BAB VI
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Strategi merupakan langkah untuk memecahkan permasalahan yang
penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima)
tahun serta memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian visi, misi, tujuan,
dan sasaran. Untuk mewujudkan Visi pembangunan Kabupaten TTU 5 (lima)
tahun mendatang, maka pemerintah akan melaksanakan 5 (lima) misi yang
ditempuh melalui 16 (enam belas) strategi pembangunan daerah.
Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi
yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke
waktu selama 5 (lima) tahun atau selama periode RPJMD Kabupaten TTU. Arah
kebijakan akan mengarahkan pemilih strategi agar selaras dengan arahan dan
sesuai/tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
6.1 Strategi
Secara umum, strategi pembangunan Kabupaten TTU tahun 2011 – 2015
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan adalah
sebagai berikut :
1. Penguatan sistem pertanian terpadu
Strategi ini merupakan upaya untuk mencapai Misi I dengan sasaran yang
ingin dicapai adalah meningkatnya produksi pertanian unggulan yang
bermutu. Pertanian terpadu pada hakekatnya merupakan pertanian yang
mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran
nutrien dan energi terjadi secara seimbang. Keseimbangan inilah yang akan
menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan produksi yang
terjaga secara efektif dan efisien. Pertanian terpadu dilaksanakan melalui
konsep pemanfaatan lahan yang tersedia semaksimal mungkin untuk
Dalam konsep pemanfaatan lahan yang maksimal, Pemerintah Kabupaten
TTU akan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak untuk
melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap lahan petani yang
diolah guna mendapatkan hasil yang optimal. Hasil yang beragam dari tiap
komoditas pertanian akan diolah kembali sebagai sumber masukan energi
dalam melakukan aktivitas pertanian lainnya. Melaui strategi ini diharapkan
adanya pemanfaatan komponen-komponen pertanian yang saling terkait
antara satu dengan lainnya sehingga akan meningkatkan efektifitas dan
efisiensi produksi yaitu berupa peningkatan hasil produksi yang bersifat
ramah lingkungan. Peningkatan hasil produksi akan memberikan dampak
yang signifikan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun ketiga.
2. Pengembangan agribisnis
Strategi ini merupakan upaya untuk mencapai Misi I yang menitikberatkan
pada pengembangan industri dan pemasaran hasil pertanian. Agribisnis
dalam strategi ini menekankan pada sumbsistem pengolahan dan pemasaran
hasil pertanian yang dapat dipertahankan atau ditingkatkan dalam waktu
yang relatif lama. Penekanan pada pengolahan dan pemasaran akan
mengarahkan pada upaya mencari alternatif pengembangan pertanian
dengan menghidupkan industri yang berbahan baku pertanian ataupun
mencari sektor-sektor pasar lainnya. Agar tetap dapat menghidupkan industri
yang berbahan baku pertanian maka sumberdaya pertanian akan tetap
dipelihara dengan baik bahkan ditingkatkan karena keberlanjutan industri
tersebut sangan tergantung dari tersedianya bahan baku. Demikian pula
halnya agar tetap mempertahankan sektor pemasaran lainnya. Dengan
demikian, agribisnis dalam strategi ini dimaksudkan sebagai tahapan
pembangunan sebagai kelanjutan dari pembangunan pertanian. Strategi ini
akan menjawab permasalahan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian,
karena hasil pertanian yang diproduksi selain dipasarkan ke konsumen atau
jalur distribusi, dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.
3. Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
Strategi ini merupakan upaya untuk melakukan revitalisasi dan
refungsionalisasi koperasi dan UKM dalam memberdayakan perekonomian
rakyat sebagaimana yang menjadi sasaran dalam Misi I. Revitalisasi dan
refungsionalisasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan
organisasi koperasi serta UKM agar mampu tumbuh dan berkembang secara
sehat, sesuai dengan jati dirinya menjadi wadah kepentingan bersama bagi
anggotanya. Hal ini menjadi penting karena koperasi dan UKM memiliki
peranan yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta sebagai upaya dalam
penciptaan lapangan kerja baru. Diharapkan kelembagaan yang berkualitas
akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,
penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing melalui peningkatan
SDM pengelola, perbaikan akses masyarakat terhadap permodalan, teknologi,
informasi pasar dan iklim usaha, sehingga koperasi dan UKM dapat menjadi
pondasi perekonomian daerah yang kokoh. Dengan demikian strategi ini akan
mampu menciptakan kelembagaan dan organisasi yang efektif dan mandiri
serta mampu mengembangkan potensi lokal yang merupakan bagian dari
pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun kedua hingga tahun kelima.
