• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKUR FIELD STRENGTH DAN BIT RATE PADA OPTIMASI WLAN BERBASIS PC TUGAS AKHIR - Pengisian botol otomatis berbasis relay - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENGUKUR FIELD STRENGTH DAN BIT RATE PADA OPTIMASI WLAN BERBASIS PC TUGAS AKHIR - Pengisian botol otomatis berbasis relay - USD Repository"

Copied!
152
0
0

Teks penuh

(1)

i

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik pada

Program Studi Teknik Elektro

Disusun oleh OKI NUGROHO NIM : 045114028

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)

ii

FINAL PROJECT

In partial fulfillment of the requirements for the degree of Sarjana Teknik Electrical Engineering Study Program

Electrical Engineering Department

Science and Technology Faculty Sanata Dharma University

OKI NUGROHO NIM : 045114028

ELECTRICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM

ELECTRICAL ENGINEERING DEPARTMENT

SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

(3)
(4)
(5)
(6)

vi

………

(7)

INTISARI

Sejalan dengan perkembangan Wireless Local Area Network (WLAN) yang semakin pesat, penentuan lokasi client yang optimal menjadi masalah yang sangat penting. Penentuan lokasi client akan berpengaruh pada koneksi internet

client. Semakin besar nilai field strength dan bit rate, semakin baik pula koneksi internet client. Sistem optimasi WLAN dibutuhkan untuk mengetahui letak client

secara optimal. Sistem optimasi WLAN membutuhkan suatu program pengukur

field strength dan bit rate yang dapat melakukan tracking data lokasi client dari GPS.

Program pengukur field strength dan bit rate merupakan program yang bekerja untuk melakukan pengukuran nilai field strength dan bit rate berdasarkan data yang diperoleh dari WLAN card sebuah PC/laptop. Program ini juga melakukan tracking lokasi dengan mengkonversi data lokasi Geodesi dari memory card GPS menjadi data UTM. Data nilai field strength, bit rate, dan data posisi UTM oleh program disimpan dalam file teks untuk memudahkan pengambilan data oleh program optimasi WLAN yang lain.

Program pengukur field strength dan bit rate telah diimplementasikan dan dilakukan pengujian untuk mengamati hasil perancangan. Berdasarkan hasil pengujian, program ini telah bekerja dan dapat melakukan tracking data lokasi, pengukuran field strength dan bit rate dengan baik.

(8)

ABSTRACT

In line with rapidly development of Wireless Local Area Network (WLAN), determination of optimal client location has been an important issue. The optimal client’s position decision will influence the internet connection. The bigger field strength and the bigger the bit rate, the better the internet connection. An optimize WLAN system is needed to produce or locate an optimal client location. An optimize WLAN system need a field strength and bit rate measurement program that capable to track client location data from GPS.

Field strength and bit rate measurement program is a program to measure field strength and bit rate value based on the data from WLAN card of a PC/laptop. This program also track the location and convert Geodetic location data from memory card GPS to UTM data. The data of field strength, bit rate, and UTM position was saved in the text file by program to make easier data collection by another optimization WLAN program.

Field strength and bit rate measurement program has been implemented and tested to observe the result of program design. Based on test result, this program is working well and capable to measure the field strength, the bit rate, and track data location.

(9)
(10)

x

Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul. “Pengukur Field Strength dan Bit Rate pada Optimasi WLAN Berbasis PC”. Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Dalam penyusunannya, banyak pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan pada penulis, oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak A.Bayu Primawan, S.T., M.Eng., selaku Pembimbing I dan Ibu Wiwien Widyastuti, S.T., M.T selaku Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing penulis. Terima kasih juga untuk seluruh dosen di Fakultas Teknik atas segala tempaan ilmunya.

2. Untuk orangtuaku tercinta Ayahanda Paulus Supatiman Slamet di surga dan Ibunda Christina Subektini yang selalu memberiku semangat serta nasihat, baik moral maupun materi.

3. Untuk Saudara-saudaraku, Eko Widanarto dan Kiki Ciptaningsih atas segala doa dan bantuan.

4. Untuk Kekasihku Anjar Dwi Astutiningsih atas doa dan motivasi. 5. Teman-teman seperjuangan, Andreas Wibisono, Vendy Purnomo, Bayu

(11)

xi

Asih Subrata. Terima kasih atas segala bantuan dan waktunya.

Penulis menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari Pembaca agar dalam proses penulisan di kemudian hari dapat semakin baik. Semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat secara luas, baik bagi penulis maupun bagi semua pihak yang membacanya.

Yogyakarta, 24 September 2009

Penulis

(12)

Halaman Judul ……… i

Halaman Pengesahan ... iii

Halaman Pengesahan Penguji ... iv

Pernyataan Keaslian Karya ... v

Halaman Persembahan ... vi

Intisari ... vii

Abstract ... viii

Halaman Publikasi... ix

Kata Pengantar ... x

Daftar Isi ... xii

Daftar Gambar ... xvi

Daftar Tabel ... xix

Daftar Lampiran... xx

I.PENDAHULUAN ...………..………... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Tujuan dan Manfaat... 2

1.3. Batasan Masalah... 2

1.4. Metodologi Penelitian... 3

(13)

2.2. GPS (Global Possitioning System)... 8

2.3. Data GPS ... 10

2.3.1. NMEA 0183... 10

2.3.2. Data NMEA 0183... 11

2.4.Sistem Koordinat UTM (Universal Transfer Mercator)... 12

2.4.1.Sistem Koordinat UTM Dunia... 12

2.4.2.Sistem Koordinat UTM Indonesia... 13

2.5.Sistem Konversi Satuan Geodesi ke UTM... 14

2.6.Sistem Operasi Linux... 16

2.6.1.File Sistem Linux... 17

2.6.2.Jenis File pada Linux... 17

2.6.3.Direktori pada Linux... 18

2.6.4.Lingkungan Shell... 18

2.6.5.BASH... 19

2.6.6.Editor Vim... 20

2.6.7.Atribut Permission pada File... 20

2.7.Konsep Pemrograman Java... 21

2.7.1.Platform Java... 21

2.7.2.Keterangan (Comment)... 22

(14)

2.8.2.Konstruktor... 25

2.8.3.Fungsi... 25

2.8.4.Enkapsulasi... 26

2.9.Pewarisan... 26

2.10.Polimorfisme... 28

2.11.Fluke Analyzer... 29

2.12.Wireshark... 30

III. PERANCANGAN... 32

3.1 Diagram Blok Optimasi WLAN... 32

3.2 Diagram Blok Pengukuran Field Strength dan Bit Rate……… 33

3.3 Perancangan Tampilan Program Utama……… 34

3.4 Diagram Alir Program Pengukur... 36

3.5 Diagram Alir Subprogram……… 40

3.5.1.Diagram Alir Subprogram Pengukuran Tracking Data GPS…… 40

3.5.2.Diagram Alir Subprogram Deteksi AP……… 42

3.5.3.Diagram Alir Subprogram Pengukuran Field Strength………... 43

3.5.4.Diagram Alir Subprogram Pengukuran Bit Rate……… 45

3.5.5.Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik Field Strength…… 47

3.5.6.Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik Bit Rate……… 48

(15)

3.5.11 Diagram Alir Subprogram Penghapusan Data……… 54

3.5.12 Diagram Alir Subprogram Keluar……… 55

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN... 56

4.1.Tampilan Program……… 56

4.2.Pengujian Program……… 59

4.2.1.Tracking Data GPS……… 59

4.2.2 Deteksi AP……… 65

4.2.3.Pengukuran Field Strength……… 67

4.2.4.Pengukuran Bit Rate……… 81

4.2.5.Penyimpanan Data……… 89

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN... 94

5.1.Kesimpulan……… 94

5.2.Saran……… 95

(16)

