• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA BADAN PENJAMINAN MUTU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA BADAN PENJAMINAN MUTU"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

PERGURUAN TINGGI

PERGURUAN TINGGI

(2)

POKOK BAHASAN

POKOK BAHASAN

POKOK BAHASAN

POKOK BAHASAN

1.

1.

Perlunya PT Melaksanakan Manajemen

Perlunya PT Melaksanakan Manajemen

K lit

K lit

Kualitas

Kualitas

2.

2.

Pemahaman dan Landasan PMPT

Pemahaman dan Landasan PMPT

Bentuk Dasar PMPT

Bentuk Dasar PMPT

3.

3.

Bentuk Dasar PMPT

Bentuk Dasar PMPT

4.

4.

Perkembangan Penerapan Konsep PMPT

Perkembangan Penerapan Konsep PMPT

55

Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan

Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan

5.

5.

Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan

Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan

dan Penerapan SPMPT

dan Penerapan SPMPT

6.

6.

Perangkat dan Dokumen SMM

Perangkat dan Dokumen SMM

6.

6.

Perangkat dan Dokumen SMM

Perangkat dan Dokumen SMM

7.

(3)

1 Perlunya PT Melaksanakan Manajemen Kualitas

1 Perlunya PT Melaksanakan Manajemen Kualitas

1. Perlunya PT Melaksanakan Manajemen Kualitas

1. Perlunya PT Melaksanakan Manajemen Kualitas

Untuk peningkatan kualitas akademik

Untuk peningkatan kualitas akademik

Untuk peningkatan kualitas akademik

Untuk peningkatan kualitas akademik

berkelanjutan

berkelanjutan

Untuk memberikan dukungan penyelenggaraan

Untuk memberikan dukungan penyelenggaraan

Untuk memberikan dukungan penyelenggaraan

Untuk memberikan dukungan penyelenggaraan

kegiatan akademik yang effektif dan effisien

kegiatan akademik yang effektif dan effisien

SPMPT adalah tuntutan eksternal

SPMPT adalah tuntutan eksternal

Kebijakan Nasional Pendidikan Tinggi tentang

Kebijakan Nasional Pendidikan Tinggi tentang

Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan

(4)

SPMPT ADALAH TUNTUTAN

SPMPT ADALAH TUNTUTAN

EKSTERNAL

EKSTERNAL

TUNTUTAN PUBLIK TUNTUTAN PUBLIK TUNTUTAN PUBLIK TUNTUTAN PUBLIK 

 Globalisasi, demokrasi, arus informasi, budaya Globalisasi, demokrasi, arus informasi, budaya

persaingan dan sebagainya persaingan dan sebagainya

p g g y

p g g y

 Publik menuntut Akuntabilitas Penyelenggara PendidikanPublik menuntut Akuntabilitas Penyelenggara Pendidikan

LIBERALISASI PENDIDIKAN DUNIA LIBERALISASI PENDIDIKAN DUNIA

(5)

2.

2. Pemahaman dan Landasan PMPT

Pemahaman dan Landasan PMPT

2.

2. Pemahaman dan Landasan PMPT

Pemahaman dan Landasan PMPT

Quality

Quality Assurance

Assurance (PM)

(PM)

Perguruan

Perguruan Tinggi

Tinggi

Quality

Quality Assurance

Assurance (PM)

(PM)

Perguruan

Perguruan Tinggi

Tinggi

adalah

adalah proses

proses penetapan

penetapan dan

dan pemenuhan

pemenuhan

standar

standar mutu

mutu pengelolaan

pengelolaan pendidikan

pendidikan tinggi

tinggi

secara

secara konsisten

konsisten dan

dan berkelanjutan

berkelanjutan sehingga

sehingga

stakeholder

(6)

 Quality Management System ( Sistem Manajemen Mutu)Quality Management System ( Sistem Manajemen Mutu) adalah adalah suatu sistem manajemen untuk mengarahkan dan

suatu sistem manajemen untuk mengarahkan dan

mengendalikan suatu organisasi/institusi dalam penetapan mengendalikan suatu organisasi/institusi dalam penetapan gg gg // pp pp kebijakan, Sasaran , Rencana dan Proses/prosedur mutu serta kebijakan, Sasaran , Rencana dan Proses/prosedur mutu serta pencapaiannya secara berkelanjutan (Continous improvement). pencapaiannya secara berkelanjutan (Continous improvement).