4. Pengelolaan usaha penambangan yang ramah lingkungan
Strategi ini sesungguhnya merupakan pertentangan dalam mencapai sasaran
untuk mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup
sebagai upaya perwujudan Misi I. Pertentangan karena berbagai kajian
mengungkapkan bahwa penambangan rakyat tidak menghasilkan
pengelolaan sumber daya secara maksimal karena keterbatasan kemampuan
rakyat dan berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan yang tidak
terkontrol. Namun melalui strategi ini, Pemerintah Kabupaten TTU
sebenarnya ingin melindungi kepentingan masyarakat, antara lain :
a. Memprioritaskan masyarakat sebagai pengelola, tidak hanya sebagai
b. Masyarakat memiliki posisi tawar yang menguntungkan dalam proses
perdagangan hasil tambang.
c. Masyarakat berhak menentukan harga jual hasil penambangan.
d. Ada penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja lokal
serta menjadi motivasi bagi peningkatan pengetahuan masyarakat
terhadap pengelolaan sumber daya alam.
Melalui usaha penambangan rakyat, pemerintah berkeinginan untuk lebih
mengedepankan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dibandingkan dengan
upaya mendapatkan keuntungan yang besar tanpa keterlibatan masyarakat.
Walaupun usaha penambangan rakyat merupakan prioritas dalam
pengelolaan SDA, dalam implementasinya Pemerintah tetap memiliki
komitmen yang kuat untuk mengendalikan kelestarian lingkungan hidup.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun kedua hingga tahun kelima.
5. Pengembangan daerah tujuan wisata
Strategi Pengembangan daerah tujuan wisata dilakukan untuk mencapai
sasaran meningkatnya pengelolaan potensi pariwisata sebagai salah satu
upaya untuk mewujudkan Misi I. Pengembangan daerah tujuan wisata
didasarkan pada konsep untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dengan membuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta
memberikan manfaat sosial – ekonomi bagi masyarakat dengan tetap
memelihara mutu lingkungan hidup. Sebagai strategi untuk meningkatkan
daya saing daerah, pengembangan daerah tujuan wisata diharapkan dapat
meningkatkan pengelolaan daerah tujuan wisata menjadi obyek daya tarik
wisata yang atraktif dengan pendekatan profesional serta kemitraan antara
swasta, pemerintah, dan masyarakat sehingga pariwisata di Kabupaten TTU
dapat menjadi salah satu tuan rumah bagi pariwisata domestik maupun
internasional.
6. Penguatan sistem informasi/promosi
Penguatan sistem informasi/promosi pariwisata dimaksudkan untuk
menciptakan promosi pariwisata yang efektif dengan pendekatan profesional
melalui kemitraan antara swasta, pemerintah, dan masyarakat. Strategi ini
merupakan upaya berkelanjutan dari strategi pengembangan kawasan
pariwisata karena tanpa promosi yang efektif, pengembangan kawasan
pariwisata tidak akan menghasilkan sasaran sebagaimana yang diharapkan.
Promosi yang tepat dan andal akan membantu mempertemukan komponen
penawaran pariwisata dan permintaannya, yaitu jumlah wisatawan yang
berkunjung, lama tinggal dan anggaran yang dikeluarkan oleh wisatawan.
Strategi akan dilaksanakan pada tahun keempat dan tahun kelima.
7. Penciptaan iklim investasi yang kondusif
Iklim investasi yang kondusif mendorong investor melakukan investasi
dengan biaya dan resiko serendah mungkin dalam jangka waktu yang
panjang. Penciptaan iklim unvestasi yang kondusif diprioritaskan pada upaya
menjamin kepastian usaha dengan menitikberatkan pada hak kepemilikan,
keamanan, transparansi urusan pemerintahan serta kondisi makroekonomi.
Hak kepemilikan berkenaan dengan kepemilikan lahan yang menjadi lokasi
investasi. Status kepemilikan lahan akan sangat mempengaruhi karena
investor tidak akan melakukan investasi pada lahan yang status
kepemilikannya tidak jelas. Keamanan yang terjamin akan mengurangi
potensi gangguan kriminalitas oleh oknum masyarakat terhadap aset-aset
berharga perusahaan, jalur distribusi barang dan gudang penyimpanan. Selain
itu, faktor keamanan juga akan memberikan pengaturan yang adil kepada
investor terutama pada mekanisme penyelesaian konflik di bidang investasi.
Transparansi urusan pemerintah akan memberikan kemudahan yang paling
mendasar atas pelayanan yang ditujukan pada para investor, meliputi
perijinan, investasi, imigrasi, kepabeanan, perpajakan serta berbagai urusan
yang berkaitan dengan kegiatan penanaman modal sehingga tidak
memberatkan beban tambahan pada biaya produksi usaha. Kondisi
makroekonomi yang stabil akan memberikan nilai tambah guna perluasan
pengawasan pelaksanaan investasi yang berdaya saing. Strategi ini akan
mampu meningkatkan investasi dalam daerah serta mendorong adanya
peningkatan kualitas dan kuantitas pasar sebagai salah satu infrastruktur
penunjang.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun ketiga.
