• Tidak ada hasil yang ditemukan

Al-Azhar Journal of Islamic Economics Volume 3 Nomor 1, Januari 2021 ISSN Online: ISSN Print:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Al-Azhar Journal of Islamic Economics Volume 3 Nomor 1, Januari 2021 ISSN Online: ISSN Print:"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics

Volume 3 Nomor 1, Januari 2021

ISSN Online: 2685-6522 | ISSN Print: 2654-5543 Doi: 10.37146/ajie.v3i1.53

Penerbit: Program Studi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Al-Azhar Journal of Islamic Economics (AJIE) is indexed by Google Scholar and licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

48

Penerapan Akad Wadiah pada Tabungan IB Hasanah di

Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah

Fauziah, Sappeami, Indry Nur Ikasari

Institut Agama Islam Darul Da’wah Wal Irsyad (IAI DDI) Polewali Mandar E-mail: [email protected]

Abstract

BNI Syariah is one of the Sharia Commercial Banks in Indonesia. The existence of the bank is very important because it gives different nuances of the various products offered to the public. Therefore, this study aims to determine how the application of the wadiah contract on iB Hasanah savings, and how the sharia review in the wadiah contract on IB Hasanah savings at Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo.

This article uses a qualitative descriptive method, by processing data from interviews with BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo, from the data obtained and then processed with the support of literature review data, for example collecting data from literature, articles, journals and from internet sites related to research. which is conducted. The results of this study indicate that the practice of BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo implements two types of contracts, namely wadi'ah and mudharabah contracts, which are then implemented into iB Hasanah savings. At BNI Syariah Tbk, KCP Wonomulyo has many product variants that can be the community's choice to partner with the bank. And the iB Hasanah savings account is one of the products that are the main choice of customers, because these transactions provide convenience to the community and without any discount. While the practice of the wadi'ah contract in the form of IB Hasanah savings at Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo is in accordance with the principles of sharia. This can be seen from the application of the pillars and conditions specified in Islamic law.

Kata Kunci: Wadi’ah; iB Hasanah; Hukum Islam.

Abstrak

BNI Syariah adalah salah satu dari Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia. Keberadaan bank tersebut menjadi sangat penting karena telah memberi nuansa berbeda dari berbagai produk-produk yang ditawarkan pada masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bagaimana penerapan akad wadiah pada tabungan iB Hasanah, dan Bagaimana tinjauan syariah dalam akad wadiah pada tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengolah data hasil wawancara dengan pihak BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo, dari data yang peroleh kemudian diolah dengan dukungan data hasil kajian pustaka, mislanya mengumpulkan data dari literatur, artikel, jurnal serta dari situs internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo menerapkan dua macam akad, yaitu akad wadi’ah dan mudharabah, yang kemudian diimplementasikan ke dalam tabungan iB Hasanah. Pada BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo memiliki banyak varian produk yang dapat menajdi pilihan masyarakat untuk bermitra dengan pihak bank. Praktik akad wadi’ah dalam bentuk tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.hal tersebut dapat dikethaui dari penerapan rukun dan syarat yang telah ditentukan dalam syariat Islam.

(2)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

49 1. Pendahuluan

Perbankan di Indonesia dewasa ini semakin ramai dengan adanya bank syariah yang menawarkan produk keuangan dan investasi dengan cara berbeda dibanding bank konvensional yang sudah lama ada. Sejak munculnya Bank Muamalat pada tahun 1992 bank dengan prinsip Syariah ini sukses memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Hal tersebut diketahui saat krisis ekonomi tahun 1998 yang mana Bank Muamalat bisa bertahan dari krisis yang membuat belasan bank konvensional lain tersungkur tak berdaya. Terinspirasi dengan tegarnya Bank Muamalat menghadapi krisis, maka berdirilah beberapa bank Syariah termasuk Bank BNI Syariah. BNI Syariah yang berawal dalam bentuk Unit Usaha Syariah (UUS) pada tanggal 29 April Tahun 2000 yang berlandaskan UU No. 10 Tahun 1998. Kemudian UUS tersebut berubah menjadi PT Bank BNI Syariah pada tanggal 21 Mei 2010 berdasarka Keputusan Gubernur bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010, akan tetapi bentuk bank ini masih berupa UUS sementara. Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2010 BNI 2010 BNI Syariah berubah seratus persen menjadi Bank Umum yang menjalankan prinsip syariah.1