 SistemSistem ManajemenManajemen MutuMutu adalahadalah suatusuatu sistemsistem manajemenmanajemen yangyang

menjamin

menjamin kesesuaiankesesuaian antaraantara prosesproses dengandengan outputoutput yangyang dihasilkan

dihasilkan yangyang akanakan memberikanmemberikan kepuasankepuasan stakeholdersstakeholders..

 SistemSistem ManajemenManajemen MutuMutu merupakanmerupakan sistemsistem manajemenmanajemen yangyang

terdiri

terdiri daridari strukturstruktur organisasi,organisasi, tanggungjawab,tanggungjawab, prosesproses--proses,proses, prosedur

prosedur dandan sumbersumber dayadaya yangyang digunakandigunakan untukuntuk mencapaimencapai prosedur

prosedur dandan sumbersumber dayadaya yangyang digunakandigunakan untukuntuk mencapaimencapai standar

standar yangyang ditentukanditentukan berdasarkanberdasarkan persyaratanpersyaratan dandan kebutuhan

(7)

3.

3. Bentuk Dasar PMPTBentuk Dasar PMPT

1.

1. Dikaji dari perundangDikaji dari perundang--undanganundangan 2.

2. Dikaji dari beberapa model yang adaDikaji dari beberapa model yang ada

Kajian Perundang

Kajian Perundang--undangan :undangan : 

 UU No: 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNASUU No: 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS 

 PPPP NO. 19NO. 19 TAHUN 200TAHUN 20055 TENTANG TENTANG STANDAR NASIONAL STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PENDIDIKAN Kajian beberapa Model: Kajian beberapa Model:

 ISOISO 

 PDCAPDCA 

(8)

UU No: 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS UU No: 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS

 Pasal 1 ayat 21

Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan dan penetapan mutu pendidikan …. dst sebagai bentuk

pe tangg ngja aban pen elengga aan pendidikan pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.

 Pasal 35 ayat 1

Standar Nasional pendidikan terdiri standar isi, proses, kompetensi lulusan …. dst.

lulusan …. dst.

 Pasal 50 ayat 2

Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu …. dst.

l

 Pasal 51 ayat 2

Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu dan evaluasi yang transparan.

transparan.

 Pasal 57 ayat 2

Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan secara berkala………..untuk menilai pencapaian

standar nasional standar nasional.

(9)

PP

PP NO. 19

NO. 19 TAHUN 200

TAHUN 2005

5 TENTANG

TENTANG

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

 Pasal 2 (1)Pasal 2 (1)

Untuk penjaminan mutu dan pengendalian mutu pendidikan sesuai Untuk penjaminan mutu dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi akreditasi dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi akreditasi dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dengan standar nasional pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, sertifikasi.

sertifikasi.

 Pasal 91Pasal 91

11 Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajibSetiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib 1.

1. Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib

melakukan penjaminan mutu pendidikan melakukan penjaminan mutu pendidikan

2.

2. Penjaminan mutu pendidikan dimaksud pada ayat 1 bertujuan untuk Penjaminan mutu pendidikan dimaksud pada ayat 1 bertujuan untuk

memenuhi atau melampaui SNP memenuhi atau melampaui SNP

3.

3. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis dan Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis dan

terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.

dan kerangka waktu yang jelas. P l 96

P l 96

 Pasal 96Pasal 96 1.

1. BANBAN--PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada PT memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada

program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi, dan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi, dan kepada pemerintah dan pemda

pemerintah dan pemda pemerintah dan pemda pemerintah dan pemda

(10)

Model ISO 9001 : 2000

Model ISO 9001 : 2000

Model ISO 9001 : 2000

Model ISO 9001 : 2000

Peningkatan Kualitas Total Terus Menerus (Quality

D

S

Terus Menerus (Quality,

Cost, Delivery, Safety, Morale)

or implement the solution(s)

(Melaksanakan

D

o

S

tudy

the solution(s) result

(Mempelajari hasil-hasil rencana solusi

masalah atau

perbaikan kualitas) Do ( j

solusi masalah atau perbaikan kualitas)

P

l th

A

P

lan the solution(s) (Merencanakan solusi masalah

A

ct to standardize the solution(s) (Menstandardisasika n hasil-hasil solusi masalah atau atau perbaikan kualitas masalah atau perbaikan kualitas)

(11)

PPenerapan PDCA dari TQM

enerapan PDCA dari TQM

PPenerapan PDCA dari TQM

enerapan PDCA dari TQM

a.

a.

