RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara139 6.1 Pengembangan Pemukiman
Pengembangan permukiman di Kabupaten Luwu Utara diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan pengembangan kawasan permukiman baru dalam rangka mendorong pertumbuhan pusat-pusat pelayanan dalam sistem pengembangan wilayah Kabupaten Luwu Utara dan sekitarnya.
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, permukiman didefinisikan sebagai bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau perdesaan.
6.1.1 Arahan Kebijakan Dan Lingkup Kegiatan 1. Arahan Kebijakan
- Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
- Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
- Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara140 2. Lingkup Kegiatan
Pengembangan Permukiman dilaksanakan dengan upaya peningkatan kualitas permukiman kumuh, perkotaan, dan desa Nelayan. Peningkatan pembangunan prasarana dan sarana (infrasruktur) Permukiman di kawasan Terpilih Pusat Pengembangan Desa / Desa Pusat Pertumbuhan dan pada Desa terpencil / Desa tertinggal melalui program pemberdayaan masyarakat.
6.1.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan Dan Tantangan 1. Isu Strategis Pengembangan Pemukiman
Isu strategis yang terkait dengan Pengembangan Pemukiman di Kab. Luwu Utara antara lain :
Tabel 6.1
Isu Strategis Sektor Pengembangan Pemukiman Skala Kabupaten Luwu Utara
No Isu Strategis Keterangan
1, - Percepatan pencapaian target MDGs 2020 yaitu penurunan proporsi rumah tangga kumuh perkotaan. -
2. Meminimalisir penyebab dan dampak bencana sekecil mungkin.
3. Belum optimalnya pemanfaatan Infrastruktur Permukiman yang sudah dibangun.
4. Belum optimalnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan permukiman. Ditopang oleh belum optimalnya kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia serta perangkat organisasi penyelenggara dalam memenuhi standar pelayanan minimal di bidang pembangunan perumahan dan
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara141
permukiman.
5. Masih Kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pengembangan permukiman
6. Penerapan Standar Pelayanan Minimum bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
2. Kondisi Eksisting Pengembangan Pemukiman Tabel 6.2
Perda Kab. Luwu Utara terkait Pengembangan Permukiman No No. Peraturan Perihal Tahun Keterangan
1.
Tabel 6.3
Data Kawasan Kumuh di Kab, Luwu Utara No. Lokasi Kawasan Kumuh Luas Kawasan (Ha) Jumlah Rumah Permanen Jumlah Rumah Semi Permanen Jumlah Panduduk 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kec. Sabbang Kec. Baebunta Kec. Malangke Kec. Malangke barat Kec. Masamba Kec. Sukamaju Kec. Bone-Bone 9,4 327,5 32 0,2 6,7 0,15 47,02
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara142 Tabel 6.4
Data Program Perdesaan di Kab. Luwu Utara Tahun 2014
No Program/Kegiatan Lokasi Satuan Status
1 PPIP Tersebar di 11 kecamatan
42 Desa
Tabel 6.5
Data Kondisi Infrastruktur Perdesaan di Kab. Luwu Utara Tahun 2012
No Infrastruktur Terbangun
Lokasi Satuan Kondisi
1
3. Permasalahan Dan Tantangan Pengembangan Pemukiman Tabel 6.6
Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Permukiman Kab. Luwu Utara
No Aspek pengembangan Permukiman Permasalahan yang dihadapi Tantangan Pengembangan Alternatif Solusi 1. Aspek Kelembagaan 1. Pelaksana kegiatan 2. Organisasi kemasyarakat an Masih kurangnya kemampuan SDM sebagai pelaku kunci utama dalam kegiatan pengembangan permukiman Kebutuhan mendesak akan SDM yang berkwalitas Perlu dilakukan reorganisasi kelembagaan yang menangani Bidang Kecipta Karyaan khusunya pengembangan permukiman yang didukung dengan uraian tugas dan fungsi (tupoksi) yang jelas, serta penempatan tenaga pelaksana sesuai dengan latar belakang
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara 143 pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki. 2. Aspek pembiayaan Terbatasnya dana dari berbagai sumber dana yang dapat digunakan untuk pembangunan prasarana dan sarana permukiman dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, swasta dan Swadaya Masyarakat. Semakin berkembangnya jumlah penduduk, sehingga usulan kebutuhan masyarakat terkait pengembangan permukiman yang semakin kompleks Adanya pemetaan dalam hal penganggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap dan dapat dirasakan secara merata 3. Aspek peran serta masyarakat Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi sebagai pendampingan dalam pengembangan permukiman baik secara individual maupun organisasi masyarakat yang ada Usaha meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi Peningkatan peran serta masyarakat dalam menangani program/kegiatan pengembangan permukiman baik individu maupun Organisasi Masyarakat.RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara144 6.1.3 Analisis Kebutuhan Pengembangan Pemukiman
