LAPORAN KAMPANYE #SOBATHIUPARI
Disusun oleh Rekam Jejak Alam Nusantara (Rekam Nusantara), Maret 2018
Strategi Dan Aktivitas Kampanya #SobatHiuPari
Strategi pada tahap awal kampanye #SobatHiuPari adalah mengutamakan penyadartahuan publik mengenai pentingnya hiu dan pari bagi laut, dan demi keberlangsungan perikanan yang sehat dan berkelanjutan. Untuk mensosialisasikan informasi ini, tim Rekam Nusantara menyusun strategi untuk mengemas pesan dan memaksimalkan saluran pesan berupa website melalui hiupari.info.
Dalam aktivitas ini, dukungan media digital (Facebook, twitter, Instagram) memiliki peran penting dalam penguatan kampanye #SobatHiuPari, khususnya dalam meningkatkan brand awareness dan mempromosikan kampanye secara tepat waktu, pribadi, serta relevan dengan jangkaun yang luas. Oleh karena itu, untuk kampanye yang sukses, website dan media sosial merupakan dua media digital yang tidak bisa dipisahkan.
Selama proses pembuatan website, tim Rekam Nusantara melakukan publikasi konten melalui media sosial sejak Oktober 2017 dan mengarahkan audiens untuk mengunjungi hiupari.info setelah situs ini diluncurkan.
Website
● Website www.hiupari.info aktif pada 25 Januari 2018, yang diawali dengan informasi umum tentang hiu dan pari, termasuk 10 fun fact dan perlindungan khusus hiu paus dan pari. ● Sampai dengan saat ini wesbite hiupari.info telah menyediakan informasi kampanye yang terdiri dari 10 funfact, 4 infografis, trivia berhadiah dan 2 video pendek yang membahas seputar hiu dan pari di Indonesia.
Key stats
Metric Data Number of visits 8,931 Pages viewed 11,550 Bounce Rate 92.44% Average time spent browsing 00:00:30
● Kampanye #SobatHiuPari melalui website www.hiupari.info dimulai per 25 Januari - 27 Maret 2018. Dari periode tersebut pertumbuhan jumlah visitor mencapai 8931 user. Untuk visitor tertinggi terjadi pada di tanggal 5 Februari 2018 sebanyak 426 pengunjung dan tanggal 15 Februari 2018 sebanyak 408 pengunjung.
● Selama periode kampanye, ada 11.550 visitor atau pengunjung yang mengakses wesbite hiupari.info
● Website hiupari.info di desain dengan tipe satu halaman agar pengunjung lebih fokus terhadap isi konten. Meskipun desain dengan tipe tersebut memiliki bounce rate yang tinggi (92,44%). Di
mana dari rata-rata pengunjung hanya datang untuk melihat satu halaman di website hiupari.info dengan waktu yang tidak terlalu lama (30 detik) dan langsung keluar dari website. Tetapi bounce rate bukanlah faktor utama karena website tipe satu halaman memang selalu memiliki angka bounce rate yang tinggi.
●
Desain website hiupari.info sudah cukup baik meskipun ada bagian yang masih terlalu banyak teks. Seperti pada halaman perlindungan khusus. Melihat tren website saat ini, konten visual lebih mendominasi dengan teks yang tidak terlalu panjang namun padat informasi serta menggunakan kalimat yang ringan untuk dibaca.Visitors by Campaign Periode
● Dari keseluruhan pengunjung baru (new visitor) 8931 (94,6%), hanya 507 pengunjung (5,4%) yang kembali mengakses website hiupari.info.
●
Penambahan pengunjung baru juga terjadi secara berkala selama periode kampanye meskipunpada akhir periode mengalami sedikit penurunan.
Visitor Demography (Gender, Age, City)
● Dengan dukungan Ads (iklan digital) di setiap konten media sosial, kampanye #SobatHiuPari terdistribusi dengan baik di 10 Kota besar dan 33,5% di dominasi oleh pengunjung dengan usia 25-34 tahun dan berlanjut di usia 18-24 tahun.