Plan

Plan

, adanya perencanaan, adanya perencanaan,, y py p b.

b.

Do

Do

,, adanya pelaksanan dari apa yang sudah adanya pelaksanan dari apa yang sudah

direncanakan direncanakan

c.

c.

Check

Check

, adanya monitoring, pemeriksaan, pengukuran , adanya monitoring, pemeriksaan, pengukuran

dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan termasuk Audit Mutu Internal pelaksanaan termasuk Audit Mutu Internal pelaksanaan termasuk Audit Mutu Internal pelaksanaan termasuk Audit Mutu Internal

d.

d.

Action

Action

, adanya tindak lanjut dan perbaikan dari hasil , adanya tindak lanjut dan perbaikan dari hasil

evaluasi evaluasi

(12)

Model AUN

Model AUN--QA

QA

STANDAR

STANDAR PELAKSANAANPELAKSANAAN MONITORINGMONITORING

Q

Q

STANDAR

STANDAR PELAKSANAANPELAKSANAAN MONITORINGMONITORING

Standar Baru Standar Baru EVALUASI DIRI EVALUASI DIRI AUDIT AUDIT INTERNAL INTERNAL RUMUSAN RUMUSAN KOREKSI KOREKSI PENINGKATAN PENINGKATAN MUTU

MUTU KOREKSIKOREKSI INTERNALINTERNAL

MUTU MUTU

(13)

4. Perkembangan Penerapan Konsep Mutu

 InspectionInspection 

 Quality Control (QC) Quality Control (QC) --> TQC> TQC

Q lit A (QA)

Q lit A (QA)

Inspection

QC

 Quality Assurance (QA)Quality Assurance (QA) 

 Total Quality Management (TQM)Total Quality Management (TQM)

QA TQM

SISTEM MANAJEMEN MUTU SISTEM MANAJEMEN MUTU

di dalamnya mencakup keempat Konsep Mutu di atas di dalamnya mencakup keempat Konsep Mutu di atas

(14)

5.

5. Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan dan

Tuntutan dan Prinsip dalam Pembangunan dan

Penerapan SPMPT

Penerapan SPMPT

Tuntutan dalam Pembangunan dan Penerapan SPMPT Tuntutan dalam Pembangunan dan Penerapan SPMPT

Komitmen terhadap MutuKomitmen terhadap Mutu 

Komitmen terhadap MutuKomitmen terhadap Mutu

 KomitmenKomitmen untukuntuk memahamimemahami dandan menjalankanmenjalankan semuasemua ketentuan

ketentuan yangyang adaada dalamdalam SistemSistem ManajemenManajemen MutuMutu 

 Komitmen dimulai dari pimpinan, disosialisasikan ke Komitmen dimulai dari pimpinan, disosialisasikan ke semua bagian / kelompok/unit secara terus

semua bagian / kelompok/unit secara terus--menerusmenerus

KoKonsisten dalam implementasi SMMnsisten dalam implementasi SMM 

(15)

Syarat dan Prinsip Sistem

Syarat dan Prinsip Sistem Penjaminan

Penjaminan Mutu

Mutu

Syarat Sistem

Syarat Sistem PenjaminanPenjaminan MutuMutu Syarat Sistem

Syarat Sistem PenjaminanPenjaminan MutuMutu

Organisasi/institusi harus menetapkan, Organisasi/institusi harus menetapkan,

mendokumentasikan, mengimplementasikan, mendokumentasikan, mengimplementasikan,

memelihara dan meningkatkan secara berkelanjutan memelihara dan meningkatkan secara berkelanjutan (continual improvement) SMM

(continual improvement) SMM sesuai dengan sesuai dengan

persyaratan,pedoman dan standar yang ditentukan persyaratan,pedoman dan standar yang ditentukan persyaratan,pedoman dan standar yang ditentukan persyaratan,pedoman dan standar yang ditentukan Prinsip Sistem

Prinsip Sistem PenjaminanPenjaminan MutuMutu

Tuliskan apa yang dilakukan/dikerjakan

Tuliskan apa yang dilakukan/dikerjakan dan dan lakukan/kerjakan apa yang ditulis

(16)

6.