Halaman

Gambar 2.1. Jaringan WLAN………. 5

Gambar 2.2. Orbit Satelit GPS... 8

Gambar 2.3 Sistem Proyeksi UTM... 13

Gambar 2.4 Garis Paralel Zona UTM Indonesia……… 14

Gambar 2.5 Sruktur Direktori pada Linux……… 18

Gambar 2.6 Tampilan (GUI) Fluke AnalyzeAir……… 30

Gambar 2.7 Tampilan (GUI) Wireshark……… 31

Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Optimasi WLAN……… 32

Gambar 3.2 Diagram Blok Pengukuran Field Strength dan Bit Rate……… 33

Gambar 3.3 Rancangan Tampilan Program Pengukur……… 34

Gambar 3.4 Diagram Alir Program Utama Pengukur……… 38

Gambar 3.5 Diagram Alir Subprogram Tracking Data GPS……… 41

Gambar 3.6 Diagram Alir Subprogram Deteksi AP………. 42

Gambar 3.7 Diagram Alir Subprogram Pengukuran Field Strength………… 44

Gambar 3.8 Diagram Alir Subprogram Pengukuran Bit Rate……… 46

Gambar 3.9 Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik Field Strength……. 47

Gambar 3.10 Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik Bit Rate………… 49

Gambar 3.11 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data Posisi………… 50

(17)

Gambar 4.1 Tampilan Program Pengukur……… 56

Gambar 4.2 Pesan Pengingat Koneksi GPS……… 61

Gambar 4.3 Tracking Data dari Memory Card GPS……… 62

Gambar 4.4 Pesan Pengingat Koneksi AP……….…. 67

Gambar 4.5 Deteksi Koneksi AP……….…….….. 67

Gambar 4.6 Pesan untuk Menunggu Pengukuran Field Strength………….……. 69

Gambar 4.7 Pesan Pengukuran Field Strength Telah Selesai……….…... 65

Gambar 4.8 Tampilan Pengukuran Field Strength Telah Selesai……… 70

Gambar 4.9 Tampilan Pengukuran Field Strength Program Pengukur……….. 73

Gambar 4.10 Tampilan Pengukuran Field Strength Fluke AnalyzeAir…….… 74

Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Program dengan Fluke pada Client 1 AP fst-2……… 74

Gambar 4.12 Tampak Samping Keadaan 1………. 76

Gambar 4.13 Tampak Atas Keadaan 1……… 76

Gambar 4.14 Grafik Perbandingan Program dengan Fluke pada Keadaan 1…… 76

Gambar 4.15 Tampak Samping Keadaan 2………. 77

Gambar 4.16 Tampak Atas Keadaan 2……… 77

Gambar 4.17 Grafik Perbandingan Program dengan Fluke pada Keadaan 2…… 77

Gambar 4.18 Tampak Samping Keadaan 3……… 78

(18)

Gambar 4.24 Pesan untuk Menunggu Pengukuran Bit Rate………. 82

Gambar 4.25 Pesan Pengukuran Bit Rate Telah Selesai………. 83

Gambar 4.26 Tampilan Pengukuran Bit Rate Telah Selesai……… 83

Gambar 4.27 Tampilan Pengukuran Bit Rate Program Pengukur ……… 86

Gambar 4.28 Tampilan Pengukuran Bit Rate Wireshark…...……… 87

Gambar 4.29 Grafik Karakteristik Bit Rate antara Program dengan Wireshark pada Client 1 AP fst-2……….……….. 87

Gambar 4.30 Grafik Karakteristik Bit Rate antara Program dengan Wireshark pada Client 8 AP elektro………... 87

Gambar 4.31 Grafik Karakteristik Bit Rate antara Program dengan Wireshark pada Client 10 AP fst-1………..…………... 87

Gambar 4.32 Gambar File Penyimpanan Posisi………... 90

Gambar 4.33 Gambar File Penyimpanan Field Strength….………. 91

Gambar 4.34 Gambar File Penyimpanan Bit Rate………. 92

Gambar 4.35 Gambar File Penyimpanan Semua Data……… 93

(19)

Tabel 2.1. Standar 802.11 IEEE a/b/g……… 7 Tabel 2.2. Zona pada Proyeksi UTM Wilayah Indonesia ………...….. 14 Tabel 4.1. Data Posisi 10 Client……….. 63

Tabel 4.2. Perbandingan Nilai X dan Y antara Perhitungan Rumus dengan Program pada Client 1………. 66 Tabel 4.3. Perbandingan Pengukuran Filed Strength Program dengan Fluke.. 71 Tabel 4.4. Perbandingan Filed Strength Program dan Fluke Berdasarkan Keadaan……….. 81 Tabel 4.5. Perbandingan Bit Rate Program dengan Fluke……… 85

(20)

xx

Listing Program Java……...……….. L1

(21)

1

1.1 Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan Wireless Local Area Network (WLAN) yang semakin pesat, penentuan lokasi client yang optimal menjadi masalah yang sangat penting. Penentuan lokasi client akan berpengaruh pada koneksi internet

client. Semakin besar nilai field strength dan bit rate, semakin baik pula koneksi internet client.

Menurut Soesetijo dan Antoni [1], data dari tabulasi fungsi kuat sinyal dan jarak sebagai hasil dari pengukuran level kuat sinyal penerima pada lokasi yang telah ditentukan dapat diklasifikasikan untuk masukan pembelajaran menggunakan bantuan Jaringan Saraf Tiruan (JST). Pada daerah cakupan, denah ruangan dua dimensi pada sumbu x dan y dalam satuan meter dibuat untuk memudahkan pengukuran. Penelitian Soesetijo dan Antoni telah menghasilkan komparasi antara hasil prediksi JST dengan data pengukuran pada posisi masing-masing AP (Access Point) yang mempunyai presentasi selisih rata-rata sebesar 10%. Hal ini berarti JST eksperimen mempunyai keakuratan yang tinggi dan telah terbukti pada hasil komparasinya.

Penelitian ini akan melengkapi penelitian sebelumnya dengan tujuan menghasilkan lokasi client WLAN dengan penerimaan bit rate dan field strength

(22)

yang dihasilkan dari prediksi JST bersama data posisi GPS akan ditampilkan dengan aplikasi pemetaan digital. Penelitian ini juga akan menghasilkan program

tracking data GPS, dan program pengukur field strength dan bit rate pada optimasi WLAN yang akan ditampilkan pada komputer dengan sistem operasi Linux.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan program yang berfungsi untuk tracking data GPS dan dapat mengukur field strength dan bit rate beserta visualisasinya yang berbasis PC pada sistem operasi Linux.

Manfaat yang akan dicapai dalam penelitian ini yaitu sebagai rujukan untuk penelitian optimasi WLAN ataupun dapat dimanfaatkan untuk penelitian jaringan WLAN lainnya.

1.3 Batasan Masalah

Program pada penelitian ini dirancang mempunyai batasan-batasan sebagai berikut :

1. Masukan program berupa field strength dan data byte yang diterima WLAN card pada PC, serta data posisi dari memory card GPS .

2. Sistem operasi menggunakan Linux.

(23)

1.4 Metodologi Penelitian

Tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Studi kepustakaan.

Dalam tahap ini akan dipelajari berbagai literatur, gambar dan manual yang merupakan dasar dari penelitian ini.

2. Perancangan.

Berdasarkan pustaka yang telah diperoleh, dibuat perancangan alur program untuk penelitian ini.

3. Pembuatan program.

Dalam tahap ini dilakukan pembuatan program berdasarkan alur program yang telah dibuat.

4. Pengujian.

Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil kinerja program yang telah dibuat dengan alat ukur field strength dan bit rate yang standar. 5. Penyusunan laporan.

Penyusunan laporan dilakukan berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan.

1.5. Sistematika Penulisan

(24)

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berisi latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

Bab ini memberikan penjelasan tentang WLAN dan GPS secara umum, sistem koordinat UTM (Universal Transfer Mercator), serta pemrograman shell dan pemrograman Java.