Source of visitors
Metric Visitors Search Engines 69
Direct Entry 434 Instagram Stories 7469 Facebook 800
● Instagram stories mendapatkan respon yang baik dalam kampanye #SobatHiuPari dengan 7469 pengunjung. Untuk promosi kampanye, Instagram Stories menggunakan Ads (iklan digital) untuk meningkatkan pengunjung secara tepat waktu, pribadi, serta relevan dengan jangkaun yang luas. Sebagai salah satu media promosi, facebook ikut menambahkan pertumbuhan pengunjung website hiupari.info. Dengan menambahkan Ads pada setiap konten, facebook fanpage @inaturefilms ikut memberikan penambahan jumlah pengunjung sebesar 800.
● Pengunjung yang mengakses #SobatHiuPari secara langsung (mengetikkan www.hiupari.info pada browser) cukup signifikan dengan pertumbuhan sebesar 434 pengunjung ● Sedangkan yang mengakses website dari mesin pencarian (google) sebesar 69 pengunjung.
Device usage
Visitors using Desktops or Laptops
Metric Visitors Number of visits 363 Pages viewed 1678,2
Visitors using Smartphone (iPhone, etc)
Metric Visitors Number of visits 8484 Pages viewed 9774,8
Visitors using Tablets (iPad, etc)
Metric Visitors Number of visits 90 Pages viewed 97
●
Untuk keseluruhan pengunjung yang mengakses website hiupari.info didominasi oleh Smartphone sebanyak 8484 pengunjung. Sedangkan pengunjung lainnya memilih Laptop/PC(363 pengunjung) dan tablet (90 pengunjung) untuk mengakses website.
MEDIA SOSIAL
Facebook Fanpage @Inaturefilms
Date Image Post Reach Engagement
(Like, Share, Comments) Note 26/10/17 Image: Motion #SobatHiuPari adalah sebuah kampanye kolaboratif sebagai upaya memperkenalkan dan meningkatkan kepedulian serta wawasanmu tentang Hiu dan Pari di Indonesia. 39,808 5,721 Video View: 6,024 28/10/17 Hiu dan Pari berperan sebagai indikator laut yang sehat. Namun, populasinya semakin mengalami penurunan dan menjadi ancaman yang serius bagi keseimbangan ekosistem laut. 88,001 23,083 30/10/17 Tahukah kamu? Mitos mengatakan kalau sirip Hiu diyakini punya banyak manfaat dan berkhasiat bagi kesehatan. Faktanya, Hiu memiliki kandungan Merkuri tinggi dan mereka lebih membutuhkan siripnya daripada kita! #SobatHiuPari 39,793 17,369 6/11/17 Ada lebih dari 1250 total spesies Hiu, Pari dan Hiu Hantu di Dunia. Faktanya ada sekitar 17% spesies 181,971 9,268 Video View: 50,615
Image: Motion tersebut terdapat di Indonesia. 15/11/17 Mari mengenal bagaimana peran Hiu dan Pari bagi laut kita karena saat ini mereka terancam punah! Dukung #SobatHiuPari agar Hiu dan Pari tetap lestari demi laut yang sehat. 59,292 18,505 21/11/17 Tahukah #SobatHiuPari, mitos mengatakan kalau insang Pari Manta bermanfaat mengobati berbagai penyakit. Faktanya, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah tentang khasiatnya. Justru Pari Manta lebih membutuhkan insangnya daripada kita. 4,068 394 6/12/17 Selain sirip hiu yang memiliki permintaan pasar yang tinggi; tulang, daging, kulit dan minyak Hiu juga menjadi komoditi yang marak diperdagangkan lho! #SobatHiuPari 23,828 14,074
9/12/17 Ternyata pari bukan hanya insang yang diperjualbelikan, tapi dagingnya dikonsumsi dan kulitnya pun diminati! Inilah alasan meningkatnya angka penangkapan ilegal yang mengakibatkan populasi pari menurun. #SobatHiuPari 139,129 54,007 15/12/17 Tingkat penangkapan pari yang tinggi membuat populasinya menurun. Tapi tahukah kamu, sebagai pemakan plankton pari sangat berperan dalam ekosistem laut? Selain diduga membantu pemindahan karbon atmosfer ke laut, pari ikut mengatur perubahan iklim kita lho! #SobatHiuPari 61,626 27,068 18/12/17 Selain pemanfaatan yang tinggi di Indonesia, hiu juga memiliki pertumbuhan yang lambat. Kedua hal tersebut menyebabkan hiu rentan terhadap kepunahan. #SobatHiuPari 95,515 31,273
