• Tidak ada hasil yang ditemukan

WALIKOTA PAYAKUMBUH Jln. Veteran No. 70 Kel. Kapalo Koto Dibalai Telepon (0752) Fax PAYAKUMBUH 26211

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WALIKOTA PAYAKUMBUH Jln. Veteran No. 70 Kel. Kapalo Koto Dibalai Telepon (0752) Fax PAYAKUMBUH 26211"

Copied!
285
0
0

Teks penuh

(1)

WALIKOTA PAYAKUMBUH

Jln. Veteran No. 70 Kel. Kapalo Koto Dibalai Telepon (0752) 92201 Fax 93279 PAYAKUMBUH 26211

Nomor

: 130/60/Wk-Pyk-2020

Payakumbuh, 23 Maret 2020

Lampiran : 2 (dua)

Perihal

: Surat Pengantar

Kepada Yth :

1. Menteri PAN & RB RI

2. Menteri Dalam Negeri RI

3. Kepala Bappenas RI

di

J a k a r t a

Dengan hormat,

Dalam rangka pengimplementasian Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53

Tahun 2014, maka bersama ini kami sampaikan kepada Bapak

sebagai berikut :

No.

Jenis yang dikirim

Banyaknya

Ket

1.

Laporan

Kinerja

Instansi

Pemerintah Kota Payakumbuh

(LKjIP) Tahun 2019

1 (satu)

Dokumen

Terlampir

2.

Perjanjian Kinerja ( PK )

Pemerintah Kota Payakumbuh

Tahun 2020

1 (satu)

Dokumen

Terlampir

Demikianlah disampaikan, atas perhatiannya diucapkan

terima kasih.

WALIKOTA PAYAKUMBUH

(2)

I

LAPORAN KINERJA

INSTANSI PEMERINTAH

TAHUN 2019

PEMERINTAH

KOTA PAYAKUMBUH

(3)

Puji syukur dan ucapan Alhamdulillah, atas kerjasama dan kerja keras dari berbagai pihak, sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019 dapat dirampungkan. Penyusunan laporan ini berpedoman kepada Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan ini secara subtantif adalah dalam rangka mewujudkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dengan menerapkan prinsip-prinsip transparasi dan akuntabilitas serta sebagai bentuk pertangungjawaban penyelengaraan pemerintahan kepada masyarakat dan kepada pemerintah sesuai dengan amanah atau mandat yang diterima.

Materi laporan antara lain menguraikan capaian sasaran dari visi dan misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD Kota Payakumbuh tahun 2017-2022 dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama sebagai alat pengukurnya. Tahun 2019 ini merupakan Tahun Kedua dari pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh tahun 2017-2022, dan untuk masing-masing indikator telah ditetapkan target yang akan dicapai dari tahun 2017 sampai dengan 2022.

Secara keseluruhan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Payakumbuh telah banyak membuahkan hasil, namun disadari masih ada beberapa indikator kinerja yang belum tercapai, dengan adanya laporan ini dapat sebagai sarana evaluasi agar kinerja kedepan menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan dan koordinasi pelaksanaannya.

Akhir kata, kami berharap agar Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja serta peningkatan kinerja dan komitmen bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Payakumbuh.

Payakumbuh, Maret 2020 WALIKOTA PAYAKUMBUH

(4)

Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang baik dan bersih (Clean and Good Governance) pada pengelolaan administrasi publik dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, merupakan hal yang harus dilakukan di era reformasi. Reformasi Birokrasi merupakan perwujudan responsibilitas dan sensitifitas pemerintah terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita kehidupan berbangsa, bernegara dan bertanah air. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan berprinsip pada pemerintahan yang baik (Good Governance) dan berorientasi kepada hasil (Result Oriented Government), sesuai dengan kewenangannya dan manajemen pemerintahan yang diimplementasikan melalui Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP). SAKIP ini memuat Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Capaian Kinerja, Laporan Kinerja, dan Evaluasi internal sehingga gambaran hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran tersebut dapat terukur, dapat diuji dan dapat diandalkan.

Merujuk kepada Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 dan Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 81 Tahun 2018 tentang Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, untuk mewujudkan Visi lima tahun kedepan telah ditetapkan 5 Misi, 14 Sasaran Strategis dan 30 Indikator Kinerja Utama. Adapun pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator sasaran untuk tahun Kedua (tahun 2019) periode perencanaan 2017-2022 adalah sebagai berikut :

Misi I : Mewujudkan SDM yang handal, sehat dan kompetitif

Misi I terdapat 5 sasaran dengan 6 indikator kinerja :

 Capaian indikator sasaran, sebanyak 6 indikator sasaran atau 100% kategori sangat baik (lebih dari 100%).

(5)

Misi II : Membangun Perekonomian Yang Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Dan Berkeadilan Dengan Berbasis Ekonomi Kerakyatan Dengan Memunculkan Gerakan Ekonomi Bersama

Misi II terdapat 3 sasaran dengan 7 indikator kinerja :

 Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran atau 71,43% kategori sangat baik (lebih dari 100%), 1 indikator sasaran atau 14,29% Baik (lebih dari 75,00% sd. 89,99%)

dan 1 indikator sasaran atau 14,29% kategori kurang (lebih dari 50% sd. 64,99 %).

Misi III : Meningkatkan Penataan Kota, Ketersediaan Infrastruktur Dan Fasilitas Umum Yang Nyaman Dan Berkelanjutan

Misi III terdapat 3 sasaran dan 8 indikator kinerja :

 Capaian indikator sasaran, sebanyak 6 indikator sasaran atau 75 % kategori sangat baik (lebih dari 90% s/d 100%) dan 2 indikator sasaran atau 25% Baik (lebih dari 75,00% sd. 89,99%)

Misi IV : Menghadirkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik Dan Bersih

Misi IV terdapat 3 sasaran dan 5 indikator kinerja :

 Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran atau 100 % kategori baik sekali (lebih dari 100 %).

Misi V : Mewujudkan Masyarakat Yang Berakhlak Mulia Dan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

Misi V terdapat 2 sasaran dan 4 indikator kinerja :

 Capaian indikator sasaran, sebanyak 4 indikator sasaran atau 100 % kategori baik sekali (lebih dari 100 %).

(6)

Berkenaan dengan ketercapaian indikator sasaran terhadap target yang telah ditetapkan sebagaimana di atas, Hasil analisis pencapaian Pengukuran Kinerja terhadap 14 (empat belas) Sasaran Strategis dengan 30 (tiga puluh) Indikator Kinerja Utama, bahwa 26 indikator sasaran atau 86,67 % bermakna Sangat Baik, 3 indikator sasaran atau 10 % bermakna baik, dan 1 indikator sasaran atau 3,33 % bermakna kurang. Jadi jika di total Rata-rata capaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kota Payakumbuh pada tahun 2019 sebesar 108,77%, mengalami peningkatan jika dibandingkan rata - rata capaian kinerja pada tahun 2018 sebesar 105,84 %, dan dikategorikan Sangat Baik. Jadi capaian kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh pada tahun 2019 bermakna Sangat Baik dan lebih meningkat dibandingkan capaian kinerja tahun 2018 yaitu mengalami peningkatan sebesar 2,93%.

