• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rijanto Perbanyakan Curcurma Abstract 2002

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rijanto Perbanyakan Curcurma Abstract 2002"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANYAKAN Curcuma

zedoaria

Rosc. SECARA KULTUR JARINGAN

Anna Rijanto, Poppy H. Hardjo

Fakultas Farmasi Universitas Surabaya

ABSTRAK

Curcuma zedoaria ROSC. di Indonesia dikenal dengan nama temu putih. Rimpang tumbuhan tersebut mengandung minyak atsiri dan merupakan salah satu campuran dari obat tradisional. Tumbuhan ini belum dibudidavakan secara intensif, padahal potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku ihdustri farmasi. teknik kultur jaringan merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan tumbuhan ini dalam skala besar. Kultur jaringan temu putih pada tahap inisiasi membentuk tunas majemuk dengan nilai rataan jumlah tunas terbanyak pada media mengandung BA (3 mg/l). Planlet yang siap dipindahkan ke media tanah berasal dari media dengan kombinasi BA 0,5 mg/l dan NAA 2 mg/l.

Referensi

Dokumen terkait

Materi pokok pengaturan selanjutnya ialah berkaitan instrumen hukum yang mengjadi dasar hubungan kerja antara calon advokat dengan advokat pendamping dan/ atau pemilik

Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan responden dari segi rasa, harga, bentuk dan kemasan memiliki hubungan yang kuat (62%) dalam mempengaruhi keputusan

Dari hasil uji koefisien determinasi pengaruh yang diberikan dari variabel kecemasan dan kebiasaan belajar matematika secara bersama-sama terhadap keterampilan berpikir

19 No Waktu Kegiatan Pembimbingan di kelas tutorial Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Supervisor 1 Kegiatan Supervisor 2 Kegiatan Lesson Study 2 refleksi  Mereviu dan

Variabel yang digunakan adalah: nilai tukar riil, suku bunga (BI Rate), jumlah uang beredar, harga minyak dunia, harga CPO dunia, GDP Indonesia, harga olein Jakarta,

Pada penelitian ini data yang akan dibandingkan adalah data konsumsi LPG dan minyak tanah di Jakarta tanpa dan dengan ada pemanfaatan biogas.. Data awal yang

Erfarmia telah melakukan penelitian menggunakan Film Ōoku dengan tinjauan sosiologi sastra, sedangkan peneliti menggunakan analisis ekranisasi untuk meneliti film

Dari hasil yang didapat oleh peneliti, semua subjek mempunyai karakteristik Altruisme, karakteristik Altruisme setiap relawan konselor memiliki persamaan dan perbedaan