6. Perangkat dan Dokumen SMM

Perangkat dan Dokumen SMM

Untuk membangun , menerapkan dan mengembangkan sistem Untuk membangun , menerapkan dan mengembangkan sistem

manajemen mutu yang konsisten dan berkelanjutan harus manajemen mutu yang konsisten dan berkelanjutan harus tersedia/ memiliki perangkat sistem dari SMM

tersedia/ memiliki perangkat sistem dari SMM yang yang terdokumentasi

terdokumentasi terdokumentasi. terdokumentasi.

Perangkat sistem dalam Sistem Manajemen Mutu terdiri: Perangkat sistem dalam Sistem Manajemen Mutu terdiri:

1.

1. Manual MutuManual Mutu 1.

1. Manual Mutu Manual Mutu 2.

2. Kebijakan MutuKebijakan Mutu 3.

3. Sasaran Mutu Sasaran Mutu  Standar MutuStandar Mutu 4.

4. Rencana MutuRencana Mutu 5.

5. Prosedur MutuProsedur Mutu 6.

6. Prosedur KerjaProsedur Kerja 7.

7. Instruksi KerjaInstruksi Kerja

& b & b

8.

8. Wewenang & Tanggung JawabWewenang & Tanggung Jawab 9.

(17)

1).

1).

Manual

Manual

Mutu

Mutu

M l M t d l h d t d k t i t k bij k

Manual Mutu adalah pedoman terdokumentasi yang memuat kebijakan, prinsip dasar, tujuan, perangkat dan dokumen sistem, organisasi dan garis besar sistem manajemen mutu

Manual mutu berisi antara lain : Manual mutu berisi antara lain :

 Prinsip dasar sistem manajemen mutu  Tujuan

 Perangkat dan dokumen sistem

 Proses aktifitas mutu yang ada dan interaksinya  Kebijakan Mutu

 Kebijakan Mutu

 Sasaran Mutu dan Rencana Mutu  Standar Mutu  Organisasi mutu dan hubungannya dengan unit lain  Wakil Manajemen

(18)

2)

2). Kebijakan Mutu

))

. Kebijakan Mutu

jj

Kebijakan Mutu adalah suatu kebijakan dasar dalam j j pengelolaan pendidikan tinggi, sistem dan proses pembelajaran, lulusan yang ingin dihasilkan/

dicapai implementasi dan pengembangan sistem dicapai, implementasi dan pengembangan sistem manajemen mutu, yang diturunkan dari Misi dan Visi serta kebutuhan dan persyaratan pelanggan gg dan stakeholders.

(19)

3

3)). Sasaran Mutu

. Sasaran Mutu

Sasaran Mutu : Sasaran Mutu :

Merupakan Standar Mutu yang diturunkan dari Merupakan Standar Mutu yang diturunkan dari Merupakan Standar Mutu yang diturunkan dari Merupakan Standar Mutu yang diturunkan dari Kebijakan Mutu yang bersifat strategis, spesifik, Kebijakan Mutu yang bersifat strategis, spesifik, dapat diukur, realistik dan dapat dicapai dalam dapat diukur, realistik dan dapat dicapai dalampp ,, pp pp

kurun waktu tertentu. kurun waktu tertentu. •• Sasaran Mutu UnitSasaran Mutu Unit

S M t L l

S M t L l

• Sasaran Mutu Lulusan • Sasaran Mutu Lulusan • Sasaran Mutu Proses • Sasaran Mutu Proses • Sasaran Mutu Penelitian • Sasaran Mutu Penelitian Sasaran Mutu Penelitian Sasaran Mutu Penelitian

(20)

4

4)). Rencana Mutu

. Rencana Mutu

Rencana Mutu adalah Standar Mutu yang ingin dicapai pada setiap proses kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan ada pada lembaga/unit dalam rangka mencapai Sasaran Mutu.e capa Sasa a utu

• Rencana Mutu Universitas • Rencana Mutu Fakultas

• Rencana Mutu Program Studi • Rencana Mutu Program Studi • Rencana Mutu Program Unit  - Input

- Proses - Output

(21)

5).