21/12/17 Laju pertumbuhan pari manta amat rendah, tidak sebanding dengan perburuan pari manta yang tinggi. Kondisi seperti ini membuat keberadaannya terancam, padahal jika dapat terus hidup pari manta bisa mencapai usia 40 tahun lho! #SobatHiuPari 13,583 844 4/1/18 Potensi hiu paus sebagai objek wisata ternyata lebih bernilai daripada menjadi santapan. Dari wisata ini, kita bisa menghasilkan Rp 25 miliar per ekornya lho! Dengan menjaganya tetap hidup, kita telah melindungi hiu paus, laut, dan pariwisata Indonesia. Siapa diantara #SobatHiuPari yang pernah melihat hiu paus secara langsung? 58,467 23,879 7/1/18 Pariwisata berbasis pari manta di Indonesia merupakan yang terbesar ketiga di dunia! Dengan perkiraan nilai pariwisata sebesar Rp 195 miliar per tahun, tentunya melindungi populasi pari manta sangat penting daripada melakukan 31,611 16,367
perburuan untuk diperdagangkan. #SobatHiuPari 18/1/18 Tahukah kamu, konvensi internasional tentang perdagangan tumbuhan dan satwa liar (CITES) menetapkan pari gergaji yang masuk dalam Appendiks I CITES. Artinya seluruh spesies tumbuhan & satwa liar yang masuk dalam daftar Appendix I adalah spesies yang terancam punah dan dilindungi dari segala bentuk perdagangan. #SobatHiuPari 25,285 13,669 22/1/18 Dari 221 hiu dan pari di Indonesia, ternyata ada 3 spesies yang dilindungi penuh oleh pemerintah Indonesia lho! Yaitu pari gergaji, hiu paus, dan pari manta. Jadi, spesies-spesies tersebut dilindungi dari penangkapan dan segala bentuk pemanfaatannya. 80,696 40,223 26/1/18 Mau mencari informasi tentang hiu dan pari di Indonesia? Nah, sekarang kamu sudah bisa kunjungi www.hiupari.info 33,558 715 Video View: 7,309
Tahukah kamu? Konvensi internasional tentang perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar (CITES) menetapkan 7 spesies hiu dan pari yang masuk dalam Appendiks II CITES. Artinya spesies ini tidak terancam punah dan mungkin akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. 79,094 13,929 Konten ketika di klik akan mengarah ke website hiupari.info 9/2/18 Selain ditetapkan Appendiks II dalam konvensi Internasional tentang perdagangan tumbuhan dan satwa liar, Indonesia juga memberikan perlindungan dalam pemanfaatan hiu koboi & hiu martil lho! yaitu larangan ekspor bagi kedua spesies ini. #SobatHiuPari Yuk, cari tahu tentang hiu dan pari Indonesia di www.hiupari.info 17,047 7,576 TOTAL 993,278 304,035
Selama periode kampanye, tim Rekam Nusantara telah mengunggah 18 konten dengan variasi kemasan berupa custom image dan motion image terkait woro-woro #SobatHiuPari, ajakan mengunjungi web hiupari.info, gambaran umum hiu dan pari di Indonesia, ancaman dan dampak, pentingnya hiu dan pari, perlindungan terhadap hiu dan pari, dan perikanan berkelanjutan.
Jumlah audiens yang telah terpapar konten #sobathiupari melalui Facebook Fanpage @inaturefilms mencapai 993,278 dengan total engagement (like, share, comments) 304, 035. Estimasi engagement per
1 post adalah 16,891. Hal ini didukung dengan optimasi Ads yang dilakukan sejak awal kampanye berjalan.
PELUNCURAN KAMPANYE #SOBATHIUPARI
Untuk mengoptimalkan kampanye ini dan membangun kesadaran publik, #SobatHiuPari juga diperkenalkan melalui sebuah acara peluncuran yang melibatkan banyak pihak dengan aktivitas sebagai berikut:
• Acara peluncuran #SobatHiuPari dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 di Goethe-Haus Jakarta, yang memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 300 peserta.
