• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH LIRMAWATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI OLEH LIRMAWATI"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN

SOSIAL SISWA KELAS IV SD INPRES ISOKA KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN

KABUPATEN GOWA

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

OLEH LIRMAWATI

10540934914

PROGRAM STUDI PEDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTASKEGURUAN DAN ILMU PERNDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2018

(2)
(3)
(4)

UNIVERSITAS MUHMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : LIRMAWATI

Nim : 10540 934914

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Skripsi : Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Mei 2018 Yang Membuat Pernyataan

(5)

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : LIRMAWATI

Nim : 10540 934914

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut :

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusun sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (Plagiat) dalam penyusunan skripsi.

4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Mei 2018

Yang Membuat Perjanjian

(6)

MOTO DAN PERSEMBAHAN

Sesungguhnya kegagalan itu adalah cerminan kesuksesan.

Terkadang kita harus menangis tuk dapat mensyukuri sebuah senyuman.

“Kelemahan-kelemahan kita akan menjadi kekuatan yang dahsyat apabila dikumpulkan dan difokuskan pada pencapaian tujuan”

“Jangan mengatakan bahwa saya punya masalah besar tapi katakan pada masalah bahwa saya punya ALLAH yang maha besar”

Kupersembahkan karya ini kepada

Kedua orang tuaku tercinta, saudaraku, keluarga, semua guru, dosen, aktivis dan teman-temanku semua, serta buat bangsaku, Indonesia

(7)

ABSTRAK

Lirmawati, 2018. “Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing 1 Nurdin, dan Pembimbing II Ade Irma Suriani,.

Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pembelajaran aktif tipe card sort sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar IPS. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Inpres Isoka yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan rumus t-test yang didahului dengan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS yang diperoleh siswa pada kelompok yang menerapkan pembelajaran aktif tipe

card sort lebih tinggi dari pada hasil belajar IPS siswa pada kelompok yang

menerapkan pembelajaran yang biasa dilakukan guru bagi siswa kelas IVB Inpres Isoka. Hal tersebut dibuktikan dari hasil t-test dengan taraf signifikansi 5% (derajat kepercayaaan 95%) diperoleh t hitung (2,997) > t tabel (1,679). Hasil belajar IPS yang diperoleh kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar kelompok kontrol, ditunjukkan dari mean hasil belajar yang diperoleh kelompok eksperimen yaitu 79,13 dan mean hasil belajar yang diperoleh kelompok kontrol yaitu 68,80.

Kata kunci : Pembelajaran IPS, Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort, Hasil Belajar

(8)

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji dan syukur atas izin dan petunjuk Allah swt, sehingga skripsi dengan Judul: “Pengaruh Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort Terhadap

Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa” dapat diselesaikan. Pernyataan

rasa syukur kepada Allah Swt, atas yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan karya ini yang tidak dapat diucapkan dengan kata-kata dan dituliskan dengan kalimat apapun.

Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan motivasi. Oleh karena itu, disampaikan terima kasih kepada Drs.H.Nurdin, M.Pd dan Ade Irma Suriani,S.Pd.,M.Pd. masing-masing pembimbing pertama dan kedua atas bimbingan dan motivasinya. Pada penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih dan penghargaan pula kepada:

Dr.H. Abd. Rahman Rahim, SE.,MM Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib,M.Pd.,Ph.D Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Sulfasyah, M.A. ,Ph.D Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Makassar, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kedua orang tuaku tercinta Muh.Arsyad dan Sakka, dan keluarga besarku yang

(9)

telah memberikan motivasi, kasih sayang, disertai doa yang tulus untuk mendukung penulis dalam penyelesaian studi, Serta rekan-rekan mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar atas kerjasamanya dalam perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini.

Semoga bantuan, petunjuk, dan pengorbanan yang telah diberikan kepada penulis, bernilai ibadah dan memperoleh imbalan belipat ganda di sisi Allah Swt. Amin.

Makassar, Februari 2018

Penulis

(10)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah……….. 1

B. Rumusaan Masalah……….. 5

C. Tujuan Penelitian………. 6

D. Manfaat Penelitian………... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Pustaka………. 8

B. Kerangka Pikir……… 24

C. Hipotesis Penelitian……… 26

(11)

A. Jenis Penelitian………. 27

B. Lokasi dan Sumber Belajar……….. 28

C. Populasi dan Sampel Penelitian………... 28

D. Definisi Operasional Variabel………. 29

E. Prosedur Penelitian………. 30

F. Tekhnik Pengumpulan Data……… 32

G. Tekhnik Analisis Data………. 33

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian……… 37

B. Pembahasan Hasil Penelitian………... 50

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan……….. 54 B. Saran……… 54 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDU

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Skor Nilai Pre-Test ... 36

4.2 Perhitungan untuk mencari Mean rata-rata nilai Pre-test ... 39

4.3 Distribusi Frekuensi nilai Pre-test subjek penelitian ... 40

4.4 Deskripsi Ketuntasan hasil belajar IPS ... 40

4.5 Skor nilai Post-test ... 41

4.6 Perhitungan untuk mencari Mean rata-rata nilai Post-test ... 42

4.7 Tingkat hasil belajar Post-test ... 43

4.8 Deskripsi ketuntasan hasil belajar IPS ... 44

4.9 Hasil analisis dan observasi aktivitas siswa ... 45

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(14)

Lampiran A

 Lampiran I

: Jadwal Penelitian

 Lampiran II

: RPP

 Lampiran III

: Test Pre-test

 Lampiran IV

: Test Post-test

 Lampiran V

: Daftar Hadir Murid

Lampiran B

 Lampiran I

: Data perolehanSkorhasil

belajar (pre-test)

 LampiranII

: Data perolehanSkorhasil

belajar (post-test)

 LampiranIII : Hasil analisis data aktivitas siswa

 Lampiran IV : Dokumentasi

(15)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Dunia Pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, di jalur pendidikan formal, informal atau nonformal. Oleh sebab itu dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air, guru tidak dapat dilepaskan dari berbagai hal yang berkaitan dengan eksistensi mereka.

Peningkatan kemampuan mengajar seorang guru merupakan proses pembentukan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang professional. Proses pembentukan keterampilan mengajar seorang guru haruslah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga akan terbentuk seorang guru professional khususnya dalam pembelajaran IPS.

Keberhasilan pencapaian mata pelajaran IPS di pengaruhi oleh beberapa aspek. Salah satu aspek yang mempengaruhi adalah bagaimana cara guru dalam menyampaikan pembelajaran. Pembelajaran yang diciptakan oleh guru seharusnya adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam belajar agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran juga didukung oleh pemanfaatan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan saran untuk mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar.

Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan pelaksanaan proses pendidikan dalam bentuk per mata pelajaran. Badan Standar Nasional Pendidikan atau BSNP (2006: 6) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Salah satu mata pelajaran yang termuat dalam KTSP adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

(16)

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak dapat dipandang sebelah mata dalam pengajarannya di jenjang Sekolah Dasar. IPS adalah mata pelajaran yang mengkaji beberapa disiplin ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang dikemas secara ilmiah. Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran juga di dukung oleh pemanfaatan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana untuk mempermudah guru dalam menyampaikanbahan ajar. Guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran dalam pembelajaran IPS seperti televisi, peta, gambar, radio, film, LCD, dan sebagainya untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada siswa. Pada kenyataanya, pembelajaran IPS saat ini memerlukan perbaikan untuk mewujudkan pembelajaran IPS ynag lebih berkualitas. Uno (2011:75) menyebutkan bahwa kecenderungan pembelajaran pada saat ini masih berpusat sama pada guru dengan bercerita atau berceramah. Siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran rendah.

Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Nawawi dalam Susanto (2013: 5) hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dalam kegiatan proses pembelajaran pada IPS kelas IV Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa pada tanggal 10 Januari 2018, diperoleh informasi data bahwa di kelas IVA masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 65. Presentase ketuntasan hasil belajar IPS kelas IV A hanya 38% dari 20 siswa. Dari data yang diperoleh maka hasil belajar siswa tergolong rendah diduga peran guru dalam pembelajaran IPS masih mendominasi atau pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered) dengan menggunakan metode konvensional dimana pembelajaran yang dilakukan oleh guru seharusnya adalah pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam belajar agar

(17)

pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa. Kegiatan pembelajaran dikelas belum tercipta suasana belajar yang aktif, efektif, menarik dan menyenangkan. Guru aktif memberikan materi pelajaran, sementara siswa lebih pasif duduk dibangku menerima, mendengarkan, dan mencatat materi pelajaran yang diberikan. Kesempatan siswa melakukan usaha untuk memperoleh informasi sacara mandiri masih sangat terbatas, karena pelajaran IPS rata-rata berbentuk naratif dan bersifat hafalan, sehingga pembelajaran kurang efektif dan menimbulkan kejenuhan dan mengakibatkan hasil belajar siswa belum tercapai dengan optimal sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.

dalam Rahayu (2011: 77) card sort adalah pembelajaran yang mengharapkan siswanya aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk berfikir, berinteraksi, berbuat untuk mencoba, menentukan konsep baru atau menghasilkan suatu karya. Sedangkan pembelajaran aktif tipe

card sort merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran

dengan memanfaatkan kegiatan kolaboratif yang digunakan guru untuk mengajar konsep, penggolongan sifar, fakta tentang suatu objek atau mengulang informasi. Pada pembelajaran aktif ini guru menggunakan media kartu yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori. Kartu dibagikan kepada siswa, kemudian siswa melakukan usaha untuk menemukan/memilah kartu berkategori sama.

Pembelajaran tipe card sort ini sangat berpengaruh dalam keberhasilan belajar siswa SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa karena pembelajaranya di sekolah tersebut masih berpusat kepada guru selain itu guru menekankan pada hafalan dan siswa tidak aktif dalam proses belajar sehingga hasil belajar siswa menjadi kurang.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul “Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort terhadap Hasil

Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa”.

(18)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut;

1. Rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

2. Pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered).

3. Sebagian besar siswa masih pasif dalam mengikuti proses pembelajaran.

4. Pembelajaran di kelas belum tercipta suasana belajar yang aktif, efektif, menarik dan menyenangkan.

5. Guru belum mengoptimalkan penggunaan strategi pembelajaran aktif tipe card sort dalam pembelajaran IPS.

C. Batasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini perlu dibatasi agar dapat terarah dan terfokus dengan cermat. Berdasarkan identifikasi masalah di atas, peneliti membatasi permasalahan yang diteliti, yaitu:

1. Hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

2. Strategi pembelajaran aktif tipe card sort.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu “Apakah ada pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe card sort terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe

card sort terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan

(19)

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dibagi menjadi dua yaitu:

1. Secara teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan nilai positif untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan wawasan yang berkaitan dengan strategi pembelajaran aktif terutama strategi pembelajaran aktif tipe card sort sebagai upaya meningkatkan pemahaman, minat belajar, keaktifan dan hasil belajar IPS siswa di Sekolah Dasar.

2. Secara Praktis a. Siswa

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada siswa dan meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas, serta dengan diterapkannya strategi pembelajaran aktif tipe card sort mampu meningkatkan hasil belajar IPS siswa.

b. Guru

Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kualitas mengajar dan memperluas pengetahuan guru mengenai strategi pembelajaran aktif tipe card sort yang dapat mengoptimalkan keaktifan siswa dalam pelaksanaanpembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS.

c. Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya kualitas pembelajaran IPS di SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

d. Peneliti Lain

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan atau referensi untuk peneliti lanjutan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe card sort.

(20)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka

1. Hasil Penelitian yang Relevan

Berikut hasil penelitian yang relevan dengan peneliti lain, antara lain:

a. Penelitian dilakukan oleh Rahayu (2013) dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Aktif Tipe Card Sortterhadap hasil belajar IPS bagi siswa kelas IV SD Se-Gugus 2 Kecamatan Pengasih Kulon Progo’’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS yang diperoleh siswa pada kelas yang menerapkan pembelajaran aktif tipe card sortlebih tinggi dari pada hasil belajar IPS siswa pada kelas yang menerapkan pembelajaran biasa dilakukan guru bagi siswa kelas IV SD Se-Gugus 2 Kecamatan Pengasih.

b. Penelitian dilakuakn oleh Kurniawati (2016) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Strategi Card Sort dengan media gambar terhadap hasil belajar IPS Kelas V SDN 1 Taruban Nogosari Tahun Ajaran 2015-2016”. Hasil analisis uji-t antara strategi

card sort dengan media gambar dan hasil belajar IPS diperoleh prob. T X sebesar

0,011 <0,05 Ho ditolak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan strategi card sort dengan media gambar terhadap hasil belajara IPS siswa kelas V.

Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa menerapkan pembelajaran aktif tipe card sort lebih tinggi dari pada hasil belajar IPS siswa pada kelas yang menerapkan pembelajaran biasa.