8. Peningkatan pelayanan pendidikan
Dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, setiap warga
negara berhak mendapatkan layanan pendidikan. Sebagai konsekuensi dari
komitmen tersebut, setiap warga negara tanpa mengenal latar belakang, baik
yang normal maupun yang berketuhan khusus, serta yang berkemampuan
cerdas maupun yang rendah, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan
pendidikan yang bermutu setidak-tidaknya selama 9 tahun. Layanan
pendidikan merupakan upaya secara proaktif, intensif dan strategis yang
dilakukan untuk mengubah pola tindakan demi menjaga kesinambungan dan
peningkatan kualitas pendidikan. Layanan pendidikan merupakan salah satu
program yang senantiasa memerlukan perbaikan serta peningkatan kualitas
yang dilakukan. Peningkatan pelayanan pendidikan sebagai strategi untuk
mencapai sasaran peningkatan kualitas pendidikan, dilakukan dengan
perhatian utama pada upaya perluasan dan pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta
peningkatan tata kelola yang dilakukan secara terpadu dan
berkesinambungan. Perluasan dan pemerataan kesempatan mengarahkan
layanan pendidikan sebagai sesuatu yang dapat diakses secara merata tanpa
diskriminasi berdasarkan lokasi, latar belakang sosial budaya maupun
gender. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan mengarahkan layanan
pendidikan sebagai proses yang berorientasi pada kepastian untuk
mendapatkan tempat bagi siswa didik serta layanan tenaga pendidik dan
kependidikan yang berkualitas.Tata kelola menggambarkan kualitas
kelembagaan (manajemen pendidikan) dan pembelajaran (kurikulum)
sebagai upaya penting yang akan sangat menentukan kualitas layanan
pendidikan.
9. Peningkatan pelayanan kesehatan
Meskipun fasilitas pelayanan kesehatan dasar, seperti Puskesmas, Puskesmas
Pembantu, Pondik Bersalin Desa serta Pos Kesehatan Desa telah didirikan di
seluruh kecamatan di Kabupaten TTU, namun pemerataan dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan masih menjadi kendala. Kondisi inilah
yang menjadi dasar perumusan strategis peningkatan pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan merupakan jaminan sosial yang melekat dan dimiliki
oleh setiap warga negara. Kewajiban pemerintah adalah mengupayakan ketersediaan dan kelangsungan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata serta mudah dijangkau. Ketersediaaan dan kelangsungan pelayanan kesehatan diselenggarakan dengan menitikberatkan pada
pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang
optimal tanpa mengabaikan mutu pelayanan kesehatan. Peningkatan
pelayanan kesehatan dapat dilakukan melalui penambahan pelayanan,
membangun persepsi masyarakat akan keunggulan pelayanan, keandalan
dengan mempersingkat alur pelayanan. Sebagai strategi untuk mencapai
sasaran sebagaimana sebagaimana dalam Misi II, peningkatan layanan
kesehatan didesain secara lebih realistis serta diorientasikan sebagai langkah
strategis dalam meningkatkan kapasitas institusi dengan memperhatikan
kecukupan dan mutu tenaga kesehatan, meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas serta memberdayakan dan
menggerakan masyarakat untuk hidup sehat.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun kelima.
10. Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan olahraga dan kepemudaan
Tujuan pembangunan keolahragaan sesuai dengan amanat Undang-Undang
Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah
memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas
manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin,
mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh
ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan
mengembangkan olahraga dan kepemudaan. Hal ini sebagai wujud
peningkatan kualitas sumber daya manusia karena Kegiatan kepemudaan
dan olahraga merupakan wadah pembinan mental sekaligus sebagai media
peyaluran minat serta kemampuan para pemuda. Partisipasi pemuda dalam
berbagai kegiatan kepemudaan dan olahraga akan menempatkan pemuda
tidak hanya sebatas sebagai sebagai obyek namun lebih dari itu, pemuda
diharapkan sebagai pelaku pembangunan. Dalam strategi ini, peran pemuda
diarahkan untuk lebih berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan
kepemudaan untuk mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif,
mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa
kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan. Melalui
strategi ini diharapkan akan menempatkan pemuda sebagai kekuatan moral,
kontrol sosial, dan agen perubahan melaui peningkatan potensi, kapasitas,
kreatifitas, dan kemampuan berorganisasi pemuda.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun ketiga hingga tahun kelima.
