Penggunaan Media Sosial sebagai Media Ko

12  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 1

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI KALANGAN MAHASISWA

(Studi pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang Pengguna Facebook, Twitter, Foursquare, dan

Flickr)

Ayu Azmi Muffiddah

Jurusan Ilmu Komunikasi, Peminatan Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Brawijaya Malang

Abstrak:

Manusia melakukan kegiatan komunikasi dengan manusia lain melalui berbagai cara dan media, salah satunya adalah dengan media Internet. Komunikasi dalam Internet disebut computer mediated communication atau CMC.CMC memfasilitasi manusia dengan aplikasi yang beragam, salah satunya media sosial. Media sosial terdiri dari collaborative projects, blogs and microblogs, content communities, social networking sites, virtual game worlds, dan virtual social worlds (Kaplan&Heinlein, 2010). Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah Facebook, Foursquare, dan Flickr yang termasuk ke dalam social networking sites dan Twitter yang termasuk ke dalam jenis microblogs. Keempat media sosial tersebut termasuk dalam deretan situs yang populer di Indonesia (Alexa, 2012). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang masuk dalam net generation yang diasumsikan familiar dengan Internet.Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perkenalan mahasiswa Ilmu Komunikasi UB dengan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr, alasan menggunakan masing-masing situs dan kesemua situs tersebut, tujuan dari penggunaan keempat situs tersebut, aktifitas, serta preferensi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB terhadap Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr.

Abstract:

(2)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 2

Pendahuluan

Komunikasi adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia melakukan kegiatan komunikasi dengan manusia lain melalui berbagai cara dan media, salah satunya adalah dengan media Internet. Menurut Kahn dan Cerf, Internet pada dasarnya dibentuk oleh interkoneksi global dari komputer-komputer, entitas komunikasi

dan sistem informasi

(www.cnri.reston.va.us/what_is_internet.html , 1999). Internet memungkinkan hampir semua orang di belahan dunia mana pun untuk saling berkomunikasi dengan cepat dan mudah (Severin & Tankard, 2001: 444).

Komunikasi dalam Internet disebut sebagai computer mediated communication (CMC). Shaff, Martin dan Gay (dalam Pearson dkk, 2006: 267) mendefinisikan computer mediated communication atau CMC sebagai interaksi antarmanusia menggunakan komputer berjaringan Internet. Sedangkan, menurut Miller (2009, dalam Ean, 2011), CMC adalah saluran interaktif yang memungkinkan pengguna untuk aktif dan terlibat dalam komunikasi dua arah.

CMC mendukung berbagai macam situs yang terakomodasi melalui web di Internet, seperti situs berita, situs perbankan, dan situs media sosial atau social media. Media sosial didefinisikan Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2010) sebagai berikut:

"a group of Internet-based applications that build on the ideological and technological foundations of Web 2.0, and that allow the creation and exchange of user-generated content. Social media websites and applications allow users to create and exchange user-generated content where people talk, share information, participate and network through technologies such as blogs and social networking sites (www.boundless.com/marketin

g/social-media- marketing/introduction-to- social-media-digital- marketing/what-is-social-media/).”

Kaplan dan Heinlein dalam jurnal yang berjudul Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media (2010), mengidentifikasikan media sosial menjadi enam jenis, yaitu: collaborative projects, blogs and microblogs, content communities, social networking sites, virtual game worlds, dan virtual social worlds. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah media sosial Twitter yang masuk kedalam jenis microblogs dan Facebook, Foursquare, dan Flickr yang masuk kedalam jenis social networking sites atau situs jejaring sosial.