2. Pengertian Belajar

Belajar merupakan suatu proses yang terjadi pada diri seseorang, sehingga mengalami perubahan tingkah laku. Belajar terjadi ketika ada interaksi antara individu dengan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Belajar sebagai karakteristik yang

(21)

membedakan manusia dengan makhluk lain yang dilakukan sepanjang hayat, bahkan tiada hari tanpa belajar

Winkel dalam Susanto (2013: 4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai-nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan berbekas. Piaget dalam Rusman (2013: 202) belajar merupakan sebuah proses aktif penyusunan pengetahuan di dalam pikiran siswa untuk membangun pengetahuan yang bermakna.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas,dapat di simpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu dengan sengaja untuk memperoleh perubahan perilaku yang relatif menetap, baik yang menyangkut

pengetahuan, keterampilan maupun sikap sebagai hasil pengalamannya sendiri

dalam interaksi langsung dengan lingkungan. Perubahan perilaku tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan sepanjang hayat.

3. Hasil Belajar

Tujuan utama yang ingin dicapai setelah belajar dalam kegiatan pembelajaran adalah hasil belajar. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar yaitu kemampuan yang diperoleh setelah melalui kegiatan belajar. Susanto (2013: 5) hasil belajar merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Purwanto (2014: 48-53) domain hasil belajar merupakan perubahan perilaku kejiwaan dikarenakan proses pendidikan. Perilaku kejiwaan itu dibagi dalam tiga domain, yaitu:

a. Ranah Kognitif

Perubahan perilaku yang terjadi dalam ranah kognitif mencakup enam aspek, yaitu: mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), analisis (C4), sintesis (C5) dan evaluasi (C6). Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.

(22)

b. Ranah Afektif

Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Katagori dimulai dari tingkat yang dasar atau sederhana sampai tingkat yang kompleks. Katagori tersebut yaitu:

reciving/attending (penerimaan), responding(jawaban), valuing (penilaian), organisasi

dan karakteristik nilai atau internalisasi nilai. c. Ranah Psikomotor

Hasil belajar psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor dapat diklasifikasi menjadi enam, yaitu: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks dan kreativitas.

Sudjana dalam Kunandar (2013: 276) hasil belajar adalah suatu akibat dariproses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu tes yang tersusunsecara terencana dalam bentuk tes tertulis, tes lisan, maupun tes perbuatan.Kasmadi & Sunariah (2014: 44) hasil belajar merupakan hasil penilaian terhadap kegiatan pembelajaran sebagai tolak ukur tingkat keberhasilan siswa dalam memahami pembelajaran yang dinyatakan dengan skala nilai berupahuruf atau angka.

Djamarah & Zain dalam Susanto (2013: 3) hasil belajar telah tercapai apabila telah terpenuhi dua indikator, yaitu: (1) daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok, dan (2) perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/instruksional khusus telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun kelompok.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dapat memahami dan mengerti materi setelah menerima pengalaman belajar. Kemampuan yang dimiliki siswa mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang dinyatakan dengan skala nilai berupahuruf atau angka melalui tes, baik tes tertulis, tes lisan, maupun tes perbuatan. Hasil belajar yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu

(23)

adanya peningkatan kemampuan siswa dalam ranah kognitif melalui strategi pembelajaran aktif tipe card sort.

B. Strategi Pembelajaran Aktif

1. Pengertian Strategi Pembelajaran

Pembelajaran pada dasarnya sebagai upaya untuk mengarahkan siswa ke dalam proses belajar, dimana terjadinya proses interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar suatu lingkungan sekitar. Chatib dalam Hosnan (2014: 4) pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Mentransfer ilmu tersebut, guru harus mampu menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang cocok dalam kegiatan proses pembelajaran.

Strategi pembelajaran merupakan suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan, jika dihubungkan dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan strategi sangat dibutuhkan untuk mempermudah proses pembelajaran guna mencapai hasil belajar dan tujuan pembelajaran secara optimal. Aqib (2013: 70) strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran, sehingga akan memudahkan siswa menerima dan memahami materi pelajaran yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasai di akhir kegiatan belajar. Kamp dalam Hamruni (2011: 2) strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran dapat dimnai secara sempit dan luas. Secara sempit strategipembelajaran mempunyai kesamaan dengan metode pembelajaran yang berarti cara untuk mencapai tujuan pembelajaran. Secara luas strategi pembelajaran adalah serangkaian cara yang akan digunakan serta keseluruhan tindakan usaha guru untuk memberikan informasi

(24)

kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran guna pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

2. Pengertian Pembelajaran Aktif

Belajar secara aktif sangat dibutuhkan oleh siswa. Ketika siswa cenderung pasif atau hanya menerima pembelajaran dari guru, siswa akan cepat melupakan apa yang telah disampaikan. Pembelajaran aktif pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus yang diberikan guru dan respon siswa, sehingga proses kegiatan pembelajaran menjadi suatu hal yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa.

Pembelajaran aktif merupakan suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan siswa agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secara aktif. Bonwell dalam Warsono & Hariyanto (2013: 14) seluruh bentuk pembelajaran yang berfokus kepada siswa (student centeredlearning) sebagai penanggung jawab pembelajaran disebut pembelajaranaktif. Semula istilah pembelajaran aktif dipergunakan baik bagi pembelajaran aktif individual mandiri, maupun pembelajaran aktif bersifat kolaboratif.

Hosnan (2014: 208) pembelajaran aktif adalah kegiatan belajar mengajaryang subjek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional sehinggabenar-benar berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajar.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa

pembelajaran aktif adalah suatu kegiatan pembelajaran yang berfokus mengajak

siswa aktif terlibat baik secara fisik, intelektual maupun emosional dalam berpikir dan berinteraksi tentang materi yang di terimanya. Pembelajaran yang dilaksanakan

dengan aktif dan menyenangkan akan memberikan pengalaman yang bermakna

kepada siswa, menumbuhkan ketertarikan dan rasa ingin tahu siswa terhadap pembelajaran, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi pelajaran.

(25)

Pencapaian hasil belajar yang baik merupakan harapan bagi setiap guru. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam proses kegiatan pembelajaranagar menjadi hal yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa. Suasana yang semestinya tercipta adalah bagaimana siswa benar-benar berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Rusman (2013: 324) tujuan pembelajaran aktif adalah memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis dan mensintesis, serta melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa belajar dengan cara melakukan, menggunakan indera, menjelajahi lingkungan, baik lingkungan berupa benda, tempat dan peristiwa-peristiwa di sekitar.

