Pengasuhan dalam Bentuk Pendampingan
sebagai Strategi Literasi Media pada Masyarakat Samin
Jusuf Tjahjo Purnomo (Pusat Studi Literasi Media UKSW)
Rini Darmastuti
(Pusat Studi Literasi Media UKSW) [email protected]
Abstrak
Peran pengasuhan oranngtua pada anak dalam masyarakat Samin memiliki kedudukan yang penting dalam perkembangan anak. Masyarakat Samin ini merupakan masyarakat tradisional yang unik, yang memiliki budaya dan cara hidup yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Masyarakat Samin tidak menyekolahkan anak-anaknya di sekolah formal, karena takut mendapat pengaruh dari masyarakat di luar komunitas mereka, sehingga pendidikan anak sangatlah tergantung pada keterlibatan orangtua. Hubungan primer dengan orangtua menjadi instrumen penting dimana anak-anak akan menginternalisasi nilai dan sikap kultural. Disisi lain, masyarakat ini sangat terbuka terhadap informasi yang disampaikan oleh televisi. Uniknya, pesan-pesan yang disampaikan oleh televisi tidak mempengaruhi cara pandang dan cara hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pengasuhan dalam bentuk pendampingan yang dilakukan orangtua untuk menghadapi terpaan media. Keyperson dalam penelitian ini orangtua dan sesepuh masyarakat Samin di Kecamatan Sukolilo Pati Jawa Tengah. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil temuan penelitian ini adalah keterlibatan dan pendampingan orangtua dalam pengasuhan anak sebagai strategi literasi media televisi. Kearifan lokal menjadi filter ketika masyarakat mengkonsumsi pesan-pesan yang disampaikan oleh televisi melalui pendampingan oleh orangtua.
Kata kunci : pengasuhan, pendampingan, Samin, literasi media televisi
PENDAHULUAN
Pengasuhan anak dan peran orangtua berlangsung dalam kondisi yang tidak sama dalam berbagai budaya. Kondisi ini akan menghasikan proses sosialisasi yang berbeda antara budaya satu dengan budaya yang lain. Pada kenyataannya, praktek pendidikan dan pengasuhan anak akan berbeda dari satu budaya budaya lain, karena adanya perbedaan keyakinan .
bersekolah bagaimana dengan perkembangan anak? apakah mereka akan tumbuh dengan baik tanpa dukungan instrumen yang dianggap penting oleh sebagian masyarakat untuk membentuk dan mencerdaskan anak. Bagi masyarakat Samin, fungsi guru tidak dilakukan ditempat formal seperti sekolah. Peran mendidik dan mengasuh ini menjadi tugas utama orangtua. Proses sosialisasi tetap menjadi tugas utama orangtua. Pertanyaannya adalah sejauh apa peran orangtua dalam mendidik dan mengasuh anak-anak mereka sehingga anak bertumbuh dan cerdas? Bagaimana anak-anak menginternalisasi nilai-nilai, sikap yang ada pada orangtuanya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model pengasuhan orangtua masyarakat Samin kepada anak-anak mereka yang tidak bersekolah? Proses sosialisasi seperti apa yang digunakan orangtua masyarakat Samin. Bagaimanaa memahami perkembangan anak dalam sebuah konteks kultural
KAJIAN LITERATUR Literasi Media
Untuk membantu memahami tentang konsep dan pengertian literasi media, penelitian-penelitian terdahulu tentang literasi media dapat kita gunakan sebagai referensi. Beberapa penelitian yang menjadi ide dasar dalam penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Gerbner (1972). Berdasarkan pada analisis isi televisi Amerika, Gerbner berpendapat bahwa televisi telah memperoleh tempat yang sedemikian penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendominasi ‘lingkungan simbolik’ kita. Akibatnya, televisi menggantikan pesannya tentang realitas bagi pengalaman pribadi dan sarana mengetahui dunia lainnya. Dari analisis isi yang dilakukan Gerbner ini, ada distorsi realitas yang konsisten dalam hubungannya dengan keluarga, pekerjaan dan peran, usia lanjut, mati dan kematian, pendidikan, kekerasan dan kejahatan. Pesan yang disampaikan oleh televisi ini membawa pengaruh bagi pemirsa terhadap pandangan yang mereka miliki. Pandangan mereka terhadap dunia ini ditentukan oleh pesan yang disampaikan oleh televisi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang sangat jelas tentang bagaimana media massa mampu mengkonstruksi suatu realitas semu menjadi realitas yang sesungguhnya.