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan terdapat perubahan yang menerangkan bahwa sistem perbankan syariah dikembangkan dengan beberapa tujuan yakni memenuhi kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat yang tidak menerima konsep bunga, memenuhi kebutuhan akan produk dan jasa perbankan yang memiliki beberapa keunggulan komparatif berupa peniadaan pembebanan bunga, membuka peluang pembiayaan bagi pengembangan usaha berdasarkan prinsip kemitraan dengan menjaga hubungan investor yang harmonis.2

Pembiayaan atau financing, yaitu pendanaan yang diberikan oleh suati pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun Lembaga.3 Prinsip syariah yang diterapkan oleh Bank Syariah adalah

pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musyarakah) prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pemilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). Sistem bank berdasarkan prinsip syariah sebelumnya di Indonesia hanya dilakukan oleh Bank Syariah seperti Bank Muamalat Indonesia dan BPR syariah lainnya. Dewasa ini sesuai dengan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 yang baru bank umum pun dapat menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah asal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan olek Bank Indonesia.4

Produk perbankan syariah dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Produk Penyaluran Dana, Produk Penghimpunan Dana, dan Produk yang berkaitan dengan jasa yang diberikan perbankan kepada nasabahnya. Penghimpunan dana dalam bank syariah tidak didasarkan atas nama produk melainkan berdasarkan prinsip yang digunakan. Prinsip dalam penghimpun dana dalam bank syariah terdiri dari dua prinsip, yaitu akad

1https://www.syariahbank.com/profil-dan-produk-bank-bni-syariah/, diakses pada

tanggal 18 Juni 2019.

2 Sudarsono Heri, Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah, (Ekonisia, Yogyakarta, Cetakan ke-3,

2017). h. 34

3 Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2016), h. 41.

4 Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, Cetakan

(3)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

50 Wadi’ah dan akad Mudharabah.

Kegiatan bank syariah dalam hal penentuan harga produknya sangat berbeda dengan bank konvensioanal. Penentuan harga bagi bank syariah didasarkan pada kesepakatan antara bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang akan menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Berikut ini prinsip-prinsip yang berlaku pada bank syariah: 5

1.

Pembiayaan berdasarakan prinsip bagi hasil (mudharabah)

2.

Pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musyarakah)

3.

Pinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah)

4.

Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)

5.

Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank

oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Salah satu produk pendanaan yang banyak menarik minat masyarakat adalah Tabungan iB Hasanah, dimana produk tersebut menggunakan akad mudharabah dan akad wadiah. Biaya yang digunakan pada produk tersebut lebih kecil dibandingkan dengan produk giro atau deposito. Selain itu produk Tabungan iB Hasanah dapat berguna untuk sarana investasi yang murni sesuai syariah, yang nasabah dapat melakukan penyetoran dan penarikan tunai dengan sangat mudah, bank juga dapat menjaga amanah dari nasabah sesuai dengan akad mudharabah dan akad wadiah yang dilaksanakan. Pada dasarnya produk pendanaan merupakan dana pihak ketiga (nasabah) yang dititipkan atau disimpan oleh bank dengan penarikan yang dapat dilakukan setiap saat tanpa harus memberitahu pihak bank terlebih dahulu. Sebagaimana karakter tabungan yang ada pada jasa perbankan lainnya, dana tabungan pada perbankan syariah dapat digunakan untuk kegiatan operasional bank.6

Perkembangan BNI Syariah KCP Wonomulyo dalam memberikan pelayanan iB Hasanah harus diketahui oleh masyarakat luas, sehingga memilih menjadi nasabah pada BNI Syariah KCP Wonomulyo. Hal ini akan membatu perkembangan Lembaga keuangan Syariah dan peningkatan perekonomian sesuai dengan aturan syariah. Melalui artikel ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap penerapan akad tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo ditinjauan dari aturan syariah.

2. Metode Penelitian

Artikel ini menggunakan penelitian kualitatatif Menurut Bogdan dan Taylor, sebagaimana yang dikutip oleh Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.7 Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif

untuk memperoleh informasi mengenai tabungan iB Hasanah pada Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo secara mendalam dan komprehensif.

