• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Stres Kerja Berdasarkan Shift Kerja Pada Pekerja Bagian Electrical Field Service Di Pt Baker Hughes Indonesia Duri-Riau Tahun 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbedaan Stres Kerja Berdasarkan Shift Kerja Pada Pekerja Bagian Electrical Field Service Di Pt Baker Hughes Indonesia Duri-Riau Tahun 2013"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Stres kerja merupakan suatu kondisi yang timbul akibat dari pekerjaan yang

dilakukan. Banyak penyebab timbulnya stres kerja salah satunya adalah

shift

kerja,

dimana pekerja akan mengalami situasi kerja yang berbeda anatara

shift

pagi dan

shift

malam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan terjadinya stres

kerja berdasarkan

shift

kerja pada pekerja bagian

electrical field service

di PT. Baker

Hughes Indonesia Duri-Riau Tahun 2013.

Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan

desain

cros sectional.

Populasi penelitian ini adalah 27 orang pekerja

electrical field

service

dan besar sampel merupakan keseluruhan total populasi. Pengukuran stres

kerja dilakukan menggunakan kuesioner penilaian stres kerja dan dianalisis

menggunakan uji

wilcoxon

dengan taraf nyata (α) 5%.

Hasil uji dengan menggunakan

wilcoxon

diperoleh nilai signifikansi sebesar

0,02 (p<0,05), sehingga diperoleh hasil bahwa ada perbedaan signifikan terjadinya

stres kerja berdasarkan

shift

kerja pada pekerja dan yang paling banyak mengalami

stres kerja tinggi adalah pada saat

shift

malam yaitu sebanyak 13 pekerja (48,15%).

Disarankan

kepada

pihak

perusahaan

untuk

memperhatikan

dan

mendengarkan keluhan dari pekerja terutama pada pekerja

shift

malam, dan untuk

pekerja disarankan selalu memanfaatkan waktu istirahat dan waktu tunggu dengan

kegiatan positif.

Kata Kunci

: Stres kerja,

Shift

Kerja,

electrical field service.

(2)

ABSTRACT

Job stress disorder is the negative reaction that arising caused by work

performed. A variety of factors can contribute to a person feeling stressed at work

including the work shift, where workers will experience a different work situations

between the day shift and night shift. This research is aimed to look the differences

work related stress that occurred due to the work shift on electrical field service

workers at PT. Baker Hughes Indonesia Duri-Riau, 2013.

This research is an analytical survey using cros sectional design. The

population in this research was 27 electrical field service workers and the sample

was the total population. The measurement of job stress using a questionnaire and

analyzed using the w

ilcoxon test with significance level (α) of 5%

.

Wilcoxon test results obtained using a significance value of 0.02 (p < 0.05), in

order to obtain the result that there is a significant difference in job stress based on

working shift, and the most experienced high job stress is when the night shift as

many as 13 workers (48.15%).

Suggested to the company to pay attention and listen to the grievances of the

workers, especially in night shift workers, and for workers are advised to always used

the waiting time for positive activities.

Ker Words: Job Stress, Shift Work, Electrical Field Service

Referensi

Dokumen terkait

perbedaan tingkat stress kerja pada tenaga kerja baik shift pagi, shift siang dan. shift malam, dimana pekerja setiap shift mengalami

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tentang beban kerja psikososial dan beban kerja fisik antar pekerja shift (shift pagi, shift sore, dan shift malam)

Kecenderungan banyaknya stres kerja sedang pada pekerja shift I ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magdalena yang menguji perbedaan stres

Gambar 6: Pressure yang digunakan sebagai alat pengontrol / mematikan pompa apabila pressure pompa melebihi atau kekurangan dengan yang

Kecenderungan banyaknya stres kerja sedang pada pekerja shift I ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Magdalena yang menguji perbedaan stres

Menurut Kodrat (2009), shift kerja malam sangat dominan memberikan efek buruk atas pekerja dibandingkan dengan shift pagi, dikarenakan daur hidup manusia di

H Soewondo yang masuk shift pagi sebagian besar mengalami stres tingkat ringan, dan sebagian mengalami stres tingkat sedang, hal ini disebabkan oleh karena jumlah

Shift kerja malam lebih berisiko untuk terjadinya stres sedang dibandingkan shift kerja pagi (Novitasari, dkk., 2015). Pekerjaan seorang perawat dalam memberikan