Situs jejaring sosial adalah layanan berbasis web yang memungkinkan individu untuk (1) membangun suatu profil umum atau semi-umum dalam sistem yang terbatasi, (2) melihat daftar pengguna lain yang berbagi informasi, (3) melihat dan melintasi daftar teman dan orang lain di dalam sistem tersebut (Boyd & Ellison, 2007). Sedangkan microblogs adalah situs di Internet yang memungkinkan pengguna untuk berbagi sebagian kecil dari konten digital yang berupa teks, gambar, tautan, dll sebagaimana dijelaskan di bawah ini:

―The practice of posting small pieces of digital content—which could be text, pictures, links, short videos, or other media— on the Internet. Microblogging

offers a portable

(3)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 3

microblog about concert dates, lectures, book releases, or tour schedules

(www.educause.edu/library/reso urces/7-things-you-should-know-about-microblogging).‖

Menurut situs JagatReview.com, jejaring sosial, mesin penelusuran, dan halaman depan situs menjadi tiga konten yang paling sering dibuka oleh para pengguna internet di Indonesia (www.jagatreview.com/2012/06/yahoo-tns- net-index-2012-pertumbuhan-pengguna- internet-di-indonesia-didorong-oleh-jumlah-perangkat-mobile/, 2012). Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr, menduduki peringkat yang berbeda dalam jajaran situs yang paling sering diakses di Indonesia. Menurut Alexa.com, Facebook ada di peringkat ke-2, Twitter peringkat ke-10, Flickr peringkat ke-114, dan Foursquare peringkat ke-197 (www.alexa.com/topsites/countries/ID, 2013).

Facebook memiliki fasilitas yang lengkap, dimana pengguna bisa berbagi dan berkomunikasi melalui status, foto, video, komentar, pesan. Ada juga fasilitas lainnya seperti grup, event, games, fan page, dan chatting. Berbeda dengan Twitter. Sebagai situs microblog, Twitter memfasilitasi pengguna dengan fitur tweets yang terbatas pada 140 karakter teks saja untuk membatasi konten dari pengguna agar tetap singkat (https://twitter.com/about). Sedangkan Foursquare sebagai situs yang berbasis lokasi mempunyai fitur unggulan yaitu check-in. Pengguna bisa melakukan atau memperbarui tempat dimana dia sedang berada pada satu waktu. Pengguna Foursquare juga diberikan semacam penghargaan tertentu (badges) dengan ketentuan tertentu pula, misalnya jika check-in di beberapa tempat yang berbeda.

Lain halnya dengan Flickr. Situs yang merupakan situs yang berbasis foto ini memungkinkan pengguna untuk bisa berbagi foto berresolusi tinggi dan saling berkomentar tentang foto tersebut. Situs yang juga terintegrasi dengan situs Yahoo ini

bahkan menyediakan kapasitas ruang sebesar 1 terabyte bagi pengguna untuk menyimpan foto mereka (www.flickr.com/help/limits/, 2013).

Keempat situs media sosial tersebut diatas dipilih menjadi objek yang diteliti dalam penelitian ini karena keempatnya memiliki keunikan tersendiri yang berbeda-beda dalam memfasilitasi pengguna untuk berkomunikasi. Keempatnya juga berada pada rentang peringkat popularitas yang berbeda satu sama lainnya.

Sedangkan, dipilihnya mahasiswa sebagai subjek penelitian, adalah karena kalangan mahasiswa diasumsikan sebagai net generation yang telah familiar dengan Internet. Orang yang termasuk dalam net generation adalah orang yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 2000 (www.economist.com/node/15582279, 2010). Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB termasuk dalam net generation dan diasumsikan telah mengetahui tentang media sosial, khususnya Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr.

(4)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 4

Computer Mediated Communication

Shaff, Martin dan Gay (dalam Pearson dkk, 2006: 267) mendefinisikan computer mediated communication atau CMC sebagai interaksi antarmanusia menggunakan komputer berjaringan Internet. Menurut Miller (2009, dalam Ean, 2011), CMC adalah saluran interaktif yang memungkinkan pengguna untuk aktif dan terlibat dalam komunikasi dua arah. CMC merupakan cara pencarian informasi yang murah untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas.

“Sifat termediasi dari CMC memungkinkan kesempatan yang besar untuk manipulasi dan konstruksi akan informasi pribadi; informasi yang tertunda memberi kesempatan bagi partisipan untuk melihat kembali, mengoreksi, atau membatalkan komunikasi sebelum informasi disebarkan (Heisler dan Crabill, 2006). Selain itu, CMC merupakan salah satu bentuk dari komunikasi yang tertunda yang mempunyai kelebihan: mengurangi permasalahan jarak dan waktu, mudah dan murah, punya potensi untuk menjadi lebih pribadi dan dapat disesuaikan (Provenzo, 1986) (dalam Ean, 2011)”.

