PT DUTA PERTIWI NUSANTARA Tbk DAN ENTITAS ANAK

49 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

31 MARET 2018 DAN 31 MARET 2017 (TIDAK DIAUDIT) KECUALI LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

(2)

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 1

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4

Laporan Arus Kas Konsolidasian 5

(3)
(4)

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2d , 3 71.063.910.184 88.478.807.279

Piutang Usaha - Pihak ketiga 2f , 4 16.572.387.240 15.854.405.910

Piutang lain-lain

Pihak berelasi 2m , 32 1.400.000.000 1.400.000.000

Pihak ketiga 5 1.169.757.535 1.283.038.634

Aset keuangan lancar lainnya

Dimiliki hingga jatuh tempo 6 33.163.880.000 13.000.000.000

Tersedia untuk dijual 2e , 7 8.341.297.072 5.375.835.693

Persediaan 2g , 8 41.896.184.377 41.165.365.600

Biaya dibayar di muka 2h , 9 704.700.282 227.677.378

Uang muka pembelian aset tetap 10 6.000.000.000 6.000.000.000

Uang muka Lainnya 422.500.000

-Pajak dibayar dimuka 18a 6.178.580.781 8.413.643.713

Jumlah Aset Lancar 186.913.197.471 181.198.774.207

ASET TIDAK LANCAR

Properti Investasi 2j , 11 2.266.551.133 2.266.876.133

Aset tetap 2k , 12 10.559.771.869 11.011.716.195

Aset pajak tangguhan bersih 2p , 18d 10.385.571.622 10.779.099.842

Beban eksplorasi ditangguhkan 2l 30 104.652.028.654 103.233.607.583

Uang jaminan 1.100.000 1.100.000

Jumlah Aset Tidak Lancar 127.865.023.278 127.292.399.753

JUMLAH ASET 314.778.220.749 308.491.173.960

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

Direktur

Pontianak, 20 April 2018 S.E. & O.

(5)

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha - pihak ketiga

13

15.261.216.506 15.521.044.730

Utang lain-lain - pihak ketiga

14

251.425.300 251.425.300

Utang pemegang saham

15

2.671.369.600

-Utang dividen

16

1.378.400.158 1.378.400.158

Beban akrual

17

631.519.594 59.026.160

Utang pajak

18b

1.884.069.175 1.403.113.449

19

219.780.000 219.780.000

Jumlah liabilitas jangka pendek 22.297.780.333 18.832.789.797

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Kewajiban imbalan pasca kerja

2o , 20

22.340.662.093 21.822.996.796

Jumlah Liabilitas jangka panjang 22.340.662.093 21.822.996.796

JUMLAH LIABILITAS 44.638.442.426 40.655.786.593

EKUITAS

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Modal saham

- Modal dasar 540.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 250 per saham - Modal ditempatkan dan disetor penuh

lembar saham

pada 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017

21

82.782.488.000 82.782.488.000

Tambahan Modal Disetor

22

(1.884.225.133) (1.884.225.133)

Penghasilan komprehensif lainnya 4.238.525.728 4.208.568.301

Saldo laba

Ditentukan penggunaannya 5.950.000.000 5.950.000.000

Belum ditentukan penggunaannya 141.601.959.293 138.912.609.548

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada

Pemilik entitas induk 232.688.747.888 229.969.440.716

Kepentingan nonpengendali

24

37.451.030.435 37.865.946.651

Jumlah Ekuitas 270.139.778.323 267.835.387.367

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 314.778.220.749 308.491.173.960

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

Jaminan Sewa Kantor

Direktur S.E. & O. Budiono Pontianak, 20 April 2018 331.129.952

(6)

Beban Pokok penjualan 2n 26 23.802.866.955 19.894.640.267 LABA BRUTO 8.509.433.595 6.401.650.383 Beban usaha 27 (6.410.076.317) (7.040.945.920) Pendapatan lain-lain 28 1.715.542.205 1.561.055.054 Beban lain-lain 29 (91.699.043) (165.395.574) LABA USAHA 3.723.200.440 756.363.943

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.723.200.440 756.363.943 Penghasilan (beban) pajak penghasilan 2p 18c (1.448.766.911) (560.355.720)

LABA TAHUN BERJALAN 2.274.433.529 196.008.223

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN : Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi

Keuntungan (kerugian) aktuarial atas program

pensiun manfaat pasti 20 266.243.091 (483.392.620) Bagian pendapatan komprehensif lain

dari entitas asosiasi

Bagian pendapatan komprehensif lain

dari entitas asosiasi - -Pajak penghasilan terkait dengan pos yang tidak

direklasifikasi 18d (66.560.773) 120.848.155 199.682.318

(362.544.465) Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi

Aset keuangan tersedia untuk dijual

keuntungan (kerugian) tahun berjalan 7 (222.306.321) 167.343.300 Transfer ke laba rugi (3.993.534) -Pajak penghasilan terkait dengan pos yang

yang direklasifikasi 18d 56.574.964 (41.835.825) (169.724.891)

125.507.475 29.957.427

(237.036.990) TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN 2.304.390.956 (41.028.767) Laba rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan

kepada :

Pemilik entitas induk 2.689.349.745 572.758.344 Kepentingan nonpengendali (414.916.216) (376.750.121)

2.274.433.529

196.008.223 Total laba rugi komprehensif tahun berjalan yang

dapat diatribusikan kepada :

Pemilik entitas induk 2.719.307.172 335.721.354 Kepentingan nonpengendali 24 (414.916.216) (376.750.121)

2.304.390.956

(41.028.767) Laba per saham dasar 2q 31 8,12 1,73

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

Pontianak, 20 April 2018 S.E. & O. PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN

(7)

Modal Ditempatkan Ditentukan Belum Ditentukan Keuntungan (kerugian) Entitas Induk nonpengendali Ekuitas

