• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Menurut Hasan (2002:22), penelitian deskriptif adalah “penelitian yang melukiskan variabel demi variabel, satu demi satu”. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa metode penelitian deskriptif digunakan untuk melukiskan variabel demi variabel yang terdapat dalam penelitian secara sistematis.

Menurut Azwar (2004:7):

Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi atau kejadian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi maupun mempelajari implikasi.”

Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik, fakta akurat dan karakteristik mengenai populasi, menjelaskan suatu situasi atau kejadian namun tidak bermaksud untuk menguji hipotesis, membuat prediksi. Penelitian ini hanya menggambarkan saja tidak menguji hipotesis ataupun membuat prediksi.

3.2 Unit Analisis

Unit analisis adalah subjek yang akan menjadi sasaran penelitian. Hasan (2002:58) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan unit analisis penelitian adalah “objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi”.. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa unit analisis adalah objek yang akan diteliti, objek tersebut dapat diklasifikasikan, dan merupakan benda ataupun manusia.

Unit analisis dalam penelitian ini adalah semua artikel hasil penelitian pada Information Research: an International Electronic Journal yang terbit pada tahun 2009-2011. Jurnal tersebut dapat di akses secara online melalui internet dengan alamat situs http://www.informationr.net/ir.

(2)

Objek yang dikaji dalam Pemetaan Ilmu pengetahuan ini adalah Jurnal elektronik yakni Information Research: an International Electronic Journal, terbitan tahun 2009-2011. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun yakni tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.

Berdasarkan hasil pencarian sementara dari database jurnal Information Research di http://www.informationr.net/ir terdapat sebanyak 106 artikel dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 2. Unit Analisis

Tahun Information Research Jumlah Artikel

2009 Volume 14 No 1 March, 2009 8 artikel

Volume 14 No 2 June, 2009 8 artikel

Volume 14 No 3 September, 2009 8 artikel

Volume 14 No 4 December, 2009 12 artikel

2010 Volume 15 No 1 March, 2010 5 artikel

Volume 15 No 2 June, 2010 5 artikel

Volume 15 No 3 September, 2010 5 artikel

Volume 15 No 4 December, 2010 17 artikel

2011 Volume 16 No 1 March, 2011 5 artikel

Volume 16 No 2 June, 2011 8 artikel

Volume 16 No 3 September, 2011 14 artikel

Volume 16 No 4 December, 2011 11 artikel

Jumlah 106 artikel

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi yaitu dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data Jurnal Information Research adalah dengan browsing melalui website yang dapat diakses melalui alamat web http://www.Informationr.net/ir

(3)

b. Mengumpulkan seluruh judul-judul artikel dan artikel-artikel yang diterbitkan jurnal tersebut pada tahun 2009-2011.

3.5 Instrumen Penelitian

Dalam setiap melakukan penelitian diperlukan suatu alat untuk mengumpulkan data dan merupakan hal yang sangat penting, karena pada prinsipnya melakukan penelitian adalah melakukan suatu pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen. Instrumen pengolahan data yang digunakan adalah aplikasi autocad.

Menurut Arikunto (1998:148) “Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan, dan sebagainya.” Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa benda-benda yang dapat diteliti dengan mengunakan metode dokumentasi ialah buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan, dan sebagainya.

Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, dokumen tersebut dapat diperoleh melalui akses internet di http://www.Informationr.net/ir Data yang dikumpulkan adalah data setiap volumenya. Data-data yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan peneliti dan dicatat melalui formulir pencatatan (Lampiran 1). Instrumen dalam pengolahan data yang digunakan adalah aplikasi. Data diolah dengan menggunakan aplikasi Autocad.

3.6 Teknik Analisis Data

Setelah pengumpulan data dilakukan, selanjutnya dianalisis sesuai dengan prosedur pemetaan ilmu pengetahuan (knowledge mapping) secara konseptual yakni dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Memilih suatu bahan bacaan/ sumber bacaan yang menjadi objek pemetaan.

2. Mencatat semua judul artikel dari masing-masing judul artikel yang terdapat di dalam Jurnal Information Research, serta memahami isi artikel-artikel.

(4)

3. Menentukan konsep-konsep yang akan dijadikan elemen pengetahuan. Dalam hal ini penulis menggunakan subdisiplin ilmu sebagai elemen pengetahuan dari domain tertentu; besaran isi pengetahuan dalam elemen yang mencakup jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal pengarang, dan bahasa artikel; berdasarkan tingkat pengetahuan, ada 5 (lima) tingkat pengetahuan yakni tingkat 1). realita-data empiris mengenai realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2). realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan, tingkat 3). model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4). model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, tingkat 5). pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian, 4. Menghubungkan konsep-konsep tersebut dengan kata penghubung, 5. Mengevaluasi keterkaitan konsep-konsep yang telah dibuat,

6. Hubungan antara konsep hendaknya mencerminkan arah dan intensitas dampak atau arus pengetahuan, ditunjukkan dengan panah dan garis.

7. Menggambarkan konsep-konsep tersebut dengan menggunakan aplikasi autocad dengan desain yang menarik.

(5)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Information Research an International Electronic Journal.