11. Optimalisasi pemanfaatan rencana tata ruang wilayah
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan perencanaan wujud
struktural dan pola pemanfaatan ruang. Wujud struktural adalah susunan
unsur-unsur pembentuk rona lingkungan alam, lingkungan sosial dan
lingkungan buatan yang secara hirarkis dan struktural berhubungan satu
dengan lainnya, diantaranya meliputi pusat pelayanan kota, lingkungan/
utilitas dan sarana-prasarana. Sedangkan pola pemanfaatan ruang adalah
bentuk pemanfaatan ruang yang menggambarkan ukuran fungsi serta
karakter kegiatan manusia dan/atau kegiatan alam, di antaranya meliputi
pola lokasi, sebaran permukiman dan pola penggunaan tanah. Secara umum,
RTRW merupakan alat untuk mengendalikan pembangunan dan acuan untuk
mengembangkan daerah. Strategi optimalisasi pemafataan RTRW ini
dimaksudkan sebagai suatu cara untuk mencapai tujuan peningkatan
pembangunan dan pemerataan infrastruktur daerah dengan sasaran
peningkatan infrastruktur dan utilitas lingkungan. Melalui strategi ini
melalui peningkatan fungsi dan kualitas infrastruktur untuk membentuk
kesatuan sistem kewilayahan yang seimbang dan terjangkau. Peningkatan
fungsi dan kualitas infrastruktur sebagai bagian dari optimalisasi RTRW akan
mampu mengendalikan pertumbuhan kawasan serta penyediaan berbagai
utilitas lingkungan dengan tetap mempertahankan bahkan meningkatkan
kualitas kawasan lindung.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun kelima.
12. Reformasi birokrasi
Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah sangat diperlukan dukungan
aparatur pemerintah daerah yang cukup dengan kualifikasi tingkat
pendidikan yang memadai dan memiliki integritas moral yang baik serta
memiliki kinerja produktivitas yang tinggi. Pemerintah sebagai public service
harus mewujudkan tugas pelayanan tersebut dalam kinerja pemerintah
daerah. Masyarakat yang dilayani harus merasakan pelayanan yang optimal
dalam wujud pelayanan prima dengan prinsip mengutamakan pelanggan,
system yang efektif, melayani dengan hati nurani, perbaikan berkelanjutan
dan memberdayakan pelanggan. Pelayanan prima juga harus mencerminkan
karakteristik pelayanan umum yang sederhana, kejelasan dan kepastian,
keamanan, keterbukaan, efisien, ekonomis, keadilan dan ketepatan waktu.
Penciptaan Tata Pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab
diharapkan mampu mengemban amanah rakyat dalam pembangunan daerah
baik dalam proses maupun pelaksanaannya. Kondisi ini menuntut pemerintah
untuk mampu mewujudkan perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi
kegiatan dan anggaran pembangunan yang tertib dan proporsional. Untuk itu
diperlukan adanya revitalisasi birokrasi pada semua aspek sebagai strategi
yang berlandaskan prinsip good governance sehingga tercipta sistem
kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif,
transparan, profesional dan akuntabel. Melalui strategi ini pemerintah daerah
juga diharapkan mampu mengimplementasikan semangat otonomi daerah
sampai pada pemerintahan desa dengan mendorong terciptanya penguatan
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun tahun
kelima.
13. Pengendalian penegakkan produk hukum daerah.
Terwujudnya pelaksanaan reformasi hukum melalui upaya penegakan hukum
yang konsisten termasuk produk hukum daerah secara tidak langsung akan
memberikan landasan yang kuat bagi pembangunan di bidang lainnya
sehingga nantinya akan berdampak pada penyelenggaraan pemerintah dan
pembangunan daerah. Upaya penegakan produk hukum daerah di Kabupaten
TTU diarahkan untuk menciptakan ketenteraman dan ketertiban umum
sebagaimana yang menjadi salah satu sasaran dalam Misi IV. Untuk itu sangat
diperlukan kesiapan dan kualitas aparatur yang memadai untuk dapat
memahami, menjabarkan, dan melaksanakan produk hukum daerah serta
kesadaran seluruh komponen pelaksana. Tuntutan tersebut dapat dipenuhi
melalui strategi pengendalian penegakkan produk hukum pemerintah daerah.
Melalui strategi ini diharapkan akan menghasilkan aparat penegak hukum
pemerintah daerah yang profesional serta peningkatan kesadaran
masyarakat. Aparat yang profesional adalah aparat yang mampu mencegah,
menangkal dan menindak kejahatan terutama melalui deteksi dini dalam
menegakkan peraturan daerah dan produk hukum daerah lainnya.
