• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Anteseden Customer Satisfaction pada Price Acceptance

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Anteseden Customer Satisfaction pada Price Acceptance"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

I

ANALISIS ANTESEDEN

CUSTOMER

SATISFACTION

PADA

PRICE ACCEPTANCE”

(Studi pada pengguna jasa transportasi penerbangan Lion air).

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat

Untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi

Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Oleh :

RIAN NANDA MUSTHOFA

NIM : F 0208107

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

(3)

commit to user

iii

(4)

commit to user

iv

KEHIDUPAN PASTI MENGALAHKAN

KITA APAKAH KITA MAU MENYERAH

ATAU BANGKIT!!

( MY DAD )

(5)

commit to user

v

_Allah SWT_

Atas kebahagiaan, kekuatan, keajaiban, keberkahan dan segala-galanya yang telah,sedang, dan pasti akan ENGKAU berikan

 Ayah ,ibu dan adik adik yang selalu aku sayangi dan banggakan

 Seluruh keluarga yang aku cintai

 Seluruh karyawan CV.Pustaka Bengawan yang saya banggakan

 Seluruh Karyawan PT.Web Goss Specialist Indonesia yang saya banggakan www.wgs-indonesia.com

 Seseorang yang selalu ada untukku Tristania Selena Dian Pramudyawardani

 Tante Man yang selalu menemani (Melakukan Curhatan) @AMPM Adi Sucipto

 Seluruh Teman Teman Fakultas Ekonomi Universitas sebelas maret

 We Are Family Gank (WAF) yang selalu ada mendukung kita semua

 M.Durun Nafis yang selalu membantuku dalam keberuntungan ini

(6)

commit to user

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala limpahan

karunia dan nikmat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

ANALISIS ANTESEDEN

CUSTOMER

SATISFACTION

PADA

PR

ICE ACCEPTANCE”

(Studi pada pengguna jasa transportasi penerbangan Lion air).

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis memperoleh banyak sekali

petunjuk, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karenanya, dengan

segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada:

1. Dr. Wisnu Untoro., M.si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas

Sebelas Maret Surakarta.

2. Drs Wiyono , MM. selaku Pembimbing Skripsi yang telah sabar

memberikan bimbingan dan saran-saran yang sangat berarti dalam

penulisan skripsi ini.

3. Dra. Hunik Sri Runing S, M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen FE

UNS dan Reza Rahardian, SE., M. Si., selaku Sekretaris Jurusan

Manajemen FE UNS.

4. Orang tuaku, adik adikku dan segenap keluarga yang senantiasa

memberikan doa, dukungan dan semangat untuk menyelesaikan penulisan

(7)

commit to user

vii

5. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

banyak membantu penulis dalam menyusun skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna.

Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan

kesempurnaan karya sederhana ini. Akhirnya, penulis berharap semoga karya

sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Surakarta, 19 Desember 2010

Penuli

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

(8)

commit to user

B. Customer Satisfaction (kepuasan konsumen) ... 7

C. Trust (kepercayaan) ... 8

D. Service Quality (Kualitas pelayanan) ... 8

E. Customer Loyalty ... 10

B. Populasi, Sampel, Dan Teknik Sampling ... 21

C. Teknik Sampling ... 22

D. Skala Pengukuran Variabel Dan Definisi Operasional ... 23

(9)

commit to user

ix

F. Metode Pengumpulan Data ... 26

G. Pengujian Instrumen Penelitian ... 26

H. EstimasiDan Pengujian Model Struktural ... 29

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 34

A. DiskripsiObjek Penelitian ... 34

B. Analisis Deskriptif Responden ... 34

1. Karakteristik Responden ... 35

2. Tanggapan Responden ... 38

3. Hasil Faktor Analisis ... 51

a. Uji Validitas... 51

b. Uji Reliabilitas ... 54

c. Uji Asumsi Model ... 56

d. Uji Hipotesis ... 60

C. Interpretasi Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 64

D. Pembahasan ... 69

BAB V PENUTUP ... 76

A. Kesimpulan ... 76

B. Keterbatasan Penelitian ... 80

C. Saran ... 80

DAFTAR PUSTAKA ... 83

(10)

commit to user

x

GAMBAR

Halaman

Kerangka Pemikiran .... ...13

(11)

commit to user

xi

TABEL

Halaman

IV.1. Deskripsi Responden Berdasarkan jenis kelamin...35

IV.2. Deskripsi Responden Berdasarkan usia ... 36

IV.3. Deskripsi Responden Berdasarkan pendidikan terakhir ... 36

IV.4. Deskripsi Responden Berdasarkan frekuensi terbang Lion Air ... 37

IV.5. Deskripsi Responden Berdasarkan lama penggunaan Lion Air ... 38

IV.6. Tanggapan pelanggan terhadap Price Fairness ... 39

IV.7. Tanggapan pelanggan terhadap Trust ... 41

IV.8. Tanggapan pelanggan terhadap Service Quality ... 43

IV.9. Tanggapan pelanggan terhadap Customer Satisfaction ... 46

IV.10. Tanggapan pelanggan terhadap Customer Loyalty ... 48

IV.11. Tanggapan pelanggan terhadap Price Acceptance ... 50

IV.12. Hasil Uji Validitas ... 53

IV.13. Hasil Uji Reliabilitas ... 54

IV.14. Assessment of Normality ... 56

IV.15. Multivariate Outlier ... 59

IV.16. Hasil Goodness of Fit Model Struktural ... 60

IV.17. Hasil Estimasi Model Struktural ... 64

(12)

commit to user

ANALISIS ANTESEDEN CUSTOMER SATISFACTION PADA PRICE ACCEPTANCE

(Studi pada pengguna jasa Penerbangan Lion Air)

RIAN NANDA MUSTHOFA F 0208107

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat

pengaruh antara Mengetahui pengaruh price fairness pada customer

satisfacion, pengaruh customer satisfacion pada loyalty, pengaruh price fairness pada loyalty, pengaruh customer satisfacion pada price acceptance,

pengaruh loyalty pada price acceptance, pengaruh service quality pada loyalty,

pengaruh service quality pada customer satisfacion, pengaruh customer

satisfacion pada trust, pengaruh trust pada loyalty.

Penelitian ini merupakan penelitian kausal dengan menggunakan metode survey. Populasi yang digunakan adalah konsumen pengguna jasa penerbangan Lion Air dengan mengambil sampel sebanyak 185 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling .

Hasil Pengujian melalui Structural Equation Model (SEM) Pengujian

hipotesis dilakukan dengan menggunakan program AMOS versi 4.00 untuk menganalisa hubungan kausalitas dalam model struktural yang diusulkan.

Berdasarkan hasil analisis model struktural ,mengindikasikan bahwa

terdapat hubungan yang signifikan positif yaitu pengaruh positif price fairness

pada customer satisfaction, pengaruh positif customer satisfaction pada

loyalty, pengaruh positif price fairness pada loyalty, pengaruh positif

customer satisfaction pada price acceptance, pengaruh positif loyalty pada

price acceptance, pengaruh positif service quality pada loyalty, pengaruh

positif service quality pada customer satisfaction, pengaruh positif customer

satisfaction pada trust dan pengaruh positif trust pada loyalty.

Hasil pengujian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi pemasar terkait stimulus stimulus yang disarankan untuk meningkatkan kepuasan, kepercayaan, loyalitas,kualitas pelayanan,keadilan harga dan penerimaan harga konsumen.

(13)

commit to user

THE ANALYSIS ANTECEDENT CUSTOMER SATISFACTION OF PRICE ACCEPTANCE

(Study of Customer Lion Air in Airline Industry)

RIAN NANDA MUSTHOFA F 0208107

The reason of this research is to know the influence price fairness to customer satisfacion, influence customer satisfacion to loyalty, influence

price fairnes to loyalty, influence customer satisfacion to price acceptance, influence loyalty to price acceptance, influence service quality to loyalty, influence service quality to customer satisfacion, influence customer satisfacion totrust, influencetruss toloyaltyThis Research is causal research with survey method. The population this research is the customer or passenger Lion Air in flight industry. The sample taken is 185 respondent Lion Air customer who intend to become loyal customers, with pusposive sampling technique.

