 Tahun 2015 tenta15 tentangng  Akreditasi

 Akreditasi Puskesmas, Puskesmas, KlinikKlinik Pratama, Pratama, Tempat Tempat Praktik Praktik MandiriMandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (Berita Negara Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (Berita Negara Republik Indo

Republik Indonesia Tanesia Tahun 201hun 20155 Nomor 104Nomor 1049);9); 5.

5. Peraturan Kepala Arsip Nasional Nomor 2 Tahun 2014 tentangPeraturan Kepala Arsip Nasional Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas (Berita Negara Republik Indonesia Pedoman Tata Naskah Dinas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun

Tahun 2015 2015 NomoNomor 432r 432););

6. Peraturan Bupati... 6. Peraturan Bupati...

PEMERINTAH KABUPATEN KARO

PEMERINTAH KABUPATEN KARO

DIN

DINAS K

AS KESEH

ESEHATAN

ATAN

Jalan Kapten Selamat Ketaren No.9 Jalan Kapten Selamat Ketaren No.9

KABANJAHE KABANJAHE

(2)

6.

6. Peraturan Bupati Karo Nomor 13 Tahun 2010 Tentang PedomanPeraturan Bupati Karo Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Di

Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo;Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo; 7.

7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 78Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2012 Tentang Tata Kearsipan Di Lingkungan Tahun 2012 Tentang Tata Kearsipan Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah;

Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 8.

8. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas KesehatanPedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Direktorat Jenderal Bina Upaya Tingkat Pertama (FKTP), Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan

Kesehatan Direktorat Bina UpDirektorat Bina Upaya Kesehatan aya Kesehatan Dasar Tahun Dasar Tahun 2015;2015;

MEM

MEMUTUUTUSKASKANN :: Menetapkan

Menetapkan :: KEPUTUSAN KKEPUTUSAN KEPALAEPALA DINAS KESEHDINAS KESEHATAN KABUPAATAN KABUPATEN KAROTEN KARO TE

TENTNTANANG TG TATATA NA NASASKAKAH DH DININASAS DI DI LILINGNGKUKUNGNGANAN DIDINANASS KESEHATAN KABUPATEN KARO

KESEHATAN KABUPATEN KARO

KESATU

KESATU :: Bentuk dan susunan naskah dinas produk hukum dan naskahBentuk dan susunan naskah dinas produk hukum dan naskah din

dinas as sursurat at didi DinDinas as KesKesehaehatan tan KabKabupaupaten ten KarKaroo diteditetaptapkakann sebagaimana tercantum pada lampiran dan merupakan bagian sebagaimana tercantum pada lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini;

yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini; KEDUA

KEDUA :: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuanKeputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apa

apabilbila dia dikekemudmudian ian harhari tei terdardapat pat kekkekelieliruaruann diddidalaalamnymnyaa akaakann dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Diteta

Ditetapkan pkan didi KabaKabanjahnjahee pada tanggal

pada tanggal KEPA

KEPALALA DINAS DINAS KESEKESEHATANHATAN KABUPATEN KARO KABUPATEN KARO

IRNA

(3)

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARO NOMOR :

TANGGAL :

BENTUK DAN SUSUNAN NASKAH DINAS, PENOMORAN, PARAF, BENTUK UKURAN DAN ISI STEMPEL, KOP NASKAH DINAS,

SAMPUL NASKAH DINAS DAN PAPAN NAMA

 A. PENGGUNAAN K ERTAS DAN PENGETIKAN

1. Penggunaan kertas naskah dinas adalah kertas HVS 70 gram, warna putih, ukuran Folio / F4 ukuran 215 x 330 mm.

2. Pengetikan sarana administrasi dan komunikasi perkantoran adalah sebagai berikut :

a. Penggunaan warna tinta hitam

b. Jenis huruf naskah dinas adalah Arial ukuran12 atau disesuaikan dengan kebutuhan

c. Spasi 1 atau 1,5 sesuai kebutuhan

d. Untuk pengetikan pada tabel dan form pada naskah dinas ukuran huruf  menyesuaikan sesuai kebutuhan

e. Pengetikan naskah dinas menggunakan margins left 3 cm, margins right 2 cm, margins top 2 cm dan margins bottom 2 cm

B. KOP SURAT

1. Kop Dinas Kesehatan mencantumkan logo Pemerintah Kabupaten Karo sebelah kiri, logo Bakti Husada sebelah kanan, ukuran huruf nama Pemerintah Daerah dengan huruf arial 14, tulisan Dinas Kesehatan dengan huruf arial 18.

