• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA MAHASISWA INTEGRASI MATA KULIAH DENGAN NILAI-NILAI ISLAM (STUDENT CENTERED LEARNING)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA MAHASISWA INTEGRASI MATA KULIAH DENGAN NILAI-NILAI ISLAM (STUDENT CENTERED LEARNING)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT

PADA MAHASISWA

INTEGRASI MATA KULIAH DENGAN

NILAI-NILAI ISLAM

(STUDENT CENTERED LEARNING)

Kompleks Masjid Agung Al Azhar Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru

Jakarta Selatan 12110

(2)

KATA PENGANTAR

Dalam Visi Misi UAI dituntut menjadi Universitas terkemuka dalam membentuk manusia unggul dan bermartabat yang memiliki kemampuan intelektual berdasarkan nilai spiritual, moral dan etika islam. Untuk itu dalam pelaksanaan program pembelajaran, UAI mempunyai keunikan-keunikan yang diciptakan sehingga visi tersebut dapat tercapai.

UAI mempunyai tujuh elemen dasar sebagai dasar pembinaan kompetensi mahasiswa; UAI juga sebagai Enterprising University dengan tiga pilar (3 E) yang dimiliki yaitu sistem pendidikan yang excellent; sistem nilai yang adil “Equity” dan sistem korporat yang bersifat wirausaha (Entrepreneurial). Disamping itu sebagai universitas yang berasaskan islam, UAI juga dituntut memberi materi pembentukan karakter sehingga lulusan dan seluruh civitas akademika berprilaku islami. Sehingga nilai-nilai dasar (core value islam UAI) harus diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran pada perkuliahan program studi.

Keunikan-keunikan merupakan keunggulan pembelajaran di UAI yang dimasukkan ke dalam kurikulum Prodi yang sekaligus dilaksanakan dalam pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran dengan keunikan-keunikan tersebut perlu dibuatkan pedoman yang menunjang keberhasilan pembelajaran yang mana proses pembelajaran di UAI adalah berbentuk pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning).

Mudah-mudahan pedoman ini bermanfaat dalam pengembangan Universitas Al Azhar Indonesia.

Jakarta, 10 November 2013 Wakil Rektor I (Bidang APSP)

(3)

DAFTAR ISI

I PENDAHULUAN ……… 1

II PENGERTIAN STUDENT CENTERED LEARNING ... 1 III PRINSIP PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA

MAHASISWA (STUDENT CENTERED LEARNING) ………

5

IV PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI ………

6

V MODEL PEMBELAJARAN DAN PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI ISLAM KEDALAM MATA KULAIH DALAM STUDENT CENTERED LEARNING…..

7

VI METODE DAN PROSES PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING ………...

11

VII BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN WORK SHEET ”LEMBARAN

KERJA” ...

(4)

PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA

MAHASISWA DAN INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM

(STUDENT CENTERED LEARNING)

DI UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA

I . PENDAHULUAN

UAI sebagai salah satu universitas yang merupakan Entreprising University

yang berazaskan Islam dengan beberapa kekhususan atau ciri khusus sehingga

program Tridharma PT nya pun perlu disesuaikan terutama dalam pelaksanaan

pembelajaran. UAI dengan 7 elemen dasarnya (Nilai-nilai Islam; TIK;

Manajemen; Kepemimpinan: Kerja sama; Wirausaha,dan Bahasa asing)

merupakan Mata kuliah wajib bagi seluruh Mahasiswa dan harus lulus

minimum B. Untuk memberikan bekal ke pribadian Islami bagi lulusannya

maka materi Mata Kuliah dalam Ke islaman (nilai-nilai Islam ) diintegrasikan

kedalam materi perkuliahan. Sistem Pembelajaran di UAI dudah dipilih dengan

menggunakan metoda ppembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student

centered learning) yang berlaku bagi semua program studi di UAI. Dengan cara

ini diharapkan para lulusan UAI menjadi manusia yang dapat mandiri,

bermoral,berilmu,berkeribadian disamping memiliki jiwa wira usaha.

Untuk memberikan pemahaman dan kemampuan menerapkan Student

cdentered learning (CL) ini bagi sivitas akademika terutama para dosen

sihingga perlu diberi pedoman atau ketentuan yang sesuai tuntutan (SCL)

sehingga sistem ini dapat berhasil.