The result through Structural Equation Model (SEM) for hypotesys anality use AMOS version 4.00 program for analysis the relationship causality in structural model in this research.

Pursuant to the structural model analysis result which testing hypotesis this research: positive effect price fairness to customer satisfaction, positive effect customer satisfaction to loyalty, positive effect price fairness to loyalty, positive effect customer satisfaction to price acceptance, positive effect loyalty to price acceptance, positive effect service quality to loyalty, positive effect service quality to customer satisfaction, positive effect customer satisfaction to trust and positive effect trust to loyalty.

This result is this research is expected to explain the factors affecting price acceptance and provide to understanding for marketer about stimuli that suggested to increase customers price acceptance.

Keyword : price fairness , customer satisfaction, loyalty, service quality, trust,

(14)

commit to user

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan modern khususnya pada bidang perekonomian,

transportasi merupakan urat nadi perekonomian sebuah negara. Sedemikian

strategisnya fungsi transportasi sehingga diperlukan manajemen yang

profesional dalam menanganinya. Fungsi transportasi menjadi lebih penting

karena semakin meningkatnya perkembangan jumlah penduduk pada era

globalisasi saat ini. Jika dilihat dari beragam bentuk sarana transportasi yang

ada maka dapat dipungkiri kalau masyarakat pengguna atau konsumen sarana

transportasi dihadapkan pada berbagai pilihan yang ada, seperti transportasi

darat dengan menggunakan bus, kereta, transportasi laut menggunakan kapal

laut dan transportasi udara dengan menggunakan pesawat terbang. Ada

banyak pertimbangan yang menjadi pertimbangan pengguna jasa dalam

memilih sarana transportasi yang dipergunakan dalam perjalanan, misalnya

jarak dan waktu yang ditempuh dalam perjalanan, resiko yang akan dihadapi

serta bentuk pelayanan yang akan diberikan oleh pihak penyedia jasa

transportasi .

Perusahaan angkutan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat

akan jasa angkutan memberikan pelayanan yang sebaik baiknya kepada para

pengguna jasa. Bagi pengguna jasa yang diutamakan dalam trsnportasi adalah

(15)

commit to user

pendapatan tergantung ada tingkat pelayanan yang diberikan pada konsumen

pengguna jasa transportasi .

Studi ini mengambil objek lion air sebagai salah satu perusahaan

penerbangan di Indonesia. Lion air adalah armada penerbangan yang didirikan

pada oktober 1999 dan mulai beroperasai pada 30 juni 2000. Kantor pusat

Lion air berada di Lion tower jl.Gajah mada no 7 Jakarta pusat. Awalnya Lion

air hanya melayani penerbangan domestik. Kini Lion air sudah melayani

penerbangan manca negara antara lain Malaysia, Singapura, Vietnam dan

negara negara lainnya. Nama Lion air makin sering terdengar dan telah

menjadi salah satu armada penerbangan terbaik diindonesia. Seiring

perkembangannnya Lion air senantiasa memberikan fasilitas yang terbaik bagi

para penumpangnnya. Pada waktu waktu tertentu misalnya libur sekolah, Lion

air sering memberikan travel promo dengan tiket promo dengan tiket murah ke

kota kota yang ada di Indonesia.

Penelitian mengenai price acceptance (penerimaan harga) merupakan

isu yang menarik untuk diteliti dalam menjelaskan perilaku kepuasan

konsumen terhadap suatu layanan jasa angkutan. Hal tersebut didasarkan pada

kajian literature terdahulu yang mengindikasikan bahwa daya terap model

bersifat terbatas. Terbatasnya daya terap model dipengaruhi oleh karakteristik

individu yang menjadi responden atau sample dalam penelitian. Hal ini dapat

diketahui melalui penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Martin et al

(2007). Karena alasan itulah peneliti berusaha menerapkan model yang sama

(16)

commit to user

diterapkan pada sebuah objek penelitian sehingga menarik untuk diteliti.

Perbedaan karakteristik penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Martin et al

(2007) dengan keadaan yang berbeda pada objek penelitian ini menguji

kemampuan model yang diteliti dalam mencakup karakteristik yang lebih luas

sehingga dapat digeneralisasikan secara lebih luas pula.

Model yang dikembangkan dalam penelitian ini bertumpu pada tujuh

variabel yaitu kewajaran harga (price fairness), kepuasan konsumen (customer

satisfaction), kepercayaan (trust), kualitas pelayanan (service quality),

loyalitas (loyality), penerimaan harga (price acceptance). Pemilihan empat

model didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh (Martin et al) hal ini

dikarenakan terdapat isu yang diteliti yaitu mengenai price acceptance.

Persepsi harga oleh konsumen merupakan faktor penting yang

mempengaruhi seluruh kepuasan yang dialami oleh konsumen, kewajaran

harga (price fairness) dirasakan mendominasi dari kepuasan. Price fairness

telah digambarkan sebagai suatu hasil atau proses untuk menjangkau suatu

hasil yang layak, bisa diterima atau adil (Bolton et all, 2003). Kewajaran harga

merupakan bentuk dari keadilan yang didapatkan konsumen dari perusahaan

jasa transportasi.

Customer satisfaction adalah hasil dari suatu proses evaluasi setelah pembelian dan pemrbandingan, Oliver 1980. Menurut kotler (2003) secara

umum mendefinisikan kepuasan konsumen sebagai perasaan senang atau

kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap

(17)

commit to user

konsumen adalah respon terhadap evaluasi atau diskonfirmasi yang dirasakan

antara harapan sebelumnya (atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual

produk yang dirasakan setelah pemakainannya (Tjiptono 1996:146) .

Selanjutnya trust adalah faktor penting yang dapat mengatasi krisis dan

kesulitan antara rekan bisnis selain itu juga merupakan aset penting dalam

mengembangkan hubungan jangka panjang antar organisasi. Lau dan Lee

(1999) mendefinisikan sebagai kesediaan (willingness) seseorang untuk

menggantungkan dirinya pada pihak lain dengan resiko tertentu.

Loyalitas adalah komitmen mendalam untuk membeli kembali atau

berlangganan suatu produk atau jasa secara konsisten dimasa yang akan

datang sehingga dapat menyebabkan tindakan perpindahan merek (Oliver

1999,34).

Price acceptance dapat didefinisikan sebagai harga maksimum yang siap untuk dibayar pembeli produk dan jasa (Monroe,1990). Penerimaan harga

belum memiliki pengaruh yang sama dengan yang lain misalnya konsekuensi

dari kepuasan seperti niat pembelian kembali (Anderson dan Sullivan,1993).

Keanekaragaman harga tidak terdefinisikan dalam operasional dalam

penerimaan (Kalyanaram dan little,1994) referensi level harga dan

pengetahuan tentang harga subtansial memepengaruhi penerimaan suatu

produk yang diberikan kategori atau layanan (Lichtenstein,1988). Dalam hal

kisaran harga yang diterima adalah berbanding lurus dengan tingkat

(18)

commit to user

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul ”ANALISIS ANTESEDEN CUSTOMER

SATISFACTION PADA PRICE ACCEPTANCE” (Studi pada pengguna jasa transportasi penerbangan Lion air).

B. RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan

msalah penelitian ini adalah :

1. Apakah kewajaran harga berpengaruh positif pada kepuasan konsumen?

2. Apakah kewajaran harga berpengaruh pada loyalitas konsumen?

3. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh positif pada loyalitas konsumen?

4. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh positif pada kewajaran harga?

5. Apakah loyalitas konsumen berpengaruh positif pada penerimaan harga ?

6. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh positif pada loyalitas konsumen?

7. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh positif pada kepuasan konsumen?