5). Prosedur Mutu

Prosedur Mutu

Prosedur Sistem Mutu adalah prosedur

terdokumentasi yang merinci dan menjelaskan terdokumentasi yang merinci dan menjelaskan

langkah-langkah dan mekanisme pelaksanaan semua proses aktifitas dalam sistem manajemen mutu yang melibatkan berbagai fungsi, yang akan menjamin

melibatkan berbagai fungsi, yang akan menjamin aktifitas tersebut terkendali dan merupakan

penjabaran dari manual mutu

Prosedur Mutu terdiri dari Prosedur Sistem dan

Prosedur Aktivitas Standar

Elemen Prosedur Mutu terdiri dari Elemen Prosedur Mutu terdiri dari

(22)

1.

1. Tanggung Jawab ManajemenTanggung Jawab Manajemen

2.

2. Sistem MutuSistem Mutu

33 Tinjauan Kontrak MahasiswaTinjauan Kontrak Mahasiswa 3.

3. Tinjauan Kontrak Mahasiswa Tinjauan Kontrak Mahasiswa 4.

4. Pengendalian Disain AkademikPengendalian Disain Akademik 5.

5. Pengendalian Dokumen dan DataPengendalian Dokumen dan Data

6.10.

6.10. Pengadaan Jasa Dosen Pengadaan Jasa Dosen

20

6.20.

6.20. Pengadaan BarangPengadaan Barang

7.

7. Pengendalian Penyimpanan Berkas MahasiswaPengendalian Penyimpanan Berkas Mahasiswa 8.

8. Identifikasi dan Mampu Telusur ProdukIdentifikasi dan Mampu Telusur Produk 99 Pengendalian Proses PerkuliahanPengendalian Proses Perkuliahan

E

L

9.9. Pengendalian Proses PerkuliahanPengendalian Proses Perkuliahan 10.

10. Inspeksi dan PengujianInspeksi dan Pengujian 11.

11. Pengendalian Peralatan Inspeksi dan PengukuranPengendalian Peralatan Inspeksi dan Pengukuran 12.

12. Status Inspeksi dan PengujianStatus Inspeksi dan Pengujian

L

E

M

13.

13. Pengendalian Produk yang Tidak SesuaiPengendalian Produk yang Tidak Sesuai 14.

14. Tindakan Perbaikan dan PencegahanTindakan Perbaikan dan Pencegahan 15.

15. Penanganan, PenyimpanganPenanganan, Penyimpangan 16.

16. Pengendalian Catatan MutuPengendalian Catatan Mutu

E

N

16.

16. Pengendalian Catatan MutuPengendalian Catatan Mutu 17.

17. Audit Mutu InternalAudit Mutu Internal 18. 18. Pengembangan SDMPengembangan SDM 19. 19. PelayananPelayanan T k ik S i ik T k ik S i ik 20.

(23)

B d k P b Si t M j M t l t

B d k P b Si t M j M t l t

Berdasarkan Pengembangan Sistem Manajemen Mutu, elemen mutu Berdasarkan Pengembangan Sistem Manajemen Mutu, elemen mutu

standar dikelompokan menjadi 5 (lima) elemen utama yaitu : standar dikelompokan menjadi 5 (lima) elemen utama yaitu :

1.