Pixy Ferris secara general medefinisikan CMC sebagai “interaksi secara interpersonal yang dihubungkan oleh komputer, yang meliputi komunikasi asynchronous dan synchronous melalui fasilitas dalam internet” (dalam http://www.december.com/cmc/mag/1998/jul /baker.html). Medium komputer dalam CMC adalah berupa perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) berupa aplikasi khusus yang memungkinkan orang saling berinteraksi. Komputer harus memiliki jaringan Internet agar bisa saling terhubung dengan komputer lain secara global.

Contohnya ketika orang chatting di Facebook, mereka membutuhkan komputer, Internet, dan aplikasi browser untuk mengakses situs Facebook.Komunikasi yang terjadi dalam chatting tersebut bersifat interaktif dimana komunikator bisa menjadi komunikan dalam waktu yang bersamaan.

CMC mempunyai dua tipe, yang ditentukan dari jenis komunikasi yang terjadi, yaitu synchronous communication atau asynchronous communication (Pearson dkk, 2006: 276). Synchronous communication adalah komunikasi yang terjadi bila peserta komunikasi berinteraksi secara real-time. Peserta komunikasi di sini berperan sebagai pengirim sekaligus penerima. Contohnya pada panggilan telepon atau online-chat. Sedangkan asynchronous communication adalah komunikasi yang interaksinya tertunda dan setiap peserta komunikasi harus bergantian menjadi pengirim dan penerima. Contohnya adalah surat menyurat lewat e-mail.

Ada dua aspek dari CMC yang membedakannya dengan komunikasi tatap muka, yaitu isyarat verbal (verbal cues) dan waktu yang lebih panjang (extended time) (Griffin, 2006: 143). Berbeda dengan komunikasi tatap muka yang menggunakan simbol-simbol verbal (melalui bahasa) dan simbol-simbol nonverbal (melalui gestur tubuh), CMC menggunakan sistem isyarat yang ada dalam aplikasi komputer, misalnya melalui emoticon (simbol-simbol berupa karakter teks yang mewakili ekspresi manusia dalam dunia online). Komunikasi yang terjadi dalam CMC pun cenderung lebih lama dari komunikasi tatap muka. Komunikator dalam CMC tidak dapat langsung memahami maksud pesan yang disampaikan karena terbatasi dengan karakter-karakter di komputer.

Teori Media Richness

(5)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 5

Lengel dkk, 1987) sebagai kemampuan media untuk membawa informasi. Sitkin, Sutcliffe, dan Barrios-Choplin (1992, dalam Newberry, 2001) mengidentifikasi dua komponen kemampuan media untuk membawa informasi, yaitu kapasitas pendukung data dan kapasitas pendukung simbol

(www.learngen.org/resources/module/lgend1 01_norm1/200/210/211_3.html).

Kapasitas pendukung data yang dimaksud adalah kemampuan media untuk menyalurkan data. Contohnya Twitter yang mampu menyalurkan tweets dari para pengguna dengan cepat. Sedangkan kapasitas pendukung simbol adalah kemampuan media untuk membawa informasi dari informasi itu sendiri atau tentang individu yang berkomunikasi secara simbolik. Contohnya, di Facebook ada emoticon yang digunakan pengguna untuk mewakili ekspresinya ketika chatting dengan teman.

Newberry (2001) menyebutkan ada beberapa kriteria yang ditentukan untuk menilai kekayaan media, diantaranya adalah kemampuan media untuk: (1) memberikan umpan balik (feedback), (2) memberikan isyarat yang mewakili bahasa tubuh, (3) memungkinkan pesan untuk dibuat dan diolah sesuai penerima, (4) menyalurkan perasaan atau emosi komunikator (www.learngen.org/resources/module/lgend1 01_norm1/200/2100/211_3.html).

