• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Tarakan, Juli 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN. Ir.H.Subono,M.T PEMBINA UTAMA MUDA NIP:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Tarakan, Juli 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN. Ir.H.Subono,M.T PEMBINA UTAMA MUDA NIP:"

Copied!
193
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjat puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat Rahmat dan Ridho-Nya, penyusunan Profil Kesehatan Kota Tarakan Tahun 2014 ini bisa diselesaikan pada waktunya.

Profil Kesehatan merupakan salah satu produk penting dari Sistem Kesehatan Nasional pada umumnya dan Kabupaten / Kota khususnya, dalam upaya memantau dan mengevaluasi pencapaian Visi Dinas Kesehatan Kota Tarakan yang merupakan Modal Dasar bagi tercapainya Visi Indonesia Sehat Tahun 2020. Pada kesempatan ini juga tidak lupa dihaturkan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbangkan peran sertanya dalam proses penyusunan profil kesehatan ini.

Saran dan kritik dari berbagai pihak tetap diharapkan dalam penyempurnaan penyusunan Profil Kesehatan yang akan datang. Semoga profil Kesehatan Tahun 2014 ini dapat berguna dan bermanfaat sebagai bahan informasi Kesehatan di Kota Tarakan.

Tarakan, Juli 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN

Ir.H.Subono,M.T PEMBINA UTAMA MUDA

(3)

ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iv DAFTAR GRAFIK vi

DAFTAR LAMPIRAN viii

BAB I : PENDAHULUAN 1

A. TUJUAN 3

B. RUANG LINGKUP 4

BAB II : GAMBARAN UMUM 6

A. LETAK GEOGRAFIS DAN BATAS WILAYAH 6

B. KEPENDUDUKAN 12

C. SOSIAL EKONOMI 16

BAB III : SITUASI DERAJAD KESEHATAN 29

A. ANGKA KEMATIAN 30

B. ANGKA KESAKITAN 32

C. STATUS GIZI 47

BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN 52

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR 52

B. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAN PENUNJANG 58

C. PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR 62

D. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR 67

(4)

iii

F. PELAYANAN KEFARMASIAN DAN ALKES 73

G. PELAYANAN KESEHATAN DALAM SITUASI BENCANA 78

BAB V : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 80

A. SARANA KESEHATAN 80

B. TENAGA KESEHATAN 83

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN 85

(5)

iv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 : Klimatologi Kota Tarakan Tahun 2014 8

Tabel 2 : Luas dan Penyebaran Masing-masing Ketinggian Wilayah

Daratan di Kota Tarakan Tahun 2014 9

Tabel 3 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Tarakan

dari tahun 2010 sd tahun 2014. 12

Tabel 4 : Jumlah Penduduk Berdasarkan Kecamatan, Luas Wilayah, Persebaran dan kepadatan di Kota Tarakan dari Tahun 2010

s.d 2014. 13

Tabel 5 : Struktur Umur Penduduk dan Angka Beban Tanggungan

Di Kota Tarakan Tahun 2011 sd 2013. 15

Tabel 6 : Persentase penduduk 10 thn ke atas menurut jenjang pendidikan

yang ditamatkan dan jenis kelamin Kota Tarakan Tahun 2014. 17

Tabel 7 : Indikator Ketenagakerjaan Kota Tarakan tahun 2011 sd 2013. 24 Tabel 8 : Data Sepuluh Besar kunjungan penyakit di Puskesmas Tahun 2013 33

Tabel 9 : Data Sepuluh Besar Kunjungan penyakit di Puskesmas

Tahun 2014 34

Tabel 10 : Data Sepuluh Besar Penyakit di Puskemas thn 2013 34

Tabel 11 : Data Sepuluh Besar Penyakit di Puskemas thn 2014 35

Tabel 12 : Data Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan RSUD Tarakan

Penyakit Menular Tahun 2014. 36

(6)

v

Penyakit Tidak menular Tahun 2014 37

Tabel 14 : Data Sepuluh Besar Penyakit Rawat Inap RSUD Tarakan

Penyakit menular Tahun 2013 37

Tabel 15 : Data Kejadian Luar Biasa Puskesmas Kota Tarakan

Puskesmas Tahun 2014 39

Tabel 16 : Data pokok Kusta Tahun 2012,2013,2014 39 Tabe 17 : Angka penemuan kasus BTA (+) di Puskesmas 41 Tabel 18 : Angka kesembuhan kasus BTA (+) Menurut Puskesmas 42 Tabel 19 : Data cakupan penderita ISPA menurut Puskesmas Tahun 2014 43

Tabel 20 : Data Penderita HIV Berdasarkan Pemeriksaan Donor Darah PMI

Dan Kegiatan VCT RSUD Tarakan Tahun 2014. 46

Tabel 21 : Jumlah Kasus Baru HIV,AIDS dan IMS Tahun 2014 45 Tabel 22 : Distribusi Tablet Besi (Fe) pada Bumil Tahun 2014 73

Tabel 23 : Data Apotek di Kota Tarakan Tahun 2014. 76

Tabel 24 : Data Toko Obat di Kota Tarakan tahun 2014 77 Tabel 25 : Batas wilayah kerja dan Jumlah Penduduk Tahun 2014 80 Tabel 26 : Jumlah Rumah Sakit dan Klinik Swasta di Kota Tarakan Tahun 2014. 81 Tabel 27 : Jumlah Laboratorium Klinik Di Kota Tarakan Tahun 2014. 81 Tabel 28 : Jumlah Optik Di Kota Tarakan Tahun 2014. 82 Tabel 29 : Jumlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Kabupaten/Kota Tarakan

Tahun 2014 83

Tabel 30 : Jumlah Tenaga Kefarmasian dan Gizi Di Sarkes Kab/Kota

(7)

vi Tabel 31 : Jumlah Tenaga Kesmas dan Sanitasi di sarkes Kab/Kota

Kabupaten/Kota Tarakan Tahun 2014 84

(8)

vi

DAFTAR GRAFIK

Halaman Grafik 1 : Luas Wilayah Menurut Kecamatan Tahun 2014 11 Grafik 2 : Persebaran Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2014 15 Grafik 3 : Jumlah Penduduk Di Kota Tarakan Tahun 2010-2014 16 Grafik 4 : Persentase Penduduk Usia Kerja Tahun 2010-2013 24

Grafik 5 : Angka Kematian Ibu Tahun 2014 30

Grafik 6 : Angka Kematian Bayi Tahun 2014 30

Grafik 7 : Angka Kematian Balita Tahun 2014 31

Grafik 9 : Jumlah Penderta Diare Tahun 2014 44

Grafik 10 : Jumlah Kasus DBD Tahun 2014 44

Grafik 11 : Jumlah Kasus Malaria Tahun 2014 45

Grafik 12 : Cakupan kunjungan Neonatus Tahun 2013 s.d 2014 49 Grafik 13 : Cakupan Kunjungan Bayi Menurut Puskesmas 2013-2014 49

Grafik 14 : Jumlah Kasus BBLR Di Kota Tarakan Menurut Puskesmas

Tahun 2013 s.d 2014 50

Grafik 15 : Persentase Gizi Buruk Menurut Puskesmas Tahun 2013-2014 51

Grafik 16 : Persentase BGM Menurut Puskesmas Tahun 2013-2014 51

Grafik 17 : Cakupan K1 Dan K4 Menurut Puskesmas Tahun 2013-2014 53

Grafik 18 : Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Menurut Puskesmas

Tahun 2013-2014 54

(9)

vii Grafik 20 : Cakupan Peserta KB Baru dan Aktif Tarakan Tahun 2014 55

Grafik 21 : Persentase Pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan Menurut Puskesmas

Tahun 2013-2014 55

Grafik 22 : Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Puskesmas Tahun 2014 56

(10)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

1

PENDAHULUAN

Visi Dinas Kesehatan Kota Tarakan adalah “Pelayan Setia Mitra Unggul Untuk Hidup Sehat” sedangkan Misi Dinas Kesehatan Kota Tarakan :

a. Menggerakkan pembangunan kota berwawasan kesehatan b. Mendorong kemandirian masyrakat untuk hidup sehat

c. Mewujudkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau

d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta dan lingkungannya.

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemapuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya , sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sector, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Dalam UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dijelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan dimana sasaran pokoknya (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; (2) meningkatnya pengendalian penyakit; (3)

BAB

I

(11)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

2

meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil , tertinggal dan perbatasan; (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan Kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan , obat dan vaksin; serta (6) meningkatkan responsivitas system kesehatan.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigm sehat, Penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional: 1) pilar paradigm sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat; 2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi system rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan; 3) sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Upaya kesehatan ditingkatkan dengan tujuan agar dapat menyelenggarakan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dengan peran serta aktif dari masyarakat. Ini senada dengan tujuan pembangunan kesehatan yakni tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional.