1. Sistem Manajemen MutuSistem Manajemen Mutu 2.

2. Tanggung Jawab ManajemenTanggung Jawab Manajemen 33 Manajemen Sumber DayaManajemen Sumber Daya 3.

3. Manajemen Sumber DayaManajemen Sumber Daya 4.

4. Realisasi Produk Realisasi Produk  Aktifitas Aktifitas Proses Proses  Prosedur

Prosedur

55 Pengukuran Analisis dan Peningkatan/PerbaikanPengukuran Analisis dan Peningkatan/Perbaikan 5.

5. Pengukuran, Analisis dan Peningkatan/PerbaikanPengukuran, Analisis dan Peningkatan/Perbaikan 

 Dijabarkan dalam : Prosedur Sistem (8 Prosedur)Dijabarkan dalam : Prosedur Sistem (8 Prosedur) dan Prosedur Aktifitas Standar (12 Prosedur)

(24)

6

6)) Prosedur Kerja

Prosedur Kerja

6

6)). Prosedur Kerja

. Prosedur Kerja

Prosedur Kerja : Prosedur Kerja :jj

adalah pedoman kerja berisi adalah pedoman kerja berisi

mekanisme dan urutan/proses kerja mekanisme dan urutan/proses kerja

d i k i / k ifi d i

d i k i / k ifi d i

dari suatu kegiatan/aktifitas pada satu unit dari suatu kegiatan/aktifitas pada satu unit dalam rangka menunjang penerapan

dalam rangka menunjang penerapan sistem manjemen mutu

sistem manjemen mutujj -- urutan kerja urutan kerja

-- yang mengerjakan/penanggung jawabyang mengerjakan/penanggung jawab -- kapan / berapa lama mengerjakan kapan / berapa lama mengerjakan

(25)

7

7)). Instruksi Kerja

. Instruksi Kerja

7

7)). Instruksi Kerja

. Instruksi Kerja

Instruksi Kerja :

Instruksi Kerja :

Instruksi Kerja :

Instruksi Kerja :

Instruksi Kerja

Instruksi Kerja adalah dokumen

adalah dokumen

m k ni m k rj

n m n t r

r

m k ni m k rj

n m n t r

r

mekanisme kerja yang mengatur secara

mekanisme kerja yang mengatur secara

rinci

rinci dan jelas

dan jelas urutan suatu aktifitas yang

urutan suatu aktifitas yang

h

lib k

f

i

h

lib k

f

i

hanya melibatkan satu fungsi saja

hanya melibatkan satu fungsi saja

sebagai pendukung Prosedur Mutu atau

sebagai pendukung Prosedur Mutu atau

Prosedur Kerja

(26)

88)) Wewenang & Tanggung jawab

Wewenang & Tanggung jawab

88)). Wewenang & Tanggung jawab

. Wewenang & Tanggung jawab

Wewenang dan Tanggung Jawab: Merupakan Wewenang dan Tanggung Jawab: Merupakan dokumen yang menjelaskan tentang wewenang dokumen yang menjelaskan tentang wewenang dokumen yang menjelaskan tentang wewenang dokumen yang menjelaskan tentang wewenang dan tanggung jawab setiap jabatan yang tercakup dan tanggung jawab setiap jabatan yang tercakup dalam lingkup penerapan Sistem Manajemen Mutu dalam lingkup penerapan Sistem Manajemen Mutu dari suatu intitusi/lembaga WT berisi:

dari suatu intitusi/lembaga WT berisi: dari suatu intitusi/lembaga. WT berisi: dari suatu intitusi/lembaga. WT berisi: -- kedudukan jabatan dlm organisasikedudukan jabatan dlm organisasi -- kualifikasi jabatankualifikasi jabatanjj

-- atasan langsungatasan langsung -- masa jabatanmasa jabatan

i d t

i d t

-- uraian wewenang dan tanggunguraian wewenang dan tanggung jawabnya.

(27)

99)) Daftar Catatan Mutu

Daftar Catatan Mutu

99)). Daftar Catatan Mutu

. Daftar Catatan Mutu

Daftar Catatan Mutu :

Daftar Catatan Mutu :

Daftar Catatan Mutu :

Daftar Catatan Mutu :

Merupakan catatan hasil pelaksanaan

Merupakan catatan hasil pelaksanaan

Sistem Manajemen Mutu yang harus

Sistem Manajemen Mutu yang harus

Sistem Manajemen Mutu yang harus

Sistem Manajemen Mutu yang harus

disimpan dan dipelihara sesuai dengan

disimpan dan dipelihara sesuai dengan

ketentuan yang berlaku

ketentuan yang berlaku 

 Sistem

Sistem

ketentuan yang berlaku.

ketentuan yang berlaku. 