Hosnan (2014: 210) pembelajaran aktif dipilih agar siswa dapat melakukan kegiatan-kegiatan belajar dan memikirkan tentang apa yang dilakukannya untuk belajar. Amri (2015: 34) pembelajaran aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang dimiliki.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran aktif adalah memungkinkan siswa untuk berpikir, menganalisa, menemukan pemahaman baru dan melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar, sehingga siswa mampu menumbuhkan kemampuan dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran aktif diharapkan dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki siswa guna mencapai hasil belajar yang sesuai dengan karakteristiknya.

C. Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

1. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

Card sort atau memilah kartu merupakan salah satu tipe strategi

pembelajaranyang digunakan untuk menguji pemahaman siswa melalui keaktifannya dalam mengikuti proses pembelajaran. Warsono & Hariyanto (2013: 47) cardsort

(26)

merupakan gabungan antara teknik pembelajaran aktif individual dengan teknik pembelajaran kolaboratif. Silberman (2016: 169) card sort merupakan aktivitas kerjasama yang digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang benda atau mengulang informasi. Guru menggunakan media kartu yang berisi informasi atau contoh masalah yang tercakup dalam satu atau lebih katagori. Kartu dibagikan kepada siswa, kemudian siswa melakukan usaha untuk menemukan kartu yang berkatagori sama.

Strategi pembelajaran aktif tipe card sortmerupakan kegiatan kolaboratif yang dilakukan siswa dengan menggunakan media kartu berupa mempelajari konsep, menggolongkan sifat dari kategori yang berbeda, mengungkap fakta dari suatu objek dan mengulangi informasi yang pernah di dapat oelh siswa. Proses kegiatan pembelajaran yang menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe card sortdiharapkan siswa akan memperoleh informasi yang lebih banyak mengenai materi pembelajaran, melatih sikap dan keterampilan sosial sebagai bekal dalam kehidupan masyarakat.

2. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat, secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya strategi pembelajaran aktif tipe card sort dapat memotivasi siswa untuk belajar secara aktif dan menyenangkan. Strategi pembelajaran aktif tipe card sort menggunakan media kartu, dimana kartu tersebut berisi permasalahan yang harus dipahami oleh masing-masing siswa.

Amri (2015: 39) langkah-langkah strategi pembelajaran aktif tipe card sortdalam pembelajaran sebagai berikut.

a. Masing-masing siswa diberikan kartu indeks yang berisi materi pelajaran. Kartu indeks dibuat berpasangan berdasarkan definisi, katagori/kelompok, misalnya kartu yang berisi tentang ciri-ciri koperasi, perangkat organisasi koperasi dan sebagainya.

b. Guru menunjuk salah satu siswa yang memegang kartu, siswa yang lain diminta berpasangan dengan siswa tersebut bila merasa kartu yang dipegangnya memiliki kesamaan definisi atau katagori.

(27)

c. Agar situasinya lebih seru dapat diberikan hukuman bagi siswa yang melakukan kesalahan. Jenis hukuman dibuat atas kesepakatan bersama.

d. Guru dapat membuat catatan penting di papan tulis pada saat terjadi proses pembelajaran.

Berdasarkan langkah-langkah strategi pembelajaran aktif tipe card sort yang telah dikemukakan para ahli di atas, disimpulkan bahwa langkah-langkah tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan,bahkan dapat dikatakan memiliki tujuan prosedur

yang sama dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan card sort.

Penerapan strategi pembelajaran aktiftipe card sort pada mata pelajaran IPS di kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa,peneliti memilih menggunakan prosedur atau langkah-langkah yang dikemukakan oleh Silberman karena guru dapat memvariasikan langkah-langkah strategi cardsort, sehingga diharapkan siswa akan berminat mengikuti proses kegiatan pembelajaran.

3. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort a. Kelebihan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

Menerapkan sebuah strategi pembelajaran, tentu ada kelebihan yang dimilikinya. Kelebihan dari strategi pembelajaran aktif tipe card sort dalam kegiatan pembelajaran adalah memudahkan guru untukpersiapan dan menyampaikan materi, mengatasi masalah siswa, seperti pasif, kurangnya minat, cepat merasa bosan dan tidak merespon perintah guru. Pelaksanaan strategi card sort sangat sederhana, dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak, siswa lebih antusias dalam pembelajaran, sosialisasi antar siswa lebih terbangun dan siswa mudah memahami materi pembelajaran dengan cara mengelompokkan katagori yang sama.

b. Kekurangan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort

Strategi pembelajaran aktif tipe card sort tidak hanya memiliki kelebihan, namun juga memiliki kekurangan yaitu membutuhkan banyak waktu dan pengorganisasian strategi harus tepat, jika tidak pembelajaran terkesan hanya bermain-main. Hosnan

(28)

(2014: 217) kekurangan strategi card sort, antara lain: (1) membuat siswa kurang aktif dalam berbicara atau menyimpulkan pendapat, (2) membutuhkan persiapan dan media yang berupa kartu-kartu sebelum kegiatan berlangsung, dan (3) apabila guru kurang bisa mengendalikan kelas maka suasana kelas akan menjadi gaduh.Wahyuni (2014: 14) kekurangan strategi card sort, antara lain: (1) menyita banyak waktu, (2) membutuhkan lebih banyak kreativitas untuk mengajar, (3) strategi pembelajaran aktif cardsort membuat siswa hanya mampu belajar secara berkelompok, dan (4) adanya kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa, terutama apabila terjadi jawaban yang menarik perhatiannya, padahal bukan tujuan yang diinginkan dalam arti terjadi penyimpangan dari pokok persoalan semula. Hal yang dapat dilakukan guru untuk meminimalisir kekurangan dan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan dari strategi card sort yang digunakan yaitu guru harus merancang dengan matang rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dan benar-benar memahami langkah-langkah strategi tersebut agar dalam pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif tipe card sort memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan strategi

card sort dapat membantu menggairahkan siswa yang merasa jenuh atau lelah terhadap

pembelajaran yang telah diberikan, membina siswa untuk bekerja sama dan mengembangkan sikap saling menghargai pendapat. Kekurangan strategi card sort adalahmembutuhkan persiapan dan media yang berupa kartu-kartu sebelum kegiatan berlangsung, menyita banyak waktu dan tidak keseluruhan siswa dapat diperhatikan dengan baik.