Dalam tatanan desentralisasi atau otonomi daerah di bidang kesehatan, kualitas dari sistim informasi kesehatan sangat di tentukan oleh kualitas dari sistim kesehatan kabupaten / kota. Sistem Kesehatan Nasional yang bersifat umum tentu tidak dapat diterapkan begitu saja di daerah – daerah otonomi. Daerah otonomi justru mengandung semangat untuk memperhatikan masalah –masalah spesifik daerah, kebutuhan dan aspirasi masyarakat daerah serta unsur yang muncul dan berkembang di daerah.

(12)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

3

Dengan disusunnya Profil Kesehatan Kota Tarakan ini, dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam memandang dan mengevaluasi sasaran guna mendukung pencapaian kota sehat dalam rangka desentralisasi kesehatan khususnya pada tahun berjalan yang akan di gunakan untuk menyusun rencana tahun berikutnya.

A. T U J U A N 1. Tujuan Umum

Profil Kesehatan dibuat dengan tujuan, upaya penyediaan data / informasi yang tepat dan benar serta sesuai kebutuhan dalam rangka kebutuhan bahan evaluasi pencapaian kabupaten / kota secara berhasil guna dan berdaya guna.

2. Tujuan Khusus

a. Diperolehnya data / informasi umum tentang kondisi kesehatan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna.

b. Diperolehnya data / informasi umum tentang lingkungan Kota Tarakan yang meliputi data lingkungan fisik / Biologi, perilaku kesehatan masyarakat, data demografi dan sosial ekonomi.

c. Diperolehnya data / informasi status kesehatan masyarakat di Kota Tarakan yang meliputi angka kematian, angka kesakitan dan status gizi.

d. Diperolehnya data / informasi tentang upaya kesehatan dan kebijaksanaan di Kota Tarakan yang meliputi, cakupan kegiatan dan sumber daya kesehatan serta informasi mengenai kebijaksanaan program yang sedang berjalan saat ini di Kota Tarakan.

e. Diperolehnya data / informasi dari lintas sektor terkait dalam upaya mendukung peningkatan status gizi dan pengembangan status kesehatan masyarakat di Kota Tarakan.

f. Tersedianya instrumen untuk bahan penyusunan perencanaan kegiatan / program kesehatan tahun berikutnya di Kota Tarakan.

(13)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

4

g. Tersedianya wadah intergrasi berbagai data yang telah dikumpulkan oleh berbagai sistem pencatatan dan pelaporan yang ada di puskesmas, rumah sakit maupun unit – unit kesehatan lainnya di Kota Tarakan.

h. Tersedianya alat untuk memacu penyempurnaan sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan.

i. Tersedianya bahan untuk penyusunan profil kesehatan tingkat Propinsi dan Nasional.

B. RUANG LINGKUP 1. Jenis Data / Informasi

Data / informasi yang dikumpulkan untuk penyusunan profil kesehatan Kota Tarakan adalah :

a. Data umum dan lingkungan yang meliputi data lingkungan fisik / biologi, prilaku kesehatan masyarakat, data demografi, pendidikan sosial dan ekonomi.

b. Data status kesehatan yang meliputi angka kematian, angka kesakitan dan status gizi.

c. Data upaya kesehatan yang meliputi kegiatan pelayanan kesehatan dan sumber daya kesehatan serta informasi mengenai kebijaksanaan

(14)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

5 2. Sumber Data

Data / Informasi yang digunakan dalam penyusunan profil kesehatan Kota Tarakan bersumber dari Sistem Informasi Puskesmas ( Simpus ) yang ada di Departemen kesehatan yaitu : SP2TP, data-data dari setiap program dan data lain- lain, diantaranya adalah data pendukung lainnya dari BPS Kota Tarakan, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan dan Pemakaman, Dinas Kependudukan dan Capil, PMI Kota Tarakan, Polres Tarakan, RSU TK.I Tarakan, PT.Askes, PT.Jamsostek serta hasil studi atau survey khusus yang diadakan di Kota Tarakan yang bersangkutan.

3. Periode Data

Data yang dikumpulkan merupakan data tahunan dalam periode tahun kalender ( Januari sampai dengan Desember ).

(15)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

6

GAMBARAN UMUM

A. Letak Geografis dan Batas Wilayah

Kota Tarakan sebagai salah satu kota yang merupakan bagian dari Propinsi Kalimantan Utara memiliki kedudukan dan peran yang penting baik dalam lingkup nasional maupun propinsi karena lokasi geografisnya yang strategis.

Jika dilihat dari letak Kota Tarakan berdasarkan Peta Dunia, terlihat bahwa Kota Tarakan berbatasan dengan Negara Malaysia, Brunei dan Filipina. Sebagai pintu gerbang untuk wilayah Kalimantan Utara maka Kota Tarakan dipilih sebagai basis pertahanan dan keamanan TNI-AL, dan jika dilihat dari perkembangan kota jika dibandingkan dengan kota lain Kota Tarakan secara fisik dan ekonomi relative lebih maju dari kota lain disekitarnya.

Kota Tarakan secara geografis terletak antara 1170 34’ Bujur Barat dan 117038 ’ Bujur Timur serta diantara 3019 Lintang Utara dan 3020 Lintang Selatan. Luas Kota Tarakan 657,33 km2 dimana 38,2% nya atau 250,80 km2 berupa daratan dan sisanya sebanyak 61,8% atau 406,53 km2 berupa lautan. Letak Kota Tarakan terpisah dari pulau induk Kalimantan dimana merupakan salah satu pintu gerbang pembangunan di wilayah Kalimantan Utara. Di dibagian utara berbatasan dengan pesisir pantai Kecamatan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan dan disebelah selatan berbatasan dengan pesisir pantai Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Sedangkan di sebelah timur juga berbatasan dengan kecamatan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan dan Laut Sulawesi. Selain itu, disebelah barat berbatasan dengan pesisir pantai Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung.

Kecamatan Tarakan Utara merupakan kecamatan terluas diantara kecamatan di Kota Tarakan. Dengan luas 109,36 km² atau sekitar 43,6% dari luas Kota Tarakan. Sedangkan Kecamatan Tarakan Barat termasuk

BAB

(16)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

7

kecamatan yang paling kecil jika dilihat dari luas daratannya yakni hanya 27,89 km² atau 11,12% dari luas daratan Kota Tarakan. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara : Pesisir Pantai Kecamatan Bunyu Timur : Kecamatan Bunyu dan Laut Sulawesi

Selatan : Pesisir Pantai Kecamatan Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan)

Barat : Pesisir Pantai Kecamatan Sesayap (Kabupaten Bulungan)

a. Iklim, Curah Hujan dan Suhu

Secara umum wilayah Kota Tarakan beriklim tropis mempunyai musim yang hampir sama dengan wilayah Indonesia pada umumnya, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan biasanya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan bulan April dan musim kemarau yang terjadi pada bulan April sampai dengan bulan Oktober. Kondisi ini terus berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan pada bulan-bulan tertentu.

Namun dalam tahun – tahun terakhir ini, keadaan musim di Kalimantan Utara termasuk Kota Tarakan kadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak turun hujan sama sekali, begitu juga sebaliknya.

Suhu udara disuatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Secara umum Tarakan beriklim panas dengan suhu udara sepanjang tahun 2014 berkisar 24,60C hingga 31,40C. Selain itu, sebagai daerah beriklim tropis, Kota Tarakan mempunyai kelembapan udara relatif tinggi, berkisar antara 55% sampai dengan 98,8% sepanjang tahun 2014. Kelembapan udara paling rendah terjadi pada bulan maret yang hanya mencapai 43%. Sedangkan kelembapan udara tertinggi terjadi pada bulan April dan Mei mencapai 100%. Untuk rata-rata kelembaban udara sepanjang tahun 2014 tercatat sebesar 84%.

(17)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

8

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografis dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Rata-rata curah hujan tertinggi pada bulan Juli sebesar 601,1 mm dan rata-rata curah hujan terendah, sebesar 161,1 mm terjadi pada bulan Februari. Sedangkan rata-rata curah hujan sepanjang tahun 2014 tercatat sebesar 340,2 mm.

Untuk melihat keadaan iklim di Kota Tarakan s.d Tahun 2014 dapat dilihat pada uraian tabel berikut:

Tabel. 1

Klimatologi Kota Tarakan Tahun 2014

Bulan Curah Hujan (mm) Rata-rata Temperatur Rata-rata Kelembaban Tekanan Udara (mb) Januari 278,5 26,5 84 1012,2 Februari 161,1 26,9 82 1012,0 Maret 386 27,5 81 1012,6 April 490,6 27,7 83 1011,9 Mei 265,8 27,9 85 1011,5 Juni 269,9 27,8 84 1010,1 Juli 601,1 27,3 85 1010,8 Agustus 459,1 27,3 84 1011,6 September 185,4 27,6 83 1011,7 Oktober 317,7 28,2 83 1011,3 November 259 27,7 86 1011,2 Desember 408,3 27,3 87 1010,8 Rata-rata 340,2 27,5 84 1011,5

Sumber : BPS Kota Tarakan 2014

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa Tekanan Udara di Kota Tarakan terendah terjadi pada bulan Juni yakni 1010,1 mb dan tertinggi pada bulan Maret yakni 1012,6 mb.