BAB III PERANCANGAN

Bab ini berisi diagram alir pembuatan program pengukuran field strength dan

bit rate.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi implementasi perancangan yang dibuat, pengambilan data, penampilan data, pembahasan dan analisis mengenai hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi ringkasan hasil penelitian yang telah dilakukan dan usulan yang berupa ide-ide untuk perbaikan atau pengembangan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

(25)

5

2.1 WLAN

Jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) merupakan salah satu bentuk jaringan nirkabel (tanpa kabel) [2]. Jaringan WLAN memungkinkan dua mesin atau lebih untuk berkomunikasi menggunakan protokol jaringan standar IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers) 802.11. Media transmisi yang digunakan untuk komunikasi pada jaringan WLAN adalah gelombang elektromagnetik yang dapat berupa sinar infra merah (infrared), gelombang mikro (microwave) atau gelombang radio RF (Radio Frequency). Ilustrasi jaringan WLAN dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Jaringan WLAN

Client 1 Client 1 Client 1

Access Point

(26)

Jaringan WLAN yang ditunjukkan Gambar 2.1 terdiri dari empat komponen, yaitu:

1. Access Point (AP) merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke Internet Service Provider (ISP). AP berfungsi mengkonversikan sinyal RF menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal RF.

2. WLAN Interface merupakan peralatan yang dipasang pada Mobile / Desktop PC dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI (Peripheral Component Interconnect) card, maupun melalui port USB (Universal Serial Bus). 3. Client adalah perangkat akses Mobile / Desktop PC yang di dalamnya

telah terpasang port PCMCIA atau ditambahkan wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB (Universal Serial Bus).

4. Internet Service Provider (ISP) merupakan perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet kepada pelanggan.

2.1.1. Standar IEEE 802.11.a/b/g

(27)

standar IEEE 802.11b dan 802.11g. Parameter-parameter dari standar WLAN dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Standar IEEE 802.11 a/b/g [3]

802.11a 802.11b 802.11g

Total Bandwidth 300 MHz 83.5 MHz 83.5 MHz

Frekuensi yang

dipakai 5.15-5.35 GHz OFDM 5.725-5.825Ghz OFDM 2.4-2.4835GHz DSSS 2.4-2.4835GHz DSSS, OFDM

Data Rate per

Chanel

54, 48, 36, 24, 18, 12, 9, 6 Mbps

11, 5.5, 2, 1 Mbps 54, 36, 33, 24, 22,12, 11, 9, 6, 5.5, 2,1 Mbps

Jenis Modulasi BPSK (6, 9 Mbps) QPSK (12, 18 Mbps) 16-QAM (24, 36 Mbps) 64-QAM (48, 54 Mbps)

DQPSK/CCK (11, 5.5 Mbps) DQPSK (2 Mbps) DBPSK (1 Mbps) OFDM/CCK (6,9,12,18,24,36,48,54) OFDM (6,9,12,18,24,36,48,54) DQPSK/CCK

(22, 33, 11, 5.5 Mbps) DQPSK (2 Mbps) DBPSK (1 Mbps)

Sensitivity Rx : -71, -88 dBm Tx : 17, 13 dBm

Rx : -92, -95, -96, -97 dBm Tx : 26 dBm

Rx : -74, -77, -83, -86, -90, -91, -93, -94 dBm

Tx : 22, 23, 24, 26 dBm

2.1.2. Keunggulan dan Kelemahan Jaringan Tanpa Kabel

(28)

interferensi. Solusinya antara lain, untuk masalah peralatan yang mahal dapat diatasi dengan mengembangkan teknologi komponen elektronika, sedangkan untuk masalah interferensi dapat diatasi dengan dengan teknik antena diversity

atau antena rangkap.

2.2 GPS (

Global Positioning System

)

GPS adalah singkatan dari Global Posisitioning System yang merupakan sistem untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit [4,5]. Sistem yang pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika ini digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil.

Sistem GPS aslinya adalah NAVSTAR GPS (Navigation Satellite Timing and Ranging Global Posititioning Global System), yang mempunyai tiga segmen yaitu satelit, pengontrol, dan penerima/pengguna. Satelit GPS yang mengorbit bumi, dengan orbit dan kedudukan yang tetap, seluruhnya berjumlah 24 buah, 21 buah aktif bekerja dan 3 buah sisanya adalah cadangan. Orbit satelit GPS bumi dapat dilihat pada Gambar 2.2.

(29)

Fungsi segmen-segmen pada GPS adalah sebagai berikut :

a. Satelit berfungsi untuk menerima dan menyimpan data yang ditransmisikan oleh stasiun-stasiun pengontrol, menyimpan dan menjaga informasi waktu berketelitian tinggi, dan memancarkan informasi secara kontinyu ke pesawat penerima (receiver) dari pengguna.

b. Pengontrol bertugas mengendalikan dan mengontrol satelit dari bumi baik untuk mengecek kesehatan satelit, penentu dan prediksi orbit dan waktu, sinkronisasi antar satelit, dan mengirim data ke satelit.

c. Penerima bertugas menerima data dari satelit dan memprosesnya untuk menentukan posisi tiga dimensi yaitu koordinat di bumi ditambah ketinggian, arah, jarak, dan waktu yang diperlukan oleh pengguna. Ada dua macam tipe penerima yaitu tipe navigasi dan tipe geodetik.

Penetuan posisi dengan GPS adalah pengukuran jarak secara bersama-sama ke beberapa satelit (yang koordinatnya sudah diketahui) sekaligus [6]. Untuk menentukan koordinat suatu titik di bumi, receiver setidaknya membutuhkan empat buah satelit yang dapat ditangkap sinyalnya dengan baik. Secara default

posisi atau koordinat yang diperoleh bereferensi ke global datum yaitu WGS’84. Secara garis besar penetuan posisi dengan GPS dibagi menjadi dua metode yaitu metode absolut dan metode relatif. Metode absolut, atau yang dikenal dengan point positioning, menentukan posisi hanya berdasarkan pada satu

(30)

Dalam perjalanannya dari satelit hingga mencapai antena di permukaan bumi, sinyal GPS akan dipengaruhi oleh beberapa kesalahan dan bias. Kesalahan dan bias pada dasarnya dapat dikelompokkan atas kesalahan dan bias yang terkait dengan :

a. satelit, seperti kesalahan efemeris, jam satelit, dan selective availability (SA) b. medium propagasi, seperti bias ionosfer dan bias troposfer.

c. penerima GPS, seperti kesalahan penerima jam, kesalahan yang terkait dengan antena, dan noise.

d. data pengamatan, seperti ambiguitas fase dan cycle slips.

e. lingkungan sekitar penerima GPS seperti multipath dan imaging.

Secara umum ada beberapa cara dan strategi yang dapat digunakan untuk menangani kesalahan dan bias GPS, yaitu :

a. Estimasi parameter dari kesalahan dan bias dalam proses hitung perataan. b. Terapan mekanisme differencing antar data.

c. Perhitungan besar kesalahan bias berdasarkan data ukuran langsung. d. Perhitungan besar kesalahan bias berdasarkan model.

e. Penggunaan stategi pengamatan yang tepat. f. Penggunaan strategi pengolahan data yang tepat

2.3. Data GPS

2.3.1. NMEA 0183

(31)

kelautan yang diperkenalkan sejak tahun 1983 [5]. Standar tersebut diberikan untuk alat kelautan yang mengirimkan informasi ke komputer maupun alat lainnya. NMEA-0183 berisi informasi yang berhubungan dengan geografi seperti tentang waktu, garis lintang, garis bujur, ketinggian, dan kecepatan.