Sedangkan peningkatan kesadaran masyarakat menitikberatkan pada upaya
pemahaman masyarakat akan manfaat serta konsekwensi yang timbul akibat
penerapan produk hukum daerah sehingga tercapai keadaan yang tertib dan
tenteram.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun ketiga hingga tahun kelima.
14. Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
Mengacu pada RTRW, Kota Kefamenanu sebagai Ibu kota Kabupaten
mempunyai fungsi pelayanan Pusat Pemerintahan maupun pusat pelayanan
lainnya seperti perdagangan. Terkait dengan posisi yang berdekatan dengan
Negara Timor Leste maka Kota Kefamenanu juga memiliki fungsi sebagai
fungsi ganda, menuntut adanya pemulihan kondisi kota yang dapat menjamin
keberlangsungan sesuai fungsinya. Melalui strategi ini, diharapkan Kota
Kefamenanu akan dapat berkembang dan mampu memenuhi fasilitas
layanannya mencakup pemenuhan infrastruktur perkotaan dengan
mempertimbangkan jangkauan pelayanan, jumlah penduduk yang terlayani
serta kapasitas pelayanan. Pemenuhan fasilitas layanan secara realistis akan
memperhatikan tuntutan dunia usaha dan masyarakat dalam rangka
pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sehingga aktivitas
pemerintahan dan jasa dalam Kota Kefamenanu dapat berjalan dengan baik,
yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus
untuk menjaga dan meningkatkan mutu lingkungan. Strategi ini akan
mewujudkan pemenuhan infrastruktur perkotaan yang mampu menciptakan
keserasian dan keterpaduan pengembangan kota Kefamenanu dengan
wilayah sekitarnya bahkan dengan kota-kota di sepanjang jalur Trans Timor.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun kedua hingga tahun kelima.
15. Pengembangan wilayah pesisir dan laut secara terpadu
Kawasan pesisir di bagian utara Kabupaten TTU merupakan kawasan
strategis dengan berbagai keunggulan komparatif dan kompetitif yang telah
berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat karena berbagai keunggulan
fisik dan geografis yang dimilikinya. Sebagai wilayah yang merupakan
perpaduan antara kawasan laut dan darat yang saling mempengaruhi dan
dipengaruhi satu sama lainnya, wilayah Pantai Utara (Pantura) mempunyai
karakteristik khusus. Ke arah darat, meliputi bagian daratan, baik kering
maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut tetapi
berpotensi untuk pengembangan pertanian, pertambangan maupun
perdagangan. Sedangkan ke arah laut wilayah Pantura memiliki potensi
perikanan serta berbagai aktifitas kelautan. Salah satu kunci dalam
memanfaatkan sumberdaya yang demikian besar adalah dengan
menempatkan kepentingan ekonomi secara proporsional dengan kepentingan
lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk
mewujudkan pemanfaatan sumberdaya dimaksud, diperlukan upaya
Pengembangan yang terpadu akan menempatkan aktifitas kelautan dan
pesisir sebagai sektor sebagai penggerak yang diharapkan akan memberikan
efek rangsangan bagi pengembangan aktifitas lainnya termasuk
pengembangan wilayah–wilayah di sepanjang Pantura dengan segenap
kelengkapannya (sarana dan prasarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan
kota dapat berlangsung bahkan ditingkatkan tanpa mengabaikan kualitas
lingkungan.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun kedua hingga tahun keempat.
16. Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan
Strategi ini lebih dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan kawasan
perbatasan sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai beranda depan, kawasan perbatasan haruslah mencerminkan wajah
NKRI yang mampu bersaing atau bahkan melebihi pembangunan negara
tetangga, demi harga diri bangsa Indonesia. Strategi ini mencakup 2 (dua)
agenda utama, yaitu peningkatan infrastruktur dan peningkatan
pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan infrastruktur diarahkan pada penyediaan sarana dan prasarana
penunjang pembangunan yang bertujuan untuk memperluas jangkauan
pelayanan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat
termasuk didalamnya pendidikan dan kesehatan. Sedangkan peningkatan
pertumbuhan ekonomi difokuskan untuk meningkatkan keserasian
pertumbuhan di kawasan perbatasan dengan mengurangi kesenjangan antar
daerah melalui pengembangan potensi sesuai dengan kondisi daerah.
Keserasian yang dimaksud adalah pertumbuhan yang seimbang serta saling
mendukung antar wilayah yang mempunyai keterkaitan fungsi di sepanjang
perbatasan dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketahanan negara.
Strategi ini akan dilaksanakan pada tahun pertama hingga tahun kelima.
Secara detail, hubungan keterkaitan antara tiap-tiap tujuan, sasaran serta
Tabel 6.1. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Kabupaten Timor Tengah Utara
VISI :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA YANG SEJAHTERA, ADIL, DEMOKRATIS DAN MANDIRI MELALUI PEMBERDAYAAN POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SERTA SUMBER DAYA ALAM SECARA LESTARI
TUJUAN SASARAN STRATEGI
MISI I : Memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah dan berwawasan lingkungan hidup secara sinergis dan berkelanjutan
Mengembangkan komoditas pertanian unggulan yang produktif, berdaya saing dan memberikan nilai tambah
Meningkatnya produksi pertanian unggulan
daerah yang bermutu Penguatan sistem pertanian terpadu
Berkembangnya industri pengolahan hasil pertanian
Pengembangan agribisnis Terbangunnya sistem pemasaran hasil
pertanian yang baik
Pemberdayaan kelembagaan ekonomi masyarakat
Revitalisasi dan refungsionalisasi koperasi dan UKM dalam memberdayakan perekonomian rakyat
Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
Mengembangkan potensi ekonomi yang
berbasis SDA dan berwawasan lingkungan Optimalnya pengelolaan SDA dan LH;
Pengelolaan usaha penambangan rakyat yang ramah lingkungan
TUJUAN SASARAN STRATEGI
Penguatan sistem informasi/promosi
Meningkatnya investasi dalam daerah;
Penciptaan iklim investasi yang kondusif Meningkatnya jumlah dan kualitas pasar
MISI II : Meningkatkan kualitas SDM melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan yg berkualitas, merata dan terakses
Meningkatkan akses dan kualitas
pendidikan Meningkatnya kualitas pendidikan Peningkatan pelayanan pendidikan
Meningkatkan akses dan kualitas
kesehatan masyarakat Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Peningkatan pelayanan kesehatan
Mengembangkan Olah Raga dan Kepemudaan
Meningkatnya event dan sarana prasarana olahraga serta kegiatan kepemudaan
Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan olah raga dan kepemudaan
MISI III : Meningkatkan aksesibilitas melalui pembangunan dan pemerataan infrastruktur daerah
Meningkatkan pembangunan dan pemerataan infrastruktur daerah
Meningkatnya pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan jaringan irigasi
Optimalisasi rencana tata ruang wilayah Meningkatnya utilitas lingkungan dan rumah
layak huni
MISI IV : Mewujudkan Tata Kepemerintahan Yang Baik dan Bersih
TUJUAN SASARAN STRATEGI
berkualitas
Terwujudnya tertib perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah
Terwujudnya tertib administrasi
Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah
Meningkatnya kualitas SDM aparatur
Meningkatnya fungsi pengawasan
Penguatan implementasi otonomi desa Menguatnya kapasitas fiskal dan kapsitas aparatur pemerintahan desa
Meningkatkan ketenteraman dan ketertiban umum
Terwujudnya ketenteraman dan ketertiban umum
Pengendalian penegakkan produk hukum daerah
MISI V : Mengembangkan kawasan strategis daerah dengan menata Kota Kefamenanu sebagai Ume Naek – Ume Mese, mengembangkan kawasan pesisir Pantai Utara serta optimalisasi pembangunan kawasan perbatasan
Meningkatkan kualitas manajemen struktur dan pola pemanfaatan ruang Kota Kefamenanu
Mendorong penataan Kota Kefamenanu sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan jasa
Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
Meningkatkan pengelolaan kawasan pesisir Pantura
Mengoptimalkan pengelolaan kawasan pesisir Pantura
6.2 Arah Kebijakan
Secara umum pembangunan Kabupaten TTU diarahkan pada upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi wilayah
dengan tetap mempertahankan kualitas lingkungan. Arah kebijakan pembangunan
sebagai pedoman untuk mengarahkan pelaksanaan strategi dari tahun ke tahun
selama 5 (lima) tahun kedepan dapat digambarkan sebagai berikut :
6.2.1 Arah Kebijakan Tahun Pertama
Pada tahun pertama, pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Utara
diarahkan untuk meningkatkan ekonomi rakyat dengan mengembangkan potensi
unggulan di antaranya adalah pertanian dan pariwisata. Arah kebijakan yang
ditempuh antara lain melalui penguatan sistem pertanian terpadu, pengembangan
daerah tujuan wisata serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Selain peningkatan ekonomi rakyat, pembangunan pada tahun pertama
juga difokuskan untuk mereformasi birokrasi meningkatkan kualitas pendidikan
dan kesehatan, pemanfaatan tata ruang wilayah, pembangunan kawasan
perbatasan antar negara serta mereformasi birokrasi.
Persoalan mendasar di Kabupaten TTU yang perlu mendapat perhatian
khusus dan berkesinambungan adalah pendidikan, kesehatan, pemanfaatan tata
ruang, reformasi birokrasi, serta pengembangan kawasan perbatasan sebagai
beranda depan NKRI, sehingga fokus pembangunan pada hal-hal tersebut akan
terus berkelanjutan sejak tahun pertama hingga tahun kelima.
Selengkapnya fokus pembangunan tahun pertama adalah sebagai
berikut:
1. Penguatan sistem pertanian terpadu
2. Pengembangan daerah tujuan wisata
3. Penciptaan iklim investasi yang kondusif
4. Peningkatan pelayanan pendidikan
6. Optimalisasi rencana tata ruang wilayah
7. Reformasi birokrasi
8. Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.
6.2.2 Arah Kebijakan Tahun Kedua
Disadari bahwa semua upaya pada tahun pertama belum tentu dapat
terselesaikan karena berbagai keterbatasan yang ada, sehingga pada tahun kedua
pembangunan masih diarahkan pada fokus tahun pertama yang belum tercapai.
Selain fokus pertanian, kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM secara perlahan
mulai disentuh melalui upaya pembinaan aparat pengelola. Pada tahun kedua,
pemerintah juga secara bertahap mulai meningkatkan peran Kota Kefamenanu
sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan jasa serta berupaya mengembangkan
kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) sebagai salah satu pusat pertumbuhan
ekonomi. Diharapkan melalui pengembangan Kota Kefamenanu dan kawasan
Pantura akan tercipta sinergisitas pembangunan yang mendorong pertumbuhan
ekonomi wilayah secara keseluruhan.
Selengkapnya, fokus pembangun pada tahun kedua adalah sebagai
berikut :
1. Penguatan sistem pertanian terpadu
2. Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
3. Pengembangan daerah tujuan wisata
4. Penciptaan iklim investasi yang kondusif
5. Peningkatan pelayanan pendidikan
6. Peningkatan pelayanan kesehatan
7. Optimalisasi rencana tata ruang wilayah
8. Reformasi birokrasi
9. Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
10.Pengembangan wilayah pesisir dan laut secara terpadu.
6.2.3 Arah Kebijakan Tahun Ketiga
Pada tahun ketiga, diharapkan berbagai fokus pembangunan di tahun
pertama dan kedua mulai memperlihatkan hasil yang signifikan. Pertanian rakyat
yang mulai berkembang positif disertai pertumbuhan wilayah akan sangat
membutuhkan upaya pengolahan hasil serta pemasaran. Yang baik, penataan
lembaga keuangan serta pengendalian dampak hukum, sehingga pembangunan
pada tahun ketiga harus disertai dengan upaya penataan kapasitas pengelolaan
koperasi dan UKM serta pengendalian penegakkan produk hukum daerah.
Iklim usaha yang semakin kondusif juga akan merangsang berbagai
kegiatan investasi, termasuk usaha penambangan. Terhadap investasi
penambangan, pemerintah telah berkomitmen untuk tetap mengutamakan
penambangan rakyat sebagai upaya untuk menempatkan masyarakat pada posisi
tawar yang menguntungkan. Oleh karena itu, pembangunan juga diarahkan pada
pengelolaan usaha penambangan rakyat. Selain itu, tersedianya berbagai fasilitas
layanan kota juga akan menumbuhkan minat serta peran aktif pemuda dalam
berbagai kegiatan olahraga dan kepemudaan.
Dengan demikian, selain terus melanjutkan pembangunan di tahun
pertama dan kedua, pembangunan di tahun ketiga juga difokuskan pada upaya
pengembangan agribisnis, pengendalian penegakkan produk hukum daerah,
peningkatan peran pemuda dan penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan
UKM.
Selengkapnya, fokus pembangunan tahun ketiga adalah sebagai berikut :
1. Penguatan sistem pertanian terpadu
2. Pengembangan agribisnis
3. Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
4. Pengelolaan usaha penambangan rakyat yang ramah lingkungan
5. Pengembangan daerah tujuan wisata
6. Penciptaan iklim investasi yang kondusif
7. Peningkatan pelayanan pendidikan
9. Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam olah raga dan kegiatan
kepemudaan
10.Optimalisasi rencana tata ruang wilayah
11.Reformasi birokrasi
12.Pengendalian penegakkan produk hukum daerah.
13.Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
14.Pengembangan wilayah pesisir dan laut secara terpadu
15.Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.
6.2.4 Arah Kebijakan Tahun Keempat
Memasuki tahun keempat, berbagai upaya pembangunan yang dilakukan
sejak tahun pertama seyogianya telah mencapai hasil yang maksimal. Oleh karena
itu, pembangunan diarahkan sebagai tahap keberlanjutan sehingga tahun keempat
difokuskan pada upaya melanjutkan pembangunan tahun ketiga dengan akselerasi
untuk mencapai sasaran yang masih jauh dari pemenuhan. Khusus di bidang
pariwisata, arah pengembangannya lebih pada upaya untuk menjual daerah tujuan
wisata dengan meningkatkan upaya promosi. Pada sektor kewilayahan, titik berat
pengembangan difokuskan pada keterpaduan pengembangan kawasan Pantura
dengan program Kota Terpadu Mandiri.
Selengkapnya, fokus pembangunan tahun keempat adalah sebagai
berikut :
1. Pengembangan agribisnis
2. Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
3. Pengelolaan usaha penambangan rakyat yang ramah lingkungan
4. Penguatan sistem informasi/promosi pariwisata
5. Peningkatan pelayanan pendidikan
6. Peningkatan pelayanan kesehatan
7. Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan olah raga dan
8. Optimalisasi rencana tata ruang wilayah
9. Reformasi birokrasi
10.Pengendalian penegakkan produk hukum daerah
11.Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
12.Pengembangan wilayah pesisir dan laut secara terpadu.
13.Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.
6.2.5 Arah Kebijakan Tahun Kelima
Tahun kelima merupakan tahun terakhir rencana yang sekaligus
merupakan tahun terakhir masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode
2010 – 2015. Pada tahun terakhir, diharapkan tidak tercipta berbagai kebijakan
yang pelaksanaannya akan sulit diwujudkan dalam masa transisi. Fokus
pembangunan dalam tahun kelima dititikberatkan pada keberlanjutan arah
pembangunan tahun keempat, sehingga diharapkan di akhir tahun kelima semua
sasaran telah dapat dicapai dengan mewujudkan visi – misi sebagaimana yang
diinginkan.
Selengkapnya, fokus pembangunan di tahun kelima tidak berbeda dengan
fokus pembangunan tahun keempat, yaitu :
1. Pengembangan agribisnis
2. Penataan kapasitas pengelolaan koperasi dan UKM
3. Pengelolaan usaha penambangan rakyat yang ramah lingkungan
4. Penguatan sistem informasi/promosi pariwisata
5. Peningkatan pelayanan pendidikan
6. Peningkatan pelayanan kesehatan
7. Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan olah raga dan
kepemudaan
8. Optimalisasi rencana tata ruang wilayah
10.Pengendalian penegakkan produk hukum daerah
11.Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
12.Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.
Selengkapnya, arah kebijakan pembangunan sebagai penjabaran logis tiap-tiap
strategi dalam atribut waktu sebagai upaya mencapai sasaran, dapat digambarkan
Tabel 6.2. Arah Kebijakan RPJMD 2011 – 2015
SASARAN
Arah Kebijakan
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Meningkatnya produksi pertanian unggulan daerah yang bermutu
Berkembangnya industri pengolahan hasil pertanian
Terbangunnya sistem pemasaran hasil pertanian yang baik
Revitalisasi dan refungsionalisasi koperasi dan UKM dalam
memberdayakan perekonomian rakyat
Optimalnya pengelolaan SDA dan LH;
Meningkatnya pengelolaan potensi pariwisata;
Penguatan sistem pertanian terpadu
Pengelolaan usaha penambangan rakyat yang ramah lingkungan
Pengembangan daerah tujuan wisata
Penguatan sistem Pengembangan agribisnis
SASARAN
Arah Kebijakan
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Meningkatnya investasi dlm daerah;
Meningkatnya jumlah dan kualitas pasar
Meningkatnya kualitas pendidikan
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Meningkatnya event dan sarana prasarana olahraga serta kegiatan kepemudaan
Meningkatnya pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan dan jaringan rigasi
Meningkatnya utilitas lingkungan dan rumah layak huni
Penciptaan iklim investasi yang kondusif
Peningkatan pelayanan pendidikan
Peningkatan pelayanan kesehatan
Peningkatan peran dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan olahraga dan kepemudaan
SASARAN
Arah Kebijakan
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Terwujudnya layanan publik yg cepat dan tepat
Terwujudnya tertib perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah
Terwujudnya tertib administrasi
Meningkatnya kualitas SDM aparatur
Meningkatnya fungsi pengawasan
Menguatnya kapasitas fiskal dan kapasitas aparatur pem desa
Terwujudnya ketenteraman dan ketertiban umum
Mendorong penataan Kota Kefamenanu sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan jasa
Mengoptimalkan pengelolaan kawasan pesisir Pantura
Reformasi Birokrasi
Pengendalian penegakkan produk hukum daerah
Pemenuhan fasilitas layanan Kota Kefamenanu
SASARAN
Arah Kebijakan
Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Mengoptimalkan pembangunan kawasan perbatasan negara