5 Adiwarman A. Karim, Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan, Cetakan ke-12, (Jakarta: Raja

Grafindo, 2017), h. 98.

6https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pendanaan/bnigiroibhasanah, diakses pada

tanggal 18 Juni 2019.

7Lexy. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,

(4)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

51

Menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. diolah dan di analisis melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Kemudian melakukan Uji credibility (kredibilitas) atau uji kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah dilakukan

3. Hasil dan Analisis

3.1 Penerapan akad wadi’ah pada tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo

BNI Syariah KCP Wonomulyo dalam praktiknya mempunyai berbagai macam produk-produk perbankan yang salah satunya adalah Tabungan iB Hasanah yang mempunyai dua skim yaitu: Wadi’ah dan Mudharabah Mutlaqah, secara sederhana perbedaan mendasar terletak pada imbal hasil yang diberikan. Jika dengan prinsip Mudharabah, bank akan memberikan bagi hasil yang besarannya sesuai dengan yang diperjanjikan diawal. Sementara akad wadi’ah tidak punya kewajiban memberi bagi hasil. Tabungan BNI Syariah iB Hasanah dengan dua prinsip ini memiliki ketentuan biaya pemeliharaan rekening yang berbeda, yaitu sebagai berikut:

Perbandingan biaya Wadi’ah dan MudharabahMutlaqah

Jenis Biaya Wadi'ah Mudharabah Mutlaqah

Minimal setoran awal Rp100.000,00 Rp. 100.000,- sampai Rp. 10.000.000,- Minimal setoran

selanjutnya Rp100.000,00 Rp. 100.000,- sampai Rp. 5.000.000,-

Saldo mengendap Rp100.000,00 Rp. 100.000,- sampai Rp. 5.000.000,-

Biaya di bawah saldo

minimum Rp0,00 Rp. 10.000,- sampai Rp. 50.000,- Pengelolaan rekening Rp0,00 Rp. 5.000,- Pembuatan ATM Rp5.000,00 Rp. 5.000,- Biaya Penutupan rekening Rp10.000,00 Rp. 10.000,- sampai Rp. 25.000,- Penggantian buku tabungan Rp1.500,00 Rp. 1.500,- Penggantian ATM Rp10.000,00 Rp. 10.000,- Tarif SMS Banking Rp3.500,00 Rp. 3.500,-

Tarif Internet Banking Transfer ke bank lain Rp.

(5)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

52

Pembayaran tagihan PLN

Rp. 3.000,- Bayar tagihan PLN Rp. 3000,-

Pembayaran tagihan Telkom. Flexi Postpaint, Speedy Rp. 2.500,-

Pembiayaan tagihan Telkom, Flexi Postpaint, Speedy Rp. 2.500,-

Transaksi di ATM lain

Tarik tunai Cirrus dan plus Rp. 25.000,-

Tarik tunai Cirrus dan plus Rp. 25.000,-

Informasi saldo link Rp.

2.000,- Informasi saldo link Rp. 2000,-

Penarikan tunai link Rp.

3.900,- Penarikan tunai link Rp. 3.900,-

Informasi saldo ATM bersama Rp. 3.000,-

Informasi saldo ATM bersama Rp. 3000,-

Penarikan tunai ATM bersama Rp. 5.000,-

Penarikan tunai ATM bersama Rp. 5000,-

Beban biaya akad wadi’ah lebih sedikit dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan akad MudharabahMutlaqah.

Penerapan Akad wadi’ah di BNI Syariah

Gambar 2

Berdasarkan identifikasi di atas dapat disimpulkan bahwa nasabah datang ke bank BNI Syariah untuk menitipkan barang atau menyetorkan uangnya ke bank. Kemudian pihak yang dititipi bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut tanpa ada imbalan apapun. Bank dapat memberikan insentif kepada penitip dalam bentuk bonus.