(18)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

9 b. Topografi dan Kelerengan

Wilayah Kota Tarakan secara mortofotografi terdiri atas daerah daratan berupa rawa pantai dan tegalan serta perbukitan landai. Memiliki struktur tanah alluvial butiran halus dan kasar serta tanah lempung yang terendah pada cekungan dan darat rendah. Ketinggian wilayah Kota Tarakan berkisar antara 0 sampai 110 meter di atas permukaan air laut. Wilayah paling luas terletak pada ketinggian 25-100 meter di atas permukaan laut, yaitu seluas 13,092 Ha atau sekitar 52,20%. Sedangkan pada kelas ketinggian 7-25 meter, luas wilayah Kota Tarakan sebesar 8,940 Ha atau sebesar 35,65 %. Dan yang paling kecil adalah wilayah yang berada pada ketinggian 100-110 meter di atas permukaan air laut, yaitu 0,44% atau seluas 111 Ha. Sedangkan sisanya sebesar 11,71% atau seluas 2,937 Ha berada pada ketinggian 0-7 meter di atas permukaan laut.

Tabel 2

Luas dan Penyebaran Masing-masing Ketinggian Wilayah Daratan

Di Kota Tarakan Tahun 2014

Kelas Ketinggian Luas (Ha) Persentase

0-7 2.937 11,71

7,1-25 8.940 35,65

25,1-100 13.092 52,20

100,1-110 111 0,44

Jumlah 25.080 100,00

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Tarakan

Wilayah Kota Tarakan umumnya merupakan daratan rendah, dimana variasi ketinggian tanah antara 0 -110 m di atas permukaan air laut. Bagian rendah berada disepanjang pantai sedangkan bagian tertinggi terdapat di sekitar perbukitan yang tersebar di beberapa kecamatan dan tersebar di Kecamatan Tarakan Tengah dan Barat.

(19)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

10 c. Luas dan Pembagian Wilayah Administrasi

Kondisi Kota Tarakan dengan adanya perkembangan dan pemekaran wilayah sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 23 tahun 1999. maka Kota Tarakan yang sebelumnya terdiri dari 3 Kecamatan dimekarkan menjadi 4 Kecamatan dan 18 Kelurahan. Disamping itu berdasarkan UU No.22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, status desa yang ada di Kota Tarakan seluruhnya berubah menjadi kelurahan. Undang – undang tersebut juga mengubah penyebutan “ Kotamadya Tarakan” menjadi “ Kota Tarakan “. Kemudian untuk pemekaran Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan Perda nomor 8 tahun 2003 pasal 10 terdiri atas 4 Kecamatan dan 20 Kelurahan yaitu :

I. Kecamatan Tarakan Timur ( Luas Wilayah 58, 01 Km 2 ) Terdiri dari 7 kelurahan Yaitu :

1. Kelurahan Mamburungan ( Luas Wilayah 8,51 Km 2 ) 2. Kelurahan Mamburungan Timur ( Luas Wilayah 10,40 Km 2 ) 3. Kelurahan Pantai Amal ( Luas Wilayah 12,15 Km 2 ) 4. Kelurahan Kampung Enam ( Luas Wilayah 11,21 Km 2 ) 5. Kelurahan Kampung Empat ( Luas Wilayah 11,39 Km 2 ) 6. Kelurahan Gunung Lingkas ( Luas Wilayah 3,19 Km 2 ) 7. Kelurahan Lingkas Ujung ( Luas Wilayah 1,16 Km 2 )

II. Kecamatan Tarakan Tengah ( Luas Wilayah 55, 54 Km2 ) Terdiri dari 5 Kelurahan yaitu :

1. Kelurahan Kampung I / Skip ( Luas Wilayah 50,61 Km 2 ) 2. Kelurahan Pamusian ( Luas Wilayah 2,54 Km 2 ) 3. Kelurahan Sebengkok ( Luas Wilayah 1,48 Km 2 ) 4. Kelurahan Selumit ( Luas Wilayah 0,43 Km 2 ) 5. Kelurahan Selumit Pantai ( Luas Wilayah 0,48 Km 2 )

(20)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

11

III. Kecamatan Tarakan Barat ( Luas Wilayah 27,89 Km2 ) Terdiri dari 5 Kelurahan yaitu :

1. Kelurahan Karang Balik ( Luas Wilayah 0,80 Km 2 ) 2. Kelurahan Karang Rejo ( Luas Wilayah 0,76 Km 2 ) 3. Kelurahan Karang Anyar ( Luas Wilayah 5,61 Km 2 ) 4. Kelurahan Karang Anyar Pantai ( Luas Wilayah 8,51 Km 2 ) 5. Kelurahan Karang Harapan ( Luas Wilayah 12,21 Km 2 ) IV. Kelurahan Tarakan Utara ( Luas Wilayah 109,36 Km2 )

Terdiri dari 3 kelurahan yaitu :

1. Kelurahan Juata kerikil ( Luas Wilayah 10,59 Km 2 ) 2. Kelurahan Juata Permai ( Luas Wilayah 14,23 Km 2 ) 3. Kelurahan Juata Laut ( Luas Wilayah 84,54 Km 2 )

Kota Tarakan yang merupakan sebuah pulau yang terletak di wilayah Kalimantan Utara merupakan daerah yang cukup penting dan strategis yang ditandai dengan tingginya mobilitas arus lalu lintas baik laut maupun udara. Adapun persentase luas wilayah kota Tarakan menurut kecamatan dapat dilihat pada grafik berikut ini:

43,60%

11,10% 23,01%

22,10%

Grafik 1. Luas Wilayah Menurut Kecamatan Tahun 2014

Tarakan utara Tarakan Barat Tarakan Timur Tarakan Tengah

(21)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

12 B. KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Kota Tarakan tahun 2014 menurut hasil pengolahan dari database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) adalah 231.741 Jiwa. (Dinas Kependudukan dan catatan Sipil) . Apabila dilihat dari perbandingan penduduk laki-laki lebih banyak daripada penduduk perempuan dengan rasio 112,64 %.

Penyebaran penduduknya boleh dikatakan tidak merata antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lainnya. Untuk ratio jumlah penduduk berdasarkan Jenis Kelamin dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel. 3

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Di Kota Tarakan Dari Tahun 2010 – 2014

Jenis Kela min Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Jml % Jml % Jml % Jml % Jml % Laki-Laki 100.511 52.28 106.900 52.40 102.899 51.76 110.617 52.61 122.771 52.98 Perem puan 91.776 47.72 97.100 47.60 95.915 48.24 99.622 47.39 108.970 47.02 Total 192.287 100 204.000 100 198.814 100 201.329 100 231.741 100

(22)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

13

Adapun gambaran tentang persebaran jumlah penduduk ditiap kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 4

Jumlah Penduduk berdasarkan Kecamatan, Luas Wilayah, Persebaran dan Kepadatan di Kota Tarakan dari Tahun 2010 – 2014

Kecamatan

Luas Wilayah

(Km2)

Jumlah Penduduk Perse

baran Kepada tan (Jiwa/ Km2) LK PR Total 1 Tarakan Timur 58,01 277,84 24,559 80,456 22,59 902 2 Tarakan Tengah 55,54 38,382 34,224 72,606 31,33 1307 3 Tarakan Barat 27,89 42,486 37,970 80,456 34,72 2885 4 Tarakan Utara 109,36 114,119 12,217 26,336 11,36 241 2014 250,80 122,771 108,970 231,741 100 924 2013 250,80 110,617 99,622 210,239 100 838 2012 250,80 102,899 95,915 198,814 100 846 2011 250,80 106,900 97,100 204,000 100 815 2010 250,80 100,511 91,776 192,287 100 767 Sumber : BPS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2014

(23)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

14

Penyebaran penduduk kota Tarakan secara geografis sangat tidak merata. Sebagian besar penduduk tinggal di Kecamatan Tarakan Barat yaitu sekitar 34,72 persen padahal luas wilayah darat kecamatan ini justru paling kecil dibanding kecamatan-kecamatan yang lain, yaitu hanya 27,89 Km2. Namun dari segi kepadatan penduduk jika dibandingkan dengan wilayah yang lain, di Kecamatan Tarakan Barat kepadatan penduduk paling tinggi yakni 2.885 jiwa per Km2. Di sisi lain terjadi penambahan jumlah penduduk yang signifikan yaitu di wilayah Kecamatan Tarakan Tengah dan wilayah Kecamatan Tarakan Timur. ini menunjukkan adanya persebaran penduduk di wilayah yang cukup luas khususnya di Kecamatan Tarakan Utara sehubungan dengan perkembangan pembangunan kota yang mengarah ke wilayah tersebut.

Dengan adanya perbedaan kepadatan, maka pola penyebaran penduduk yang terjadi juga mengikuti pola penduduk yang mengelompok pada tempat-tempat tertentu. Penduduk banyak dijumpai pada daerah-daerah yang mempunyai aktivitas ekonomi yang tinggi, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, dan keadaan sosial ekonomi yang lebih baik. Sebaliknya kepadatan penduduk yang rendah pada umumnya terdapat pada daerah-daerah yang mempunyai aktifitas ekonomi yang relatif masih rendah dan keadaan sarana transportasi yang masih terbatas. Akan tetapi sejak adanya perbaikan dan perluasan pembangunan ke wilayah Utara Kota Tarakan maka penyebaran penduduk juga sudah mulai terlihat di wilayah tersebut, sehingga diharapkan pada tahun-tahun mendatang penyebaran penduduk tidak lagi terfokus pada satu wilayah saja karena hal ini sangat mempengaruhi pola penyakit dan penyebarannya. Secara umum persebaran penduduk dan struktur umum penduduk di Kota Tarakan dapat dilihat pada grafik berikut ini:

(24)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

15 Tabel 5

Struktur Umur Penduduk dan Angka Beban Tanggungan Di Kota Tarakan Tahun 2011 – 2013

Kelompok Umur 2011 2012 2013 0-14 32,56 31,65 31,78% 15-64 65,63 66,36 66,46% 65+ 1,81 1,99 1,76% Rasio Ketergantungan 52,38 50,71 50,48%

Sumber : Kota Tarakan Dalam angka (BPS) 2013

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa angka beban tanggungan di Kota Tarakan pada tahun 2012 50,71 sedangkan tahun 2013 mengalami penurunan 50,48 Dimana pada penduduk usia 0-14 tahun 2013 yaitu 31,78. Yang perlu diperhatikan adalah penduduk usia produktif yakni 15-64 tahun yaitu 66,46

22,59

31,33 34,72

11,36

Grafik 2. Persebaran Penduduk

Menurut Kecamatan Tahun 2014

Tarakan Timur

Tarakan tengah

Tarakan Barat

Tarakan Utara

(25)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

16

dimana jumlah penduduk inilah yang paling banyak, dan sangat mempengaruhi roda perekonomian yang ada di Kota Tarakan dan juga ke masalah kesehatan.

Pergeseran komposisi dari penduduk muda ke penduduk tua tidak terlepas dari sifat kependudukan di Kota Tarakan. Sebagai daerah terbuka dengan potensi sumber daya alam melimpah, menyebabkan pengaruh mobilitas penduduk tinggi

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2014

C . SOSIAL EKONOMI

1. Angka Ketergantungan

Distribusi menurut kelompok umur tahun 2013, diperoleh Depedency Ratio yakni penduduk usia tidak produktif ( jumlah penduduk di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun ) dibagi dengan jumlah penduduk usia produktif untuk Kota Tarakan sebesar 50,48%.

2. Tingkat Pendidikan

Keterampilan minimum yang dibutuhkan oleh penduduk dapat menuju hidup sehat dan sejahtera adalah kemampuan baca tulis, karena kemampuan ini mencerminkan kemampuan masyarakat untuk menyerap berbagai informasi.

2010 2011 2012 2013 2014

192287 203900 198814 210239

231741

Grafik 3. Jumlah Penduduk Kota Tarakan Tahun 2010 s.d 2014

(26)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

17

Adapun jumlah penduduk Kota Tarakan tahun 2013 yang berusia 10 tahun ke atas telah melek huruf yakni 99,09%. Sedangkan penduduk yang masih buta huruf persentasenya sekitar 0,91%. Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 (97,70%) yang berusia 10 Tahun ke atas telah melek huruf.

Tabel 6

Persentase Penduduk berumur 10 tahun Ke atas Yang Melek Huruf dan ijasah Tertinggi Yang Diperoleh Menurut Jenis Kelamin

Kota Tarakan Tahun 2014

No Jenis Pendidikan Jumlah Persentase Laki-Laki Peremp uan Laki+Per empuan % Laki-Laki % Peremp uan Laki Laki+Perem puan 1. Penduduk Berumur 10 Tahun Ke atas 92.648 82.586 175.234 52,87 47,13 100 2. Penduduk Berumur 10 Tahun ke atas yang melek huruf

92.312 81.328 173.640 53,16 46,84 100 3. Persentase Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan a.Tidak memiliki Ijasah SD 14.085 13.404 27.489 51,24 48,76 100 b. SD/MI 19.114 19.051 38.165 50,08 49,92 100 c. SMP/MTs 18.767 17.908 36.675 51,17 48,83 100 d. SMA/MA 27.526 21.786 49.312 55,82 44,18 100 e. SMK 7.291 3.964 11.255 64,78 35,22 100 f. D-I/D-II 104 389 493 21,10 78,90 100 g. Akademi/D-III 1.333 1.908 3.241 41,13 58,87 100 h. Universitas/D-IV 3.487 2.346 5.833 59,78 40,22 100 i. S2/S3 581 428 1009 57,58 42,42 100 Total 277.248 245.098 522.346

(27)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

18

Indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan kemajuan di bidang pendidikan adalah persentase penduduk yang menamatkan sekolah pada jenjang pendidikan tertentu pada tahun 2013.

3. Kondisi Ekonomi

Kota Tarakan yang merupakan Pusat Pengembangan Wilayah Bagian Utara Kalimantan Timur mempunyai letak geografis yang strategis sehingga berperan sebagai simbul distribusi dan koleksi bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

Dengan posisi strategis Tarakan tersebut serta ditunjang oleh pelabuhan laut Malundung, Pelabuhan Laut Regional Tengkayu I, Bandara Udara Juata serta fasilitas lainnya membuat Tarakan menjadi pintu gerbang wilayah utara serta sebagai kota industri, perdagangan, jasa dan pariwisata.

Kondisi perekonomian suatu daerah biasanya ditunjukkkan oleh beberapa indikator ekonomi makro. Kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya alam yang dimilikinya menjadi suatu proses produksi yang menciptakan nilai tambah tergambar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Usaha pemerintah daerah Kota Tarakan untuk secara terus menerus meningkatkan kegiatan investasi baik swasta maupun infrastruktur untuk pelayanan publik, terus dipacu melalui berbagai kebijakan. Selama tahun 2010 sampai 2013 struktur perekonomian di Kota Tarakan didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran pada Tahun 2013 mencapai 43,72%. Tingginya kontribusi yang diberikan oleh sektor ini disebabkan oleh posisi Kota Tarakan sebagai salah satu kota transit di Provinsi Kalimantan Utara . Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang memiliki kontribusi sebesar 43,23 persen pada perekonomian Kota Tarakan.

Jika peranan dari sektor minyak dan gas bumi dihilangkan, ternyata struktur perekonomian Kota Tarakan tahun 2013 tidak terlalu berubah, Posisi peringkat sektor-sektor ekonomi dalam pembentukan PDRB dengan maupun tanpa migas hampir sama, kecuali sektor pertambangan dan penggalian tanpa migas yang menduduki peringkat terakhir (peringkat ke-9) dalam

(28)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

19

pembentukan PDRB tanpa migas. Besarnya investasi akan berpengaruh secara langsung pada laju pertumbuhan ekonomi. PDRB menurut penggunaan dapat memperlihatkan kebutuhan untuk investasi (pembentukan modal) yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi . Untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi secara riil yang terjadi setiap tahun dapat diperoleh melalui PDRB atas dasar harga konstan. Nilai yang didapatkan akan memiliki arti adanya peningkatan atau penurunan dari kinerja pembangunan ekonomi suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan tahun 2013 sebesar 6,03 persen. Pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan Tahun 2013 mengalami sedikit perlambatan pertumbuhan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 6,82 persen. Jika dilihat secara series selama kurun waktu 3 tahun (2011-2012) terlihat bahwa tahun 2011 merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kota Tarakan yang mencapai angka 7,63 Persen.

PDRB perkapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari produksi seluruh kegiatan ekonomi atau dengan kata lain PDRB perkapita merupakan gambaran nilai tambah yang bisa diciptakan oleh masing-masing penduduk akibat adanya aktivitas produksi.

Pada Tahun 2013 PDRB per kapita Kota Tarakan mencapai 45,45 juta rupiah , atau meningkat sebesar 5,77 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika dilihat lagi secara series selama tahun 2012 sampai 2013, PDRB per Kapita di Kota Tarakan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa perekonomian masyarakat Kota Tarakan juaga mengalami peningkatan. Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat Kota Tarakan juga mengalami peningkatan dari 32,72 juta rupiah per kapita per tahun pada tahun 2012 kemudian meningkat menjadi 34,61 juta rupiah per kapita per tahun pada tahun 2013.

(29)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

20 4. Lingkungan Sosial Budaya

a. Pendidikan

Pendidikan memiliki peranan penting dalam pembangunan suatudaerah. Keberhasilan pembangunan banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, dan kualitas ini ditentukan antara lain oleh pendidikan yang pada hakekatnya merupakan usaha sadar manusia untuk mengembangkan kepribadian dan meningkatkan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Usaha ini sudah tentu merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Pendidikan formal merupakan suatu proses yang berjenjang dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Untuk menunjang keberhasilan bidang Pendidikan, pendidikan formal yang umumnya diselenggarakan di sekolah – sekolah tidak hanya dibawahi oleh Departemen Pendidikan Nasional saja, tetapi ada juga yang dibawahi oleh Departemen Agama dan Dinas Kesehatan.

Salah satu dampak positif dari pembangunan pendidikan yang dilaksanakan adalah dengan semakin menurunnya persentase penduduk yang tidak mampu membaca/menulis huruf latin. Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas jangkaun dan peningkatan pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2013 tercatat bahwa 99,09 persen penduduk usia 10 tahun ke atas di Kota Tarakan yang dapat membaca/menulis huruf latin dan lainya. Jika dibandingkan menurut jenis kelamin, persentase penduduk Perempuan 10 tahun ke atas yang melek huruf umumnya lebih besar daripada penduduk laki-laki untuk kategori yang sama sekalipun perbedaannya tidak terlalu sigifikan.

Jumlah SD/MI pada tahun 2014 sebanyak 63 sekolah. Dari sebanyak 63 sekolah, 44 sekolah berstatus negeri dan 19 sekolah berstatus swasta. Jumlah Sekolah terbanyak terdapat di Tarakan Terdapat di kecamatan Tarakan Tengah sedangkan jumlah sekolah paling sedikit terdapat di Kecamatan Tarakan Utara. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama

(30)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

21

(SLTP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) tercatat sebanyak 20 sekolah, 11 sekolah merupakan sekolah negeri dan 9 sekolah merupakan sekolah swasta. Dari sebanyak 20 SLTP/Mts di Kota Tarakan, 6 sekolah berada di Kecamatan Tarakan Timur, 8 sekolah berada di Kecamatan Tarakan Tengah, 4 Sekolah berada di Kecamatan Tarakan Barat dan 2 sekolah berada di Kecamatan Tarakan Utara.

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan sederajat pada tahun 2013 terdapat sebanyak 18 sekolah. Dari 18 sekolah tersebut, 7 sekolah merupakan sekolah negeri dan 11 sekolah merupakan sekolah swasta. Jumlah sekolah terbanyak terdapat di kecamatan Tarakan Tengah dan jumlah sekolah paling sedikit terdapat di kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Utara.

Perguruan Tinggi di Kota Tarakan ada 5 unit yang terdiri dari universitas 1 unit, sekolah tinggi 2 unit dan akademi sebanyak 2 unit. Dari empat perguruan tinggi tersebut hanya satu yang berstatus perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Borneo Tarakan.

Agama

Masyarakat Kota Tarakan mayoritas beragama Islam, sedangkan yang lainnya adalah Katholik, Kristen, Budha dan Hindu yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Tarakan. Sarana keagamaan cukup memadai untuk memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya bagi para pemeluknya. Disamping swadana masyarakat untuk membangun tempat-tempat ibadah dan pendidikan keagamaan, Pemerintah Kota juga turut memberikan bantuan dana dan mendorong masyarakat untuk menjalankan ajaran agamanya dengan sebaik-baiknya.

Kesehatan

Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk

memberikan pelayanan kesehatan secara mudah, murah dan merata. Dengan meningkatnya pelayanan kesehatan, pemerintah berupaya

(31)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

22

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah dengan penyediaan fasilitas kesehatan terutama Puskesmas, puskesmas 24 jam dan Puskesmas Pembantu karena kedua fasilitas tersebut dapat menjangkau segala lapisan masyarakat.

Pada tahun 2014 pelayanan kesehatan di Kota Tarakan dilaksanakan dengan memadai melalui berbagai jenis pelayanan, yaitu:

- Pelayanan yang dilaksanakan di 7 Puskesmas (PKM Gunung lingkas, PKM Kr Rejo, PKM Mamburungan, PKM Sbengkok, PKM Pantai Amal, PKM Juata Permai, dan PKM Juata Laut).

- Pelayanan yang dilaksanakan di 2 Pustu ( Pustu Tanjung Pasir dan Karungan)

- Pelayanan yang dilaksanakan di 3 Puskesmas 24 jam (Puskesmas Gunung lingkas, PKM Karang Rejo dan PKM Juata Laut).

- Pelayanan yang dilaksanakan di Klinik bersalin di Puskesmas 24 Jam PKM Sebengkok.

- Pelayanan dilaksanakan di 1 polindes

- Pelayanan yang dilaksanakan di 3 Poskesdes (Pantai Amal, Karang harapan, dan Juata laut)

- Pelayanan di laboratorium kesehatan - Pelayanan di instalasi farmasi kesehatan

- Pelayanan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum maupun swasta yang terdiri dari Rumah Sakit Umum daerah (RSU) Tingkat I Tarakan, Rumah Sakit Ilyas Angkatan laut dan Rumah Sakit ibu dan Anak Pertamedika.

d. Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan merupakan aspek yang mendasar dalam kehidupan manusia karena mencakup dimensi sosial ekonomi. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah diarahkan pada perluasan

(32)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

23

kesempatan kerja dan terciptanya lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang seimbang dan memadai untuk dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya.

Angkatan kerja atau lebih dikenal dengan istilah tenaga kerja berdiri pada dua posisi penting dalam pembangunan, yaitu sebagai subjek dan objek dalam pembangunan itu sendiri. Pertumbuhan penduduk secara langsung berpengaruh pada perkembangan ketenagakerjaan, yaitu bertambahnya penduduk usia kerja yang sekaligus akan meningkatkan jumlah angkatan kerja. Karena itu peningkatan jumlah angkatan kerja bila tidak diimbangi dengan penambahan kesempatan kerja akan menimbulkan permasalahan dalam pembangunan.

Perkembangan Penduduk Usia Kerja untuk kelompok usia 15-24 tahun menurun dari 26,55% pada tahun 2012 menjadi 25,70% pada tahun 2013. Sedangkan penduduk kelompok usia 55 Tahun ke atas, meningkat dari 6,10% pada tahun 2012 menjadi 8,86% pada tahun 2013. Sebaliknya untuk kelompok umur produktif (25-54 tahun) mengalami peningkatan dari 67,35% di tahun 2012 menjadi 65,44 % pada tahun 2013.

Penduduk 15 tahun ke atas yang selanjutnya disebut penduduk usia kerja dapat dikategorikan ke dalam angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja yang mencari pekerjaan, sedangkan bukan angkatan kerja terdiri dari penduduk yang sedang bersekolah, penduduk yang mengurus rumah tangga dan penduduk yang melakukan kegiatan lainnya.

(33)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

24

Tabel 7

Indikator Ketenagakerjaan Kota Tarakan Tahun 2011 – 2013

Indikator TAHUN

2011 2012 2013

Penduduk 15 tahun ke atas 137,856 141,519 154,214

Angkatan Kerja 92,923 93,800 97,410

Bekerja 83,504 86,052 90,507

Pengangguran 9,419 7,748 6,903

Bukan Angkatan Kerja 44,933 47,719 56,804

TPAK 67,41 66,28 63,17

TKK 89,86 91,74 92,91

TPT 10,14 8,26 7,09

Sumber : Kota Tarakan Dalam Angka (BPS) 2013

Dari data di atas dapat terlihat bahwa jumlah angkatan kerja di Kota Tarakan dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan, hal ini dikarenakan jumlah penduduk yang masuk usia kerja di kota Tarakan sebesar 154,214. 2011 2012 2013 25,44% 26,55% 25,71% 64,58% 67,35% 65,44% 9,98% 6,10% 8,86%

Grafik. 4 Persentase Penduduk Usia Kerja Tahun 2011 s.d 2013

15-24 25-54 55+

(34)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

25 KEL. MAMBURUNGAN KEL. KMP. ENAM Gambar.1 PKM.MAMBURUNGA PKM. JUATA LAUT PKM. JUATA PERMAI PKM.KR. REJO PKM.GN.

LINGKAS PKM.PANTAI AMAL PUSTU

SELUMIT

PUSTUKARUNGAN

DINAS KESEHATAN

KEL. KR. ANYAR PANTAI

KEL. KR. ANYAR KEL. KR. HARAPAN KEL. JUATA PERMAI KEL. JUATA KERIKIL

KEL. KMP.SATU / SKIP

KEL. JUATA LAUT

PR 1,2

PR 1,83

PR 0,99

PR

KEL. LINGKAS UJUNG KEL. GN. LINGKAS

KEL. KARANG REJO KEL. KARANG BALIK KEL. SELUMIT PANTAI

KEL. SELUMIT KEL. SEBENGKOK

KEL.KP.EMPAT KEL.P.AMAL KEL. PAMUSIAN

(35)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

26

Gambar.2

Gambar Puskesmas Karang Rejo

(36)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

27

(37)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

28

(38)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

29

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Selama tahun 2014 Dinas Kesehatan Kota Tarakan telah melakukan berbagai program kegiatan sebagai realisasi terhadap pembangunan kesehatan dengan kerja sama secara intern di lingkungan Dinas Kesehatan dan Puskesmas maupun dengan kerja sama eksternal dengan instansi lain dan masyarakat.

Untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat sebagai salah satu hasil pembangunan, adalah Situasi Derajat Kesehatan yang meliputi Derajad Kesehatan, Perilaku Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pelayanan Kesehatan. Oleh karena itu derajat kesehatan merupakan keharusan guna menilai hasil pelaksanaan program kesehatan yang dijalankan.