(7)

KATA PENGANTAR ... i IKHTISAR EXEKUTIF ... ii DAFTAR ISI ... iv DAFTAR TABEL ... vi DAFTAR GRAFIK ... xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Maksud dan Tujuan ... 2

1.3 Sejarah Kota Payakumbuh ... 3

1.4iDasar Hukum Penyusunan Laporan Kinerja ... 4

1.5 Gambaran Umum Kota Payakumbuh ... 5

1.6 Struktur Organisasi Perangkat Daerah .... 10

1.7 Sumber Daya Aparatur... 12

1.8 Perekonomian ... 13

1.9 Sistematika Penulisan ... 16

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1 Rencana Strategis ... 18

2.2 Penetapan Kinerja Tahun 2019... 23

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Pengukuran Evaluasi dan Analisis Kinerja Sasaran Strategis ... 32

3.2 Realisasi Anggaran ... 219

3.3 Capaian Prestasi dan Penghargaan ... 221

BAB IV PENUTUP ... 231 LAMPIRAN 1. Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 81

Tahun 2018 tentang Indikator Kinerja Utama Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022

2. Perubahan Perjanjian Kinerja (Penetapan Kinerja Tahun 2019)

(8)

Tabel 1.1 Pembagian Wilayah Administratif Kota Payakumbuh... 6 Tabel 1.2 Luas Penggunaan Tanah Menurut Jenisnya di Kota

Payakumbuh ... 7 Tabel 1.3 Sebaran Penduduk Menurut Luas Wilayah dan

Kepadatan Kota Payakumbuh Tahun 2019 ... 9 Tabel 1.4 Komposisi Penduduk Kota Payakumbuh per Kecamatan

Menurut Jenis Kelamin ………... 10

Tabel 1.5 Perkembangan Nilai dan Distribusi (persentase) Sektor Ekonomi Dalam Pembentukan Nilai PDRB Atas Harga

Berlaku Tahun 2016-2018 Kota Payakumbuh ... 14 Tabel 1.6 Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Lapangan Usaha

Tahun 2015-2018 Kota Payakumbuh (2010=100) ... 15 Tabel 2.1 Hubungan Hierarkis Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran .... 22 Tabel 2.2 Hasil Penyempurnaan Sasaran Strategis dan Indikator

Kinerja Dokumen Penetapan Kinerja Pemerintah Kota

Payakumbuh Tahun 2019 ... 24 Tabel 2.3 Perubahan Perjanjian Kinerja Kota Payakumbuh Tahun

2019 …... 26 Tabel 3.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 28 Tabel 3.2 Capaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota

Payakumbuh Tahun 2019 ... 29 Tabel 3.3 Capaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kota Payakumbuh

Tahun 2019 ... 33 Tabel 3.4 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas

Layanan Pendidikan ……... 37 Tabel 3.5 Data Sekolah Dasar yang Berakreditasi di Kota

Payakumbuh Tahun 2015-2019... 38 Tabel 3.6 Data SMP yang Berakreditasi di Kota Payakumbuh

Tahun 2015-2019 ... 38 Tabel 3.7 Besaran Dana Pendidikan terhadap APBD Kota

Payakumbuh ... 40 Tabel 3.8 Angka Lulusan Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar

dan Menengah Tahun 2015 – 2019 ... 41 Tabel 3.9 Prestasi Bidang Pendidikan Tingkat Nasional Tahun

2019 ... 42 Tabel 3.10 Jumlah Guru Yang Berkualifikasi S1/D4 Menurut

Jenjang Pendidikan Tahun 2015–2019... 43 Tabel 3.11 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas

Kesehatan Masyarakat……….... 45

Tabel 3.12 Jumlah Kepesertaan JKN Kota Payakumbuh Tahun 2014

– 2019... 46 Tabel 3.13 Sarana Kesehatan di Kota Payakumbuh Tahun 2019 .... 49 Tabel 3.14 Sumber Daya Kesehatan Kota Payakumbuh Tahun

(9)

Tabel 3.15 10 Penyakit Terbanyak di Kota Payakumbuh Tahun

2016-2019 ... 51 Tabel 3.16 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ... 53 Tabel 3.17 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Pemberdayaan

Perempuan………... 56

Tabel 3.18 Perbandingan Capaian IPG dan IDG Kota Payakumbuh,

Provinsi Sumbar dan Nasional ... 57 Tabel 3.19 Indikator Peran Perempuan dan Perlindungan Anak

Kota Payakumbuh Tahun 2015-2019 ... 59 Tabel 3.20 Jumlah Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tahun

2015-2019 ... 60 Tabel 3.21 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya

Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran ... 63 Tabel 3.22 Persentase Tingkat kemiskinan di Sumatera Barat

tahun 2017-2019 ... 63 Tabel 3.23 Fluktuasi Tingkat Kemiskinan Kota Payakumbuh

dibandingkan dengan Provinsi Sumatera Barat &

Nasional Tahun 2012-2019 ... 65 Tabel 3.24 Jumlah Penerima Program Indonesia Pintar (PIP)

Sekolah Dasar Kota Payakumbuh Tahun 2019 ... 67 Tabel 3.25 Kepesertaan Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan

Kesehatan Tahun 2019 ... 70 Tabel 3.26 Jumlah Penerima Manfaat Program Bantuan Pangan

Non Tunai (BPNT) Tahun 2019 di Kota Payakumbuh ….. 71 Tabel 3.27 Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni di Kota

Payakumbuh …... 73 Tabel 3.28 Perbandingan Tingkat Pengangguran Antar Waktu Kota

Payakumbuh dengan Propinsi Sumatera Barat dan

Indonesia Tahun 2015-2019 ... 74 Tabel 3.29 Perkembangan Data Ketenagakerjaan Kota

Payakumbuh Tahun 2014 – 2018 …... 74 Tabel 3.30 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Prestasi Atlet .. 78 Tabel 3.31 Data Cabang Olahraga dan Jumlah Atlet Berprestasi

Tingkat Nasional Kota Payakumbuh Tahun 2019 ... 78 Tabel 3.32 Data Sarana dan Prasarana Olahraga Kota

Payakumbuh Tahun 2019 ...…... 81 Tabel 3.33 Evaluasi Pencapaian Misi 2 Sasaran 1 – 3 ... 83 Tabel 3.34 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Produktivitas

Sektor Strategis ... 85 Tabel 3.35 Data Perkembangan Industri Tahun 2015-2019 Kota

Payakumbuh ... 93 Tabel 3.36 Jumlah Usaha Industri Berdasarkan Klasifikasi Usaha . 94 Tabel 3.37 Capaian Indikator Kinerja Utama Dinas Pertanian

Tahun 2018-2019 ………... 98 Tabel 3.38 Jumlah Teknologi yang Disampaikan oleh Penyuluh ... 101 Tabel 3.39 Jumlah Teknologi Anjuran Yang Telah Diterapkan ... 101

(10)

Tabel 3.40 Jumlah dan Tipe Sarana dan Prasarana Pertanian yang

Dibangun pada Tahun 2015 – 2019 ... 102 Tabel 3.41 Perkembangan Kelompok Usaha Pertanian Tahun 2015

– 2019 ... 103 Tabel 3.42 Jumlah Tenaga Sektor Pertanian Tahun 2015 – 2019 ... 103 Tabel 3.43 Jumlah Gapoktan yang Difasilitasi Permodalan Tahun

2015-2019 ... 104 Tabel 3.44 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase

Peningkatan Kunjungan Wisata ... 105 Tabel 3.45 Data Kunjungan Wisatawan Kota Payakumbuh Tahun

2015-2019 ... 106 Tabel 3.46 Data Kepariwisataan Tahun 2015-2019 ... 107 Tabel 3.47 Analisis Pencapaian Sasaran 2 Meningkatnya iklim

usaha dan investasi di Kota Payakumbuh ...

...

120 Tabel 3.48 Daftar Investasi di Kota Payakumbuh Menurut

Kecamatan Tahun 2019 ... 121 Tabel 3.49 Jumlah Realisasi Investasi di Kota Payakumbuh tahun

2015-2019 ... 122 Tabel 3.50 Perkembangan Jumlah Usaha di Kota Payakumbuh

tahun 2015-2019 ...………... 124 Tabel 3.51 Data Jumlah Koperasi yang RAT, Tidak RAT dan yang

Tidak Aktif serta yang Baru di Kota Payakumbuh Tahun

2016-2019 ... 126 Tabel 3.52 Jenis Koperasi Kota Payakumbuh Tahun 2016 – 2019.. 127 Tabel 3.53 Persentase Pertumbuhan Aset Koperasi Tahun

2016-2019 ... 128 Tabel 3.54 Persentase Peningkatan Sisa Hasil usaha (SHU)

Koperasi Tahun 2016-2019 ... 128 Tabel 3.55 Evaluasi Pencapaian Misi 2 Sasaran 3 Pengukuran

Kinerja ... 128 Tabel 3.56 Capaian Kinerja Indikator Sasaran Kualitas Dan

Kuantitas Infrastruktur Perkotaan ...………... 132 Tabel 3.57 Data Pelayanan Air Minum tahun 2019 ... 134 Tabel 3.58 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase

pelayanan air minum ... 134 Tabel 3.59 Hasil Capaian Indikator Persentase Pelayanan Air

Minum ... 135 Tabel 3.60 Kondisi Jalan Status Kota Kota Payakumbuh ... 139 Tabel 3.61 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase

panjang jalan status Kota dalam kondisi mantap ……….. 139 Tabel 3.62 Hasil Capaian Indikator ...