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa akad wadi’ah itu dibagi menjadi dua jenis akad yaitu akad wadi’ah yad amanah dan akad wadi’ah yad dhamanah. Adapun Produk tabungan yang berakad wadi’ahyaddhamanah di BNI Syariah adalah BNI iB Hasanah, BNI Bisnis iB Hasanah, BNI Baitullah iB Hasanah, BNI Tunas iB Hasanah, BNI Tapenas

2. Pemanfaatan dana dan dapat memberikan bonus tanpa ada

imbalan 1. Menitipkan barang

(6)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

53

iB Hasanah, dan BNI Prima iB Hasanah. Analisa dalam produk tabungan iB hasanah

menggunakan akad wadi’ah.8

Adapun beberapa prosedur pembukaan tabungan iB Hasanah

a. Prosedur pembukaan tabungan iB Hasanah

Pembukaan Tabungan iB Hasanah biasanya dimulai dengan wawancara antara calon nasabah dengan Customer Service. Customer service akan memberikan penjelasan yang detail mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tabungan tersebut. Proses pembukaan Tabungan iB Hasanah sebagai berikut:

1) Tabungan iB Hasanah menggunakan akad wadi’ah

2) Usia penabung saat masuk adalah minimal 17 tahun dan maksimal 55 tahun. 3) Pembukaan rekening dapat dilakukan diseluruh cabang bank pada saat buka kas. 4) penabung diberikan buku tabungan.

5) Penggantian buku tabungan berencana bila buku tabungan penuh.

6) Jika terdapat perbedaan antara saldo yang dicacat pada buku tabungan dengan saldo yang tercatat pada pembukuan bank maka yang digunakan adalah saldo yang tercatat pada pembukuan bank.

b. Pembukaan Tabungan iB Hasanah

Pada saat pembukaan rekening Tabungan iB Hasanah baru mengisi dan menandatangani formulir pembukaan Tabungan iB Hasanah yang merangkap formulir auto debet yang ada pada brosur. Ketentuan prinsip mengenal nasabah sangat perlu sehingga tidak terjadi money laundering atau pencucian uang.

Untuk nasabah umum:

1) Mengisi formulir aplikasi pembukaaan rekening

2) Melampirkan fotocopy identitas dari (KTP/SIM/Paspor).

3) Melakukan setoran awal minimal Rp 100.000,- dan tambahan Rp 5000,- untuk kartu ATM.

Untuk mahasiswa:

1) Mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening 2) Melampirkan surat keterangan dari kampus 3) Melampirkan kartu perpustakaan

4) Melampirkan foto

5) Melakukan setoran awal minimal Rp 100.000,- dan tamabahan untuk Rp 16.000,- untuk pembuatan ATM.

Untuk nasabah umum yang tidak berdomisili diwilayah: 1) Mengisi formulir aplikasi pembukaaan rekening

2) Melampirkan fotocopy identitas dari (KTP/SIM/Paspor).

3) Melakukan setoran awal minimal Rp 100.000,- dan tambahan Rp 5000,- untuk kartu ATM.

4) Melampirkan surat keterangan kerja jika dia bekerja disebuah perusahaan.

(7)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

54

Untuk mahasiswa yang tidak berdomisili diwilayah: 1) Mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening 2) Melampirkan surat keterangan dari kampus 3) Melampirkan kartu perpustakaan

4) Melampirkan foto

5) Melakukan setoran awal minimal Rp 100.000,- dan tamabahan untuk Rp 16.000,- untuk pembuatan ATM.

6) Melampirkan surat keterangan dari kampus.

c. Penyetoran Tabungan iB Hasanah

Penyetoran merupakan tindakan menyerahkan uang oleh seorang nasabah kepada lembaga terkait. Dalam istilah perbankan penyetoran adalah kegiatan seorang nasabah untuk menyerahkan uangnya kepada bank untuk ditabung dalam Tabungan iB Hasanah.

d. Penarikan Tabungan iB Hasanah

Penabung diperbolehkan melakukan penarikan kapan saja, karena Tabungan iB Hasanah adalah bukan tabungan berjangka. Jadi, penabung bisa melakukan penarikan melalui ATM ataupun saat buka kas.

e. Penutupan Tabungan iB Hasanah

1) Penutupan tabungan iB Hasanah dilakukan dengan melampirkan buku tabungan dan jika dikuasakan kepada orang lain, harus menggunakan surat keterangan pada pemilik rekening atau surat kuasa bermatrai.

