Pengaruh Perbedaan Umpan Dan Waktu Pengoperasian Pancing Perawai (Set Bottom Longline) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakap Merah (Lutjanus Spp) Di Sekitar Perairan Jepara
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Untuk mengetahui status keberlanjutan dari upaya pemanfaatan sumber daya ikan kakap merah ( Lutjanus sp.) di Tanjungpandan, dilakukan analisis keberlajutan terhadap kelima
Berdasarkan nit teisebut, maka menjadi hal penting untuk dilakukan kajian ilmiah yang terkait dengan pengaruh perbedaan waktu operasi penangkapan siang dan malam
Berdasarkan hasil penelitian, pancing ulur dengan umpan alami berupa ikan kembung yang dioprasikan pada malam hari dan dilakukan 15 kali penggulangan mendapatkan hasil
Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE ( Catch Per Unit Effort ) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun
penelitian yang dilakukan di kedalaman lebih dari 5 meter, sehingga pengaruh hasil tangkapan ikan karang antara operasi alat tangkap pada siang dan malam hari
Pada umumnya, nelayan bagan tancap di perairan Sungsang melakukan operasi penangkapan ikan mulai jam 21.00-06.00 WIB dengan jumlah hauling antara 7-12 kali per trip (dalam 1