...

140 Tabel 3.63 Capaian Kinerja Persentase Sistem drainase skala kota 143 Tabel 3.64 Hasil Capaian Indikator Sistem Drainase Skala Kota ... 144 Tabel 3.65 Data Persentase Penggunaan Lahan yang Sesuai dengan

RTRW ...………... 146 Tabel 3.66 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase

(11)

Tabel 3.68 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase daerah

irigasi berkinerja baik ... 152

Tabel 3.69 Hasil Capaian Indikator Persentase Daerah Irigasi Berkinerja Baik ...……….. 152

Tabel 3.70 Fasilitas Umum Perkotaan ...………. 154

Tabel 3.71 Target dan Capaian Kinerja Indikator ketersediaan fasilitas umum perkotaan ...………. 156

Tabel 3.72 Kriteria dan Indikator IKLH ...………. 159

Tabel 3.73 Hasil Perhitungan Indeks Kualitas Air ... 159

Tabel 3.74 Hasil Perhitungan Indeks Kualitas Udara ... 160

Tabel 3.75 Data Perhitungan Indeks Tutupan Lahan (ITL) Kota Payakumbuh ... 161

Tabel 3.76 Target dan Capaian Kinerja Indikator Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ... 162

Tabel 3.77 Predikat Nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ... 162

Tabel 3.78 Perbandingan IKLH Payakumbuh ... 163

Tabel 3.79 Kriteria Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh .. 168

Tabel 3.80 Luas Zona Kawasan Perumahan dan Permukiman Berdasarkan BWP ... 169

Tabel 3.81 Penetapan Lokasi Penangan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh ... 170

Tabel 3.82 Pengurangan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh ... 172

Tabel 3.83 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase Luas Kawasan Kumuh ... 173

Tabel 3.84 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas dan Akuntabilitas Layanan Pemerintahan ... 177

Tabel 3.85 Nilai Capaian SAKIP Kota Payakumbuh 4 (empat) Tahun Terakhir ... 178

Tabel 3.86 Perbandingan Nilai Evaluasi SAKIP Kabupaten/ Kota Se Sumatera Barat Tahun 2019 ... 184

Tabel 3.87 Data Perangkat Daerah dengan Aplikasi Terintegrasi Dinas Komunikasi dan Informatika Tahun 2019 ... 188

Tabel 3.88 Indeks Kepuasan Masyarakat Agregat dan Komponen-Komponennya serta Kriteria ... 193

Tabel 3.89 Rata-Rata IKM Kota Payakumbuh Tahun 2019 ... 194

Tabel 3.90 Nilai Capaian IKM Kota Payakumbuh 4 (empat) Tahun Terakhir ... 198

Tabel 3.91 Hasil evaluasi Reformasi Birokrasi Kota Payakumbuh Tahun 2019 ... 199

Tabel 3.92 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Pengamalan Ajaran Agama ... 204

Tabel 3.93 Sekolah dengan Pendidikan Karakter ... 206

Tabel 3.94 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase sekolah dengan pendidikan karakter berkategori baik ... 207

(12)

Tabel 3.95 Capaian Kinerja Indikator Persentase peningkatan

zakat/wakaf, yang dikumpulkan melalui

Lembaga/Badan Zakat/Wakaf Tahun 2018 s/d 2019 .... 210 Tabel 3.96 Target dan Capaian Kinerja Indikator Persentase

peningkatan zakat/ wakaf yang dikumpulkan melalui

lembaga/Badan Zakat/wakaf ... 211 Tabel 3.97 Capaian Kinerja Sasaran Menguatnya Lembaga Agama

dan Adat dalam Tata Kehidupan Masyarakat ... 213 Tabel 3.98 Lembaga Keagamaan (MUI) yang aktif menjalankan

fungsinya ... 214 Tabel 3.99 Kriteria lembaga adat yang aktif ... 217 Tabel 3.100 Anggaran dan Realisasi Anggaran Program Yang

(13)

Grafik 1.1 Penggunaan Lahan Tanah Tahun 2019 ... 8 Grafik 1.2 Kepadatan Penduduk Geografis Perkecamatan Tahun

2018 ... 9 Grafik 1.3 Jumlah Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Golongan ….. 12 Grafik 1.4 Jumlah Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Pendidikan .. 13 Grafik 3.1 Angka Kematian Bayi Kota Payakumbuh Tahun

2015-2019 ... 47 Grafik 3.2 Kasus Kematian Ibu Melahirkan Tahun 2012 – 2019 ... 48 Grafik 3.3 Prevalensi Balita Kekurangan Gizi Tahun 2012 – 2019… 50 Grafik 3.4 Persentase Tingkat Kemiskinan Kota Payakumbuh

Tahun 2015 – 2019 ………... 65 Grafik 3.5 Perbandingan Kontribusi 4 Sektor Strategis Kota

Payakumbuh dengan Kota-Kota di Sumatera Barat Tahun 2018 ... 86 Grafik 3.6 Perkembangan Kontribusi Sektor Perdagangan Terhadap

PDRB Tahun 2014-2019 ... 87 Grafik 3.7 Perkembangan Kontribusi Sektor Industri Pengolahan

Kota Payakumbuh Tahun 2014-2018 dan Proyeksi Tahun 2019 ... 92 Grafik 3.8 Jumlah Usaha Industri Berdasarkan Klasifikasi Usaha .. 94 Grafik 3.9 Perkembangan Kontribusi Sektor Pertanian terhadap

PDRB Tahun 2014-2018 dan Prediksi Tahun 2019 ... 97 Grafik 3.10 Kondisi Aktual Ketersediaan Akomodasi di Objek Wisata 121 Grafik 3.11 Komposisi Jenis Objek Wisata ... 126 Grafik 3.12 Proporsi Investasi di Kota Payakumbuh Menurut

(14)

1.1 LATAR BELAKANG

alam rangka meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, maka pemerintah mewajibkan setiap instansi pemerintah dan unit kerja untuk menyusun laporan kinerja sebagai wujud pertanggungjawaban atas segala tugas dan kewajibannya sesuai dengan Permen PAN-RB yang ditulis rinci dan sistematis. Sistem pemerintahan yang berfokus pada peningkatan kinerja berorientasi pada hasil (outcome) dikenal sebagai Sistem Kinerja Instansi Pemerintah yang diimplementasikan oleh masing-masing instansi pemerintah, hal ini berarti instansi pemerintah merencanakan sendiri, melaksanakan, mengukur dan memantau kinerjanya sendiri serta melaporkan kepada instansi yang lebih tinggi. Sasaran Strategis yang jelas dengan Indikator Kinerja yang terukur pada Pemerintah Kota Payakumbuh merupakan parameter keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan, demi menciptakan tata pemerintahan daerah yang baik dan bersih (clean and good governance). Upaya ini juga selaras dengan tujuan perbaikan pelayanan publik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Untuk itu, pelaksanaan otonomi daerah perlu mendapatkan dorongan yang lebih besar dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dalam pengembangan akuntabilitas melalui penyusunan dan pelaporan kinerja pemerintah daerah.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Bupati/Walikota menyusun Laporan Kinerja tahunan

(15)

ditandatangani dan menyampaikannya kepada Gubernur, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Menteri Dalam Negeri paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Dengan demikian, Laporan Kinerja yang disusun secara periodik setiap akhir tahun anggaran tersebut menjadi media pertanggungjawaban dan sebagai perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran atau target kinerja yang telah ditetapkan.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 berisi ikhtisar pencapaian sasaran sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen perencanaan. Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai pencapaian sasaran RPJMD Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022. Realisasi pencapaian indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja dan pembandingan capaian indikator kinerja dan pembandingan capaian indikator sasaran. Laporan Kinerja Kota Payakumbuh menjadi dokumen laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019 merupakan Laporan Pelaksanaan Kinerja tahun Kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2017–2022. Maksud disusunnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini adalah untuk memberikan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dan sebagai wujud pertanggungjawaban keberhasilan/kegagalan pencapaian target sasaran dalam kurun waktu tahun 2019.