2) Penutupan tabungan hanya bisa dilakukan pada cabang penerbit atau pengelola tabungan tersebut.

f. Fasilitas Tabungan iB Hasanah

Fasilitas dan Benefit ATM 1) Buku Tabungan

2) Kartu BNI Syariah Card Silver 3) E-Banking

g. Keunggulan Tabungan iB Hasanah

Keunggulan Tabungan iB Hasanah adalah Mendapatkan BNI Syariah Card Silver yang dapat dimanfaatkan sebagai:

1) Kartu debit untuk belanja dimerchant berlogo Master Card diseluruh dunia. 2) Kartu ATM melalui jaringan ATM BNI, ATM Bersama, dan Master Card diseluruh

Indonesia serta jaringan ATM Internasional Cirrus diseluruh dunia. 3) Penarikan tunai melalui ATM hingga Rp 5.000.000,-/hari

4) Setiap pembukaan BNI Syariah Card, nasabah secara otomatis berdonasi sebesar Rp 500,- yang akan disalurkan untuk kegiatan sosial.

5) Mendapat bagi hasil yang kompetitif (khusus akad mudharabah).

6) Pembukaan rekening dan transaksi penarikan serta penyetoran dapat dilakukan dilebih dari 787 kantor cabang BNI dan 58 kantor cabang BNI Syariah.

(8)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

55

8) Dana nasabah dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

9) Layanan informasi 24 jam dan dapat bertransaksi melalui E-Banking (ATM, Call center 5789 9999 dan 68888, internet banking dan sms banking). Layanan E-Banking ini didukung oleh infrastruktur teknologi PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa proses penerapan akad

wadi’ah pada tabungan iB Hasanah di BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo sudah

berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dan dari penelitian ini pula diketahui bahwa produk BNI syariah yang paling diminati oleh masyarakat adalah tabungan BNI iB Hasanah, dengan alasan produk ini tidak ada potongan.9

3.2 Tinjauan syariah dalam akad wadi’ah pada tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo.

Al-wadi’ah dapat diartikan titipan atau simpanan, yaitu titipan sebagai titipan murni

dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki. Praktik pada BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo telah sesuai dengan prinsip syariah yaitu didasari dengan adanya Fatwa Dewan Syariah Nasional NO:02/DSN-MUI/IV/2000 yang memutuskan tentang Tabungan, Ketentuan umum tabungan berdasarkan Mudharabah, Ketentuan umun

tabungan berdasarkan wadi’ah. Untuk mengetahui apakah BNI Syariah menggunakan akad wadi’ah sesuai dengan tinjauan syariah dapat dilihat dari segi rukun dan syarat

yaitu sebagai berikut.

Tinjauan syariah dalam akad Wadi’ah di BNI Syariah

Keterangan akad wadi'ah Sesuai Syariah

Rukun: Ya Tidak

a. Barang yang dititipkan ✓

b. Pemilik barang atau orang bertindak sebagai

pihak yang menitipkan ✓

c. Pihak yang menyimpan atau memberikan jasa

custodion (mustawda')

d. Ijab qavul (shigat) ✓

Syarat: ✓

a. Baligh ✓

b. Berakal ✓

c. Barang titipan ✓

(9)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

56

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa akad wadi’ah di BNI Syariah Tbk KCP

Wonomulyo sesuai dengan tinjauan syariah dapat dilihat dari unsur rukun dan syarat

akad wadi’ah. Produk pada BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo menggunakan akad

wadi’ah yad ad-dhamanah. Adapun rukun dari akad wadi’ah adalah:

1) Barang titipan, syaratnya adalah barang titipan itu harus jelas bisa dipegang dan dikuasai.

2) Pemilik barang, syaratnya adalah pemilik barang itu harus sudah baligh, berakal, tidak sah penitipan jika dilakukan oleh anak kecil walaupun dia sudah baligh hal

itu disebabkan karena dalam akad wadi’ah banyak mengandung risiko penipuan,

selain itu orang yang melakukan penitipan tersebut juga harus dapat bertindak secara hukum.

3) Pihak yang menyimpan, syaratnya adalah bagi penerima titipan harus menjaga barang titipan tersebut dengan baik dan memelihara barang titipan tersebut ditempat yang aman sebagaimana kebiasaan yang lazim berlaku pada orang banyak berupa pemeliharaan.