Teori Social Presence

Short (1976, dalam Newberry, 2001) menjelaskan teori kehadiran sosial (social presence) sebagai arti-penting dari orang lain dalam lingkungan yang dimediasi. Sedangkan Russo (2000, dalam Newberry, 2001) mendefinisikan kehadiran sosial sebagai sejauh mana seseorang dianggap nyata dalam lingkungan dimediasi. Tingkat kehadiran sosial dalam aktivitas komunikasi menimbulkan efek yang berbeda pada persepsi, apresiasi, partisipasi, dan kepuasan

individu. Motivasi individu untuk berpartisipasi bisa berkurang jika individu merasa dirinya tidak asing atau merasa bahwa apa yang dia bagikan melalui media itu tidak bernilai. Rourke, Anderson dan Garrison (1999) menjelaskan kehadiran social sebagai kemampuan peserta untuk memproyeksikan diri secara sosial dan afektif

dalam sebuah komunitas

(www.learngen.org/resources/module/lgend1 01_norm1/200/210/211_3.html).

Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2005: 6). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang penggunaan situs jejaring sosial sebagai media komunikasi di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB, sehingga penelitian ini menggunakan tipe penelitian desriptif kualitatif. Penelitian deskriptif bermaksud membuat pemeriaan (penyandaraan) secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu (Usman, 2008: 4).

(6)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 6

penelitian ini. Orang-orang yang menjadi informan dalam penelitian ini sengaja dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Peneliti menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Hubberman untuk melakukan interpretasi data. Teknik analisis ini terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode. Triangulasi metode dilakukan dengan cara mengecek derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian dari beberapa teknik pengumpulan data. Data yang diperoleh peneliti melalui metode wawancara diuji silang dengan data yang diperoleh dari metode observasi, dokumentasi dan media uses diaries. Pengecekan keabsahan data dilakukan sampai data yang ditemukan dan digali sudah jenuh sehingga bisa dibuat kesimpulannya.

Hasil dan Pembahasan

Alasan Informan Menggunakan Media Sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr

Berikut ini adalah alasan-alasan informan yang melatarbelakangi penggunaan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr yang berhasil diidentifikasi:

1. Penasaran dan coba-coba. Informan pada awalnya ingin tau dulu tentang situs-situs tersebut.

2. Mengikuti perkembangan jaman atau tren yang sedang berlaku atau mengikuti teman dan lingkungan. Informan menggunakan situs tersebut karena jaman dimana mereka berada sekarang menawarkan cara berkomunikasi yang baru, yaitu lewat media sosial. Hal ini erat kaitannya dengan tren, atau sesuatu yang berlaku umum di masyarakat. Informan ingin menunjukkan bahwa dalam perkembangan komunikasi dalam media sosial, ia juga

turut serta sehingga tidak dianggap ketinggalan jaman oleh teman-teman dan lingkungan. Hal ini senada dengan yang disampaikan Short (1976) mengenai teori kehadiran sosial (social presence), yaitu arti-penting dari orang lain dalam lingkungan yang dimediasi.

3. Keinginan mendapat hiburan dan eksistensi diri. Hiburan disini lebih kepada cara komunikasi dari media sosial tersebut yang menghibur bagi informan. Alasan informan menggunakan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr untuk eksistensi diri adalah karena informan ingin hadir dan diakui dalam kegiatan sosialnya di media sosial. Russo (2000) mendefinisikan kehadiran sosial sebagai sejauh mana seseorang dianggap nyata dalam lingkungan dimediasi. Para informan dalam penelitian ini, bergabung dan menggunakan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr untuk hadir, beraktivitas, dan untuk diakui dalam lingkungan sosial di dunia maya.

4. Ketertarikan dengan aksesibilitas situs. Aksesibilitas disini adalah kemudahan diakses lewat perangkat apa saja, dimana saja, efektifitas dan efisiensi pemakaian situs.

Beragamnya karakteristik yang melekat pada tiap-tiap Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr membuat pengguna bebas memilih situs mana yang akan mereka pakai, apakah itu satu diantaranya, dua diantaranya atau bahkan semua. Semuanya memiliki akun di masing-masing situs tersebut dan masih menggunakannya hingga saat ini. Alasan mengapa mereka memiliki tidak hanya satu tetapi keempat situs tersebut adalah karena mereka merasa tidak cukup jika hanya menggunakan satu situs saja mengingat masing-masing situs menawarkan pendekatan yang berbeda-beda.

