• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 91 TAHUN 2014 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 91 TAHUN 2014 TENTANG"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

a. bahwa dengan adanya beberapa Harga Satuan Pokok Kegiatan yang perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian serta biaya perjalanan dinas yang harus disesuaikan dengan satuan biaya yang berlaku dalam APBN ;

b. bahwa sehubungan dengan maksud huruf a, maka dipandang perlu mengubah dan mengatur kembali Standar Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Pemerintah Kota Mojokerto Tahun 2015 dengan menuangkannya dalam suatu Peraturan Walikota Mojokerto.

1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timurl JawaTengahl Jawa Barat sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang Pengubahan Undang-Undang Nomor 16 dan 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Kota-Kota Besar dan Kota-Kota Kecil di Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286) ; 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4855);

WALIKOTA MOJOKERTO,

Mengingat Menimbang

PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 63 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK)

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO

(2)

3. Ketentuan Dalam Standar Biaya Umum Yang Berfungsi Sebagai Batas Tertinggi Dalam Penyusunan Anggaran Tahun 2015, huruf C. (Lampiran 3) Besaran Biaya Perjalanan Dinas Menurut Tingkatannya Pemerintah Kota Mojokerto Tahun 2015 diubah dan dibaca sebagaimana tercantum dalam lampiran III Peraturan Walikota ini. 2. Ketentuan Dalam Standar Biaya Umum Yang Berfungsi Sebagai

Batas Tertinggi Dalam Penyusunan Anggaran Tahun 2015, huruf A. (Lampiran 1) setelah angka 27 ditambahkan 1 (satu) angka, yaitu angka 28 Honorarium Kepada Tim Penyuluhan Hukum Terpadu yang rinciannya sebagaimana tercantum dalam lampiran II Peraturan Walikota ini.

1. Ketentuan Dalam Standar Biaya Umum Yang Berfungsi Sebagai Batas Tertinggi Dalam Penyusunan Anggaran Tahun 2015, huruf A. (Lampiran 1) angka 1, nomor 1.2 dan 1.4 diubah dan dibaca sebagaimana tercantum dalam lampiran I Peraturan Walikota ini. Mengubah beberapa ketentuan dalam Lampiran Peraturan Walikota Mojokerto Nomor 63 Tahun 2014, tanggal1 Juli 2014, sebagai berikut:

Pasall

PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 63 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN (HSPK) PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015

MEMUTUSKAN:

4. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3242);

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2015;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 ;

7. Peraturan Walikota Mojokerto Nomor 63 Tahun 2014 tentang Standar Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) Pemerintah Kota Mojokerto Tahun 2015.

(3)

PUDJIHARIDJONO SHI

, .r

NIIP'.196007.29119B5031 007

I

d

Salliilnan sesuai dengan .asillinya KEPALA BAGIAN HUKUM,

MAS AGOES NIRBITO MOENASI WASONO, S.H.,M.Si.

Pembina Utama Madya NIP. 19570917 198309 1 001

BERITA DAERAH KOTA MOJOKERTO TAHUN 2014 NOMOR 91

Diundangkan di Mojokerto

padatanggal 15 Oktober 2Q14

SEKRETARIS DAERAH KOTA MOJOKERTO

Ditetapkan di Mojokerto

pada tanggal 15 01ctoeer 2014

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Mojokerto.

Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Pasalll

WALIKOTA MOJOKERTO ttd

MAS'UD YUNUS

(4)