4) Ijab qabul, akad ijab qabul di dalam wadi’ah yaitu ijabnya diucapkan dengan

perkataan dan qabulnya dilakukan dengan perbuatan.

Produk pada BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo menggunakan akad wadi’ah yad ad-dhamanah.wadi’ah yad ad-dhamanah adalah titipan dana nasabah pada bank yang dapat dipergunakan oleh bank dengan seizin nasabah, dan bank menjamin akan mengembalikan titipan tersebut secara utuh (sebesar pokok yang dititipkan). Prinsip wadi’ah yad ad-dhamanah ini dipergunakan oleh bank BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo dalam mengelola jasa tabungan, yaitu simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menariknya kembali, bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut terutama dana yang mengendap di bank. Nasabah dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank, tetapi atas kehendaknya sendiri, bank dapat memberikan imbalan, keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank. Bank menyediakan buku tabungan dan jasa-jasa lainnya yang berkaitan dengan produk tabungan yang berakad wadi’ah yad ad-dhamanah.10Secara umum wadi’ah adalah

titipan murni dari pihak penitip (muwaddi’) yang mempunyai barang/aset kepada pihak penyimpan (mustawda’) yang diberi amanah/kepercayaan, baik indivindu maupun

badan hukum, tempat barang yang dititipkan harus dijaga dari kerusakan, kerugian, keamanan, dan keutuhannya, dan dikembalikan kapan saja penyimpan menghendaki.11

Berdasarkan praktik tersebut kita bisa mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penerapan produk wadia’ah pada dunia perbankan Islam. Yang akan diuraikan sebagai berikut:

10 Wawancara dengan Sureni Hikmawati, selaku Customer Service pada BNI Syariah Tbk KCP

Wobomulyo, pada tanggal 31 Oktober 2019.

(10)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

57

a.

Hukum Wadi’ah Yad Al-Amanah

Konsep wadi’ah yad al-amanah (tangan amanah) pihak yang menerima tidak boleh

menggunakan dan memanfaatkan harta yang dititipkan. Praktek dalam perbankan akad ini disebut dengan istilah simpanan (safe deposit box).

Sebagimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 1:

ُكۡيَلَع َٰ َلَۡتُي اَم

لَِّإ ِمَٰ َعۡن

ذ

َ ۡ

لۡٱ ُةَميِهَب مُكَل ۡتذلِحُأ ِِۚدوُقُعۡلٱِب ْاوُفۡوَأ ْآوُنَماَء َنيِ ذلَّٱ اَهُّيَأََٰٓي

ۡمُتن

َ

أَو ِدۡي ذصلٱ ِ

ِلَِ ُمُ َ ۡيَۡغ ۡم

ُديِرُي اَم ُمُكۡ

َيَ َ ذللَّٱ ذنِإ ٌۗ مُرُح

Terjemahnya:

Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji, hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji/umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Ia kehendaki.

Konsekuensi hukum akad wadi’ah adalah kewajiban orang yang dititipi untuk menjaganya demi pemiliknya. Karena, dari pihak pemilik, akad wadi’ah adalah

permintaan untuk menjaga dan penyerahan sesuatu sebagai amanah. Adapun dari pihak yang dititipi adalah komitmen untuk menjaga, sehingga ia wajib menjaganya. Syariah Tbk KCP Wonomulyo merupakan Strategic Bussiness Unit (SBU) dari Bank BNI Syariah yang menjalankan bisnis dengan prinsip syariah. Pada saat ini Bank BNI Syariah memberikan layanan pembiayaan dan pendanaan berbasis syariah yang jelas

menguntungkan dan memudahkan. Akad wadi’ah yang dipakai dalam pendanaan

(funding) pada perbankan syariah khususnya pada Bank BNI Syariah diwujudkan dalam bentuk BNI Giro iB Hasanah, BNI Deposito IB Hasanag, dan BNI Tabungan iB

Hasanah, dengan tidak menggunakan jenis akad wadi’ah yad al-amanah.

b. Hukum Wadi’ah Yad Ad-Dhamanah

Jika dilihat dari praktik pelaksanaan akad wadi’ah yang dilakukan oleh BNI Syariah Tbk