II. PENGERTIAN

STUDENT CENTERED LEARNING

Inti dari belajar ialah perubahan dan pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan kreativitas peserta didik. Ketiga ranah tersebut merupakan dasar peserta didik dalam mempersiapkan kehidupan yang sebenarnya yakni

mampu hidup di masyarakat. Semakin tinggi dan terlatih ketiga ranah tersebut

(5)

semakin mudah peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman. Ketiga ranah

tersebut haruslah diupayakan oleh para pendidik khususnya di bidang

pendidikan yang merupakan tempat meletakkan dasar konsep kehidupan.

Kenyataan yang ada di lapangan justru sebaliknya, peserta didik diciptakan hanya

mengaktifkan satu ranah aspek pengetahuan/ingatan saja sedang aspek lainnya

sedikit terabaikan. Melalui pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa

Student Centered Learning” minimal ketiga aspek tersebut dapat dikembangkan

sehingga akan tercipta pembelajaran yang dekat dengan realitas kehidupan yang

ada. Adapun dampak atau yang merupakan hasil pembelajaran yang diutamakan

dalam ”Student Centered Learningadalah:

1. Peserta Didik Mampu Berpikir Kritis

Menyikapi suatu permasalahan dapat terbentuk jika kita sebagai pendidik

mampu memberikan kebebasan kepada anak untuk berpikir yang kritis

terhadap masalah yang ada, sehingga pendidik tidak lagi membatasi anak

dalam berpendapat. Kritis berarti melihat sesuatu sesuai dengan

perspektifnya/sudut pandangnya tentunya yang berlandaskan akhlak

moral/attitude.

2. Peserta Didik Mampu Memecahkan Permasalahan

Pendidik memberikan kesempatan kepada anak didik untuk berpikir

memecahkan masalah dengan strategi, memiliki alasan dan mereka berani

untuk mengambil tindakan/resiko dalam belajar. Pada umumnya para

pendidik membenarkan satu cara/jawaban saja hal ini berarti kita

mematikan kreatifitas dan segala aspek yang telah disebutkan diatas.

3. Peserta Didik Mampu Mandiri

Dengan berbagai macam bentuk kegiatan yang telah diprogramkan maka

peserta didik diciptakan mampu hidup (belajar) mandiri dan berkeyakinan

(6)

atas apa yang telah dikerjakan, sehingga mereka menjadi berani dan percaya

diri. Kegiatan ini bisa melalui tugas-tugas, diskusi dan kerja kelompok,

mengadakan penelitian dan lain sebagainya.

Oleh karena itu seorang pendidik harus terampil menciptakan metoda/cara

belajar yang berorientasi kepada pemandirian seorang mahasiswanya.

4. Peserta Didik Mampu Bersosialisasi/Kerja Kelompok

Sudah saatnya kita mengakui bahwa dunia/perusahaan membutuhkan

pekerja yang cakap dalam bersosialisasi/bekerja kelompok/teamwork dan

berkomunikasi yang baik ketimbang orang yang hebat berprestasi

akademiknya tetapi tidak mampu bersosialisasi/menjadi pemimpin dalam

kelompoknya sehingga ia menjadi (kuper) kurang pergaulan.

5. Peserta Didik Mampu menjadi Komunikator yang Efektif dan Baik

Seorang pendidik harus kreatif menciptakan kegiatan/proses pembelajaran

yang mampu mengaktifkan peserta didiknya untuk mengkomunikasikan

pikirannya baik lisan, tulisan maupun gambar diagram/design. Hal ini sangat

penting untuk bekal agar mereka terbiasa berkomuniksi dengan baik dan

benar.

Bentuk-bentuk kegiatan ini seperti diskusi, pementasan, komunikata,

komuniksi letter, kuis interaktif dan lain sebagainya.

Tidak sedikit orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan

atasan/bawahannya akibat ia salah/tidak mampu berkomunikasi yang tepat,

baik dan benar.

6. Peserta Didik Bersikap Positif/Bermoral

Aspek ini menjadi dasar yang sangat vital dalam keberhasilan pembelajaran.

Secanggih apapun media, program, metoda dls, jika aspek moral/sikap

peserta didik tidak tertanam sejak dini dalam menghargai guru, teman,

orang tua (siapapun) maka seorang pendidik akan mengalami hambatan

(7)

yang sangat besar dalam menangani peserta didik dalam melaksanakan

proses pembelajaran. Jangan mimpi jika ingin hasil belajar peserta didik

sukses, tetapi aspek moral diabaikan.

Oleh karena itu seorang pendidik harus peka dan teliti terhadap gejala peserta

didik yang tidak sesuai dengan sikap seseorang yang terpelajar atau gejala

berkelainan dan lain sebagainya. Kunci moral/akhlaq yakni ada pada hati (Qolbu)

peserta didik semua. Disinilah perlunya peran Imtaq yang disampaikan oleh

semua dosen disemua pembelajaran (materi perkuliahan) menjadi sangat

penting.

Usaha dan kiat lain oleh Pendidik ialah menegakkan ”Rule of Class”.

Aturan-aturan/tata tertib yang berlaku di kelas, dikampus serta aturan main dalam

pelaksanaan pembelajaran seperti aturan diskusi, aturan kerja kelompok, Aturan

Field Trip, Aplikasi Teknologi dengan berbagai ragam cara. Bila rule ini sudah

ditegakkan baik oleh peserta didik maupun oleh dosen/pendidik tersebut, Insya

Allah kegiatan pembelajaran yang diharapkan “Centered Learning” akan tercapai.

Jika lembaga pendidikan/sekolah/universitas/kelas akan menerapkan system

pembelajaran berpusat pada mahasiswa /Student centered learning yang

bernuansakan lingkungan, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan

a. Semua pihak yang memilki kepentingan dengan keberadaan lembaga

pendidikan/sekolah/universitas/kelas harus memilki komitmen yang sama

melalui pengertian, visi dan misi, sehingga bergandeng tangan bahu

membahu pendidik yang bermuara pada peserta didik sesuai dengan

cita-cita di atas.

b. Pendidik/dosen diberikan kesempatan untuk berkreasi dalam menemukan

dan menyatukan ide/gagasan yang diimplementasikan melalui program tiap

tatap muka program mingguan/program semester dan lain sebagainya. Bila

diciptakan proses pembelajaran dengan memberi kesempatan kepada

(8)

peserta didik untuk mencari pengetahuan, menuangkan ide/kreasi mereka

dan para dosen/pendidik diberikan pula kesempatan berkreasi menyusun

bentuk kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat/media dan sarana

yang ada pada lingkungan mereka, InsyaAllah kegiatan belajar mengajar

peserta didik akan aktif dan terarah.

Dosen/guru/pendidik harus mau membuka diri berbuat/menemukan hal-hal

yang terbaru sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman. Kerja sama

dosen/pendidik dengan staf lain yang terkait sangat diharapkan.

c. Bagi orang tua harus mengerti akan visi dan misi lembaga

pendidikan/sekolah memberi kepercayaan kepada lembaga pendidikan

untuk melaksanakan sistem ini dan memberikan support dan bantuan baik

moril maupun materil yang dibutuhkan.

III. PRINSIP PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT

PADA MAHASISWA

( STUDENT CENTERED LEARNING)

Pada dasarnya belajar adalah mengembangkan kemampuan otak peserta didik

dengan menyeimbangkan fungsi-fungsi otak antara fungsi otak kiri dan otak

kanan. Seperti kita ketahui bahwa fungsi dan tugas otak kiri dan kanan terhadap

pembelajaran adalah berbeda (Cluster) sebagai berikut :

FUNGSI DAN TUGAS OTAK KANAN FUNGSI DAN TUGAS OTAK KIRI • Persepsi Holistik • Kegiatan Verbal

• Intuitif • Sekuensial (Sistematis)

• Imaginatif • Linier

• Kreatif • Rasional

• Sintetik • Logis

• Induktif • Analitik

• Bisosiatif • Algoritmis

• Art/Seni • Deduktif

• Irama • Fakta

• Non Verbal • Bahasa

• Perasaan • Seni Kata Lagu

• Fikir dengan Gambar

(9)

Proses pembelajaran harus diciptakan sedemikian sehingga kemampuan yang

ingin dilatihkan pada otak kiri maupun otak kanan dapat berkembang secara

seimbang. Saat ini didunia pendidikan di Indonesia masih “terlalu menekankan

pengembangan otak kiri” yang pada dasarnya tidak bertugas mengembangkan

kreativitas, imaginasi dan biosiatif, yaitu yang sangat diperlukan bangsa ini.

Mahasiswa dan peserta didik kita pada umunya, saat ini lebih bisa bicara/verbal

dari pada memberi solusi dan berbuat, karena fungsi otak kanan tidak

dikembangkan secara maksimal.

IV. PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI

.

Dalam menyusun suatu Rencana Program Pembelajaran misalnya “Satuan

Pelajaran”/Rencana Pembelajaran (sat-pel/RP) ataupun ”Satuan Acara

Perkuliahan” (SAP), maka Kompetensi yang dikembangkan didasarkan pada

pembagian Domain atau Ranah Pendidikan (Menurut Benyamin Bloom). Untuk

itu perlu dilihat jenjang ranah/domain yang mana yang akan dikembangkan

pada setiap pokok bahasan. Domain kognitif, Afektif dan Psikomotor terbagi

menjadi beberapa tingkatan (sebagai berikut).

Jenjang Ranah/Domain Pendidikan

1. Jenjang Kognitif (C)

C.1. Pengetahuan/Ingatan

C.2. Pemahaman

C.3. Penerapan Jenjang Afektif (A)

C.4. Analisa

C.5. Sintesa

C.6. Evaluasi

2. Jenjang Afektif (A)

A.1. Kemauan Menerima/Penerimaaan

A.2. Menganggap/Partisipasi

A.3. Berkeyakinan/Penilaian Penentuan

Sikap

A.4. Mengorganisasikan/ Menerapkan

dalam karya

A.5. Pembentukan Pola Hidup/Menekuni

(10)

3. Jenjang Psikomotor (P)

P.1. Persepsi

P.2. Kesiapan

P.3. Gerakan Terbimbing

P.4. Gerakan Terbiasa

P.5. Gerakan Kompleks

P.6. Penyesuaian Pola Gerakan

P.7. Kreatifitas

Sudah barang tentu tiap tingkatan ranah/domain sebagai kompetensi yang akan

dikembangkan perlu diujudkan dalam bentuk ”Kata Kerja Operasional” (KKO)

yang dapat diukur pencapaiannya ”KKO” adalah merupakan kemampuan atau

kompetensi dasar yang menjadi tujuan pembelajaran. Kata kerja kompetensi ini

menjadi kegiatan pembelajaran aktif yang dilakukan oleh dosen/peserta didik,

sekaligus menjadi kegiatan melatih kemampuan yang dituju. Domain/ranah

kompetensi ataupun KKO yang akan dikembangkan tentunya adalah berdasarkan

tuntutan kemampuan/ kompetensi masing-masing materi/pokok bahasan dari

setiap mata kuliah.

V. MODEL PEMBELAJARAN DAN PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI ISLAM

KEDALAM MATA KULAIH DALAM STUDENT CENTERED LEARNING

Guna mewujudkan visi UAI yaitu menjadikan universitas terkemuka dalam

membentuk manusia unggul dan bermartabat yang memiliki kemampuan

intelektual berdasarkan nilai spiritual, moral dan etika islam; sehingga

pembelajaran mahasiswa di UAI harus di berikan materi pembentukan karakter.

Adapun pengertian tujuan dan sarana serta materi nilai-nilai islam yang diberikan

adalah sebagai berikut:

(11)

1. Pengertian Karakter

Karakter yaitu perilaku menetap pada seseorang yang berlandaskan

nilai-nilai tertentu, sehingga menjadi keunikan dari orang tersebut (Lickona, 1991)

sehingga karakter Islami yaitu perilaku menetap yang berlandaskan pada

nilai-nilai universal Islam.

2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan Sasaran Pendidikan Pembentukan Karakter adalah :

 Terbentuknya perilaku Islami para mahasiwa dan seluruh civitas akademika UAI.

 Terbentuknya “muru’ah”, self esteem dan martabat sebagai warga UAI, perguruan tinggi yang lahir di lingkungan masjid dengan identitas

keislaman, sehingga mampu menjaga perilaku sesuai jatidiri UAI.

3. Nilai-Nilai Dasar (Core Values) UAI

Sesuai dengan SK Rektor UAI No. 037/SK/R/UAI/III/2012 telah ditetapkan

Nilai-Nilai Dasar UAI yaitu :

a. Takwa (Cinta pada Allah dan RasulNya)

b. Jujur dan amanah (Honesty and trustworthiness)

c. Tanggung Jawab (responsibility)

d. Kendali diri (self control).

e. Penghargaanterhadap yang lain (respect).

f. Peduli (care)

g. Adil (fairness)

h. Kerjasama (cooperation andsolidarity)

i. Rendah hati, tidak sombong (humility).

Dalam pembelajaran nilai-nilai dasar (core value) UAI tersebut dijabarkan

masing-masing aktualisasi dari nilai dasar tersebut.

Untuk menanamkan materi pembentukan karakter berupa nilai-nilai dasar

tersebut diberikan kepada mahasiswa materi mata kuliah program studi di

integrasikan dengan nilai-nilai islam dengan menggunakan metode pembelajaran

(12)

yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) dengan kurikulum

yang berbasis kompetensi (KBK) dimana materi kurikulum tersebut mengacu

kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) (Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia No. 8 tahun 2012) dengan ciri dan cara sebagai berikut:

1. Isi mata kuliah yang perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai islam terutama

pokok bahasan materi yaitu untuk :

a. Mengamankan konsep yang diperkirakan bertentangan dengan

nilai-nilai islam

b. Memperkaya konsep atau saling mendukung

c. Dapat memagari/memberikan roh/isi keislaman bagi konsep yang netral

2. Pemberian materi perkuliahan yang diintegrasikan dengan nilai islam untuk

setiap pokok bahasan perlu ditetapkan tujuan pengajaran :

a. Tujuan pembalajaran

b. Materi pengajaran

c. Metode integrasi

3. Ada 2 cara pengintegrasian nilai-nilai islam ke dalam materi perkuliahan:

a. Dilakukan ditengah-tengah pelaksanaan perkuliahan dan atau

b. Dilakukan di akhir pelaksanaan perkuliahan

Contoh :

i. Getaran dan gelombang diintegrasikan dalam surat An Nur ayat 40

(pantulan cahaya) dan surat An Nur ayat 39 (laksana fatamorgana di

tanah yang datar)

ii. Kejadian evolusi manusia diintegrasikan surat tentang kejadian

manusia menurut Al Quran di kontraskan dengan kejadian manusia

menurut teori Darwin.

Pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan student centered learning pada

proses pembelajaran sangat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran untuk

mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada setiap materi pokok

dalam suatu mata kuliah.

(13)

Menurut Sheal Peter bahwa pembelajaran yang kaya dengan “ceramah dan

membaca buku” sangat kecil kontribusinya untuk pemahaman materi pelajaran

bagi peserta didik, hal ini dapat dilihat pada skema berikut :

Modus Kontribusi Pengalaman Belajar terhadap Hasil Belajar

(Sheal Peter)

Kita belajar hanya 10% dari apa yang kita baca

Kalau hanya mendengar melalui ceramah maka peserta didik akan mengingat

hanya 20% jika peserta didik diminta melihat apa yang dipelajari maka hasilnya

adalah 30% sedang apabila disuruh lihat dan dengar hasilnya adalah 50 % tetapi

jika diminta menceritakan/dikatakan maka hasilnya 70 % dan bila melakukan dan

melaporkan dengan kata atau tulisan maka hasil apa yang didengar dan dilihat

mereka, akan memahaminya sampai 90%.

Bentuk kegiatan pembelajaran dengan Student centered learning ini sangat

sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang mengembangkann ”keterampilan

proses” untuk pemandirian peserta didik. Keterampilan proses yang dimaksud

adalah kegiatan pembelajaran mengamati, mengklasifikasi,

menafsirkan/interpretasi, memprediksi, menerapkan, mengadakan penelitian

dan mengkomunikasikan (Conny Semiawan).

(14)

Ketujuh konsep keterampilan proses tersebut dapat dijabarkan dalam berbagai

kegiatan yang dapat mencapai kompetensi dasar melalui berbagai kemampuan

yang dilatihkan dengan metode yang sesuai pada setiap pembelajaran suatu

pokok bahasan seperti diuraikan pada bagian berikut:

VI. METODE DAN PROSES PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING

Suatu proses pembelajaran akan berhasil dengan baik dan kemampuan peserta

didik dapat berkembang secara maksimal sehingga kompetensi dasar yang dituju

dapat tercapai. maka setiap proses pembelajaran agar mengandung berbagai

metode/cara pembelajaran berikut :

a. Membiasakan peserta didik mengadakan pengamatan (observasi)

- Pengamatan lapangan (melihat; mendengarkan; mengukur; merasakan;

meraba)

- Pengamatan bahan tertulis (membaca; menyimak)

- Pengamatan laboratorium (melakukan percobaan)

- Pengamatan lingkungan (masyarakat; rumah; keluarga) dsb.

b. Sering mengadakan tanya-jawab: mengembangkan pertanyaan bentuk

”apa”, ”mengapa”, dan ”bagaimana” secara seimbang.

- ”Apa” (apa, dimana, siapa, kapan)

- ”Mengapa” (mengapa terjadi, alasan, penyebab kejadian)

- ”Bagaimana” (bagaimana cara, proses/urutan kerja, hubungan)

c. Menerapkan konsep/hukum/rumus pada:

- Tugas-tugas, lembaran kerja, pekerjaan rumah

- Menggunakan data, istilah, teori, kaidah, praktik, demonstrasi

d. Dilatih mengemukakan pendapat dalam:

- Mengkalsifikasikan (menganalisi, mencari persamaan, perbedaan,

membandingkan)

- Menginterpretasikan (menganalisis, membuat sintesa, menjelaskan

kembali, menafsirkan, memberi arti)

- Memprediksi (memperkirakan kejadian, mengantisipasi)

(15)

e. Latihan mengambil/memberi kesimpulan melalui:

- Menjelaskan kembali, mengarang, membuat makalah, berdisksusi

- Mengkomunikasikan melalui laporan, gambar, sketsa, diagram, drama

deklamasi.

Dalam penerapan model belajar Pembelajaran ”Student centered learning”

dapat digambarkan pada urutan model dan gambar sebagai berikut:

VII. BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN WORK SHEET ”LEMBARAN KERJA”

Untuk mengubah perngajaran yang terlalu berpusat pada guru menjadi

pengajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning), salah

satu caranya adalah dengan melaksanakan Proses Pembelajaran yang

menggunakan ”Self Instruction”.

Salah satu contoh ”self instruction” yang dapat memindahkan kegiatan

pembelajaran yang selama ini didominasi oleh dosen/guru ke tangan peserta

(16)

didik adalah membuat “work sheet-lembaran kerja atau lembaran tugas. Dengan menggunakan lembaran kerja dalam proses pembelajaran maka dengan

sendirinya siswa akan aktif dan Dosen hanya sebagai Fasilitator.

1. Lembaran Kerja (LK) atau Work sheet.

a. Pengertian : Lembaran kerja (work sheet) berisi tugas-tugas atau

serangkaian tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik

sehubungan dengan pencapaian kompetensi satu satuan materi/pokok

bahasan suatu mata kuliah tertentu.

b. Lembaran kerja dan sumber belajar

Melalui LK peserta didik akan memperoleh dengan mencari

pengetahuan dari berbagai sumber yang ditunjuk pada LK

tersebut.siswa akan mendapat banyak kesempatan untuk menggali

pengetahuan langsung dari sumbernya, seperti lingkungan, buku,

laboratorium, alam sekitar, museum, media cetak dan media elektronik,

narasumber, dan sebagainya.

Hubungan LK (Work sheet) dan sumber belajar digambarkan pada

diagram berikut :

Jadi lembaran kerja dapat diartikan sebagai petunjuk bagi peserta didik

untuk belajar langsung dari berbagai sumber belajar yang ada. Tanpa LK

kegiatan belajar cenderung klasikal, berpusat pada guru, pengetahuan

(17)

yang diperoleh siswa sebagian besar akan hanya berasal dari

dosen/guru.

c. Isi Lembaran Kerja

Pada dasarnya LK berisi tugas yang harus dikerjakan para peserta didik

dan atau pertanyaan yang harus mereka cari jawabannya dari sumber

belajar. Contoh:

Tugas :

- Amati peta Jawa Barat dan catatlah nama-nama sungainya.

- Bacalah buku Energi Gelombang Medan tentang Besaran dan

Satuan, lalu jawablah semua pertanyaan yang ada pada hal ...

(Bentuk pertanyaan dapat menggunakan kata: apa, siapa,

dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana).

d. Jenis Lembaran Kerja

Lembaran kerja ada dua macam, LK terbuka dan LK tertutup. LK disebut

terbuka apabila memungkinkan berbagai alternative jawaban yang

diberikan. Tingkat berpkir pada LK terbuka ini adalah lebih tinggi karena

memerlukan kemampuan analisis, sintesa, dan bahkan evaluasi.

LK disebut tertutup apabila jawaban yang diperlukan sudah tertentu;

dalam hal ini tingkat berpikir yang diperlukan lebih rendah, mungkin

hanya hafalan atau pemahaman saja.

Contoh:

LK terbuka:

= Amati peta dunia, mengapa Indonesia disebut menempati

posisi silang,

= Rencanakan percobaan untuk menyelidiki pengaruh suhu

terhadap larutnya gula dalam air!

LK tertutup:

= Amati peta dunia, apa dua benua yang berdekatan dengan

(18)

Indonesia?

= Masukkan sesendok gula dalam segelas air dingin,

Aduk sampai larut semua, catat waktunya!

Masukkan lagi sesendok gula dalam segelas air panas,

Aduk sampai larut semua catat lagi waktunya, bandingkan.

e. LK Singkat dan LK Panjang

Ada kekhawatiran bahwa LK kegiatan belajar akan menjadi

berkepanjangan, memakan waktu lama. Anggapan seperti itu kurang

benar, karena LK ada hanya memerlukan waktu beberapa menit saja.

Contoh:

LK singkat:

= Buatlah 10 buah kata dengan awalan me

Tuliskan 7 buah benda yang mempunyai bangun lingkaran!

LK panjang :

= Buatlah naskah drama minimal tiga babak, tema bebas,

Untuk ditampilkan di depan kelas.

2. Pentingnya Urutan yang Logis dalam LK

”Pertanyaan/tugas yang tersusun secara teratur sebenarnya 50% telah

terjawab sendiri” Jadi betapa pentingnya urutan soal/kegiatan dalam LK;

maksudnya adalah urutkanlah dari yang mudah ke yang sukar.

Contoh : Apa yang tampak seperti asap yang keluar dari permukaan air yang

mendidih. Pertanyaan ini biasanya dijawab dengan ”uap air”; padahal itu

salah.

Untuk menanamkan konsep secara benar, pertanyaan-pertanyaan berikut ini

bisa digunakan:

a. Apa yang terjadi jika permukaan laut mendapat sinar matahari?

b. Apa kita dapat melihat uap air yang keluar dari permukaan laut itu?

c. Setelah sampai di tempat tinggi uap air itu akan berubah menjadi apa?

(19)

d. Apa kita dapat melihatnya?

e. Di daerah pegunungan uap air juga dapat berubah menjadi tampak, apa

namanya?

f. Apakah uap air itu sendiri (sebelum berubah) dapat tampak oleh mata

kita?

g. Jadi apakah yang keluar dari permukaan air yang mendidih itu?

Secara tidak sadar pertanyaan-pertanyaan itu sudah dapat terjawab sendiri

oleh pertanyaan berikutnya. Ini akan sangat berguna untuk menggiring

peserta didik untuk menemukan sendiri.

3. Contoh Work Sheet /Lembaran Kerja (LK)

Pembelajaran dengan menggunakan LK adalah untuk mengubah

pembelajaran terlalu terpusat pada guru (Teacher learning center) ke

pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (Student centered learning)

berikut disajikan contoh-contoh Lembar Kerja:

Contoh 1 :

Lembaran Kerja

Mata Kuliah : Fisika

Pokok Bahasan/Materi : Pengukuran

Sub Pokok Bahasan : Besaran Pokok dan Turunan

Waktu : 2 Pertemuan

Materi : Pengukuran, besaran pokok, besaran turunan, sistem

Satuan Internasional. Sumber bahan : Buku Fisika

Kompetensi dasar : Peserta didik dapat :

1. Mengukur ukuran suatu benda dengan menggunakan sistem satuan.

2. Menjelaskan pengertian sistem besaran dan satuan. 3. Menjelaskan arti besaran pokok dan besaran satuan.

4. Mejelaskan sebab mengapa Sistem Internasional (SI) sangat penting.

5. Menerpakan sistem satuan pada berbagai contoh dalam kehidupan

sehari-hari.

(20)

Kegiatan 1 :

Bacalah buku Fisika tentang Besaran Pokok dan Besaran Turunan.

Kemudian lakukanlah diskusi secar berkelompok (3 orang):

1. Ukurlah panjang meja kamu dengan pensil sebagai alat ukur. Berapa

kali panjang pensil panjang meja kamu?

...

2. Bagaimana perbandingan panjang meja dengan panjang pensil?

...

3. Dari kegiatan mengukur pertama manakah yang merupakan

besaran dan manakah yang merupakan satuan?

...

4. Jadi apa yang dimaksud dengan mengukur?

...

5. Apa yang dimaksud besaran? Dan apa pula yang dimaksud satuan?

...

Kegiatan 2 :

Perhatikan buku Fisika mu lagi bahwa ada dua jenis besaran dan juga

dijelaskan dibuku tersebut latar belakang digunakannya sistem

internasional. Kemudian jawablah pertanyaan berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan besaran pokok? Dan apa pula besaran

turunannya?

...

2. Ada berapa besaran pokok dalam Fisika? Sebutkan!

...

3. Apa latar belakang digunakannya Sistem Internasional?

...

Kegiatan 3 :

Kamu perhatikan pula dalam bukumu tentang satuan dan

lambang-lambang satuan yang ada dalam Fisika menurut Sistem Internasional.

(21)

1. Kemudian Isilah tabel berikut sesuai dengan Sistem Internasional

(SI)

2. Perhatikan contoh besaran turunan pada tabel berikut, kemudian

carilah contoh besaran turunan yang lain dan isikan pada kolom

berikutnya.

Kegiatan 4 :

Bacalah Al – Quran surat Al – Qamar ayat 4 dan surat Al – Furqan ayat 2

perhatikan artinya ”bahwa sesuatu diciptakan adalah menurut aturan

dan telah ditetapkan ukurannya dengan serapi – rapinya”.

Buatlah kesimpulan tentang Besaran pokok dan besaran turunan serta

lambangnya dan hubungkan dengan ayat Al-Quran tadi. No Besaran Pokok Satuan Lambang Satuan

1

2

3

4

5

6

No Besaran Pokok Satuan Lambang Satuan

1 Luas meter persegi m2

2 Gaya Newton N

3

4

5

6

7

(22)

Contoh 2 :

Lembaran Kerja

Mata Kuliah : Fisika

Pokok Bahasan /Materi : Suhu dan Kalor

Sub Pokok Bahasan : Suhu dan Termometer

Waktu : 1 Pertemuan

Kegiatan 1 :

Bacalah buku Fisika terbitan Erlangga tentang Suhu dan Termometer,

kemudian lakukanlah percobaan dengan kelompoknya masing-masing

(satu kelompok terdiri dari 3 orang).

1. Ukurlah suhu air es (dingin) dan air yang mendidih (panas) dengan

menggunakan termometer. Berapa suhu masing-masing?

...

Suhu air es (dingin) = ...0C

Suhu air mendidih (panas) = ... 0C

2. Manakah suhu yang lebih tinggi pada termometer Celcius antara air

es (dingin) dengan air mendidih (panas) ?

...

3. Coba sekali lagi. Ukurlah suhu air hangat (tidak dingin dan tidak

panas) dengan menggunakan termometer. Bandingkan dengan

suhu air mendidih?

Suhu air hangat = ... O C

Suhu air mendidih (panas) = ... O C Kompetensi dasar :

Peserta didik dapat :

1. Menentukan suhu benda dingin dan suhu benda panas dengan

menggunakan termometer.

2. Menyebutkan skala-skala dalam pengukuran suhu suatu benda.

3. Menjelaskan perbandingan antara skala satu dengan skala lainnya.

(23)

4. Apakah suhu berkaitan dengan panas dingin suatu benda?

...

Kegiatan 2 :

Perhatikan buku Fisikamu lagi:

1. Apa yang dimaksud dengan suhu ?

Perhatikan buku Fisikamu kemudian tuliskan perbandingan suhu antara

skala Celcius, Reanmur, Fahrenheit, dan Kelvin.

a) to F = ………. to C

b) to R = ………. to C

c) to K = ………. to C

Kegiatan 4 :

Setelah kamu menuliskan rumus diatas cobalah isi titik-titik yang ada

dalam kotak di bawah ini.

No Suhu Skala

Referensi

Dokumen terkait