(7)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 7

pergaulan. Ada harapan untuk diakui disini. Diakui tau teknologi, dan diakui dinamis dalam cara bergaul. Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr berbeda dari segi kekayaan media. Kekayaan media (media richness) dijelaskan oleh beberapa peneliti (Trevino & Lengel dkk, 1987) sebagai kemampuan media untuk membawa informasi. Sitkin, Sutcliffe, dan Barrios-Choplin (1992) mengidentifikasi dua komponen kemampuan media untuk membawa informasi. Kedua komponen adalah kapasitas pendukung data dan kapasitas pendukung simbol (www.learngen.org/resources/module/lgend1 01_norm1/200/210/211_3.html). Kapasitas pendukung data yang dimaksud adalah kemampuan media untuk menyalurkan data. Sedangkan kapasitas pendukung simbol adalah kemampuan media untuk membawa informasi dari informasi itu sendiri atau tentang individu yang berkomunikasi secara simbolik.

Tujuan Informan Menggunakan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr adalah untuk Bersosialisasi dan Mengikuti Perkembangan Teknologi

Situs jejaring sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr dalam Internet mempunyai kemampuan yang mencakup teknologi-teknologi sebelumnya. Ia menggabungkan teknologi media cetak dan media elektronik sehingga data yang berupa teks, suara, gambar diam maupun bergerak, dirubah ke dalam format digital. Facebook, Twitter, dan Flickr mampu memuat dan menyalurkan unsur teks, gambar, dan gambar bergerak (animasi dan video). Hanya Foursquare yang kemampuannya terbatas pada teks saja.

Livingstone (2007: 138) menyatakan bahwa yang baru dari Internet adalah kombinasi dari interaktifitas dimana fitur tersebut terbilang inovatif bagi komunikasi massa, jangkauan isi yang tidak terbatas, lingkup audiens yang luas, dan perilaku

global. Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr bersifat interaktif. Artinya pengguna bisa saling bereaksi, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan apapun konten yang dibagikan dalam keempat situs jejaring sosial tersebut.

Berikut ini adalah rincian tujuan informan yang ingin dicapai dari menggunakan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr:

1. Hiburan. 2. Eksistensi diri. 3. Mengikuti tren.

4. Menjalin komunikasi dengan orang lain.

5. Mencari dan membagi informasi.

Aktivitas Penggunaan Media Sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr

Ketika menggunakan situs jejaring sosial, pengguna memiliki kecenderungan tersendiri akan cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi, sesuai dengan tujuan masing-masing. Ada 12 kategori pengguna media sosial atau situs jejaring sosial yang diidentifikasikan melalui sebuah studi oleh Universitas Winchester dan lembaga online FirstMedia, yaitu:

1. Ultras. Bagi banyak pengguna media sosial, jaringan adalah hubungan komunikasi utama mereka dengan keluarga dan teman, sehingga ketika mereka berkomunikasi dengan situs jejaring sosial, dalam beberapa kasus, membuat mereka merasa terisolasi. Beberapa merasakan perasaan terisolasi dari hari pertama, sedangkan untuk yang lain perasaan itu terasa kemudian hari ketika terjadi kehilangan informasi atau percakapan pada jaringan mereka.

(8)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 8

Kenyataannya, bagaimanapun, adalah sangat berbeda. Setiap kali mereka tidak dapat mengakses jaringan favorit mereka untuk periode yang lama, mereka menjadi cemas dan merasa terputus dari seluruh dunia.

3. Dippers. Dippers jarang mengakses halaman mereka, sering sampai berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

4. Virgins. Setiap hari, orang-orang baru mendaftar ke jejaring sosial. Mereka sering berjuang pada awalnya untuk dapat mengatasi cara kerja Facebook dan Twitter, dan sampai mereka membangun jaringan teman sendiri.