Sedangkan tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kota Payakumbuh adalah untuk memberikan informasi mengenai perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2019. Identifikasi keberhasilan,

(16)

permasalahan dan solusi yang tertuang dalam Laporan Kinerja, menjadi sumber untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang. Dengan pendekatan ini, Laporan Kinerja sebagai proses evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbaikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui perbaikan pelayanan publik.

Selanjutnya sistem Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini bertujuan untuk melaporkan tentang upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun budaya kerja yang dimulai dari pimpinan sampai kepada level staf untuk mencapai Visi, Misi Pemerintah Kota Payakumbuh. Sehingga tujuan mewujudkan masyarakat Kota Payakumbuh yang Maju, Sejahtera, Bermartabat akan tercapai dengan baik. Terakhir tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah untuk menyampaikan informasi tentang upaya-upaya Pemerintah Kota Payakumbuh dalam melakukan perampingan-perampingan program dan kegiatan, sehingga akan terwujud efisiensi anggaran yang akan mengarah pada perampingan struktur organisasi pada kelembagaan Pemerintah Daerah.

1.3 SEJARAH KOTA PAYAKUMBUH

Payakumbuh berasal dari kata Payau dan Kumbuah, dimana berdasarkan literatur lama Payau (Payo) dalam Bahasa Indonesia berarti rawa-rawa, dan Kumbuah adalah sejenis tanaman yang dulunya tumbuh subur di daerah rawa di kanagarian Koto Nan Gadang. Kota Payakumbuh berdiri pada tanggal 17 Desember 1970, melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 08 Tahun 1970 tentang Pelaksanaan Pemerintah Kotamadya Solok dan Payakumbuh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 19). Berdasarkan peraturan tersebut Kota Payakumbuh ditetapkan sebagai daerah tingkat II dengan wilayah pemerintahan sendiri, dan tanggal 17 Desember ditetapkan menjadi hari jadi Kota Payakumbuh. Dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka status Pemerintahan Kotamadya Daerah Tingkat II Payakumbuh, berubah menjadi Kota Payakumbuh. Payakumbuh sejak zaman sebelum kemerdekaan telah menjadi pusat pelayanan

(17)

kedudukan asisten residen yang menguasai wilayah Luhak Limo Puluah, dan pada zaman pemerintahan Jepang, Payakumbuh menjadi pusat kedudukan pemerintah.

Kota Payakumbuh terutama pusat kotanya dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Sejak keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, kawasan ini berkembang menjadi depot atau kawasan gudang penyimpanan dari hasil tanam kopi dan terus berkembang menjadi salah satu daerah administrasi distrik pemerintahan kolonial Hindia-Belanda waktu itu. Menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik. Pada tahun 1840, Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang. Jembatan itu sekarang dikenal dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.

Jembatan Ratapan Ibu

1.4 DASAR HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019 dilakukan dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang mengaturnya serta Peraturan Daerah terkait dengan Dokumen Perencanaan antara lain :

(18)

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ;

6. Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 01 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh Tahun 2017 – 2022.

7. Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 14 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.

1.5 GAMBARAN UMUM KOTA PAYAKUMBUH

1. Kondisi Geografis

Secara Geografis Kota payakumbuh terletak antara 00°10’ - 00°17’ Lintang Selatan dan antara 100°35’ sampai dengan 100°45’ Bujur Timur dengan luas wilayah 80,43 Km². Kota Payakumbuh merupakan dataran sedang dengan ketinggian ±514 m di atas permukaan laut. Berdasarkan elevasi (ketinggian dari permukaan laut), dataran di Kota Payakumbuh berada pada rentang 450m-750m.

Pada posisi geografisnya, Kota Payakumbuh berbatasan dengan beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu :

(19)

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Luhak dan Kecamatan Situjuh Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota.

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Akabiluru dan Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota.

 Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Luhak dan Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Peta Administrasi Kota Payakumbuh 2. Luas Wilayah

Luas wilayah Kota Payakumbuh adalah 80,43 km² yang setara dengan 0,19% dari luas propinsi Sumatera Barat dan berbatasan langsung dengan lima Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Berdasarkan Peraturan Daerah nomor 6 Tahun 2008, Kota Payakumbuh dimekarkan dari 3 Kecamatan menjadi 5 Kecamatan, dimana pada tanggal 23 Desember 2008 peresmian Kecamatan Payakumbuh Selatan dan pada tanggal 24 Desember 2008 peresmian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Pembagian wilayah administratif seperti pada tabel 1. 1:

Tabel 1.1

Pembagian Wilayah Administratif Kota Payakumbuh

No Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas (Km²) Persentase

1 Payakumbuh Barat Tanjung Pauh 19,07 23,70

2 Payakumbuh Utara Padang Kaduduak 14,53 18,07 3 Payakumbuh Timur Balai Batimah 22,73 28,26

(20)

4 Payakumbuh Selatan Sawah Padang 14,68 18,25 5 Lamposi Tigo Nagari Sungai Durian 9,42 11,71

Total 80,43 100,00

Sumber : Payakumbuh Dalam Angka 2019

Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Payakumbuh Barat dengan luas 19,07 km² atau 23,70 persen, sementara Kecamatan Lamposi Tigo Nagori adalah yang paling kecil yaitu seluas 9,42 km² atau 11,71 persen. Keadaan topografi Kota Payakumbuh bervariasi antara daratan dan berbukit dengan ketinggian 514 m diatas permukaan laut. Suhu udara rata-rata 21°-32° celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 63% sampai dengan 85%. Curah hujan di Kota Payakumbuh tergolong sedang yaitu rata-rata 1.797 mm sampai dengan jumlah hari hujan 118 hari setahun. Musim hujan pada umumnya terjadi pada bulan November sampai Mei dan musim kemarau pada bulan Juni sampai Oktober.

Penggunaan lahan Kota Payakumbuh tahun 2019 dapat dilihat lebih rinci pada tabel 1. 2 dibawah ini :

Tabel 1.2

Luas Penggunaan Tanah Menurut Jenisnya di Kota Payakumbuh

No Jenis Lahan Luas (Ha) Presentase

(%) 1

. Sawah 2.749,00 34,18

2 Tanah untuk bangunan dan sekitarnya 2.968,00 36,90 3

. Kebun/ladang 1.450,00 18,03

4

. Kolam/tebat - -

5

. Ditanami pohon (hutan rakyat) 283,00 3,52

6 . Pengembalaan/Padang rumput 4,00 0,05 7 . Lainnya 589,00 7,32 Jumlah 8.043,00 100.00

Sumber : Payakumbuh Dalam Angka 2019

Bila dilihat dari segi penggunaan tanah di Kota Payakumbuh, bagian terbesar yaitu 36,90% atau 2.968,00 Ha digunakan untuk tanah bangunan dan sekitarnya. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan

(21)

padang rumput sebesar 0,05%. Pertumbuhan penduduk yang semakin dinamis menjadi alibi perubahan ini.

3. Aspek Demogafis

Laju pertumbuhan penduduk merupakan indikator yang menunjukkan kecepatan perubahan penduduk di suatu daerah. Data ini akan dapat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan, khususnya mengenai penyediaan perumahan, pendidikan, dan fasilitas sosial lainnya yang secara keseluruhan mempengaruhi pola pemukiman penduduk dan struktur ruang daerah. Selain itu, informasi mengenai jumlah dan laju pertumbuhan penduduk dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam menentukan target pemasukan melalui pajak/retribusi di masa yang akan datang.

