• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR

MODAL PADA PERUSAHAAN JAKARTA ISLAMIC INDEX

(JII) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2015 – 2017

ATIKA RAHMI1, LILI FADLI MUHAMMAD2, FITRI ANA3 [email protected], [email protected], [email protected]

Program Studi Akuntansi Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi

ABSTRAK

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index (JII) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017. Metode yang digunakan dalam pengumpulan sampel adalah metode purposive sampling dengan jumlah data observasi sebanyak 45. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Keuangan Perusahaan JII dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 – 2017, hal ini berdasarkan hasil uji t yang menunjukkan nilai t (– 2,952) > t (– 2,01669) dan nilai signifikansi sebesar 0,005 atau < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal ( diterima).

Kata kunci: struktur aktiva, struktur modal

ABSTRACT

The population used in this study is companies included in the Jakarta Islamic Index (JII) listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2015-2017. The method used in sample collection is a purposive sampling method with 45 observations. This study uses secondary data obtained from the JII Company Financial Statements using simple linear regression analysis techniques. The results showed that the structure of assets affect the capital structure of JII companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 - 2017, this is based on the results of the t test which shows the value of t arithmetic 2.952) > t table (-2.01669) and has a significance value of 0.005 < 0.05 so it can be concluded that the structure of assets affects the capital structure ( accepted).

(2)

PENDAHULUAN

Pengelolaan ekonomi berbasis syariah di Indonesia semakin menguat, hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk muslim terbesar di Asia. Perusahaan go public berbasis syariah juga sudah mulai dikenal di kalangan masyarakat, sehingga dapat memberikan alternatif investasi syariah bagi investor. Jakarta Islamic Index atau biasa disebut JII adalah salah satu indeks saham syariah yang ada di Indonesia. Konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan-perusahaan yang menjadi konstituen JII diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review Daftar Efek Syariah (DES) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada perusahaan yang keluar atau masuk menjadi konstituen JII.

Setiap perusahaan tentu menghendaki agar tetap bertahan menjadi konstituen JII yang terdaftar pada BEI. Untuk itu setiap perusahaan harus memenuhi syarat-syarat yang berlaku termasuk harus dapat mengelola manajemen perusahaannya dengan optimal. Tentu ada berbagai hal yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan tersebut, salah satunya yaitu struktur modal. Struktur modal merupakan kombinasi antara berbagai komponen pada sisi kanan neraca. Secara umum merupakan kombinasi antara: (i) utang dan (ii) ekuitas (Asnawi dan Chandra, 2005: 39).

Manajer keuangan harus tepat dalam menentukan keputusan pendanaan perusahaan, apakah kebutuhan dana perusahaan dipenuhi menggunakan modal sendiri atau modal asing pada pihak lain.

Struktur modal dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: stabilitas penjualan, tingkat pertumbuhan, profitabilitas, dan struktur aktiva. Struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur aktiva merupakan faktor internal, yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengetahui bagaimana struktur aktiva berpengaruh dalam penentuan struktur modal tersebut.

(3)

TINJAUAN PUSTAKA

Struktur Modal

Struktur modal merupakan perimbangan jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa (Sartono, 2010: 225). Struktur modal merupakan kombinasi antara berbagai komponen pada sisi kanan neraca. Secara umum merupakan kombinasi antara: (i) utang dan (ii) ekuitas (Asnawi dan Chandra, 2005: 39).

Menurut Fahmi (2015: 187) secara umum teori yang membahas tentang struktur modal ada dua yaitu sebagai berikut:

1) Balancing Theories

Balancing theories merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana tambahan dengan cara mencari pinjaman baik ke perbankan atau juga dengan menerbitkan obligasi (bonds).

2) Pecking Order Theory

Pecking order theory merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh suatu perusahaan untuk mencari tambahan dana dengan cara menjual aset yang dimilikinya. Seperti menjual gedung, tanah, peralatan yang dimilikinya dan aset–aset lainnya, termasuk dengan menerbitkan dan menjual saham di pasar modal (capital market) dan dana yang berasal dari laba ditahan (retained earning).