Information Research: an International Electronic Journal merupakan jurnal online yang menyediakan informasi mengenai penelitian bidang ilmu perpustakaan dan informasi (Library and Information Research). Information Research an Internantional Electronic Journal adalah suatu jurnal ilmiah yang tersedia secara internasional, yang dibuat dalam cakupan yang luas tentang disiplin yang terkait dengan informasi. Jurnal ini dapat diakses secara online dan gratis melalui internet dengan alamat situs http://informationr.net/ir.

Jurnal ini diterbitkan oleh Wilson, yang berasal dari Universitas Sheffield, dan didukung oleh Perpustakaan Universitas Lund, Swedia, dan dari Perpustakaan Sekolah Ilmu Informasi Swedia. Jurnal ini diindeks oleh Google Scholar, INSPEC: Enginering Village, Library, Information Science & Technology Abstracts, LISA: Library and Information Science Abstracts. Isi Hal ini juga diindeks untuk Web ISI Pengetahuan, untuk listing di Social Science Citation Index, Current Contents/Social and Behavioral Sciences, ISI Alerting Services, Social Scisearch, Journal Citation Reports/Social Sciences Edition. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun yakni tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember. Informasi Research juga telah menerima beberapa penghargaan yakni Med411.com, Emerald Abstracts-Computing Coolsite dan Links2Go-Library and Information Science.

Jurnal ini tercantum dalam katalog dan direktori sumber daya dibeberapa perpustakaan universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia. Ruang lingkup, distribusi hits terbaru tentang home page dari jurnal Information Research digambarkan pada peta ClusterMap, dapat dilihat pada ClusterMap berikut :

(6)

Sumber: Information Research

Bahan bacaan yang dimaksud dalam hal ini adalah sumber bacaan. Bahan bacaan/ sumber bacaan yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebuah Jurnal yakni Information Research: an International Electronic Journal Tahun 2009-2011. Jurnal ini merupakan jurnal elektronik. Jurnal ini hanya dapat di akses melalui jaringa internet dengan alamat situs

Gambar 13. Cluster Maps Information Research

4.2 Metode Membuat Pemetaan Ilmu Pengetahuan secara Konseptual Metode atau cara untuk membuat peta konsep adalah sebagai berikut: Langkah 1. Memilih Bahan Bacaan

http://informationr.net.

Setelah bahan bacaan/ sumber bacaan dipilih dan ditetapkan, maka dilakukan penelusuran artikel, yakni artikel yang terdapat pada Information Research: an International Electronic Journal terbit tahun 2009-2011 karena dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah artikel Information Research: an International Electronic Journal yang terbit tahun 2009-2011 . Berdasarkan penelusuran terdapat 106 artikel, lalu artikel-artikel tersebut didownload, dicatat.

(7)

Langkah 2. Pencatatan Judul, Nama Pengarang, Pengkodean dan Memahami Isi Artikel .

Berdasarkan penelusuran pada Information Research: an International Electronic Journal yang terbit tahun 2009-2011 terdapat 106 artikel, lalu artikel-artikel tersebut didownload dan dicatat. Untuk memudahkan pemetaan maka dilakukan pengkodean pada judul-judul artikel yang menjadi sampel penelitian. Hasil pengkodean dapat dilihat pada Lampiran 2. Selanjutnya proses pencatatan dalam pengolahan data lanjutan adalah menggunakan kode artikel yang sudah ditetapkan.

Peneliti membuat kode artikel dengan menetapkan 9 (sembilan) digit nomor untuk setiap artikel. Dimana ke 9 (kesembilan) digit artikel tersebut memiliki arti tertentu yakni 3 (tiga) digit nomor pertama adalah tahun terbit artikel, lalu 2 (dua) digit nomor selanjutnya adalah nomor volume artikel, 2 (dua) digit nomor selanjutnya adalah nomor artikel dalam suatu volume artikel dan 2 (dua) digit nomor paling akhir adalah nomor urut artikel dalam suatu nomor artikel. Tata cara penentuan kode artikel tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Misalnya kode artikel 009-14-0101, adalah berarti sebagai berikut : 009 = Artikel merupakan artikel terbitan tahun 2009

14 = Artikel merupakan artikel terbitan volume 14 01 = Artikel merupakan artikel terbitan nomor 1

01 = Artikel merupakan artikel nomor urut 1 pada terbitan nomor 1

Contoh lain misalnya kode artikel 010-15-0101, adalah berarti sebagai berikut : 010 = Artikel merupakan artikel terbitan tahun 2010

15 = Artikel merupakan artikel terbitan volume 15 01 = Artikel merupakan artikel terbitan nomor 1

01 = Artikel merupakan artikel nomor urut 1 pada terbitan nomor 1

Cara atau hal yang sama dilakukan untuk setiap judul artikel yang menjadi sampel penelitian. Hasil pengkodean untuk semua sampel penelitian dapat dilihat pada Lampiran 2.

(8)

Langkah 3. Penentuan Konsep-Konsep Sebuah Elemen Pengetahuan.