8. Apakah kepuasan konsumen berpengaruh positif pada kepercayaan?

9. Apakah kepercayaan berpengaruh positif pada loyalitas konsumen?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian adalah

untuk menganalisis dan memperoleh informasi :

1. Mengetahui pengaruh kewajaran harga pada kepuasan konsumen

(19)

commit to user

3. Mengetahui pengaruh kewajaran harga pada loyalitas konsumen

4. Mengetahui pengaruh kepuasan konsumen pada kewajaran harga

5. Mengetahui pengaruh loyalitas konsumen pada penerimaan harga

6. Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan pada loyalitas konsumen

7. Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan pada kepuasan konsumen

8. Mengetahui pengaruh kepuasan konsumen pada kepercayaan

9. Mengetahui pengaruh kepercayaan pada loyalitas konsumen

D. ManfaatPenelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Pihak yang berkepentingan menggunakan penelitian ini adalah :

1. Bagi para akademisi

Penelitian ini menambah wawasan bagi yang berminat mendalami price

acceptance dan juga memberikan bukti tentang peran kepuasan, loyalitas

dan kewajaran harga terhadap price acceptance.

2. Bagi praktisi

Sebagai kontribusi kepada perusahaan penerbangan Lion air sebagai

perusahaan jasa transportasi udara untuk pedoman dalam mempertahankan

pelanggan dan peningkatan pelayanan kepada para pelanggan yang

(20)

commit to user

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Price Fairness (kewajaran harga)

Price fairness adalah persepsi konsumen dimana perbedaan antara harga yang diterima layak dibanding dengan yang lain,dapat dipertimbangkan

atau harga yang bisa diterima (K.Matzler et al 2007). Kewajaran harga telah

digambarkan sebagai suatu hasilatau proses untuk menjangkau suatu hasil

yang layak, bisa diterima atau adil (Bolton et al, 2003) dalam David Martin

Consuegra et al 2007) kewajaran harga melibatkan suatu perbandingan dari

harga produsen dengan suatu standart yang bersangkutan, acuan, norma. Ada

tiga” harga acuan”konsumen ketika menilai kewajaran harga (Bolton et al

2003) dalam (Martin ruiz et al 2008)Harga dimasa lalu

1. Harga yang diterapkan

2. Biaya harga yang diterapkan perusahaan

B. Customer satisfaction (kepuasan konsumen)

Kepuasan konsumen adalah respon terhadap evaluasi ketidaksesuaian

atau diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya (atau Norma

kinerja lainnya) dan kinerja actual produk yang dirasakan setelah

pemakaiannya (Tjiptono,1996:146). Dalam 4 dekade ini kepuasan merupakan

salah satu teori penting sebagai isu bagi para pemasar dan peneliti konsumen

(21)

commit to user

semua perasaaan postif atau negative mengenai nilai jasa yang diterima dari

penyedia jasa. perusahaan perlu memonitor dan meningkatkan tingkat

kepuasan pelanggan.

C. Trust (kepercayaan)

Lau dan Lee (1999) mendefinisikan sebagai kesediaan (willingness)

seseorang untuk menggantungkan dirinya pada pihak lain dengan resiko

tertentu . Anderson dan Narus dalam Aydin dan Ozer ( 2005) meekankan

bahwa kepercayaan terjadi ketika suatu kelompok percaya bahwa tindakan

kelompok yang lain akan memberikan hasil positif baginya .

Keyakinan atau kepercayaan adalah faktor penting yang dapat

mengatasi krisis dan kesulitan antara rekan bisnis selain itu juga merupakan

aset penting dalam mengembangkan hubungan jangka panjang antar

organisasi. Suatu organisasi harus mampu mengenali faktor yang dapat

membentuk kepercayaan agar dapat menciptakan, mengatur, memelihara,

menyokong dan mempertinggi

D. ServiceQuality (Kualitas pelayanan)

Kualitas pelayanan didefinisikan sebagai sebuah sikap atau keputusan

superprioritas suatu produk atau jasa (Parasuraman et al 1998 dalam Karsono,

2005) . Perusahaan yang dapat mengoptimalkan aspek kualitas pelayanan

(22)

commit to user

keuangan dan menarik konsumen dalam pasar yang semakin kompetitif

(Wang et al dalam Arasli, 2005)

Karakteristik unik jasa itu sendiri yang membedakan dengan produk

yang berupa barang diantaranya sebagai berikut (Kotler, 1996)

1. Intangibility

Jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud (intangible), tidak seperti

pada produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, diraba, didengar atau dicium

sebelum jasa dibeli .

2. Inseperability

Barang biasanya terlebih dahulu diproduksi kemudian dikonsumsi . Disisi

lain jasa umumnya dijual dahulu, baru kemudian diproduksi dan

dikonsumsi secara bersama sama .

3. Variability

Jasa merupakan bentuk komoditas yang tidak lama dan tidak bisa

disimpan .

Dimensi pelayanan kualitas

Penelitian yang dilakukan Parasuraman et al ( 1985 ) menjabarkan

kelima dimensi yang paling mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas

pelayanan . Dimensi Dimensi tersebut diantaranya sebagai berikut :

(23)

commit to user

2. Assurance, yaitu kemampuan penyedia jasa untuk membangkitkan rasa percaya dan keyakinan pada diri konsumen bahwa pihak penyedia jasa

terutama pegawainya mampu memenuhi kebutuhan konsumen .

3. Tangible, yaitu seluruh bentuk penampilan fisik dari penyedia jasa beserta personilnya .

4. Empathy, yaitu sejauh mana pemberi jasa dapat memberikan perhatian secara individual terhadap konsumen melalui komunikasi yang baik dan

keinginan yang tulus untuk mengerti konsumen .

5. Responsiveness, yaitu ketersediaan penyedia jasa untuk membantu konsumen serata memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan

kebutuhan konsumen .

E. CustomerLoyalty

Loyalitas Menurut Raman dalam (Bowen dan Chen, 2001); pelayanan

pelanggan yang loyal merupakan kekuatan yang fantastis pada rekomendasi

dan penyebaran word of mouth yang positif; dan ini merupkan iklan terbaik

bagi perusahaan. Menurut Bowen dan Chen (2001), loyalitas konsumen sulit

untuk didefinisikan.

Oliver (1997) mendefinisikan customer loyalty sebagai komitmen yang

secara mendalam dibentuk untuk membeli kembali atau berlangganan kembali

produk atau jasa secara konsisten di masa yang akan datang, meskipun

terdapat pengaruh situasional dan usaha pemasaran produk lain yang dapat

(24)

commit to user

Menurut Aaker (1996), loyalitas merupakan kesetiaan merek sebagai

suatu faktor penting dalam menetapkan nilai dari suatu merek. Nilai penting

dari merek, dapat meliputi kualitas, bentuk serta kegunaan dari barang dan

jasa yang ditawarkan dapat menjadi lebih baik dari pesaing. Secara umum

dikatakan bahwa loyalitas adalah salah satu cara dimana konsumen

mengekspresikan kepuasannya atas performa produk atau jasa yang

diterimanya (Bloemer dan Kasper, 1995). Terdapat aspek yang sangat penting

dari loyalitas pelanggan yang sering terabaikan atau jarang diukur. Aspek

yang dimaksud adalah hubungan emosional antara pelanggan yang loyal

dengan perusahaan. Pelanggan yang sangat loyal akan merasakan adanya

suatu ikatan emosional dengan perusahaan. Pelanggan yang loyal akan

memiliki sikap yang positif terhadap perusahaan, bahkan mereka akan

menceritakan pengalaman positifnya kepada orang lain (membuat

rekomendasi). Karena pelanggan yang loyal dapat menjadi media promosi

yang cukup efektif, maka penting bagi perusahaan untuk memberikan servis

yang baik kepada pelanggan agar tercipta image positif perusahaan dalam

benak pelanggan.

F. Price Acceptance

Price acceptance dapat didefinisikan sebagai harga maksimum dimana seorang pembeli bersedia untuk membayar suatu barang atau jasa (Monroe,

1990). Price Acceptance tidak menerima derajat yang sama dari atensi-atensi

(25)

commit to user

Repurchase Intentions (Anderson dan Sullivan, 1993). Meningkatnya

kepuasan konsumen dapat meningkatkan price acceptance dan sebagai

konsekuensinya, terjadi penurunan price sensitivity (Marshall, 1980).

Anderson (1996) telah meneliti apakah hubungan antara satisfaction dan Price

Acceptance adalah positif atau negative. Dari hasil penelitiannya ini

ditemukan hasil bahwa ada hubungan positif antara perubahan-perubahan

dalam customer satisfaction dan perubahan-perubahan pada Price Acceptance.