• Desain promo kit seperti teaser, ajakan, poster rangkaian, konten hitung mundur acara, dan tiket online evenbrite disiapkan 2 minggu sebelum acara peluncuran. Untuk promo kit terdistribusi di semua aset digital INFIS dan WCS Indonesia. Ads (iklan digital) pada konten promo juga dilakukan agar menjangkau lebih banyak target audiens. • Tiket online yang disediakan sebanyak 200 melalui Eventbrite dan hanya dengan 2-3 hari tiket online telah habis sebelum acara peluncuran. Dari 200 tiket online, 80 pengunjung pertama yang registrasi mendapatkan merchandise dengan branding khusus #SobatHiuPari. Ini menunjukkan antusias pengunjung yang ingin berpartisipasi dalam acara peluncuran, meskipun dari 200 tiket online tersebut hanya 150 pengunjung yang melakukan registrasi ulang di saat acara peluncuran. • Saat registrasi dimulai pukul 14.30 WIB, beberapa peserta telah hadir sebelum acara pembukaan. Meskipun jumlah seluruh peserta yang hadir masih dibawah target; yakni sebanyak 250 dari target 300 peserta yang hadir, acara peluncuran situs web hiupari.info terbilang mampu menarik perhatian, baik dari kalangan pelajar, institusi, lembaga konservasi, perorangan, ataupun pemerintah.
• Rencana menggunakan media streaming selama acara berlangsung terpaksa dihentikan. Hal ini dikarenakan jaringan provider maupun jaringan nirkabel pada ruangan kurang mendukung. Sehingga sulit untuk mengakses layanan streaming Facebook.
• Yokyok Hadiprakarsa dari Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, ikut memberikan sambutan di awal, mengenai latar belakang dan langkah positif yang tengah diupayakan untuk melindungi kedua spesies prioritas, yakni hiu dan pari. Termasuk bagaimana mengimplementasikan gagasan terkait pemanfaatan, dan pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan.
• Pemutaran film “Hiu dan Pari”, serta “Ocean and Us” merupakan salah satu pemantik diskusi terkait pentingnya kampanye #SobatHiuPari untuk menyebarkan pesan, sekaligus mendorong kepedulian masyarakat secara umum akan peran kedua spesies tersebut bagi ekosistem laut. Penjelasan singkat sebelum pemutaran film, ikut membantu para peserta untuk memahami isu yang terjadi, dan tujuan yang akan dicapai secara bersama-sama terhadap perlindungan hiu dan pari.
• Panitia juga mengajak audiens yang hadir untuk berpartisipasi dalam trivia quiz dengan hadiah berupa merchandise #SobatHiuPari
• Sesi diskusi pun melibatkan sejumlah sektor yang berpengalaman, baik dari segi regulasi, penelitian, media, serta praktik konservasi mengenai hiu dan pari. Antara lain, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut; Setiono, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), Efin Muttaqien; Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, Elsia Yuanti; dan Ahmad Mukharror “Gharonk”, instruktur selam spesialis konservasi hiu. Pemaparan yang dilakukan oleh masing-masing pembicara mengupas topik yang beragam.
• Setiono yang mewakili Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, membahas soal kebijakan terkait perlindungan yang tengah diupayakan untuk sub-spesies tertentu hiu dan pari. Efin Muttaqien dari WCS-IP, merujuk dari data penelitian di lapangan, memaparkan sejumlah isu, wacana, sekaligus rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan hiu dan pari secara berkelanjutan. Gharonk pun ikut memaparkan fakta menarik selama terlibat menjadi penyelam, sekaligus ‘sahabat’ hiu. Pengalamannya di bidang wisata hiu, ikut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, sehingga para peserta pun tertarik untuk menikmati wisata hiu. Beberapa di antaranya berlokasi di Morotai, Maluku Utara, dan Derawan, Kalimantan Timur. Kemudian, Elsia Yuanti dari Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara, turut menjelaskan peran media digital dalam menyebarluaskan pesan kunci mengenai urgensi, serta perlindungan hiu dan pari. Salah satunya dengan menampilkan film “Hiu dan Pari”.
