DRAFT JURNAL
PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY WARUNG
MAKAN AYAM GORENG/ BAKAR KALASAN “BU KIS” DI
KUDUS
Henny Susanti1, Sugiyanto2, Godham Eko Saputro3
1,2
Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Jl.Nakula I No.5-11, Semarang, Jawa Tengah, 50131, Indonesia
E-mail: [email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak
Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kuliner dan terkenal di area Kota Kudus dan sekitarnya. Namun, karena seiring bertambahnya waktu semakin banyak pula perusahaan kuliner sejenis bermunculan. Dikarenakan semakin banyaknya kompetitor yang memiliki identitas visual yang hampir sama, maka perlu dirancang sebuah Corporate Identity agar dapat memberikan citra dan image bagi Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Penulis melakukan analisa 5W+1H, analisa semiotika, menyebar angket dan brainstorming untuk mendapatkan kata kunci untuk merancang logo perusahaan. Kata kunci yang didapat yaitu Ayam, Goreng, Hangat, Asap, Sederhana, Nafsu Makan, Penyajian, Pita, Elips, Circle dan Analogus. Logo perusahaan diaplikasikan pada identitas visual (spanduk), stationary (seragam, kartu nama, nota pembelian), packaging (kantog plastik, kardus), merchandise (sticker, piring, gelas, mug, kalender), akun media sosial (BBM, Instagram) media promosi (branding car), dan GSM (Grafik Standar Manual). Penulis memilih media tersebut dikarenakan Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” memiliki banyak pelanggan sehingga mudah untuk memperkenalkan identitas perusahaan yang telah dirancang kepada masyarakat.
DESIGN OF
CORPORATE IDENTITY
WARUNG MAKAN
AYAM GORENG/ BAKAR KALASAN “BU KIS” IN KUDUS
Abstract
Warung Makan Ayam Goreng / Bakar Kalasan "Bu Kis" is a company engaged in culinary and is well known in the city of Kudus and surrounding areas. However, because with increasing time more and more also a kind of culinary companies have sprung up. Due to the increasing number of competitor s who have a visual identity that is almost the same, it is necessary to design a corporate identity in order to provide the image and the image for the Warung Makan Ayam Goreng / Bakar Kalasan "Bu Kis. The author analyzes 5W + 1H, semiotic analysis, spreading questionnaires and brainstorming to get a keyword to design the company's logo. Keywords obtained namely Chicken, Fried, Warm, Smoke, Simple, Appetite, Presentation, Ribbon, Ellipse, Circle and Analogues. The company logo was applied to the visual identity (banners), stationary (uniforms, business cards, purchase orders), packaging (plastic, cardboard), merchandise (stickers, plates, cups, mugs, calendars), social media accounts (BBM, Instagram) media promotion (branding car), and GSM (Graphics Standards Manual). The author chooses the media because Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan "Bu Kis" has a lot of customers so it is easy to introduce a corporate identity has been designed to the public.
I. PENDAHULUAN
Menurut Nicolaus D. & A. Sudiarja dalam Slamet Triyono (2016) manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena manusia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang. Manusia memiliki kebutuhan primer atau pokok, sekunder dan tersier.
Rumah makan atau juga disebut dengan warung makan memiliki pengertian yang sama dengan Restoran, hanya saja Restoran identik dengan tempat makan kalangan menengah ke atas sedangkan Rumah atau warung makan lebih merakyat sehingga terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. Menurut Marsum (2000) restoran atau rumah makan adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersil, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua konsumennya baik berupa makanan maupun minuman.
Zaman sekarang sudah banyak terdapat warung makan Ayam Goreng/ Bakar yang mengusung tema masakan kalasan terutama di daerah Kudus, namun menurut data angket yang telah di sebar kepada beberapa masyarakat kota Kudus dan sekitarnya menunjukkan bahwa warung makan Ayam Goreng/ Bakar kalasan yang paling lama berdiri dan terbilang ramai hingga saat ini adalah Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Omset Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” yang dihasilkan dapat mencapai rata-rata Rp.5.000.000,- dalam sehari.