KCP Wonomulyo, sebagai salah satu akad yang terdapat pada produk perbankan syariah, yang termasuk dalam produk penghimpunan dana (funding), dimana nasabah menitipkan sejumlah dananya, dalam berbentuk tabungan dan jenis produk tabungan yang berakad wadi’ah yad ad-dhamanah pada BNI Syariah Tbk KCP Wonomulyo, BNI Giro iB Hasanah, BNI Deposito IB Hasanag, dan BNI Tabungan iB Hasanah, yang pengambilannya bisa dilakukan kapan pun ketika nasabah/ si penitip menghendakinya. Apabila nasabah sebagai penitip dana memberi izin kepada bank untuk memanfaatkan/ mengelola dana titipan itu, maka sebagai konsekuensi dari titipan murni tersebut, bila pihak bank sebagai pengelola memperoleh penghasilan atau keuntungan atas pengelolaah tersebut maka sepenuhnya adalah milik bank. Kemudian bank atas kehendaknya sendiri tanpa perjanjian diawal dapat memberikan insentif berupa bonus kepada nasabahnya.

Akad wadi’ah pada dasarnya berfungsi untuk menitipkan saja, tetapi pada akad wadi’ah yad ad-dhamanah membolehkan dana yang dititipkan digunakan, dengan ketentuan bahwa dana yang digunakan seutuhnya kepada pemilik. Akan tetapi nasabah dan bank tidak boleh saling menjanjikan untuk membagi hasilkan keuntungan harta tersebut.

(11)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

58

Pasal 36 huruf a poin 2 PBI Nomor 6/24/PBI/2004 tentang Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, pada intinya menyebutkan bahwa bank wajib menerapkan prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan usahanya melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan investasi, antara lain berupa tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan atau mudharabah.12 Penghimpunan dana masyarakat dengan prinsip sebagai berikut:

1) Al-wadi’ah (titipan) atau yad-dhamanah, yang digunakan utuk mnerima giro (current account) dan tabungan (saving account) serta titipan dari pihak ketiga atau lembaga keuangan lain yang menganut sistem yang sama.

2) Al-mudharabah (simpanan) dalam praktiknya kinsep ini disebut sebagai (investment account) atau lazim disebut sebagai deposito berjangka dengan waktu yang berlaku, misalnya 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya.13

Adapun Fatwa Dewan Syariah Nasional NO:01/DSN-MUI/IV/2000 tentang Giro memutuskan:

Pertama: Giro ada dua jenis:

1) Giro yang tidak dibenarkan secara syariah, yaitu giro yang berdasarkan perhitungan bunga.

2) Giro yang dibenarkan secara syariah, yaitu giro yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Kedua: ketentuan umum giro berdasarkan Mudharabah:

1) Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul al-mal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

2) Dalam kepastian sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan pengembangannya, termasuk didalamnya mudharabah dengan pihak lain.

3) Modal harus dinyatakan dalam besaran jumlah, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.

4) Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.

5) Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional dana giro dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.

6) Bank tidak diperkenankan mengurangi nisabah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan

Ketiga: ketentuan umum giro berdasarkan Wadi’ah:

1) Bersifat titipan.

2) Simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan.

12 Sarip Muslim, Ak untansi Keuangan Syariah Teori dan Prak tek , (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2015),

h. 321.

13 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori k e Prak tik, (Jakarta : Gema Insani, 2017), h.

(12)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

59

Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.14

Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan dan memberi tuntunan hidup bagi manusia melalui Alquran dan Al-hadis, sehingga dengan tuntunan tersebut manusia dapat mengamalkan secara sempurna. Selain itu, Islam juga melarang menyakiti seorang muslim dan yang lainnya tanpa alasan yang dibenarkan, karena itu adalah perbuatan yang diharamkan, baik hal itu dilakukan pada badan, kehormatan, harta, anak, keluarga, atau apa saja yang dapat mendatangkan kemudharatan bagi orang tersebut. Maka barang siapa yang menimpakan suatu kemudharatan kepada seorang muslim atau dzimmi atau orang-orang kafir yang terikat janji damai dengan mereka, niscaya Allah akan membalas mereka sesuai dengan apa yang mereka perbuat. Dalam sebuah hadits Nabi SAW diriwayatkan, bahwa “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”.