NO URAIAN SATUAN BIAYATA 2015

1

I

2 3 4

I HONORARlUMPENANNGUNGJAWABPENGELOLAKEUANGAN

1.2.PEJABAT KUASA PENGGUNA ANGGARAN / KPA

a. Nilai pagu dana sd. Rp. 100 juta OB 490.000,00 h. Nilai pagu dana diatas Rp. 100 juta sd. Rp. 250 juta OB 600.000,00 c. Nilai pagu dana diatas Rp. 250 juta sd. Rp. 500 juta OB 710.000,00 d. Nilaipagu dana diatas Rp. 500 juta sd. R£. 1 miliar OB 820.000,00 e. Nilai pagu dana diatas Rp. 1 miliar sd.Rp.2,5 miliar OB 950.000,00 f. Nilai pagu dana diatas Rp,2,5 miliar sd. Rp. 5 miliar OB 1.100.000,00 g.Nilai pagu dana diatas Rp. 5 miliar sd.Rp. 10 miliar OB 1.200.000,00 h. Nilai pagu dana diatas R_p.10 miliar sd.Rp.25 miliar OB 1.550.000,00 j. Nilaipagu dana diatas Rp. 25 miliar sd.Rp. 50 miliar OB 1.870.000,00 k.Nilaipagu dana diatas Rp. 50 miliar sd. Rp. 75 miliar OB 2.200.000,00 I.Nilai pagu dana diatas Rp. 75 miliar sd. Rp. 100 miliar OB 2.550.000,00 m.Nilai pagu dana diatas Rp. 100 miliar sd.Rp. 250 miliar OB 3.000.000,00 n. Nilai pagu dana diatas Rp. 250 miliar sd. Rp. 500 miliar OB 3.500.000,00 o. Nilai pagu dana diatas Rp,500 miliar sd.Rp. 750 miliar OB 4.000.000,00 p.Nilai pagu dana diatas Rp. 750 miliar sd.Rp. 1 triliun OB 4.500.000,00 q.Nilai pagu dana diatas Rp. 1 triliun OB 5.450.000,00

1.4. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (pPK)

a.Nilai pagu dana sd.Rp. 100 juta OB 480.000 h. Nilai pagu dana diatas Rp. 100 juta sd. Rp. 250 juta OB 590.000 c.Nilai pagu dana diatas Rp. 250 juta sd.Rp. 500 juta OB 700.000 A. (Lampiran 1)

STANDAR BIAYA UMUM YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TAHUN 2015

2014 2014 91 TAHUN 15 OKTOBER NOMOR TANGGAL

(5)

1 2 3 4 d. Nilai pagudanadiatasRp. 500 juta sd. Rp. 1 miliar OB 800.000

e. Nilai pagu danadiatasRp. 1 miliar sd.Rp. 2,5miliar OB 940.000

f.Nilai pagu dana diatasRp.2,5 miliar sd.Rp.5 miliar OB 1.070.000 g.Nilai pagudana diatas Rp. 5 miliar sd. Rp. 10 miliar OB 1.110.000 h. Nilai pagu danadiatas Rp. 10 miliar sd.Rp. 25 miliar OB 1.530.000 i.Nilaipagu dana diatas Rp.25 miliarsd. Rp.50 miliar OB 1.850.000

j. Nilaipagu dana diatas Rp. 50 miliarsd. Rp. 75 miliar OB 2.170.000

k.Nilai pagu dana diatas Rp. 75 miliarsd. Rp. 100miliar OB 2.490.000 l.Nilai pagu dana diatasRp. 100 miliar sd. Rp. 250 miliar OB 2.980.000 m.Nilai pagu dana diatas Rp.250 miliar sd.Rp.500miliar OB 3.460.000 n.Nilaipagu danadiatas Rp.500 miliar sd. Rp.750 miliar OB 3.940.000 o.Nilaipagu dana diatas Rp. 750 miliarsd.Rp. 1 triliun OB 4.430.000 p. Nilaipagudana diatas Rp. 1 triliun OB 5.390.000

WALIKOTA MOJOKERTO ttd

(6)

28 HONORARIUM KEPADA TIM PENYULUHAN HUKUM TERPADU

I. Tim Pelaksana

a. Pengarah OB 700.000,00

b. PenanggungjawablKoordinator OB 650.000,00

c. Ketua OB 500.000,00

d. Sekretaris OB 400.000,00

e. Anggota OB 350.000,00

II. Tim Penyuluh OK 200.000,00

III. Koordinator Lapangan OK 150.000,00

IV. Koordinator Sekolah OK 150.000,00

2014 OKTOJ3ER

TANGGAL: 15

LAMPIRAN II PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO

NOMOR 91 TAHUN 2014

WALIKOTA MOJOKERTO ttd

(7)