Dengan omset yang terbilang tinggi tersebut (rata-rata Rp.5.000.000,-), sangat disayangkan hingga sekarang Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” belum memiliki identitas yang membedakannya dari kompetitor-kompetitor sejenis lainnya, maka dari itu diperlukan identitas yang jelas yang disebut dengan Corporate Identity. Corporate Identity menurut M.Linggar Anggoro dalam Surianto Rustan (2013) adalah suatu cara atau suatu hal yang memungkinkan suatu perusahaan dikenal dan dibedakan dari perusahaan-perusahaan lainnya. Corporate Identity terbukti efektif untuk memberikan ciri khas atau identitas yang dapat membedakan dari kompetitor lainnya, oleh karena itu perlu adanya sebuah Corporate Identity untuk Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Corporate Identity sangat diperlukan untuk Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dikarenakan belum adanya identitas visual yang membedakan Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dengan kompetior sejenis lainnya dan beberapa dengan tanpa dibatasi mengenai kompetitor tersebut berada tak jauh dari Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”, beberapa kompetitor
tersebut diantaranya Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kun”, Ayam Goreng Kalasan “Bu Nur” dan lain sebagainya. Beberapa kompetitor memiliki tampilan visual yang hampir sama dengan Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” sehingga terkadang ada calon pembeli yang salah masuk warung, padahal sebenarnya warung yang dituju adalah Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis.
Berdasarkan latar belakang yang sudah disebutkan di atas maka Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” membutuhkan sebuah identitas yang mampu membedakan dengan warung makan lainnya. Desain komunikasi visual dapat dimanfaatkan untuk merancang sebuah identitas visual Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” agar memiliki citra atau image sehingga berbeda dari warung sejenis lainnya.
II. METODE PENELITIAN 1.7.1 Metode Pengumpulan Data
a) Wawancara
-
PengelolaWawancara ditujukan pada Pengelola warung untuk mengetahui sejarah, kondisi geografis warungnya, fasilitas apa saja yang disediakan di warung, harga makanan dan minumannya, media promosi apa yang sebelumnya pernah digunakan, kompetitor sejenisnya Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus siapa saja. Pada akhir wawancara, penulis akan menanyakan apakah harapan untuk warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus serta langkah selanjutnya untuk lebih mengembangkan Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus.
-
Pengunjung
Penulis juga mewawancarai pengunjung tentang kelebihan dan kekurangan dari Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus. Penulis juga menawarkan kritik dan saran yang ingin pengunjung sampaikan agar warung dapat berkembang lebih baik lagi sesuai dengan harapan para pengunjung.
b) Dokumentasi
Mengambil foto lokasi Warung Makan Ayam Goreng / Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus yang dapat menjelaskan secara rinci bagaimana keadaan tempatya, suasananya, dan keadaan sekitar warung dan mengambil foto warung pesaing atau kompetitor Warung Makan Ayam Goreng / Bakar Kalasan “Bu Kis” Kudus.
c) Angket
Menyebarkan angket yang mengarah pada perancangan desain yang akan dihasilkan kepada 50 orang masyarakat Kota Kudus. Dari hasil data angket yang telah disebar dapat disimpulkan desain seperti apa yang lebih diminati oleh masyarakat sehingga hasil perancangan desain dapat lebih mudah untuk dipahami dan dicerna oleh masyarakat Kota Kudus dan sekitarnya.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Analisis 5W+1H
a. What / Apa
Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” adalah sebuah warung tenda sederhana yang menjadi idola warga Kudus dan sekitarnya karena menyediakan makanan khas “kalasan” yang identik dengan rasa manis serta perpaduan bumbu yang gurih.
b. When / Kapan
Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” pertama kali di buka pada tanggal 18 Juli 1996, mulai dibuka pukul 17.00-23.00 setiap harinya.
c. Where / Dimana
Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dibuka di Jl. Jepara – Kudus tepatnya di depan Ruko Jember No.4 Kudus.
d. Who / Siapa
Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dibuka oleh Hj. Kisyati, warga Mijen Demak yang setiap sore berangkat ke Jember Kudus untuk ke warung dan malamnya setelah warung tutup kembali pulang ke Mijen Demak.
e. Why / Mengapa
Perkembangan warung makan Ayam Goreng Kalasan di Kudus semakin lama semakin banyak dengan tampilan yang hampir serupa sehingga semakin sulit pula untuk membedakannya.
f. How / Bagaimana
Agar warung makan Ayam Goreng Kalasan di Kudus berbeda dari warung serupa lainnya, maka
diperlukan Corporate Identity untuk memberikan citra yang khas dan dapat dengan mudah dikenali serta ditemukan oleh calon pembeli.
3.2 Analisis Semiotika
3.3 Analisis Brainstorming
Kata kunci yang didapatkan yaitu Ayam, Goreng, Hangat, Asap, Sederhana, Nafsu Makan, Penyajian, Pita, Elips, Circle dan Analogus. Setelah memperoleh kata kunci tersebut, diharapkan logo yang akan dirancang dapat memberikan karakteristik dan citra bagi Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. 3.4 Konsep Perancangan
3.4.1 Tujuan Perancangan Corporate Identity
Perancangan Corporate Identity yang akan dilakukan yaitu berdasarkan dari data yang diperoleh penulis. Tujuan tersebut yaitu melakukan perancangan Corporate Identity Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kuliner. Perancangan ini termasuk didalamnya mendesain logo berserta aplikasinya yang
TANDA
Spanduk sebuah Warung Makan bernama “Bu Kis”
PENANDA PETANDA
Sebuah Identitas Visual Warung Makan kaki lima yang menyajikan makanan spesial ayam goreng/ bakar
yang dimasak khas kalasan, serta adanya
menu nasi berupa nasi uduk dan nasi
sesuai dengan citra yang ingin ditampilkan oleh Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” yaitu lezat, sederhana dan merakyat. Logo ini nantinya dapat diterapkan secara konsisten pada media dalam berbagai aplikasi.
3.4.2 Strategi Perancangan Corporate Identity Merancang sebuah logo yang menarik dan dapat menunjukkan citra Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” yang lezat, sederhana dan merakyat sehingga konsumen merasa nyaman menikmati hidangan bersama keluarga maupun rekan-rekan baik yang disantap di warung maupun dibawa pulang.
Target Audience Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” adalah kalangan menengah yang dilihat dari segi behaviour adalah orang yang memiliki hobi kuliner terutama kuliner yang disajikan dengan porsi cukup besar.
3.4.3 Kriteria Perancangan Corporate Identity Kriteria dalam perancangan Corporate Identity bagi Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dalam hal ini merujuk pada tujuan perancangan yang meliputi bentuk visual logo dan media pendukung seperti spanduk, stationary, packaging, merchandise, media sosial dan media promosi.
Kriteria perancangan juga meliputi penentuan What To Say? dan How To Say?. a. What To Say?
Pesan yang ingin disampaikan perancang kepada target audiens dengan adanya perancangan Corporate Identity ini adalah image / citra bagi Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”, yaitu sebuah Warung Makan khas Kalasan yang memiliki kualitas masakan yang lezat, yaitu identik dengan rasa manis sedap dan gurih sehingga tak ada duanya dan melalui perancangan Corporate Identity dapat memberikan perbedaan antara Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dan kompetitornya.
b. How To Say?
Hal utama yang digunakan dalam perancangan Corporate Identity Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” adalah merancang sebuah logo yang efektif dan mudah dipahami oleh audiens. Dalam perancangan logo Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”, perancang menggabungkan antara logotype
dan logogram. Dan dalam media tertentu, penulis menambahkan fotografi dalam media tertentu. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
a. Logogram
Bentuk gambar ilustrasi yang dipilih adalah bentuk yang sesuai dengan produk yang dihasilkan oleh Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Gambar ilustrasi yang akan digunakan dalam perancangan logo ditampilkan secara informatif. Bentuk gambar ilustrasi yang terpilih antara lain : 1) Ayam goreng
Gambar ayam goreng yang utuh 1 ekor akan menjadi gambar utama yang terlihat jelas pada logo. Ayam goreng yang terletak di sebuah piring ini menggambarkan menu andalan Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. 2) Asap
Asap disini adalah asap yang berasal dari ayam goreng sehingga memberikan kesan bahwa ayam goreng tersebut baru saja selesai dimasak sehingga masih panas dan mengeluarkan asap.
3) Bentuk Elips
Bentuk elips digunakan sebagai bentuk dasar dan bingkai dalam logo. Bentuk elips dipilih dikarenakan bentuk tersebut cenderung memiliki pesan emosional yang positif. Elips juga memiliki implikasi kemitraan, yang menunjukkan stabilitas dan daya tahan.
4) Bentuk Pita
Bentuk pita juga akan digunakan sebagai bentuk dasar pada background tipografi. Bentuk pita dipilih untuk menampilkan kesan mempersembahkan, dan persembahan tersebut adalah sebuah teks atau tipografi Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”.
b. Logotype
Tulisan atau tipografi yang digunakan adalah Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Tipografi tersebut dapat menjelaskan sebuah
satu kesatuan kepada konsumen dan audiens.
c. Fotografi
Foto yang diambil adalah foto menu ayam goreng. Foto ayam goreng disini digunakan sebagai tambahan pada beberapa media tertentu seperti foto akun media sosial, desain kartu nama dan merchandise berupa kalender sehingga dapat lebih menggoda hasrat untuk menyantap ayam goreng tersebut.
d. Tagline
Tagline yang digunakan adalah “Manis Sedap Gurih Bikin Nagiiih” yang memiliki arti manis, sedap dan gurih adalah rasa dari Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” dan kalimat “bikin nagiiih” menjelaskan bahwa dengan rasa tersebut, konsumen akan merasa ketagihan.
Jadi, dalam perancangan Corporate Identity Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” akan menghasilkan sebuah logo yang mengkombinasikan antara ilustrasi dan tipografi. Logo tersebut akan dirancang dengan proporsi yang simetris. Selain itu, kriteria perancangan media pendukung yang akan didesain adalah sebagai berikut :
1. Spanduk.
Spanduk adalah identitas visual atau tampilan utama warung makan yang pertama dilihat oleh konsumen maupun calon konsumen, sehingga dalam spanduk perlu adanya corporate identity berupa logo.
2. Stationary
Stationary yang dimaksudkan berupa nota pembelian dan kartu nama. 3. Packaging
Packaging yang dimaksudkan berupa kantong plastik dan kardus.
4. Merchandise
Merchandise yang dimaksudkan berupa sticker, piring dan mug atau gelas serta kalender.
5. Seragam
Seragam yang dimaksudkan adalah seragam khusus untuk karyawan untuk dipakai setiap bekerja di warung.
6. Media Sosial
Media sosial yang dimaksudkan berupa Instagram dan BBM.
7. Media Promosi
Media promosi yang dimaksudkan berupa Branding Car yang akan diaplikasikan pada mobil pemilik warung.
3.4.4 Rencana Media Aplikasi 3.4.4.1 Tujuan Media
1. Jangkauan (Reach)
Jangkauan media diharapkan dapat menjangkau target audiens yang berada di Kota Kudus dan sekitarnya.
2. Frekuensi (Frequency)
Frekuensi pada media yang dipilih yaitu selama satu tahun. Dalam satu tahun akan diberikan satu desain yang sama.
3. Kesinambungan (Continuity) Kesinambungan meliputi selama satu tahun penuh media yang digunakan adalah berbeda, namun tetap menggunakan desain yang sama
3.4.4.2 Strategi Media
Untuk dapat mencapai tujuan media yang diharapkan, maka diperlukan kesesuaian strategi media, media apa saja yang akan digunakan, dimana media tersebut akan diletakkan, dan disesuaikan dengan target audiens. Target audiens atau konsumen Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” adalah laki-laki dan perempuan, memiliki rentan usia antara 15 hingga 70 tahun dengan status sosial menengah ke atas pada wilayah Kota Kudus dan sekitarnya.
3.4.4.3 Program Media 3.4.4.4 Biaya Media 3.4.4.5 Biaya Media 3.5 Visualisasi 3.5.1 Proses Desain Personal Analogy
Pengaruh suasana selama penelitian di Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” menghasilkan sudut pandang yang mengacu kebutuhan didalam perancangan. Desainer memandang bahwa Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” memiliki kesan merakyat dan sederhana.
Direct Analogy
Desainer melihat bahwa Identitas Visual yang dimiliki Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis” sangat kurang menarik dan tak memiliki ciri khas tersendiri, desain dan tampilan hampir sama dengan kompetitornya sehingga identitas visual tersebut harus diperbarui dengan identitas yang lebih menarik dengan menambahkan sebuah Corporate Identity. Stationary dan packaging standar serta ala kadarnya sehingga tidak memberikan citra pada warung, hal ini dapat diperbaiki
dengan
adanya
desain-desain
stationary
dan
packaging
baru.
Symbol Analogy
Mengacu pada teori-teori seputar perancangan Corporate Identity yang sebelumnya telah dipelajari desainer, maka desainer mendapatkan simbol-simbol yang dibutuhkan dan sesuai dalam proses perancangan logo atau Corporate Identity Warung Makan Ayam Goreng/ Bakar Kalasan “Bu Kis”. Simbol-simbol yang dipilih yaitu simbol yang mengandung unsur produk yang ditawarkan oleh Warung Makan, simbol yang memiliki unsur positif, dan simbol yang memiliki unsur sebuah kemitraan, stabilitas serta simbol dengan unsur persembahan.
3.5.1 GSM ( Graphic Standard Manual )
-
Clear Space Area-
Identifikasi Visual 1). Ayam Goreng 2). Elips 3). Pita 4). Tipografi-
Logo Standar-
Logo Reverse-
Logo Grid
-
Elemen Estetis-
Acuan Warna-
Acuan Tipografi 1. Brittanic Bold2. MoolBoran
-
Configuration Logo-
Scale3.5.2 Pengaplikasian Logo Pada Media Pendukung 1. Spanduk 2. Stationary
-
Seragam-
Nota Pembelian-
Kartu Nama 3. Packaging-
Kantong Plastik-
Kemasan Kardus4. Merchandise
-
Sticker-
Piring-
Gelas dan Mug-
Kalender5. Akun Media Sosial
IV. KESIMPULAN
Ibu Hj. Kisyati selaku pemilik Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis” telah merintis usaha Warung Makan ini mulai dari tahun 1996. Namun semakin bertambahnya waktu, semakin banyak pula kompetitor bermunculan sehingga terkadang ada masyarakat yang sulit mengenali Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis” karena tampilan visual warung yang hampir sama dengan kompetitor dan tidak adanya identitas visual yang memberikan ciri khas pada Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis”.
Dengan permasalahan yang ada, maka dilakukukan perancangan Corporate Identity Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis” yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Dengan adanya sebuah Corporate Identity untuk Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis” maka masyarakat akan lebih mudah untuk mengenali dan mengingat perusahaan. 2. Corporate Identity dapat memberikan ciri
khas untuk Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu Kis” sehingga memberikan perbedaan dibanding kompetitornya.
3.
Corporate Identity dapat mempermudahpihak Warung Makan Ayam Goreng
Kalasan “Bu Kis” dalam meningkatkan
promosi sehingga dapat meningkatkan
konsumen.
Dalam perancangan karya Tugas Akhir
Desain Komunikasi Visual berupa Perancangan
Corporate Identity
Warung Makan Ayam
Goreng Kalasan “Bu Kis” yang menggunakan
pemetaan dari berbagai teori, membutuhkan
ketelitian dan tingkat fokus yang tinggi pada
setiap
detil
dalam
perancangan
strategi
kreatifnya, karena pesan yang ingin disampaikan
dalam perancangan harus dapat diterima dengan
sangat baik.
V. SARAN
Identitas Visual Warung Makan Ayam
Goreng Kalasan “Bu Kis” yang telah
dirancang, diharapkan kedepannya baik
peran dari personal / penulis yang akan
melanjutkan dan menerima bahan objek
penelitian yang sama, dapat meneruskan apa
yang menjadi kebutuhan selanjutnya bagi
Warung Makan Ayam Goreng Kalasan “Bu
Kis”.
Dan untuk pihak Warung Makan
Ayam Goreng/Bakar Kalasan “Bu Kis”,
dengan dilakukannya perancangan ini,
diharapkan peran dari desain yang telah
dirancang dapat dipergunakan sesuai arahan
sistem yang telah disusun. Selain itu,
diharapkan Warung Makan Ayam Goreng/
Bakar Kalasan “Bu Kis” dapat memberikan
inovasi dalam proses bisnisnya, seperti
promo dengan syarat dan ketentuan serta
untuk desain yang digunakan bisa lebih
variatif sesuai tema atau musim tertentu.
DAFTAR PUSTAKA[1] Marsum, W.A (2000). Professional Waiter. Surabaya : Andi Offset.
[2] Rustan, S. (2013). Mendesain Logo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[3] Triyono, S. (2016). Buku Guru Sosiologi. Bandung: Yrama Widya.