Catatan dan Disetor Penggunaannya Penggunaannya aktuaria

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Saldo 01 Januari 2017 82.782.488.000 93.450.650 (2.095.288.896) 5.600.000.000 134.191.947.577,0 813.513.404 2.788.869.680 224.174.980.415 39.089.423.170 263.264.403.585 Peningkatan modal - - - - - - - - - -Cadangan Umum 23 - - - - - - - - - -Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - - - - -Deviden Tunai 23 - - - - - - - - - -Laba (rugi) - - - - 572.758.344,0 - - 572.758.344 (376.750.121) 196.008.223 Pendapatan komprehensif lainnya - - - - - 125.507.475 (362.544.465) (237.036.990) - (237.036.990) - Transfer ke laba rugi - - - - - - - - -

-82.782.488.000

93.450.650 (2.095.288.896) 5.600.000.000 134.764.705.921,0 939.020.879 2.426.325.215 224.510.701.769 38.712.673.049 263.223.374.818 Saldo 01 Januari 2018 82.782.488.000 93.450.650 (1.977.675.783) 5.950.000.000 138.912.609.548 988.486.345 3.220.081.956 229.969.440.716 37.865.946.651 267.835.387.367

Peningkatan modal - - - - - - - - - -Cadangan Umum 23 - - - - - - - - - -Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - - - - -Deviden Tunai 23 - - - - - - - - - -Laba (rugi) - - - - 2.689.349.745,0 - - 2.689.349.745 (414.916.216) 2.274.433.529 Pendapatan komprehensif lainnya - - - - - (166.729.741) 199.682.318 32.952.577 - 32.952.577 - Transfer ke laba rugi - - - - - (2.995.150) - (2.995.150) - (2.995.150)

82.782.488.000

93.450.650 (1.977.675.783) 5.950.000.000 141.601.959.293 818.761.454 3.419.764.274 232.688.747.888 37.451.030.435 270.139.778.323

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. Saldo 31 Maret 2018

Tersedia untuk Dijual

Saldo 31 Maret 2017

perubahan ekuitas anak Agio Saham

(8)

Penerimaan dari pelanggan 32.415.580.250 26.531.792.950

Penerimaan kas lainnya 180.890.763 320.146.480

Pembayaran kepada pemasok (23.854.090.363) (18.893.330.571)

Pembayaran gaji dan tunjangan (6.843.574.862) (7.372.791.291)

Pembayaran beban operasi lainnya (1.633.486.708) (1.704.146.254)

Kas yang diperoleh (digunakan untuk) operasi 265.319.080 (1.118.328.686)

Penerimaaan bunga dari aktivitas operasi 288.043.360 248.182.900

Pengembalian (pembayaran) pajak 3.199.446.276 2.691.531.428

Arus kas neto dari aktivitas operasi 3.752.808.716 1.821.385.642

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:

Penerimaan bunga 796.625.462 965.437.230

Penerimaan dividen 20.164.384 20.164.383

Pencairan (penempatan) aset keuangan dimiliki

hingga jatuh tempo (20.163.880.000) (47.800.000.000)

Pencairan (penempatan) aset keuangan tersedia

untuk dijual (3.153.531.250)

-Pembayaran uang muka lainnya 10 (422.500.000)

-Pembayaran untuk perolehan aset tetap 12 (41.277.112) (2.420.000)

Penerimaan dari Penjualan aset tetap 12 150.000.000

-Penambahan biaya eksplorasi ditangguhkan (1.418.421.071) (2.587.691.977)

Arus kas neto dari aktivitas investasi (24.232.819.587) (49.404.510.364)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN: Pembayaran dividen tunai

Penerimaan utang pemegang saham 2.671.369.600

-Uang muka setoran modal -

-Arus kas neto dari aktivitas pendanaan 2.671.369.600

-KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (17.808.641.271) (47.583.124.722)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 88.478.807.279 115.865.761.398

Efek perubahan nilai kurs pada kas dan setara kas 393.744.176 (174.418.328)

SALDO AKHIR KAS DAN SETARA KAS 71.063.910.184 68.108.218.348

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

(9)

a. Pendirian dan Informasi Umum

Dewan Komisaris 31 Maret 2018 31 Desember 2017

Komisaris Utama Tn. Ng Tjie Koang Tn. Ng Tjie Koang

Komisaris Tn. Budi Satria Sanusi Tn. Budi Satria Sanusi

Komisaris Independen Tn. Corneiles Tedjo E..,SE,MBA Tn. Corneiles Tedjo E..,SE,MBA

Direksi

Direktur Utama Tn. Siang Hadi Widjaja Tn. Siang Hadi Widjaja

Direktur Tn. Ir. Winata Indradjaja Tn. Ir. Winata Indradjaja

Direktur Tn. Ir. Honky Widjaja Tn. Ir. Honky Widjaja

Direktur Tidak Terafiliasi Tn. Budiono Tn. Budiono

Komite Audit

Ketua Tn. Corneiles Tedjo E.,SE,MBA Tn. Corneiles Tedjo E.,SE,MBA

Anggota Tn.Tjhin Khim Kiat, SE Tn.Tjhin Khim Kiat, SE

Tn. Drs. Halim Makopolo Tn. Drs. Halim Makopolo

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 sebagai berikut:

Jumlah kompensasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan, untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing sebesar Rp 3.924.786.829 dan Rp 12.484.092.198

PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 45 tanggal 18 Maret 1982 dari Jahja Irwan Sutjiono, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-2-12-HT-01.04 th. 86 tanggal 4 Januari 1986. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 117 tanggal 24 Juni 2015 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, mengenai perubahan anggaran dasar untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka ("POJK No.32") dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik ("POJK No. 33"). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Direktorat Jenderal Hukum Umum Departemen Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-0950607 tanggal 10 Juli 2015.

Perusahaan berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat. Kantor Pusat beralamat di Jl Tanjungpura No. 263 D,

Pontianak 78122 sedangkan pabrik berlokasi di Jl. Adisucipto Km. 10,6 Desa Teluk Kapuas, Kec. Sei Raya, Kab. Kubu Raya, Pontianak 78391.

Pada periode laporan yang disajikan tidak terdapat ekspansi maupun penciutan usaha

Jumlah karyawan Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah masing-masing 96 dan 98 orang.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri lem, barang-barang kimia dan pertambangan. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam negeri.

