• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGRAMATIKAN BERBAHASA DAN GENDER: SEBUAH STUDI KASUS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEGRAMATIKAN BERBAHASA DAN GENDER: SEBUAH STUDI KASUS."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KEGRAMATIKAN BERBAHASA DAN GENDER: SEBUAH STUDI KASUS

Oleh:

Zulprianto, Rumbardi, Novalinda Nomor Kontrak : 065/J.16/PL/DIPA/IV-2006

Abstrak

Pria dan wanita sebenarnya tidak menggunakan bahasa yang berbeda, tetapi mereka cendrung menggunakan karakteristik berbahasa yang berbeda. Perbedaan karakteristik berbahasa yang berbeda tersebut melahirkan berbagai stereotipe berbahasa yang bersifat gender. Penelitian ini bermaksud menganalisis salah satu stereotipe berbahasa yang melekat pada penutur pria dan wanita yaitu apakah wanita berbahasa lebih gramatikal daripada pria. Bahasa yang dimaksud dalam hal ini adalah bahasa tulis.

Sumber data penelitian ini diambil dari 12 karya tulis dalam Bahasa Inggris. Karya itu ditulis oleh responden dengan komposisi 6 wanita dan 6 pria. Responden diminta menulis esai pendek sekitar 100 kata dengan topik yang sudah ditentukan. Disamping itu, juga diminta kepada responden untuk mengisi kuesioner tentang hubungan antara kegramatikan berbahasa dengan gender. Responden adalah mahasiswa jurusan sastra Inggris.

Referensi

Dokumen terkait

– Bunyi yang dihantarkan melalui telinga luar dan tengah terisi udara berjalan melalui.

dan siswa tidak menjelaskan hal tersebut. Buku siswa berisi materi-materi yang harus dituntaskan beserta kegiatan-kegiatan pembelajarannya. Buku guru yang berisi uraian

Sedangkan dilihat segi isi pelaksanaan pendidikan karakter dalam PAI di SMA Negeri 3 Semarang sudah sesuai dengan pedoman pengembangan Pendidikan Karakter

dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan susu full cream dan minyak sawit merah berpengaruh terhadap overrun , kecepatan leleh, total padatan, kadar protein, kadar

Pembagian karyawan dengan imbang pada setiap shift juga harus dilakukan agar tidak terjadi kekurangan karyawan dalam memberikan pelayanan check in , terutama

Meskipun memiliki kelebihan yang telah disebutkan sebelumnya, kelemahan utama population-based metaheuristic yaitu banyaknya jumlah evaluasi fungsi yang menyebabkan

Profil Kesehatan Kota Langsa Tahun 2015 merupakan gambaran kondisi kesehatan di Wilayah Kota Langsa pada tahun 2015 yang meliputi indikator Gambaran Umum Kota Langsa, Derajat Kesehatan

Berdasarkan hasil analisis dengan rumus rank spearman, maka diketahui nilai korelasi dari dua variabel tersebut sebesar 0,81 yang termasuk kategori 0,80 – 0,100