D. Peran Guru dalam Pembelajaran Aktif

Peran guru dalam pembelajaran aktif yaitu guru bukan satu satunya sumber belajar yang bertugas menuangkan materi pembelajaran kepada siswa, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi agar siswa belajar. Oleh karena itu, peran utama guru dalam pembelajaran aktif adalah sebagai fasilitator. Fasilitator menurut Warsono

(29)

dan Harianto dalam Rahayu (2012: 20) adalah seseorang yang membantu siswa untuk belajar dan memiliki keterampilan yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Sanjaya dalam Rahayu (2010: 139) mengemukakan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran berorientasi siswa aktif diantarannya sebagai berikut: a. Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa yang memupuk tanggung jawab siswa; b. Memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan agar

siswa paham dengan apa yang harus dilakukan sehingga ini dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan kreatif;

c. Memberikan bantuan dan pelayan kepada siswa yang memerlukan terutama siswa yang dianggap lambat belajar;

d. Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing dan lain sebagainya melalui pengajuan pertanyaan; dan

e. Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan.

E. Pembelajaran IPS di SD 1. Pengertian IPS

IPS Merupakan program pendiikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah yang banyak di sorot.IPS lahir dari keinginan para pakar pendidikan, untuk membekali para siswa supaya nantinya mereka mampu menghadapi menangani kompeleksitas kehidupan di masyarakat yang sering kali berkembang secara tidak terduga, kompeleksitas kehidupan yang akan di hadapi oleh siswa itu nantinya bukan hanya kompeleksitas akibta tuntunanperkembangan ilmu dan teknologi, belaka, melainkan juga oleh kompeleksitas kemajemukan masyarakat. Oleh karena itu kajian IPS bukan hanya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan manusia saja, melainkan juga tentang tindakan-tindakan empatik yang melahirkan pengetahuan tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam melakasanakan pembelajaran aktif yang utama adalah fasilitator, motivator, dan evaluator.

(30)

Sebagai fasilitator guru berperan untuk memfasilitasi dan membantu siswa agar memperoleh keterampilan-keterampilan sesuai tujuan pembelajaran seperti menyampaikan informasi, menggunakan metode yang tepat, mengadakan sumber belajar yang relevan, dan membimbing siswa mencari kesimpulan. Sebagai motivator, guru berperan untuk memotivasi siswa agar mau belajar dan memberikan bimbingan kepada siswa yang memerlukan. Sebagai evaluator, guru berperan menilai dan mengevaluasi keberhasilan program belajar.

2. Tujuan Pembelajaran IPS

IPS adalah telaah tentang manusi dan dunia. Manusia selalu hidup bersama dengans esamanya. Mereka harus mampu mengatsi rintangan-rintangan yang mungkin timbul dari sekelilingnya maupun akibat dari hidup bersama. IPS merupakan salah satu wahana pengajaran yang member sumbangan kepada pendidikan social secara positif. Untuk mengkongkretkan tujuan pengajaran IPS, kita ikuti tujuan pendiidkan yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam ranah kognitif, dapatlah dikatakan bahwa hal-hal manusia dan dunianya itu harus dapat di nalar supaya dapat dijadikan sebagai alat pengambilan keputusan yang rasional dan tepat.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Kompetensi Lulusan menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran IPS, yaitu agar siswa memiliki kemampuan, sebagai berikut.

a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,inkuiri, memecahkan masalah dan keterampilan dalam kehidupan sosial.

c. Memiliki komitmen, kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional dan global.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa IPS memiliki tujuan mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi masalah sosial yang berada di lingkungan

(31)

lokal, nasional dan global, memiliki kemampuan sosial untuk hidup bermasyarakat seperti bekerjasama, berkomunikasi, tanggung jawab dan mengembangkan pengetahuan siswa secara kognitif dalam memecahkan masalah sosial. Tujuan tersebut nantinya akan bermuara pada tujuan utama pembelajaran IPS yaitu untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik.

3. Ruang Lingkup Pembelajaran IPS

Ruang lingkup pembelajaran IPS di Sekolah Dasar berdasarkan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006, meliputi aspek-aspek berikut: pertama manusia, tempat dan lingkungan, kedua waktu, keberlanjutan dan perubahan, ketiga sistem sosial dan budaya, dan keempat perilaku ekonomi dankesejahteraan. Berdasarkan KTSP, aspek-aspek yang tercantum pada ruang lingkup pembelajaran IPS tersebut dijabarkan dalam Standar

Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), sedangkan Indikator

dikembangkansendiri oleh guru. Peneliti dalam penelitian ini memilih SK, KD dan materi pokok pembelajaran IPS kelas IV semester 2. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. SK, KD dan Materi Pokok IPS Kelas IV Semester 2 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok

2. Mengenal sumber daya 2.2 Mengenal Perkembangan teknologi

alam, kegiatan ekonomi, perkembanganteknologi Komunikasi dan

dan kemajuan teknologi Produksi, komunikasi, transportasi

di lingkungan Dan transportasi serta

kabupaten/kota dan pengalaman

Provinsi Menggunakannya.

Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa materi pembelajaran yang tercakup dalam SK, KD dan materi pokok tersebut dapat diajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe card sort. Guru dapat mengajarkan kepada siswa tentang mengklasifikasikan beberapa katagori misalnya, katagori tujuan dan manfaat transportasi, jenis-jenis transportasi, dan sebagainya

(32)

F. Kerangka Pikir

Kerangka pikir merupakan gambaran pemikiran untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel-variabel yang ada dalam penelitian. Sujarweni (2014:B) kerangka pikir pada dasarnya diturunkan dari beberapa teori maupun konsep sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sehingga memunculkan asumsi-asumsi berbentuk bagan alur pemikiran, kemudian dirumuskan dalam hipotesis operasional yang dapat diuji.

Suasana pembelajaran yang seharusnya tercipta adalah bagaimana siswa benar-benar berperan aktif dalam belajar. Keterlibatan siswa secara aktif ini akan berdampak baik bagi kerja otak. Semakin banyak siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, maka siswa lebih banyak mengerti dan mengingat pembelajaran dalam waktu yang lebih lama. Pembelajaran IPS yang diberikan saat ini masih berpusat kepada guru dan menekankan aspek hafalan, siswa harus menghafalkan konsep dan teori tanpa disertai dengan kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif, sehingga siswa kurang berminat untuk belajar dan mengakibatkan rendahnya hasil belajar IPS. Peneliti berupaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa dengan menggunakan strategi pembelajaran tipe card sort. Peneliti memiliki keyakinan bahwa strategi pembelajaran tipe card sort dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, karena strategi ini memfokuskan kegiatan pembelajaran kepada siswa (student centered), siswa yang bergerak aktif mencari informasi dan guru sebagai fasilitator. Kegiatan siswa dalam memilah kartu diharapkanmembuat suasana kelas lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu dan memudahkan siswa untuk mengingat materi yang telah disampaikan.