(10)

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

c. Entitas Anak

Perusahaan memiliki saham Entitas anak, sebagai berikut :

Entitas Anak Domisili Jenis Usaha

PT Intitirta Primasakti Jakarta Pertambangan

d. Penerbitan laporan keuangan

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Penyajian laporan keuangan konsolidasian

Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Pada tanggal 04 Desember 2017 entitas telah mendapatkan izin produksi dengan Nomor : 442.K/30/DJB/2017 untuk seluruh wilayah area tambang seluas 24.998 Ha.

Laporan keuangan konsolidasian disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

31 Desember 2017 Persentase

Kepemilikan Jumlah aset (Rp)

67%

Pada tanggal 18 Juni 1990 Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dengan Surat No.

SI-118/SHM/MK.10/1990, untuk menawarkan 2.270.000 sahamnya kepada masyarakat, dan pada tanggal 8

Agustus 1990 seluruh saham Perusahaan telah tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (d/h PT Bursa Efek Jakarta).

31 Maret 2018

2018 2017

67% 119.317.383.888 117.951.672.812

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian dan telah menyetujui untuk menerbitkan laporan keuangan konsolidasi Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018 pada tanggal 20 April 2018

Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan yang tidak dijadikan jaminan

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012.

Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian

Mata uang fungsional Perusahaan adalah dalam Rupiah dan setiap Entitas Anak di dalam Kelompok Usaha menetapkan mata uang fungsionalnya sendiri dan transaksi-transaksi di dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp).

(11)

a. Penyajian laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

- : Penyajian laporan keuangan

- : Instrumen keuangan : Pengungkapan

- : Laporan keuangan interim”

- :

- : Imbalan kerja

- : Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual

- : Interpretasi atas ruang lingkup

- : Definisi dan hierarki standar akuntansi keuangan

- PSAK 69 : Agrikultur

- Amandemen PSAK 2 : Laporan arus kas

- Amandemen PSAK 15 : Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama

- Amandemen PSAK 16 : Aset tetap

- Amandemen PSAK 46 : Pajak penghasilan

- Amandemen PSAK 67 : Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain

- PSAK 60 (Penyesuaian 2016) : Instrumen keuangan: pengungkapan

b. Prinsip konsolidasian ISAK 31 ISAK 32 Properti Investasi Amendemen PSAK 1 Amandemen PSAK 60 PSAK 3 PSAK13 PSAK 24 PSAK 58

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018 sebagai berikut :

Pada tanggal pengesahan laporan keuangan, manajemen masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut terhadap laporan keuangan perusahaan

Kepentingan nonpengendali merupakan proporsi atas hasil usaha dan aset bersih entitas anak yang tidak diatribusikan kepada Perusahaan

Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan.

Penerapan dari standar akuntansi dan interpretasi standar akuntansi baru yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) yang berlaku efektif 1 Januari 2017 meliputi:

Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan kerugian antara Perusahaan dan entitas anak yang belum direalisasi dan material telah dieliminasi.

Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan sejak tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.

Laporan keuangan konsolidasian meliputi aset dan liabilitas Perusahaan dan entitas anaknya dimana Perusahaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, memiliki lebih dari setengah hak suara dan memiliki kemampuan mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional entitas kecuali, dalam keadaan yang jarang, dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun memiliki kurang dari atau sama dengan setengah hak suara.

(12)

c. Transaksi dan penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing

d. Kas dan setara kas

e. Aset keuangan lancar lainnya

f. Piutang usaha

g. Persediaan

h. Biaya dibayar dimuka

i. Sewa

Piutang usaha disajikan dalam jumlah neto. Penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode first-in, first-out (FIFO).

Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir periode.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan dari tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya disajikan sebagai aset keuangan lancar lainnya dan dinyatakan sebesar nilai nominal.

Pembukuan Perusahaan, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 30 (revisi 2011), “Sewa. Penerapan PSAK ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebaga sewa operasi (Operating Lease).

Pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset atau aset-aset tertentu.

-Perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tertentu.

-Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari satu tahun dari tanggal laporan posisi keuangan disajikan sebagai aset keuangan tidak lancar lainnya dan dinyatakan sebesar nilai nominal.

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Dalam menentukan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa, perlu diperhatikan substansi perjanjian dan dilakukan evaluasi apakah:

(13)

i. Sewa (Lanjutan)

Sebagai lesse (penyewa)

(ii) Sebagai lessor (yang menyewakan)

j. Properti investasi

k. Aset tetap - pemilikan langsung

Perusahaan menerapkan model nilai biaya atas akun pembelian properti investasi selama tahun berjalan. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan termasuk pengeluaran langsung diatribusikan.

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Setiap laba atau rugi yang berasal dari tidak diakuinya aset (perhitungan selisih antara hasil bersih pengurangan dan jumlah tercatat aset) termasuk dalam laporan laba rugi akhir tahun dimana akun tersebut dihentikan pengakuannya.

(i)

Dalam sewa pembiayaan, setiap pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo pembiayaan. Jumlah kewajiban sewa, dikurangi beban keuangan disajikan sebagai hutang jangka panjang. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan di laporan laba rugi komprehensif setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat.

Apabila aset disewakan dengan sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Penghasilan sewa diakui selama masa sewa dengan menggunakan metode investasi neto yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan.

Dalam sewa operasi, pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”. Revisi PSAK No. 16 ini juga mengatur akuntansi tanah sehingga PSAK ini juga mencabut PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”. ISAK No. 25 yang juga berlaku efektif pada tanggal yang sama, memberikan pedoman lebih lanjut mengenai perlakuan beberapa hak atas tanah di Indonesia beserta biaya terkait.

Sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan, dapat juga tidak dialihkan diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan (Finance Lease).

Apabila aset sewa disewakan dengan sewa pembiayaan, nilai kini pembayaran sewa diakui sebagai piutang. Selisih antara nilai piutang bruto dan nilai kini piutang tersebut diakui sebagai penghasilan sewa pembiayaan tangguhan.