Rumus struktur modal dalam penelitian ini menggunakan rasio total hutang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER):

DER = Total utang / kewajiban

Ekuitas

Struktur Aktiva

Informasi tentang keberadaan aktiva tetap berwujud yang dapat digunakan sebagai jaminan terhadap pinjaman perusahaan disebut sebagai struktur aktiva (Aisjah, 2012: 70). Menurut Syamsuddin (2011: 9), struktur aktiva adalah penentuan berapa besar alokasi dana untuk masing-masing komponen aktiva, baik dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Rumus untuk menghitung struktur aktiva, yaitu:

(4)

Struktur Aktiva = Aktiva Tetap Total Aktiva

Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal

Pemilihan jenis aktiva oleh perusahaan akan mempengaruhi struktur modal perusahaan tersebut. Perusahaan yang mempunyai aktiva tetap lebih besar, maka perusahaan tersebut akan banyak menggunakan hutang dalam pemenuhan dana perusahaan, dengan harapan aktiva tersebut dapat digunakan untuk menutup hutangnya. Seperti menurut Brigham dan Houston (2006) dalam Yunita (2015), perusahaan yang asetnya memadai atau aktivanya memiliki perbandingan aktiva tetap lebih besar akan menggunakan hutang lebih banyak karena aktiva tetap yang ada dapat digunakan sebagai jaminan utang.

Semakin tinggi struktur aktiva perusahaan menunjukkan semakin tinggi kemampuan dari perusahaan tersebut untuk dapat menjamin utang jangka panjang yang dipinjamnya. Sebaliknya, semakin rendah struktur aktiva dari suatu perusahaan menunjukkan semakin rendah kemampuan dari perusahaan tersebut untuk dapat menjamin utang jangka panjangnya. Maka dapat dikatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap penentuan besarnya struktur modal perusahaan.

Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

: Tidak terdapat pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 - 2017.

: Terdapat pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015- 2017.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode dan Pendekatan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis

(5)

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 - 2017.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi dalam penelitian ini yaitu Perusahaan JII yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 – 2017 sejumlah 21 perusahaan.

Sampel

Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Perusahaan JII yang terdaftar tetap di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015 - 2017.

2) Memiliki Laporan Keuangan yang telah diaudit dan dipublikasikan secara berturut-turut selama tahun 2015 – 2017.

3) Menggunakan satuan yaitu triliun rupiah.

Berdasarkan kriteria diatas maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 15 perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 - 2017.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi dan studi kepustakaan atau literatur.

Instrumen Penelitian

Variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

▪ Variabel independen (X) dalam penelitian ini yaitu struktur aktiva. ▪ Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini yaitu struktur modal.

Data dan Teknik Analisis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif. Teknik analisis data berupa uji asumsi klasik (uji normalitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas), dan uji hipotesis.

(6)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data telah memenuhi uji asumsi klasik dan dapat dilakukan uji hipotesis. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi linier sederhana digunakan pada penelitian dengan satu variabel terikat (dependen) dan satu variabel bebas (independen).

Tabel 4.5 Hasil Analisis Regresi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,756 ,235 -3,215 ,002 LN_X -,402 ,136 -,411 -2,952 ,005

a. Dependent Variable: LN_Y

Sumber: Data sekunder yang telah diolah SPSS, 2020

Dari tabel diatas maka persamaan regresinya adalah:

Y = a + bX

Y = - 0,756 - 0,402X

Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Nilai konstanta sebesar -0,756 artinya jika variabel bebas/independen yaitu struktur aktiva adalah 0, maka variabel dependen yaitu struktur modal akan turun sebesar 0,756 satu satuan.

b. Nilai koefisien regresi variabel bebas/independen yaitu struktur aktiva sebesar -0,402 artinya jika struktur aktiva mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka struktur modal akan mengalami penurunan sebesar 0,402.

Uji Signifikan Individual (Uji t)

Uji t digunakan untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel

(7)

Tabel 4.6

Hasil Uji Signifikan Individual (Uji t) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,756 ,235 -3,215 ,002 LN_X -,402 ,136 -,411 -2,952 ,005

a. Dependent Variable: LN_Y

Sumber: Data sekunder yang telah diolah SPSS, 2020

Berdasarkan tabel hasil uji t diatas, t bernilai negatif (-). Bilangan negatif pada t tidak bermakna minus (hitungan) tetapi mempunyai makna bahwa pengujian hipotesis dilakukan di sisi kiri kurva. Jika nilai t negatif (-), maka t juga turut menyesuaikan menjadi negatif (-). Sehingga didapatkan nilai t (– 2,952) > t (– 2,01669). Serta struktur aktiva mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal ( diterima).

Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Hasil analisis koefisien determinasi dalam penelitian ini sebagai berikut:

Tabel 4.7

Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,413a ,170 ,150 ,54924

a. Predictors: (Constant), Lag_X b. Dependent Variable: Lag_Y

Sumber : Data sekunder yang telah diolah SPSS, 2020

Berdasarkan tabel hasil analisis diatas, diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,170 artinya bahwa variabel independen yaitu struktur aktiva berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu struktur modal sebesar 17%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 83% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti stabilitas penjualan, leverage operasi, tingkat pertumbuhan, profitabilitas, pajak, sikap manajemen dan sebagainya.

(8)

PEMBAHASAN

Struktur aktiva menjadi satu dari banyak faktor yang mempengaruhi penentuan struktur modal. Struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan dengan struktur aktiva yang tinggi cenderung memilih menggunakan dana dari pihak luar atau hutang untuk mendanai kebutuhan perusahaannya. Perusahaan tersebut dapat menggunakan aktiva tetapnya sebagai jaminan untuk memperoleh utang.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 – 2017. Hal ini berdasarkan hasil uji t yang menunjukkan nilai t (– 2,952) > t (– 2,01669) dan nilai signifikansi sebesar 0,005 atau kurang dari 0,05. Dan diketahui bahwa pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal sebesar 17%.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Leni Kezia Sari BR Ginting (2017), yang menggunakan sampel perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2016. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Penelitian lain yang dilakukan oleh Riski Ayu Pratiwi (2017), hasil penelitiannya yaitu variabel struktur aktiva secara parsial berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan makanan dan minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2015. Selanjutnya penelitian oleh Rachma Eka Putri (2014), hasil penelitiannya menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010.

Namun tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anita Dwi Lestari (2010) dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 – 2009 menunjukkan bahwa struktur aktiva tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal.

(9)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan diatas, maka kesimpulan dalam penelitian ini yaitu struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal pada perusahaan JII yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 – 2017.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Aisjah, Siti. (2012). Strategi Diversifikasi Korporat, Struktur Modal dan Nilai Perusahaan. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Asnawi, Said Kelana dan Chandra Wijaya. (2005). Riset Keuangan: Pengujian-Pengujian Empiris. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fahmi, Irham. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Edisi ke-9. Semarang: Badan Penerbit Diponegoro.

Https://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Islamic_Index

Https://www.idx.co.id/idx-syariah/indeks-saham-syariah/;/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/

Sartono, Agus. (2010) Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.

Sugiyono. (2016). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Leni Kezia Sari BR Ginting (2017) Pengaruh Struktur Aktiva, Profitabilitas, Pertumbuhan Penjualan, dan Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Perusahaan Properti dan Real Estate Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2016).

Yunita Widyaningrum (2015) Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013).

Gambar

Tabel 4.5  Hasil Analisis Regresi

Referensi

Dokumen terkait

Tahap awal dari pembuatan aplikasi ini adalah pengumpulan data, yaitu data mengenai gambar, suara hewan dan bahasa Arab setelah data terkumpul lalu membuat rancangan tersebut.

(dalam 10 tahun terakhir PTFI membiayai infrastruktur daerah &amp; masyarakat lebih dari USD 150 Juta ) Pembangunan Infrastruktur Masyarakat dan Daerah.. STI/HIV Clinic PKM

Untuk Penyedia 14426130 : Surat Pernyataan sesuai dengan yang tercantum di dalam Dokumen Pengadaan, Ada Penambahan, yaitu Surat Pernyataan Bermaterai yang menyatakan : (1), Sanggup

Pemilihan silika gel sebagai padatan pendukung untuk proses adsorpsi karena silika gel memiliki beberapa sifat unik yang tidak dimiliki oleh senyawa

Pelaksanaan konsep desain kapasitas struktur adalah memperkirakan urutan kejadian dari kegagalan suatu struktur berdasarkan beban maksimum yang dialami struktur, sehingga

Bagi saya tanggung jawab pekerjaan saya cukup besar, sehingga saya tidak sanggup menerima tanggung jawab.. yang

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa prokrastinasi yang berkaitan dengan takut gagal dalam menyelesaikan tugas dan tidak segera mengerjakan tugas akan

Kepergian Tatengkeng kudengar ketika aku berada di Ja- karta. Sungguh aku tennenung sejenak. Kita kehilangan se- orang pekerja seni, seorang penyair kenamaan. Banyak