Berdasarkan uraian di atas, memungkinkan bahwa strategi pembelajaran aktif tipe

card sort berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa. Hubungan antar variabel-variabel

(33)

Gambar.1, Kerangka Pikir

Berdasarkan gambar 1. Dapat dideskripsikan bahwa strategi pembelajaran aktif tipe

card sortyang di terapkan saat proses pembelajaran berlangsung dapat membuat siswa lebih

mudah menguasai dan menghayati materi pembelajaran IPS, karena siswa ikut berperan aktif dalam proses kegiatan pembelajaran dan memungkinkan terjadinya peningkatan hasil belajajar IPS siswa.

G. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian diatas yang terdapat dalam kajian pustaka dan kerangka pikIr, maka dirumuskan hipotesis penelitian ini adalah “ Ada perbedaan pengaruh strategi pembelajaran tipe card sort terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

Pembelajaran IPS di SD

Belum Menggunakan Metode Card Sort

Post-test

Analisis Pre-test

Menggunakan Metode Card Sort

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu suatu penelitian yang lebih menekankan analisisnya pada data numerikal yang diolah dengan metode statistika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Secara sederhana penelitian eksperimen diartikan sebagai penelitian yang mencari pengaruh dari suatu perlakuan yang diberikan. Metode yang digunakan adalah metode Quasi Experimental Design. Metode ini menggunakan seluruh subjek dalam kelas yang utuh untuk diberi perlakuan. Objek penelitian adalah pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe card sort (X) terhadap hasil belajar IPS siswa (Y).

Sugiyono (2017: 72) penelitian eksperimen adalah penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang dikendalikan. Karakteristik penting dari suatu penelitian eksperimen, yaitu: (1) adanya perlakuan

(treatment) yang diberikan untuk memanipulasi terhadap objek penelitian, dan (2) subjek

penelitian yang akan diberi perlakuan khusus dipilih secara acak. Penelitian eksperimen berguna untuk mengumpulkan data atau informasi dalam suatu kondisi yang dikontrol dengan tujuan untuk menyelidiki ada atau tidaknya akibat danhubungan antara sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan tertentu pada kelas eksperimen dan menyediakan kelas kontrol untuk perbandingan.

B. Lokasi dan Sumber Belajar 1. Tempat dan Waktu Penelitian

a. Tempat Penelitian

Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di siswa kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

(35)

b. Waktu Penelitian

Penelitian eksperimen ini di laksanakan di waktu yang telah ditentukan pada tahun 2018.

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Sugiyono (2017: 80) populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada paqda obyek\subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek lain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa tahun ajaran 2018\2019.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu (Sugiyono: 81). Adapun tekhnik pengambilansampel dalam penelitian ini adalah tekhnik Sampling Purposive. Menurut Sugiyono (2017: 85) “Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kebutuhan peneliti. Dimana teknik ini digunakan untuk memenuhi data penelitian, jumlah sampel tidak lebih dari 100 dan penarikan sampel berdasarkan kebutuhan peneliti yaitu siswa kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa tahun ajaran 2018/2019.

D. Defenisi Operasional Variabel

Variabel penelitian berkenaan dengan apa yang diteliti dalam suatu penelitian. Sugiyono (2017: 38) variable penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga diperoleh

(36)

informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Terdapat dua macam variable dalam penelitian ini, yaitu variable terikat dan variable bebas.

1. Pembelajaran aktif tipe card sort merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif baik secara fisik, intelektual, dan emosional dalam pembelajaran dengan menggunakan media kartu yang berisi informasi atau contoh yang tercakup dalam satu atau lebih kategori. Kartu dibagikan kepada siswa, kemudian siswa melakukan usaha untuk menemukan/memilah kartu berkategori sama.

2. Hasil belajar IPS adalah hasil tes yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPS setelah mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar IPS yang diperoleh siswa dalam penelitian ini adalah hasil tes pada ranah kognitif tingkat 1 (mengingat), 2 (memahami) dan 3 (mengaplikasi).

E. Prosedur Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir pada II. Kajian Pustaka, peneliti menyusun prosedur atau tahapan-tahapan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian eksperimen, sebagai berikut:

1. Persiapan

a. Melakukan survey awal ke sekolah untuk mengetahui jumlah kelas dan siswa yang akan dijadikan subjek penelitian.

b. Merumuskan masalah dari hasil survey yang telah dilakukan. c. Menentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen.

d. Mempersiapkan perangkat pembelajaran, antara lain: pemetaan, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pokok pembelajaran, alat atau media pembelajaran dan lembar kerja siswa.

e. Membuat kisi-kisi instrumen penelitian.

(37)

2. Pelaksanaan

a. Memberikan soal pretest pada kelas eksperimen dan untuk mengetahui kemampuan kognitif awal siswa.

b. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe

card sort pada kelas eksperimen .

c. Memberikan angket pada kelas eksperimen untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe card sort.

3. Akhir

1. Data-data hasil penelitian pada kelas eksperimen dan dianalisis dan diolah menggunakan statistik yang sesuai.

2. Menarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. 3. Menyusun laporan penelitian.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah. Variasi instrumen penelitian yang digunakan, antara lain:

1. Pedoman observasi, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang penilaian kinerja guru dan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran.

2. Pedoman dokumentasi, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi profil sekolah, nilai hasil belajar siswa, serta keadaan guru dan siswa saat penelitian berlangsung.

3. Pedoman tes, yaitu alat berupa tes tertulis tentang materi “Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Trasnportasi”. Tes tertulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan hasil belajar kognitif siswa.

(38)

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian, sebagai berikut;

1. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melihat langsung ke lapangan terhadap objek yang diteliti (populasi atau sampel). Teknik ini dilakukan peneliti menggunakan indra penglihatan secara langsung.

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen, berupa dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik untuk memperkuat data penelitian. Teknik ini digunakan dalam penelitian untuk mengetahui nilai hasil belajar siswa dan memperoleh gambar/foto peristiwa saat kegiatan penelitian berlangsung.

3. Tes

Tes adalah beberapa pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur hasil belajar IPS dalam ranah kognitif.

H. Teknik Analisis Data

Analisis data penelitian dimaksudkan untuk menganalisis data hasil tes penelitian berkaitan dengan strategi pembelajaran aktif tipe card sortyang telah dilakukan, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis t-tets.