2.3.2. Data NMEA 0183

Standar NMEA memiliki banyak jenis bentuk kalimat laporan, di antaranya yang paling penting adalah koordinat lintang, bujur, ketinggian, waktu sekarang standar UTC (UTC time), dan kecepatan (speed over ground) [7]. Jenis-jenis kalimat data NMEA 0183 yang sering digunakan dalam GPS adalah GGA (Fix Data, fixed data for the Global Positioning System), GGL (Geographic Position–Latitude/Longitude), GSA (GNSS DOP and Active Satellites degradation of accuracy and the number of active satellites in the Global Satellite

Navigation System), GSV (GNSS_Satellites in View, satellites in view in the Global Satellite Navigation System)

Data NMEA yang digunakan dalam penelitian ini adalah GGL karena mendukung dengan GPS yang dipakai. Penelitian kali ini menggunakan GARMIN GPSMAP 76CSx. Data GGL terdiri dari informasi mengenai garis lintang, garis bujur, ketinggian, serta keaadaaan. Contoh kalimat data GGL adalah $GPLL,4717.115,N,00833.912,E,130305.0,A*32<CR><LF>

Keterangan data GGL :

GGL = Inisialisasi data

(32)

4717.115 = Garis lintang : 47°17.115 min N = Lintang utara (N=north, S=south) 00833.912 = Garis bujur : 8°33.912 min

E = Garis bujur timur (E=east, W=west) 58 = Pengecekan seluruh set data yang diperiksa

2.4. Sistem Koordinat UTM (

Universal Tranfer Mercator

)

2.4.1. Sistem Koordinat UTM Dunia

Sistem UTM dengan sistem koordinat WGS’84 (World Geodesi System 1984) sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia [8]. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silinder yang tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi), sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid [9].

Sistem proyeksi UTM menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan

conform yang memotong bumi pada dua meridian standart untuk menggambarkan posisi horisontal dua dimensi (x,y). Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan zona UTM. Setiap zona dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri.

(33)

equator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zona yang terletak di bagian Utara equator, equator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter. Ilustrasi sistem proyeksi UTM dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Sistem Proyeksi UTM [8]

2.4.2. Sistem Koordinat UTM Indonesia

(34)

Tabel 2.2. Zona pada Proyeksi UTM Wilayah Indonesia [8]

Gambar 2.4. Garis Paralel Zona UTM Indonesia [8]

2.5 Sistem Konversi Satuan Geodesi ke UTM

Pada tanggal 7 Agustus 1996, RM. Toms menemukan algoritma baru untuk konversi satuan Geodesi ke UTM yang efektif [10]. Rumus konversi satuan Geodesi ke UTM menurut RM.Toms adalah sebagai berikut:

(35)

Utara: 24 ) . 4 . 9 5 ( 2 ( ) tan( 0 0 4 2 2 A C C T A lat N k M k FN

Y = + × + × × × + − + + ×

) 720 ) . 330 . 600 . 58 61 ( 6 2 C eps A

T

T + + − × − + dengan, ) cos( ). 0

(lon lon lat A= −

2 ) tan(lat T = 2 ) cos( . lat Eps C = Keterangan:

lon = longitude dalam radian =

180

π

×

latitude

lat = latitude dalam radian =

180 longitude×π

a = semi mayor poros bumi = 6.378.137 FE = awal absis = 500.000

FN = awal ordinat = 10.000.000

k0 = faktor skala pada meridian tengah = 0,9996 e = eccentricity = 0.081819191

Eps = persamaan kuadrat eccentricity = 0.006739496768 Lon0 = referensi longitude untuk zona pada meridian pusat

= ) 6 3

6 longitude

( × + , hasil )

6 longitude

(36)

lon0 = referensi longitude dalam radian = 180 Lon0×π

N = jari-jari bumi yang tegak lurus dengan garis bujur

=

) ) sin( 1

( e2 lat 2

a

M = jarak sebenarnya antara garis bujur dengan garis khatulistiwa

= − − − − + + )sin(2 )+

1024 45 32 3 8 3 ( ) 256 5 64 3 4 1 [( 6 4 2 6 4 2 lat e e e lat e e e

)sin(6 )]

3072 35 ( ) 4 sin( ) 1024 45 256 15 ( 6 6 4 lat e lat e e − +

2.6 Sistem Operasi Linux

Sistem operasi Linux terbagi menjadi tiga bagian utama yang saling berinteraksi satu sama lain, tiga bagian utama tersebut adalah [11]:

– Kernel Linux adalah program inti dari Sistem Linux. Tugas yang dipegang oleh Kernel ini antara lain :

a. Mengendalikan akses terhadap komputer. b. Mengatur memori komputer.

c. Memelihara sistem file.

d. Mengalokasikan sumber daya komputer di antara pemakai.

(37)

memberi perintah kepada shell dan kemudian shell akan langsung memberikan respon. Perintah-perintah tersebut dapat dirangkai serta dapat disimpan dalam sebuah file teks yang disebut dengan program shell atau shell scripting.

– Utilitas adalah program bantu di luar shell untuk melakukan tugas tertentu, misalnya saja untuk mengedit dokumen, memanipulasi file, menambah user, menghapus user dan lain sebagainya.

2.6.1

File

Sistem Linux

File sistem adalah sekumpulan file pada suatu media penyimpanan dan mekanisme pengorganisasian file tersebut. Sedangkan file secara sederhana didefinisikan sebagai entitas/dokumen yang disimpan pada media penyimpanan.

2.6.2 Jenis

File

pada Linux

File pada Linux memiliki tiga golongan sebagai berikut:

User data adalah file yang umumnya diciptakan oleh user untuk menyimpan data.

System data adalah file yang digunakan oleh sistem Linux untuk melakukan prosesnya.

(38)

2.6.3 Direktori pada Linux

Direktori dapat didefinisikan sebagai suatu file yang berisi daftar nama-nama file dan direktori lainnya. Direktori digunakan untuk mengelompokkan file

dan subdirektori sehingga memudahkan pencarian file dan meningkatkan efisiensi proses.

Karena direktori dapat berisi direktori lagi dan seterusnya, direktori terluar memiliki hierarkis yang lebih tinggi dibandingkan direktori di dalamnya. Struktur direktori pada Linux disusun secara hierarkis seperti diperlihatkan pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Sruktur Direktori pada Linux [11]

2.6.4 Lingkungan

Shell

Linux mempunyai berbagai lingkungan shell, diantaranya BASH (Bourne Again Shell), CSH (C Shell), KSH (Korn Shell), RSH (Restricted Bourne Shell), dan RKSH (Restricted Korn Shell) [12]. Perintah untuk melihat shell yang digunakan di komputer adalah

$ cat /etc/shells

/

usr/ var/ bin/ home/ root/ tmp/ dev/ ….. etc/

(39)

Pemberian perintah pada shell dapat menggunakan keyboard atau mouse. Jika perintah diberikan melalui keyboard, maka disebut sebagai command line interface. Penulisan command line interface biasanya di depan prompt $ yang tergantung dari jenis shell yang digunakan ataupun setting (dilakukan oleh

administrator system). Pemberian perintah ke sistem shell biasanya dilakukan dengan menggunakan tampilan console. Perintah untuk melihat jenis shell yang sedang digunakan adalah

$ echo $SHELL

2.6.5 BASH

Bourne Again Shell, atau sering disebut BASH, dikembangkan sebagai bagian dari sistem Linux. Semua distributor besar Linux, termasuk Red Hat, Mandrake, Slackware, dan Caldera menyertakan BASH. BASH merupakan turunan dari Bourne Shell yang sudah digunakan sejak lama pada sistem UNIX. BASH ditulis oleh Brian Fox ([email protected]), dari free software foundation yang sekarang dikelola oleh Chester Ramey ([email protected]) dari

Case Western Reserve University.

Pada saat ini, hanya shell Linux yang menggunakan BASH dan diinstal sebagai /bin/bash. Berikut beberapa fitur BASH:

1. Name completion untuk nama variable, nama user, first name, perintah, dan nama file.

(40)

4. Arimatika integer dalam berbagai base di antara 2 dan 64.

2.6.6 Editor Vim.

Vim (Vi improved) merupakan editor yang terdapat pada Linux console

yang paling terkenal. Vim adalah editor teks yang dapat dikonfigurasikan untuk memperoleh efisiensi dalam melakukan pengeditan teks. Vim merupakan pengembangan lebih lanjut dari editor Vi yang sudah banyak terdapat pada kebanyakan sistem UNIX.