Berdasarkan data dari BPS Kota Payakumbuh diketahui jumlah penduduk tahun 2019 sebanyak 135.573 jiwa, yang terdiri dari 67.443 laki-laki dan 68.130 perempuan. Dari data tersebut terlihat penyebaran penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Payakumbuh Barat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

34,18 36,9 18,03 3,52 0,05 7,32

Luas Penggunaan Tanah

Tahun 2019

Sawah Bangunan Ladang Hutan Rakyat Padang rumput Lainnya

(22)

Tabel 1.3

Sebaran Penduduk Menurut Luas Wilayah dan Kepadatan Kota Payakumbuh Tahun 2019

No Kecamatan (Km.2) Luas Jumlah Penduduk Tahun 2017 Jumlah Penduduk Tahun 2018 Jumlah Penduduk Tahun 2019 Kepadatan Penduduk Tahun 2019 1 Payakumbuh Barat 19,07 49.410 52.499 53.232 2.791 2 Payakumbuh Timur 22,73 27.634 28.274 28.670 1.261 3 Payakumbuh Utara 14,53 30.679 31.883 32.329 2.225 4 Payakumbuh Selatan 14,68 10.453 11.032 11.187 762 5 Lamposi Tigo Nagari 9,42 9.620 10.015 10.155 1.078

Kota

Payakumbuh 80,43 127.796 133.703 135.573 1.686

Sumber : BPS Tahun 2019*

Kepadatan penduduk dapat dilihat dari beberapa sudut pandang antara lain kepadatan penduduk geografis, kepadatan penduduk agraris, kepadatan penduduk daerah terbangun, kepadatan penduduk kelompok umur, dan lain sebagainya.

34%

27% 15%

10%

14%

Kepadatan Penduduk Tahun

2019

Payakumbuh Barat Payakumbuh Utara Payakumbuh Timur Payakumbuh Selatan Lamposi Tigo Nagori

Kepadatan penduduk geografis menunjukkan jumlah penduduk pada suatu daerah setiap kilometer persegi. Selain itu, kepadatan penduduk geografis

(23)

penduduk Kota Payakumbuh tidak merata. Wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk geografis tinggi terletak di Kecamatan Payakumbuh Barat dengan kepadatan 2.791 jiwa/km. Sedangkan kepadatan penduduk geografis terendah terletak di Kecamatan Payakumbuh Selatan dengan kepadatan penduduk 762 jiwa/km.

Komposisi penduduk Kota Payakumbuh menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih sedikit dari penduduk laki-laki sebagaimana terlihat pada tabel 1.4 berikut :

Tabel 1.4

Komposisi Penduduk Kota Payakumbuh Per Kecamatan Menurut Jenis Kelamin

No Kecamatan Laki-laki Perempuan Total n % n % n %

1 Payakumbuh Barat 26.481 39,26 26.751 39,26 53.232 39,26 2 Payakumbuh Timur 14.262 21,15 14.408 21,15 28.670 21,15 3 Payakumbuh Utara 16.083 23,85 16.246 23,85 32.329 23,85 4 Payakumbuh Selatan 5.565 8,25 5.622 8,25 11.187 8,25 5 Lamposi Tigo Nagori 5.062 7,49 5.103 7,49 10.155 7,49 Jumlah 67.443 100 68.820 100 135.573 100 Sumber : BPS Tahun 2019

1.6 STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH

Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberi kesempatan luas kepada Daerah untuk mengatur rumah tangganya sesuai dengan aspirasi dan inspirasi masyarakat serta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Maka disusunlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Payakumbuh dengan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dari :

(24)

1. Sekretariat Daerah terdiri dari :

a. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dibantu oleh :  Bagian Pemerintahan

 Bagian Hukum

 Bagian Kesejahteraan Rakyat

b. Asisten Ekonomi dan Pembangunan dibantu oleh :  Bagian Perekonomian

 Bagian PBJ dan Dalbang

 Bagian Perencanaan dan Anggaran c. Asisten Administrasi Umum dibantu oleh :

 Bagian Protokoler dan Dokumentasi  Bagian Organisasi

 Bagian Umum d. Staf Ahli terdiri dari :

 Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM

 Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik  Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan

2. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Payakumbuh terdiri dari:

a. Bagian Fasilitasi Fungsi Penganggaran dan Pengawasan b. Bagian Umum

c. Bagian Hukum dan Persidangan 3. Inspektorat

4. Badan Daerah, terdiri dari :

a. Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM b. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah c. Badan Penanggulangan Bencana Daerah d. Badan Keuangan Daerah

5. Satuan Polisi Pamong Praja 6. Dinas Daerah, terdiri dari :

a. Dinas Komunikasi dan Informatika b. Dinas Perhubungan

(25)

e. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana.

f. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan g. Dinas Koperasi dan UKM

h. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian i. Dinas Ketahanan Pangan

j. Dinas Pertanian

k. Dinas Lingkungan Hidup l. Dinas Pendidikan

m. Dinas Kesehatan

n. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu o. Dinas Periwisata Pemuda dan Olah Raga

p. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil q. Dinas Sosial

7. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik

8. 5 (lima) Kecamatan dan 47 Kelurahan terdiri dari :

a. Kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 17 kelurahan b. Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 9 kelurahan c. Kecamatan Payakumbuh Timur 9 kelurahan

d. Kecamatan Payakumbuh Selatan terdiri 6 kelurahan e. Kecamatan Lamposi Tigo Nagori terdiri dari 6 kelurahan.

1.7 SUMBER DAYA APARATUR

Sumber Daya Manusia Aparatur Pegawai Negeri Sipil pada Tahun 2019 berjumlah 3.069 orang, terdiri dari 2.066 orang perempuan dan 1.003 orang laki-laki.

Grafik 1. 3

Jumlah Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Golongan

Sumber : BKPSDM Kota Payakumbuh, Tahun 2019

0 500 1000 1500 2000 Golongan I Golongan

II GolonganIII GolonganIV Perempuan 3 265 1347 451 Laki-laki 27 218 553 205

(26)

Grafik 1. 4

Jumlah Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Pendidikan

Sumber : BKPSDM Kota Payakumbuh, tahun 2019

1.8 PEREKONOMIAN

a. PDRB dan Kontribusinya

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi/kota) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. PDRB dari sisi lapangan usaha merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh lapangan usaha atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut.

Nilai PDRB Kota Payakumbuh atas dasar harga berlaku pada tahun 2018 mencapai 6,34 triliun rupiah. Secara nominal, nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 0,58 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 5,76 triliun rupiah. Naiknya nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi di seluruh lapangan usaha dan adanya inflasi. Berdasarkan harga konstan 2010, angka PDRB juga mengalami kenaikan dari 3,99 triliun rupiah pada tahun 2017 menjadi 4,24 triliun rupiah pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan selama tahun 2018 Kota Payakumbuh mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 6,02 persen, sedikit lebih lambat

0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800

SD SLTP SLTA D-I D-II D-III D-IV S-1 S-2 Laki-laki 14 22 233 0 9 93 43 486 103 Perempuan 2 1 194 3 44 446 55 1226 95

(27)

tidak dipengaruhi inflasi.

Pertumbuhan ekonomi selama 2018 di dorong oleh adanya investasi yang semakin bergairahnya perdagangan. Investasi yang dimaksud utamanya adalah pembangunan proyek-proyek infrastruktur seperti Normalisai Batang Agam mulai dari Kelurahan Tanjung Pauh sampai dengan Kelurahan Ibuah, pembangunan Pengolahan Sumber Air Minum (PSAM) di Kelurahan Tanjung Pauh dan pembangunan ruko disepanjang jalan utama. Sementara itu perdagangan ditandai oleh semakin banyaknya muncul toko-toko baru dan pasar yang selalu ramai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1.5

Perkembangan Nilai dan Distribusi (persentase) Sektor Ekonomi Dalam Pembentukan Nilai PDRB Atas Harga Berlaku Tahun 2016-2018

Kota Payakumbuh

No Lapangan Sektor/ Usaha

2016 2017 2018

Rp % Rp % Rp %

1 Pertanian, Kehutanan dan

Perikanan 374.141,62 7,19 400.648,89 6,96 427.696,65 6,74 2 Pertambangan dan Penggalian 31.985,70 0,61 32.977,25 0,57 34.476,20 0,54 3 Industri Pengolahan 291.224,66 5,60 308.103,11 5,35 324.883,42 5,12 4 Pengadaan Listrik dan Gas 3.241,90 0,06 3.767,37 0,07 4.091,69 0,06

