• Tidak ada hasil yang ditemukan

Logika pembagian pecahan dengan pecahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Logika pembagian pecahan dengan pecahan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

“Logika Sederhana” Pembagian Pecahan dengan Pecahan Melalui Penggunaan Konteks

Oleh: Achmad Dhany Fachrudin

Pada pembelajaran di sekolah kita sering menemui saat menjelaskan tentang pembagian pecahan dengan pecahan, guru hanya berkata “ anak-anak saat pecahan saat dibagi pecahan maka kalian harus menjadikannya menjadi bentuk perkalian, tetepi pecahan pembagi harus dibalik antara penyebut dan pembilangnya...”, sangat jarang saya menemui guru yang mau menjelaskan kenapa hal tersebut dapat terjadi atua paling tidak menjelaskan logika yang dapat digunakan untuk merepresentasikan hal tersebut.

Seharusnya berdasarkan “logika kita” sesuatu apabila dibagi hasilnya harusnya lebih kecil. Sebagai contoh, 1

2 : 1

4 = 2, padahal 2 lebih besar daripada 1

2, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jarang pula murid yang bertanya kepada guru kenapa hal tersebut dapat terjadi. Mungkin hal ini dikarenakan “kebiasaan” yang sudah mengakar dalam sistem pembelajaran kita, dimana siswa hanya cenderung untuk menerima pengetahuan dari guru secara “mentah-mentah”. Sedangkan guru juga kurang memberi kesempatan siswa untuk lebih berfikir kritis dan menggali lebih jauh keingintahuan mereka. Malalui tulisan ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang “logika sederhana” pembagian pecahan.

Untuk lebih memahami logika sederhana 1 2 :

1

4 = 2 perrhatikan permasalahan berikut ini:

Ibu mempunyai satu botol ukuran 1000 ml yang hanya terisi air setengahnya. Kemudian ibu ingin menuangkannya pada botol ukuran 250 ml. Berapa botol baru yang terisi oleh air?

bentuk matematika dari permasalahan diatas adalah 1 2 :

1

4 =..., mungkin bagi siswa yang belum mengenal rumus tentang pembagian dalam pecahan, masalah tersebut akan lebih mudah diselesaikan dan lebih menarik tentunya. Tetapi banyak guru yang tidak terlalu tertarik untuk mengenalkan permasalahan seperti di atas sebagai awal dalam mengajarkan pembagian pecahan.

Berikut adalah salah satu alternatif penyelesaian permasalahan di atas.

Botol2 yang kapasitasnya 250 ml atau seperempat dari botol 1000 ml

Botolbesar dengan ukuran 1000 ml

1 2

(2)

Dari gambar di atas, terlihat bahwa dua botol terisi penuh oleh air. Maka hasil dari 1 2 :

1 4 adalah 2.

Untuk permasalahan 1 2 :

1

4 memang telihat lebih mudah, karena salah penyebutnya merupakan faktor dari penyebut yang lain. Lebih lanjut saya akan memberikan contoh permasalahan yang sedikit lebih rumit dengan menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya.

2/3 : 1/2 =...

1 2

1 4 ÷

2 botol terisi air

Agar lebih mudah dalam pendistribusian, kita buat garis putus-putus spt gambar disamping. Tiap bagian kitabagi lagi menjadi 2 bagian

(3)

Maka kita dapat 2/3 : 1/2 = 1 1/3 atau 4/3

Untuk soal lain kita dapat menerapkan metode yang sama dengan di atas. Dengan pengenalan seperti di atas, diharapkan pembelajaran matematika dapat lebih menarik dan bermakna untuk siswa. semoga bermanfaat.

Referensi

Dokumen terkait

Arti dan model penyajian dengan alat peraga atau gambar pada operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan biasa yang telah kita bahas tidak berbeda dengan

Dalam ayat di atas menjelaskan tentang pembagian harta warisan dan sesuai dengan konsep salah satu ilmu matematika yaitu bilangan pecahan.. Ayat ini menyebutkan

Dalam pelaksanaan pembelajaran pembagian pecahan biasa dengan pendekatan konstruktivisme, aktivitas siswa diamati oleh teman sejawat. Pelaksanaan aktivitas siswa dalam

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN MELALUI PENERAPAN METODE KUMON BERBANTUAN MEDIA VISUAL (KbMV)

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh profil penyelesaian soal pembagian pecahan siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani Palu yaitu sebagai

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk kesalahan yang dilakukan siswa kelas V SD dalam memecahkan masalah pembagian

Desain Didaktis Awal pada Materi Operasi Hitung Pembagian Pecahan di Kelas V SD yang Dikembangkan Berdasarkan Learning Obstacle LO, Hypothetical Learning Trajectory HLT dan Antisipasi

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain didaktis rekomendasi dalam mengatasi hambatan belajar siswa pada pembelajaran operasi hitung pembagian pecahan di