Vim sering disebut sebagai “editor untuk programmer” dan sangat bermanfaat untuk pemrograman, terutama dalam pemrograman IDE (Integrated Development Enterprise). Vim dipertimbangkan untuk digunakan, karena sempurna untuk segala jenis pengeditan teks, mulai dari menulis e-mail sampai mengedit file konfigurasi pada sistem. Editor Vi diikutkan dalam instalasi standar pada sistem Linux, sedangkan untuk dapat menggunakan Vim biasanya user harus melakukan instalasi terlebih dahulu. Cara menjalankan editor Vim adalah dengan mengetikkan perintah pada console

$ vim <nama file>

2.6.7 Atribut

Permission

pada

File

(41)

a. Permission untuk owner yang berarti aksi dapat dilakukan oleh pemilik file

terhadap file tersebut.

b. Permission untuk group yang berarti aksi dapat dilakukan oleh group pemilik

file tersebut.

c. Permission untuk semua user yang berarti aksi dapat dilakukan oleh semua

user terhadap file tersebut. Aksi-aksi tersebut adalah:

a. Baca (read) yang menunjukkan user dapat melihat isi file.

b. Eksekusi (execute) yang menunjukkan user dapat mengubah isi file.

c. Tulis (write) yang menunjukkan user dapat mengeksekusi file, terutama program. Untuk direktori, hak eksekusi perlu diberikan agar user dapat mengakses direktori tersebut.

2.7 Konsep Pemrograman Java

Pemrograman Java adalah Pemrograman Berorientasi Obyek (Object Oriented Programming, OOP) yang merupakan suatu paradigma pemrograman yang memiliki fokus pada konsep pemrograman obyek [13]. OOP memiliki atribut dan fungsi yang digunakan untuk melakukan manipulasi terhadap atribut tersebut.

2.7.1

Platform

Java

(42)

lunak bekerja di atas platform berbasis perangkat keras. Kebanyakan platform, selain Java, merupakan kombinasi antara perangkat keras dan sistem operasi.

Platform Java memiliki dua komponen, yaitu Java Virtual Machine (JVM) dan

Java Application Programming Interface (Java API).

Setiap program Java bekerja di atas platform Java. Platform Java mengisolasi program Java dengan perangkat keras, sehingga program Java tidak bergantung dengan perangkat keras yang digunakan (hardware independent).

Program Java menggunakan compiler dan interpreter. Dengan menggunakan compiler, program Java akan diubah menjadi kode antara (intermediate language) yang disebut dengan Java bytecode. Bytecode merupakan kode yang tidak bergantung pada form, yang oleh interpreter akan dijalankan pada komputer. Java bytecode ini merupakan kode instruksi bagi JVM. Sedangkan

interpreter sendiri merupakan implementasi dari JVM.

Dalam pemrograman Java, ada dua jenis program yang dapat dibuat, yaitu

Java Application dan Java Applet. Java Application adalah program Java yang dijalankan pada komputer standalone, sedangkan Java Applet merupakan program yang dimasukkan dalam file HTML dan dieksekusi dengan menggunakan browser

(Java-enabled browser).

2.7.2 Keterangan (

Comment

)

(43)

penjelasan tentang suatu proses yang terjadi dalam program (penjelasan dari suatu fungsi).

Keterangan dalam Java diwujudkan dengan 2 cara, menggunakan:

1. Simbol // yang digunakan untuk membuat keterangan per baris. Biasa digunakan untuk memberikan penjelasan singkat.

2. Simbol yang diawali /* dan diakhiri */ yang digunakan untuk keterangan yang melibatkan lebih dari satu baris.

2.7.3 Deklarasi Kelas

Program Java terdiri atas 1 atau lebih kelas. Kelas baru dapat didefinisikan di dalam program. Sintaksnya adalah

class nama_kelas {

}

2.7.4 Fungsi

Main

Setiap program Java aplikasi memiliki fungsi main, yang merupakan titik awal pada saat eksekusi dimulai. Setiap pernyataan dalam fungsi main akan dieksekusi satu persatu secara berurut sampai dengan akhir fungsi dicapai. Fungsi

(44)

2.8 Mendefinisikan Kelas

Ada perbedaan pada program Java Applet dengan Java Application, yaitu program Java Applet harus mendefinisikan turunan kelas Applet (JApplet). Program Java terdiri atas obyek-obyek dari berbagai kelas, yang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Obyek merupakan nilai (value) dari sebuah kelas, nama seperti suatu angka (misalkan: 5) merupakan nilai dari tipe data primitif int.

Setiap obyek memiliki data dan fungsi. Obyek-obyek dari suatu kelas memiliki data sendiri. Tipe data tersebut adalah sama dan fungsi-fungsi yang dimiliki obyek-obyek tersebut adalah sama. Data yang dimiliki obyek memiliki ruang lingkup obyek, dan fungsi memiliki ruang lingkup kelas. Suatu kelas dapat dituliskan sebagai berikut:

public class nama_kelas {

Deklarasi variabel

Konstruktor

Fungsi-fungsi

}

2.8.1. Deklarasi Variabel

(45)

sebagai instance variable. Private string dan private int merupakan dua contoh variabel.

Setiap variabel dinyatakan dengan private. Ini merupakan penanda akses (access specifier) yang menunjukkan bahwa variabel ini hanya bisa diakses oleh fungsi-fungsi yang dimiliki oleh kelas ini sendiri. Setiap variabel diikuti dengan tipe data. Penulisan deklarasi suatu variabel adalah sebagai berikut:

penanda_akses tipe_data nama_variabel

2.8.2 Konstruktor

Konstruktor adalah sebuah fungsi yang digunakan untuk membuat obyek dari suatu kelas. Konstruktor memiliki tanggung jawab untuk membuat obyek dari suatu kelas berada pada keadaan yang sesuai sebelum digunakan. Konstruktor digunakan juga untuk melakukan inisialisasi terhadap variabel-variabel yang dimiliki oleh kelas.

Dalam sebuah kelas dapat dituliskan lebih dari satu fungsi konstruktor (function overloading). Dengan demikian programmer dapat melakukan inisialisasi terhadap obyek dengan cara yang lebih bervariasi. Secara ringkas, penulisan konstruktor adalah sebagai berikut:

public nama_konstruktor (tipe_parameter parameter…)

2.8.3 Fungsi

(46)

Secara umum fungsi-fungsi yang ada dalam suatu kelas dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:

1. Fungsi-fungsi yang melakukan pengubahan terhadap kondisi obyek (mutator).

2. Fungsi-fungsi yang mengembalikan informasi tentang kondisi dari obyek (accessor).

Suatu fungsi dapat didefinisikan sebagai berikut:

penanda_akses tipe_balikan nama_fungsi (tipe_parameter parameter…)

2.8.4 Enkapsulasi

Enkapsulasi memiliki arti mengelompokkan program ke dalam satu unit dengan suatu antar muka (interface) yang baik. Enkapsulasi memiliki kaitan yang erat dengan penyembunyian informasi (information hiding). Penyembunyian informasi mempunyai pengertian pemisahan antara deskripsi mengenai suatu kelas yang digunakan dengan implementasi dari kelas tersebut. Pengguna kelas tidak perlu mengetahui bagaimana kelas didefinisikan. Semua itu tersembunyi bagi user. Yang penting bagi user adalah bagaimana cara menggunakan fungsi-fungsi yang ada pada kelas tersebut.

2.9 Pewarisan

(47)

ada, serta menambahkan atribut maupun perilaku yang baru. Kelas baru secara otomatis akan memiliki variabel dan fungsi yang dimiliki oleh kelas asal.

Kelas asal yang digunakan untuk menurunkan kelas baru disebut sebagai kelas induk (parent class, super class atau base class), sedangkan kelas yang baru disebut sebagai kelas anak (child class atau sub class). Java menggunakan kata kunci extends untuk menunjukkan suatu kelas merupakan turunan dari kelas lainnya.

Pemrograman berorientasi obyek, dapat dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari. Semua yang ditemukan dapat diperlakukan sebagai obyek. Istilah kelas digunakan untuk melakukan pengelompokan atau klasifikasi terhadap sekelompok obyek yang memiliki karakteristik yang sama.