5

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

13.913,12 0,27 15.098,60 0,26 15.854,32 0,25 6 Konstruksi 693.984,24 13,34 785.990,09 13,65 887.592,92 14,00 7 Pengadaan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda motor

1.240.827,06 23,85 1.382.133,80 24,01 1.537.629,21 24,25

8 Transportasi dan Pergudangan 667.333,32 12,83 730.157,95 12,68 807.744,34 12,74 9 Penyediaan Akomodasi dan

Makan Minum

160.507,84 3,08 183.634,91 3,19 205.740,66 3,24

10 Informasi dan Komunikasi 363.993,10 7,00 420.279,86 7,30 475.654,40 7,50 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 343.267,50 6,60 359.603,61 6,25 377.269,77 5,95 12 Real Estate 156.452,10 3,01 167.531,20 2,91 177.936,14 2,81 13 Jasa Perusahaan 13.512,00 0,26 14.721,01 0,26 15.809,84 0,25 14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 363.685,30 6,99 399.922,69 6,95 435.455,34 6,87

(28)

15 Jasa Pendidikan 233.407,50 4,49 266.251,13 4,62 295.296,77 4,66

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan

Sosial 73.725,20 1,42 84.109,36 1,46 93.398,95 1,47 17 Jasa Lainnya 177.918,20 3,42 202.399,03 3,51 225.438,81 3,55

Produk Domestik

Regional Bruto 5.203.120,37 5.757.329,85 6.341.897,41

Sumber : Buku Produksi Daerah Triwulan III, tahun 2019

b. Pertumbuhan Ekonomi

Selama tahun 2018 perekonomian Kota Payakumbuh tumbuh sebesar 6,02 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 6,13 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi yaitu sebesar 9,05 persen. Jasa Pendidikan sebesar 7,89 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,84 persen, Jasa Lainnya sebesar 7,81 persen. Seluruh Kategori/ Lapangan Usaha Mengalami pertumbuhan yang positif. Delapan lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif diatas enam persen. Sedangkan sembilan lapangan usaha lainnya berturut-turut tercatat mengalami pertumbuhan positif namun lebih rendah, yaitu kurang dari enam persen.

Tabel 1.6

Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Lapangan Usaha Tahun 2016-2018 Kota Payakumbuh

No Sektor/ Lapangan Usaha Tahun

2016 2017 2018

1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 2,51 4,79 0,18 2 Pertambangan dan Penggalian 2,68 2,96 3,25 3 Industri Pengolahan 7,24 0,60 4,18 4 Pengadaan Listrik dan Gas 10,71 3,91 4,07 5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 1,31 3,22 1,28 6 Konstruksi 7,56 8,30 7,39 7 Pengadaan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda motor 4,87 6,89 7,10 8 Transportasi dan Pergudangan 4,95 4,40 6,73 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 13,35 8,59 7,84 10 Informasi dan Komunikasi 9,93 9,23 9,05

(29)

Sumber : Buku Produksi Daerah Triwulan III, tahun 2019

1.9 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penyajian Laporan Kinerja Kota Payakumbuh Tahun 2019 terdiri dari 4 (empat) Bab yaitu sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Gambaran Singkat Tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi dan Personil Perangkat Daerah serta Sistematika Penyusunan.

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

Menjelaskan ringkasan/ikhtisar Perjanjian Kinerja tahun 2019 yang mendasarkan pada dokumen perencanaan.

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Menjelaskan capaian kinerja berdasarkan hasil pengukuran kinerja tahun 2019. Diuraikan pula analisis capaian kinerja yang meliputi : pembandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2019, pembandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2019 dengan tahun 2018 dan tahun 2017, pembandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2019 berdasarkan dokumen RPJMD tahun 2017 – 2022, untuk beberapa indikator realisasi kinerja tahun 2019 dibandingkan dengan Standar Nasional; Analisis keberhasilan/kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang diambil serta penyajian realisasi anggaran.

13 Jasa Perusahaan 5,42 5,69 4,04 14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 3,34 6,10 4,56 15 Jasa Pendidikan 8,01 7,45 7,89 16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,62 8,13 7,22 17 Jasa Lainnya 7,02 9,97 7,81

(30)

BAB IV. PENUTUP

Memuat kesimpulan umum atas capaian kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019 dan upaya/langkah di masa mendatang yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota dalam rangka peningkatan kinerjanya.

(31)

2.1

RENCANA STRATEGIS 2.1.1 Visi dan Misi

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 adalah rencana pelaksanaan tahap ketiga (2016-2020) dan keempat (2021-2025) dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Payakumbuh Tahun 2005-2025. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Payakumbuh merupakan kerangka pembangunan Kota Payakumbuh untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 01 Tahun 2018. Dokumen perencanaan ini secara garis besar memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang akan di capai oleh Kota Payakumbuh tahun 2017-2022.

V

I S I :

Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan dan memperhatikan prioritas nasional tersebut diatas, serta mengakomodir visi, misi, kepala daerah terpilih maka visi Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 adalah :

Payakumbuh Maju, Sejahtera, dan Bermartabat, dengan

Semangat Kebersamaan Menuju Payakumbuh Menang

Penjabaran Visi di atas adalah sebagai berikut :

Maju : Kondisi dimana pada tahun 2022, Payakumbuh

menjadi lebih baik dengan kualitas hidup yang relatif tinggi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan ketersediaan infrastruktur, sarana dan utilitas yang memperhatikan efek berlanjutan lingkungan.

(32)

Sejahtera : Dimaknai sebagai peningkatan standar hidup masyarakat yang sehat, handal, makmur dan merata yang diindikasikan dengan pendapatan perkapita melampaui rata-rata nasional (non migas)

Bermartabat : sebagai harkat atau harga diri, yang menunjukkan eksistensi masyarakat kota dengan karakteristik dan budaya masyarakat yang dapat dijadikan teladan karena ketaatan, ketaqwaan, dan kedisiplinannya, berangkat dari akar budaya minang “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” dalam arti seluas-luasnya tanpa mengabaikan pluraritas budaya yang ada disekitar kita.

Berlandaskan kepada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam hal ini dimaksudkan bahwa dalam segala aktifitas kehidupan dan kegiatannya selalu bertolak dari kesadaran dan ketentuan yang bersumber dari falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam dalam rangka upaya mewujudkan masyarakat yang berdaulat, aman dan tentram.

Semangat Kebersamaan

menghadirkan kekuatan politik, pemerintahan sosial budaya dan ekonomi dengan sistem ekonomi yang menekankan pada keadilan dalam penguasaan sumber daya ekonomi, proses produksi serta konsumsi di mana kemakmuran rakyat lebih diutamakan daripada kemakmuran individu. Menggunakan model pertumbuhan tinggi yang independen dengan berbasis produksi secara berkesinambungan untuk

mendukung perkembangan UKM yang

menjalankan konsep bisnis One Village One Product (OVOP). Upaya agar UKM dapat eksis dan meningkatkan daya saing produk-produk mereka dalam perdagangan pasar nasional maupun pasar internasional, perlu memiliki jejaring dengan sesama UKM sesuai bidang geraknya dan terus melakukan interaksi positif seperti: berbagi gagasan, dialog terbuka.

(33)

Menuju Payakumbuh Menang

: Kesiapan Payakumbuh untuk menghadapi globalisasi, berbasis kekuatan lokal, untuk menjadi yang terbaik dan terdepan dengan mempertahankan pencapaian sebelumnya serta menjadi contoh bagi daerah lain untuk menciptakan perubahan bagi kenyamanan dan kesejahteraan warga Kota Payakumbuh. Menuju Payakumbuh menang diartikan maju dalam ketersediaan infrastruktur, sejahtera secara ekonomi dan SDM yang bermartabat, dengan berbasis potensi lokal yang mempunyai daya saing dengan semangat kebersamaan.

M

I S I : Misi Pertama

: Mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat dan kompetitif.

Misi ini merupakan upaya pemerintah Kota Payakumbuh dalam membangun sumberdaya manusia yang sehat dan cerdas yang pada gilirannya akan menjadi manusia yang produktif, kompetitif, dan dilandasi akhlak mulia sebagai kunci dari keberhasilan pelaksanaan misi yang lainnya. Tujuan yang akan dicapai dari misi ini adalah terwujudnya pembangunan manusia yang berkualitas.