Berikut uraian dari situasi pembangunan kesehatan yang dicapai melalui indikator-indikator kesehatan yang ada :

A. ANGKA KEMATIAN

- Angka Kematian Kasar (AKK)

Untuk melihat perbandingan tentang angka kematian kasar Kota Tarakan sampai dengan tahun 2012 berikut diuraikan perkembangan angka kematian kasar dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 sebagai berikut :

a. Tahun 2010 angka Kematian Kasar yang tercatat adalah sebesar 0,46 / 1000 penduduk.

b. Tahun 2011 angka Kematian Kasar yang tercatat adalah sebesar 0,48 / 1000 penduduk.

c. Tahun 2012 angka Kematian Kasar yang tercatat adalah sebesar 0,46 / 1000 penduduk.

d. Tahun 2013 angka Kematian Kasar yang tercatat adalah sebesar 0,44 / 1000 penduduk.

e. Tahun 2014 angka Kematian Kasar yang tercatat adalah sebesar 0,31 / 1000 penduduk

BAB

III

(39)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

30 Angka Kematian Ibu (AKI)

Sumber : Laporan Puskesmas dan RS 2014

Angka kematian ibu tahun 2014 ada 5 kasus disebabkan 3 kasus karena pendarahan, 1 kasus karna hipertensi dalam kehamilan dan 1 kasus karna pendarahan dimana kasus kematian ibu pada Wilayah Puskesmas Juata Permai 2, Puskesmas Sebengkok 1 kasus, Puskesmas Mamburungan 1 kasus, dan 1 kasus di Puskesmas Gunung lingkas.

- Kasus Kematian Bayi

Sumber: Laporan Program Kesga 2014 137, 6 Kss 128, 6 Kss 6 Kss129, 93, 5 Kss 109 ,5 kss 2010 2011 2012 2013 2014

Grafik. 5 Angka Kematian Ibu Kota Tarakan Tahun 2010 s.d 2014

2010 2011 2012 2013 2014

92

74 82 72 82

Grafik.6 Kasus Kematian Bayi Kota Tarakan Tahun 2010 s.d 2014

(40)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

31

Angka kematian Bayi Tahun 2014 ada 82 kasus dimana kematian karna neonatus 65 dengan penyebab kematian (BBLR 34 kasus, asfiksia 19 kasus, 3 kelainan kongenital 5, 4 lain-lain) sedangkan kematian bayi ada 17 kasus dengan penyebab kematian ( Pneumonia 2, kelainan kongenital 1,lain-lain 14 kasus )

- Angka Kematian Balita (AKABA)

Sumber: Laporan Puskesmas 2014

Angka kematian Balita tahun 2014 ada 6 Kasus yang disebabkan 1 kasuskarna Demam Berdarah Dengue (DBD), 1 kasus Diare, 4 lain-lain (combustio 1, IIIeus Obstruktif1, Sepsis 2 ).

- Jumlah Kasus Kecelakaan Lalu-lintas

Cakupan angka kecelakaan di Kota Tarakan pada Tahun 2014 berjumlah 58 kasus, kejadian kecelakaan terbanyak terjadi pada bulan Januari yaitu 9 kasus, dimana jumlah kasus luka ringan ada 77 , luka berat 4, dan kasus meninggal 19

2010 2011 2012 2013 2014 4

16

14 14

6

Grafik. 7 Jumlah Kasus Kematian AnakBalita Kota Tarakan Tahun 2010 s.d 2014

(41)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

32

Tabel.7

Jumlah Kecelakaan lalulintas Dirinci Menurut Kecamatan Tahun 2014

NO BULAN JUMLAH KORBAN JUMLAH KEJADIAN KLL LUKA RINGAN LUKA BERAT MENINGGAL 1 Januari 12 0 1 9 2 Februari 9 0 4 8 3 Maret 13 0 1 8 4 April 6 0 2 4 5 Mei 4 0 1 4 6 Juni 2 0 1 2 7 Juli 5 1 0 2 8 Agustus 2 2 0 2 9 September 7 1 0 5 10 Oktober 12 0 4 7 11 November 3 0 2 4 12 Desember 2 0 3 3 JUMLAH 77 4 19 58

(sumber : RSUD Tarakan)

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa persentase kejadian kecelakaan terbanyak terjadi pada bulan Januari yaitu 9 kasus, dimana jumlah kasus luka ringan ada 77 , luka berat 4, dan kasus meninggal 19.

B. ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS )

Sebagai salah satu indikator kesehatan, angka kesakitan yang ada di suatu wilayah menunjukkan pola penyebaran penyakit dan tingkat ketanggapan petugas kesehatan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk segera melakukan penanganan terhadap kasus-kasus penyakit yang ada.

(42)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

33

Adapun catatan tentang angka kesakitan yang ada di Kota Tarakan sampai dengan tahun 2014 dapat dilihat pada uraian berikut:

1. Pola 10 Penyakit Terbesar di Puskesmas Tabel.8

Sepuluh Besar kunjungan Penyakit Puskesmas Tahun 2013

NO JENIS PENYAKIT KODE

PENYAKIT TOTAL %

1 Acut Respiratory infection,

unspecified J06.9 39.288 33,8%

2 Essential (primary)hipertension I10 18.705 16,1% 3 Acute Nasopharyngitis [Common Cold) J00 10.698 9,2% 4 Dyspepsia K30 10.077 8,7% 5 Fever unspecified R50.9 8.818 7,6% 6 Necrosis of pulp K04.1 7.172 6,2% 7 Cough R05 6.726 5,8% 8 Dermatitis, unspecified L30.9 5.975 5,1% 9

Diarrhe and gastrointestinal of presummed infection origin Necrosis of pulp

A09 5.898 5,1%

10 Headache R51 2.735 2,4%

Jumlah 116,092 100%

Tabel.9

Sepuluh Besar kunjungan penyakit Puskesmas Tahun 2014

NO JENIS PENYAKIT KODE

PENYAKIT TOTAL %

1 Acut Respiratory infection,

unspecified J06.9 26,494 27,06%

2 Essential (primary)hipertension I10 15,287 15,61% 3 Acute Nasopharyngitis

(43)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

34

4 Fever unspecified R50.9 8.966 9,16%

5 Dyspepsia K30 8,025 8,20%

6 Necrosis of pulp K04.1 6,354 6,49%

7 Diarrhe and gastrointestinal of

presumed infection origin A09 5.841 5,97%

8 Cough R05 5.331 5,45%

9 Non-insulin-dependent

diabetes mellitus E11 4,232

4,32% 10 Headache R51 4,144 4,23% Jumlah 97,906 100% Tabel. 10

Sepuluh Besar Penyakit Puskesmas Tahun 2013

NO JENIS PENYAKIT KODE

PENYAKIT TOTAL %

1 Acut Respiratory infection,

unspecified J06.9 36.409 37,2%

2 Essential (primary)hipertension I10 10.951 11,2% 3 Acute Nasopharyngitis

[Common Cold) J00 10.024 10,2%

4 Dyspepsia K30 9.122 9,3%

5 Fever unspecified R50.9 8.439 8,6%

6 Diarrhe and gastrointestinal of

presummed infection origin A09 6.185 6,3%

7 Cough R05 5.721 5,8%

8 Dermatitis, unspecified L30.9 5.468 5,6%

9 Necrosis of pulp K04.1 3.223 3,3%

10 Myalgia M79.1 2.275 2,3%

(44)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

35

Tabel. 11

Sepuluh Besar Penyakit Puskesmas Tahun 2014

NO JENIS PENYAKIT

KODE PENYA KIT

TOTAL %

1 Acut Respiratory infection,

unspecified J06.9 24,983 30,04%

2 Acute Nasopharyngitis [Common

Cold) J00 12,841 15,44%

3 Essential (primary) hypertension I10 8,802 10,58%

4 Fever unspecified R50.9 8,525 10,25%

4 Dyspepsia K30 7.319 8,80%

5 Fever unspecified R50.9 8.439 8,6%

6 Diarrhe and gastrointestinal of

presummed infection origin A09 5,493 6,61%

7 Cough R05 5.721 5,8%

8 Dermatitis, unspecified L30.9 5.468 5,6%

9 Necrosis of pulp K04.1 3.223 3,3%

10 Myalgia M79.1 2.275 2,3%

(45)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

36

2. Pola 10 Penyakit Terbesar di Rumah Sakit

Tabel 12.

Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan di RSU Tingkat I Tarakan Tahun 2014 Penyakit Menular NO NAMA PENYAKIT JUMLAH % 1 Diare 341 38,44 2 Tersangka TBC Paru 318 35,85

3 Tifus perut Klinis 91 10,26

4 TBC Paru BTA (+) 37 4,17

5 Hepatitis Klinis 27 3,04

6 Pneumonia 24 2,71

7 Demam Dengue 18 2,03

8 Demam Berdarah Dengue 17 1,92

9 Campak 11 1,24

10 Gonorhoe 3 0,34

JUMLAH 887 100

(46)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

37

Tabel 13.

Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan di RSU Tingkat I Tarakan Tahun 2014

PTM

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH

1 Hipertensi Esensial (Primer) 843

2 Kecelakaan lalu lintas 691

3 Jantung hipertensi 153

4 DM YTT 153

5 Angina pektoris 58

6 Neoplasma Ganas Payudara 11

7 Neoplasma Ganas serviks uteri 8

8 Infark miokard akut 4

9 Neoplasma Ganas Payudara 3

10 DM tak bertanggung insulin 3

Jumlah 1927

Sumber : Laporan RSUD Tarakan

Tabel. 14

SEPULUH BESAR PENYAKIT RAWAT INAP RSUD TARAKAN TAHUN 2013

Penyakit Menular

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH

1 Diare 920

2 Demam Berdarah Dengue 526

3 Tifus perut Klinis 478

4 Tersangka TBC Paru 218 5 Pneumonia 186 6 Demam Dengue 121 7 Campak 33 8 Malaria Fakcifarum 13 9 Hepatitis Klinis 8 10 Tetanus 3 JUMLAH 2506

(47)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

38

Tabel.14

SEPULUH BESAR PENYAKIT RAWAT INAP RSUD TARAKAN TAHUN 2013

Penyakit Tidak Menular

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH

1 Hipertensi Esensial (Primer) 209

2 Diabetes Melitus YTT 147

3 Kecelakaan lalu lintas 125

4 DM tak bergantung insulin 124

5 Neoplasma ganas servik uteri 25

6 Angina pektoris 24

7 Neoplasma Ganas Payudara 14

8 Infark miokard akut 13

9 Jantung hipertensi 13

10 Saluran empedu intrahepatik 5

Jumlah 699

Sumber : Laporan RSUD Tarakan

Kejadian Luar Biasa

1. Acute flaccid paralysis (AFP)

Acute flaccid paralysis (AFP) yang ditemukan sebanyak 1 kasus, di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok

2. KLB Klinis Campak

Jumnlah kasus klinis campak bulan Januari s.d Desember sebanyak 198 kasus, dimana pada`laki-laki 96 kasus dan perempuan 102 kasus dimana tertinggi pada Puskesmas Mamburungan. Dari hasil penyelidikan Epidemiologi (PE) petugas surveilans Puskesmas bahwa penularan terjadi di wilayah sekolah untuk itu diharapkan petugas surveilans puskesmas lebih waspada dan memperkuat penyelidikan epidemiologi untuk mencari sumber penularan.

(48)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

39

Tabel. 15

Data Kejadian Luar Biasa Puskesmas Kota Tarakan Tahun 2014

No. Jenis KLB 2014

1. Acute Flaccid Paralysis 1

2. KLB Klinis Campak

Sumber:Laporan KLB Penyakit tahun 2014

Berdasarkan tabel. 15 di atas diperoleh informasi bahwa setiap tahun terdapat kejadian luar biasa di Kota Tarakan seperti Acute Flaccid Paralysis (AFP), kasus klinis campak lebih banyak pada perempuan (102 kasus) dan laki-laki (96 kasus) , merupakan komitmen global dalam memutuskan mata rantai penularan polio. Target penemuan kasus AFP adalah 2/100.000 anak usia < 15 Tahun, Kota Tarakan ditargetkan untuk menemukan 1 kasus AFP setiap tahunnya.

Program P2 Kusta

Tabel 16. Data Pokok Kusta Tahun 2011,2012 dan 2013.

No. Data Pokok Tahun

2012 2013 2014 1. PR/10.000 Penduduk 1,72 1,60 1,2 2. Cacat Tingkat II 18,52% 10,34% 26,92% 3. Proporsi Type MB 100% 73% 84% 4. Proporsi Anak < 15 th 6,8% 10% 11,54% 5. RFT Rate 89% 87% %

Sumber: Data Program P2P 2014.

Berdasarkan tabel. 16 di atas diperoleh informasi bahwa Prevalensi Rate Kusta di Kota Tarakan tahun 2014 1,20/10.000 penduduk, melebihi target (< 1/10.000 penduduk ) . terjadi penurunan dibanding tahun 2013

(49)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

40

1,60 . Angka prevalensi Kusta masih lebih tinggi daripada target yang harus dicapai yaitu < 1 per 10.000 penduduk.Prevalensi penderita adalah jumlah penderita kusta yang terdaftar di tahun 2014 adalah sebanyak 26 orang dimana 22 orang merupakan kasus kusta baru yang ditemukan dan 4 orang sisa penderita terdaftar di tahun sebelumnya yang masih menjalani pengobatan. Besarnya angka prevalensi kusta di suatu daerah yang angka prevalensi lebih besar dari per 10.000 penduduk membutuhkan akselerasi kegiatan dengan perencanaan pelayanan terpadu, penyuluhan yang intensif, penemuan penderita secara aktif dan didukung petugas kesehatan yang mempunyai kemampuan dalam pelaksanaan manajemen dan pengobatan kusta. Selain itu kerjasama lintas program dan lintas sektor disertai kemitraan yang kuat dan advokasi ke pemerintah daerah guna dukungan dalam pelaksanaan pengendalian kusta di Kota Tarakan.

TB Paru

• Jumlah Kasus TB per 100.000 penduduk

Jumlah semua kasus TB yang ditemukan pada tahun 2014 adalah sebanyak 318 kasus Dimana ada 191 penderita laki-laki dan 127 penderita perempuan. Untuk mendukung ini MDGs menetapkan beberapa sub kegiatan salah satunya adalah jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan tuberkulin test.

• Angka penemuan kasus baru TB paru BTA positif (CDR)

Pada tahun 2013 CDR sebesar 47,18% sedangkan tahun 2014 46,14%. Berikut ini adalah angka penemuan kasus baru TB paru BTA positif berdasarkan Puskesmas :

(50)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

41

Tabel 17. Angka Penemuan Kasus Baru TB Paru BTA Positif Berdasarkan Puskesmas di Kota Tarakan Tahun 2014

Puskesmas Target Penemuan

Kasus Baru BTA (+) Jumlah Kasus Baru yang ditemukan CDR Karang Rejo 136 54 39,7 Mamburungan 72 5 6,94 Gunung Lingkas 44 28 63,6 Juata Laut 24 7 29,1 Juata Permai 40 9 22,5 Pantai Amal 28 1 3,57 Sebengkok 88 16 18,18 RSUD Tarakan 80

RSAL Ilyas Tarakan 3

DKK 440 203 46,14

Sumber : Program TB, Dinas Kesehatan Kota Tarakan

Berdasarkan Tabel 17. Di atas dapat dilihat bahwa CDR tertinggi Puskesmas Gunung lingkas 63,63% dan terendah puskesmas Pantai Amal 3,57% sedangkan pencapaian CDR Kota Tarakan Tahun 2014 46,14% mengalami penurunan dibanding Tahun 2013 yaitu 47,16 pencapaian CDR tahun 2014 belum mencapai Target Kota 70% sedangkan target nasional 70. Rendahnya Penemuan kasus TB BTA Positif disebabkan :

- Kurangnya kerjasama lintas program dan lintas sektor. - Peran jejaring eksternal belum berfungsi maksimal. - Aktif promotif belum berfungsi dan berjalan optimal

- Diagnosa TB tidak dengan pemeriksaan dahak di laboratorium, hanya menggunakan foto Thorax. Hal ini banyak terjadi di rumah sakit

- Masih ada kasus TB BTA Positif yang diobati di RSUD Tarakan tidak dilaporkan.

• Angka kesembuhan kasus baru BTA positif (cure rate)

Kesembuhan penderita TB BTA positif pada tahun 2014 adalah (79,33%) mengalami peningkatan dibanding tahun 2013 (62,50%) dengan uraian sebagai berikut :

(51)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

42

Tabel 18. Angka Kesembuhan Kasus Baru BTA Positif Berdasarkan Puskesmas di Kota Tarakan Tahun 2014

Puskesmas

Kasus Baru BTA (+) yang diobati tahun 2013 Total Sembuh CR L P Karang Rejo 37 23 60 44 73,33 Mamburungan 5 2 7 7 100 Gunung Lingkas 26 4 30 23 76,67 Juata Laut 7 5 12 16 83,33 Juata Permai 9 8 17 10 94,12 Pantai Amal 3 3 6 5 83,33 Sebengkok 10 8 18 14 77,78 RSUD Tarakan RSAL Ilyas Tarakan

DKK 97 53 150 119 79,33

Sumber : Program TB, Dinas Kesehatan Kota Tarakan

Berdasarkan tabel.18 di atas diketahui bahwa hanya 2 Puskesmas yang telah mencapai angka kesembuhan melebihi target 85% yaitu Puskesmas Mamburungan (100%) dan Puskesmas Juata Permai (94,12%) . Sarana pelayanan kesehatan lainnya belum mencapai target bahkan RSAL dan RSUD Tarakan tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesembuhan pasien TB paru BTA positif. Masalah yang menyebabkan rendahnya angka kesembuhan dan angka keberhasilan pengobatan pasien TB yaitu :

- Kualitas dan efektifitas penatalaksanaan pasien TB kurang baik.