2. Kop Puskesmas mencantumkan logo Pemerintah Kabupaten Karo sebelah kiri, logo Puskesmas sebelah kanan, ukuran huruf nama Pemerintah Daerah dan UPT Dinas Kesehatan dengan huruf arial 14, tulisan Puskesmas dengan huruf  arial 18.

PEMERINTAH KABUPATEN KARO

DINAS KESEHATAN

Jalan Kapten Selamat Ketaren No.9 KABANJAHE

(4)

Kop Puskesmas

PEMERINTAH KABUPATEN KARO

UPT DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS ………

 J alan… … … ..

C. PENOMORAN SURAT 1. Penomoran Surat Masuk

Surat masuk adalah semua surat dinas yang diterima. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian, penerimaan surat masuk sebaiknya dipusatkan di kesekretariatan. Surat masuk yang diterima dicatat pada buku agenda.

Pencatatan surat masuk dimulai dari Nomor 1 pada bulan Januari dan berakhir  pada nomor terakhir dalam satu tahun, yaitu nomor terakhir pada tanggal 31 Desember.

2. Penomoran Surat Keluar dan Naskah Dinas Lain

Surat keluar adalah semua surat dinas yang akan dikirim kepada pejabat yang tercantum pada alamat surat dinas dan sampul surat dinas.

a. Sistem penomoran surat keluar untuk Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut:

Format : 440.kode seksi/nomor urut/Dinkes/bulan dengan angka romawi/tahun

Contoh : 440.3.1/109/II/2017 Keterangan :

440 : Kode Penomoran Kesehatan 3.1 : Kode Seksi

Dinkes : Singkatan Dinas Kesehatan

109 : Nomor Urut Surat Keluar (No. Urut Agenda) II : Bulan surat dikeluarkan (Februari)

2017 : Tahun surat dikeluarkan

b. Sistem penomoran surat keluar untuk Puskesmas adalah sebagai berikut: Format : nomor urut/UPTD-Kes/Inisial puskesmas/bulan dengan angka

romawi/tahun

(5)

Keterangan :

23 : Nomor Urut Surat Keluar (No. Urut Agenda) UPTD-Kes : Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan JHR : Inisial Puskesmas (misalnya Juhar) II : Bulan surat dikeluarkan (Februari) 2017 : Tahun surat dikeluarkan

Inisial Puskesmas :

1. Puskesmas Kabanjahe : KJ 2. Puskesmas Berastagi : BTG 3. Puskesmas Korpri : KORP 4. Puskesmas Tigapanah : TP 5. Puskesmas Singa : SI 6. Puskesmas Dolat Rakyat : DR 7. Puskesmas Merdeka : MDK 8. Puskesmas Merek : MRK 9. Puskesmas Barusjahe : BJ 10. Puskesmas Simpang Empat : S-IV 11. Puskesmas Naman Teran : NT 12. Puskesmas Tiganderket : TND 13. Puskesmas Payung : PYG 14. Puskesmas Munte : MT 15. Puskesmas Juhar : JHR 16. Puskesmas Tigabinanga : TB 17. Puskesmas Kuta Buluh : KB 18. Puskesmas Lau Baleng : LB 19. Puskesmas Mardinding : MDD

(6)

c. Penomoran dokumen Akreditasi Puskesmas

Penomoran dokumen Akreditasi Puskesmas diurutkan sesuai dengan tanggal mulai berlaku dokumen dan dimulai dari kelompok Bab I, II dan III Administrasi Manajemen, selanjutnya Kelompok Bab IV, V, VI Upaya Kesehatan Masyarakat, dan Kelompok Bab VII, VIII, dan IX Upaya Kesehatan Perorangan.

Format : Kode Pokja /Nomor urut/Bab/Kelompok Dokumen/bulan/tahun Kode Pokja :

· Pokja Administrasi dan Manajemen disingkat ADM

· Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat disingkat UKM

· Pokja Upaya Kesehatan Perorangan disingkat UKP

Kelompok Dokumen :

· Surat Keputusan disingkat SK

· Standar Operasional Prosedur disingkat SOP

Contoh Format : ADM/21/II/SK/3/2017 Keterangan :

 ADM : Kode Pokja Admen 21 : Nomor Urut SK

II : Bab

SK : Surat Keputusan 3 : Bulan (Maret) 2017 : Tahun 2017

D. PARAF DAN PENULISAN NAMA 1. Pembubuhan Paraf Hierarkhis

a. Naskah dinas sebelum ditandangani oleh Kepala Dinas dan Sekretaris harus diparaf terlebih dahulu oleh maksimal tiga orang pejabat secara berjenjang untuk bertanggung jawab terhadap substansi, redaksi dan penulisan naskah dinas tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, penempatan paraf tersebut pada lembar terakhir naskah dinas sesuai arah jarum jam dimulai dari sebelah kiri nama pejabat yang akan menandatangani.

b. Naskah dinas yang konsepnya dibuat oleh pejabat yang akan menandatangani naskah dinas tersebut tidak memerlukan paraf.

c. Untuk keamanan isi naskah dinas yang jumlahnya lebih dari satu halaman, sebelum naskah dinas tersebut ditandatangani oleh pejabat yang

(7)

berwenang maka harus dibubuhkan paraf pejabat pengolah pada sudut kanan bawah setiap halaman.

d. Naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat mempunyai lampiran, pada lembar lampiran dipojok sebelah kanan atas ditulis lampiran : surat, nomor  dan tanggal serta pada bagian akhir sebelah kanan bawah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.

2. Penulisan Nama Pejabat Yang Berwenang menandatangani naskah dinas a. Penulisan nama kepala dinas dan kepala puskesmas pada naskah dinas

dalam bentuk Surat Keputusan dan Peraturan tidak menggunakan gelar  dan NIP.

b. Penulisan nama kepala dinas dan kepala puskesmas pada naskah dinas dalam bentuk surat menggunakan gelar, pangkat dan NIP.

(8)

E. BENTUK DAN SUSUNAN NASKAH DINAS

KOP SURAT

Tempat, tanggal, bulan, tahun

Nomor  Lampiran Hal : : : ………. ………. ………. Kepada Yth.:……… ……… di -……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… … ……… ………. KEPALA INSTANSI NAMA Pangkat NIP

(9)

KOP SURAT

Tempat , tanggal, bulan, tahun

Nomor  Lampiran Hal : : : ………. ………. Undangan Kepada Yth.:……… ..……… di -……… ……… ……..……… ………… Hari : ……… Tanggal : ……… Pukul : ……… Tempat : ………  Acara : ……… ……… ……..……… ………… KEPALA INSTANSI NAMA Pangkat NIP Catatan: 1. ……….. 2. ………..

(10)

KOP SURAT KEPUTUSAN KEPALA ……….. NOMOR : ……… TENTANG ………. ………

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ………., Menimbang : a. bahwa………... ………...; b. bahwa………... ………...; c. dan seterusnya; Mengingat : 1. Undang-Undang………. ……….; 2. Peraturan Pemerintah ... ...; 3. dan seterusnya; MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA ………...TENTANG ………... KESATU : ………; KEDUA : ………; KETIGA : ………. Ditetapkan di……….. pada tanggal……… KEPALA INSTANSI N A M A

(11)

KOP SURAT PERATURAN KEPAL A ……….. NOMOR : ……… TENTANG ………. ………

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA ……….., Menimbang : a. bahwa………..……... ………..; b. bahwa ………... ………..; c. dan seterusnya; Mengingat : 1. Undang-Undang ……….………….; 2. Peraturan Pemerintah ...;

3. Peraturan Menteri Kesehatan ...; 4. dan seterusnya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA ……….. TENTANG ………. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (1) ………; (2) dan seterusnya. Pasal 2 (1) ………; (2) dan seterusnya.

(12)

BAB II (dan seterusnya) ………. Pasal … (1) ……… ………. . (2) ……… ………. . BAB …. KETENTUAN PENUTUP Pasal … Ditetapkan di……….. pada tanggal……… KEPALA INSTANSI N A M A

(13)

KOP SURAT NOTA - DINAS Kepada : ……….. Dari : ……….. Tanggal : ……….. Nomor : ……….. Sifat : ……….. Lampiran : ……….. Hal : ……….. ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………. KEPALA INSTANSI NAMA Pangkat NIP

(14)

KOP SURAT TELAAHAN STAF Kepada : ……….. Dari : ……….. Tanggal : ……….. Nomor : ……….. Lampiran : ……….. Hal : ……….. I. Persoalan II. Praanggapan

III. Fakta-fakta yang mempengaruhi

IV. Analisis V. Kesimpulan VI. Saran NAMA JABATAN NAMA Pangkat NIP

(15)

KOP SURAT REKOMENDASI………. NOMOR……….. ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….

Tempat, Tanggal, Bulan dan Tahun KEPALA INSTANSI

NAMA Pangkat

(16)

KOP SURAT NOTULEN Sidang/Rapat : ……….. Hari/Tanggal : ……….. Waktu Sidang/Rapat : ………..  Acara : 1.……….. 2. ………. 3. dan seterusnya 4. penutup Pimpinan Sidang/Rapat Ketua : ……….. Sekretaris : ……….. Pencatat : ……….. Peserta sidang/rapat : 1……… 2. dan seterusnya. Kegiatan sidang/rapat : 1……….. 2. dan seterusnya. 1. Kata Pembukaan :……….. 2. Pembahasan :……… 3. Peraturan :……… PIMPINAN SIDANG/RAPAT NAMA JABATAN NAMA Pangkat NIP

(17)

Judul SOP SOP No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman : Nama Puskesmas

tanda tangan Nama Ka.Puskesmas

NIP 1. Pengertian 2. Tujuan 3. Kebijakan 4. Referensi 5. Prosedur  6. Langkah-Langkah 7. Bagan Alir 

8. Hal-hal yang perlu diperhatikan

9. Unit Terkait

10.Dokumen Terkait 11.Rekaman Historis

Perubahan

No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

Petuju k Pengisi an SOP

a. Kotak Heading : masing-masing kotak (Puskesmas, judul SOP, No. dokumen, tanggal terbit, No.revisi, Halaman, SOP, ditetapkan Kepala Puskesmas ditulis dengan jenis tulisan  Arial, Fontsize 12, kecuali untuk nama kepala puskesmas dan NIP fontsize 9. Kemudian diisi sebagai berikut :

Heading

dan kotaknya : hanya dicetak pada halaman pertama.

Menggunakan Logo pemerintah daerah dan nama puskesmas.

· Judul SOP : diberi Judul /nama SOP sesuai proses kerjanya

· Nomor Dokumen: diisi sesuai ketentuan penomoran yang berlaku.

· Tanggal terbit : diberi tanggal sesuai tanggal terbitnya atau tanggal diberlakukannya SOP. Format : 0/0/0000

· Nomor Revisi : diisi dengan status revisi, Angka nol (0) untuk dokumen baru angka 1 untuk revisi ke 1, dan seterusnya.

· Halaman : diisi nomor halaman dengan mencantumkan total halaman SOP tersebut yaitu : nomor halaman / jumlah halaman SOP ( misal1/5). Namun

(18)

ditiap halaman selanjutnya dibuat

 footer dan dicantumkan no dokumen,

misalnya pada halaman kedua : No Dokumen, 2/5, halaman terakhir : No Dokumen, 5/5.( dicetak miring dan diletakkan ditengah)

· Kotak ditetapkan oleh Kepala Pusksmas: diberi tandatangan Kepala Puskesmas, nama jelas dan NIP.

b. Isi SOP :

1. Pengertian : diisi definisi judul SOP, dan berisi penjelasan dan atau definisi tentang istilah yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah pengertian/ menimbulkan multi persepsi.

2. Tujuan : berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik. Kata kunci :“Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk ……”

3. Kebijakan : berisi kebijakan Kepala Puskesmas yang menjadi dasar  dibuatnya SOP tersebut. Misalnya kata kunci : “ SK Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Tigapanah Nomor ... tentang ... “

4. Referensi : berisikan dokumen eksternal sebagai acuan penyusunan SOP, bisa berbentuk buku, peraturan perundang– undangan yang berisi tentang pedoman atau panduan, ataupun bentuk lain sebagai bahan pustaka.

5. Prosedur / Langkah-langkah : bagian ini merupakan bagian utama yang menguraikan langkah-langkah kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu dan untuk SOP yang memerlukan alat dan bahan boleh dimasukkan diawal prosedur / langkah-langkah.

6. Unit terkait : berisi unit-unit yang terkait dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tersebut.

Isi SOP bermacam- macam untuk itu dari keenam isi SOP wajib dimasukan kedalam format, namun apabila ada yang akan menambahkan dipersilahkan, contoh bagan alir, dokumen terkait dan lain- lain.

7. Diagram Alir/ bagan alir 

(Flow C hart)

:

Diagram alir/bagan alir dibuat untuk memudahkan dalam pemahaman langkah-langkah prosedur kerja/pelayanan.Diagram alir dicantumkan dalam SOP sesuai kebutuhan.Diagram alir secara garis besar dibagi menjadi dua macam, yaitu diagram alir makro dan diagram alir mikro.

 Diagram alir makro, menunjukkan kegiatan-kegiatan secara garis besar 

dari proses yang ingin kita tingkatkan, hanya mengenal satu simbol. Bentuk balok :

 Diagram alir mikro, menunjukkan rincian kegiatan-kegiatan dari tiap

tahapan diagram makro, bentuk simbul sebagai berikut:

o  Awal kegiatan :

….? ?

(19)

o  Akhir kegiatan : ya o Keputusan : tidak o Penghubung : o Dokumen : o  Arsip :

F. BENTUK UKURAN DAN ISI STEMPEL 1. Bentuk Stempel

Stempel perangkat daerah berbentuk lingkaran 2. Ukuran Stempel

Ukuran stempel SKPD meliputi :

a. Ukuran garis tengah lingkaran luar stempel jabatan dan stempel perangkat daerah adalah 4 cm

b. Ukuran garis tengah lingkaran tengah stempel jabatan dan stempel perangkat daerah adalah 3,8 cm

c. Ukuran garis tengah lingkaran dalam stempel jabatan dan stempel perangkat daerah adalah 2,7 cm

d. Jarak antara 2 (dua) garis yang terdapat dalam lingkaran dalam maksimal 1 cm

3. Isi Stempel

a. Stempel perangkat daerah berisi nama pemerintah kabupaten, nama SKPD yang bersangkutan

….?

…?

….?

(20)

b. Stempel UPT berisi nama pemerintah kabupaten, nama SKPD dan nama UPT yang bersangkutan

4. Format Stempel

1 cm 2,7 cm 3,8 cm 4 cm

a.Stempel Dinas Kesehatan

DINAS KESEHATAN c. Stempel Puskesmas PUSKESMAS SINGA Ditetapkan di Kabanjahe pada tanggal

KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARO

Referensi

Dokumen terkait

(1) Asisten Sekretaris Daerah atas nama Bupati menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat yang materinya merupakan penjelasan atau petunjuk pelaksanaan dari

(3) Kepala SKPD atas nama Walikota menandatangani naskah dinas dalam bentuk surat ditujukan kepada pejabat di lingkungan pemerintah pusat dan pejabat di

surat yang akan ditandatangani oleh Walikota/Wakil Walikota terlebih dahulu harus diparaf oleh Sekretaris Daerah yang sebelumnya harus diparaf oleh Asisten Sekretaris Daerah

(2) Sekretaris Daerah atas nama Gubernur menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan Naskah Dinas Penugasan, Naskah Dinas Korespondensi, Naskah Dinas

(2) Kepala Subbagian, Kepala Subbidang, dan Kepala Seksi,atas nama Sekretaris, Kepala Bagian, atau Kepala Bidang menandatangani naskah dinas dalam bentuk dan susunan surat

Yaitu naskah dinas internal di lingkungan unit kerja yang dibuat oleh pejabat yang berwenang dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan tanggung jawab jabatan/kedinasan

Naskah dinas sebelum ditandatangani oleh walikota, wakil walikota, sekretaris daerah, asisten, sekretaris DPRD, kepala dinas, kepala badan dan inspektur harus diparaf

3 Bentuk dan susunan map Naskah Dinas Kepala Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a dan map Naskah Dinas kepala Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b