(14)

k. Aset tetap - pemilikan langsung (lanjutan)

- Tanah

- Golongan bangunan dana prasarana

- Golongan bukan bangunan dan prasarana yang terdiri dari : Golongan II :

Golongan III :

Group II : 25% Group III : 10%

l. Beban eksplorasi ditangguhkan

meliputi mesin dan perlengkapan dengan masa manfaat lebih dari 8 tahun.

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penyelidikan umum, perijinan dan eksplorasi, geologi dan fisika Entitas Anak ditangguhkan dan akan diamortisasi mulai saat tambang umum yang bersangkutan mulai menghasilkan dengan menggunakan metode unit produksi berdasarkan estimasi cadangan batubara yang ada.

meliputi kendaraan/alat angkutan dan inventaris kantor dengan masa manfaat lebih dari 4 tahun dan tidak lebih dari 8 tahun.

Golongan bangunan dan prasarana disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) sebesar 5% per tahun dari biaya perolehan, sedangkan golongan bukan bangunan sesuai dengan golongannya disusutkan dengan metode saldo menurun ganda (double declining balance method), masing-masing dengan tarif per tahun sebagai berikut :

Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount )

maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi.

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap bila telah selesai dan siap untuk digunakan.

Nilai residu, umur manfaat aset dan metode penyusutan ditelaah, dan jika perlu disesuaikan, pada setiap akhir periode pelaporan.

Apabila manfaat ekonomi suatu aset tetap tidak lagi sebesar jumlah tercatatnya, maka aset tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat ekonomi yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aset tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian tahun berjalan.

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

Perusahaan dan Entitas Anak memilih model biaya dalam kebijakan akuntansi aset tetap dimana aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, aset tetap digolongkan menjadi :

(15)

m. Transaksi hubungan berelasi

n. Pengakuan pendapatan dan beban f.

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian

Pendapatan dari penjualan diakui pada saat barang diserahkan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anak atau induk;

Suatu pihak adalah perusahaan yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa perusahaan, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau

a.

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas anak menerapkan PSAK No. 23 (revisi 2010), “Pendapatan”. PSAK revisi ini mengidentifikasi terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan, sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.

c.

Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan Entitas Anak atau perusahaan lain yang berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak .

g.

suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak ;

Langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan Perusahaan dan Entitas anak ; (ii) memiliki kepentingan dalam Perusahaan dan Entitas anak yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Entitas anak ; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan dan Entitas Anak ; b.

Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); suatu pihak adalah ventura bersama dimana Perusahaan dan Entitas Anak sebagai venture; d.

e.

(16)

o. Imbalan Pasca Kerja

p. Pajak Penghasilan

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak ("SKP") diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

Keuntungan dan kerugian atas kurtailmen diakui ketika terdapat komitmen untuk mengurangi jumlah karyawan yang tercakup dalam suatu program secara signifikan atau ketika terdapat perubahan ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan, pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporan laba rugi, kecuali perubahan pada program pensiun tergantung pada kondisi karyawan memberikan jasanya selama periode tertentu (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang periode vesting.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Perusahaan dan Entitas Anak di Indonesia memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

Beban yang diakui di laba rugi termasuk biaya jasa kini, beban/pendapatan bunga, biaya jasa lalu dan keuntungan/kerugian penyelesaian.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk perusahaan yang berbeda.

Pengukuran kembali yang timbul dari program pensiun manfaat pasti diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Pengukuran kembali terdiri keuntungan dan kerugian aktuaria, imbal hasil aset program (diluar pendapatan bunga yang sudah diakumulasi dalam perhitungan bunga neto/aset) dan setiap perubahan atas dampak batas atas aset (diluar pendapatan bunga yang sudah diakumulasi dalam perhitungan bunga neto/aset).

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya atau ekuitas.

Jumlah yang diakui sebagai imbalan pasti di laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar aset program.

(17)

q. Laba bersih per saham

r. Informasi segmen

s. Penggunaan Estimasi

t. Instrumen keuangan 1. Aset keuangan

Efektif 1 Januari 2015, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 50 (revisi 2014) : “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (revisi 2014) : “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60 (revisi 2014) : “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” dan PSAK 68 (revisi 2014): “Pengukuran nilai wajar” PSAK 50 (revisi 2014) mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas Anak dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjen pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi.

Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis serta lingkungan ekonomi di mana perusahaan beroperasi.

Sesuai dengan PSAK No. 56, "Laba per Saham", LPS dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi bersih yang tersedia bagi pemegang saham biasa (laba bersih residual) dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam satu periode.

PSAK 55 (revisi 2014), antara lain, menambah pengaturan kriteria instrumen lindung nilai yang tidak dapat dianggap telah kadaluarsa atau telah dihentikan, serta ketentuan untuk mencatat instrumen keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal.

PSAK 60 (revisi 2014), antara lain, menambah pengaturan pengungkapan saling hapus dengan informasi kuantitatif dan kualitatif, serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen keuangan.

PSAK 68 (revisi 2014) memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai wajar disyaratkan atau diizinkan.

Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.

(18)

t. Instrumen keuangan (lanjutan) t1. Aset keuangan (lanjutan)

Pengakuan awal

Pengukuran setelah pengakuan awal

Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: •

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainnya, investasi jangka pendek dan investasi pada entitas asosiasi.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Derivatif yang melekat pada kontrak utama dicatat sebagai derivatif yang terpisah apabila karakteristik dan risikonya tidak berkaitan erat dengan kontrak utama, dan kontrak utama tersebut tidak dinyatakan dengan nilai wajar. Derivatif melekat ini diukur dengan nilai wajar dengan laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi konsolidasian. Penilaian kembali hanya terjadi jika terdapat perubahan dalam ketentuan-ketentuan kontrak yang secara signifikan mengubah arus kas yang akan diperlukan.

Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lainnya, dan investasi jangka pendek Perusahaan dan Entitas Anak termasuk dalam kategori ini.