- Belum maksimalnya penggunaan TB 10 pada pasien yang pindah sehingga tidak diketahui hasil akhir pengobatan pasien.

- Kurangnya promosi personal maupun masyarakat.

- Masalah lain juga muncul dari pasien TB itu sendiri, beberapa pasien ada yang bekerja di luar wilayah Tarakan misalnya bekerja sebagai petambak karena sulitnya kembali ke Tarakan untuk melanjutkan pengobatan hingga tuntas.

(52)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

43

- Program P2 ISPA

Tabel 19. Data Cakupan Penderita ISPA Menurut Puskesmas Tahun 2014. NO PUSKESMAS INDIKATOR Perkiraan Penderita Pneumonia Jml Balita Cakupan Program (%) Jml Penderita 1 Karang Rejo 6338 639 60,6 387 2 Gunung Lingkas 2103 210 160,2 337 3 Mamburungan 3526 353 36,6 129 4 Juata Laut 1178 118 22,5 265 5 Juata Permai 20159 206 195,7 403 6 Pantai Amal 1510 151 162,3 245 7 Sebengkok 4261 426 21,6 92 8 RSUD Rawat Jalan - - 9 RSUD Rawat Inap - - J u m l a h 21025 2,103 88,4 1,858

Sumber : Rekapitulasi Laporan Bulanan ISPA Dinas Kesehatan Kota Tarakan Tahun 2014.

Berdasarkan tabel. 19 dapat dilihat bahwa :

1. Persentase penemuan penderita tahun 2014 mengalami penurunan 88,4% dibandingkan cakupan pada tahun 2013 sebesar 91,1 %

2. Jumlah penderita ISPA terbanyak pada Puskesmas Juata Permai sebanyak 403 kasus, sedangkan terendah pada Puskesmas Sebengkok sebesar 92 kasus.

(53)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

44 Program P2 Diare

Berdasarkan grafik 9. diatas diketahui bahwa data kasus terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo sebanyak 3529 kasus dan terendah di Puskesmas Pantai Amal 821 kasus.

Program P2 DBD

Sumber : laporan Puskesmas dan RS 3.259

902 563 895 2.018 821 1.908 54 10420

Grafik.9 Jumlah Penderita Diare Tahun 2014 DIARE 58 21 24 39 36 22 20 220 54 23 29 44 34 18 21 223

Grafik. 10 Jumlah Kasus DBD Tahun 2014

(54)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

45

Berdasarkan grafik diatas diketahui bahwa data kasus terbanyak diwilayah kerja Puskesmas Karang Rejo sebanyak 112 kasus (laki-laki 58 penderita sedangkan perempuan 54 penderita), sedangkan terendah di Puskesmas Pantai Amal sebanyak 40 kasus (laki-laki 22 penderita sedangkan perempuan 18 penderita).

Jumlah penderita demam berdarah di Kota Tarakan pada Tahun 2014 sebanyak 443 penderita ( Incidence Rate 210/210239 penduduk dari target 107 penderita /210239 penduduk), 4 diantaranya meninggal dunia (Case fatality rate 0,90% dari target <1%). Angka bebas jentik (ABJ) Kota Tarakan Tahun 2014 mengalami peningkatan 58,8% dibandingkan tahun 2013 (45,45%) sangat jauh dari standar minimal tahun 2014 yakni sebesar > 90%. Rendahnya ABJ disebabkan karena sebagian besar warga masih menampung air hujan, terutama di daerah-daerah pemukiman di atas air, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan G3M, ketergantungan warga terhadap bubuk larvasida dan adanya upaya edaran untuk pelaksanaan PSN (Pemberantasan sarang nyamuk ) ke lintas sector sehingga ada upaya pergerakan masyarakat untuk kerja bakti di Lingkungan Masing-masing.

- Program P2 MALARIA

Sumber: Laporan P2P Dinas Kesehatan 4 3 -3 1 1 1 13

Grafik. 11 Jumlah Kasus Malaria Tahun 2014

(55)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

46

Dari grafik diatas dapat dilihat angka kesakitan malaria di Kota Tarakan Tahun 2014 tertinggi pada puskesmas Karang Rejo (4 Kasus) sedangkan terendah pada puskesmas Juata Laut (0 kasus),

Program P2 Kelamin

Tabel 20.

Data Jumlah Kasus Penyakit Kelamin Per Bulan Berdasarkan Hasil Skrining Donor Darah di PMI Cabang Kota Tarakan Tahun 2014

Jumlah Donor

Jumlah sampel Positif HIV

Laki-laki Perempuan Laki-laki

Perempuan Laki-laki Perempuan

3937 543 3937 543 10 0

4480 4480 10

Sumber : Rekapitulasi Laporan Bulanan PMI Cabang Kota Tarakan Tahun 2014

Tabel 21.

JUMLAH KASUS BARU HIV,AIDS DAN IMS MENURUT JENIS PUSKESMAS TAHUN 2014

PUSKESMAS HIV AIDS SYPHILIS

< 1 Tahun 0 3 0 1-4 Tahun 0 0 0 5-14 Tahun 0 0 0 15-19 Tahun 4 1 3 20-29 Tahun 16 8 5 30-39 Tahun 12 15 11 40-39 Tahun 3 10 5 50-59 Tahun 1 1 2

(56)

Profil Kesehatan Kota Tarakan 2014

47

≥60 Tahun 0 1 0

Jumlah 36 39 26

Sumber :Laporan Bulanan Klinik VCT RSUD Kota Tarakan Tahun 2014.

C. STATUS GIZI

Beberapa kebijakan yang ditetapkan melalui Seksi Gizi dalam kegiatan tahun 2014 meliputi peningkatan Status gizi yang diprioritaskan kepada kelompok Masyarakat berisiko tinggi, khususnya bayi, anak balita, usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan usia lanjut yang terintegrasi. Di samping itu kegiatan juga diarahkan pada peningkatan Sumber Daya Manusia, penyediaan sarana dan prasarana sebagai pendukung program serta pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi atas upaya pelayanan kesehatan khususnya dibidang program gizi.

Selain itu secara umum seksi gizi bertujuan meningkatkan status gizi yang diarahkan pada peningkatkan kecerdasan, produktivitas dan prestasi kerja serta penurunan angka penderita kurang gizi dan gizi lebih. Secara khusus seksi gizi bertujuan antara lain:

1. Menurunkan angka kematian bayi, balita, dan ibu hamil /melahirkan dan masyarakat yang kurang gizi.

2. Peningkatan Cakupan Neonatus, Balita, Bayi, Bumil serta Bulin, Busui dan Usila.

3. Pembinaan Kesehatan keluarga adalah meningkatkatnya kemampuan keluarga dan seluruh anggotanya dalam mengatasi kesehatannya sendiri yang didalamnya mencakup:

• Meningkatkan perilaku dan peran serta suami, keluarga dan masyarakat untuk menerapkan program P4K.

• Meningkatnya derajat kesehatan anak sebagai unsur dasar untukmenjamin proses tumbuh kembang yang optimal dan terwujudnya kemandirian untuk hidup sehat.

• Meningkatnya derajat kesehatan anak sebagai unsur dasar untuk menjamin proses tumbuh kembang yang optimal dan terwujudnya kemandirian untuk hidup sehat.

Gambar

Grafik 1. Luas Wilayah Menurut Kecamatan Tahun 2014
Grafik 2.  Persebaran Penduduk  Menurut Kecamatan Tahun 2014
Gambar Puskesmas Karang Rejo
Tabel 16. Data Pokok Kusta Tahun 2011,2012 dan 2013.
+6

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 14 Pendapatan Perkapita Sektor Pertanian di Papua Tahun 2008-2012 21 Tabel 15 Produksi Komoditi Tanaman Pangan di Papua, Tahun 2007-2012 22 Tabel 16 Produksi

Dialog antara dunia sosial dengan penuturan penulis ini (retorika) selanjutnya dipertajam oleh penafsiran sosio- retorika menurut Vernon K. Pendekatan Robbins akan

Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini untuk menggali permasalahan di lapangan terkait dengan pengangguran yang ada di GKJW Banyuwangi. Penulis

dalam jemaat sebagai pelaku pembangunan jemaat untuk memanfaatkan karunia yang ada pada setiap anggota demi pembangunan jemaat. Mewujudkan pembinaan kepemimpinan dan

Bentuk kegiatan yang diselenggarakan berupa ajang apresiasi dan kreasi siswa serta upacara peringatan HUT ke-59 SMA Negeri 2 Purwokerto dengan perincian

Gaya kepemimpinan kepala desa pada Desa Sribantolo dan Margomulyo Disebut Pemimpin demokratis karena kepala Desa Sribantolo dan Margomulyo merupakan pembimbing yang

Keempat, evaluation and sanction (penilaian dan sanksi) 52 yang agak sulit dipisahkan jika dikaitkan dengan peran, namun kedua hal tersebut didasarkan pada

Review Renstra SKPD Dinas Bina Marga Kabupaten Malang tahun 2011-2015 memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan