Peran Al Qur’an dalam Pengislamisasian Bahasa Arab
Rahmat Hidayat Zakaria
! "# $ % &'() $ %" *(+,-./0/.(1
“ " 2 3 3 4 $ % 3 3 !
3 3 ! 3
3 $ % 3 3 3 $ %
3 $ 5 $ $
3 $ 3 $
3 ” (Syed Muhammad Naquib al Attas, Islam and Secularism, 1993, 44).
tanah Arab, bahasa Arab akhirnya mengalami proses perubahan yang sangat drastis. (SMN Al Attas, The Concept of Education in Islam, 1999, 8 9).
Islamisasi bahasa telah dilakukan ketika pertama kali al Qur’an diwahyukan. Islamisasi tersebut akhirnya mempengaruhi Islamisasi pemikiran dan akal. Islamisasi bahasa Arab dengan tuntunan Allah dan wahyu, telah mengubah kedudukan bahasa Arab menjadi satu satunya bahasa yang masih hidup di antara bahasa bahasa manusia. Ia telah menjadikan bahasa Arab terpelihara dari perubahan serta tetap hidup dan kekal sebagai bahasa yang baku. Setiap makna dari perkataan perkataan tersebut ditentukan oleh perbendaharaan kata semantik dari al Qur’an, dan bukan ditentukan oleh perubahan sosial (Islam and Secularism, 46).
Berikut ini akan dijelaskan beberapa peran al Qur’an ketika mengislamisasi bahasa Arab:
Menambah perbendaharaan kata Arab. Seperti kata munafiq. Sebelum kedatangan Islam, kata tersebut belum dikenal. Tetapi setelah Islam datang, munafiq mempunyai definisi tersendiri , yaitu orang yang mengaku Islam tetapi hatinya tetap kafir kepada Allah SWT.
Memperluas pengertian beberapa perkataan Arab. Pada zaman jahiliyah, banyak kata kata yang kemudian diubah maknanya oleh Islam. Seperti kata mu’min yang berarti aman, muslim berarti tunduk, dan shalat berarti doa. Setelah Islam datang, kata kata tersebut tidak lagi menunjukkan pengertiannya dari segi bahasa. Mu’min menjadi orang yang percaya kepada Allah SWT dan semua perkara perkara yang wajib dipercayai, muslim telah menjadi orang yang tunduk atau taat kepada perintah Allah SWT (menunaikan segala perintahNya dan menjauhi segala yang dilarangNya), serta shalat menjadi ibadah kepada Allah SWT, dimulai dari takbiratul ihram dan ditutup dengan salam.
3.Menyatukan pelbagai dialek kabilah (tribe) Arab.
Kaum Qudha‘ah mengubah huruf (ي) menjadi (ج). Seperti ungkapan penyair berikut ini:
(Biarkanlah ‘Uwaif dan Abu Ali memberi makan daging di malam hari) Kata ( ) sebenarnya ( ), demikian juga ( ) maksudnya ( ).
Kaum Himyar mengubah ‘al’ al ma‘rifah menjadi (مأ) di awal perkataan, seperti kalimat berikut: ؟ر أ م أر أن أ Sebenarnya yang dimaksud dari rangkaian kalimat di atas adalah
لھ
Dan yang terakhir adalah kabilah Hudai, mereka mengubah huruf (ح) menjadi (ع). Seperti ucapan mereka: ل# ا " ل أ . Padahal sebenarnya yang mereka maksud adalah ل# ا " ل أ (Allah telah menghalalkan yang halal). Ucapan ucapan mereka terkadang jarang didengar dan menyusahkan lidah ketika mengucapkannya. Namun, perkataan tersebut sedikit demi sedikit hilang seiring dengan datangnya Islam dan ditukar dengan bahasa dan penyebutan yang mudah sebagaimana terdapat di dalam al Qur’an
4. Al Qur’an membantu penyebaran bahasa Arab ke seluruh dunia (khususnya negara negara Islam). Tanpa disadari, bahasa Arab (bahasa al Qur’an) banyak digunakan dalam aktivitas kita sehari hari. Pengaruhnya disebabkan oleh meresapnya bahasa ini ke dalam jiwa kita dan umat Islam, seolah olah bahasa ini menjadi bagian dari bahasa kita sendiri. Seperti kata yakin, ilmu, beriman, bertaqwa, adil, adab, haq, batil, musyawarah, wakil, hikmah, faham, fikir, syair, ibarat, kursi, sultan, garis khatulistiwa, aman, nama nama hari dalam seminggu dan seterusnya. (lihat ed. Mohd Radzi Othman dkk, Warisan al Qur’an: Sosiobudaya, 2009, 110 15).