Misi Kedua

: Membangun perekonomian yang tangguh, unggul, berdaya saing dan berkeadilan dengan berbasis ekonomi kerakyatan dengan memunculkan gerakan ekonomi bersama

Misi ini merupakan upaya pencapaian tujuan pembangunan

untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan perekonomian Kota Payakumbuh untuk lima tahun ke depan diarahkan pada pembangunan perekonomian yang tangguh, unggul, berdaya saing dan berkeadilan. Perekonomian yang tangguh diupayakan dengan membangun kemandirian perekonomian daerah sehingga perekonomian kota Payakumbuh diharapkan tidak mudah goyah dan terpengaruh oleh kondisi ekonomi nasional maupun global. Selanjutnya perekonomian ke depannya juga diharapkan mampu memiliki daya saing dengan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.

(34)

Misi Ketiga

: Meningkatkan penataan kota, ketersediaan infrastruktur dan fasilitas umum yang nyaman dan berkelanjutan Misi ini diarahkan pada pembangunan infrastruktur wilayah secara efektif dan efisien dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat kota dengan tetap memperhatikan penataan dan pemanfaatan ruang wilayah yang sesuai dengan peruntukannya serta konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Disamping itu juga untuk meningkatkan konektivitas pengembangan wilayah/kawasan guna percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, sehingga sektor unggulan di Kota Payakumbuh dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan layanan dasar masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.

Misi Keempat

: Menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Misi ini merupakan perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sehingga dapat mewujudkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pemerintahan yang akuntabel, aspiratif, partisipatif dan transparan, mewujudkan pelayanan publik yang prima melalui inovasi dan pengembangan sistem pelayanan yang menjamin efektifitas, efisiensi dan kepuasan masyarakat, meningkatkan kemampuan manajerial dan teknis aparatur dan menanamkan nilai-nilai kesadaran berdemokrasi pada masyarakat dan pelaku politik.

Misi Kelima

: Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya berdasarkan adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah

Penekanan pada akhlak mulia yang berbudaya juga memiliki maksud peningkatan intensitas perhatian terhadap peningkatan peran dan pemberdayaan kelembagaan budaya dalam membentuk akhlak mulia di masyarakat untuk mewujudkan pembangunan.

Langkah untuk memberdayakan dan meningkatkan peran tersebut dilakukan melalui peningkatan akses di segala bidang: ekonomi, politik, sosial, budaya sehingga diharapkan lembaga budaya dimasyarakat dapat terlibat lebih aktif lagi dalam membentuk akhlak mulia dalam mewujudkan pembangunan daerah.

(35)

2.1.2 Tujuan Dan Sasaran

Berdasarkan visi, misi telah dirumuskan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Payakumbuh tahun 2017-2022. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.1

Hubungan Hierarkis Visi, Misi Tujuan dan Sasaran VISI

Payakumbuh Maju, Sejahtera, dan Bermartabat, dengan Semangat Kebersamaan Menuju Payakumbuh Menang

TUJUAN SASARAN

MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG HANDAL, SEHAT DAN KOMPETITIF. 1 Terwujudnya pembangunan manusia yang berkualitas

1 Meningkatnya kualitas layanan pendidikan

2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat

3 Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan

4 Meningkatnya Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran 5 Meningkatnya prestasi Atlet

MEMBANGUN PEREKONOMIAN YANG TANGGUH, UNGGUL, BERDAYA SAING DAN BERKEADILAN DENGAN BERBASIS EKONOMI KERAKYATAN DENGAN MEMUNCULKAN GERAKAN EKONOMI BERSAMA

2

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

1 Meningkatnya Produktivitas Sektor Strategis;

2 Meningkatnya iklim usaha dan investasi di Kota Payakumbuh;

3 Meningkatnya Kesejahteraan Anggota Koperasi.

MENINGKATKAN PENATAAN KOTA, KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS UMUM YANG NYAMAN DAN BERKELANJUTAN

3

Meningkatkan Keber lanjutan Pembangunan yang berwawasan lingkungan

1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan

2 Meningkatnya kualitas lingkungan hidup.

3 Mewujudkan Perumahan dan pemukiman yang layak.

(36)

MENGHADIRKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH

4

Meningkatnya Profesionalisme birokrasi

1 Meningkatnya kualitas dan

akuntabilitas layanan pemerintahan

MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERAKHLAK MULIA DAN BERBUDAYA BERDASARKAN ADAT BASANDI SYARA’ SYARA’ BASANDI KITABULLAH

5 Meningkatkan tata kehidupan masyarakat yang berbudaya dan agamis

1 Meningkatnya pengamalan ajaran agama

2 Menguatnya lembaga agama dan adat dalam tata kehidupan masyarakat.

2.2 PENETAPAN KINERJA TAHUN 2019

Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Perjanjian Kinerja menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Unit Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu dalam rangka Intensifikasi pencegahan korupsi, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.

Dalam rangka menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif, penilaian dan pelaporan kinerja pemerintah daerah menjadi bagian kunci dalam proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Upaya ini juga selaras dengan tujuan perbaikan pelayanan publik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Untuk itu, pelaksanaan otonomi daerah perlu mendapatkan dorongan yang lebih besar dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dalam pengembangan akuntabilitas melalui penyusunan dan pelaporan kinerja pemerintah daerah.

(37)

sepenuhnya mengacu kepada Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 01 Tahun 2018 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022, dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2019, Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 59 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Payakumbuh Nomor 56 Tahun 2018 tentang Rencana Kinerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2019.

Perjanjian Kinerja Tahun 2019 disusun berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Tabel 2.2

Hasil Penyempurnaan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Dokumen Penetapan Kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun

2019

Sasaran Indikator Sasaran

1 Meningkatnya kualitas layanan pendidikan 1 Jumlah sekolah ( SD, SMP) yang berakreditasi A

2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat 2 Angka Usia Harapan Hidup 3 Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan 3 Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)

4 Meningkatnya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran 4 Tingkat Kemiskinan 5 Tingkat Pengangguran

5 Meningkatnya prestasi Atlet 6 Jumlah Atlet berprestasi tingkat Nasional.

6 Meningkatnya Produktivitas Sektor Strategis

7 Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB

8 Kontribusi sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB 9 Kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB 10 Persentase peningkatan kunjungan wisata

7 Meningkatnya iklim usaha dan investasi di Kota Payakumbuh 11 Nilai Realisasi Investasi (Miliar Rupiah) 12 Persentase Usaha Kecil Menengah terhadap UMKM

(38)

Berdasarkan hasil penyempurnaan pada tabel 2.2 telah dilakukan perubahan dokumen akuntabilitas kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai berikut :

a. Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Payakumbuh yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Payakumbuh Nomor 81 Tahun 2018 Tentang Indikator Kinerja Utama Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022;

b. Perubahan dokumen Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019 sebagaimana tercantum pada tabel 2. 3.

