• Tidak ada hasil yang ditemukan

data Potensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "data Potensi"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KEHUTANAN

Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi kehutanan, dengan komoditas yang dapat dikembangkan antara lain yaitu kayu, rotan, dan kulit kayu yang dapat diolah menjadi plywood, block-board, veneer, lumber-core, kayu gergajian dan poliyester.

Sebaran ekosistem mangrove potensial di Provinsi Kepulauan Riau meliputi Pulau Elong,Pulau Rano,Pulau Dedap,Pulau Kalou, Pulau Bimbar (Kota Batam). Desa Teluk Bakau, Pulau Beralas Bakau (Kabupaten Bintan). Pulau Kembang, Sebakung, Sungai Pering, Sekitar Penagi,Binjai (Kabupaten Natuna). Sungai Kongka, Desa Kentar/Pulau Kentar, Desa Kentar/Pulau Bakau, Tanjung Mana, Tanjung Bungsu, Secawar, Tanjung Kelit, Lundung (Kabupaten Lingga].Hutan pantai terdapat hampir di seluruh pantai di Provinsi Kepulauan Riau. Berbagai jenis tumbuhan pada hutan pantai itu antara lain, berbagai jenis rumput, semak, juga pohon berkayu; antara lain rumput gerinting, ipomoe pescaprae, berbagai jenis pandan, ketapang, baringtonia (keben), nyamplung, waru laut, cemara udang, dan juga aneka jenis palem.Luas kawasan hutan yang ditetapkan sebagai hutan lindung, 106.798 ha, tersebar di Kabupaten Bintan (33.289 ha), Kabupaten Karimun (9.685 ha), Kabupaten Lingga (32.929 ha), Kabupaten Anambas (3.748), Kabupaten Natuna (11.945 ha), Kota Batam (14.846 ha), Kota Tanjungpinang (356 ha).

Luas kawasan hutan produksi di Provinsi Kepulauan Riau adalah 49.441 Ha, Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 164.209 Ha dan Kawasan Hutan Produksi Konversi seluas 265.806 Ha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau

Luas kawasan hutan yang ditetapkan sebagai hutan lindung, 106.798 ha, tersebar di Kabupaten Bintan [33.289 ha), Kabupaten Karimun (9.685 ha), Kabupaten Lingga (32.929 ha), Kabupaten Anambas (3.748), Kabupaten Natuna (11.945 ha), Kota Batam (14.846 ha), Kota Tanjungpinang (356 ha).

Kawasan hutan tropika basah tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau, memiliki tegakan yang relatif tinggi untuk keperluan masyarakat, aneka ragam sumber daya hutan non-kayu, seperti antara lain aneka jenis rotan, kulit, daun, bahan obat herbal, biji-biji, buah-buah, akar-akar pohon, dan juga organisme lain, misal jenis primata yang hidup di kawasan hutan di Pulau Natuna dan sekitarnya, yaitu Presbytis natunae. Selain itu berbagai jenis satwa burung migran dan satwa liar juga memanfaatkan pulau-pulau di kawasan Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah lindung, atau daerah pengungsian.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan (1) Terdapat 7 jenis tumbuhan berkayu dan 2 jenis tumbuhan rumput- rumputan yang

Di hutan tumbuhan berbagai jenis tanaman,seperti halnya tanaman benalu yang tumbuh pada pohon inagnya.Benalu menempel pada pohon yang ditumpangi

Vegetasi hutan kota sangat dipengaruhi oleh komposisi pohon yang di tanam dalam areal hutan tersebut, yang di maksud dengan pohon adalah tumbuhan yang berkayu yang

Tujuan dari penelitian antara lain: untuk mengetahui jenis pohon berkayu yang dikenali, pemanfaatan pohon, dan untuk mengetahui persepsi masyarakat sebagai

Leguminosa Pohon; merupakan jenis tanaman leguminosa yang berkayu dan mempunyai tinggi lebih dari 1,5 meter.. Leguminosa Semak; merupakan jenis tanaman leguminosa yang mempunyai

Berbagai jenis tumbuhan ditemukan di pekarangan sekolah tersebut, yang bervariasi dalam habitus (pohon, semak, dan herba), dan manfaat (peneduh, tanaman hias, penghasil

Tabel 1. Nilai penting spesies tumbuhan mangrove strata habitus pohon, strata habitus semak dan anak pohon, serta strata habitus herba, bibit semak, dan bibit pohon di pantai utara

Interaksi antara organisme dengan lingkungan dapat terjadi antara satu atau lebih jenis pohon atau semak belukar yang hidup dalam habitat mangrove, jenis- jenis tumbuhan yang hidupnya