Pendefinisian kelas untuk menunjukkan proses pewarisan melibatkan lebih dari satu kelas, yaitu kelas induk dan kelas turunan. Kelas turunan akan mewariskan atribut dan fungsi yang dimiliki oleh kelas induk. Ketika membuat kelas baru yang merupakan kelas turunan dari kelas induk, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi saat mendefinisikan fungsi-fungsi yang ada pada kelas turunan, yaitu:

1. Kelas turunan dapat melakukan redefinisi fungsi (overriding function) yang diperoleh dari kelas induk.

2. Kelas turunan mewarisi fungsi kelas induk dan tidak melakukan perubahan apapun terhadap fungsi tersebut.

(48)

2.10 Polimorfisme

Polimorfisme (polymorphism) memiliki arti banyak bentuk. Dalam bahasa berorientasi obyek, polimorfisme digunakan untuk menyatakan suatu nama yang merujuk ke beberapa fungsi yang berbeda. Suatu fungsi tertentu dirujuk melalui rujukan polimorfis yang dapat berubah-ubah dari satu pemanggilan ke pemanggilan yang lain, yang bergantung pada obyek yang sedang dirujuk.

Java memiliki 2 jenis polimorfisme, yaitu overloading method dan

overriding method. Pada saat pemanggilan sebuah fungsi, maka penentuan fungsi yang dipanggil dapat dilakukan pada saat kompilasi (compile time) atau pada saat eksekusi (run time). Penentuan fungsi sering disebut sebagai pengikatan (binding) antara pemanggilan fungsi dengan definisi fungsi. Pengikatan yang terjadi pada saat kompilasi disebut dengan static binding atau early binding, sedangkan pengikatan yang dilakukan pada saat eksekusi disebut dengan dynamic binding

atau late binding. Overloading dilakukan dengan menggunakan static binding

sedangkan overriding dilakukan dengan menggunakan dynamic binding. Ada 3 cara mengimplementasikan polimorfisme, yaitu:

1. Overloading method yang menyatakan kemampuan untuk mendefinisikan beberapa fungsi dengan nama yang sama dalam kelas tertentu.

(49)

3. Overriding method dengan interface Java sebagai kumpulan konstanta dan fungsi abstrak. Fungsi abstrak adalah fungsi yang hanya memiliki header saja tanpa ada definisi fungsi. Setelah mendeklarasikan suatu interface, nama

interface dapat digunakan untuk merujuk suatu obyek yang bertipe interface

tersebut. Sebuah rujukan yang bertipe interface dapat digunakan untuk merujuk obyek dari kelas yang mengimplementasikan interface tersebut.

2.11

Fluke AnalyzeAir

Fluke AnalyzeAir (Wifi Spectrum Analyzer) adalah suatu monitor spektrum RF yang bisa digunakan untuk berbagai macam jaringan wireless dan teknologi komunikasi [14]. Fluke AnalyzeAir terdiri dari piranti sensor spektrum berbasis

hardware dan tampilan (GUI) berbasis aplikasi software seperti terlihat pada Gambar 2.6.

Perangkat ini dapat menampilkan lingkungan RF yang detail di dalam suatu operasi teknologi jaringan wireless. Fluke AnalyzeAir juga bisa mengidentifikasi hampir seluruh sumber dari aktivitas RF. Perangkat Fluke AnalyzeAir terdiri dari:

– Sebuah spektrum PC card sebagai sensor.

– Sebuah software CD yang berisi aplikasi Fluke AnalyzeAir. – Sebuah antenna directional 2,4-2,5 GHz, 4,9-5,9 GHz.

(50)

Gambar 2.6 Tampilan (GUI) Fluke AnalyzeAir

2.12

Wireshark

Wireshark adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk menganalisa paket data suatu jaringan, atau sering disebut network packet analyzer yang berbasis open source [15]. Perangkat ini akan menangkap (melakukan capture) paket-paket data dalam suatu jaringan dan menampilkan detail dari paket data tersebut. Wireshark biasa digunakan untuk mempelajari dan mengamati suatu jaringan. Gambar 2.7 memperlihatkan tampilan (GUI)

Wireshark. Fasilitas dari perangkat Wireshark antara lain: – Tersedia untuk UNIX dan Windows.

Capture paket data secara langsung (live) dengan antar muka jaringan. – Menampilkan detail informasi paket data.

(51)

– Pewarnaan dalam tampilan berdasarkan criteria.

– Dilengkapi dengan open dan save paket yang telah ditangkap (captured).

Gambar 2.7 Tampilan (GUI) Wireshark

(52)

32 WLAN card

Penerima

Pemancar

3.1 Diagram Blok Sistem Optimasi WLAN

Sistem ini terdiri dari pengukur field strength dan bit rate, optimasi letak

client, dan penampil dengan peta digital. Diagram blok dari Sistem Optimasi WLAN dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Optimasi WLAN

Batasan penelitian ini ditunjukkan sebagai blok penerima yang pertama, yaitu pengukuran field strength dan bit rate. Pada blok penerima pertama, data yang diambil adalah nilai field strength dan bit rate, serta data posisi GPS. Nilai

field strength dan bit rate diperoleh dari perhitungan data yang diterima oleh WLAN card, sedangkan data posisi diperoleh dari memory card di dalam GPS. Kemudian nilai field strength dan bit rate disimpan dalam format teks (.txt). Sedangkan pada blok penerima kedua, data berupa teks tersebut diolah dengan JST (metode back propagation) untuk mendapatkan nilai bobot yang optimal dan

Access Point I Pengukuran

field strength

dan bit rate

II Optimasi

(53)

buah AP, dan 10 client. Pada blok penerima ketiga, data pengukuran field strength, bit rate dan optimasi ditampilkan bersama dengan data lokasi. Kemudian letak lokasi client ditampilkan setelah nilai optimasi didapat.

3.2 Diagram Blok Pengukuran

Field Strength

dan

Bit Rate

Secara garis besar proses yang terjadi pada fungsi pengukuran field strength dan bit rate dapat digambarkan dengan diagram blok yang ditunjukkan pada Gambar 3.2. Proses yang ditunjukkan di dalam garis putus-putus ini menggunakan pemrograman shell dengan tampilan menggunakan pemrograman Java dalam sistem operasi Linux.

Gambar 3.2 Diagram Blok Pengukuran Field Strength dan Bit Rate

Nilai field strength dan data byte yang terukur pada PC (WLAN card) serta data posisi yang tersimpan pada memory card GPS diambil sebagai data masukan program. Data tersebut diambil dan dipilah untuk proses perhitungan selanjutnya. Program kemudian memproses data untuk dijadikan keluaran nilai

Input data terukur (WLAN card)

Proses program (BASH Shell)

Tampilan (Java) dan simpan output

program (.txt)

Memory card

(54)

tampilannya di layar komputer.

3.3. Perancangan Tampilan Program Utama

Tampilan program utama pada penelitian ini menggunakan pemrograman Java dengan aplikasi swing untuk tampilan yang elegan. Rancangan tampilan program pengukur dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3. Rancangan Tampilan Program Pengukur C

Program Pengukur

A

F

I

L

Q O

P B

D

G H

J

M E

N K

R

(55)

A = Tombol “Track” dengan fungsi memanggil program tracking konversi data posisi memory card GPS.

B = Text data X dengan fungsi menampilkan data posisi X GPS yang telah diukur. C = Text data Y dengan fungsi menampilkan data posisi Y GPS yang telah diukur. D = Text data Z dengan fungsi menampilkan data posisi Z GPS yang telah diukur. E = Tombol “Save Tracking” dengan fungsi menyimpan data posisi.

F = Tombol “Detect” dengan fungsi memanggil program deteksi AP.

G = Text data ESSID dengan fungsi menampilkan data ESSID AP yang telah diukur.

H = Text data MAC dengan fungsi menampilkan data MAC Address AP yang telah diukur.

I = Tombol ukur “Field Strength” dengan fungsi memanggil program pengukuran field strength beserta penampil grafik dan deteksi AP.