4.

Penutup

Penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. penerapan akad wadi’ah pada tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia

(BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo, diperoleh kesimpulan bahwa tabungan BNI Syariah dengan produk iB Hasanah mempunyai dua skim yaitu: Wadi’ah dan Mudharabah Mutlaqah yang keduanya memiliki perbedaan, yaitu pada imbalan

hasil yang diberikan. Dalam akad wadi’ah tidak ada kewajiban untuk bagi hasil.

Demikian pulan dalam praktik BNI Syariah menggunakan akad wadi’ah yad dhamanah. Sedangkan dalam prinsip Mudharabah, bank akan memberikan bagi hasil yang besarannya sesuai dengan kesepakatan saat akad dilakukan.

b. Adapun dari aspek tinjauan syariah dalam akad wadi’ah pada tabungan IB Hasanah di Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Tbk KCP Wonomulyo dapat

disimpulkan bahwa BNI Syariah mengunakan akad wadi’ah sebagaimana

ketentuan dalam prinsip syariah, yang diperjelas dengan adanya rukun dan syarat yang sudah terpenuhi rukunnya yaitu: (1) Barang yang dititipkan. (2) Pemilik barang atau orang yang betindak sebagai pihak yang menitipkan (muwadd‟i). (3) Pihak yang menyimpan atau memberikan jasa custodian (mustawada‟). (4) Ijab

qabul (sighat). Adapun syarat akad wadi’ah yaitu: (1) Baligh. (2) Berakal. (3) Barang titipan.

Referensi

Antonio, Muhammad Syafi’i, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah, Jakarta: Pustaka

Alfabeta, cet ke-4, 2016.

Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, Edisi 6, Cet. 1. Jakarta : Raja Wali Press, 2017. Heri, Sudarsono, Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah, Ekonisia, Yogyakarta, 2017. Karim, Adiwarman A., Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan, Jakarta: Raja Grafindo,

2017.

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2018. Moleong, Lexy. J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cetakan ke-37, Bandung: PT Remaja

Rosdakarya, 2017.

(13)

Al-Azhar Journal of Islamic Economics, Vol. 3 No. 1, Januari 2021

60

Muhammad, Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2016 Muslim, Sarip, Akuntansi Keuangan Syariah Teori dan Praktek, Bandung: CV. Pustaka Setia,

2015

https://www.bnisyariah.co.id/id-id/personal/pendanaan/bnigiroibhasanah.

https://www.bnisyariah.co.id/Portals/1/BNISyariah/Perusahaan/Hubungan%20Inv estor/Laporan%20Tahunan/PDF/BNIS-AR-2014-BAB-3-webversion.pdf https://www.syariahbank.com/profil-dan-produk-bank-bni-syariah/.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil temuan penelitian pada Model I dan Model II ini menunjukkan bahwa variabel modal, upah, pangsa pasar, dummy ekspor, dan ekspor berpengaruh positif terhadap produktivitas

Apabila ada oknum yang mengatasnamakan Notaris untuk melakukan suatu tindak pidana maka pihak kepolisian akan melakukan proses-proses sesuai dengan ketentuan yang diatur

Hasil dari esimasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) memiliki hubungan positif dan tidak signifikan antara dana BOS

Maka dengan adanya penetapan target, Bank Syariah Indonesia KCP Stabat menawarkan produk tersebut dengan cara menawarkan ke tempat-tempat yang sudah ditargetkan atau

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) produk yang dihasilkan berupa media pop up book berbasis high order thinking skills (HOTS), (2) produk yang

Untuk responden yang menggunakan mobile wallet diberi angka 1, sedangkan untuk responden yang menggunakan uang tunai sebagai alat transaksi diberi angka 0,

Kedudukan Kompilasi Hukum Islam (KHI) menurut sistem hukum Indonesia dalam penyelesaian perkara di pengadilan agama hingga saat ini masih lemah, karena instrumen hukum

Papua adalah “The Big Island” dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun tak dapat di pungkiri, bahwa pulau yang besar ini memuat persoalan-persoalan yang tak kunjung