NO. URAIAN SATUAN LUAR KOTA DIKLAT 1. Aceh OH 360.000 110.000 2. Sumatra Utara OH 370.000 110.000 3. Riau OH 370.000 110.000 4. Kepulauan Riau OH 370.000 110.000 5. Jambi OH 370.000 110.000 6. Sumatra Barat OH 380.000 110.000 7. Sumatra Selatan OH 380.000 110.000 8. Lampung OH 380.000 110.000 9. Bengkulu OH 380.000 110.000 10. Bangka Belitung OH 410.000 120.000 11. Banten OH 370.000 110.000 12. Jawa Barat OH 430.000 130.000 13. D.K.1.Jakarta OH 530.000 160.000 14. Jawa Tengah OH 370.000 110.000 15. 0.1. Yogyakarta OH 420.000 130.000 16. Jawa Timur OH 410.000 120.000 17. Bali OH 480.000 140.000

18. Nusa Tenggara Barat OH 440.000 130.000

19. Nusa Tenggara Timur OH 430.000 130.000

20. Kalimantan Barat OH 380.000 110.000

21. Kalimantan Tengah OH 360.000 110.000

22. Kalimantan Selatan OH 380.000 110.000

A. SATUAN UANG HARlAN DAN REPRESENTASI

A.1. Uang Harian Luar Kota dan Diklat (diberikan secara lumpsum)

BESARAN

BIAYA PERJALANAN DINAS MENURUT TINGKA TANNYA PEMERINTAH KOT A MOJOKERTO

TAHUN2015 C. (Lampiran 3) 2014 2014 91 TAHUN 15 OKTOBER NOMOR TANGGAL:

(8)

NO. URAIAN SATUAN LUAR KOTA DALAM KOTA LEBIH DARI8 (DELAPAN) JAM

1. Pejabat Negara OH 250.000 125.000

2. Pejabat Eselon II OH 150.000 75.000

A.3. Uang Representasi

NO. PEJABAT NEGARAIESELONI SATUAN UANG HARlAN

GOLONGAN

1. Walikota dan Wakil Walikota OH 100.000

2. Pejabat Negara Lainnya, Pejabat Eselon II, OH 100.000 dan Peiabat Lainnya vans setara

3. Pejabat Eselon III/PNS Golongan IV, OH 100.000 Pejabat Eselon IV/PNS Golongan III, PNS

Golongan II dan I/Non PNS

A.2. Uang Harian Dalam Kota lebih dari 8 (delapan) jam

*) Uang harian luar kota hanya dapat diberikan dalam hal melaksanakan konsultasi/koordinasi dan/atau akomodasi dan konsumsi tidak ditanggung panitia penyelenggara.

23. Kalimantan Timur OH 430.000 130.000 24. Kalimantan Utara OH 430.000 130.000 25. Sulawesi Utara OH 370.000 110.000 26. Gorontalo OH 370.000 110.000 27. Sulawesi Sarat OH 410.000 120.000 28. Sulawesi Selatan OH 430.000 130.000 29. Sulawesi Tengah OH 370.000 110.000 30. Sulawesi Tenggara OH 380.000 110.000 31. Maluku OH 380.000 110.000 32. Maluku Utara OH 430.000 130.000 33. Papua OH 580.000 170.000 34. Papua Sarat OH 480.000 140.000

(9)

Keterangan:

a. Zona A meliputi: Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik.

b. Zona B meliputi: Kabupaten Lamongan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri,Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Madiun, Kota Madiun.

c. Zona C meliputi: Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi.