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) dengan menggunakan metode suku bunga efektif (effective interest rate). Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga pada saat proses amortisasi.

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai.

Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan diperlukan, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode keuangan.

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan pengiriman aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan dan Entitas Anak berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

(19)

t. Instrumen keuangan (lanjutan) t1. Aset keuangan (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) • • -t2. Liabilitas keuangan Pengakuan awal

Perusahaan memiliki investasi berikut yang diklasifikasikan sebagai AFS:

Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklas ke laporan laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Investasi saham ekuitas yang nilai wajarnya tersedia dengan pemilikan modal kurang dari 20% dan yang diklasifikasikan dalam kelompok AFS. Investasi ini dicatat sebesar nilai wajarnya.

Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak meliputi utang usaha, utang lain-lain, utang dividen, biaya masih harus dibayar, dan liabilitas imbalan pasca kerja.

Liabilitas keuangan dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Laporan laba rugi komprehensif, pinjaman dan hutang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo [Held-To-Maturity (“HTM”)]

Investasi saham yang nilai wajarnya tidak tersedia dengan pemilikan modal kurang dari 20%, dan investasi jangka panjang lainnya. Investasi ini dinyatakan sebesar biaya perolehan.

Investasi tersedia untuk dijual reksadana pada awalnya diakui sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Investasi tersebut selanjutnya diukur berdasarkan klasifikasinya. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan pada saat investasi tersebut diperoleh dan ditentukan pada saat pengakuan awal.

Aset keuangan tersedia untuk dijual [Available For Sale (“AFS”)]

Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai HTM ketika Perusahaan memiliki intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Metode ini menggunakan suku bunga efektif yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan ke nilai tercatat bersih (net carrying amount) dari aset keuangan. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya.

(20)

Instrumen keuangan (lanjutan) t2. Liabilitas keuangan (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: •

t3. Saling hapus dari instrumen keuangan

t4. Nilai wajar instrumen keuangan

t5. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Pinjaman dan utang

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui Laporan laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui Laporan laba rugi.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam Laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, entitas saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices) di pasar aktif pada penutupan bisnis pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.

Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam Laporan laba rugi konsolidasian.

(21)

Instrumen keuangan (lanjutan)

t6. Penurunan nilai dari aset keuangan

t7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan

Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Pada setiap akhir periode pelaporan Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.

Perusahaan menghapusbukukan saldo piutang pada saat Perusahaan menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi. Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain.

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan dan Entitas Anak pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan dan Entitas Anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka mereka memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perusahaan menggunakan model statistik dari tren historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai.

Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui pada Laporan laba rugi.

Aset keuangan

Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi

Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau Perusahaan mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Perusahaan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan diakui sebagai aset atau kewajiban secara terpisah.

Liabilitas keuangan

Dalam transaksi dimana Perusahaan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perusahaan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan liabilitas yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer.

(22)

Instrumen keuangan (lanjutan) u. Penurunan nilai aset non-keuangan

Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset tak berwujud, ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut.

Nilai yang dapat diperoleh kembali atas sebuah aset adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.

Setiap tanggal pelaporan, aset non-keuangan, selain goodwill, yang telah mengalami penurunan nilai ditelaah untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai. Jika terjadi pemulihan nilai,maka langsung diakui dalam laba rugi, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya.

(23)

Kas : Rupiah Valas Jumlah Kas Pihak ketiga : Bank : Rupiah

May Bank, Pontianak Bank OCBC NISP, Pontianak Bank Permata, Pontianak

CCB Indonesia (Bank Windu), Jakarta Bank Mayapada, Pontianak

Bank Central Asia , Pontianak Bank UOB Indonesia , Pontianak Bank Mega Syariah, Pontianak Bank Mandiri, Pontianak Bank Nobu, Pontianak Bank CIMB Niaga, Jambi Bank Panin, Pontianak

CCB Indonesia (Bank Windu), Pontianak Bank BTPN, Jakarta

Bank Mandiri, Jakarta

Bank UOB Indonesia , Jakarta Bank CIMB Niaga, Pontianak

Dollar Amerika Serikat

May Bank , Pontianak Bank Permata , Pontianak CCB (Bank Windu), Pontianak Bank OCBC NISP, Pontianak Bank UOB Indonesia , Jakarta

Deposito Berjangka :

Rupiah

Bank Mayapada , Pontianak

CCB Indonesia (Bank Windu), Pontianak BTPN, Jakarta

Bank Mega Syariah , Pontianak

US Dollar

CCB (Bank Windu), Pontianak May Bank , Pontianak Jumlah

Tingkat bunga deposito Rupiah berjangka per tahun Tingkat bunga deposito US Dollar berjangka per tahun Tidak ada kas dan Setara kas pada pihak berelasi

4.366,81 24.129,00 24,95 2.000.000.000 34,52 192.978,64 60.069.838 2.654.614.171 4.000.000.000 475.504,66 1.135.000,00 900.000,00 1.342.978,64 1.610.504,66 1.150.000,00 1.135.000,00 41.295.512 304.708,55 146.632,59 3.002,00 7.963,30 31.391.424 377.265.383 45.467.598 390.764.284 503.984.824 766.621.513 30.701.000.583 311.907.354 760.353.286 539.299.609 377.265.383 108.257.749 119.112.694 16.231.521.602 86.245.604 108.257.749 306.623.101 228.559.418 159.026.493 88.478.807.279 35.800.000.000 18.800.000.000 84.604.943 339.937.131 1.986.578.329 4.128.191.435 326.899.692 71.063.910.184 4.000.000.000 29.000.000.000 15.376.980.000 12.380.400.000 6.442.137.133 31.158.044 33.412.630.630 18.088.693 467.677 10.000.000.000 26.826.963 21.623.660 6.076.071 2.800.000.000 2.800.000.000 26.912.922 4.828.774 6,25% - 7,25% 1,5% - 1,75% 2.085.165.008 30.751.432.397 38.423.117 31.616.522 3.056.923 1,75% 6,75% - 7,5% 10.126.474.247 4.686.000 4.964.000 61.845.163 34.197.395 31.698.064 177.621,58 - 2.443.362.454 -250.000,00 - 3.439.000.000 -343.212 109.543.155 15.819.400.000 15.376.980.000