Penentuan konsep-konsep yang dimaksud dalam hal ini adalah menentukan subdisiplin ilmu yang akan dijadikan sebagai sebuah elemen pengetahuan. Seperti yang telah diuraikan pada bab 3, bahwa metode pemetaan ilmu pengetahuan yang digunakan adalah metode pemetaan konseptual yakni pemetaan ilmu pengetahuan dengan menggunakan konsep yang telah ditentukan. Adapun konsep-konsep yang akan dijadikan sebagai sebuah elemen pengetahuan dalam penelitian ini yakni :

1. Subdisiplin ilmu sebagai elemen pengetahuan dari domain tertentu;

2. Besaran isi pengetahuan dalam sebuah elemen yang mencakup jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal pengarang, dan bahasa artikel;

3. Tingkat pengetahuan, misalnya saja ada 5 (lima) tingkat pengetahuan yakni tingkat 1. realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi; tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan; tingkat 3. model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model; tingkat 4. model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran; tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian,

Selanjutnya konsep-konsep elemen pengetahuan tersebut di atas akan dijabarkan seperti berikut.

1. Konsep Berdasarkan Subdisiplin Ilmu

Konsep berdasarkan subdisiplin ilmu dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan subdisiplin ilmu. Konsep disiplin ilmu yang dimaksud adalah mengkategorikan semua artikel sampel penelitian yang terdapat pada Information Research kepada berbagai subdisipilin ilmu. Untuk melakukan hal tersebut seluruh artikel sampel penelitian yang telah didownload dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel dan subdisiplin ilmu. Penentuan subdisiplin ilmu dilakukan setelah membaca abstrak artikel, keyword artikel, isi artikel secara menyeluruh dan menggunakan pedoman peta ilmu informasi (Lampiran 3)

(9)

Berdasarkan telaah tersebut penulis menetapkan subdisiplin ilmu setiap artikel. Penentuan subdisiplin ilmu tersebut membangun pemetaan jurnal berdasarkan subdisiplin ilmu. Hasil pemetaan berdasarkan subdisiplin ilmu dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Subdisiplin Ilmu No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu

1. 009-14-0101 Sistem Informasi Elektronik 2. 009-14-0102 Sistem Informasi Elektronik 3. 009-14-0103 Sistem Informasi Elektronik 4. 009-14-0104 Sistem Informasi Elektronik 5. 009-14-0105 Sistem Informasi Elektronik

6. 009-14-0106 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 7. 009-14-0107 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 8. 009-14-0108 Bibliometrika

9. 009-14-0201 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 10. 009-14-0202 Bibliometrika

11. 009-14-0203 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 12. 009-14-0204 Cakupan Informasi 13. 009-14-0205 Manajemen Dokumen 14. 009-14-0206 Bibliometrika 15. 009-14-0207 Linguistik 16. 009-14-0208 Bibliometrika 17. 009-14-0301 Linguistik

18. 009-14-0302 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 19. 009-14-0303 Cakupan Informasi

20. 009-14-0304 Bibliometrika

21. 009-14-0305 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 22. 009-14-0306 Perspektif Informasi

23. 009-14-0307 Organisasi Pengetahuan

24. 009-14-0308 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 25. 009-14-0401 Organisasi Pengetahuan

26. 009-14-0402 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 27. 009-14-0403 Penelusuran terpasang

28. 009-14-0404 Perpustakaan Digital

29. 009-14-0405 Sistem Informasi Elektronik 30. 009-14-0406 Sistem Informasi Elektronik 31. 009-14-0407 Pendidikan Profesi

32. 009-14-0408 Sistem Informasi Elektronik 33. 009-14-0409 Bibliometrika 34. 009-14-0410 Penulisan 35. 009-14-0411 Pemasaran Informasi 36. 009-14-0412 Pemasaran Informasi 37. 010-15-0101 Linguistik 38. 010-15-0102 Manajemen Dokumen

(10)

No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu 39. 010-15-0103 Keamanan Sistem

40. 010-15-0104 Cakupan Informasi 41. 010-15-0105 Perspektif Informasi 42. 010-15-0201 Perspektif Informasi

43. 010-15-0202 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 44. 010-15-0203 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 45. 010-15-0204 Cakupan Informasi

46. 010-15-0205 Sistem Informasi Elektronik 47. 010-15-0301 Cakupan Informasi

48. 010-15-0302 Cakupan Informasi 49. 010-15-0303 Bibliometrika

50. 010-15-0304 Perpustakaan Digital

51. 010-15-0305 Sistem Informasi Elektronik 52. 010-15-0401 Perspektif Informasi

53. 010-15-0402 Strategi Penelusuran spesifik 54. 010-15-0403 Perspektif Informasi 55. 010-15-0404 Cakupan Informasi 56. 010-15-0405 Cakupan Informasi 57. 010-15-0406 Bibliometrika 58. 010-15-0407 Keamanan Sistem 59. 010-15-0408 Perspektif Informasi