Tabel 6.7
Perkiraan kebutuhan Prog. Pengembangan Permukiman Di Perkotaan untuk 5 tahun
No Uraian Unit Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V Ket Masamba 1. Jml penduduk Kepadatan penduduk Proyeksi persebaran penduduk Proyeksi persebaran penduduk miskin 2. Sasaran penurunan kawasan kumuh 3. Kebutuhan rusunawa 4. Kebutuhan RSH 5. Kebutuhan pengembang an permukiman baru
6.1.4 Program-Program Sektor Pengembangan Pemukiman 1. Pengembangan Kawasan Pemukiman Perkotaan
Pengembangan permukiman kawasan perkotaan di Kab. Luwu Utara terdiri dari:
- Infrastruktur kawasan permukiman kumuh - Penyusunan SPPIP dan RPKPP
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara145 2. Pengembangan Kawasan Pemukiman Perdesaan
Sedangkan untuk pengembangan kawasan perdesaan di Kab. Luwu Utara terdiri dari :
- Infrastruktur kawasan permukiman perdesaan potensial (Agropolitan/Minapolitan)
- Infrastruktur kawasan permukiman rawan bencana
- Infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi dan sosial (PISEW)
- Infrastruktur perdesaan PPIP
6.1.5 Usulan Program Dan Kegiatan
Usulan program dan kegiatan Pembangunan Permukiman di Kab. Luwu Utara adalah :
Tabel 6.8
Format usulan dan prioritas program infrastruktur permukiman Kab. Luwu Utara
No Kegiatan Volume Satuan Biaya (Rp) Lokasi
6.2 Penataan Bangunan dan Lingkungan 6.2.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan
1. Arahan kebijakan
- UU No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
- UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
- PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
- Permen PU No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara146 - Permen PU No.14 /PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan
Minimal bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 2. Lingkup kegiatan
a. Kegiatan penataan lingkungan permukiman
- Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL);
- Bantuan Teknis pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH); - Pembangunan Prasarana dan Sarana peningkatan
lingkungan pemukiman kumuh dan nelayan;
- Pembangunan prasarana dan sarana penataan lingkungan pemukiman tradisional.
b. Kegiatan pembinaan teknis bangunan dan gedung
- Diseminasi peraturan dan perundangan tentang penataan bangunan dan lingkungan;
- Peningkatan dan pemantapan kelembagaan bangunan dan gedung;
- Pengembangan sistem informasi bangunan gedung dan arsitektur;
- Pelatihan teknis.
c. Kegiatan pemberdayaan masyarakat di perkotaan
- Bantuan teknis penanggulangan kemiskinan di perkotaan; - Paket dan Replikasi.
6.2.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan Dan Tantangan 1. Isu Strategis Bidang PBL
Isu strategis yang terkait dengan Penataan Bangunan dan Lingkungan di Kab. Luwu Utara antara lain :
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara147 Tabel 6.9
Isu Strategis Sektor Pengembangan Pemukiman Skala Kabupaten Luwu Utara
No Isu Strategis Keterangan
1, - Pengendalian pemanfaatan ruang melalui RTBL 2. Pengendalian proteksi terhadap bahaya kebakaran
3. Kebutuhan RTH
4. Penataan bangunan gedung dengan perda bangunan gedung
5. Keberlanjutan program dalam pemberdayaan masyarakat
6. Standar pelayanan minimum bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2. Kondisi Eksisting Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Tabel 6.10
Perda Kab. Luwu Utara terkait PBL
No No. Peraturan Perihal Tahun Keterangan
1.
Tabel 6.11
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara Kab. Luwu Utara
No Kawasan Jml Bangunan Gedung Berdasarkan Fungsi Status Kepemilikan Kondisi Bangunan Ketersediaan Utilitas Bangunan Fungsi hunian:
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara 148 Fungsi keagamaan: Fungsi Usaha: Fungsi Sosial Budaya: Fungsi khusus:3. Permasalahan Dan Tantangan Pengembangan Penataan Bangunan dan Lingkungan
Tabel 6.12
Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Penataan Bangunan dan Lingkungan
Kab. Luwu Utara
No Aspek Penataan Bangunan dan Lingkungan Permasalahan yang dihadapi Tantangan Pengembangan Alternatif Solusi
I Kegiatan Penataan Lingkungan Pemukiman
1. Aspek teknis Masih belum tersedianya sarana system proteksi bahaya kebakaran Tersedianya peraturan bangunan dan lingkungan yg memenuhi standar proteksi kebakaran Penyusunan perda bangunan 2. Aspek kelembagaan Belum maksimalnya dukungan pemda dalam hal SDM untuk peningkatan kwalitas lingkungan Tersedianya SDM yang handal dalam hal penanganan peningkatan kwalitas lingkungan Pelatihan aparat pemerintah yang menangani penataan bangunan 3. Aspek pembiayaan Alokasi anggaran yang minim terkait keterbatasan anggran 4.
