• Tidak ada hasil yang ditemukan

TITIK TETAP (FIXED POINT) PADA TRANSFORMASI MOBIUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TITIK TETAP (FIXED POINT) PADA TRANSFORMASI MOBIUS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TITIK TETAP (FIXED POINT)PADA TRANSFORMASI M BIUS

Iden Rainal Ihsan

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Nusantara, Jln. Soekarno-Hatta No 530 Bandung

[email protected]

Abstrak

Transformasi M bius merupakan suatu transformasi yang didefinisikan di bidang kompleks yang diperluas ( ). Bentuk dari transformasi M bius didefinisikan dan dituliskan sebagai ( ) = dengan , , , ∈ dan Δ = − ≠ . Secara0 geometris transformasi M bius memiliki sifat yang istimewa yakni memetakan himpunan garis dan lingkaran kembali menjadi himpunan garis dan lingkaran di . Secara aljabar transformasi M bius juga memiliki sifat yang istimewa, yakni membentuk suatu grup terhadap operasi komposisi. Berdasarkan struktur aljabarnya, grup transformasi M bius dapat ditentukan klasifikasi geometrisnya. Klasifikasi tersebut dilihat dari kelas konjugasi dan juga dari banyaknya titik tetap dan klasifikasi titik tetap itu sendiri. Dalam kaitannya dengan membangun suatu transformasi M bius berdasarkan titik tetap. Pada artikel ini akan dibahas mengenai titik tetap pada transformasi M bius.

Kata Kunci :Transformasi M bius, titik tetap.

1. PENDAHULUAN

Perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa selalu mengalami

perubahan, baik itu perubahan dengan cakupan dan implikasi kecil maupun yang

besar. Perkembangan peradaban manusia tercatat oleh sejarah beralih dari hal

yang relatif sederhana ke hal yang cenderung lebih kompleks. Di pihak atau di

sisi lain, perkembangan peradaban dipandang mengalami penyederhanaan

beberapa upaya pemenuhan keperluan manusia. Di era moderen, globalisasi, dan

kemajuan pesat iptek saat ini dapat terlihat kemudahan-kemudahan yang tidak

ada di masa atau zaman dahulu. Kemajuan pesat dapat kita saksikan pada bidang

(2)

teknologi pula transportasi, baik moda transportasi maupun infrastukturnya

dapat didesain sedemikian rupa sehingga perjalanan menjadi efektif dan efisien.

Masih banyak lagi hal atau bidang yang berkembang sebagai implikasi dari

perkembangan iptek.

Matematika merupakan bidang ilmu yang cukup memiliki kontribusi dan

peran dalam kemajuan iptek atau sains dan teknologi dewasa ini. Sebagaimana

kita mengetahui bahwa matematika dapat diaplikasikan di semua bidang,

termasuk sains dan teknologi. Matematika dapat berkontribusi dan berperan

terhadap kemajuan sains dan teknologi dikarenakan matematika juga mengalami

perkembangan. Matematika mengalami perkembangan melalui pengkajian,

penelitian, dan pengembangan di beberapa sub bidang. Beberapa ahli matematika

ada yang mengkaji bidang aljabar, analisis, geometri, kombinatorika, statistika,

matematika terapan dan lain sebagainya. Ada pun ahli yang mengkaji beberapa

bidang secara terintegrasi.

Terdapat bidang yang dapat dikaji secara aljabar dan geometri, yakni

transformasi M bius. Secara geometri, transformasi tersebut dapat dilihat

sifat-sifat geometrisnya, sedangkan secara aljabar transformasi tersebut dapat dikaji

strukturnya yang merupakan grup (Ihsan[1], 2015). Menurut Ihsan[1] (2015)

dengan mengkaji kelas konjugasi dari grup transformasi M bius kita dapat

mengetahui klasifikasi geometris dari suatu transformasi M bius. Suatu

transformasi M bius dapat berupa transformasi parabolic, elliptic, hyperbolic, dan

loxodormic. Klasifikasi tersebut juga mengacu pada banyaknya beserta klasifikasi

titik tetap (fixed point) dari suatu transformasi M bius. Berdasarkan hal tersebut

(3)

2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, terdapat rumusan

masalah pada artikel ini. Rumusan masalah pada artikel ini adalah sebagai

berikut:

1) Bagaimana pembuktian terorema-teorema terkait titik tetap pada

transformasi M bius

2) Bagaimana implikasi teorema-teorema terkait titik tetap transformasi

M bius

3. MANFAAT PENULISAN

Kajian ini dapat dipandang memiliki manfaat untuk pengembangan teori

matematika khususnya di bidang geometri aljabar (algebraic geometri).