60. 010-15-0409 Strategi Penelusuran spesifik 61. 010-15-0410 Keamanan Sistem

62. 010-15-0411 Strategi Penelusuran spesifik 63. 010-15-0412 Strategi Penelusuran spesifik 64. 010-15-0413 Strategi Penelusuran spesifik 65. 010-15-0414 Organisasi Pengetahuan 66. 010-15-0415 Sistem Informasi Elektronik 67. 010-15-0416 Sistem Informasi Elektronik 68. 010-15-0417 Cakupan Informasi 69. 011-16-0101 Organisasi Pengetahuan 70. 011-16-0102 Manajemen Dokumen 71. 011-16-0103 Cakupan Informasi 72. 011-16-0104 Perpustakaan Digital 73. 011-16-0105 Manajemen Dokumen 74. 011-16-0201 Strategi Penelusuran spesifik 75. 011-16-0202 Strategi Penelusuran spesifik 76. 011-16-0203 Perspektif Informasi

77. 011-16-0204 Strategi Penelusuran spesifik 78. 011-16-0205 Strategi Penelusuran spesifik 79. 011-16-0206 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 80. 011-16-0207 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 81. 011-16-0208 Strategi Penelusuran spesifik 82. 011-16-0301 Strategi Penelusuran spesifik 83. 011-16-0302 Strategi Penelusuran spesifik

(11)

No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu 84. 011-16-0303 Strategi Penelusuran spesifik 85. 011-16-0304 Jasa Kesiagaan Informasi 86. 011-16-0305 Linguistik

87. 011-16-0306 Cakupan Informasi 88. 011-16-0307 Perpustakaan Digital 89. 011-16-0308 Cakupan Informasi

90. 011-16-0309 Sistem Informasi Elektronik 91. 011-16-0310 Linguistik

92. 011-16-0311 Perancangan Pangkalan Data 93. 011-16-0312 Manajemen Dokumen

94. 011-16-0313 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 95. 011-16-0314 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 96. 011-16-0401 Perspektif Informasi

97. 011-16-0402 Cakupan Informasi 98. 011-16-0403 Manajemen Dokumen 99. 011-16-0404 Sistem Informasi Elektronik 100. 011-16-0405 Strategi Penelusuran spesifik 101. 011-16-0406 Strategi Penelusuran spesifik 102. 011-16-0407 Penulisan

103. 011-16-0408 Manajemen Dokumen 104. 011-16-0409 Sistem Informasi Elektronik 105. 011-16-0410 Sistem Informasi Elektronik 106. 011-16-0411 Perancangan Pangkalan Data

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel tersebut diperoleh 17 subdisipilin ilmu, yakni subdisiplin Bibliometrika 8 artikel, Cakupan Informasi 13 artikel, Jasa Kesiagaan Informasi 1 artikel, Keamanan Sistem 3 artikel, Linguistik 5 artikel, Manajemen Dokumen 7 artikel, Organisasi Pengetahuan 4 artikel, Pemasaran Informasi 2 artikel, Pendidikan Profesi 1 artikel, Penelusuran terpasang 1 artikel, Penulisan 2 artikel, Perancangan Pangkalan Data 2 artikel, Perangkat Jaringan Telekomunikasi 14 artikel, Perpustakaan Digital 4 artikel, Perspektif Informasi 8 artikel, Sistem Informasi Elektronik 16 artikel, Strategi Penelusuran spesifik 15 artikel

2. Penentuan Konsep Berdasarkan Besaran Isi Pengetahuan

Penentuan konsep berdasarkan besaran isi pengetahuan dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan besaran isi pengetahuan. Adapun konsep yang dimaksud berdasarkan isi pengetahuan dalam sebuah elemen pengetahuan adalah untuk mendapatkan informasi tentang jumlah publikasi artikel dari setiap

(12)

nomor terbitan jurnal, informasi jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa yang digunakan menulis artikel. Selanjutnya hasil pemetaan berdasarkan konsep di atas dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Besaran Isi Pengetahuan No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang

Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 1. 009-14-0101

8 Artikel

3 Portugal,Potugal, Chili Bahasa Inggris

2. 009-14-0102 1 Islandia Bahasa Inggris

3. 009-14-0103 1 Prancis Bahasa Inggris

4. 009-14-0104 3 Finlandia Bahasa Inggris

5. 009-14-0105 1 Finlandia Bahasa Inggris

6. 009-14-0106 1 Afrika Selatan Bahasa Inggris

7. 009-14-0107 3 Taiwan Bahasa Inggris

8. 009-14-0108 2 Kanada, Amerika Bahasa Inggris

9. 009-14-0201

8 Artikel

1 Finlandia Bahasa Inggris

10. 009-14-0202 1 Swedia Bahasa Inggris

11. 009-14-0203 4 Spanyol Bahasa Inggris

12. 009-14-0204 3 Kuba,Spanyol,Kuba Bahasa Spanyol

13. 009-14-0205 1 Lithuania Bahasa Inggris

14. 009-14-0206 1 Amerika Bahasa Inggris

15. 009-14-0207 1 Denmark Bahasa Inggris

16. 009-14-0208 3 Spanyol Bahasa Inggris

17. 009-14-0301

8 Artikel

2 Amerika Bahasa Inggris

18. 009-14-0302 2 Spanyol Bahasa Spanyol

19. 009-14-0303 2 Korea,amerika Bahasa Inggris

20. 009-14-0304 1 India Bahasa Inggris

21. 009-14-0305 1 Swedia Bahasa Inggris

22. 009-14-0306 3 China,China,Kanada Bahasa Inggris

23. 009-14-0307 1 Amerika Bahasa Inggris

24. 009-14-0308 1 Brazil Bahasa Inggris

25. 009-14-0401

12 Artikel

1 Amerika Bahasa Inggris

26. 009-14-0402 1 Amerika Bahasa Inggris

27. 009-14-0403 4 Spanyol Bahasa Inggris

28. 009-14-0404 4 Amerika Bahasa Inggris

29. 009-14-0405 3 Slovenia,Portugal,Slovenia Bahasa Inggris

30. 009-14-0406 2 Swedia Bahasa Inggris

31. 009-14-0407 2 Swedia Bahasa Inggris

32. 009-14-0408 3 Spanyol Bahasa Spanyol

33. 009-14-0409 6 Spanyol Bahasa Inggris

34. 009-14-0410 3 Spanyol Bahasa Inggris

35. 009-14-0411 1 Denmark Bahasa Inggris

36. 009-14-0412 1 Swedia Bahasa Inggris

37. 010-15-0101

5 Artikel

1 Kanada Bahasa Inggris

38. 010-15-0102 2 Spanyol Bahasa Inggris

39. 010-15-0103 1 Taiwan Bahasa Inggris

40. 010-15-0104 1 Belanda Bahasa Inggris

(13)

No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang

Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 42. 010-15-0201

5 Artikel

1 Amerika Bahasa Inggris

43. 010-15-0202 3 Spanyol Bahasa Spanyol

44. 010-15-0203 3 Swedia Bahasa Inggris

45. 010-15-0204 1 Swedia Bahasa Inggris

46. 010-15-0205 1 Maryland Bahasa Inggris

47. 010-15-0301

5 Artikel

1 Swedia Bahasa Inggris

48. 010-15-0302 1 Amerika Bahasa Inggris

49. 010-15-0303 3 Kanada Bahasa Inggris

50. 010-15-0304 3 Amerika Bahasa Inggris

51. 010-15-0305 1 Cina Bahasa Inggris

52. 010-15-0401

17 Artikel

3 Finlandia Bahasa Inggris

53. 010-15-0402 3 Inggris Bahasa Inggris

54. 010-15-0403 1 Amerika Bahasa Inggris

55. 010-15-0404 1 Israel Bahasa Inggris

56. 010-15-0405 1 Amerika Bahasa Inggris

57. 010-15-0406 2 Spanyol Bahasa Inggris

58. 010-15-0407 2 Swedia Bahasa Inggris

59. 010-15-0408 2 Finlandia Bahasa Inggris

60. 010-15-0409 4 Spanyol Bahasa Inggris

61. 010-15-0410 2 Amerika, Australia Bahasa Inggris

62. 010-15-0411 1 Amerika Bahasa Inggris

63. 010-15-0412 1 Swedia Bahasa Inggris

64. 010-15-0413 1 Inggris Bahasa Inggris

65. 010-15-0414 2 Belanda, Uganda Bahasa Inggris

66. 010-15-0415 2 Spanyol Bahasa Inggris

67. 010-15-0416 1 Finlandia Bahasa Inggris

68. 010-15-0417 1 Inggris Bahasa Inggris

69. 011-16-0101

5 Artikel

1 Meksiko Bahasa Inggris

70. 011-16-0102 3 Kanada,Kanada,Jerman Bahasa Inggris

71. 011-16-0103 1 Swedia Bahasa Inggris

72. 011-16-0104 3 Spanyol Bahasa Inggris

73. 011-16-0105 1 Australia Bahasa Inggris

74. 011-16-0201

8 Artikel

1 Australia Bahasa Inggris

75. 011-16-0202 1 Selandia Baru Bahasa Inggris

76. 011-16-0203 1 Florida Bahasa Inggris

77. 011-16-0204 1 Australia Bahasa Inggris

78. 011-16-0205 1 Kuwait Bahasa Inggris

79. 011-16-0206 3 Turki Bahasa Inggris

80. 011-16-0207 2 Selandia Baru, Malaysia Bahasa Inggris

(14)