• Sesi tanya jawab diramaikan oleh 6 penanya, dengan masing-masing tiga penanya di dua sesi. Pertanyaan pun langsung dijawab secara terbuka oleh pembicara yang hadir. Adapun sejumlah peserta yang belum berkesempatan untuk bertanya, ikut menanyakan kepada para pembicara yang hadir setelah acara peluncuran selesai. Hal ini menunjukkan optimisme terhadap pengawasan, serta keberlangsungan upaya konservasi hiu dan pari.
• Dapat disimpulkan bahwa rasa ingin tahu peserta yang hadir, terbilang cukup besar karena ada yang berminat untuk bekerja bersama tim advokasi media RJAN dan WCS-IP, serta menanyakan keberlanjutan setelah diluncurkannya kampanye digital #SobatHiuPari.
• Didukung dengan ruang yang kondusif, dan peralatan teknis lainnya yang baik. Media audio-visual pendukung seperti audio-visual backdrop melalui layar panggung dipersiapkan dengan baik di setiap sesi rangkaian. Sehingga visual backdrop akan berganti sesuai dengan rangkaian yang sedang berlangsung.
• Acara peluncuran kampanye #SobatHiuPari pun turut dimeriahi oleh penampilan spesial dari “Akar Bambu”.
ANALISA MEDIA
Tiga artikel yang membahas peluncuran situs web hiupari.info, banyak mengambil gagasan, serta langkah-langkah advokasi yang sedang diupayakan oleh WCS-IP dan Yayasan Rekam Nusantara, terkait perlindungan hiu dan pari. Kedua spesies ini disebutkan masih dalam keadaan terancam, dan membutuhkan kesadaran seluruh pihak. Baik dari aparat penegak hukum, pemerintah, perusahaan pengekspor atau penyedia jasa transportasi, dan institusi terkait. Paling tidak, dengan berhenti memakan produk turunan hiu dan pari, kita telah membantu menghentikan permintaan produk kedua spesies tersebut di pasar. Sehingga ketika angka permintaannya turun, harga pun ikut menurun, dan nelayan tidak perlu menangkap hiu dan pari untuk diperjualbelikan di pasar.
Selain itu, ketiga artikel menekankan pentingnya data dan informasi yang berkualitas, untuk menunjang perlindungan penuh hiu dan pari. Terutama bagi sektor yang terlibat dalam perikanan, kelautan, budaya, kesejahteraan sosial, ataupun perdagangan, dan sebagainya. Contoh, Efin menyebutkan akan pentingnya pengelolaan perikanan yang lebih baik dan berkelanjutan, regulasi perlindungan spesies prioritas, dan pengaturan permintaan pasar (Tempo, Kamis, 1 Maret 2018).
Darmawan A. Mukharror dari Shark Diving Indonesia, ikut memaparkan data hasil temuan pariwisata berbasis konservasi hiu di beberapa tempat di dunia. Data tersebut menunjukkan beberapa perbandingan antara pemanfaatan hiu ditangkap, atau dikembangkan untuk pariwisata, dan hasilnya
pun jauh berbeda. Di Fuji, shark tourism berpotensi menghasilkan $4.455.000/hiu, sedangkan penangkapan hiu berpotensi $45, dengan kata lain 99 ribu kali perbandingannya (Landscape Indonesia, Selasa, 27 Februari 2018)
Dengan demikian, #SobatHiuPari terbilang cukup berhasil karena mampu menggiring sejumlah khalayak media, dengan pemberitaan yang baik dan optimis untuk penyelamatan hiu dan pari di Indonesia. Termasuk menjadi salah satu praktik terbaik, dalam menggabungkan hasil riset dan desain visual tentang isu dan potensi dari kedua spesies yang dilindungi; hiu dan pari. Sumber: http://www.mongabay.co.id/2018/02/28/masyarakat-harus-jadi-aktor-utama-kendalikan-eksploitasi-hiu-dan-pari/ https://koran.tempo.co/konten/2018/03/01/428089/Hiu-&-Pari-Terancam-Punah http://www.landscapeindonesia.com/launching-sobat-hiupari/
AKTIVITAS LAINNYA
Tim Rekam Nusantara juga telah menyiapkan materi penyadartahuan berupa poster dan spanduk mengenai status perlindungan hiu paus dan pari manta yang telah dipasang di wilayah Tanjung Luar. Selain itu, trivia quiz #SobatHiuPari masih berjalan di website hiupari.info.