Penelitian lain yang mendukung penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Rini Darmastuti dengan judul Pola Komunikasi Masyarakat Samin, Khususnya Komunitas Di Sukolilo, Pati dan Pengaruh Terpaan Televisi. Penelitian yang dibiayai oleh Dikti ini dilakukan pada tahun 2006. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa televisi mampu hadir dalam kehidupan masyarakat Samin. Dikatakan mampu hadir karena selama ini Komunitas Samin terkenal sebagai komunitas yang menutup diri dari pengaruh luar, bahkan karena menghindari pengaruh dari luar masyarakat Samin sampai tidak menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah formal. Pendidikan mereka lakukan dengan cara mendidik anak-anak mereka dalam lingkungan mereka sendiri. Model ”two way communication’ merupakan model yang mereka pilih dalam proses pendidikan untuk anak-anak mereka, demi menghindari dari pengaruh luar (Darmastuti, 2010 : 204-216).
dalam kehidupan masyarakat kita. Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Rini Darmastuti dengan judul Pengaruh Terpaan Berita Kriminal Di Televisi Terhadap Perubahan Perilaku Anak SD di kecamatan Banjarsari, Solo yang dibiayai oleh Dikti tahun 2007. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku anak-anak SD di Kecamatan Banjarsari sangat dipengaruhi oleh televisi.Tidak hanya pada diri siswa, penelitian Theodosiadou & Markos (2013) menunjukkan bahwa sikap guru menjadi negatif terhadap pada perilakudankehidupan sehari-harisiswanya karena karena efekmenonton TV. Demikian juga penelitian Yoo, Jo dan Jung (2014) serta Sari dan Purnomo (2015) menemukan bahwa terpaan televisi membentuk sikap yang kuat pada masyarakat. Semakin sering dan intensif dalam menonton televisi menjadikan sikap mereka semakin positif terhadap apa yang dihadirkan melalui televisi.
Pengasuhan
Orangtua memiliki peran penting dalam perkembangan seorang anak Ada beberapa gaya pengasuhan yang bisa amat berbeda-beda. Pada umumnya ada tiga pola umum pengasuhan orangtua (Baumrid, 1971). Orangtua yang otoriter mengharapkan kepatuhan yang mutlak dan melihat anak bahwa anak butuh untuk dikontrol. Sebaliknya, orangtua yang permisif membolehkan anak mengatur hidup mereka sendiri dan hanya menyediakan sedikit panduan baku. Orangtua yang otoritatif bersifat tegas, adil dan logis. Gaya pengasuhan ini dipandang akan membentuk anak secara psikologis sehat, kompeten, mandiri, bersifat kooperatif dan nyaman dalam menghadapi situasi sosial (Matsumoto, 2004). Peneliti lain (Maccoby & Matin, 1983) menemukan tipe gaya pengasuhan keempat yang disebut “tak terlibat atau uninvolved. Orangtua yang tidak terlibat seringkali terlalu larut dalam kehidupan mereka sendiri untuk bisa memberikan respon yang tepat pada anak-anak mereka dan seringkali terlihat tidak peduli.
Peran orangtua dan pengasuhan pada anak seingkali berlangsung pada kondisi-kondisi yang sangt berbeda di sebuah negara atu budaya. Kondisi ini paad giirannya akan menghasilkan proses sosialisasi yang berbeda jauh dari satu budaya ke budaya lain. Praktek-praktek pengasuhan anak juga akan berbeda bukan hanya karena adanya perbedaan dalam keyakinan, tetapi juga karena perbedaan yang nyataa dalam taraf kehidupan. Menilai pengasuhan anak dalam negara dan budaya yang berbeda dengan menggunakan tolok ukur pengasuhan budaya sendiri bisa mengarah pada kesimpulan-kesimpulan yang kejam (Matsumoto, 2004).
Levine (1977) mengajukan teori bahwa lingkungan pengasuhan merupakan ceminan dari seperangkat tujuan yang tersusun berdasarkan urutan nilai pentingnya. Yang pertama adalah kesehatan fisik dan bertahan hidup; yang berikutnya adalah didukungnya perilaku-perilaku yang akan mengarah pada pemenuhan diri; dan yang terakhir adalah perilaku-perilaku-perilaku-perilaku yang mendukung nilai-nilai kultural.
METODE PENELITIAN Partisipan
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini orangtua dan sesepuh masyarakat Samin di Kecamatan Sukolilo Pati Jawa Tengah.
Pengumpulan data
HASIL DAN PEMBAHASAN
Cara Pandang masyarakat Samin terkait dengan keluarga
Mbak Gn, sebagai salah satu generasi muda yang sudah dituakan dalam kehidupan masyarakat Samin dalam wawancara mendalam, menjelaskan “Mergo nitik janji sepisan
kanggo saklawase” (Karena prinsip yang digunakan oleh masyarakat Samin adalah
membuktikan janji sekali untuk selamanya). Mbah Wrn Kakung, salah satu sesepuh masyarakat Samin, dalam wawancara mendalam mengatakan, “Mboten, dulur sikep ora nduwe cara rapak” (Tidak, di dalam kehidupan masyarakat Samin tidak ada istilah cerai).