(24)

Pihak ketiga :

a. Rincian piutang usaha berdasarkan debitur: PT Sabak Indah

PT Erna Djuliawati CV Surya Utama

PT Putra Kalimantan Sukses PT Harjhon Timber Limited PT Sari Bumi Kusuma PT Sambas Alam Lestari PT Resource Alam Indonesia Jumlah

Penyisihan kerugian penurunan nilai Piutang Usaha-Bersih

b. Rincian piutang usaha berdasarkan lokasi penjualan adalah sebagai berikut :

Pontianak Jambi Jumlah

Penyisihan kerugian penurunan nilai Piutang Usaha-Bersih

c. Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah

USD Jumlah

Penyisihan kerugian penurunan nilai Piutang Usaha-Bersih

d. Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga sejak tanggal faktur, adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo

Lewat jatuh tempo: 1 s.d 30 hari 31 s.d 60 hari 61 s.d 90 hari

> 150 hari Jumlah

Penyisihan kerugian penurunan nilai Piutang Usaha-Bersih

e. Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai: Saldo awal

Penghapus bukuan piutang usaha yang tidak dapat ditagih Saldo akhir

31 Maret 2018

Piutang usaha yang berumur sampai dengan 30 hari setelah tanggal jatuh tempo dikategorikan lancar, sehingga tidak dibentuk penyisihan. Apabila berumur lebih dari 150 hari lewat jatuh tempo, dibentuk penyisihan berdasarkan estimasi kemampuan bayar tiap-tiap debitur yang bersangkutan.

15.854.405.910 Rp 31 Maret 2018 1.980.000.000 31 Desember 2017 16.572.387.240 16.572.387.240 Rp

Selama periode laporan, tidak ada piutang usaha yang direstrukturisasi dan yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman Perusahaan. 1.592.992.500 205.603.200 16.572.387.240 10.048.848.881 15.854.405.910 15.854.405.910 7.906.905.910 15.854.405.910 Rp 308.579.040 8.954.000.000 612.861.920 Rp 7.947.500.000 308.579.040 320.299.980 318.832.800 3.465.330.000 2.936.035.850 7.618.387.240 16.572.387.240 8.954.000.000 16.572.387.240 281.060.010 306.306.000 7.947.500.000 15.854.405.910 6.317.911.800 6.353.297.700 281.060.010 16.572.387.240 16.572.387.240 16.572.387.240

Dalam saldo piutang usaha tidak terdapat piutang usaha kepada pihak berelasi.

15.854.405.910 15.854.405.910 15.854.405.910 3.825.557.029 16.572.387.240 15.854.405.910 8.372.425.690 31 Desember 2017 46.945.360 44.801.240 24.758.250

(25)

Pihak ketiga:

Karyawan

Bunga deposito / obligasi Dividen reksa dana

Penyisihan kerugian penurunan nilai Jumlah

ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA - DIMILIKI HINGGA JATUH TEMPO

Pihak ketiga

Deposito Rupiah

Bank Mayapada , Pontianak Bank BTPN, Jakarta

Bank Mega Syariah, Pontianak Jumlah Deposito Rupiah Deposito US Dollar

Bank OCBC NISP

Jumlah Deposito US Dollar

Jumlah aset keuangan lancar lainnya dimiliki hingga jatuh tempo Tingkat bunga deposito Rupiah berjangka per tahun

Tingkat bunga deposito US Dollar berjangka per tahun

ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA - TERSEDIA UNTUK DIJUAL

Efek Ekuitas tersedia untuk dijual :

Biaya perolehan :

Saham Bank OCBC NISP : sebanyak Lembar

Saham PT Berlian Laju Tanker : sebanyak Lembar

Laba (rugi) yang belum direalisasi

Nilai Pasar Efek Harga pasar saham per lembar Bank OCBC NISP

Harga pasar saham per lembar PT Berlian Laju Tanker Tbk

Reksa dana Terproteksi - (Rupiah) Bank Permata

BATAVIA PROTEKSI CEMERLANG 1

Laba (rugi) yang belum direalisasi

Nilai Pasar Reksa dana

773.993.534 Rp 895.250.000 Rp1.875 471.891 2.133 Rp1.875 Rp196 Rp 33.163.880.000 7 6 7% - 7,25% 1.169.757.535 1.022.600.000 13.970.398 Rp 260.537.137 1.000.000.000 245.534.524 1.000.000.000 1.023.610.000 788.745.851 Rp196 461.169.794 885.213.693 461.169.794 885.213.693 1.169.757.535 Rp 31 Maret 2018 423.591.000 423.591.000 23.610.000 Rp 1.000.000.000 30.000.000.000 31 Desember 2017 29.000.000.000 10.000.000.000 2.000.000.000 -1.283.038.634 7% - 7,25% Terhadap piutang lain-lain tidak dibentuk penyisihan kerugian penurunan nilai karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat tertagih.

31 Desember 2017 13.000.000.000 31 Maret 2018 3.163.880.000 1.283.038.634 14.752.317 452.899 452.899 2% Rp 14.904.110 13.000.000.000

31 Maret 2018 31 Desember 2017 31 Maret 2018 31 Desember 2017

230.000,00

(26)

-Obligasi - Rupiah

Subordinasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap 1 2012

Obligasi - US Dollar

Indon48 di Bank OCBC NISP, Pnk Laba (rugi) yang belum direalisasi Jumlah obligasi USD

Jumlah obligasi Jumlah aset keuangan lancar lainnya tersedia untuk dijual Suku bunga reksa dana Rupiah

Kupon Obligasi Rupiah

Kupon Obligasi Pemerintah US Dollar (Indon 42) Kupon Obligasi Pemerintah US Dollar (Indon 48)

Harga nominal, harga beli dan harga pasar penempatan Indon42 adalah sebagai berikut :