NO. PEJABAT NEGARAIESELONI ZONA A ZONAB ZONAe ZONAD GOLONGAN

1. Walikota dan Wakil Walikota 2. Pejabat Negara Lainnya,

Pejabat Eselon II,dan Pejabat MENGGUNAKAN FASILITAS Lainnya yang setara KENDARAAN DINAS 3. Pejabat Eselon III (Kepala

SKPD dan Kabag)

4. Pejabat Eselon III (bukan 100.000 150.000 200.000 296.000 Kepala SKPD)

5. Pejabat Eselon IV 100.000 150.000 200.000 296.000 6. Golongan III dan IV 100.000 150.000 200.000 296.000 7. Golongan II dan I 100.000 150.000 200.000 296.000 8. Honorer/Non PNS 100.000 150.000 200.000 296.000 9. Peserta Pelatihanl Sosialisasil 100.000 150.000 200.000 296.000

Bintek dan Sejenisnyal Masyarakat

B.2. Biaya Transportasi Luar Kota Mojokerto Oi Jawa Timur (Pergi - Pulang)

(Oapat Oiberikan Apabila Menggunakan Kendaraan Umum dan merupakan batas tertinggi apabila tidak dapat menunjukkan bukti riil pengeluaran yang dapat dituangkan da/am daftar pengeluaran riil)

TINGKAT

NO. PEJABAT NEGARAIESELONI BIAYA BIAYA TRANSPORT

GOLONGAN PERJALANAN

DlNAS

1. Walikota dan Wakil Walikota A Menggunakan fasilitas kendaraan dinas 2. Pejabat Negara Lainnya, Pejabat Eselon II, B Menggunakan fasilitas

dan Pejabat Lainnya yang setara kendaraan dinas

3. Pejabat Eselon III/PNS Golongan IV, Pejabat C 80.000 Eselon IV/PNS Golongan III, PNS Golongan

II dan I/Non PNS

B. BIAYA TRANSPORTASI

B.1. Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan Oalam Kota (diberikan secara lumpsum)

(10)

NO. PROVINSI SATUAN BIAYA

1. Aceh Orang/kali 123.000

2. Sumatra Utara Orang/kali 232.000

3. Riau Orang/kali 70.000

4. Kepulauan Riau Orang/kali 105.000

5. Jambi Orang/kali 128.000

6. Sumatra Barat Orang/kali 192.000 7. Sumatra Selatan Orang/kali 124.000

8. Lampung Orang/kali 148.000

9. Bengkulu Orang/kali 92.000

10. Bangka Belitung Orang/kali 86.000

11. Banten Orang/kali 320.000

12. Jawa Barat Orang/kali 118.000

13. O.K.I. Jakarta Orang/kali 170.000

B.4.Satuan Biaya Taksi (satu kali perjalanan)

(Merupakan batas tertinggi apabila tidak dapat menunjukkan bukti riil pengeluaran yang dapat dituangkan dalam daftar pengeluaranriil)

NO. PEJABAT TINGKAT MODA TRANSPORTASI

NEGARAIESELON/G BIAYA PESAWAT KAPAL KERETA LAIN-LAIN

OLONGAN PERJALANAN UDARA LAUT API/BUS

DINAS

1. Walikota dan Wakil A Bisnis VIP/ Spesial/ Sesuai

Walikota Kelas IA Eksekutif kenyataan

2. Pejabat Negara B Ekonomi Kelas I B Eksekutif Sesuai

Lainnya, Pejabat kenyataan

Eselon II, dan Pejabat Lainnya yang setara

3. Pejabat Eselon C Ekonomi Kelas II A Eksekutif Sesuai

IIIIPNS kenyataan Golongan IV, Pejabat Eselon IV/PNS Golongan III, PNS Golongan II dan I

B.3. Biaya Transportasi yang disesuaikan dengan Fasilitas Transportasi menurut kelasnya,

(Diberikan secara at cost! sesuai pengeluaran)

d. Zona 0 meliputi: Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten SituBondo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan,Kabupaten Sampang,Kabupaten Pamekasan,Kabupaten Sumenep.

(11)

PEJABAT PEJABAT PEJABAT PEJABAT

NO PROVINSI SATUAN NEGARAI ESElON ESElON ESElON GOL. 1111 ESElON I II 1111GOL. IV IV/GOl III

1. Aceh OH 4.420.000 1.308.000 1.080.000 410.000 370.000

2. Sumatra Utara OH 4.960.000 1.214.000 703.000 505.000 310.000

3. Riau OH 3.817.000 1.168.000 868.000 450.000 380.000

4. Kepulauan Riau OH 4.275.000 1.285.000 650.000 502.000 280.000 C. SATUAN BIAYA PENGINAPAN

Satuan biaya penginapan merupakan alokasi biaya tertinggi penginapan (diberikan secaraat costlsesuai pengeluaran)

*) Satuan biaya taksi hanya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tariff satu kali perjalanan taksi dari kantor tempat kedudukan menuju bandara/pelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan dan sebaliknya

14. Jawa Tengah Orang/kali 50.000

15. 0.1.Yogyakarta Orang/kali 141.000

16. Jawa Timur Oranglkali 148.000

17. Bali Orang/kali 160.000

18. Nusa Tenggara Barat Orang/kali 218.000

19. Nusa Tenggara Timur Orang/kali 81.000

20. Kalimantan Barat Orang/kali 145.000

21. Kalimantan Tengah Orang/kali 94.000

22. Kalimantan Selatan Orang/kali 141.000

23. Kalimantan Timur Orang/kali 401.000

24. Kalimantan Utara Orang/kali 353.000

25. Sulawesi Utara Orang/kali 310.000

26. Gorontalo Orang/kali 134.000

27. Sulawesi Barat Orang/kali 217.000

28. Sulawesi Selatan Orang/kali 128.000

29. Sulawesi Tengah Orang/kali 151.000

30. Sulawesi Tenggara Orang/kali 332.000

31. Maluku Orang/kali 340.000

32. Maluku Utara Orang/kali 54.000

33. Papua Orang/kali 60.000

(12)

5. Jambi OH 4.000.000 1.176.000 697.000 382.000 290.000 6. Sumatra Barat OH 4.240.000 1.155.000 884.000 477.000 370.000 7. Sumatra Selatan OH 4.680.000 1.228.000 605.000 514.000 310.000 8. Lampung OH 3.960.000 1.299.000 790.000 374.000 356.000 9. Bengkulu OH 1.300.000 790.000 712.000 599.000 510.000 10. Bangka Belitung OH 3.335.000 1.310.000 850.000 533.000 304.000 11. Banten OH 3.808.000 1.430.000 1.024.000 797.000 400.000 12. Jawa Barat OH 3.664.000 1.753.000 949.000 515.000 463.000 13. D.K.I.Jakarta OH 8.720.000 1.086.000 800.000 610.000 400.000 14. JawaTengah OH 4.146.000 1.478.000 1.024.000 497.000 350.000 15. 0.1.Yogyakarta OH 4.620.000 1.334.000 747.000 629.000 461.000 16. Jawa Timur OH 4.400.000 1.359.000 841.000 499.000 329.000 17. Bali OH 4.881.000 1.810.000 1.304.000 904.000 658.000 18. Nusa Tenggara OH 3.429.000 2.738.000 737.000 540.000 360.000 Barat 19. Nusa Tenggara OH 3.000.000 1.000.000 700.000 662.000 400.000 Timur 20. Kalimantan Barat OH 2.400.000 1.130.000 866.000 430.000 361.000 21. Kalimantan OH 3.000.000 1.596.000 923.000 558.000 436.000 Tengah 22. Kalimantan OH 4.250.000 1.679.000 816.000 500.000 379.000 Selatan 23. Kalimantan Timur OH 4.000.000 3.021.000 1.596.000 550.000 450.000 24. Kalimantan Utara OH 4.000.000 3.021.000 1.596.000 550.000 450.000 25. Sulawesi Utara OH 3.200.000 1.553.000 640.000 549.000 342.000 26. Gorontalo OH 1.320.000 1.134.000 910.000 423.000 240.000 27. Sulawesi Barat OH 1.260.000 1.030.000 910.000 425.000 360.000 28. Sulawesi Selatan OH 4.820.000 1.912.000 968.000 539.000 378.000 29. Sulawesi Tengah OH 2.030.000 1.298.000 894.000 493.000 389.000 30. Sulawesi OH 1.850.000 1.070.000 802.000 488.000 420.000 Tenggara 31. Maluku OH 3.000.000 1.030.000 680.000 545.000 414.000 32. Maluku Utara OH 3.110.000 1.512.000 600.000 478.000 380.000 33. Papua OH 2.850.000 1.668.000 754.000 460.000 414.000 34. Papua Sarat OH 2.750.000 1.482.000 976.000 798.000 370.000

