Pengaruh Penggunaan Polyethilene Glycol (Peg) pada Kulit Buah Kopi terhadap Produksi dan Kinetik Gas secara In Vitro
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil yang terbaik secara matematis adalah pada perlakuan P 1 (Pakan dengan penambahan 25% tepung kulit buah markisa fermentasi) namun analisis terhadap data tidak menunjukkan
Ekstrak kulit buah naga merah ( Hylocereus polyrhizus ) merupakan hasil ekstrak kulit buah naga merah yang diperoleh dari metode maserasi menggunakan larutan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis kulit buah kopi arabika dan robusta berpengaruh terhadap senyawa antioksidan yaitu warna, pH, betakaroten, antosianin,
Adapun perlakuan yang dicobakan sebagai berikut : R 1 = 0% Fermentasi tepung kulit buah kakao dalam konsentrat + hijauan jagung ad-libitum, R 2 = 10% fermentasi tepung kulit buah
Rataan produksi VFA antara perlakuan penambahan mineral dengan lama waktu fermentasi dapat dilihat pada Tabel 2.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama
Bahan pakan yang diujikan pada penelitian ini adalah tepung kulit kopi, kulit kacang tanah, rumput lapang, daun turi, jerami padi dan jerami padi
Rataan produksi VFA antara perlakuan penambahan mineral dengan lama waktu fermentasi dapat dilihat pada Tabel 2.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama
Menggunakan bahan baku kulit kopi dan metode fermentasi dan distilasi di dapatkan hasil sebesar 30% dengan dilakukan fermentasi selama 3 hari, kadar yang mereka dapat belum diuji