Indon42, Bank Permata Indon48, Bank OCBC NISP

Jumlah unit dan Nilai Aset Bersih (NAB) atas reksa dana :

Bank Permata

BATAVIA PROTEKSI CEMERLANG 1

Mutasi laba (rugi) yang belum direalisasi dari aset keuangan yang tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut:

Efek Ekuitas Obligasi Reksa dana

Pencairan reksa dana Pencairan Obligasi Rp 461.169.794 Rp 31 Maret 2018 6.667.337.528 773.993,5342 Rp 1.000.000.000 Nilai Wajar 885.213.693 8.571.297.072 1.091.681.939 7.249.615.133 5.375.835.693 1.018.745.851 31 Maret 2018 1.000.000.000 Nilai Perolehan 615.759.828 1.000.000,0000 1.019,0600 1.000.000,0000 219.000 31 Desember 2017 461.169.794 1.023,6000 NAB 424.043.899 US$ 8% 5,25% Unit 885.213.693 laba (rugi) 31 Maret 2018 US$ 5,25% 3.467.012.000 8% 6.667.337.528 31 Desember 2017 % 8.341.297.072 246.075 -615.759.828 6.167.337.528 31 Desember 2017 % Rp 4.057.853.899 2.633.810.000 240.338 9,40% Belum direalisasi 833.202.000 1.317.981.794 - 4.057.853.899 2.133.810.000 Unit 773.993,5342 - - 500.000.000 1.023.610.000 - 23.610.000 1.317.981.794 455.000 2.967.012.000 Rp Rp US$ 31 Maret 2018 Rp Harga Harga 2.166.570.000 Harga Pasar 500.000.000 4,35% 833.202.000 5.375.835.693 9,40% 31 Desember 2017 NAB -94,250% 8.341.297.072 - - - 5.375.835.693 (226.006.466) 18.745.851 US$ Indon42 di Bank Permata, Pontianak

6.051.577.700 3.467.012.000 Nominal Beli Nilai Wajar Nilai Perolehan 7.475.621.599 403.575 Belum direalisasi Rp 424.043.899 1.095.675.473 448.338 laba (rugi) 255.000 (230.000.000) (3.993.534) -3.385.007.700 -200.000 157.500 104,000% 208.000 109,500% 219.000

(27)

Saldo awal

Laba (rugi) selama tahun berjalan

Keuntungan yang direalisasi atas pencairan reksa dana Saldo akhir

Tidak ada penempatan deposito, reksa dana dan Obligasi pada pihak berelasi.

PERSEDIAAN

Barang jadi

Barang dalam proses Bahan baku dan pembantu Suku cadang

Jumlah

Cadangan penyisihan persediaan usang Jumlah

BIAYA DIBAYAR DIMUKA

Asuransi

Sewa tanah dan ruang kantor dan parkir Tenaga Kerja

Lain-lain Jumlah

UANG MUKA PEMBELIAN ASET TETAP 10

Uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp 6.000.000.000 adalah uang muka pembelian tanah untuk pengembangan lokasi pembangkit listrik di sisi tambang entitas anak.

(3.993.534)

Asuransi merupakan premi asuransi gedung, bangunan,peralatan pabrik, kendaraan dan persediaan milik PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk. 227.677.378 73.819.250 Rp 1.317.981.794

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap fisik dari persediaan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan pembentukan penyisihan penurunan atas nilai persediaan dan persediaan usang.

Persediaan tidak dijaminkan kepada pihak manapun.

- 67.798.581 704.700.282 24.999.400 1.095.675.473 31 Maret 2018 233.297.255 1.317.981.794 1.084.684.539 106.013.297 4.632.720.171 1.317.981.794 1.952.743.287 (222.306.321) Rp Rp 53.865.500 26.000.000 -4.099.882.340 33.393.863.623 Rp 31 Desember 2017 2.295.062.908 31 Maret 2018 Rp 41.165.365.600 33.990.789.175 41.165.365.600 41.896.184.377

Seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Buana Independen dan PT Asuransi Central Asia terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 2,823,283 pada 31 Maret 2018 dan US$ 2,262,258 pada 31 Desember 2017. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.

31 Maret 2018 31 Desember 2017 Rp 1.319.931.744 1.091.681.939 31 Desember 2017 1.376.556.729 9 8 41.896.184.377 579.881.632

(28)

Harga Perolehan : Kepemilikan Langsung : Tanah Bangunan Akumulasi penyusutan: Bangunan Harga Perolehan : Kepemilikan Langsung : Tanah Bangunan Akumulasi penyusutan: Bangunan

Rincian properti berupa tanah adalah sebagai berikut:

Kelurahan Kebon Jeruk, Kec.Kebon Jeruk,Jakarta Barat Hak Guna Bangunan Kelurahan Kebon Jeruk, Kec.Kebon Jeruk,Jakarta Barat Hak Guna Bangunan Desa Kampung Sungai Rengas, Pontianak Hak Guna Bangunan

2.252.242.800 Rp 3.701.937.497 01 Januari 2018 Penambahan 2.268.176.133 Rp 1.300.000 3.701.937.497 1.435.061.364 2.266.876.133 2.252.242.800 1.435.386.364 3.701.937.497 2.252.242.800 Rp 01 Januari 2017 325.000 Rp Rp Rp 31 Desember 2017 325.000 Rp 2.252.242.800 Reklasifikasi 2.266.551.133 Penambahan Pengurangan Pengurangan 468.276.250 94.750 1.435.061.364 Rp -468.276.250 2.203.676.250 1.433.761.364 Lokasi 1.433.761.364 m2 1.533.150.000 31 Maret 2018 Reklasifikasi 1.435.061.364 3.701.937.497 Rp 1.449.694.697 Rp

Properti investasi bangunan berupa ruang perkantoran seluas 222m2 berlokasi di Menara Sudirman lt.7C, Jl. Jend. Sudirman Kav. 60, Jakarta. Umur manfaat bangunan 20 tahun. Beban penyusutan dihitung dengan metode garis lurus dan dialokasikan ke beban administrasi dan umum.