 Sistem

Sistem

Pengarsipan/Pendokumentasian

(28)

7

7. Tahap Tahap Penerapan

. Tahap Tahap Penerapan

Sistem Penjaminan M t

Sistem Penjaminan M t

Sistem Penjaminan Mutu

Sistem Penjaminan Mutu

(1). Tahap Persiapan

( ) p p

Komitmen

Tim /Unit Sistem Mutu

 BPM

 Quality Assurance Office

i k i i

Lingkup SPM : - Organisasi: S1, S2

- Area: akademik, keuangan

Konsultan/mitraKonsultan/mitraPelatihan

SchedulingScheduling

(29)

((22)). Tahap Dokumentasi

. Tahap Dokumentasi

Pelatihan Penyusunan Dokumen

Pelatihan Penyusunan Dokumen

Penulisan dokumen

Penulisan dokumen

Penulisan dokumen

Penulisan dokumen

~

~ Manual Mutu

Manual Mutu

~ Kebijakan Mutu

~ Kebijakan Mutu

~ Kebijakan Mutu

~ Kebijakan Mutu

~ Sasaran Mutu

~ Sasaran Mutu

~ Rencana Mutu

~ Rencana Mutu

Rencana Mutu

Rencana Mutu

~ Prosedur Mutu

~ Prosedur Mutu

~ Prosedur Kerja

~ Prosedur Kerja

~ Instruksi Kerja

~ Instruksi Kerja

~ Wewenang dan Tanggungjawab

~ Wewenang dan Tanggungjawab

D f

C

M

D f

C

M

~ Daftar Catana Mutu

~ Daftar Catana Mutu

(30)

Metode penyusunan

Metode penyusunan

~ dari bawah

~ dari bawah  pelatihan, diskusipelatihan, diskusi d i t

d i t  kk d i ti /BPM d i ti /BPM ~ dari atas

~ dari atas  konsep dari tim/BPMkonsep dari tim/BPM 

(31)

(4)

(4). Tahap Implementasi dan Evaluasi

. Tahap Implementasi dan Evaluasi

( )

( )

p

p

p

p

 

Sosialisasi

Sosialisasi

 

Sosialisasi

Sosialisasi

Awareness training

Awareness training

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu oleh unit

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu oleh unit

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu oleh unit

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu oleh unit

Monitoring

Monitoring

A di M

I

l (AMI)

A di M

I

l (AMI)

Audit Mutu Internal (AMI)

Audit Mutu Internal (AMI)

Evaluasi melalui : RTM (Rapat Tinjauan

Evaluasi melalui : RTM (Rapat Tinjauan

jj

Manajemen.

Manajemen.

(32)

(4)

(4). Tahap Perbaikan dan penyempurnaan

. Tahap Perbaikan dan penyempurnaan

( )

( )

p

p

p y

p y

p

p

Hasil implementasi dan evaluasi merupakan masukan untuk Hasil implementasi dan evaluasi merupakan masukan untuk

l k h b ik d Si M j M

l k h b ik d Si M j M

langkah perbaikan dan penyempurnaan Sistem Manajemen Mutu langkah perbaikan dan penyempurnaan Sistem Manajemen Mutu ::

 ProsedurProsedurProsedurProsedur 

 Sasaran & Rencana MutuSasaran & Rencana Mutu 

 Wewenang & TanggungjawabWewenang & Tanggungjawab 

 Catatan MutuCatatan Mutu 

 Sistem MutuSistem Mutu

Dilakukan terus menerus (Continual Improvement) Dilakukan terus menerus (Continual Improvement) Prinsip : PDCA dilakukan.

(33)

SIKLUS IMPLEMENTASI

SIKLUS IMPLEMENTASI

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

SISTEM PENJAMINAN MUTU

Kebijakan Mutu NSPM (Norma, Standar, Pedoman, Manual) Kebijakan Mutu Sasaran Mutu, Rencana Mutu, Prosedur Mutu Pelaksanaan Monitoring Perbaikan SPM RTM & Tindakan Koreksi Pengukuran dan Evaluasi Diri Audit Mutu

(34)

Kendala Implementasi

Kendala Implementasi

::

1. Komitmen Pimpinan

1. Komitmen Pimpinan

2. Sumber Daya Manusia (SDM)

2. Sumber Daya Manusia (SDM)

-- kemauan

kemauan

-- kemampuan

kemampuan

3. Sistem/Teknologi Informasi

3. Sistem/Teknologi Informasi

(35)

VISI

VISI

V S

V S

Terwujudnya Universitas Islam Indonesia sebagai: Rahmatan Terwujudnya Universitas Islam Indonesia sebagai: Rahmatan lil’alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), lil’alamin, memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan Dakwah, setingkat Universitas yang

pada masyarakat dan Dakwah, setingkat Universitas yang berkualitas di negara

(36)

KEBIJAKAN MUTU

KEBIJAKAN MUTU

KEBIJAKAN MUTU

KEBIJAKAN MUTU

Universitas Islam Indonesia sebagai Universitas bermutu Universitas Islam Indonesia sebagai Universitas bermutu gg menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat, menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu ke

menguasai ilmu ke--Islaman dan mampu menerapkan nilaiIslaman dan mampu menerapkan nilai--nilai Islami serta berdaya saing tinggi

(37)

SASARAN MUTU

SASARAN MUTU

SASARAN MUTU

SASARAN MUTU

1

1 Berkarya dalam tahun pertama minimal 70 %Berkarya dalam tahun pertama minimal 70 %

1

1. Berkarya dalam tahun pertama minimal 70 %. Berkarya dalam tahun pertama minimal 70 % 2. Tepat Waktu Studi minimal 80 %

2. Tepat Waktu Studi minimal 80 % 3. Nilai Kinerja Dosen

3. Nilai Kinerja Dosen  3,00 minimal 90 %3,00 minimal 90 % 4. Indeks Prestasi MKKU bidang Agama

4. Indeks Prestasi MKKU bidang Agama  3,00 minimal 90 %3,00 minimal 90 % 5. Nilai Praktek Ibadah dengan hasil “baik” minimal 90 %

5. Nilai Praktek Ibadah dengan hasil “baik” minimal 90 % 6. Nilai Latihan Kepemimpinan Islam Dasar dengan hasil 6. Nilai Latihan Kepemimpinan Islam Dasar dengan hasil

“baik” minimal 90 % “baik” minimal 90 %

(38)

STRUKTUR ORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENJAMINAN MUTU BADAN PENJAMINAN MUTU

Kepala

Badan Penjaminan Mutu

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang Pelatihan & Kerjasama (KPKS) Kepala Bidang Pengukuran Statistik & Sistem Infromasi Kepala Bidang Pengendali Sistem Mutu (KPSM) Kepala Bidang Audit Mutu Internal (KAMII) (KPSSI) Staf Administrasi Koordinator Pengendali Dokumen Pengendali Sistem Mutu Fakultas Fakultas

(39)

Referensi

Dokumen terkait

Dari studi karakter 2 jenis pompa yang telah diulas dalam teori, akan dilakukan pemilihan jenis pompa dengan mempertimbangkan syarat yang dibutuhkan sistim untuk mengalirkan

Survey untuk mengindentifikasi preferensi daya terima (acceptability) dari masyarakat terhadap rencana kenaikan harga LPG 12 dan preferensi kecenderungan terjadinya

Untuk bangunan di perkotaan lebih baik menggunakan pagar tanaman yang dapat menyerap polusi dengan baik, jenis tanaman pagar yang dapat menyerap polusi adalah jenis bambu,

[r]

Keseimbangan antara rohani dan spiritual juga rusak, jika rohani dan spiritual seimbang, akil tidak akan melakukan hal yang melanggar apa

Penelitian ini secara umumbertujuan untuk mengetahui hubungan keterpaparan media massa, uang jajan, dan dukungan orang tua dengan perilaku konsumsi buah dan

Berdasarkan masalah status gizi yang ditemukan pada siswa SD Negeri 060841 Medan, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh metode ceramah terhadap