• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar Ke Luar Negeri Media Evolusi Dir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Belajar Ke Luar Negeri Media Evolusi Dir"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Belajar Ke Luar Negeri, Media Evolusi Diri

“Karya ini Dibuatuntuk Mengikuti Lomba Essay SG Singapore Studback”

Oleh: Mairita Relawati

e-mail:[email protected]

(2)

Belajar Ke Luar Negeri, Media Evolusi Diri A. Pendahuluan

Tugas dunia pendidikan adalah mempunyai tugas yang kompleks berkaitan dengan membangkitkan motivasi, memberi penyadaran dan pengharapan bagi peserta didiknya. Menciptakan generasi yang bervisi dan bermisi terhadap kehidupannya adalah sesuatu yang penting. Bangunan visi dan misi yang jelas akan membangkitkan motivasi untuk berprestasi, dan prestasi hidup amatlah penting karena kesuksesan hidup di masa depan adalah akumulasi prestasi itu sendiri. Tugas selanjutnya bagi dunia pendidikan adalah memberi kesadaran terhadap peserta didiknya. Proses penyadaran adalah dialektika antara realitas dunia luar dengan kediriannya, antara harapan dan kenyataan, antara peluang dan hambatan, serta antara kelemahan dan kekuatan.

Generasi yang harapan adalah generasi yang memiliki harapan untuk menjadi lebih baik, lebih bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan Negaranya. Harapan menjadi lebih baik adalah sebuah evolusi diri, sebuah proses dialektika antara kondisi kediriannya sekarang dengan norma-norma positif yang berlaku dalam masyarakat, agama, dan bernegara, serta dalam cakupan lokal, nasional dan Internasional. Jadi belajar ke luar negeri juga bisa disebut salah satu bentuk evolusi diri. Orang yang cerdas pastinya ia tidak ingin melulu menggali ilmu di tempatnya. Iya, salah satunya bisa ke luar kota kemudian untuk jenjang selanjutnya ia bisa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

(3)

B. Isi

Bagi pelajar Indonesia mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri pasti menjadi sebuah pengalaman berharga. Karena tidak hanya kemampuan akademik yang semakin diasah, tapi juga beragam softskill bisa didapatkan.

Mengapa ujung tombak dari belajar bisa ke luar negeri? Menjadi anak yang belajar ke tempat perantauan bisa jadi menyenangkan ataupun menyeramkan. Menyenangkan karena mungkin salah satu dari anda merasakan bebas dari aturan orang tua, pandangan negatif orang lain, mungkin saja karena itu anda bisa mengangkat darajat keluarga, dan bertemu teman-teman dari berbagai pulau di Indonesia dan mungkin dari luar. Anda bisa mencoba ini itu, bahkan menjadi karakter yang baru. Tapi di sisi lain, merantau bisa menyeramkan karena semua urusan hidup harus diurus dan difikirkan sendiri. Mungkin juga anda kesepian, dan tidak ada keluarga yang mengurus saat sakit atau waktu dibutuhkan, tapi ada kemungkinan untuk kita begitu mudah untuk menghubungi keluarga ketika kita benar-benar merasa terjepit.

Namun akan berbeda ketika belajar ke luar negeri. Belajar ke luar negeri bisa menjadi media evolusi diri kita. Salah satunya belajar ke luar negeri akan menjadikan seseorang yang tidak manja. Survive di luar negeri akan jauh lebih sulit dibanding hidup di negeri sendiri. Misalnya jika kita menjadi mahasiswa di negeri sendiri,”tanggal tua. Makan mie

instan sampai minggu depan. Kemudian terlintas difikiran, televon orang rumah minta transferan lagi? Kan uangnya habis untuk fotokopi skripsi bukan untuk lainnya. Jadi mahasiswa Belanda: “wah, beasiswa bulan ini

(4)

Beberapa manfaat belajar ke luar negeri sebagai media evolusi diri adalah:

1. Membentuk karakter diri menjadi lebih mandiri(Survive) 2. Meningkatkan kemampuan komunikasi diri dengan berbahasa

asing dan berkesempatan memahami dan menyaksikan langsung budayanya. Misalnya jika belajar ke tempat yang kesehariaannya berbahsa Inggris, mungkin kemampuan bahasa Inggrisnya lah yang akan lebih teruji, tapi jika mendapatkan tempat yang kesehariannya menggunakan bahasanya sendiri, misalnya di Jepang, maka kesehariannya kita akan dilatih menggunakan bahasa Jepang itu sendiri. Karena di Jepang adalah salah satu Negara yang berkomunikasi dengan bahasanya sendiri.

3. Mempunyai kesempatan untuk Travelling ke negeri tetangga dan berkumpul dengan pelajar Indonesia yang berprestasi dan menginspirasi (PPI)

4. Ketika pulang ke negeri sendiri, mempunyai koneksi dari seluruh penjuru dunia. Kuliah ke luar negeri juga akan memudahkan dalam mengakses berbagai referensi buku-buku langka dan diajar oleh dosen-dosen terbaik di bidangnya secara langsung.

5. Belajar ke luar negeri akan membuat sadar betapa anda sangat mencintai budaya negeri sendiri.

6. Ketika pulang ke Indonesia semua pengalaman, potensi yang dimiliki akan menjadi investasi sendiri untuk negeri.

(5)

banyak sumber untuk belajar dan banyak pihak pula yang menyiapkan beasiswa untuk lanjut belajar di dalam maupun luar negeri.

Salah satu contoh ajang beasiswa yang sering dikejar pelajar Indonesia saat ini adalah seperti beasiswa LPDP. Dan tidak mudah pula untuk meraih beasiswa tersebut. Persyaratan salah satunya adalah sudah mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) surat bukti penerimaan dari Universitas yang dituju dan untuk mendapatkan LoA tersebut begitu banyak persyaratan dan rintangan yang harus dilalui. LoA ini nanti akan dibawa untuk tes beasiswa LPDP. Jika tahap ini sudah diterima, langkah selanjutnya bisa langsung mengurus visa pelajar dan berangkat ke universitas tujuan dengan biaya LPDP. Jika merasa tidak mau atau merasa repot untuk mendaftar sendiri, anda bisa meminta juga bantuan dari mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di negara tujuan anda untuk membantu proses pendaftaran. Perhimpunan Pelajar Indonesia negara/kota pilihan. Kontak pengurus PPI di sana dan tanyakan mengenai pendaftaran di universitas tujuan1.

Tentunya ketika belajar ke luar negeri tak luput dari berbagai rintangan-rintangan yang membuat kita terkadang putus asa, lebih semangat atau lebih termotivasi lagi. Menurut Astria Okta Hediani salah satu Administrator Outbond dalam pembekalan mahasiswa Universitas Airlangga menuturkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi apabila kita melanjutkan belajar di luar negeri adalah “Yang paling essensial itu

isu kesehatan. Di Indonesia kesehatannya normal, namun sampai sana ternyata ada masalah. Karena suasananya juga berbeda dari negara kita,”

(6)

jam kelasnya bersamaan. Dia menginginkan masuk ke kelas A, tapi dengan dosen kelas B tidak bisa dilobi, karena terkendala komunikasi. Karena setiap universitas memiliki sistem yang berbeda-beda. Misalnya dalam jumlah SKS yang ada di luar negeri ternyata lebih banyak memiliki tugas, jadi kebanyakan merasa sulit jika ingin mengikuti UKM yang ada. Jika di Indonesia bisa mengambil 24 SKS, tapi di sana berbeda. Setelah mempersiapkan semua tentunya tidak lupa pula difikirkan pencapaian apa saja yang ingin dicapai ketika belajar ke luar negeri. Belajar ke luar negeri mau dapat apa? Pertanyaan seperti ini harus difikirkan karena telah mendapatkan kepercayaan kuliah ke luar negeri, dan mendapatkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan selama menjalani beasiswa. Jangan sampai idealisme yang dituliskan melalui aplikasi beasiswa dan yang diuji ketika wawancara tes beasiswa hanya menjadi sebuah “bumbu perayu, omongan semata” agar mendapatkan

sponsor sekolah ke luar negeri.

Semua pencapaian tidak akan tercapai jika tidak memiliki tekat yang kuat, keinginan untuk bertahan. Mengingat belajar ke luar negeri adalah kesempatan emas bagi kita. Tidak hanya diri sendiri yang akan bangga, namun orang tua, keluarga, dan bahkan tetangga sendiri akan tertular rasa bangga tesebut. Sebagaimana yang diucapkan oleh John Dewey bahwa “education is not preparation for life, education is life it

self”, benar-benar menyiapkan pola fikir untuk ke depannya.

Sehingga ketika pulang ke Indonesia apa yang dikerjakan di negeri orang itu tidak sia-sia, bisa mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh. Apa yang didapatkan bisa menjadi nilai tersendiri untuk negeri sendiri. Semua perjalan, pengalaman, dan pelajaran yang didapatkan di luar negeri jelas berbeda dengan pelajar Indonesia yang bersekolah di dalam negeri sendiri.

(7)

menjadi nilai tersendiri ketika pulang ke Indonesia. Bukan hanya ijazah yang bisa dikontribusikan, tapi juga semua pengalaman, pelajaran yang telah membuat anda menjadi orang yang tahan banting, cepat beradaptasi, dan mudah bergaul itu akan menjadi poin penting tersendiri. Ini adalah salah satu bentuk dari belajar ke luar negeri, media evolusi diri.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

(9)

Identitas Diri

Nama : Mairita Relawati Asal : Curup-Bengkulu Domisili : Yogyakarta Pekerjaan : Mahasiswi

Instansi : Kampus Terpadu UMY 2013

Pengalaman :

1. Menjadi Sekretaris Komisi Internal DPM fakultas 2. Menjadi ketua komisi Internal dari periode 2014 -2016

3. Mengikuti berbagai kepanitiaan (SC, Penanggung jawab, ketua, dan anggota)

4. Menjadi anggota himpunan di Prodi 2013-2016

5. Menjadi sekretaris Pubdekdok IMASASI (Ikatan Mahasiswa Study Arab Indonesia) Yogyakarta

6. Mendapatkan Apresiasi dari Bpk.Anies Baswedan (Mengikuti Lomba KTI dalam Simposium Guru 2016)

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik secara pribadi maupun sebagai modal dasar pembelajaran, guru tidak hanya

Kecerdasan dalam diri manusia sesungguhnya tidak hanya satu tapi banyak yang disebut dengan kecerdasan ganda (multiple intelligence) yang mencakup kecerdasan linguistik

Dan media sosial itu tak hanya menjadi sebuah media yang penting namun juga telah berubah menjadi sebuah identitas diri seseorang, kita bisa melihat bagaimana sebuah media

Di samping sumber daya alam, potensi lain daerah dalam rangka untuk kegiatan ekonomi berupa sumber daya manusia. Sumber daya manusia sering juga disebut

Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala nikmat dan hidayahnya kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan selalu berusaha agar hari esok menjadi lebih

Yang menjadi pertanyaan kemudian, kearifan lokal seperti apakah yang bisa dijadikan daya saing kita untuk dapat mempertahankan identitas diri bangsa tanpa tertinggal oleh

Manusia satu-satunya makhluk paling sempurna. Karena hanya manusia yang mendapat karunia akal dari Allah Swt. Dengan akal kita menjadi tahu bagaimana cara hidup yang baik, dapat

Semoga dengan sedekah mushaf al-Quran ini, kita dapat menjadi muslim dermawan yang disayang Allah, serta memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya umat..