Monroe, 1973 dalam Martin et al (2007), mengemukakan bahwa

kisaran harga yang dapat diterima berbanding lurus dengan tingkat

penerimaan harga (price acceptance). Linchestenstein et al (1998) dalam

Karsono (2008) menegaskan bahwa para konsumen dengan tingkat daya beli

yang tinggi memiliki penerimaan harga (price acceptance) yang lebih mudah

daripada konsumen yang memiliki tingkat daya beli yang rendah.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi price acceptance range :

1. Variability in price 2. Reference price level 3. Frequency of purchase 4. Level of brand loyalty

G. Kerangka Penelitian

Menurut sekaran (2001) kerangka teoritis merupakan suatu model

konseptual yang menggambarkan atau menjelaskan bagaimana suatu teori atau

(26)

commit to user

sebagai masalah .kerangka teoritis dapat membantu menjelaskan hubungan

antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Dari tinjauan pustaka dan beberapa teori yang ada serta pemahaman

terhadap penelitian sebelumnya, maka dapat dikemukakan adalah :

Gambar 1. Rerangka penelitian

Seperti terlihat pada gambar 1 diatas. Rerangka penelitian ini

merupakan hasil penggabungan model penelitian kedalam sebuah model

terpadu. Dalam rerangka penelitian diatas menjelaskan adanya H1

menunjukan pengaruh price fairness pada customer satisfaction, H2

menjelaskan pengaruh customer satisfaction pada loyalty, H3 menjelaskan

pengaruh price fairness pada loyalty, H4 menjelaskan pengaruh customer

satisfaction pada price acceptance, H5 menjelaskan pengaruh loyalty pada

(27)

commit to user

menjelaskan pengaruh service quality pada customer satisfaction, H8

menjelaskan pengaruh customer satisfaction pada trust dan H9 menjelaskan

pengaruh trust pada loyalty.

H. Hipotestis

1. Pengaruh price fairness pada customer satisfaction

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Natalisa et al (2004 )

menyatakan kesesuaian harga dengan pelayanan yang diterima

memberikan pengaruh yang positif dan signifikan pada kepuasan

konsumen, Kepuasan dan kewajaran dari suatu produk dan jasa

dihubungkan melalui produk atau jasa itu sendiri. Riset sebelumnya pada

kepuasan menunjukkan bahwa ekuitas (contohnya persepsi dari kewajaran

harga) mempunyai suatu pengaruh yang utama pada kepuasan (Herman et

al, 2007) Dari dasar tersebut didapatkan H1.

H1. Price fairness berpengaruh pada customer satisfaction

2. Pengaruh customer satisfaction pada customer loyalty

Loyalitas ditunjukkan dengan perilaku pembelian berulang dan

rekomendasi kepada orang lain. Dalam upaya pembentukan loyalitas ini,

maka diperlukan tindakan aktif dari aktifitas pemasaran perusahaan.

Dalam studinya di Swedia, Fornell (1992) dalam Karsono (2005)

membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kualitas yang dirasakan

dengan kepuasan. Perusahaan perlu memonitor dan meningkatkan tingkat

(28)

commit to user

besar kemugkinan pelanggan tetap setia pada kita (kottler, 2003:49).

Cheng et al (2008) juga mengemukakan kesimpulan yang sama dimana

customer satisfaction berpengaruh pada customer loyalty. H2. customer satisfaction berpengaruh pada customer loyalty

3. Pengaruh price fairness pada loyalty

Price fairness berhubungan positif dengan customer loyalty . Kandampully et al (2000) berpendapat bahwa hubungan antara kepuasan

pelanggan dan loyalitas pelanggan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor,

termasuk jenis industri,beralih biaya,dan perbedaaan tingkat produk dalam

kategori. Martin Consequera el al (2007) dan Martin et al (2007)

menyatakan bahwa price fairness secara positif berpengaruh pada

customer loyalty .

H3. price fairness berpengaruh pada loyalty

4. Pengaruh customer satisfaction pada price acceptance

Marshall 1980 dalam Martin et al ( 2007) mengindikasikan bahwa

kelebihan harga yang akan dibayar oleh konsumen atas apa yang sunguh

konsumen bayar adalah ukuran ekonomi dari kelebihan kepuasan .

Akibatnya, hal ini nantinya dapat berarti bahwa konsumen memiliki

penerimaan harga yang lebih besar untuk produk produk atau jasa yang

memberikan kepuasan lebih besar . Menurut Anderson dalam Martin et al

(2007) meneliti apakah hubungan antara kepuasan dan penerimaan harga

adalah positif dan negative, serta mengukur derajat antara kedua konsep

(29)

commit to user

perubahan perubahan dalam kepuasan konsumen dengan perubahan dalam

penerimaan harga.

H4. customer satisfaction berpengaruh pada price acceptance

5. Pengaruh customer loyalty pada price acceptance

Customer loyalty yang tinggi membuat konsumen tetap berfokus pada manfaat produk daripada berfokus pada harga. Kalyanaram dan Little

(1994) dalam Martin dan Molina (2007) menyatakan bahwa konsumen

dengan rata-rata loyalitas yang lebih tinggi memiliki price acceptance

yang lebih tinggi daripada konsumen dengan loyalitas yang lebih rendah,.

Martin et al (2007) menemukan bahwa customer loyalty berpengaruh

positif terhadap price acceptance.

H5. customer loyalty berpengaruh pada price acceptance

6. Pengaruh service quality terhadap customer loyalty

Parasuraman et al (1998) menemukan hubungan yang positif dan

signifikan antara persepsi kualitas pelayanan dengan keinginan untuk

merekomendasikan kepada orang lain. Pemberian rekomendasi suatu

produk dari konsumen kepada orang lain merupakan pencerminan dari

tingginya loyalitas konsumen.

Aydin dan Ozer (2005) menemukan hubungan yang positif antara

service quality dengan repurchase intention dan recommendation, dimana

repurchase intention dan recommendation merupakan indikator dari

(30)

commit to user

telah menunjukan hubungan positif antara kualitas pelayanan dan niat

pembelian kembali, rekomendasi dan ketahanan terhadap alternative yang

lebih baik . Semua itu adalah niat perilaku dan merupakan loyalitas

pelanggan

H6. Service Quality berpengaruh pada customer loyalty

7. Pengaruh service quality terhadap customer satisfaction

Menurut parasuraman (1998) dalam Karsono (2005) menyatakan

bahwa semakin tinggi tingkat kualitas pelayanan yang dipersepsikan,

semakin meningkatnya kepuasan konsumen. Pernyataan tersebut

menegaskan bahwa ada hubungan positif yang erat antara kualitas

pelayanan (service quality) dengan kepuasan konsumen (customer

satisfaction).

Kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai evaluasi secara

keseluruhan pelanggan terhadap kinerja yang telah ditawarkan oleh

penyedia (Gustaffson et al, 2005) dalam Meng dan Elliot (2009) .

Penelitian telah menunjukan bahwa kepuasan pelanggan juga memiliki

komponenen efektif yang signifikan yang diciptakan memalui pembelian

ulang produk atau penggunaan layanan (Oliver 1999 dalam Meng dan

Elliot 2009) . Kepuasan pelanggan umumnya dianggap sebagai prasyarat

retensi pelanggan dan loyalitas serta peningkatan profitabilitas dan pangsa

pasar .

H7. Service Quality berpengaruh pada Customer Satisfaction

(31)

commit to user

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lau dan Lee (1999) bahwa

kepercayaan sebagai kesediaan (willingness) seseorang untuk

menggatungkan dirinya pada pihak lain dengan resiko

tertentu.Kepercayaan terhadap merek terbentuk dari pengalaman masa lalu

dan interaksi sebelumnya (Garbarino dan Jhonson,1999). Anderson dan

Narus dalam Aydin dan Ozer (2005)menekankan bahwa trust terjadi ketika

suatu kelompok merasa puas dan percaya bahwa tindakan kelompok yang

lain akan memberikan hasil yang positif baginya . Maka dari itu diajukan

hipotesis :

H8. Customer satisfaction berpengaruh pada trust

9. Pengaruh trust pada customer loyalty

Ganesan (1994) menemukan bahwa orientasi jangka panjang

dipengaruhi oleh sejauh mana kepercayaan pelanggan dan vendor "mitra

saluran". Setiap mitra berkemampuan untuk memberikan hasil positif

untuk yang lain dan membentuk komitmen dalam setiap hubungan.