8 Meningkatnya kesejahteraan anggota Koperasi 13 Persentase Peningkatan SHU Koperasi

9 Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan

14 Persentase pelayanan air minum 15 Persentase panjang jalan status Kota dalam kondisi mantap 16 Persentase Sistem drainase skala kota 17 Persentase kesesuaian pemanfaatan ruang

18 Persentase daerah irigasi berkinerja baik

19 Persentase ketersediaan fasilitas umum perkotaan 10 Meningkatnya kualitas lingkungan hidup 20 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 11 Mewujudkan Perumahan dan pemukiman yang layak 21 Persentase luas kawasan kumuh

12 Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas layanan pemerintahan

22 Nilai Evaluasi AKIP Kota 23 Opini BPK

24 Persentase Perangkat Daerah yang telah terintegrasi TI 25 IKM

26 Indeks Reformasi Birokrasi

13 Meningkatnya pengamalan ajaran agama

27 Persentase sekolah dengan pendidikan karakter berkategori baik

28

Persentase peningkatan

zakat/wakaf yang dikumpulkan melalui lembaga/ Badan Zakat/ Wakaf

14 Menguatnya lembaga agama dan adat dalam tata kehidupan masyarakat

29 Persentase lembaga keagamaan (MUI) yang aktif

30 Persentase lembaga adat yang aktif (Kerapatan Adat Nagari/KAN)

(39)

Tabel 2.3

Perubahan Perjanjian Kinerja Kota Payakumbuh Tahun 2019

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Penanggung SKPD jawab

1 Meningkatnya kualitas layanan pendidikan 1 Jumlah sekolah ( SD, SMP) yang berakreditasi A 74 Dinas pendidikan 2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat 2 Angka Usia Harapan Hidup 73,60 Dinas Kesehatan 3 Meningkatnya Pemberdayaan

Perempuan 3

Indeks Pemberdayaan Gender

(IDG) 61,80 P3A& P2KB 4 Meningkatnya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran 4 Tingkat Kemiskinan 5,66 Dinas Sosial 5 Tingkat Pengangguran 6,62

5 Meningkatnya prestasi Atlet 6 Jumlah Atlet berprestasi tingkat Nasional. 11 Disparpora

6 Meningkatnya Produktivitas Sektor Strategis

7 Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB 24,02 Dinas Koperasi & UKM 8 Kontribusi sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB 6,02

9 Kontribusi sektor Pertanian terhadap PDRB 7,44 Dinas Pertanian 10 Persentase peningkatan

kunjungan wisata 5,10 Disparpora

7 Meningkatnya iklim usaha dan investasi di Kota Payakumbuh

11 Nilai Realisasi Investasi (Miliar Rupiah) 196,90 BPMD & PTSP

12 Persentase Usaha Kecil

Menengah terhadap UMKM 28,15 Dinas Koperasi & UKM 8

Meningkatnya

Kesejahteraan Anggota

Koperasi 13 Persentase Peningkatan SHU Koperasi 12,15

9 Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan

14 Persentase pelayanan air minum 98,80 PDAM 15 Persentase panjang jalan status Kota dalam kondisi mantap 72,06

Dinas PU & Penataan Ruang 16 Persentase Sistem drainase skala kota 45,95

17 Persentase kesesuaian pemanfaatan ruang 79,20

18 Persentase daerah irigasi berkinerja baik 79,10 Dinas PU & Penataan Ruang 19 Persentase ketersediaan fasilitas umum perkotaan 83,33

10 Meningkatnya kualitas lingkungan hidup 20 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 57,25 Dinas Lingkungan Hidup 11 Mewujudkan Perumahan dan

pemukiman yang layak 21

Persentase luas kawasan

kumuh 1,62 Dinas Pera & Waskim

12 Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas layanan pemerintahan

22 Nilai Evaluasi AKIP Kota BB

Bagian Organisasi Setdako

23 Opini BPK WTP

24 Persentase Perangkat Daerah terintegrasi TI 45,16

25 IKM 80,35

26 Indeks Reformasi Birokrasi 55,00 13 Meningkatnya pengamalan ajaran

agama 27

Persentase sekolah dengan pendidikan karakter berkategori

baik 28,72

Dinas Pendidikan

(40)

28

Persentase peningkatan zakat/wakaf yang dikumpulkan melalui lembaga/ Badan Zakat/ Wakaf 3,80 Bagian Kesra Setdako 14 Menguatnya lembaga agama dan adat dalam tata kehidupan masyarakat

29 Persentase lembaga keagamaan (MUI) yang aktif 40,00 30 Persentase lembaga adat yang aktif (Kerapatan Adat

Nagari/KAN) 90,00 Disparpora Selama tahun 2019 pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Pemerintah Kota Payakumbuh dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Payakumbuh dengan total belanja langsung dan belanja tidak langsung sebesar Rp. 527.428.189.622,00.

(41)

kuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/ pemberi amanah.

Hal ini juga sejalan dengan prinsip good governance di mana salah satu pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Karena itulah, pengendalian dan pertanggungjawaban program/kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah kepada publik telah dicapai. Pijakan yang dipergunakan dalam sistem akuntabilitas kinerja ini adalah berpedoman kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Guna mempermudah interprestasi atas pencapaian indikator kinerja sasaran Pemerintah Kota Payakumbuh tersebut digunakan skala nilai peringkat kinerja yang mengacu pada formulir Tabel VII-C dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Skala Nilai Peringkat Kinerja

Skala Ordinal Kategori

>90 Sangat Baik 75.00 – 89.99 Baik 65.00 – 74.99 Cukup 50.00 – 64.99 Kurang 0 – 49.99 Sangat Kurang

A

(42)

Adapun tingkat capaian kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh pada Tahun 2019 berdasarkan hasil pengukurannya diatas dapat diilustrasikan dalam tabel berikut :

Tabel 3.2

Capaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Payakumbuh Tahun 2019

Misi I : Mewujudkan SDM yang handal, sehat dan kompetitif

No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN 2019 KATEGORI TARGET REALISASI %

1 kualitas layanan Meningkatnya pendidikan

Jumlah sekolah (SD/SMP) yang

berakreditasi A Jumlah 74 75 101,35 Sangat Baik 2 Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Angka Usia

Harapan Hidup Tahun 73,60 73,13 99,36 Sangat Baik

3 Pemberdayaan Meningkatnya Perempuan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Nilai/

Indeks 61,80 62,30 100,81 Sangat Baik

4 Meningkatnya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran Tingkat

Kemiskinan Persentase 5,66 5,68 99,65 Sangat Baik

Pengangguran Tingkat Persentase 6,62 4,11 137,92 Sangat Baik

5 Meningkatnya prestasi Atlet Jumlah Atlet berprestasi

tingkat Nasional orang 11 20 181,81 Sangat Baik Misi II : Membangun Perekonomian Yang Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Dan Berkeadilan Dengan Berbasis Ekonomi Kerakyatan Dengan Memunculkan Gerakan Ekonomi Bersama

No. STRATEGIS SASARAN INDIKATOR KINERJA

UTAMA SATUAN 2019 KATEGORI TARGET REALISASI % 1 Meningkatnya Produktivitas Sektor Strategis Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB

Persentase 24.02 24,35 101,37 Sangat Baik Kontribusi

Sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB

Persentase 6,02 6,12 101,66 Sangat Baik Kontribusi

Sektor Pertanian terhadap PDRB

Persentase 7,44 6,76 90,86 Sangat Baik Persentase

peningkatan jumlah kunjungan

wisata

Gambar

Tabel 1.1  Pembagian Wilayah Administratif Kota Payakumbuh.....  6  Tabel 1.2  Luas  Penggunaan  Tanah  Menurut  Jenisnya  di  Kota
Tabel 3.15  10  Penyakit  Terbanyak  di  Kota  Payakumbuh  Tahun
Tabel 3.40  Jumlah dan Tipe Sarana dan Prasarana Pertanian yang
Tabel 3.95  Capaian  Kinerja  Indikator  Persentase  peningkatan  zakat/wakaf,  yang  dikumpulkan  melalui
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Contoh Jawaban Pertanyaan Tes WAWANCARA KERJA (Job Interview)  –   –    Apa   Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini.. Dan apa yang paling

Melihat fenomena inilah yang menjadi alasan pemerintah meluncurkan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) untuk mencegah penurunan taraf kesejahteraan

Yang bertanda tangan di bawah ini saya" Shohib Abror, menyatakan bahwa sleripsi dengan judul: Audit Pemerintah dan Pengendalian Korupsi: Bukti dari Data Panel Provinsi

proses pada sistem yang akan dibuat, penumpang dapat memindahkan elevator (. menekan tombol elevator ) penumpang juga bisa

Deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk komunikasi yang ada melalui penggunaan bahasa gaul yang digunakan pemilik akun Twitter saat

Program talk show ini merupakan kejutan bagi masyarakat luas bahwa seorang Deddy Corbuzier juga mampu menjadi presenter yang baik, serta memiliki kemampuan melucu dengan sedikit

Nilai cr dan mr yang digunakan dalam kombinasi nilai cr dan mr ini dilakukan sebanyak 10 kali dengan parameter dari hasil uji coba ukuran populasi dan hasil uji

Uji coba range kromosom dilakukan terhadap sistem untuk mengetahui range kromosom yang akan menghasilkan solusi paling optimal untuk permasalahan optimasi komposisi