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriftif dimaksudkan untuk menggambarkan kurangnya hasil dan antusias, semangat belajar pada siswa kelas IVA SD Inpres Isokasebelum (pretest)

(39)

dan sesudah (posttest) perlakuan yaitu strategi pembelajaran tipe card sort, dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dengan rumus persentase, yaitu :

% 100 x N f P  Keterangan : P : Persentase

f : Frekuensi yang dicari persentase

N : Jumlah subyek (sampel)

Guna memperoleh gambaran umum tentang rendahnya hasil belajar siswa di SD Inpres Isokasebelum dan sesudah mengikutistrategi pembelajaran tipe card sort, maka untuk keperluan tersebut, dilakukan perhitungan rata-rata skor dengan rumus:

N Xi Me

keterangan : Me : Mean (rata-rata) Xi : Nilai X ke i sampai ke n N : Banyaknya siswa

Adapun kategori dalam menentukan hasil belajar siswa yaitu:

Tabel. 3.3: Kategorisasi Tingkat Strategi pembelajaran tipe card sort

Interval Kategori 0 – 34 Sangat Rendah 35 – 54 Rendah 55 – 64 Sedang 65 – 79 Tinggi 80 – 100 Sangat Tinggi

(40)

2. Analisis Data Statistik Inferensial

Analisis statistik inferensial digunakan untuk membuktikan atau menguji hipotesis pada penelitian ini. Adapun analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji t-tes. Uji t-tes ini digunakan untuk perbedaan hasil belajar siswa kelas IVA dalam pelajaran IPS antara sebelum dan sesudah penerapan.Berikut rumus t-test, yang dikemukakan oleh Arikunto (2013: 351) yaitu:

Keterangan : t = thitung

X 1 = rerata posttest X 2 = rerata kelas pretest S1 = mean posttest S2 = mean pretest

n1 = jumlah siswa kelas IV n2 = jumlah siswa kelas IV Kriteria pengujian jika :

a. Uji tHitung> t Tabel dengandb = n , berartiStrategi pembelajaran Card Sort

berpengaruhterhadap hasil belajarIPS kelas IVA SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten GowaUJi tHitung< t Tabel maka Ho dengan db = n,

berarti penerapan Card Sort tidak berpengaruh terhadap hasil belajar IPSkelas

IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.Menentukan harga t Tabel

Namun sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

1) Pengujian Normalitas

Pengujian normalitas bertujuan untuk melihat apakah data tentang hasil belajar IPS siswa baik sebelum dan sesudah perlakuan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dengan kriteria pengujian yaitu data dikatakan berdistribusi normal jika signifikansi atau

(41)

nilai P > 0,05 sedangkan jika signifikansi atau nilai P < 0,05 maka sebaran data tersebut dikatan tidak berdistribusi normal.

2) Pengujian Homogenitas

Pengujian homogenitas bertujuan untuk melihat apakah data hasil belajar IPS baik sebelum dan setelah perlakuan berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Dengan kriteria pengujian yaitu data dikatakan berasal dari populasi yang bervariansi sama jika signifikansi atau nilai P > 0,05 sedangkan jika signifikansi atau nilai P < 0,05 maka data dikatakan tidak berasal dari populasi yang bervariansi sama.

(42)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Hasil Pretest IPS Kelas IV SD Inpres Isoka sebelum Menggunakan Strategi Pembelajaran tipe Card Sort

Hasil analisis statistik deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa baik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) yangdiperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui kemampuan belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

Data perolehan skor hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa, dapat diketahui sebagai berikut:

Tabel 4.1. Skor Nilai Pre-Test

No. Nama Siswa Nilai

1. Agus 90 2. Alya Nurhusna 90 3. Dimas 80 4.

Iriandi Agus Syam

90 5. Irdawati 70 6. Indira Tihtania 80 7. Kasmawati 80 8.

Nur Aulia Atifa

70 9. Nurul Ainun 60 10. Nur Salam 70 11. Muh. Yunus 80 12. Mukhsin Sofian 50

(43)

13.

Mirnawati

80

14.

Magfira Julia Malik

90 15. Munandar 80 16. Rehandi 60 17. Rasty Aulia 80 18. Sikri Tadjuddin 70 19. Salsa Naila 80 20. Rehan 70 Sumber: Hasil Instrumen Penelitian

Sumber: Hasil Instrumen Penelitian

Untuk mencari mean (rata-rata) nilai pre-test dari siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa, dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:

Tabel 4.2. Perhitungan untuk mencari mean (rata–rata) nilai pretest

X F F.X 50 1 50 60 2 120 70 5 350 80 8 640 90 4 360 Jumlah 20 1520

Sumber: Data diolah pada Tahun 2018

Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑ = 1520, sedangkan nilai dari n sendiri adalah 20. Oleh karena itu, dapat diperoleh nilai rata-rata (mean) sebagai berikut

̅

=

(44)

Dari hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa,sebelum menggunakan strategi pembelajaran tipe card sort.Adapun dikategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3.Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Subyek Penelitian

Interval Kategori Nilai Pre-stest Frekuensi Persenta(%) 0-34 Sangat Rendah 0 0% 35-54 Rendah 1 5% 55-64 Sedang 2 10% 65-79 Tinggi 5 25% 80-100 Sangat Tinggi 12 60% Jumlah 20 100%

Sumber: Data diolah pada Tahun 2018

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada tahap pre-test dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat rendah yaitu 0%, rendah 5%, sedang 10%, tinggi 25% dan sangat tingggi berada pada presentase 60%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar siswa sebelum diterapkan strategi pembelajaran tipe card sort tergolong tinggi.

Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar IPS

Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase

0 ≤ × < 65 Tidak tuntas 3 15%

65 ≤ × ≤ 100 Tuntas 17 85%

Jumlah 20 100%

(45)

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas untuk nilai ketuntasan hasil belajar siswa sebelum diberi perlakuan (Pretest) dapat digambarkan bahwa sebanyak 18 orang siswa atau sebesar 90%, dari jumlah keseluruhan 20 orang siswa yang mampu mencapai nilai tuntas, sedangkan yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 2orang dari jumlah keseluruhan 20 siswa dengan persentase 10%.

2. Deskripsi Hasil Belajar (Post-test) IPS siswa Kelas IVSD Inpres Isoka, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa setelah Menngunakan Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort

Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap kelas setelah diberikan perlakuan.Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan

post-test. Perubahan tersebut dapat dilihat dari data berikut ini:

Data perolehan skor hasil belajar siswakelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa, setelah menggunakan Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort:

Tabel 4.5. Skor Nilai Post-Test

No. Nama Siswa Nilai

1. Agus 100

2. Alya Nurhusna 100

3. Dimas 90

4. Iriandi Agus Syam 100

5. Irdawati 80

6. Indira Tihtania 80

7. Kasmawati 100

8.

