&
8
-
--
.
A
$3
#*
$
.
+
.
*
$@
*
#
$ .
+
#
*
5
$
.
*
"/
"
1
"
# /
" &
/""
<
!"'
"=
/ " # ! .
/ "
"
:
-
5
!
+
B +
"
!
# !
.
" " #
"
-
- #
#
!
# !
"
#
-"
" ? "
"
"%"
-
"
" #
" #
"
-
!
"
5 "
(
"
! .
" " ? " " "
" $"/ % "% '" 1
0 %/"
1" "
0 %/"
"/
"
"
"
0"
" %/"
" 0
"'
B " "1 0
"'
" %/"
"
"
$"
"%"
0 %/"
% $"/"
" "
"1
@ " # .
#
#
#
A
#
# #
! # - " #
# ! #
" " #
# /
#
G
#
G
#
G
5
" "
"
" " 5
"
!
"
-
#
:
@
#
#
A
!
# "
#
/
A +
- "
" !
=E +
+
B 5HI $5HI J
-
! -
"
* 5C "
5HI
! -
!
!
Flor, Klor dan Brom
Flor merupakan oksidator kuat dan beracun.
Bereaksi dengan air, menghasilkan gas yang sangat berbahaya.
+4C=
J
E 0
4 + 7 J
= C
oksigen bahan bakar
Gambar Korek Api Strike-anywhere
P4S3,kaca halus
S,PbO2, perekat
Kay u
paraf in wax
paraf in
phospor merah + KClO3 + f riksi
Gambar Korek Api Savety-matches
KClO3,Sb2S3,glue
cardboard
paraf in Wax
" A "
%"
G
- !
# "
!
-
"
"
-" # +H 0
%"
G
-
/ " "
#
-# -
"
"
!
"
"
A @
-9
"
3
"
-" -
!
-
"
# /
-
"
"
"
!
"
!
"
!
/
" "
"
!
"
!
%5
&' #
( 5
)
-
" "
"
!
"
!
"
!
/
" "
"
!
"
!
%
&' #
( 5
) 5
"
&' #
( !
"
/
" #
( #
" "
oksigen
panas
radikal
bahan bakar
Fire tetrahedron
oksigen
Bahan Bakar Panas
# !# # "
&"$" "
"
$"
0"/" $ $ !
/"
0" " 1"$" "
"
"%"
"
" " $ 0"("
G
1"/"
0" "
1 % $"/ 0" " +
1"/"
#"
"
$"1" 0
"/
$
/"
"
$"/
"0 %
"$"1 1" " $"
$ /
1
" %/"
1" "
<("%" 1
" 1"
/
$"
$" "=+
# !# # "
"% < "% $ /" 0 =
-
/
#
+
-
0
/
#
-
4
/
#
+
-
7
/
#
-
8
/
#
$ * C # E7 $++ 7*
$!* C # E $+C0+ *
$.* C # EE $+C4 *
$"* C # 4E $+ 4 *
"/ G " " . "
0 3 C+H4 J C0 H7 3 0 H7 J 0C0H
J +H0
" . " " ! # "
3 C+H4 0 3 C+H4 3 0+H4 J +H0 J C0H
"/ ; "
; 3 C+H4 J #0 $ H7*4 43 0 H J0 #$HC*4
J
tekstil fiber
proses pyrolisis
bahan bakar nyala api
radiasi panas
oksigen oksigen
?
&
Secara kimia peledakan dapat dibagi menjadi 2 jenis.
1. Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat internal -oksidasi reduksi
2. Senyawa campuran oksidasi reduksi
Suatu peledakan biasanya terjadi jika senyawa-senyawa yang bersifat obsidasi bergabung dengan senyawa-senyawa yang reduksi
H2C
HC
ONO2
H2C ONO2
" " 1 % $"/ MM
Bahan peledak dapat juga diklasifikasikan berdasarkan fungsi denotasi dalam amunisi:
1. Primer : Bahan yang dapat terbakar dengan adanya pukulan, biasanya primer
adalah campuran KCLO3 dan bahan yang mudah terbakar
2. Igniter : Bahan yang mudah menyala tetapi tidak segera meledak dalam amunisi igneter biasanya adalah black gun powder (C + S + KNO3.) .
3. Propelan : Bahan yang tidak berasap, dapat merusak dalam kondisi tertentu dalam amunisi, propelan berisi dalam jumlah yang cukup besar
# " M 7 - # "A /
-8 A
-- # " "
-" " "
! - .
-; - . - A
- " # " "
-# &-#34;
Proses dimana pertama kali ada sejumlah panas yang diberikan, sehingga terjadi reaksi eksoterm, kemudian pemberian panas dihentikan, tetapi suhu benda akan naik secara terus-menerus namun tidak ada panas yang dilepanskan ke
C - ' # (
+ Senyawa-senyawa nitro
!" ? !" " " & % $"/ %
0
$
%"
% "1 $" "" "
&
"
/
"
0"% / $"%"
0
"
"
G& "!" "
& "!" "
"
1"/
"'
"
A"
/" 1" A"
$"
$"/ $"1" 1 %
$ 1
1" "
%
1"1" "
0"% 0
%"
? %"
$"
"/
%"
$ $"%"
0
/
0"%
&
&
- #
- #
#
#
"
"
#
#
&
!
" #
@ !
@
5
!
!
$
# !
! / !
*
#
$
" *
9
!
-- $
A"%"
/
$"
! /
/
G
"
1
"%
"
1
"1"
"
"
$"
$"
+
&
"
$
A"
' 1"
/
"
0" /"
$"1"
"%"
/
" "
! /
G
"
"/"
1
"1" "
/
"/"
"
A"%
"
!" ?
!" *
/
0
/
$"
"1
"1" 0
"
!
"
A"$
"(" %"
"%"
0
0
!" "/
%" !
0 % $" "%" "1 / " " $ 0 " 1 / "/ %" $ / "