J = Text data field strength dengan fungsi menampilkan data field strength yang telah diukur.

K = Tombol “Save Field Strength” dengan fungsi menyimpan data field strength

yang telah diukur.

L = Tombol ukur “Bit Rate” dengan fungsi memanggil program pengukuran bit rate beserta penampil grafik dan deteksi AP.

M = Text data bit rate dengan fungsi menampilkan data bit rate yang telah diukur. N = Tombol “Save Bit Rate” dengan fungsi menyimpan data bit rate yang telah

(56)

pada folder Windows.

P = Tombol “Reset” dengan fungsi menghapus semua data hasil pengukuran pada

folder Windows.

Q = Tombol “About” program dengan fungsi memanggil program shell untuk menampilkan profil program.

R = Tombol “Exit” program dengan fungsi keluar dari program.

S = Grafik area dengan fungsi menampilkan grafik hasil pengukuran field strength dan bit rate serta profil program.

3.4. Diagram Alir Program Pengukur

Diagram alir program pengukur ditunjukkan pada Gambar 3.4. Proses pertama program dimulai dengan meminta masukan pada user. Kemudian user

menekan salah satu tombol yang telah tersedia pada tampilan. Program akan mengeksekusi perintah sesuai pilihan user. Jika user memilih “Track” (menekan tombol A), maka subprogram berikutnya adalah memanggil program shell untuk

tracking data GPS. Sedangkan jika user memilih “Detect” (menekan tombol F), maka subprogram berikutnya adalah memanggil program shell untuk deteksi AP. Dalam eksekusi kedua program ini, akan ditampilkan pesan untuk memastikan koneksi terhadap GPS dan koneksi terhadap AP untuk masing-masing program.

(57)

shell ukur bit rate, penampil grafik bit rate, dan deteksi AP. Saat awal eksekusi, program menampilkan pesan untuk menunggu pengukuran. Sedangkan saat pengukuran berlangsung, program menampilkan teks “loading…..”. Kemudian pesan bahwa pengukuran telah selesai juga ditampilkan setelah program selesai mengeksekusi pengukuran.

Data pengukuran yang telah diperoleh pada program shell ditampilkan pada JTextField (B untuk data posisi X, C untuk data posisi Y, D untuk data posisi Z, G untuk nama ESSID, H untuk nomor MAC Address, J untuk data nilai

field strength dan M untuk data nilai bit rate) pada tampilan Java. Grafik area S berfungsi untuk menampilkan grafik data field strength dan bit rate yang telah terukur.

Selanjutnya jika user ingin menyimpan masing-masing data pengukuran,

user akan menekan tombol E (“Save Tracking”) untuk menyimpan data posisi. Tombol K (“Save Field Strength”) untuk menyimpan data field strength. Tombol N (“Save Bit Rate”) untuk menyimpan data bit rate, atau user ingin menyimpan seluruh data pengukuran dengan menekan tombol O.

(58)
(59)
(60)

3.5. Diagram Alir Subprogram

Program shell disimpan dalam direktori /root/program dan mulai dieksekusi saat program Java memanggilnya. Ada 11 program shell dalam perancangan ini, yaitu program tracking data posisi GPS, program deteksi AP, program pengukuran field strength, program pengukuran bit rate, 2 program penampil grafik, 4 program penyimpanan data, dan program penghapusan data.

3.5.1 Diagram Alir Subprogram Pengukuran

Tracking

data GPS

Diagram alir subprogram tracking data GPS dapat dilihat pada Gambar 3.5. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian program menyimpan data posisi Geodesi GPS yang telah tersimpan dalam memory card dengan memilih nama file tanggal hari ini (waktu tracking) ke dalam file /root/dump/awal.txt.

Selanjutnya program memilah baris-baris data dalam file awal.txt. Baris-baris data latitude dan longitude disimpan pada file /root/dump/xy.txt, sedangkan baris data ketinggian terakhir disimpan dalam file /root/dump/Z.txt. Kemudian program memilah baris terakhir file /root/dump/xy.txt, program juga menyimpan data lat pada /root/dump/xyz.txt dan data lon pada /root/dump/xyz0.txt.

Proses eksekusi program dilanjutkan dengan menghitung nilai X dan Y (satuan UTM), yaitu dengan masukan nilai /root/dump/xyz.txt dan /root/dump/xyz0.txt (satuan Geodesi) yang telah melalui proses pemilahan. Kemudian program menyimpan data posisi satuan UTM, nilai X pada /root/dump/X.txt dan nilai Y pada /root/dump/Y.txt.

(61)
(62)

3.5.2 Diagram Alir Subprogram Deteksi AP

Gambar 3.6 memperlihatkan diagram alir subprogram deteksi AP. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian program memanggil nilai-nilai

interface wireless configuration dari AP yang sedang terkoneksi PC dengan instruksi iwconfig wlan0. Kemudian proses dilanjutkan dengan memilah data-data dari iwconfig wlan0, sehingga didapatkan data ESSID dan MAC Address.

(63)

3.5.3 Diagram Alir Subprogram Pengukuran

Field Strength

Diagram alir subprogram pengukuran field strength dapat dilihat pada Gambar 3.7. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian memanggil nilai-nilai

interface wireless configuration dengan instruksi iwconfig wlan0. Instruksi

iwconfig wlan0 adalah instruksi pada pemrograman shell yang berfungsi untuk menampilkan data-data konfigurasi yang diterima oleh WLAN card pada PC. Semua data tersebut akan disimpan dalam temp.txt pada folder /root/dump.

Selanjutnya program membandingkan apakah nilai field strength sama dengan 0 (AP tidak terkoneksi) atau tidak. Jika field strength sama dengan nol, maka program akan selesai. Tetapi jika field strength tidak sama dengan nol, maka program akan mengeksekusi perintah selanjutnya.

Perintah selanjutnya adalah menyimpan data-data iwconfig wlan0 pada file

/root/dump/iwconfig.txt, kemudian program mengedit data dalam /root/dump/iwconfig.txt tersebut dengan hanya menyisakan data field strength dan menghapus data-data konfigurasi WLAN card yang lain. Data field strength

kemudian disimpan ke dalam file /root/dump/strengthN.txt dengan N adalah proses pengukuran yang ke-N.

(64)

rata-rata field strength dengan menjumlahkan semua data dari file

/root/dump/strengthN.txt dan membaginya dengan nilai N. Hasil perhitungan tersebut disimpan pada file /root/dump/ratastrength.txt.

(65)

3.5.4 Diagram Alir Subprogram Pengukuran

Bit Rate

Diagram alir subprogram pengukuran bit rate dapat dilihat pada Gambar 3.8. Program dimulai dengan inisialisasi, kenudian memanggil iwconfig wlan0

dan menyimpan data-data iwconfig wlan0 pada /root/dump/temp.txt. Diambil data

field strength yang tersimpan kemudian dibandingkan apakah sama dengan 0 (AP tidak terkoneksi) atau tidak. Jika field strength sama dengan nol, maka program akan selesai, tetapi jika field strength tidak sama dengan nol, maka program akan mengeksekusi perintah selanjutnya.

Perintah selanjutnya adalah memanggil nilai-nilai interface wireless configuration dengan instruksi ifconfig wlan0. Instruksi ifconfig wlan0 adalah instruksi pada pemrograman shell yang berfungsi untuk menampilkan data-data konfigurasi yang diterima oleh PC dari WLAN card. Semua data tersebut akan disimpan dalam ifconfig.txt pada folder /root/dump.

Proses selanjutnya adalah mengedit data dalam /root/dump/ifconfig.txt dengan hanya menyisakan data byte yang diterima dari WLAN card dan menghapus data-data yang lain. Data bit rate diperoleh dari pengurangan data byte

yang kedua dikurangi data byte yang pertama (selisih pengambilan data byte 1 detik) dan dibagi dua, kemudian data bit rate disimpan dalam file

/root/dump/bitN.txt, dengan N adalah proses pengukuran yang ke-N.