1.300.000 202.250.000 1.435.386.364 Rp

Perusahaan menetapkan kebijakan untuk menyajikan nilai properti investasi di laporan posisi keuangan dengan menggunakan model biaya.

31 Maret 2018 2.203.676.250 Luas 1.449.694.697 1.435.061.364 1.449.694.697 Rp 1.449.694.697 31 Desember 2017 31 Maret 2018 2.266.876.133 228 31 Desember 2017 931

Nilai wajar atas dua kavling tanah yang berlokasi di Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta yaitu dengan luas 1.159 m² berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 19.986.955.000. Adapun tanah yang berlokasi di Desa Kampung Sungai Rengas, Pontianak belum dapat ditentukan nilai wajarnya mengingat transaksi jual-beli tanah yang serupa di sekitar lokasi tanah tersebut sangat jarang terjadi.

1.533.150.000

202.250.000

Hak atas tanah dimiliki berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan dengan masa berlaku yang akan berakhir antara tahun 2022 sampai 2027. Hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui.

(29)

ASET TETAP

Rincian dan mutasi aset tetap per 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut :

Harga Perolehan : Kepemilikan Langsung : Hak atas tanah

Bangunan dan prasarana Mesin dan perlengkapan Kendaraan & alat pengangkutan Inventaris kantor

Aset dalam penyelesaian Nilai Perolehan Penyisihan

Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana Mesin dan perlengkapan Kendaraan & alat pengangkutan Inventaris kantor

Nilai buku

Mobil bekas Jeep KB 1778 QL

5.886.050.747 31 Maret 2018 5.886.050.747 Penambahan 01 Januari 2018 1.704.402.150 13.737.048.938 Rp 7.749.706.281 (7.749.706.281) 32.003.874.133 10.559.771.869 Rp 12 1.

Rincian penjualan aset tetap per 31 Maret 2018 sebagai berikut :

427.807.650 84.586.212 Harga Jual Rp Rp Nilai buku 37.240.998 10.594.747.170 27.324.662.351 363.566.212 15.518.578 Rp 2.956.147.924 5.999.000 31.968.596.021 35.278.112 14.166.028.938 428.980.000 2.962.146.924 56.681.225.780 41.277.112 7.749.706.281 -428.980.000 (7.749.706.281) Pengurangan Rp Reklasifikasi

Tanah berlokasi di Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta sudah tidak disewakan lagi, terakhir disewakan kepada PT Berkat Bukit Emas berlimpah sampai dengan tanggal 31 Agustus 2017. Jumlah pendapatan sewa tanah sebesar nihil per 31 Maret 2018 dan Rp 72.000.000 per 31 Desember 2017.

Rp Rp

Ruang perkantoran di Menara Sudirman disewakan kepada PT Swisstime Perkasa International sampai dengan bulan Juni 2017. Mulai bulan September 2017 disewakan kepada PT Intitirta Primasakti. Jumlah pendapatan sewa ruang kantor sebesar Rp 179.820.000 per 31 Maret 2018 dan Rp 629.370.000 per 31 Desember 2017.

31 Maret 2018 1.704.402.150 5.276.556.199 117.670.024 2.510.784.863 45.733.751.023 56.293.522.892 10.488.559.008 257.378.050 363.566.212 -5.292.074.777 27.442.332.375 11.011.716.195 45.669.509.585 428.980.000 Harga Perolehan 428.980.000 65.413.788 150.000.000 84.586.212 Rp 65.413.788 150.000.000 2.473.543.865 Laba

(30)

Harga Perolehan : Kepemilikan Langsung : Hak atas tanah

Bangunan dan prasarana Mesin dan perlengkapan Kendaraan & alat pengangkutan Inventaris kantor

Aset dalam penyelesaian Nilai Perolehan Penyisihan Alat pengangkutan

Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana Mesin dan perlengkapan Kendaraan & alat pengangkutan Inventaris kantor

Nilai buku

Alat angkutan : Mobil Nissan New X-Trail Mobil minibus

Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Saldo akhir 45.434.929 8.000.000 1. 40.000.000

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan dan berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal-tanggal pelaporan. 2. 8.000.000 224.638.752 393.223.000 88.000.000 427.807.650 31 Maret 2018 45.434.929 Rp 1.945.821.957

Aset tetap tidak dijaminkan kepada pihak manapun.

Hak atas tanah dimiliki berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan dengan masa berlaku yang akan berakhir antara tahun 2022 sampai 2027. Hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui.

Seluruh aset tetap kecuali tanah diasuransikan kepada PT Asuransi Buana Independen dan PT Asuransi Central Asia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 11.015.000.000 dan US$ 3,936,217 pada 31 Maret 2018 dan Rp 10.310.500.000 dan US$ 3,867,742 pada 31 Desember 2017. Rp 1.197.831.908 5.276.556.199

Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:

80.000.000 31.968.596.021 Reklasifikasi -203.168.898 44.264.170.699 26.831.909.121 62.074.310 2.304.025.479 172.213.386 Nilai buku 7.749.706.281 -2.695.000 55.276.200 2.903.566.724 27.324.662.351 56.681.225.780 14.166.028.938 Rp 2.956.147.924 Penambahan 01 Januari 2017 Rp Pengurangan Rp 583.223.000 Rp Rp 5.886.050.747 14.652.696.138 31 Desember 2017 31 Desember 2017 7.749.706.281 1.704.402.150 747.990.049 31 Desember 2017 585.918.000 Harga Perolehan Rp Harga Jual 1.218.781.031 Rp 353.223.000 11.927.709.719 Rp Rp

Rincian penjualan aset tetap per 31 Desember 2017 sebagai berikut :

9.913.754.210 5.214.481.889 1.945.821.957 537.788.071 34.565.071 42.565.071 96.555.800 (7.749.706.281) 1.704.402.150 5.886.050.747 -56.191.880.418 1.075.263.362 492.753.230 540.483.071 11.011.716.195 45.669.509.585 Laba 2.473.543.865 2.695.000 (7.749.706.281) 923.431.362 31.045.164.659 10.594.747.170

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :