• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab II ini membahas mengenai kasus proyek yang mengacu pada terminologi judul yang digunakan, kebutuhan ruang berdasarkan studi kasus fungsi sejenis dan juga menjabarkan tinjauan teoritis yang mendukung tema yang dipilih, interpretasi tema, serta keterkaitan tema dengan judul proyek.

2.1. Terminologi Judul

Judul dari proyek adalah Perancangan Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso yang memiliki pengertian dan makna di setiap kata pada judul tersebut.

Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau

pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh

serta proses pengaturan rencana untuk membuat suatu gagasan.

Hotel resort merupakan hotel yang dibangun di tempat-tempat wisata sebagai fasilitas akomodasi dari suatu aktivitas wisata yang bersifat rekreatif dan menetapkan sasaran pengunjungnya adalah wisatawan yang berlibur, bersenang-senang, mengisi waktu luang, dan melupakan rutinitas kerja sehari-hari yang membosankan (Marlina, 2008). Target utama pengunjung hotel resort adalah wisatawan yang bertujuan untuk berlibur, bersenang-senang, mengisi waktu

luang, dan melupakan rutinitas kerja sehari-hari yang membosankan.

Wisata alam adalah kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan

potensi alam untuk menikmati keindahan alam baik yang masih alami atau sudah

ada usaha budidaya, agar ada daya tarikwisata ke tempat tersebut (Naning, 2014).

(3)

atas sejumlah tapak keragaman geologi yang memiliki kepentingan ilmiah khusus, kelangkaan dan keindahan, yang dikenal sebagai warisan geologi. Geopark tidak hanya berhubungan dengan keragaman geologi saja tetapi juga nilai‐nilai arkeologi, ekologi, nilai sejarah atau budaya.

Sipisopiso merupakan air terjun di dataran tinggi Batak, Sumatera. Air terjun dibentuk oleh sungai bawah tanah kecil dari dataran tinggi Karo yang terlempar dari gua di sisi kaldera Danau Toba sekitar 120 meter (360 kaki) ke permukaan danau . Dan juga Sipisopiso merupakan air terjun tertinggi di Indonesia(website Kabupaten Karo).

Jadi, berdasarkan penjabaran pengertian di atas, maka Perancangan Hotel Resor Wisata Alam Geopark Sipiso-Piso dapat diartikan sebagai hasil dari perancangan untuk membuat tempat penginapan/fasilitas akomodasi yang terletak di daerah wisata bersifat rekreatif dan merelaksasikan wisatawan serta dapat memulihkan kesehatan fisik dan jiwa melalui sumber daya alam yang merupakan objek tujuan wisata di Sipiso-piso yang didesain dengan menggunakan filosofi keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam.

2.2Tinjauan Fungsi

2.2.1. Studi Banding Arsitektur yang Mempunyai Fungsi Sejenis (Hotel Resort)

(4)

2.2.1.1. Puri Bunga Resort and Spa di Ubud, Bali

Gambar 2.1. Suasana Ruang Luar dan Fasad Bangunan (Sumber: www.agoda.com)

Hotel ini (Gambar 2.1) terletak di daerah yang berkontur dengan sungai yang berada di sebelah bawah serta terletak di pedesaan yang tenang. Hotel ini menempatkan bangunannya di kontur yang lebih tinggi agar para tamu hotel yang menginap dapat menikmati hamparan luas sawah dan deretan pepohonan yang hijau dan air sungai yang mengalir.

Pada hotel resort ini terdapat 2 jenis kamar yaitu deluxe suite dan executive suite yang mana pada masing-masing jenis kamar diberikan fasilitas kamar berupa Wi-Fi gratis, AC, meja tulis, bar mini, laundry, dan televisi dengan siaran satelit. Pemandangan yang didapatkan dari masing-masing kamar juga berbeda-beda, yaitu, kebun, dan Sungai Ayung (lihat pada Tabel 2.1).

Tabel 2.1. Program Ruang Puri Bunga Resort and Spa di Ubud, Bali

NO. JENIS KAMAR

PROGRAM RUANG

LUAS

(m2) UNIT

KAP.

(org) GAMBAR

1. Deluxe Suite

- Kamar tidur (1 ranjang double (121 x 140 cm) dan 1 ranjang queen (141 x 170 cm)

- Balkon Privat - Kamar Mandi (bathtub dan shower)

(5)

2. Executive Suite

- Kamar tidur (1 ranjang double (121 x 140 cm) dan 1 ranjang queen (141 x 170 cm)

- Balkon Privat - Kamar Mandi (jacuzzi dan shower)

-Ruang Keluarga

70 5 3

Pada gambar 2.2. dapat kita lihat contoh minibar yang digunakan oleh kamar deluxe sekaligus sebagai tempat meletakkan televisi untuk menghemat perabot.

Gambar 2.2. Minibar Deluxe Suite (Sumber: www.agoda.com)

Balkon yang luas (Gambar 2.3) dengan pemandangan alam di luar kamar dengan hijaunya pepohonan dan aliran air Sungai Ayung untuk memberikan ketenangan bagi tamu/penghuni kamar hotel. Pintu dan jendela kaca didesain dengan bukaan yang lebar untuk memasukkan cahaya alami dari luar bangunan.

(6)

Berikutnya adalah executive suite, sesuai dengan namanya maka fasilitas yang disediakan juga lebih baik. Pada kamar ini ruang keluarga (Gambar 2.4) yang dilengkapi dengan televisi didesain terpisah dengan kamar tidur agar tamu yang menginap pada kamar ini lebih leluasa bercengkrama.

Gambar 2.4. Ruang Keluarga Kamar Executive Suite (Sumber: www.puribungahotel.com)

Fasilitas lain pada kamar executive suite yaitu kamar mandi yang dilengkapi dengan jacuzzi (Gambar 2.5) yang memberikan relaksasi pada pengguna saat berendam dan mandi di kamar mandi ini.

Gambar 2.5. Jacuzzi pada Kamar Mandi Executive Suite (Sumber: www.agoda.com)

(7)

Tabel 2.2. Fasilitas Pendukung Puri Bunga Resort and Spa

NO. FASILITAS KETERANGAN GAMBAR FASILITAS HOTEL

1. Sekar Ayu Restaurant

- Menyediakan sarapan pagi dan malam yang lezat

- Dapat menjadi tempat untuk acara perjamuan makan besar - Sebagai tempat untuk acara pernikahan

2. Puri Bunga Spa

- Perawatan tubuh - Lulur wajah dan badan - Pijat relaksasi

-Berendam dengan aromaterapi

3. Kolam Renang

- Kolam renang utama yang langsung menghadap kearah hamparan sawah dan Sungai Ayung

-Kolam renang kedua yang dikelilingi oleh bangunan hotel.

4. Ruang Billiard

(8)

FASILITAS WISATA

1. Museum Neka

- Menyimpan karya lukisan para pelukis hebat Indonesia : Affandi dan Bagong

Kussudiardjo

2. Museum Antonio Blanco

- Rumah sekaligus museum penyimpanan karya lukisan dari pelukis Antonio Blanco

3. Rafting di Sungai Ayung

- Menguji nyali dengan menikmati rafting di Sungai Ayung yang deras

4. Keliling Ubud dengan sepeda

- Menyediakan fasilitas sepeda agar para wisatawan bisa melihat keasrian alam Ubud

(9)

Gambar 2.6. Suasana Restoran di Sore Hari (Sumber: www.agoda.com)

Meja makan yang ada di restoran dapat disusun dan diatur (Gambar 2.7) sesuai dengan acara yang akan diselenggarakan karena restoran ini disediakan untuk berbagai acara yang ingin diselenggarakan oleh penghuni hotel.

(a) Meja Makan jika Tidak Ada Acara (b) Meja Restoran Ketika Ada Acara Gambar 2.7. Tampilan Meja Restoran

(Sumber: www.agoda.com)

Kolam renang yang berkonsep outdoor (Gambar 2.8) ini memiliki keistimewaan karena letaknya yang berada di pinggir membuat para tamu bisa langsung melihat indahnya biru langit awan pada siang hari serta memberikan pandangan yang luas pada sekitar dengan pepohonan yang lebat dan hijau.

Gambar 2.8. Kolam Renang Outdoor

(10)

Para tamu juga diberikan kursi berjemur yang menghadap ke Sungai Ayung (Gambar 2.9) dan pepohonan lebat yang menghiasi alam sambil berjemur dengan santai dan rileks. Kolam renang ini diperuntukkan untuk orang dewasa.

Gambar 2.9. Tampak Atas Kolam Renang dan Sekitarnya (Sumber: www.agoda.com)

Selain kolam renang untuk orang dewasa juga disediakan kolam renang untuk anak (Gambar 2.10). Kolam renang anak ini juga memiliki konsep outdoor tetapi tidak diletakkan di pinggir site tetapi dikelilingi oleh bangunan dan fasilitas hotel lainnya agar aman untuk anak-anak.

Gambar 2.10. Kolam Renang Anak dengan Konsep Outdoor (Sumber: www.agoda.com)

(11)

Suasana taman yang tenang di malam hari dengan penataan lampu yang indah sebagai tempat bersantai para tamu (Gambar 2.11). Gazebo dan taman juga bisa digunakan untuk menyelenggarakan acara-acara penting.

Gambar 2.11. Gazebo dan Taman (Sumber: www.agoda.com)

Sebagai salah satu sarana hiburan untuk para tamu yang sedang di bar sambil menikmati makan dan minum yang sudah dipesan hotel menyediakan meja billiard (Gambar 2.12).

Gambar 2.12. Ruang Billiard (Sumber: www.agoda.com)

(12)

2.2.1.2. Herritance Kandalama, Sri Lanka

Hotel ini merupakan hotel yang berbintang 5 (Gambar 2.13) dibangun menghadap keajaiban kedelapan dunia yaitu Benteng Batu Sigiriya. Bangunan hotel ini dibangun tepat di jantung Segitiga Budaya Sri Langka dekat dengan 5 situs warisan dunia UNESCO. Lima situs tersebut adalah Minneriya/Kandulla Natinal Park, Sigiriya, Dambulla Cave Temple, Anuradhapura, dan Pollonaruwa.

Gambar 2.13. Suasana Ruang Luar dan Fasad Bangunan Heritance Kandalama (Sumber: www.heritancehotels.com)

Pada hotel ini terdapat 8 jenis kamar (lihat pada Tabel 2.3) dengan total 152 unit kamar yang mana pada masing-masing jenis kamar diberikan fasilitas kamar berupa Wi-Fi gratis, brankas digital, alunan musik pada kamar, AC, kipas angin, bar mini, laundry, mesin pembuat teh dan kopi, hairdryer, telepon internasional, servis ruangan 24 jam, dan televisi dengan siaran satelit dan lokal. Untuk televisi pada masing-masing jenis kamar berbeda, yang berukuran 21 inch, 26 inch, 28 inch, bahkan ada yang memakai LCD TV dan DVD Player.

(13)

Tabel 2.3. Program Ruang Herritance Kandalama, Sri Lanka

NO. JENIS

KAMAR PROGRAM RUANG

LUAS

- Kamar tidur (Ranjang kingsize atau twin dan TV 21 inch) dengan pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat

- Kamar Mandi (bathtub dan shower)

- Kamar tidur (Ranjang kingsize atau twin dan TV 21 inch) dengan pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat

- Kamar Mandi (bathtub dan shower)

- Kamar tidur (Ranjang kingsize atau twin dan TV 21 inch) dengan pemandangan Batu Sigiriya

- Balkon Privat

- Kamar Mandi (bathtub dan shower)

- Kamar tidur (Ranjang kingsize atau twin dan TV 21 inch) dengan pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat

- Kamar Mandi (bathtub dan shower)

- Kamar tidur (Ranjang kingsize atau twin dan TV 21 inch) dengan pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat

- Kamar Mandi (Jacuzzi dengan rainshower dan ruangan shower)

(14)

6.

- Kamar tidur (Ranjang kingsize dan TV 26 inch) dengan

pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat - Ruang tamu terpisah dari kamar tidur dilengkapi TV 26 inch dan DVD Player - Kamar Mandi (Jacuzzi dengan rainshower dan

- Kamar tidur (Ranjang kingsize dan TV 28 inch) dengan

pemandangan Danau Dambulla

- Balkon Privat - Ruang tamu terpisah dari kamar tidur

dilengkapi LCD TV dan DVD Player

- Kamar Mandi (Jacuzzi dengan rainshower dan ruangan shower)

72 2 3

8. Royal Suites

- Kamar tidur (Ranjang kingsize dan TV 28 inch) dengan

pemandangan Danau Kandalama dan Batu Dambulla

- Balkon Privat - Ruang tamu terpisah dari kamar tidur

dilengkapi LCD TV dan DVD Player

- Kamar Mandi (Jacuzzi dengan rainshower dan ruangan shower)

120 1 3 -

(15)

Gambar 2.14. Interior Kamar

(Sumber: www.heritancehotels.com)

Sementara untuk penataan balkon privat, arsitek menggunakan material kaca (pada gambar 2.15 (a)) sebagai pembatas antara ruang dalam dan ruang luar supaya walaupun penghuni hotel berada di dalam tetap bisa melihat ke ruang luar (lansekap) dan juga berfungsi sebagai bukaan agar sinar matahari masuk dan menerangi ruangan secara alami. Bangku yang diletakkan di balkon (Gambar 2.15 (b)) berfungsi sebagai teras kamar agar para tamu yang menginap bisa merasakan keindahan alam dan udara yang segar.

(a) Bukaan Kaca Pembatas Kamar dan Balkon (b) Peletakan Bangku di Balkon Gambar 2.15. Suasana antara Balkon dan Kamar

(Sumber: www.heritancehotels.com)

Interior kamar mandi (Gambar 2.16) pada setiap jenis kamar diterapkan prinsip yang sama yaitu mandi sambil melihat alam yang terbentang di hadapan penghuni kamar. Jadi, sambil mandi kita bisa merasakan keindahan alam yang ada di Sri Lanka.

(16)

Pada jenis kamar tertentu, kamar tidur dan ruang tamu atau bisa juga berfungsi sebagai ruang keluarga dirancang terpisah untuk kenyamanan yang lebih mewah seperti berada di rumah sendiri (Gambar 2.17). Ruang tamu tersebut terdapat sofa dan kursi yang nyaman dan empuk serta dilengkapi dengan LCD TV dan DVD Player sebagai sarana hiburan untuk kamar.

Gambar 2.17. Suasana Ruang Tamu dengan Kursi dan Sofa (Sumber: www.heritancehotels.com)

Ruang tamu juga dihubungkan langsung dengan balkon privat (Gambar 2.18) yang juga menambah kemewahannya karena memberikan ruang luar terasa berada di dalam ruangan yang menambah kesan natural dengan cahaya matahari yang terang.

Gambar 2.18. Interior Ruang Tamu (Sumber: www.heritancehotels.com)

(17)

Tabel 2.4. Fasilitas Pendukung Herritance Kandalama

NO. FASILITAS KETERANGAN GAMBAR FASILITAS HOTEL

1. Kanchana Restaurant

- Menyediakan sarapan pagi, makan siang, dan makan malam untuk para tamu.

2. Kapal Tongkang

- Para tamu dapat menikmati sarapan pagi di kapal tongkang ini.

6. Kachchan Bar

- Tersedia berbagai bir merek internasional dan TV di layar raksasa di sini sambil menikmati minuman.

7. Kachchan Lounge

(18)

8. Kachan Pool

- Infinity pool ini

menjadi daya tarik hotel karena setiap sorenya - Lulur wajah dan badan. - Pijat relaksasi.

-Berendam dengan aromaterapi. - Sauna dan Steam.

10. Pusat Kebugaran

- Untuk menjaga kebugaran tamu hotel agar tetap sehat walau sedang liburan. rapat yang fleksibel. - Deck kayu cocktail di bagian luar sebagai tambahan.

FASILITAS WISATA

(19)

bulan November sampai dan ada juga pusat rehabilitasi hewan, di mana kita merawat makhluk terluka sebelum melepaskan mereka kembali ke alam liar.

3. Perjalanan dengan Perahu

- menaiki "Angula" nama Sinhala untuk rakit agar tidak menggunakan perahu motor supaya tidak mencemari danau dan mengunjungi pulau burung di tengah danau

4. Puranagama

- Puranagama ("desa kuno"), 25 menit berjalan kaki dari hotel, melihat kehidupan tradisional desa Sri Lanka.

(20)

7. Penyewaan Sepeda sekitar danau bisa 10-15 km, tergantung pada tingkat air, memakan waktu sekitar 1,5-2 jam.

8. Penyewaan Kuda

- Berkuda di lingkungan Danau Kandalama untuk menikmati lingkungan alam dan setiap kuda akan memiliki pawang yang berpengalaman.

9. Taman Nasional Minneriya/Kandulla

- Mencakup 249 km2 waduk pada bulan Agsts sampai Okt lebih dari 300 gajah liar berkumpul di tepi waduk dan juga ada rusa totol dan puluhan jenis burung.

10. Sigiriya (Lion Rock)

- Kompleks istana di kaki batu memiliki sisa 4 kolam renang dalam ruangan di mana 500 selir raja dimandikan dan dibangun dengan saluran utama air yang kompleks di dinding yang menyediakan pengkondisian udara yang alami di iklim panas.

11. Kuil Gua Dambulla

(21)

12. Anuradhapura

- Tempat lahirnya peradaban Budha di Sri Lanka dan salah satu keajaiban arkeologi dari dunia dan rumah bagi pohon bo suci yang berusia 2.300 tahun, Sri MahaBodhiya.

13. Pollonnaruwa

- kota suci kuno, ibukota Sri Lanka pada abad 11 dan 12.

- tangki buatan yang luas dari waduk Parakrama Samudraya meliputi area seluas 23 km2 dan merupakan sumber air kota.

Untuk ruang rapat dan konferensi terdapat penjelasan lainnya yang akan dijabarkan. Kathikawa Conference Room memberikan pemandangan panorama Danau Kandalama, mengelilingi lansekap Gunung Ritigala dan Candi Gua Dambulla. Ruangan pada Kathikawa ini bisa membentuk 6 ruang rapat yang fleksibel dengan total 518 m2. Ruang terluas, hall utama, sebesar 297 m2 dan tinggi 5 m dapat menampung 350 tamu. Terdapat 5 ruang rapat hotel dapat menampung dari 20-350 tamu dalam konfigurasi yang bervariasi termasuk pengaturan ruang rapat yang intim (Gambar 2.19).

(a) View dari Belakang ke Depan (b) View Atas Ruang Konferensi Gambar 2.19. Susunan Bangku dan Meja di dalam Ruang Konferensi

(22)

(a) Jamuan Keliling (b) Teater (c) Ruang Kelas

(d) Bentuk U (e) Ruang Rapat

Gambar 2.20. Contoh Bentuk Konfigurasi Penyusunan Bangku dan Meja di Ruang Konferensi

(Sumber: www.heritancehotels.com)

Pada Gambar 2.20 terdapat berbagai jenis susunan bangku dan meja yang dapat diatur sesuai dengan acara yang akan diselenggarakan. Masing-masing bentuk konfigurasi yang diciptakan membuat dan bahkan punya kapasitas tersendiri dalam menampung tamu-tamunya.

(23)

2.2.2. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan 2.2.2.1.Deskripsi Pengguna

Pengguna/pelaku kegiatan pada Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso ini dapat dikelompokkan menjadi:

1. Tamu Hotel sebagai Penghuni Kamar Hotel

Penghuni kamar hotel adalah para tamu yang hendak menggunakan jasa akomodasi untuk menginap dan menikmati fasilitas-fasilitas yang telah disediakan hotel. Para penghuni kamar hotel akan memesan dan membayar harga dan biaya-biaya fasilitas yang telah digunakan.

2. Tamu Hotel sebagai Pengunjung Fasilitas Hotel

Pengunjung fasilitas hotel adalah orang-orang yang hanya menggunakan fasilitas-fasilitas hotel tertentu yang bisa diakses oleh pengunjung yang bertujuan untuk menjadi sarana hiburan. Akses para penunjung hotel ini dibatasi dengan cara menyediakan fasilitas hotel yang berbayar serta membuat akses ke daerah privat (kamar hotel).

3. Para Pengelola

Pengelola adalah orang-orang yang berperan dalam mengelola, mengawasi, merawat, dan memelihara bangunan, taman dan semua fasilitas-fasilitas hotel. Para penghuni kamar hotel akan berurusan pada mereka jika dalam hal administrasi, registrasi, dan pembayaran.

2.2.2.2.Deskripsi Kegiatan

(24)

1. Kegiatan kegiatan pelaku tamu hotel yang menginap,

Bagi tamu hotel yang menginap disediakan tempat/ruang yang khusus untuk melakukan kegiatan-kegiatannya. Ruang-ruang tersebut adalah lobby yang dilengkapi dengan resepsionis untuk registrasi dan pembayaran kamar dan juga dilengkapi dengan lounge untuk para tamu menunggu sambil menanti kamar, restoran Barat dan coffee shop untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, kamar tidur hotel dan cottage untuk tempat istirahat dan tidur, taman bermain untuk anak-anak para penghuni hotel bermain dan bersosialisasi, area piknik-barbeque untuk para tamu hotel bisa merayakan momen liburan ataupun berkumpul bersama keluarga dan bersosialisasi, serta yang terakhir ada kolam renang.

Selain itu, ada lagi fasilitas hiburan yang telah disediakan hotel untuk para tamu. Tetapi fasilitas hiburan ini letaknya jauh dari hotel dan terpisah dari hotel manajemennya karena fasilitas hiburan ini juga diperuntukkan bagi para tamu hotel yang tidak menginap. Para tamu hotel yang menginap juga harus membayar tiket masuk di loket yang telah disediakan oleh hotel. Fasilitas-fasilitas hiburan tersebut yaitu, retail-retail yang menjual souvenir dan buah tangan, taman bunga yang menanam berbagai macam bunga dan melakukan pembibitannya sendiri, taman kelinci, area outbound, kebun organik, restoran dan café, sanggar budaya, dan tentunya ada jalan khusus dari hotel ke jalur trek Air Terjun Sipiso-piso.

2. Kegiatan kegiatan pelaku tamu hotel yang tidak menginap,

(25)

outbound, kebun organik, restoran dan cafe, sanggar budaya, dan tentunya ada jalan khusus dari hotel ke jalur trek Air Terjun Sipiso-piso.

3. Kelompok kegiatan pengelola,

Kegiatan pengelola yang paling umum adalah mengelola, menjaga, dan merawat semua fasilitas yang ada dalam lahan hotel. Berikut ini adalah pengelompokan kegiatan pengelola yang dibagi ke dalam beberapa divisi, terdiri dari :

1) Kelompok kegiatan divisi front office 2) Kelompok kegiatan divisi housekeeping 3) Kelompok kegiatan divisi F&B

4) Kelompok kegiatan divisi laundry service 5) Kelompok kegiatan divisi SDM

6) Kelompok kegiatan divisi pembelian dan gudang 7) Kelompok kegiatan divisi akutansi dan keuangan 8) Kelompok kegiatan divisi fasilitas hiburan resort 9) Kelompok kegiatan petugas utilitas

10)Kelompok kegiatan petugas keamanan.

2.2.3. Deskripsi Perilaku

Berdasarkan sifat aktivitas yang dilakukan perilaku pengguna bangunan Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso dapat dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu :

1) Bersifat Statis

(26)

2) Bersifat Dinamis

Perilaku pengguna bangunan yang cenderung bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dalam ruang lingkup bangunan ataupun luar bangunan, diantaranya aktivitas penghuni dan pengunjung hotel resort.

2.2.4. Deskripsi Kebutuhan Ruang

Despkripsi kebutuhan ruang merupakan penentuan ruang apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna dan yang akan disediakan oleh Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso berdasarkan kegiatan apa saja yang ada di hotel resort ini. Berikut ini merupakan kebutuhan ruang yang dibagi menurut kelompok pengguna antara lain:

1) Kelompok Pengelola Hotel

Pengelolaan dalam hotel resort dibentuk berdasarkan hierarki dari sebuah organisasi dalam hotel yang sudah terarah pembagian tugas dan tanggung jawab yang akan dijalankannya (lihat pada Diagram 2.1).

(27)

Kebutuhan ruang bagi kelompok pengelola hotel resort dikelompokkan berdasarkan kelompok pengguna dan ruang-ruang tersebut dibagi berdasarkan zona yang secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 2.

2) Kelompok Penghuni Hotel (Tamu Menginap) Kebutuhan para penghuni hotel sebagai berikut:

a) Kebutuhan Kenyamanan

Kenyamanan adalah hal yang sangat ingin (utama) didapatkan seseorang atau sekelompok manusia dalam mengonsumsi suatu fasilitas ataupun akomodasi yang didapatkannya. Dengan merasa nyaman maka para pengguna bisa mendapatkan rasa senang terhadap akomodasi dan fasilitas yang diterimanya sehingga menimbulkan respon positif bagi pihak hotel resort. Oleh karena itu, hotel resort harus memenuhi 3 hal yang menjadi kategori kenyamanan yaitu:

- Kenyamanan Termal/Suhu

Suhu optimal yang dirasa nyaman bagi manusia kurang lebih 24oC. Oleh karena itu, untuk mendapatkan suhu yang optimal dan nyaman maka ruang tersebut perlu dikondisikan udara, suhu, dan kelembapannya dengan cara yang alami ataupun dengan bantuan alat pendukungnya. Cara alami dapat dilakukan dengan memberikan jendela yang bisa dibuka, ventilasi yang bisa dibuka dan ditutup, dan balkon untuk mengurangi radiasi matahari secara langsung pada bangunan. Jika cara alami masih kurang untuk menciptakan kenyamanan termal maka dibutuhkan alat pendukung yaitu kipas angin dan AC (pengkondisian udara).

- Kenyamanan Penglihatan

(28)

Pertama, pencahayaan dapat dibagi menjadi dua yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Untuk pencahayaan alami sangat dibutuhkan pada siang hari. Sedangkan pencahyaan buatan sangat diperlukan untuk malam hari.

Kedua, pemandangan (view) merupakan hal yang penting untuk para penghuni hotel resort. Hotel resort bertujuan untuk merelaksasikan para penghuni salah satunya dengan memberikan view yang indah dari alam sekitar. View yang buruk dan tak menyenangkan dapat memberikan kesan buruk. Kesan buruk tersebut berdampak pada ketidakpuasan para penghuni untuk menginap di hotel resort tersebut.

- Kenyamanan Akustik

Kenyamanan akustik merupakan kenyamanan para penghuni yang terbebas dari polusi suara misalnya kebisingan yang disebabkan oleh penghuni hotel di unit kamar lain dan sekitar dan dari luar bangunan. Untuk meredam bunyi ataupun kebisingan yang ditimbulkan maka dapat dilakukan dengan cara alami dan buatan.

Cara alami dapat dilakukan dengan cara menanam banyak pohon antara jalan dan lahan hotel, menjauhkan hotel dan cottage dari aktivitas publik (misalnya fasilitas hiburan yang juga digunakan oleh pengunjung hotel) dengan cara menanam tanaman-tanaman untuk meredam suara, dan juga balkon berfungsi sebagai ruang perantara antara kamar dan ruang luar. Cara buatan dapat dilakukan dengan cara melapisi dinding atau lantai dengan karpet agar tidak menimbulkan suara bising dan menggunakan material lainnya yang dapat meredam suara bising.

b) Kebutuhan Kepuasan

Jika kenyamanan sudah terpenuhi secara tidak langsung kepuasan datang menghampiri pengguna. Selain itu, ada juga yang mempengaruhi kepuasan pada pengguna yaitu pelayanan dan kelayakan fasilitas baik itu fasilitas utama, pendukung ataupun hiburan yang diberikan dan disediakan oleh pihak pengelola hotel.

(29)

Kebutuhan privasi ini merupakan hal mutlak yang harus ada pada hotel resort ataupun jenis hotel lainnya. Selain untuk tempat beristirahat hotel resort juga untuk membuat para penghuni dapat menikmati dan merasakan ketenangan dan ketentraman yang jarang didapatkan di perkotaan. Daerah para penghuni hotel tidak boleh sembarangan digunakan oleh pengunjung hotel yang notabene tidak menginap. Maka para pengelola hotel harus memisahkan kegiatan penghuni (menginap) dan pengunjung (tidak menginap) hotel resort.

d) Kebutuhan Bersosialisasi

Kebutuhan bersosialisasi ini sangat dibutuhkan oleh semua manusia. Bersosialisasi dapat memberikan dampak yang baik misalnya, bisa mendapatkan teman baru, pengetahuan baru, bisa berdiskusi mengenai hal apapun yang positif dan membangun, dan bahkan dapat membangun relasi yang baik dalam hal pekerjaan.

e) Kebutuhan Keamanan

Sebagai akomodasi bagi para pengguna hotel resort maka keamanan sangat dibutuhkan untuk membangun rasa percaya, kenyamanan dan kepuasan dalam menikmati masa liburan dan relaksasi. Rasa aman memberikan pikiran yang positif sehingga para pengguna bisa merasa bebas dan rileks dalam menjalani serangkaian kegiatan mereka di hotel resort ini. Kemanan yang harus diberikan adalah keamanan fisik dan psikis.

Tamu yang menginap disuguhkan dua pilihan tipe penginapannya yaitu kamar di dalam hotel dan cottage. Untuk kamar di dalam hotel berdasarkan fungsi dan sifatnya maka ruang-ruang di dalam per unit kamar hotel resort ataupun cottage pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu:

- Kamar Tidur

(30)

Ruang bersama/ruang duduk adalah bagian dari unit inap yang berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga sambil menonton televisi, bercengkrama, berbicara, dan makan bersama.

- Teras (Balkon)

Teras pada cottage ataupun balkon pada kamar hotel berfungsi sebagai tempat untuk bersantai sambil menikmati suasana alam dan lansekap sekitar hotel bagi para penghuninya. Teras atau balkon ini merupakan sebagai perantara antara kamar atau ruang lainnya dengan sinar matahari. Teras atau balkon diharapkan dapat mengurangi paparan sinar matahari langsung yang membuat silau dan panas.

- Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan salah satu bagian penting karena sangat diperlukan dan selalu dipakai untuk kebersihan jasmani para penghuni hotel dan cottage.

3) Kelompok Pengunjung Hotel (Tamu Tidak Menginap) Kebutuhan para pengunjung hotel sebagai berikut:

a) Kebutuhan Kenyamanan

Kebutuhan kenyamanan pada pengunjung berbeda dari penghuni hotel karena para pengunjung pada umumnya memakai ruang luar untuk melakukan kegiatannya. Untuk para pengunjung hotel (tidak menginap) maka diperlukan beberapa kriteria kenyamanan yang diberikan antar lain:

- Kenyamanan Termal/Suhu

(31)

berupa ruangan yaitu sanggar budaya, restoran, musholla, tempat pembibitan bunga, pos foto bersama kelinci pilihan dan retail.

- Kenyamanan Penglihatan

Kenyamanan penglihatan ini berfokus pada sequence yang diberikan pada penyusunan fasilitas yang diberikan oleh hotel resort. Sequence (urutan) yang dimaksud adalah seperti alur cerita, momen, dan kesan yang diberikan pada pengunjung saat mengalami suasana maupun kegiatan yang dilakukannya dari penglihatannya. Sehingga akan menimbulkan rasa penasaran yang mendalam bagi pengunjung untuk melihat hal-hal baru dari apa yang dilihat sebelumnya. Dengan begitu akan timbul perasaan senang dan tidak lelah dalam menjalani semua sequence yang disediakan.

b) Kebutuhan Kepuasan

Kepuasan bagi para pengunjung adalah puas dalam menikmati semua fasilitas-fasilitas yang telah diberikan dan merasa tidak sia-sia membayar (tidak membosankan). Para pengunjung suatu saat akan ketagihan untuk mengunjungi hotel resort ini lagi.

c) Kebutuhan Bersosialisasi

Kebutuhan bersosialisasi bisa didapatkan saat berdiskusi di tempat pembibitan bunga, taman bunga, taman kelinci, dan area outbound. Dan ruang luar sangat memungkinkan orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain.

d) Kebutuhan Keamanan

(32)

Untuk kebutuhan ruang bagi kelompok penghuni dan pengunjung hotel resort dikelompokkan berdasarkan kelompok pengguna dan ruang-ruang tersebut dibagi berdasarkan zona yang secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 3.

2.2.5. Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang

Banyak hotel yang sudah berdiri di semua daerah pada era sekarang ini. Maka dari itu semakin banyak persaingan yang timbul sehingga pemerintah membuat persayaratan untuk hotel-hotel tersebut agar layak disewakan untuk para wisatawan yang berlibur ke Indonesia terutama hotel-hotel yang letaknya di kawasan pariwisata.

Jenis hotel berdasarkan kelas atau bintangnya terbagi dua, yaitu, hotel non bintang dan hotel berbintang. Tingkatan atau kelas hotel berbintang dibedakan atas tanda bintang (*). Semakin banyak jumlah bintang, maka persyaratan, fasilitas, dan pelayanan yang dituntut semakin banyak dan baik. Persyaratan, fasilitas, dan pelayanan itu sendiri secara umum sudah tertera di dalam banyak peraturan pemerintah.

Pemerintah membuat persyaratan-persyaratan umum terhadap hotel yang berbintang untuk membuat standarisasi yang layak dan standar minimum semua hotel berbintang agar serupa dengan hotel-hotel internasional yang ada di seluruh dunia. Standarisasi tersebut bernama Standar Usaha Hotel. Semua Standar Usaha Hotel itu disusun ke dalam Lampiran I Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor Pm. 53/Hm.001/Mpek/ 2013 Tentang Standar Usaha Hotel. Dalam peraturan tersebut kriteria Standar Usaha Hotel terbagi atas dua yaitu kriteria mutlak dan tidak mutlak Standar Usaha Hotel (lihat pada Lampiran 4).

(33)

melainkan hotel non bintang. Untuk ukuran, jumlah kamar dan jumlah minimal fasilitas yang disediakan hotel berbintang berdasarkan banyak bintangnya lebih lengkap akan dijelaskan pada Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata, 1988 Tentang Kriteria Hotel Berbintang (lihat pada Tabel 2.5).

Tabel 2.5. Tabel Persyaratan Hotel Berbintang

NO. FASILITAS BINTANG I

Restaurant Perlu min. 1

(34)

2.3. Elaborasi Tema 2.3.1. Pengertian

Istilah "Arsitektur Organik" diciptakan oleh arsitek besar, Frank Lloyd Wright. Frank Lloyd Wright menggunakan kata "organik" untuk menggambarkan filosofi arsitektur yang merupakan lanjutan dari ajaran mentornya, Louis Sullivan, yang slogannya "bentuk mengikuti fungsi". Wright mengubah frase ini menjadi "bentuk dan fungsi yang satu” yang membuat alam sebagai model utama.

Meskipun kata "organik" telah menjadi kata kunci untuk sesuatu yang terjadi secara alami, ketika terhubung ke arsitektur itu membuat makna baru. Arsitektur organik bukanlah gaya imitasi, melainkan, reinterpretasi dari prinsip-prinsip alam untuk membangun bentuk yang lebih alami dari alam itu sendiri.

Arsitektur organik adalah sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dan alam melalui desain yang mendekatkan dengan harmonis antara lokasi bangunan, perabot, dan lingkungan menjadi bagian dari satu komposisi, dipersatukan dan saling berhubungan (Freed, 2012).

Bidang dan garis horizontal pada bangunan yang sejajar dengan permukaan tanah memberikan kesan bangunan dekat atau serasi dengan tanah (bumi) dimana garis horizontal merupakan garis paling utama dalam arsitektur. Arsitektur horisontal lebih memberi kesan keserasian (harmoni) dengan alam, menunjukkan kecintaan manusia dengan alam (Sidharta dalam Frick, 1988).

Jadi kesimpulannya, arsitektur organik adalah arsitektur yang menyelaraskan massa bangunan maupun interior dengan alam yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap alam.

2.3.2. Studi Banding Arsitektur yang Mempunyai Tema Sejenis (Arsitektur Organik)

(35)

menggunakan tema Arsitektur Organik yang sudah dibangun untuk mendapatkan bentuk, prinsip, dan teori dari Arsitektur Organik tersebut. Studi banding tema Arsitektur Organik yang digunakan perancang adalah The Falling Water dan One & Ortakoy. Dengan dilakukannya studi banding tema Arsitektur Organik ini diharapkan perancang dapat menghasilkan konsep, ide, dan desain baru yang menarik untuk merancang hotel resort di Sipiso-piso sehingga dapat menarik para wisatawan untuk menginap di hotel resort tersebut.

2.3.2.1.The Falling Water

Gambar 2.21. Tampak Rumah The Falling Water dari Sungai (Sumber: Google Picture)

The Falling Water adalah rumah yang dirancang oleh arsitek yang bernama Frank Lloyd Wright. Dalam bangunan ini (Gambar 2.21) Wright menerapkan prinsip tradisional bangunan Jepang yang menghubungkan manusia dan alam. Dan juga Wright mencoba meingterpretasikan alam/lansekap ke dalam rumah, baik interior maupun eksterior. Ide arsitektur organiknya berakar dari bentuk natural dimana ada kesederhanaan, keharmonisan, dan integrasi.

(36)

Gambar 2.22. Interior Rumah The Falling Water (Sumber: Google Picture)

Berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk membuat bangunan menganut arsitektur organik. Misalnya pada interior (gambar 2.22) , warna (gambar 2.22), fasad bangunan (gambar 2.23), dan lansekap (gambar 2.23). Untuk The Falling Water ini, sang arsitek menggunakan semua aspek yang disentuh

arsitektur organik.

(37)

Berdasarkan studi banding The Falling Water, sebuah bangunan dapat dikatakan sudah menerapkan tema arsitektur organik jika bentuk bangunan tersebut selaras dan menyatu dengan alam dan tidak merusak bentuk kontur yang ada melainkan bangunan tersebut didesain karena bentuk dari kontur tersebut. Kemudian bangunan yang didesain dengan tema ini menggunakan material dan finishing yang sederhana tetapi tetap mencerminkan keindahan dari bangunan tersebut.

2.3.2.2.One & Ortakoy

Gambar 2.24. Zona Lahan Apartemen One & Ortakoy (Sumber: Google Picture)

One & Ortakoy merupakan bangunan mix-used yaitu berupa bangunan apartemen dan bangunan komersil (Gambar 2.24). Lokasi site berada di samping lokasi lereng bukit, proyek ini dianggap sebagai langkah besar menuju modernisasi di daerah tersebut yaitu Instanbul.

(38)

Letaknya yang berada pada lereng bukit yang sangat berhubungan dengan alam membuat arsitek berpikir untuk merancang bangunan dengan menerapkan prinsip arsitektur organik (Gambar 2.25). Bentuknya yang sederhana dan unik membuat bangunan ini menyatu dengan alam yang hijau. Banyak bukaan pada bangunan tidak menghalangi interaksi antara ruang dalam dan ruang luar (Gambar 2.26).

Gambar 2.26. Tampak Gedung dari Atas dan Detail Fasad Bangunan (Sumber: Google Picture)

Berdasarkan studi banding One & Ortakoy, sebuah bangunan dapat dikatakan sudah menerapkan tema arsitektur organik jika bentuk bangunan tersebut memiliki bentuk yang dinamis seperti melengkung. Kemudian bangunan yang didesain dengan tema ini menggunakan material dan finishing yang sederhana tetapi tetap mencerminkan keindahan dari bangunan tersebut misalnya menggunakan batu alam dan warna yang netral.

2.3.3. Interpretasi Tema

(39)

1. Lingkungan

Frank Lloyd Wright memilih kata organik untuk menggambarkan arsitekturnya dan memakai prinsip pertumbuhan organik sebagai inspirasinya. Menurut hukum pertumbuhan organik, satu bentuk organik itu adalah tumbuhan pada strukturnya sendiri serta berkembang dengan bebas dari keadaannya semula seperti tanaman yang tumbuh dan muncul dari permukaan tanah.

Maka Wright membangun rumah seperti tumbuh dengan mudah dari tapaknya yang saling mendukung bagi lingkungannya, bila alam itu nyata bagi lahannya tetapi bila tidak, maka bangunan tersebut harus terkesan tenang, kokoh serta organik.

Wright juga menyatakan cara penyatuan bangunan dengan lingkungan sekitarnya, misalnya, bahwa bangunan tidak diharuskan untuk dibangun di atas lembah, tetapi bangunan tetap untuk tumbuh dan keluar dari lembah. Bangunan harus horizontal dalam arti tidak untuk bersaing dengan alam, menghilang dalam kehijauan alam, dan harus dibangun dengan material lokal, sehingga mereka menyatu dengan lansekapnya. Hal ini dapat dilihat pada bangunan Falling Water dekat Mill Run, Pennsyivania dimana terdapat kantilever yang menggapai air terjun, bangunannya menyatu dengan bebatuan pada tapaknya. Topografi, flora dan fauna serta atribut-atribut alami yang ada pada lokasi tapak, akan selalu memberikan pengaruh pada karakteristik bangunan yang didirikan.contohnya adalah pada rumah-rumah yang dibangunnya di Pairi atau didaerah padang rumput, merefleksikan keseluruhan dari area yang berupa garis horizontal (mendatar), bukan hanya aspek spesifik tapak saja. Menurut Wright garis horizontal merupakan garis yang menyiratkan ketenangan dan bersifat domestik, dan setiap bangunannya harus menjadi milik bumi buka malah melawannya.

(40)

2. Ruang

Intisari dari bangunan yaitu ruang yang mengalir keluar dan mengalir kedalam. Suatu keberadaan bangunan bukan terdiri dari empat dinding dan atap, tetapi ruang dalam yang dialami manusia seperti pernyataannya ”Arsitektur memandang tiga dimensi tidak pernah sebagai tebal atau benar-benar tipis, tetapi

selalu sebagai kedalaman. Kedalaman adalah suatu elemen ruang tiga dimensi

yang ditransformasikan pada suatu elemen ruang. Maksudnya kedalaman ruang

tersebut pada kelua san akan menjadi arsitektural dan menjadi suatu motif yang sah dalam perancangan”.

Bagi Wright, ruang seperti cairan yang bebas mengalir dan tidak formal seperti gaya hidup orang Amerika.

3. Keterpaduan

Memilki suatu karakter merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri bagi semua arsitektur organik. Arti dari sebuah bangunan akan jelas keobjektifannya walaupun hanya berfungsi sebagai took, apartmen, bank, gereja, hotel sirkus atau sekolah. Artinya kepemilikan atas desain yang imajinatif untuk tujuan tertentu manusia dengan pemakaian alam dari material atau sintesis dan metode konstruksinya.

Wright mengembangkan arsitektur organik menuju tingkat yang lebih tinggi. Dalam keputusannya tidak ada karakteristik yang samar-samar seperti teori dan kerja Harring. Wright juga memasukkan kompleksitas yang tinggi dan keterpaduan. Bagi Wright semua kondisi karakter dari arsitektur organik harus : - Tanggap terhadap morfologi tapak.

- Tanggap terhadap fungsi arsitektur dan ruangan. - Tanggap terhadap ornament arsitektur (hiasan). - Tanggap terhadap teknolgi.

- Tanggap terhadap karakter bangunan.

(41)

awal perkembangannya yaitu dari desain rumah tinggal yang terkenal dengan Praire House. Dimana terlihat arsitektur organiknya yaitu :

• Garis horizontal, Wright melihat garis horizontal itu sebagai lambang hubungan

manusia dengan alam, berlawanan dengan garis vertikal yang menunjukkan dominasi manusia terhadap alam.

• Menyatu dengan tapaknya, bangunan seharusnya dirancang sesuai dengan

elemen yang ada pada tapaknya. Dari kuil jepang Wright mempelajari seni menyatukan bangunan dengan lansekap, dan menyatukan antara ruang luar dan ruang dalam.

• Material yang tepat, yang tepat seperti batu, kayu dan ubin harus digunakan

dengan tidak menentang hubungannya dengan alamnya.

• Simbol domestik, rumah yang mengandung elemen tradisional menjadikan rumah menjadi ramah, mengundang dan tempat berlindung yang nyaman.

Karakter setiap bangunan harus dirancang menurut prinsip dasar organik dan alam dari tapaknya seperti menentang aplikasi dari suatu style. Harus memakai banyak style seperti layaknya manusia.

Berdasarkan penjelasan dari paragraph sebelumnya dapat disimpulkam bahwa prinsip-prinsip dari gaya arsitektur organik yaitu:

1. Kesederhanaan dan ketenangan

Prinsip ini berada dibelakang seni. Keterbukaan harus dimasukan kedalam struktur menjadi bentuk yang terpadu sehingga menjadi jenis dekorasi yang alami dan tenang. Detail dan dekorasi dikurangi dan bahkan fixtures, gambar dan mebel dalam struktur harus diintegrasikan.

2. Ada banyak gaya rumah

Prinsip ini memungkinkan ekspresi dari kepribadian masing-masing klien,walaupun rancangan Wright selalu memberikan kontribusi yang signifikan.

(42)

Sebuah bangunan yang didirikan harus selaras dengan lingkungan di sekitarnya.

4. Warna alam

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan harus selaras dengan warna alam.

5. Sifat bahan

Kayu harus seperti kayu dan batu bata harus seperti batu bata,warna dan tekstur mereka tidak boleh berubah.

6. Integritas rohani dalam arsitektur

Wright percaya bawah kualitas bangunan harus sejalan dengan kualitas manusia. Artinya bangunan harus memberikan sukacita dan suasana yang layak bagi penghuni. Hal ini menurutnya lebih penting dari banyak gaya.

Maka dari prinsip gaya arsitektur tersebut berikut beberapa penerapan dalam bangunan, yaitu:

1. Fasad Bangunan yang Sederhana

Fasad bangunan tidak didekorasi dengan berlebihan sehingga bangunan kelihatan sederhana tetapi tetap menarik.

2. Bentuk Bangunan Tidak terlalu Mencolok

Bangunan dengan tema arsitektur organik harus menyelaraskan bentuk dan penampilan sesuai dengan alam sekitar agar menyatu dan sejalan dengan alam sekitar.

3. Penggunaan Warna Cat yang Netral dan Alami pada Fasad dan Interior Bangunan

(43)

4. Menggunakan Bahan Kayu, Batu Bata, dan Sejenisnya yang Menyerupai Bahan-bahan yang digunakan untuk mendekorasi dan membuat struktur bangunan pada umumnya menggunakan kayu dan batu bata agar terlihat lebih natural.

5. Sesuai dengan Selera Manusia

Salah satu kelebihan dari arsitektur organik adalah suasana ruangnya yang membuat kenyamanan dan sukacita untuk para pengguna bangunan.

2.3.4. Keterkaitan Tema dengan Judul

Tema Arsitektur Organik ini sangat cocok dengan judul Hotel Resort Wisata Alam Geopark Sipiso-piso. Karena lokasi perancangan yang terletak di Geopark Sipiso-piso yang merupakan daerah dan kawasan wisata yang banyak didatangi oleh wisatawan sehingga harus memberikan sesuatu yang membuat hubungan antara alam, manusia, bangunan serta lansekap menjadi satu dan harmonis. Keharmonisan tersebut akan membuat para wisatawan merasa senang dan sukacita serta keindahan alam tidak hilang oleh bangunan yang mencolok.

Gambar

Gambar 2.2. Minibar Deluxe Suite
Gambar 2.4. Ruang Keluarga Kamar Executive Suite
Gambar 2.6. Suasana Restoran di Sore Hari
Gambar 2.10. Kolam Renang Anak dengan Konsep Outdoor
+7

Referensi

Dokumen terkait

Duta Nusantara. Alamat :

 Disajikan tayangan dalam bentuk gambar mengenai contoh sikap dan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan sesuai dengan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari di rumah..

memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman

AKBP Agil

Selanjutnya untuk setiap dokumen penawaran yang masuk akan dilakukan evaluasi dengan metode sistem gugur. LERI

Dalam rangka pelaksanaan pelelangan paket pekerjaan pada Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Deputi IGT Badan Informasi Geospasial Tahun Anggaran 2016 , dengan ini kami

Kehadiran peserta lelang dalam proses pembuktian dokumen kualifikasi dengan tidak membawa semua dokumen asli/legalisir yang diminta beserta personil tenaga ahli, maka peserta

Dalam rangka pelaksanaan pelelangan paket pekerjaan pada Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Deputi IGT Badan Informasi Geospasial Tahun Anggaran 2016 , dengan ini kami