(66)

program berjalan selama 100 detik. Setelah proses perulangan berakhir pada saat nilai N sama dengan 100, kemudian program mengambil nilai rata-rata bit rate

dengan menjumlahkan semua data dari file /root/dump/bitN.txt dan membaginya dengan nilai N. Hasil perhitungan tersebut disimpan pada file

/root/dump/ratabit.txt.

(67)

3.5.5 Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik

Field Strength

Diagram alir subprogram penampil grafik field strength dapat dilihat pada Gambar 3.9. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian mengambil nilai field strength dari perintah iwconfig wlan0. Nilai field strength kemudian dibandingkan apakah sama dengan 0 (AP tidak terkoneksi) atau tidak. Jika field strength sama dengan nol, maka program akan selesai, tetapi jika field strength tidak sama dengan nol, maka program akan mengeksekusi perintah selanjutnya.

(68)

terkecil dengan membandingkan masing-masing nilai field strength yang telah diukur dari program pengukur field strength. Selisih nilai field strength terbesar dan terkecil ini akan menjadi jangkauan (range) pada sumbu Y grafik. Kemudian grafik perbandingan antara nilai field strength (dBm) dengan waktu (detik) ditampilkan.

3.5.6 Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik

Bit Rate

Diagram alir subprogram penampil grafik bit rate dapat dilihat pada Gambar 3.10. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian program mengambil nilai field strength dari perintah iwconfig wlan0. Nilai field strength kemudian dibandingkan apakah sama dengan 0 (AP tidak terkoneksi) atau tidak. Jika field strength sama dengan nol, maka program akan selesai, tetapi jika field strength

tidak sama dengan nol, maka program akan mengeksekusi perintah selanjutnya. Perintah selanjutnya adalah mengubah masing-masing nilai bit rate yang telah diukur dari program pengukur bit rate yang semula satuannya Bps menjadi KBps. Hal ini dilakukan dengan membagi nilai bit rate tersebut dengan 1000.

(69)

! "#!

Gambar 3.10 Diagram Alir Subprogram Penampil Grafik Bit Rate

3.5.7 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data Posisi

Diagram alir subprogram penyimpanan data posisi dapat dilihat pada Gambar 3.11. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian menggabungkan data X.txt, Y.txt dan Z.txt dalam satu baris dan disimpan dalam file

(70)

file /root/simpanan/data_posisi/YYYYBBTT.txt menjadi hanya read-only untuk

user. Hal ini dilakukan untuk keamanan penyimpanan data.

Gambar 3.11 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data Posisi

3.5.8 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data

Field

Strength

Diagram alir subprogram penyimpanan data field strength dapat dilihat pada Gambar 3.12. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian menggabungkan menggabungkan 100 data field strength pengukuran menjadi satu baris dalam file /root/dump/datastrength.txt.

(71)

berarti YYYY adalah tahun sekarang, BB adalah bulan sekarang dan TT adalah tanggal sekarang. Kemudian program mengubah permission dari file

/root/simpanan/data_fieldstrength/YYYYBBTT.txt menjadi hanya read-only

untuk user. Hal ini dilakukan untuk keamanan penyimpanan data.

$% &''' ( '!!))

* '''

( '!!))

+,

'' '

Gambar 3.12 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data Field Strength

3.5.9 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Data

Bit Rate

(72)

/root/dump/databit.txt.

Proses selanjutnya adalah data ratabit.txt, MAC.txt, date0.txt dan databit.txt disimpan dalam satu baris pada file

/root/simpanan/data_bitrate/YYYYBBTT.txt. Penamaan “YYYYBBTT.txt” berarti YYYY adalah tahun sekarang, BB adalah bulan sekarang dan TT adalah tanggal sekarang. Kemudian program mengubah permission dari file

/root/simpanan/data_bitrate/YYYYBBTT.txt menjadi hanya read-only untuk user. Hal ini dilakukan untuk keamanan penyimpanan data.

(73)

3.5.10 Diagram Alir Subprogram Penyimpanan Semua Data

Diagram alir subprogram penyimpanan semua data dapat dilihat pada Gambar 3.14. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian menggabungkan data X.txt, Y.txt, Z.txt, ratabit.txt, MAC.txt dalam satu baris dan disimpan dalam

folder /root/dump/bitrate.txt. Proses dilanjutkan dengan menggabungkan data X.txt, Y.txt, Z.txt, ratastrength.txt, MAC.txt dalam satu baris dan disimpan dalam

folder /root/dump/fieldstrength.txt. Sedangkan data X.txt, Y.txt, Z.txt, ratastrength.txt, MAC.txt, ratabit.txt disimpan dalam folder C/TA/data.txt.

Data simpanan yang terdapat pada file /root/dump/bitrate.txt dan file

/root/dump/bitrate.txt yang telah disimpan dan diurutkan berdasarkan nama AP. Kemudian program menyimpan data yang telah diurutkan ke dalam folder

C/TA/bitrate.txt dan C/TA/fieldstrength.txt.

(74)

3.5.11 Diagram Alir Subprogram Penghapusan Data

Diagram alir subprogram penghapusan data dapat dilihat pada Gambar 3.15. Program dimulai dengan inisialisasi, kemudian program menghapus isi file

penyimpanan dalam folder windows saja, yaitu file C/TA/data.txt, file

C/TA/fieldstrength.txt dan file C/TA/bitrate.txt.

Gambar 3.15 Diagram Alir Subprogram Penghapusan Data

3.5.12 Diagram Alir Subprogram Keluar

(75)

!''

-''

(76)

56

4.1 Tampilan Program

Program pengukur field strength dan bit rate mempunyai beberapa button

yang berfungsi untuk menjalankan program yang diinginkan. Button tersebut adalah Track Button, Save Tracking Button, Detect Button, Fieldstrength Button, Bitrate Button, Save Bitrate Button, Save all Button, Reset Button, About Button

dan Exit Button. Gambar 4.1 menunjukkan tampilan program pengukur.

Gambar 4.1 Tampilan Program Pengukur

16

15

14

13

12

11

9

1

2 3

4 5

6 7

8

(77)

Keterangan: 1 = Track button

2 = Save Tracking button

3 = Detect button

4 = Fieldstrength button

5 = Save Fieldstrength button

6 = Bitrate button

7 = Save Bitrate button

8 = Save all button 9 = Reset button

10= About button

11= Exit button

12= Text area data posisi X, Y, Z 13= Text area ESSID dan MAC Address

14= Text area nilai field strength

15= Text area nilai bit rate

16= Text area grafik data dan about

(78)

User bisa memulai menjalankan program dengan menekan Track button. Kemudian program akan menampilkan data posisi dengan satuan UTM yang telah dikonversi dari memory card GPS, kemudian data posisi dapat disimpan dengan menekan Save Tracking button. User bisa melanjutkan menjalankan program dengan menekan Detect button. Program akan menampilkan ESSID dan MAC

Address dari AP yang sedang terkoneksi saat user menekan Detect button.

Jika Fieldstrength button ditekan, maka program mengukur nilai field strength 1 kali per detik (selama 100 detik), kemudian program menampilkan nilai rata-ratanya. Setelah itu program akan menampilkan grafik data, ESSID dan MAC

Address. Sedangkan saat Bitrate button ditekan, program mengukur nilai bit rate

selama 1 kali per detik (selama 100 detik) kemudian program menampilkan nilai rata-ratanya. Setelah itu, program akan menampilkan grafik data, ESSID dan MAC Address kembali untuk melakukan check AP yang terkoneksi. Jika AP tidak terkoneksi, maka kedua eksekusi program di atas tidak melakukan eksekusi pengukuran dan eksekusi penampil grafik.

Untuk menyimpan nilai field strength saja user cukup meneka

Gambar

Gambar 2.1. Jaringan WLAN
Gambar 3.3. Rancangan Tampilan Program Pengukur
Gambar 3.4 (lanjutan) Diagram Alir Program Utama Pengukur
Gambar 3.5 Diagram Alir Subprogram Tracking Data GPS
+7

Referensi

Dokumen terkait