(13)

FULLBOARO FULLBOARO FULLOAYI HALFOAY 01

NO. PROVINSI SATUAN 01 LUAR OIOALAM

OALAM KOTA KOTA KOTA 1. Aceh OH 120.000 100.000 8S.000 2. Sumatra Utara OH 130.000 110.000 9S.000 3. Riau OH 130.000 100.000 8S.000

4. Kepulauan Riau OH 130.000 110.000 9S.000

S. Jambi OH 130.000 110.000 9S.000 6. Sumatra Barat OH 120.000 100.000 8S.000 7. Sumatra Selatan OH 120.000 100.000 8S.000 8. Lampung OH 130.000 110.000 9S.000 9. Benqkulu OH 130.000 110.000 9S.000 10. Bangka Belitung OH 130.000 110.000 9S.000 11. Banten OH 120.000 100.000 8S.000 12. Jawa Sarat OH 1S0.000 12S.000 10S.000 13. D.K.1.Jakarta OH 180.000 1S0.000 130.000 14. Jawa Tengah OH 130.000 110.000 9S.000 1S. 0.1. Yogyakarta OH 140.000 11S.000 100.000 16. Jawa Timur OH 140.000 11S.000 100.000 17. Sali OH 160.000 13S.000 11S.000

18. Nusa Tenggara Sarat OH 1S0.000 12S.000 10S.000

19. Nusa Tenggara Timur OH 140.000 11S.000 100.000

20. Kalimantan Barat OH 130.000 110.000 9S.000 21. Kalimantan Tengah OH 120.000 100.000 8S.000 22. Kalimantan Selatan OH 130.000 110.000 9S.000 23. Kalimantan Timur OH 1S0.000 12S.000 10S.000 24. Kalimantan Utara OH 1S0.000 12S.000 10S.000 2S. Sulawesi Utara OH 130.000 110.000 9S.000 26. Gorontalo OH 130.000 110.000 9S.000 27. Sulawesi Sarat OH 120.000 100.000 8S.000 28. Sulawesi Selatan OH 1S0.000 12S.000 10S.000 29. Sulawesi Tengah OH 130.000 110.000 9S.000 30. Sulawesi Tenggara OH 130.000 110.000 9S.000 31. Maluku OH 120.000 100.000 8S.000 32. Maluku Utara OH 130.000 110.000 9S.000 33. Papua OH 200.000 170.000 140.000 34. Papua Barat OH 160.000 13S.000 11S.000

D. SATUAN BIAYA UANG SAKU RAPAT/PERTEMUAN DILUAR KANTOR

Uang Saku Paket Fullboard di Luar Kota, Paket Fullboard dan Fuliday/Halfday di Dalam Kota

(14)

A.2. Uang Harian Dalam Kota lebih dari 8 (delapan) jam

Satuan uang harian dalam kota lebih dari 8 (delapan) jam merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam kota lebih dari 8 (delapan) jam.

A. Satuan Uang Harian dan Uang Representasi A.1. Uang Harian Luar Kota dan Diklat

Satuan uang harian perjalanan dinas luar kota merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar kota yang terdiri dari

- uang makan,

- uang transport lokal - uang saku.

Uang harian diklat diberikan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara yang diberikan tugas untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan di dalam kota yang melebihi 8 (delapan) jam atau diselenggarakan di luar kota.

PENJELASAN

STANDAR BIAYA UMUM

YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN TAHUN 2015 *) Hanya dapat diberikan dengan persyaratan tertentu

NO. PEJABAT NEGARAIESELONI BIAYA TRANSPORT

GOLONGAN 1. Walikota dan Wakil Walikota

2. Pejabat Negara Lainnya,Pejabat Eselon II,dan Pejabat Lainnya yang setara.

3. Pejabat Eselon III (Kepala SKPD dan Kabag)

4. Pejabat Eselon III (bukan Kepala SKPD)

5. Pejabat Eselon IV 150.000

6. Golongan III dan IV 7. Golongan II dan I 8. Honorer/Non PNS

9. Peserta Pelatihan/ Sosialisasi/ Bintek dan Sejenisnya/Masyarakat

E. SATUAN BIAYA UANG SAKU RAPAT/PERTEMUAN DIDALAM KANTOR

(15)

B.4. Satuan Biaya Taksi

Satuan biaya taksi perjalanan dinas dalam negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tariff satu kali

perjalanan taksi dari kantor tempat kedudukan menuju

bandara/pelabuhan/terminallstasiun keberangkatan atau dari

bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara/pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan dan sebaliknya.

B.3. Biaya Transportasi yang disesuaikan dengan Fasilitas Transportasi

menurut kelasnya.

Biaya Transportasi yang disesuaikan dengan Fasilitas Transportasi

menurut kelasnya merupakan biaya transpor bagi pelakana SPO yang disesuaikan dengan tingkat biaya perjalanan dinas dan moda transportasi

yang digunakan, dibayarkan secara at cost/pengeluaran rill.

B.2. Biaya Transportasi Luar Kota Mojokerto Oi Jawa Timur

Biaya transportasi luar kota di Jawa Timur dibayarkan secara at

cost/sesuai pengeluaran tetapi apabila tidak terdapat bukti pengeluaran riil maka besaran nominal dalam tabel biaya transportasi luar kota di Jawa Timur merupakan satuan biaya transpor batas tertinggi yang dapat dimasukkan dalam komponen daftar pengeluaran riil.

A.3. Uang Representasi hanya diberikan kepada Pejabat Negara (Walikota,

Wakil Walikota) dan pejabat eselon II atau yang disetarakan yang melaksanakan perjalanan dinas jabatan dalam rangka pelaksanaan tugas

dan fungsi yang melekat pada jabatan.

B. Biaya Transportasi

B.1. Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan Oalam Kota

Satuan biaya uang transport kegiatan dalam kota merupakan satuan biaya untuk perencanaan kebutuhan transportasi Pegawai Aparatur Sipil NegaralTNl/Polri dalam melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah kota (pergi/pulang).

Uang transpor kegiatan dalam kota tidak dapat diberikan apabila

perjalanannya menggunakan kendaraan dinas.

Uang transport kegiatan dalam kota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama.

Catatan :

a. Untuk kegiatan dalam kota yang memerlukan biaya melebihi satuan

biaya yang ditetapkan (termasuk moda transportasi udaradan/atau air)

dapat diberikan secara at cost.

b. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan

lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit

(16)

Contoh perhitungan alokasi biaya taksi :

Seorang pejabatlpegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari

Jakarta ke Yogyakarta, maka alokasi biaya taksi sebagai berikut:

1) Berangkat

a. Biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke bandara Soekarno-Hatta; dan

b. Biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/kantor) di Yogyakarta.

2) Kembali

a. Biaya taksi dari hotel/penginapan (Yogyakarta) ke Bandara Adi

Sucipta; dan

b. Biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan

(Jakarta).

Pada dasarnya biaya taksi dibayarkan secara riil sesuai bukti yang

diperoleh, apabila bukti tidak dapat diperoleh angka dalam tabel biaya

taksi merupakan batas tertinggi yang dapat dimasukkan dalam komponen daftar pengeluaran riil.

D. Satuan biaya uang saku rapat/pertemuan di luar kantor

Uang Saku Paket Fullboard di Luar Kota, Paket Fullboard dan

Fuliday/Halfday di Dalam Kota.

• Uang saku paket fullboard di luar kota

Uang harian paket fullboard di luar kota merupakan satuan biaya yang

digunakanuntuk pengalokasian uang saku paket fullboard di luar kota,

kepada peserta dan panitia kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapatlpertemuan paket fullboard di luar kota.

• Uang saku paket fullboard di dalam kota

Uang harian paket fullboard di dalam Kota merupakan satuan biaya yang digunakanuntuk pengalokasian uang saku paket fullboard di dalam Kota kepada peserta dan panitia kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapatlpertemuan paket fullboard di dalam kota.

• Uang saku paket fullday/halfday di dalam kota

Uang harian paket fullday/halfday di dalam Kota merupakan satuan biaya

yang digunakanuntuk pengalokasian uang saku paket fullday/halfday di dalam Kota kepada peserta dan panitia kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapatlpertemuan paket fullday/halfday di dalam kota.

c.

Satuan Biaya Penginapan

Satuan biaya penginapan perjalanan dinas dalam negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA SKPD sesuai dengan peruntukannya.

(17)

E. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor

Uang saku rapat di dalam kantor merupakan kompensasi bagiseseorang yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor sebagai pengganti atas pelaksanaan sebagian kegiatan rapatJpertemuan di luar kantor (fullboard,fullday dan halfday).

Uang saku rapat di dalam kantor dapat dibayarkan sepanjang rapat di dalam kantor memenuhi ketentuan sebagai berikut :

a. Dihadiri peserta dari eselon II lainnya/masyarakat;

b. Dilaksanakan minimal 3 (tiga) jam di luar jam kerja pada hari kerja; c. Tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur.

Catatan:

a. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat,

b. 8agi peserta yang berasal dari luar unit penyelenggara dapat diberikan uang transport dalam kota sepanjang criteria pemberian uang transport dalam kota terpenuhi.

c. Dalam rangka efisiensi anggaran untuk kegiatan rapat, PAlKPA agar menempuh langkah-Iangkah untuk membatasi pelaksanaan rapatJpertemuan di luar kantor (fullboard, fullday dan halfday), dengan cara mengalihkannya dengan rapat di dalam kantor.

WALIKOTA MOJOKERTO ttd

Referensi

Dokumen terkait

Dari kerangka sistem informasi ini akan dihasilkan output dari sistem ini yaitu indeks proses rantai pasok yang ramah lingkungan untuk kriteria pengadaan dengan alternatif

Dari rangkaian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa GMJ baru tipe WA, Gambiaca maupun Kalinga efektif digunakan dalam produksi benih dan perakitan padi hibrida karena

Sehingga yang dilakukan oleh para penyelenggara itu adalah mengkreasikan ruang-ruang yang sudah ada dan memfungsikannya sebagai ruang pertunjukkan, karena mahalnya

Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa praktik kerja industri dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa dengan

Sebelum memilih proses pengisian atau pengosongan baterai isi ulang, pengguna harus terlebih dahulu mengetahui tegangan awal baterai yang akan diproses dengan cara menekan tombol

H.L Blum yang menyatakan bahwa derajat kesehatan masyarakat sangat erat dengan angka kematian ( mortalitas ) dan angka kesakitan ( morbiditas) yang memandang

Penyimpanan pegawai merupakan hal yang pokok dalam masalah kepegawaian terutama dalam mencari atau merubah data pegawai untuk kemudian di ubah sesuai dengan

Monitoring yang dilakukan berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh alat ukur. Pada metode ini perawatan dilakukan dengan cara memasangkan alat ukur pada peralatan atau