5. Lurkers. Bersembunyi di bayang-bayang dunia maya, mereka menonton apa yang dikatakan orang di jaringan sosial tapi jarang (jika pernah) berpartisipasi sendiri. Mereka akan mengeluh secara terbuka tentang 'omong kosong biasa' yang di-posting, dan pribadi mereka khawatir mereka tidak memiliki sesuatu yang menarik untuk dikatakan, tapi mereka mengawasi percakapan orang lain. 6. Peacocks. Peacock dapat dengan

mudah dikenali di Facebook, Twitter dan Instagram karena mereka melihat jaringan sosial sebagai kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang betapa populer mereka. Mereka menilai status sosial mereka pada berapa banyak pengikut atau penggemar mereka miliki, dan tujuan setiap posting atau tweet adalah untuk mengamankan sebanyak likes atau re-tweet sebanyak mungkin.

7. Ranters. Sering lemah lembut dan ringan dalam percakapan tatap muka, Ranters sangat dogmatis. Media sosial memungkinkan mereka untuk mengartikulasikan pendapat mereka dengan kuat tanpa harus khawatir tentang bagaimana orang lain akan bereaksi. Mereka mungkin mantan

blogger, tapi Twitter memberi mereka kesempatan untuk berteriak-teriak ke khalayak yang lebih besar.

8. Ghosts. Beberapa orang di jaringan sosial seperti berpartisipasi dalam percakapan tetapi khawatir tentang memberikan informasi pribadi kepada orang asing. Di Twitter, Ghosts ini membuat nama pengguna yang tetap sebagian besar anonim, sementara di Facebook mereka memiliki profil yang terasa jarang.

9. Changelings. Bagi sebagian orang, menjadi anonim online tidak cukup. Mereka juga mengadopsi kepribadian yang sangat berbeda, percaya bahwa tidak ada yang tahu identitas asli mereka.

10.Quizzers. Quizzers ingin mengajukan pertanyaan di Facebook dan Twitter - bukan karena mereka benar-benar ingin tahu jawabannya, tetapi karena mengajukan pertanyaan memungkinkan mereka untuk memulai percakapan. Mereka mungkin takut ditinggalkan dengan tidak memiliki sesuatu yang menarik untuk mengatakan, jadi bertanya memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi dan terlibat. dengan pengikut dan penggemar. Informer memindai media sosial dan situs berita, mencari cerita baru, penawaran, video dll agar dapat berbagi dengan audiens mereka.

(9)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 9

akan terus-menerus memeriksa feed dan timeline mereka, dan akan khawatir sampai orang-orang mulai merespon (www.telegraph.co.uk/technology/ social-media/9987213/What-type-

of-social-media-user-are-you.html).

Berdasarkan penggolongan di atas, informan dalam penelitian ini masuk kedalam tipe pengguna yang berbeda-beda. informan terbagi ke dalam tipe ultras, deniers, dippers, lurkers, peacock, ranters, quizzers, informers, dan approval seekers. Tidak ada informan yang masuk dalam tipe virgins, ghosts, dan changelings karena semua informan tidak mempunyai akun “hantu” atau ghosts yang mereka gunakan secara anonim dengan menampilkan kepribadian yang berbeda. 80% informan masuk ke dalam tipe lurkers. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar informan cenderung menggunakan akun Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr mereka untuk mencari tau tentang orang lain, entah itu status, orang, atau perbaruan lainnya. Selain untuk mencari kabar terbaru dari teman, 50% dari informan ternyata menggunakan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr untuk membagi atau menyampaikan informasi. Informasi disini berarti informasi yang sifatnya dibutuhkan untuk umum, bukan informasi tentang orang-perorang atau diri sendiri.

Pada dasarnya, kegiatan yang dilakukan oleh informan pada akun Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr mereka itu bermacam-macam sesuai dengan alasan tujuan masing-masing seperti yang sudah dijelaskan pada subbab sebelumnya diatas. Mulai dari Facebook. Aktivitas pada Facebook yang paling sering dilakukan informan adalah melihat timeline atau halaman beranda, update status, update foto profil, upload foto, dan saling memberikan komentar antar pengguna.

Dasar dari media sosial adalah dari kata sosial itu sendiri. Manusia adalah

makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya. Begitu juga pengguna situs jejaring sosial yang menggunakan situs jejaring sosial untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Komunikasi dalam Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr merupakan bentuk CMC atau computer mediated communication, dimana CMC sendiri merupakan interaksi antarmanusia menggunakan komputer berjaringan Internet (dalam Pearson dkk, 2006: 267). Perangkat komputer yang digunakan oleh informan untuk mengakses Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr adalah handphone atau telepon genggam (yang mendukung koneksi data Internet), komputer (desktop) dan laptop.

Preferensi Informan terhadap Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr

Pada umumnya, informan mengakses salah satu situs Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr setiap hari. Hanya saja intensitasnya berbeda-beda pada masing-masing pengguna. Perbedaan intensitas ini dipengaruhi oleh preferensi para informan terhadap empat media sosial tersebut. Intensitas ini juga dapat membantu peneliti untuk mengetahui lebih lanjut situs mana yang lebih disukai oleh para informan. Selain itu, dari hasil wawancara didapat fakta bahwa sebagian besar informan lebih suka menggunakan Facebook dan Twitter karena teman-teman mereka banyak yang menggunakan kedua media tersebut untuk berkomunikasi, serta karena mereka menyukai fitur Facebook dan Twitter yang mampu menyalurkan informasi yang mereka bagi dengan berbagai cara.

Kesimpulan

(10)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 10

pada bab sebelumnya, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Alasan informan menggunakan masing-masing media sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr adalah karena penasaran dan ingin mencoba, dorongan teman dan lingkungan, keinginan mendapatkan hiburan dan eksistensi diri, dan karena ketertarikan pada fitur Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr. Alasan informan menggunakan kesemua empat media sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr karena merasa tidak cukup jika hanya menggunakan salah satu atau beberapa dari keempat media tersebut. Informan merasa tujuan yang mereka ingin penuhi dari penggunaan Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr tidak akan tercapai jika hanya menggunakan salah satu atau beberapa dari media sosial tersebut.

2. Tujuan informan menggunakan media sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr adalah untuk mendapatkan hiburan dan eksistensi diri, mengikuti tren, menjalin komunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain, mencari dan membagi informasi. 3. Aktivitas informan dalam Facebook,

Twitter, Foursquare, dan Flickr terdiri dari tiga poin, yaitu:

a. Informan tergolong ke dalam beberapa tipe pengguna situs jejaring sosial, yaitu: ultras, deniers, dippers, lurkers, peacock, ranters, quizzers, informers, dan approval seekers. Sebagian besar informan masuk ke dalam tipe lurkers karena suka melihat profil dan pembaruan dari pengguna lain. Mereka lebih suka melihat update atau informasi dari teman daripada meninggalkan komentar atau membagi informasi sendiri.

b. Kegiatan yang paling sering dilakukan informan dalam Facebook, Twitter, dan Foursquare adalah melihat news feed.

Sedangkan pada Flickr adalah mencari atau browsing foto.

c. Komunikasi yang dilakukan informan pada dalam Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr adalah dengan “teman” yang sudah dikenal dan belum dikenal. Teman yang sudah dikenal yang dimaksud adalah orang yang sudah dikenal di dunia nyata, sedangkan teman yang belum dikenal adalah orang yang baru ditemui di dunia maya.

4. Situs yang paling disukai informan adalah Facebook dan Twitter karena Facebook memiliki fitur yang kaya, sedangkan Twitter, dapat menyalurkan informasi dengan cepat dan ringkas. Selain itu, informan lebih menyukai Facebook dan Twitter karena teman-teman mereka lebih banyak yang menggunakan dua media sosial tersebut.

Saran dari peneliti dari penelitian ini adalah Media sosial Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr selain mempunyai efek positif, juga memiliki efek negatif, salah satunya adalah menjadikan pengguna menjadi antisosial. Oleh karena itu, disarankan pada pengguna Facebook, Twitter, Foursquare, dan Flickr agar benar-benar mengetahui apa yang mereka mau dari penggunaan media sosial tersebut, mengetahui karakteristik media sosial tersebut dengan baik, sehingga dapat menggunakan media sosial tersebut dengan bijaksana dan bertanggungjawab. Penelitian ini dapat ditindaklanjuti dengan perspektif berbeda dan dianalisis menggunakan teknik Analisis Fenomenologi dan Studi Kasus yang bertujuan untuk menggali secara mendalam tentang penggunaan media sosial berdasarkan pengalaman pengguna.

Daftar Pustaka

(11)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 11

Griffin, E.M. 2006. A First Look at Communication Theory 6th Edition. London: McGraw Hill.

Juju, Dominikus. 2008. Gaya Gaul Anak Muda dengan Facebook. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktik Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Livingstone, Sonia and Leah A. Lievrouw, eds. 2007. Handbook of New Media. London: Sage Publications.

Manovich, L. 2001. The Language of New Media. London: The MIT Press. Matthew B. Miles & Michael Huberman.

1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

McQuail, Dennis. 2005. Mass Communication Theory; Fifth Edition. Oxfordshire: Alden Press.

Miller, Katherine. 2002. Communication Theories: Perspective, Process, and Context. Boston: McGraw Hill.

Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Nazir, Muhammad. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Pearson, Judy dkk. 2006. Human Communication Second Edition. New York: McGraw Hill.

Severin, Werner J; Tankard, James W. 2001. Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, & Terapan di dalam Media Massa; Edisi Kelima. Jakarta: Kencana. Tubbs, Stewart; Moss, Sylvia. 1996. Human

Communication: Konteks-konteks Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Husaini; Setyadi Akbar, Purnomo. Metode Penelitian Sosial. 2008. Jakarta: Bumi Aksara.

West, Richard; Turner, Lynn H. 2008. Pengantar Teori Komunikasi, Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Alexa. 2013.

www.alexa.com/topsites/countries/ID. Carlson, Nicholas. 2010.

www.businessinsider.com/how- facebook-was-founded-2010-3#we- can-talk-about-that-after-i-get-all-the- basic-functionality-up-tomorrow-night-1

Internet World Stats. 2012. www.internetworldstats.com/stats.ht m.

JagatReview.com. 2012.

www.jagatreview.com/2012/06/yahoo -tns-net-index-2012-pertumbuhan- pengguna-internet-di-indonesia- didorong-oleh-jumlah-perangkat-mobile/.

Matthew Sparkes. 2013. What Type of Social

Media User Are You.

www.telegraph.co.uk/technology/soci al-media/9987213/What-type-of-social-media-user-are-you.html

Newberry, Brian (2001). "Media Richness, Social Presence and Technology Supported Communication Activities

in Education".

http://www.learngen.org/resources/m odule/lgend101_norm1/200/210/211_ 3.html . Retrieved 2007-09-04. www.facebook.com/ika.grahadina?fref=ts www.facebook.com/messages/668354933 www.facebook.com/

www.twitter.com

https://twitter.com/adiansyahputra

http://www.economist.com/node/15582279 https://twitter.com/

https://foursquare.com/about/ https://foursquare.com/

http://techcrunch.com/2006/10/18/dodgeballc om-officially-googled/

http://www.flickr.com/help/general/#167

http://www.flickr.com/photos/ajemi/6763079 675/in/photostream/

http://www.educause.edu/library/resources/7- things-you-should-know-about-microblogging

(12)

Ayu Azmi Muffiddah – Penggunaan Media Sosial sebagai Media Komunikasi di Kalangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB Pengguna Facebook, Twitter,

Foursquare, dan Flickr) 12

and Scholarship. Journal of Mediated Communication.

http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/b oyd.ellison.html.

Ean, Lee Cheng. 2011.Computer-Mediated Communication and Organisational Communication: The Use of New Communication Technology in the Workplace. Malaysia: Taylor University.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. 2010. Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons.

PewResearchCenter. 2013. The Demographic of Social Media User – 2012. Pewresearch.org.

Robert E. Kahn & Vinton G. Cerf . 1999. What Is The Internet (And What

Makes It Work).

http://www.cnri.reston.va.us/what_is_ internet.html.

Thurlow, Crispin; McKay, Susan. 2003. Profiling New Communciation Technologies in Adolescence. Sage Publications.

Kartika Putri, Dian. 2010. Analisis Manajemen Privasi Komunikasi Korban Cyberstalking dalam Facebook (Studi Kasus Korban Cyberstalking dalam Facebook). Malang: Universitas Brawijaya Malang.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di