Makna Pendidikan
Mbah Bd dalam wawancara mendalam dengan mbak Bd, “Sekolah dulur kene kuwi yo
sekolah macul.” (Sekolahnya saudara di sini itu ya sekolah mencangkul).
Lingkugan belajar anak
Mas Al, salah satu anggota masyarakat Samin yang tinggal di Nggawen, dalam wawancara mendalam mengatakan, “Yo sekolah ki yo sekolah, ning sekolahe koyo ning formal
ora. Sing ngajar sopo? Pak’e mbek buk’e. Lha ning ndi? Yo ning mondokane dewe” (Ya kalau
sekolah itu ya sekolah, tapi bukan sekolah yang formal. Siapa yang mengajar? Ya bapak dan ibunya sendiri. Dimana? Ya di rumahnya sendiri).
Dalam perkembangannya, masyarakat Samin mengadakan proses belajar mengajar yang rutin, yang diadakan setiap hari senin pada jam 13.00 di omah Kendeng. Yang menjadi mentor dalam proses belajar ini adalah mbak Gn. Terkait dengan hal ini, mbak Gn dalam wawancara mendalam mengatakan,
“Bab sinau nulis lan maca kuwi awal-e yo dianakno no nga wen, ana mondokane dhe
Ksr. Terus tahun 2013 pindah no omah kendeng. No omah kendeng ora mung sinau nulis lan maca, tapi yo sinau nembang lan ngamel. Sing ngajari mbak Ttr saka Pur wodadi.” (Masalah belajar menulis dan membaca itu pada awalnya diadakan di Ngawen di rumahnya dhe Ksr. Kemudian pada tahun 2013 pindah ke Omah Kendeng. Di rumah Kendeng tidak hanya belajar membaca dan mennulis, tapi juga belajar nembang dan karawitan. Pengajarnya adalah mbak Ttr, dari Purwodari).
Cara orang tua mendidik dan mengasuh
Orangtua pada dasarnya adalah guru yaitu digugu lan ditiru. Orangtua sangat terlibat dalam proses pengasuhan dari anak masih kecil bahkan setelah anak-anak mereka menikah. Bahkan saat orangtua mereka sudh menjadi kakek nenek, tanggungjawab pengasuhan ini masih melekat dibahu mereka.
Seperti yang diketahui, masyarakat Samin adalah masyarakat petani. Pertanian menjadi pilihan mata pencaharian utama. Saat bertani, menanam padi dan palawijo dilaksanakan dalam proses waktu 4 bulan. Pada masa bertani ini ada keterlibatan anak dan orangtua untuk bekerja di sawah. Orangtua akan melibatkan anak di usia kuranglebih 7 tahun keatas untuk pergi ke sawah. Sementara anak-anak yang masih kecil akan berada di rumah bersama dengan nenek mereka. Orangtua akan berangkat ke sawah pada saat subuh dan bekerja hingga siang hari. Praktis anak akan di rumah bersama keluarga yang lain yaitu kakek dan mereka.Pengasuhan pada anak dilakukan oleh kakek nenek, saudara kandung dan sanak saudara lainnya.
KESIMPULAN
Dalam masyarakat Samin, ibu adalah pengasuh utama, namun keluarga besar seringkali berinteraksi , dimana anak-anak akan terus berada dalam pegawasan kakek, nenek, saudara kandung, saudara sepupu dan keluarga dalam garis keturunan mereka. Bagi masyarakat Samin, orangtua dipandang sebagai model penting yang akan dicontoh dalam berperilaku. Demikain juga keluarga besar juga dipandang sebagai sumber dukugan dalam proses pengasuhan. Rumah tangga yang lan dengan sanak saudaranya sebagai keluarga besar dipandang oleh masyarakat Samin sebagai cara yang baik untuk mendapatkan dukungan optimal sebagai sumber daya keluarga untuk mendukung keberhasilan pengasuhan anak
REFERENSI
Darmastuti, R. (2006). Pengaruh terpaan televisi terhadap pola komunikasi komunitas Samin. Jurnal Kritis, Vol. XVIII, No. 3 Des 2006, hal. 325-341. ISSN 0215 – 4765
Darmastuti, R. (2010). Two ways Communication: Sebuah Model Pembelajaran dalam Komunitas Samin di Sukolilo, Pati. Tulisan bersama. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 8, No. 2, Mei-Agustus 2010, hal. 204-216. ISSN. 1693-3029.
Matsumoto, D. (2004). Pengantar Psikologi Lintas Budaya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Sari, Y.N., & Purnomo, J.T. (2015). Hubungan Antara Terpaan Drama Korea Di Televisi Dengan Sikap Terhadap Produk Korea Pada Mahasiswa. Laporan Penelitian : Psikologi UKSW.
Theodosiadou, S. & Markos, A. (2013). Attitudes of preschool teachers in Northern Greece on children and TV viewing. Australasian Journal of Early Childhood. Vol. 38, 3, 36-44.