Berdasarkan kajian dari Ihsan dan Muhammad (2015) pembahasan transformasi

M bius dapat dijadikan sarana penyampaian konsep grup. Ihsan[2] (2015)

menambahkan klasifikasi geometris dari transformasi M bius dapat pula

dijadikan sarana penyampaian konsep grup secara lebih lanjut. Berdasarkan hal

tersebut kajian ini dapat mendukung pembahasan-pembahasan sebelumnya

sedemikian hingga teori atau bahasan menjadi lebih lengkap.

4. PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dipaparkan pembahasan mengenai inti dari kajian ini

yakni mengenaifixed pointdan cross ratio pada transformasi M bius. Pada bagian

ini terlebih dahulu akan disampaikan transformasi M bius. Pembahasan

difokuskan kepada grup transformasi M bius.

Grup Transformasi M bius

Transformasi M bius adalah suatu transformasi di bidang kompleks yang

diperluas( ) yang didefiniskan sebagai berikut

( ) = +

(4)

Transformasi M bius secara geometris memiliki keistimewaan yakni memetakan

himpunan lingkaran dan garis kembali menjadi lingkaran dan garis. Secara

aljabar dapat dikaji struktur aljabarnya. Himpunan semua transformasi M bius

(disimbolkan ) merupakan suatu grup terhadap operasi komposisi fungsi. Grup

transformasi M bius ( ) dapat dikaji kelas-kelas konjugasinya berdasarkan

banyak dan klasifikasi titik tetap. Ihsan[1] (2015) memaparkan bahwa apabila

suatu transformasi M bius memiliki satu titik tetap, maka transformasi M bius

tersebut diklasifikasikan sebagai transformasi parabolic. Selanjutnya apabila suatu

transformasi M bius memiliki dua titik tetap, maka transformasi M bius tersebut

dapat diklasifikasikan kedalam tranformasi elliptic atau hyperbolic atau loxodormic

tergantung seberapa besar trace matriks yang berkorespondensi dengan

transformasi M bius yang dimaksud. Suatu transformasi M bius dapat dikaitkan

dengan suatu matriks elemen dari ( ), karena grup ( ) isomorfis

dengan grup (Ihsan[1], 2015)

Titik Tetap pada Transformasi M bius

Suatu transformasi M bius memetakan bilangan kompleks ke bilangan

kompleks. Setiap transformasi M bius dapat memetakan suatu bilangan

kompleks ke bilangan kompleks yang sama. Misalkan terdapat 0 ∈ ∞

sedemikian sehingga ( ) = , maka 0 disebut sebagai titik tetap (fixed point)

dari transformasi M bius .

Misalkan ( ) = = sedemikian sehingga didapat persamaan +

( − ) − = 0. Persamaan yang didapat adalah merupakan persaman kuadrat

sedemikian sehingga persamaan tersebut paling banyak memiliki dua jawaban

atau solusi. Dengan demikian suatu transformasi M bius apabila bukan

merupakan pemetaan identitas, maka paling banyak memiliki dua titik tetap

Terdapat teorema mengenai titik tetap pada transformasi M bius yakni

(5)

Teorema 1.Suatu transformasiM bius dapat ditentukan secara tunggal (unik) oleh

pemetaan yang dilakukan terhadap tiga titik berlainan di ∞.

Bukti. Misalkan , , ∈ , kemudian terdapat transformasi M bius

dengan ( ) = , ( ) = , dan ( ) = . Kemudian dimisalkan pula terdapat

transformasi M bius dengan ( ) = , ( ) = dan ( ) = . Karena

merupakan grup, maka setiap transformasi M bius memiliki invers yang juga

merupakan transformasi M bius, sedemikian hingga terdapat transformasi − 1.

Kemudian hasil operasi dari − 1 juga merupakan suatu transformasi M bius.

Dengan demikian didapat − 1 ( ) = , − 1 ( ) = dan − 1 ( ) = .

Berdasarkan hal tersebut transformasi M bius − 1 memiliki tiga titik tetap.

Sehingga transformasi M bius − 1 merupakan transformasi identitas, jadi

haruslah = . Dengan demikian suatu transformasi transformasi M bius dapat

ditentukan secara tunggal berdasarkan pemetaan tiga titik yang berbeda

Implikasi Titik Tetap pada Transformasi M bius

Berdasarkan pembuktian yang telah dipaparkan, suatu transformasi M bius

dapat diketahui apabila kita mengetahui hasil pemetaan tiga titik berbeda di ∞.

Kita dapat membangun suatu transformasi yang bukan merupakan transformasi

identitas cukup dengan mendapatkan informasi mengenai hasil pemetaan tiga

titik berbeda di ∞. Menurut Ihsan[1] (2015) titik tetap sangat penting dalam

menentukan klasifikasi geometris dari transformasi M bius dengan

mengguankan konsepcross ratio.

5. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan titik tetap berkontribusi dalam

pembahasan transformasi M bius. Dengan diketahuinya hasil pemetaan tiga titik

yang berbeda di ∞. Kita dapat mengonstruksi pemetaan atau transformasi

M bius secara unik apabila kita mengetahui hasil pemetaan tiga titik yang

(6)

Untuk dapat dihasilkan kajian yang dapat berkontribusi lebih banyak,

disarankan untuk melengkapi kajian mengenai transformasi M bius lebih

khususnya mengenai sifat-sifat khususnya. Dapat dikaji secara lebih lanjut

mengenai kelas konjugasi dari transformasi M bius,cross ratio pada transformasi

M bius dan masih banyak lagi.

Kemudian dipandang perlu juga untuk mengkaji dan meneliti kontribusi dari

transformasi M bius terhadap perkembangan sains dan teknologi. Dapat dikaji

misalnya aplikasi transformasi M bius di bidang teknologi dan bidang terapan

yang lainnya. Bisa juga dikaji relevansi penyampaian konsep dan kajian

transformasi M bius sebagai sarana menyampaikan atau mengajarkan konsep

dan esensi dari materi matematika di jenjang formal.

DAFTAR PUSTAKA

Budhi, W.S. (2003). Langkah Awala Menuju ke Olimpiade Matematika, Jakarta : Ricardo.

Ihsan, I.R. (2015).Klasifikasi Geometris dari Transformasi M bius. Tesis ITB Bandung : Tidak diterbitkan

Ihsan, I.R. (2015). Pembelajaran Klasifikasi Geometris dari Transformasi M bius, Suatu Sarana Penyampaian Konsep Grup. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY 2015 pada tangal 14 November 2015.

Ihsan, I.R. dan Muhammad, G.M. (2015). Pembelajaran Sistem Transformasi M bius ( ) Sebagai Sarana Menyampaikan Konsep Grup. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika NMC V Uninus pada tanggal 30 September 2015.

Needham, T. (1997).Visual Complex Analysis,Oxford : Oxford University Press.

Olsen, J. (2010). The Geometry of M bius Transformations, Rochester : University of Rochester.

Referensi

Dokumen terkait

2.1 Pengertian Dasar Ring Suatu struktur aljabar yang terdiri dari satu himpunan tak kosong dengan satu operasi biner disebut dengan grup, yang dinyatakan sebagai G,* dengan G

Dari kondisi-kondisi tersebut diperoleh hasil yang paling mendekati data lapangan adalah kondisi dimana temperatur non isotermal dan elevasi tidak diabaikan dengan nilai

Field adalah suatu struktur aljabar yang terdiri dari dua operasi biner yaitu penjumlahan dan perkalian, di mana himpunan terhadap penjumlahan, struktur tersebut merupakan

Teori tentang grup, dimana definisi dari grup sendiri adalah suatu struktur aljabar yang dinyatakan sebagai

Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,struktur dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul,serta perubahan atau transformasi serta interaksi untuk

Jika V dan W merupakan transformasi, berkenaan dengan sifat V dan W sebagai fungsi, maka dapat didefinisikan komposisi atau hasil kali dari V dan W.. Apakah memiliki

Teori tentang grup, dimana definisi dari grup sendiri adalah suatu struktur aljabar yang dinyatakan sebagai

Transformasiadalah suatu kompleks jalinan kekuatan yg saling terkait dari 7 poros transformasi yaitu: globalisasi, struktur ekonomi, politik-ideologi, budaya