No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang

Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 82. 011-16-0301

14 Artikel

1 Islandia Bahasa Inggris

83. 011-16-0302 3 Kanada Bahasa Inggris

84. 011-16-0303 2 Amerika,Finlandia Bahasa Inggris

85. 011-16-0304 6 Jepang Bahasa Inggris

86. 011-16-0305 2 Inggris Bahasa Inggris

87. 011-16-0306 3 Inggris Bahasa Inggris

88. 011-16-0307 2 Kanada, Inggris Bahasa Inggris

89. 011-16-0308 3 Amerika Bahasa Inggris

90. 011-16-0309 2 Kolombia,Amerika Bahasa Inggris

91. 011-16-0310 2 London Bahasa Inggris

92. 011-16-0311 3 Inggris Bahasa Inggris

93. 011-16-0312 2 Amerika Bahasa Inggris

94. 011-16-0313 2 Afrika Bahasa Inggris

95. 011-16-0314 2 Afrika Selatan Bahasa Inggris

96. 011-16-0401

11 Artikel

1 Amerika Utara Bahasa Inggris

97. 011-16-0402 2 Belanda,kanada Bahasa Inggris

98. 011-16-0403 2 Belgia Bahasa Inggris

99. 011-16-0404 4 Amerika Bahasa Inggris

100. 011-16-0405 1 Amerika Bahasa Inggris

101. 011-16-0406 8 New York Bahasa Inggris

102. 011-16-0407 2 Spanyol Bahasa Inggris

103. 011-16-0408 2 Finlandia Bahasa Inggris

104. 011-16-0409 5 Spanyol Bahasa Spanyol

105. 011-16-0410 2 Korea Bahasa Inggris

106. 011-16-0411 2 Spanyol Bahasa Inggris

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa jumlah publikasi setiap volume terbitnya tidak teratur, yakni pada volume 14 no. 1 tahun 2009 terbit 8 artikel, pada volume 14 no. 2 tahun 2009 terbit 8 artikel, pada volume 14 no. 3 tahun 2009 terbit 8 artikel dan volume 14 no. 4 tahun 2009 tahun 2009 terbit 12 artikel. Sedangkan pada volume 15 no. 1 tahun 2010 terbit 5 artikel, pada volume 15 no. 2 tahun 2010 terbit 5 artikel, pada volume 15 no. 3 tahun 2010 terbit 5 artikel dan pada volume 15 no. 4 tahun 2010 tebit 17 artikel. Namun pada volume 16 no. 1 tahun 2011 terbit 5 artikel, pada volume 16 no. 2 tahun 2011 terbit 8 artikel, pada volume 16 no. 3 tahun 2011 terbit 14 artikel dan pada volume 16 no. 4 tahun 2011 terbit 11 artikel.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pengarang yang berkolaborasi (pengarang lebih dari satu) pada setiap artikel lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengarang yang tidak berkolaborasi (pengarang hanya satu/ pengarang tunggal). Dari 106 artikel terdapat 59 artikel yang

(15)

pengarangnya berkolaborasi (pengarang lebih dari satu) dan terdapat 47 artikel yang pengarangnya tidak berkolaborasi (pengarang hanya satu/ pengarang tunggal).

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui juga bahwa asal pengarang yang menerbitkan artikel-artikel pada jurnal information research berasal dari berbagai negara, maka jurnal information research dapat dikatakan sebagai jurnal internasional, dari tabel di atas dapat juga diketahui bahwa bahasa artikel dalam jurnal information research mayoritas menggunakan bahasa Inggris hal ini mungkin dikarenakan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga jurnal ini dapat dinyatakan sebagai jurnal standarinternasional.

3. Penentuan Konsep Berdasarkan Tingkat Pengetahuan

Penentuan konsep berdasarkan tingkat pengetahuan dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan. Adapun tingkat pengetahuan pada konsep ini terbagi atas 5 tingkat pengetahuan yakni :

Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi,

Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan,

Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan

penalaran,

Tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian,

Uraian lebih lanjut tentang tingkat pengetahuan akan diuraikan dalam uraian berikut.

a. Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, dan deskripsi Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi. Maksudnya ialah apakah realita data empiris yang terdapat dalam artikel-artikel tersebut merupakan suatu realita, persepsi atau kah merupakan deskripsi. Untuk menetukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari realita, persepsi dan deskripsi. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi

(16)

sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, realita, persepsi dan deskripsi. Apabila artikel tersebut realita-data empirisnya mengenai realita maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel realita, jika merupakan persepsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel persepsi dan jika merupakan deskripsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel deskripsi.

Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan realita-data empiris dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 1. Realita-data empiris mengenai realita, persepsi, deskripsi. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 1. No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi

1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401

(17)

No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102

(18)

No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 21 artikel yang realita-data empiris nya tentang realita, 41 artikel yang realita-data empiris nya tentang persepsi, dan 44 artikel yang realita-data empiris nya tentang deskripsi.

(19)

b. Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan

Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Maksudnya ialah apakah realita ke model-syarat yang terdapat dalam artikel-artikel tersebut merupakan suatu persamaan, perkiraan atau kah merupakan asumsi.

Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Apabila artikel tersebut realita ke model-syarat dan kondisi artikel merupakan persamaan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel persamaan, jika merupakan perkiraan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel perkiraan, jika merupakan asumsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel asumsi, dan jika merupakan pemodelan maka penulis member tanda checklist pada kolom tabel pemodelan.

Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan realita-data empiris dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 2. No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan

1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201

(20)

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403

(21)

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403

(22)

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 2 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi mengenai persamaan, 23 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi perkiraan, dan 53 artikel yang realita ke syarat dan kondisi asumsi, dan 28 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi pemodelan.

c. Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model

Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model. Maksudnya ialah apakah model dalam artikel-artikel tersebut, merupakan representasi realita yang diwujudkan dalam model atau tidak diwujudkan dalam model.

Untuk menentukan hal tersebut penulis harus melihat isi artikel-artikel tersebut apakah repsentasi realita artikel diwujudkan dalam model atau tidak. Apabila artikel tersebut diwujudkan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel diwujudkan, jika tidak diwujudkan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel tidak diwujudkan.

Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan representasi realita dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 7.

(23)

Tabel 7. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 3. No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model

1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203

(24)

No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308

(25)

No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 45 artikel yang model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model dan 61 artikel yang model, merupakan representasi realita tidak diwujudkan dalam model.

d. Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran

Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran. Maksudnya ialah model ke pernyataan dalam artikel-artikel tersebut merupakan teknik verifikasi, algoritma, atau kah ketentuan penalaran.

Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari verifikasi, algoritma dan penalaran. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, verifikasi, algoritma dan penalaran. Apabila artikel tersebut model ke pernyataan

(26)

artikel merupakan teknik verifikasi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel verifikasi, jika merupakan algoritma maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel algoritma, dan jika merupakan penalaran maka penulis member tanda checklist pada kolom tabel penalaran.

Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan model ke pernyataan dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 4. No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran

1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406

(27)

No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202

(28)

No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 24 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa verifikasi, 10 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa algoritma, dan 72 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa penalaran.

e. Tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan

(29)

dan penilaian. Maksudnya ialah apakah pernyataan dalam artikel-artikel tersebut berupa teori, inferensi, penjelasan atau kah berupa penilaian.

Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Apabila artikel tersebut pernyataan artikel merupakan teori maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel teori, jika merupakan inferensi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel inferensi, jika merupakan penjelasan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel penjelasan, dan jika merupakan penilaian maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel penilaian.

Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan bentuk pernyataan dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 9.

Tabel 9. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 5. No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian

1. 009-14-0101 √ 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208

(30)

No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410

(31)

No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

(32)

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 7 artikel yang pernyataan nya berupa teori, 34 artikel yang pernyataan nya berupa inferensi, 36 artikel yang pernyataanya berupa penjelasan dan 29 artikel yang pernyataannya berupa penilaian.

Langkah 4. Menghubungkan Konsep dengan Suatu Kata

Pemetaan jurnal Information Research ini menggunakan metode pemetaan konseptual, dan hasil dari pemetaannya adalah peta konsepual. Metode pemetaan konseptual adalah metode pemetaan yang menggunakan konsep-konsep, dimana penulis harus lebih dahulu menentukan konsep-konsep yang akan dijadikan suatu elemen pengetahuan untuk melakukan pemetaan konseptual. Konsep-konsep tersebut harus memiliku hubungan dengan pemetaan konseptual.

Penulis telah menentukan konsep-konsep dalam penelitian ini yakni konsep subdisiplin ilmu, besaran isi pengetahuan dan tingkat pengetahuan. Selanjutnya penulis menghubungkan konsep tersebut dengan pemetaan jurnal Information Research. Adapun kata-kata yang menghubungkan konsep dengan pemetaan jurnal Information Research ialah kata “berdasarkan” dan kata “terdiri dari”. Hasil penghubungannya dapat dilihat pada gambar penghubungan konsep-konsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep-konsep (Lampiran 4). Selanjutnya keterkaitan konsep-konsep tersebut akan dibahas pada uraian selanjutnya.

Langkah 5.Mengevaluasi Keterkaitan Konsep-Konsep yang telah Ditentukan Setelah menghubungkan konsep dengan menggunakan suatu kata, penulis melakukan evaluasi keterkaitan konsep-konsep dengan pemetaan jurnal Information Research. Keterkaitan konsep-konsep tersebut adalah :

Konsep 1. Subdisiplin ilmu, konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata “berdasarkan”. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan “berdasarkan” subdisiplin ilmu.

Konsep 2. Besaran isi pengetahuan, konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata “berdasarkan”. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan “berdasarkan” besaran isi pengetahuan.

(33)

Kemudian pada konsep ini juga terdapata konsep lain lagi yakni jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa artikel. Dimana konsep ini dihubungkan dengan kata “terdiri dari”. Artinya ialah konsep besaran isi pengetahuan terdiri dari yakni jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa artikel.

Konsep 3. Tingkat pengetahuan konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata “berdasarkan”. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan “berdasarkan” tingkat pengetahuan. Kemudian pada konsep ini juga terdapata konsep lain lagi yakni tingkat 1. realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan,tingkat 3. model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4. model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, dan tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Dimana konsep ini dihubungkan dengan kata “terdiri dari”. Artinya ialah konsep tingkat pengetahuan terdiri dari tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan,tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, dan tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Hasil pengevaluasi dapat dilihat pada gambar penghubungan konsep-konsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep (Lampiran 4).

Langkah 6. Hubungan Konsep Pemetaan Jurnal Ditunjukkan dengan Garis Setelah melakukan evaluasi maka peneliti menunjukkan hubungan konsep pemetaan jurnal Information Research dengan garis. Hubungan konsep pemetaan Information Research tersebut dtunjukkan dengan garis. Hasil nya dapat dilihat pada gambar penghubungan konsep-konsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep (Lampiran 4). Selanjutnya penulis menggambarkan pemetaan konseptual dengan menggunakan aplikasi autocad sederhana dan semenarik mungkin sehingga pembaca mengerti saat membaca peta konseptual tersebut.

(34)

Langkah 7. Menggambar Pemetaan Konseptual dengan Aplikasi Autocad Hasil dari pemetaan konseptual adalah suatu peta konseptual atau sering juga disebut peta konsep. Setelah melakukan ke enam langkah di atas, kemudian penulis akan menggambarkan peta konseptual dengan menggunakan aplikasi autocad. Penulis menggambarkan dengan desain semenarik munkin namun sederhana sehingga pembaca peta konseptual ini mengerti saat membacanya. Hasil peta-peta konseptual ini dapat dilihat pada Lampiran 5, Lampiran 6, Lampiran 7, Lampiran 8, Lampiran 9, Lampiran 10, Lampiran 11 dan Lampiran 12.

(35)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penyusunan pemetaan ilmu pengetahuan (knowledge mapping) dalam Information Research: an International Electronic Journal Tahun 2009-2011 dengan menggunakan metode pemetaan konseptual maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan dari artikel-artikel yang dimuat pada jurnal Information Research Tahun 2009-2011 mayoritas artikel tergolong ke dalam bidang ilmu informasi, sehingga nama “Information Resesarch” relevan dengan kandungan informasi yang dimuat dalam jurnal Information Research. 2. Jumlah publikasi artikel pada setiap terbitan tidak teratur, sebagai contoh

jumlah publikasi artikel pada volume 14 no.1 adalah 8 artikel, volume 14 no.4 adalah 12 artikel. Idealnya sebuah jurnal ilmiah jumlah publikasinya teratur atau selisih jumlah publikasi tidak jauh berbeda.

3. Jumlah pengarang artikel yang berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengarang artikel yang tidak berkolaborasi (pengarang tunggal), maka ditafsirkan terjadi kerjasama yang baik antara pengarang dalam jurnal ini. (59 artikel yang pengarangnya berkolaborasi dan 47 artikel yang pengarangnya tidak berkolaborasi/ pengarang tunggal).

4. Pengarang artikel dalam jurnal Information Research berasal dari berbagai negara (39 negara) dengan data tersebut maka jurnal ini dapat dikatakan sebagai jurnal internasional.

5. Bahasa artikel pada jurnal Information Research mayoritas berbahasa Inggris, sehingga jurnal ini dapat dinyatakan sebagai jurnal standar yang dapat dibaca oleh semua bangsa karena menggunakan bahasa standar internasional yakni bahasa Inggris.

6. Realita data pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang deskripsi dibandingkan dengan realita, dan persepsi, (21 artikel yang realita-data empirisnya tentang realita, 41 artikel tentang persepsi, dan 44 artikel tentang deskripsi.)

(36)

7. Realita ke model-syarat dan kondisi pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang asumsi dibandingkan dengan persamaan, perkiraan dan pemodelan, (2 artikel realita ke model-syarat dan kondisi tentang persamaan, 23 artikel tentang perkiraan, dan 53 artikel tentang asumsi, dan 28 tentang pemodelan).

8. Artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan representatif realitanya tidak diwujudkan dengan model, (45 artikel yang modelnya merupakan representasi realita diwujudkan dalam model dan 61 artikel tidak diwujudkan dalam model).

9. Model ke pernyataan-teknik pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang penalaran dibandingkan dengan teknik yang berupa verifikasi dan algoritma, (24 artikel yang model ke pernyataan-teknik tentang verifikasi, 10 artikel tentang algoritma, dan 72 artikel tentang penalaran).

10. Pernyataan pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang pernyataan berupa penjelasan dibandingkan dengan pernyataan berupa teori, inferensi dan penilaian, (7 artikel yang pernyataan nya tentang teori, 34 artikel tentang inferensi, 36 artikel tentang penjelasan dan 29 artikel tentang penilaian).

5.2 Saran

Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang disarankan adalah sebagai berikut:

1. Disarankan pada pengelola jurnal bidang keilmuan agar konsisten memuat artikel-artikel yang akan dimuatnya.

2. Disarankan pada pengelola jurnal bidang keilmuan agar jumlah publikasinya teratur atau selisih jumlah publikasi tidak jauh berbeda. 3. Hendaknya ada penelitian lanjutan yang melanjutkan penelitian ini.

Gambar

Tabel 2. Unit Analisis
Gambar 13. Cluster Maps Information Research
Tabel 3. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Subdisiplin Ilmu
Tabel 4. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Besaran Isi Pengetahuan
+6

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh pemberian ekstrak jintan hitam dengan dosis 500 mg/hari terhadap kadar hemoglobin tikus Sprague Dawley yang telah

[r]

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kesesuaian implemetasi dengan RTBL Desa Jendi memiliki presentase sebesar 81,25% dengan kesesuaian pada

ketentuan dalam Pasal 12 ayat (7) Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan dan Pelantikan

Diharapkan dengan menggunakan salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan, Proses perhitungan dengan menentukan kriteria yang telah ditentukan dapat memberikan output

Tahap yang pertama adalah pengambilan data pengujian layanan keamanan hasil provisioning SBC terhadap serangan DOS, tahap yang kedua adalah pengambilan data

Di samping sebagai bentuk penguatan profesionalisme profesi, juga digunakan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif baik dari sisi pengetahuan, keteguhan,

5. Metode pelaksanaan maksimal terdiri atas 2000 kata yang menjelaskan tahapan atau langkah- langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra. Pada