Demikian pula, Ganesan (1994) mengusulkan bahwa komponen kunci dari

kepercayaan adalah sejauh mana pelanggan percaya bahwa vendor

memiliki niat dan motif yang bermanfaat bagi pelanggan dan berkaitan

dengan menciptakan hasil yang positif bagi pelanggan. Kepercayaan

adalah factor yang penting untuk meningkatkan loyalitas konsumen (

Fournier, 1998 dalam Aydin dan Ozer, 2005 )

(32)

commit to user

20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Ditinjau dari tujuannya, penelitian ini dikategorikan kedalam

penelitian pengujian hipotesis. Metode survei digunakan dalam penelitian ini,

yaitu suatu metode pengumpulan data primer dengan memberikan

pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu (Jogiyanto, 2004:115). Dilihat dari

hubungan antar variabelnya, penelitian ini merupakan penelitian kausal atau

sebab akibat, yaitu penelitian yang diadakan untuk menjelaskan hubungan

antar variabel, variabel yang satu menyebabkan atau menentukan nilai

variabel yang lain (Cooper Schindler, 2006: 154). Berdasarkan dimensi waktu,

penelitian ini dikategorikan kedalam penelitian cross sectional artinya hanya

mengambil data penelitian pada satu kurun waktu tertentu, mungkin selama

periode harian, mingguan atau bulanan dalam rangka menjawab pertanyaan

penelitian (Sekaran, 2003: 135). Unit analisis adalah individu, yaitu pengguna

jasa transportasi penerbangan Lion air. Pengukuran construct dalam penelitian

ini menggunakan skala interval, yaitu skala yang menyatakan kategori,

peringkat dan jarak construct yang diukur. Skala interval yang digunakan

(33)

commit to user B. Populasi, Sampel, Dan Teknik Sampling

1. Populasi

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari obyek atau unit analisis

yang karakteristiknya aka diteliti (Djarwanto, 2001). Populasi mengacu

pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, hal minat, yang ingin peneliti

investigasi (Sekaran, 2003:265). Populasi penelitian in adalah pengguna

jasa transportasi penerbangan Lion air .

2. Sampel

Sampel adalah suatu himpunan (subset) dari unit populasi

(Kuncoro, 2003). Ada beberapa alasan mengapa peneliti menggunakan

sebagian sampel untuk diteliti. Pertama, dalam praktek peneliti tidak

mungkin melakukan pengumpulan dan pengujian terhadap setiap elemen

populasi. Kedua, pengumpulan dan pengujian terhadap setiap elemen

populasi, akan memerlukan banyak waktu, biaya, dan orang yang

melaksanakan. Ketiga, penelitian terhadap sebagian elemen populasi,

kadang-kadang memberikan hasil yang lebih dapat dipercaya dan

kesalahan dalam pengumpulan data relatif lebih kecil, terutama jika

elemen-elemen terdiri atas banyak data. Keempat, pengujian terhadap

seluruh elemen populasi, dalam kasus tertentu tidak mungkin dilakukan

(Sekaran, 2000). Penelitian ini menggunakan model persamaan struktural

(Struktural Equation Modeling /SEM), maka menurut Hair et al (2006)

(34)

commit to user

menggunakan SEM adalah antara 100 – 200 atau ukuran sampel minimal

lima kali observasi untuk Estimated parameter .

Indicator dalam penelitian ini sebanyak 30 item, sehingga dengan

pertimbangan untuk mempermudah peneliti dan meminimalisir kerancuan

dalam mengisi kuesioner sehingga data yang dihasilkan akan lebih tepat

dan akurat perlu ditambahkan jumlah arah panah, yaitu (30 + 5)X 5 =185.

Maka sampel yang diambil sebanyak 185 responden.

C. TeknikSampling

Sampling merupakan proses peyeleksian sejumlah elemen dari

populasi, sehingga dengan mempelajari sampel dan mengerti karakter sampel,

dimungkinkan melakukan generalisasi karakter karakter elemen populasi

(sekaran, 2000). Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan

metode purposive sampling. Purposive sampling dilakukan dengan mengambil

sampel dari populasi berdasarkan kriteria tertentu (Jogiyanto, 2004). Kriteria

yang digunakan bedasarkan pertimbangan mengenai karakteristik populasi dan

tujuan penelitian ini. Dimana criteria yang digunakan dalam memilih sampel

adalah : pengguna jasa transportasi penerbangan Lion Air yang melakukan

(35)

commit to user

D. SkalaPengukuran Variabel Dan Definisi Operasional

1. Skala pengukuran

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data premier dalam

penelitian ini adalah kuesioner. Skala yang digunakan dalam penelitian ini

adalah skala itemized rating scale yaitu skala interval dengan rentang poin

satu sampai empat: Setuju (S), Cukup Setuju (CS),Kurang Setuju (KS),

Tidak Setuju (TS).

2. Definisi Operasional

Variabel penelitian

Variabel yang digunakan dalam peneliatian ini adalah:

 Variabel independen

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel

dependen (Nazir, 2005: 124). Variabel independen dalam penelitian ini

adalah :

Price fairness adalah persepsi konsumendimana perbedanaan

antara harga yang diterima . Konstruk ini diukur dengan menggunakan

empat ( 4 ) butir pertanyaan (Martin david et al, 2007). Indikator

pengukuranya yaitu : paid a fair price for the airline ticket (kewajaran

membayar tiket), the airline pricing policy as fair (kewajaran dalam

kebijakan harga), the airline pricing a policy as ethical ( keetisan dalam

kebijakan harga), the airline pricing policy as accepatable (penerimaan

(36)

commit to user

Customer Satisfaction adalah perasaan puas dari dalam diri

konsumen atas layanan yang telah diberikan oleh perusahaan .

Konstruk ini menggunakan empat (4) butir pertanyaan (Martin et al

2007). Indikator pengukuran yaitu: satisfaction (kepuasan) feel

different (perasaaan berbeda), purchase exactly decision (keputusan

pembelian yang tepat) dan selected right airline (kesesuaian memilih

pesawat) .

Customer loyalty adalah komitmen untuk membeli ulang

terhadap suatu produk atau jasa secara konsisten diwaktu akan datang .

Konstruk ini diukur dengan menggunakan empat (4) butir pertanyaan

(Martin et al, 2007) . Indikator pengukurannya yaitu : loyality

(loyalitas) commitment (komitmen) willingness to recommend

(keinginan untuk merekomendasikan), repurchase intention (minat

pembelian kembali).

Service quality adalah pelayanan yang diberikan ada tujuh (7)

butir petanyaan pengukuran yaitu: jangkauan wilayah, kualitas

pelayanan customer service, kualitas pelayanan tambahan, kualitas

pelayanan tiket, kualitas periklanan, kesesuaian iklan dengan layanan,

variabel kontrol .

Trust adalah kepercayaan terhadap penyedia jasa ada lima (5)

butir pengukuran yaitu kepercayaan, keyakinan pelayanan, percaya

sistem tarif, keyakinan hal sebenarnya, keyakinan memenuhi keinginan

(37)

commit to user

 Variabel dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh

variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah :

Price acceptance adalah penerimaan harga didasarkan pada teori

asimilasi – perbedaan .Dalam kategori tersebut rangsangan selanjutnya

dinilai dalam kaitannya dengan skala acuan dan hal ini memberikan

dasar untuk perbandingan dan evaluasi, Konstruk ini diukur dengan

empat (4) butir pertanyaan (Martin et al 2007) .Indikator

pengukurannya yaitu willing to pay more (membayar lebih banyak),

reference price level (referensi tingkat harga) accept change in price

(penerimaan perubahan harga) dan good knowledge of price

distribution in the airline industry (pengetahuan distribusi harga) .

Skala yang digunakan dalam penelitian ini skala itemized rating

scale yaitu skala interval dengan rentang poin satu sampai empat (setuju,

cukup setuju, kurang setuju dan tidak setuju) .

E. SumberData

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer .

data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu

organisasi atau perorangan langsung dari obyeknya. Data primer mengacu

pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang

(38)

commit to user

Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dari jawaban responden yang

didapat melalui pembagian dan pengisian kuesioner oleh para responden

F. MetodePengumpulan Data

Data yang diolah dalam rangka pengujian hipotesis berupa data primer

yang diperoleh dari hasil tanggapan responden atas daftar pertanyaan

(kuesioner) yang bersifat tertutup yang disebarkan kepada responden. Tahap

pertama peneliti menyebar 30 kuesioner guna pengujian pendahuluan

(pretest), tujuan dari pretest adalah confirmatory kuesioner, alat analisis untuk

pretest adalah Faktor Analisis. Setelah kuesioner dinyatakan valid dan reliabel,

kuesioner tersebut dinyatakan layak untuk disebarkan pada sampel besar.

Metode pengumpulan data kuesioner pada penelitian ini adalah dengan

menggunakan metode personnally administrated qustonnaires, yaitu peneliti

menyampaikan sendiri kuesioner kepada responden dan mengambil sendiri

kuesioner yang telah diisi oleh responden, tujuan utamanya supaya tingkat

pengembalian kuesioner dapat terjaga didalam periode waktu yang relatif

pendek (Sekaran, 2003: 236)

G. PengujianInstrumen Penelitian

1. Uji Validitas

Pengujian validitas item-item pertanyaan dalam kuesioner

bertujuan untuk mengetahui apakah item-item tersebut benar-benar

(39)

commit to user

tepat. Butir-butir pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini

direplikasi dari kuesioner jurnal yang digunakan dalam penelitian ini dan

dipadukan dengan penjabaran atas definisi teoritis dari variabel yang

digunakan dalam penelitian ini. Hal ini memberikan dukungan bahwa

butir-butir pengukuran yang dijadikan indikator konstruk terbukti

memiliki validitas isi (content validity) yaitu butir-butir pengukuran

tersebut merupakan alat ukur yang mencukupi dan representative yang

telah sesuai dengan konsep teoritis (Cooper dan Schindler, 2006: 318).

Dengan kata lain, dapat dikemukakan bahwa indikator-indikator

pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini telah divalidasi oleh

beberapa peneliti sebelumnya. Namun karena perbedaan setting penelitian,

waktu, dan objek penelitian, peneliti merasa perlu untuk mengadakan

pengujian ulang atas validitas instrument penelitian ini.

Dikarenakan syarat untuk dapat menganalisis model dengan SEM,

indikator masing-masing konstruk harus memiliki loading factor yang

signifikan terhadap konstruk yang diukur maka dalam penelitian ini

pengujian validitas instrument yang digunakan adalah Confirmatory

Factor Analisys (CFA) dengan bantuan SPSS FOR WINDOWS versi 12,

dimana setiap item pertanyaan harus mempunyai factor loading yang lebih

(40)

commit to user

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsistensi

terhadap instrumen-instrumen yang mengukur konsep. Reliabilitas

merupakan syarat untuk tercapainya validitas suatu kuesioner dngan tujuan

tertentu. Untuk menguji reliabilitas digunakan Cronbach Alpha dengan

bantuan SPSS FOR WINDOWS versi 12. Hair et al. (1998:118)

menyatakan bahwa nilai Cronbach Alpha dapat dikatakan reliable (andal)

apabila nilainya > 0,70.

Indikator pengukuran reliabilitas menurut Sekaran (2000: 312)

yang membagi tingkatan reliabilitas dengan kriteria sebagai berikut:

Jika alpha atau r hitung:

1. 0,8-1,0 = Reliabilitas baik

2. 0,6-0,799 = Reliabilitas diterima

3. kurang dari 0,6 = Reliabilitas kurang baik

3. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

Structural Equation Modelling (SEM). SEM merupakan teknik

multivariate yang mengkombinasikan aspek regresi berganda dan analisis

faktor untuk mengestimasi serangkaian hubungan ketergantungan secara

simultan (Hair et. al, 1998). Pengujian hipotesis dilakukan dengan

menggunakan program AMOS versi 4 untuk menganalisis hubungan

(41)

commit to user H. Estimasi Dan Pengujian Model Struktural

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seblum melakukan

pengujian model struktural dengan pendekatan SEM, yaitu :

1. Asumsi Kecukupan Sampel

Sampel yang harus dipenuhi dalam permodelan ini berjumlah 100

hingga 200 sampel atau 5 kali estimated parameter yang digunakan (Hair

et al, 1998) . Maksimum likehpoosd (ML) akan menghasilkan estimasi

parameter valid,efisien dan reliable apabila data yang digunakan adalah

multivariate normaly dan akan robust (tidak terpengaruh) terhadap

penyimpangan multivariate normaly yang sedang /moderate (Ghozali dan

Fuad , 2005:35)

2. Asumsi Normalitas

Dalam SEM terutama bila diestimasi dengan tehnik maximum

likelihood mensyaratkan sebaiknya asumsi normalitas pada data

terpenuhi.. Untuk menguji asumsi normalitas maka digunakan nilai z

statistik untuk skewness dan kurtosisnya.

Curran et al., dalam Ghozali dan Fuad (2005) membagi distribusi

data menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Normal jika nilai skewness kurang dari 2 dan nilai kurtosis kurang

dari 7.

b. Moderately non-normal, yaitu besarnya data yang tidak normal adalah

sedang. Nilai skewness antara 2 sampai 3 dan nilai kurtosis antara 7

(42)

commit to user

c. Extremely non-normal, yaitu distribusi data yang tidak normal sangat

besar dimana nilai skewness diatas 3 dan nilai kurtosis diatas 21.

3. Asumsi Outliers

Outliers adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik

unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan

muncul dalam bentuk nilai ekstrim, baik untuk sebuah variabel tunggal

atau variabel kombinasi (Hair et al. dalam Ferdinand, 2002:97). Dalam

analisis multivariate adanya outliers dapat diuji dengan statistik Chi

Square (x2) terhadap nilai mahalanobis distance square pada tingkat

signifikansi 0,001 dengan degree of freedom sejumlah variabel yang

digunakan dalam penelitian (Ferdinand, 2002: 103), dalam hal ini variabel

yang dimaksud adalah jumlah item pengukuran pada model, bila terdapat

observasi yang mempunyai nilai mahalanobis distance square yang lebih

besar dari Chi Square maka observasi tersebut dikeluarkan dari analisis.

Umumnya perlakuan terhadap outliers adalah dengan mengeluarkannya

dari data dan tidak diikutsertakan dalam perhitungan berikutnya. Bila tidak

terdapat alasan khusus untuk mengeluarkan outliers, maka observasi dapat

diikutsertakan dalam analisis selanjutnya. Evaluasi outliers ini dilakukan

dengan bantuan program komputer AMOS 4.01.

4. Evaluasi Atas Kriteria Goodness Of Fit

Dalam analisis SEM, tidak ada alat uji statistik tunggal untuk

(43)

commit to user

index yang digunakan untuk mengukur derajat kesesuaian antara model

yang disajikan dan data yang disajikan. Fit index yang digunakan meliputi:

a. Chi Square

Tujuan analisis ini adalah mengembangkan dan menguji

apakah sebuah model yang sesuai dengan data. Chi square sangat

bersifat sensitif terhadap sampel yang terlalu kecil maupun yang terlalu

besar. Oleh karenanya pengujian ini perlu dilengkapi dengan alat uji

lainnya. Nilai Chi-squares merupakan ukuran mengenai buruknya fit

suatu model (Ghozali dan Fuad, 2005 : 29).

b. Goodness Of Fit Index (GFI)

Indeks yang menggambarkan tingkat kesesuaian model secara

keseluruhan yang dihitung dari residual kuadrat dari model yang

diprediksi dibandingkan data yang sebenarnya. Nilai GFI ≥ 0,90

mengisyaratkan model yang diuji memiliki kesesuaian yang baik.

c. Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA)

RMSEA merupakan ukuran yang mencoba memperbaiki

kecenderungan statistic chi square menolak model dengan jumlah

sampel yang besar. Nilai RMSEA antara 0.05 dan 0,08

mengindikasikan indeks yang baik untuk menerima kesesuaian sebuah

model (Ghozali, 2005:24).

d. Adjusted Goodness Fit Of Index (AGFI)

Indeks ini merupakan pengembangan dari Goodness Fit Of

(44)

commit to user

freedom model (Ghozali dan Fuad, 2005:31). Analog dengan R2 pada

regresi berganda. Nilai yang direkomendasikan adalah AGFI ≥ 0,90,

semakin besar nilai AGFI maka semakin baik kesesuaian yang dimiliki

model

e. Tucker Lewis Index (TLI)

TLI merupakan indeks kesesuaian incremental yang

membandingkan model yang diuji dengan baseline model. TLI

digunakan untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat

kompleksitas model (Ghozali dan Fuad, 20005:34). Nilai penerimaan

yang direkomendasikan adalah nilai TLI ≥ 0,90. TLI merupakan

indeks yang kurang dipengaruhi oleh ukuran sampel.

f. Normed Fit Index (NFI)

Indeks ini juga merupakan ukuran perbandingan antara

proposed model dan null model (Ghozali, 2005: 25). Nilai yang

direkomendasikan adalah NFI ≥ 0,90.

g. Comparative Fit Index ( CFI)

CFI juga merupakan indeks kesesuaian incremental. Besaran

indeks ini adalah dalam rentang 0 sampai 1 dan nilai yang mendekati 1

mengindikasikan model memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Indeks

ini sangat dianjurkan untuk dipakai karena indeks ini relatif tidak

sensitif terhadap besarnya sampel dan kurang dipengaruhi oleh

kerumitan model. Nilai penerimaan yang direkomendasikan adalah

(45)

commit to user

h. Normed Chi Square ( CMIN/DF)

CMIN/DF adalah ukuran yang diperoleh dari nilai chi square

dibagi dengan degree of freedom. Indeks ini merupakan indeks

kesesuaian parsimonious yang mengukur hubungan goodness of fit

model dan jumlah-jumlah koefisien estimasi yang diharapkan untuk

(46)

commit to user

34

BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Objek Penelitian

Objek penelitian skripsi ini adalah LION AIR sebagai salah satu

persahaan penerbangan di Indonesia. LION AIR adalah armada penerbangan

yang didirikan pada oktober 1999 dan mulai beroperasai pada 30 juni 2000.

Kantor pusat LION AIR berada di Lion tower jl.Gajah mada no 7 Jakarta

pusat. Awalnya LION AIR hanya melayani penerbangan domestik. Kini LION

AIR sudah melayani penerbangan manca negara antara lain Malaysia,

Singapura, Vietnam dan negara negara lainnya. Nama LION AIR makin

sering terdengar dan telah menjadi salah satu armada penerbangan terbaik

diindonesia . Seiring perkembangannnya LION AIR senantiasa memberikan

fasilitas yang terbaik bagi para penumpangnnya . Pada waktu waktu tertentu

misalnya libur sekolah, LION AIR sering memberikan travel promo dengan

tiket promo dengan tiket murah ke kota kota yang ada di Indonesia.

B. AnalisisDeskriptifResponden

Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik dan

tanggapan responden terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner yang

diberikan. Prosedur pencarian data dengan melakukan penyebaran kuesioner

kepada 265 orang responden. Dari 265 kuesioner yang disebar kepada

(47)

commit to user

cacat, rusak dan tidak sesuai dengan alur penelitian. Dari 243 kuesioner yang

kembali 185 digunakan sebagai sampel guna memenuhi criteria alat uji yaitu

SEM.

1. Karakteristik Responden

Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini harus

memiliki karakteristik :

a. Orang yang pernah menggunakan jasa penerbangan LION AIR,

b. Setiap responden mempunyai kesempatan sekali dalam pengisian

kuesioner,

c. Setiap responden bebas menerima atau menolak survei dan tidak ada

ikatan kekerabatan, intimidasi atau hadiah-hadiah dalam bentuk

apapun yang dapat menurunkan derajad keyakinan terhadap kualitas

data yang diperoleh.

Gambaran umum responden dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel IV.1

Distribusi Frekuensi Responden

Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Pria 103 55,67 %

Wanita 82 44,33 %

Jumlah 185 100 %

Sumber : Data Primer diolah, 2011

Berdasarkan Tabel IV.1 dapat diketahui bahwa dari 185 responden,

(48)

commit to user

responden berjenis kelamin wanita, seh ingga sampel terbanyak adalah

pria.

TabelIV.2

Deskripsi Responden

Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase

17-20 23 12,4 %

Berdasarkan Tabel IV.2 di atas dapat diketahui jumlah responden

dengan usia antara 17-20 tahun, terdapat 23 orang atau 12,4 %, 21-25

tahun sebanyak 39 orang atau 21,1 %, 26-30 tahun sebanyak 61 orangatau

33 %, dan usia di atas 30 tahun sebanyak 62 orang atau 33,5 %. Dengan

demikian diketahui bahwa responden terbanyak adalah usia antara di atas

30 tahun.

TabelIV.3

Deskripsi Responden

Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Frekuensi Persentase

SLTA 96 51,9 %

S1 77 41,6 %

S2 12 6,5 %

Jumlah 185 100 %

(49)

commit to user

Berdasarkan Tabel IV.3 dapat diketahui bahwa responden dengan

pendidikan terakhir SLTA sebanyak 96 orang atau 51,9 %, S1 sebanyak

77 orang atau 41,6 %, S2 sebanyak 12 orang atau 6,5 %,. Dengan

demikian diketahui bahwa responden terbanyak adalah dengan pendidikan

terakhir SLTA.

Tabel IV.5

Deskripsi Responden

Berdasarkan Frekuensi penggunaan Jasa penerbangan

LION AIR

Berdasarkan Tabel IV.5 dapat diketahui bahwa responden dengan

frekuensi penggunaan jasa penerbangan LION AIR sebanyak 2 (dua) kali

dalam 1(satu) bulan terakhir sebanyak 57 orang atau 30,8 %, 3 (tiga) kali

dalam 1 (satu) bulan terakhir sebanyak 49 orang atau 26,5 %, > 3(tiga) kali

dalam 1 (satu) bulan terakhir sebanyak 79 orang atau 42,7 %. Dengan

demikian diketahui bahwa frekuensi responden yang terbanyak dalam

penggunaan jasa penerbangan LION AIR adalah sebanyak > 3 (tiga) kali

(50)

commit to user

Tabel IV.6

Deskripsi Responden

Berdasarkan Lama Penggunaan LION AIR

Lama Penggunaan Frekuensi Persentase

1-2 Bulan 32 17,3 %

2-6 Bulan 16 8,6 %

6-1Tahun 87 47,1 %

>1 tahun 50 27 %

Jumlah 185 100 %

Sumber : Data Primer diolah, 2011

Berdasarkan Tabel IV.6 dapat diketahui bahwa responden dengan

lama penggunaan jasa penerbangan LION AIR selama 1-2 bulan sebanyak

32 orang atau 17,3%, 2-6 bulan sebanyak 16 orang atau 8,6 %, 6 bulan -

12 bulan sebanyak 87 orang atau 47,1 %. > 1 tahun sebanyak 50 orang

atau 27 %. Dengan demikian diketahui bahwa lama berlangganan

responden yang terbanyak dalam penggunaan jasa penerbangan LION AIR

adalah 6 bulan – 1 tahun.

2. Tanggapan Responden

Tanggapan responden terhadap kuesioner yang diberikan peneliti

nampak pada jawaban responden. Dalam analisis ini akan diuraikan

mengenai kecenderungan pendapat dan tanggapan dari pengguna jasa

penerbangan LION AIR selaku responden dalam penelitian ini.

Pernyataan-pernyataan responden mengenai variabel penelitian dapat

(51)

commit to user

dan pernyataan ini membentuk skala Likert, dimana skala Likert ini dapat

digunakan untuk mengukur sikap.

3. Hasil Faktor Analisis

a. Uji Validitas

Uji Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian

mengukur apa yang seharusnya diukur (Jogiyanto, 2004). Dikarenakan

konstruk yang hendak diuji merupakan pengujian kembali dari

penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dimana pada penelitian

sebelumnya telah berhasil mengidentifikasi faktor-faktor yang

membentuk konstruk maka dalam penelitian ini teknik analisis yang

dipakai dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA),

dengan bantuan paket perangkat lunak program SPSS 12.0 for

Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua item pertanyaan

dinyatakan valid, karena setiap item pertanyaan yang menjadi indikator

masing-masing variabel telah ekstrak secara sempurna dan mempunyai

factor loading ≥ 0,50, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di

(52)

commit to user

Extraction Method: Principal Component Analy sis. Rotation Method: Varimax wit h Kaiser Normalization.

(53)

commit to user b. Uji Reliabilitas

Setelah pengujian validitas, maka tahap selanjutnya adalah

pengujian reliabilitas yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi

item-item pertanyaan yang digunakan. Untuk mengukur reliabilitas

dari instrument penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

koefisien Cronbach Alpha. Nilai Cronbach Alpha antara 0,80 – 1,0

dikategorikan reliabilitas baik, nilai 0,60 – 0,79 dikategorikan

reliabilitasnya dapat diterima, nilai ≤ 0,60 dikategorikan reliabilitasnya

buruk (Sekaran, 2000). Dari hasil pengujian reliabilitas variabel

dengan menggunakan bantuan program SPSS 12.00 for Windows

didapatkan nilai Cronbach Alpha masing-masing variabel sebagai

berikut:

Price Fairness 0,814 Baik

Trust 0,757 Diterima

Customer Satisfaction 0,773 Diterima

Customer Loyalty 0,851 Baik

Price Acceptance 0,713 Diterima

Sumber: Data primer 2009 yang diolah

Dari tabel IV.11 dapat diketahui bahwa variabel service quality

koefisien Cronbach Alpha menunjukkan nilai 0,857 yang termasuk

(54)

commit to user

variabel tersebut dikatakan baik, yang berarti variabel service quality

memiliki kemampuan konsistensi sebesar 85,7% apabila dilakukan

pengukuran ulang.

Untuk variabel Price Fairness koefisien Cronbach Alpha

menunjukkan nilai 0,814 yang termasuk dalam kategori 0,8-1,0 yang

menurut Sekaran (2000) reliabilitas variabel tersebut dikatakan baik,

yang berarti variabel Price Fairness memiliki kemampuan konsistensi

sebesar 81,4% apabila dilakukan pengukuran ulang.

Untuk variabel Trust koefisien Cronbach Alpha menunjukkan

nilai 0,757 yang termasuk dalam kategori 0,6-0,79 yang menurut

Sekaran (2000) reliabilitas variabel tersebut dikatakan diterims, yang

berarti variabel Trust memiliki kemampuan konsistensi sebesar 75,7%

apabila dilakukan pengukuran ulang.

Untuk variabel Customer Satisfaction koefisien Cronbach

Alpha menunjukkan nilai 0,773 yang termasuk dalam kategori 0,6-0,79

yang menurut Sekaran (2000) reliabilitas variabel tersebut dikatakan

diterima, yang berarti variabel Customer Satisfaction memiliki

kemampuan konsistensi sebesar 77,3% apabila dilakukan pengukuran

ulang.

Untuk variabel Customer Loyalty koefisien Cronbach Alpha

menunjukkan nilai 0,851 yang termasuk dalam kategori 0,8-1,0 yang

(55)

commit to user

diterima, yang berarti variabel Customer Loyalty memiliki kemampuan

konsistensi sebesar 77,3% apabila dilakukan pengukuran ulang.

Untuk variabel Price Acceptance koefisien Cronbach Alpha

menunjukkan nilai 0,713 yang termasuk dalam kategori 0,6-0,79 yang

menurut Sekaran (2000) reliabilitas variabel tersebut dikatakan

diterima, yang berarti variabel Price Acceptance memiliki kemampuan

konsistensi sebesar 71,3% apabila dilakukan pengukuran ulang.

c. Uji Asumsi Model

1) Normalitas Data

Normalitas univariate dan multivariate terhadap data yang

digunakan dalam analisis ini diuji dengan menggunakan AMOS 4.00.

(56)

commit to user

Evaluasi normalitas diidentifikasi baik secara univariate

maupun multivariate. Secara univariate untuk nilai-nilai dalam C.r

skewness, lima item pertanyaan menunjukkan nilai > 2. Sedangkan

untuk nilai-nilai dalam C.r kurtosis, semua item pertanyaan

menunjukkan nilai < 7. Dengan demikian secara univariate tidak

terdistribusi secara normal. Nilai yang tertera di pojok kanan bawah

(57)

commit to user

terdistribusi normal secara multivariate dengan nilai C.R kurtosis 6,76.

Analisis terhadap data tidak normal dapat mengakibatkan pembiasan

interpretasi karena nilai chi-square hasil analisis cenderung meningkat

sehingga nilai probability level akan mengecil. Namun demikian,

menurut Hair et al. (1998) ukuran sampel yang besar cenderung untuk

mengurangi efek yang merugikan (distorsi hasil analisis) dari

non-normalitas data yang akan dianalisis. Disamping itu, teknik Maximum

Likelihood Estimates (MLE) yang digunakan dalam penelitian ini

tidak terlalu terpengaruh (robust) terhadap data yang tidak normal

(Ghozali dan Fuad, 2005) sehingga analisis selanjutnya masih dapat

dilakukan.

2) Evaluasi Outliers

Uji terhadap multivariate outliers dilakukan dengan

menggunakan kriteria Jarak Mahalanobis pada tingkat p < 0,001. Jarak

Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan 2 pada derajat bebas

sebesar jumlah variabel indikator yang digunakan dalam penelitian

(Ferdinand, 2002). Jika dalam penelitian ini digunakan 33 variabel

indikator, semua kasus yang mempunyai Jarak Mahalanobis lebih

besar dari 2 (33, 0.001) = 63,87 adalah multivariate outlier. Tabel

(58)

commit to user

Jarak Mahalanobis Data Penelitian

Observation Mahalanobis

pada nomor observasi 174, karena semua observasi memiliki jarak

mahalanobis > 67,214. Sedangkan yang lain masuk kedalam data yang

tidak outlier karena berada memiliki jarak mahalanobis < 67,214.

Apabila mempertimbangkan bahwa nilai ekstrim tersebut dapat

dideteksi dari adanya perbedaan (lonjakan) nilai mahalanobis distance

yang cukup besar maka nilai yang dianggap outliers hanya sebanyak

satu yaitu observasi nomor 174. Dengan demikian, nilai outliers tidak

akan dikeluarkan dari analisis. Pada akhirnya, outliers diputuskan

untuk tidak dibuang mengingat jika outliers tersebut dikeluarkan dari

analisis maka nilai goodness of fit-nya justru akan mengalami

penurunan sehingga membuang 1 outliers dianggap bukan merupakan

pilihan yang tepat. Dengan demikian jumlah sampel yang akan

Gambar

GAMBAR
gambar menghubungkan antara beberapa factor yang telah diidentifikasi commit to user
Gambar 1. Rerangka penelitian
Tabel IV.1
+6

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Product Quality, Service Quality dan Price Fairness terhadap Customer Loyalty : Customer Satisfaction sebagai variable

Fourth Hypothesis Testing Furthermore, based on the SEM result, it is obtianed the CR value of perceived price on customer satisfaction of 2.398 is also greater than the value of

Functional relationship between price and patient satisfaction can be seen in the equation : Ŷ=58,581+0,565X The equation above shows that the price has a positive effect on

70 Effect of Customer Satisfaction, Marketing Mix, and Price in Astana Anyar Market Bandung Akhmad Baidun1, Rebecha Prananta2, Muhammad Ade Kurnia Harahap3, Muhammad Yusuf4

Table 12 Hypothesis Testing Result No Hypothesis Relationship Variable Coefficient T- Values Hypotheses testing result 1 Price positively influence customer satisfaction 0.126 0.917

Hypothesis Testing Results Hypothesis Coefficient  p- value Conclusion Decision H1:There is a positive effect of service quality toward customer satisfaction 0.772 0.000

The Role of Customer Satisfaction as a Mediation of Service Quality on Brand Switching DISCUSSION Price and Brand Switching The analysis result referred to the fact that the

Simultaneously the product, price, location, and store atmosphere variables together or simultaneously have a positive and significant effect on customer satisfaction at Warkop Markas