1.
Aspek peran serta masyarakat 5. Aspek lingkungan pemukiman Tidak maksimalnya Tercapainya penataan Usaha penerapan
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara 149 fungsi kawasan sesuai peruntukannya kawasan sesuai fungsi perda bangunan gedung dan perizinan bangunan sesuai fungsi ruangII Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara
1 Aspek teknis Masih
kurangnya perda menyangkut bangunan gedung masih kurangnya asset negara yang teradministrasik an dengan baik Terciptanya penyelenggaraan bangunan sesuai perda yang ada
Pembentukan satgas yang menangani masalah penegakan perda 2. Aspek kelembagaan Kurang efektifnya kelembagaan pengelola bangunan gedung 3. Aspek pembiayaan 4. Aspek peran serta
masyarakat Kurangnya pemahaman masyarakat dalam hal persyaratan bangunan terutama pada daerah bencana Usaha meminimalisir bahaya bencana Sosialisasi pada masyarakat 5. Aspek lingkungan pemukiman
III Kegiatan pemberdayaan komunitas dalam penanggulangan kemiskinan
1. Aspek teknis 2. Aspek
kelembagaan
3. Aspek pembiayaan 4. Aspek peran serta
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara150
masyarakat 5. Aspek lingkungan
pemukiman
6.2.3 Analisis Kebutuhan Pengembangan PBL
1. Kegiatan Penataan Lingkungan Pemukiman - Usaha pengendalian fungsi kawasan
- Penyusunan Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran (RISPK)
- Peningkatan kwalitas penataan lingkungan kawasan bersejarah dan pemukiman tradisional
2. Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara
- Pembinaan teknis bagi tenaga pendata HSBGN - Identifikasi secara administratif terhadap asset negara
6.3 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 6.3.1 Arahan kebijakan dan Lingkup Kegiatan
1. Arahan kebijakan
- Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air - Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
2. Lingkup kegiatan
Lingkup kegiatan dalam bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah upaya meningkatkan pelayanan air minum di perdesaan maupun perkotaan, khususnya bagi
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara151 masyarakat miskin dikawasan rawan air. Selain itu meningkatkan keikutsertaan swasta dalam investasi dalam pembangunan sarana air minum diperkotaan.
6.3.2 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan dan Tantangan 1. Isu strategis
- Peningkatan jumlah masyarakat Luwu Utara yang mengakses air minum
- Pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum di wilayah Kab. Luwu Utara terutama pada kawasan pesisir
- Peningkatan peran serta masyarakat dan badan usaha dalam hal pemenuhan kebutuhan air minum
- Peningkatan SPAM yang sesuai dengan kondisi alam Kab. Luwu Utara
- Usaha peningkatan kesadaran masyarakat dalam hal pemeliharaan sumber air baku
2. Kondisi eksisting pengembangan SPAM a. Aspek teknis
Tabel 6.13
Kondisi Eksisting Pengembangan SPAM di Kab. Luwu utara No Lokasi Jenis pelayanan Jml Tingkat pelayanan Sumber air baku Sistem pengolahan Jam pelayanan - 2. Mapped eceng
SPAM 1 Mata air pegunun gan Distribusi PAM 24 3. Bone-bone
SPAM 1 Mata air pegunun gan Distribusi PAM 24 4. Baebunt a
SPAM 1 Mata air pegunun gan
Distribusi PAM
24
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara 152 Allo Kec. Limbon g - Perpipaan pegunun gan b. PendanaanUntuk SPAM dalam ibukota kecamatan di Kab. Luwu Utara dikelola oleh PDAM dan pembiayaannya bersumber dari APBN, APBD provinsi dan APBD. Sedangkan system perpipaan di wilayah pedesaan menggunakan pendanaan dari DAK dan pengelolaan dalam operasionalnya diserahkan kepada OMS atau Organisasi Masyarakat Setempat.
6.3.3 Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM di Kab. Luwu Utara
1. Permasalahan pengembangan SPAM
- Kondisi air baku untuk SPAM dalam Kota Masamba masih terpengaruh dengan kondisi cuaca, hal ini dikarenakan sumber air baku yang memanfaatkan air sungai
- Biaya operasional yang masih tinggi dengan menggunakan system pompanisasi
- Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber air baku
- Adanya ketidak seimbangan antara tingkat pelayanan air minum dengan tingkat pertumbuhan penduduk.
2. Tantangan pengembangan SPAM
- Komitmen terhadap pencapaina target MDGs 2015
- Tuntutan peningkatan ekonomi dan pemberdayaan potensi local
- Pembangunan yang berkelanjutan
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara153 1. Analisis kebutuhan pengembangan SPAM Kab/Kota
Tabel 6.14 Analisis Kebutuhan N
o
Uraian Kondisi Kondisi Eksisti ng Kebutuhan Ket Tahu n I Tahu n II Tahu n III Tahu n IV Tahu n V 1. Sist Perpipaan a. Kebocoran (%) b. Cakupan pelayanan penduduk (%) c. Kebutuhan air (lt/org/hr) 2. Sist. Bukan Perpipaan a. Kebocoran (%) b. Cakupan pelayanan penduduk (%) c. Kebutuhan air (lt/org/hr) 3. Sist Perpipaan non PDAM a. Kebocoran (%) b. Cakupan pelayanan penduduk (%) c. Kebutuhan air (lt/org/hr) 4. Kebocoran total 5. Jml Pelanggan a. Proporsi sambungan langsung b. Proporsi sambungan umum
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara 154 c. Jml sambungan langsung d. Jml sambungan umum 6. Unit konsumsi a. Sambungan langsung (SL) b. Sambungan umum (SU) c. Non domestic 7. Kebutuhan air a. Kebutuhan air domestik b. Kebutuhan air non domestik c. Sub total kebutuhan air 8. Kebutuhan air rata-rata (Qr) 9. Kebutuhan air maximum (Qmax) 10 . Pear Hour Factor (factor jam puncak)RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara155 2. Kebutuhan pengembangan SPAM daerah
Tabel 6.15
Analisis Kebutuhan Pengembangan SPAM
No. Output Satuan
Kebutuhan Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V
6.4 Penyehatan Lingkungan Permukiman 6.4.1 Air Limbah
1. Arahan Kebijakan Dan Lingkup Kegiatan Pengolahan Air Limbah
2. Arahan kebijakan pengolahan air limbah
- Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
- Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
- Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/I/1998 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan
3. Lingkup pengolahan air limbah
Air Limbah yang dimaksud disini adalah air limbah permukiman (Municipal Wastewater) yang terdiri atas :
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara156 - air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci, dapur dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta.
- air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).
Air buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang
merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan.
Pengolahan air limbah permukiman di Indonesia ditangani melalui dua sistem yaitu :
- sistem setempat (onsite).
adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam batas tanah yang dimiliki dan merupakan fasilitas sanitasi individual
- sistem terpusat (offsite).
adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah dipisahkan dengan batas jarak dan mengalirkan air limbah dari rumah-rumah menggunakan perpipaan (sewerage) ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
6.4.1.1 Isu Strategis, Kondisi Eksisting, Permasalahan, dan Tantangan Air Limbah Permukiman
1. Isu strategis pengembangan air limbah permukiman
- Upaya peningkatan akses masyarakat Kab. Luwu Utara terhadap pelayanan pengelolaan air limbah dalam rangka peningkatan kwalitas kesehatan masyarakat. - Peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan
lingkungan terkait dengan pengelolaan air limbah
- Peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan air limbah
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara157 - Perbaikan system pengelolaan air limbah komunal
2. Kondisi eksisting pengembangan air limbah permukiman Tabel 4.16
Kapasitas Pelayanan Eksisting
Prasarana dan sarana Jml Kapasitas Sistem Pengolahan Lembaga Pengelola Keterangan Kondisi Tabel 4.17
Cakupan pelayanan sistim onsite
No. Kecamatan
Jml pelayanan sanitasi sist onsite pengumpulan pengolahan Jamban keluarga MCK lainnya Septik tank cubluk lainnya Tabel 4.18
Cakupan pelayanan air limbah komunitas berbasis masyarakat
No Lokasi tempat Sistem Dibangun tahun Cakupan pelayanan Kondisi MCK ++ IPAL komunal 1 - 2012
RPI2JM
Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kabupaten Luwu Utara158 3. Permasalahan dan tantangan pengembangan air limbah
Permaslahan pembangunan sector air limbah di Kab. Luwu Utara antara lain :
- Masih belum optimalnya penanganan air limbah di Luwu Utara
- Masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai perlunya menjaga sanitasi lingkungan dilihat dengan masih adanya di beberapa wilayah yang masyarakatnya belum memiliki jamban.
- Kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kwalitas air baku.
- Kurangnya koordinasi instansi terkait dalam penanganan masalah air limbah.