Nur Aulia Atifa

90 9. Nurul Ainun 70 10. Nur Salam 80 11. Muh. Yunus 80 12. Mukhsin Sofian 60

(46)

13.

Mirnawati

80 14.

Magfira Julia Malik

90 15. Munandar 90 16. Rehandi 60 17. Rasty Aulia 100 18. Sikri Tadjuddin 80 19. Salsa Naila 80 20. Rehan 70 Sumber: Hasil Instrumen Penelitian

Tabel 4.6. Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) nilai post-test

X F F.X 60 2 120 70 2 140 80 7 560 90 4 630 100 5 500 Jumlah 20 1950

Sumber: Data diolah pada Tahun 2018

Dari data hasil post-test di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑ = 1950 dan nilai dari n sendiri adalah 20. Kemudian dapat diperoleh nilai rata-rata (mean) sebagai berikut:

̅ =

= 97.5

Dari hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa, setelah menggunakan Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort yaitu 97.5 dari skor ideal 100.

(47)

Adapun di kategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.7.Tingkat hasil belajarPost-test

Interval Kategori Nilai Pre-stest Frekuensi Persenta(%) 0-34 Sangat Rendah 0 0% 35-54 Rendah 0 0% 55-64 Sedang 2 10% 65-79 Tinggi 2 10% 80-100 Sangat Tinggi 16 80% Jumlah 20 100%

Sumber: Data diolah pada Tahun 2018

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat tinggi yaitu 80%, tinggi 10%, sedang 10%, rendah 0%, dan sangat rendah berada pada presentase 0%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajarsiswa dalam mata pelajaran IPS setelah menggunakan Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort tergolong sangat tinggi.

Tabel 4.7.Tingkat hasil belajarPost-test

Interval Kategori Nilai Pre-stest

Frekuensi Persenta(%) 0-34 Sangat Rendah 0 0% 35-54 Rendah 0 0% 55-64 Sedang 2 10% 65-79 Tinggi 2 10% 80-100 Sangat Tinggi 16 80% Jumlah 20 100%

(48)

Berdasarkan Tabel 4.7 setelah perlakuan (Posttest) dapat digambarkan bahwa sebanyak 20 siswa telah mampu mencapai nilai ketuntasan nilai belajar dari jumlah keseluruhan 20 siswa dengan persentase 100%, sedangkan yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 0siswa dari jumlah keseluruhan 20 siswa dengan persentase 0%. Apabila tabel 4.7 dikaitkan dengan indikator ketuntasan hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.setelah menerapkan perlakuan maka dinyatakan sudah memenuhi indikator ketuntasan hasil belajar secara klasikal.

3. Deskripsi Aktivitas Belajar Pendidikan IPS siswa KelasIV SD Inpres Isoka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowaselama Menggunakan Strategi Pembelajaran Tipe Card Sort

Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Strategi pembelajaran Tipe Card Sort selama 4 kali pertemuan dinyatakan dalam persentase sebagai berikut:

Tabel 4.9 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa

HASIL ANALISIS DATA AKTIVITAS SISWA

No. Aktivitas Siswa

Jumlah Siswa yang Aktif pada Pertemuan ke-

Rata-rata %

Katego ri 1 2 3 4 5 6

1. Siswa yang hadir pada saat pembelajaran P R E T E S T 20 20 20 20 P O S T T E S T 20 100 Aktif 2.

Siswa yang mampu mengikuti arahan guru dengan baik

16 18 18 18 17,5 87,5 Aktif

3.

Siswa yang aktif mengikuti kegiatan Pembelajaran

(49)

4.

Siswa yang tidak memperhatikan pada saat Pembelajaran berlangsung.

2 1 1 1 1,25 6,25 Aktif

5.

Siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok

16 18 18 18 17,5 87,5 Aktif

6.

Siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan guru 16 18 19 19 18 90 Aktif 7. Siswa yang mengajukan diri untuk membacakan Soal 10 12 15 15 13 65 Aktif 8.

Siswa yang mampu mengungkapkan perasaan dan pendapatnya setelah melakukan kegiatan Pembelajaran Melalui strategi card sort

17 18 18 19 18 90 Aktif

9.

Siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran

18 18 19 19 18,5 92,5 Aktif

Rata-rata 78,47 Aktif

Sumber: Data diolah pada Tahun 2018

Hasil pengamatan untuk pertemuan I sampai dengan pertemuan IV menunjukkan bahwa:

a. Persentase kehadiran siswa sebesar 100%

b. Persentase siswa yang mampu mengikuti arahan guru dengan baik 87,5% c. Persentase siswa yang aktif mengikuti kegiatan diskusi87,5%

d. Persentase siswa yang tidak memperhatikan pada saat diskusi berlangsung 6,25% e. Persentase siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 87,5%

f. Persentase siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan 90%

g. Persentase siswa yang mengajukan diri untuk membacakan hasil diskusi65%

h. Persentase siswa yang mampu mengungkapkan perasaan dan pendapatnya setelah melakukan kegiatan diskusi90%

i. Persentase siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran 92,5%

Gambar

Tabel 2. SK, KD dan Materi Pokok IPS Kelas IV Semester 2  Standar Kompetensi  Kompetensi Dasar  Materi Pokok  2
Tabel 4.1. Skor Nilai Pre-Test
Tabel 4.2. Perhitungan untuk mencari mean (rata–rata) nilai pretest
Tabel 4.3.Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Subyek Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum pengetahuan pekerja, sikap pekerja dan persepsi pekerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja, bahaya yang ada di lingkungan kerja, serta alat

Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen atau unsur yang saling berkaitan dan saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi antara guru dan peserta didik

Manfaat secara teoritis penelitian ini adalah untuk membuktikan tentang pentingnya menggunakan metode pembelajaran yang inovatif, efektif dan menyenangkan dalam

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dengan karunia dan penyertaanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir sebagai

Menyadari pentingnya pengaruh pemberian upah insentif dan Jaminan Sosial terhadap peningkatan produktivitas kerja, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan

Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan eksploratif berdasarkan perhitungan N-gain diperoleh

Oleh karena itu, sudah seharusnya, dalam kurikulum pendidikan guru dimasukkan materi perkuliahan yang berkaitan dengan teknologi informasi seperti pengenalan komputer,

Khusus penyerahan STNK bagi Kendaraan Angutan Umum, diwajibkan terlebih dahulu melampirkan Asli Bukti Pelunasan Premi Asuransi Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan