Pada bulan Januari 2017 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 1,40 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,92. Dari 82 kota, 82 kota mengalami inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 14 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak 1,82 persen dan Kota Singaraja 1,79 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari yaitu sebesar 0,09 persen dan Kota Tual sebesar 0,10 persen.
Inflasi di Kota Bima pada bulan Januari 2017 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada enam kelompok dan hanya satu kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga yang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Enam kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,97 persen, kelompok sandang sebesar 0,62 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,10 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 1,18 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari 2017) sebesar 1,40 persen dan laju inflasi
“year on year” (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,22 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TOMAT SAYUR 0,2473 persen, BIAYA PERPANJANGAN STNK 0,2085 persen, BANDENG/BOLU 0,1800 persen, SELAR/TUDE 0,1458 persen, TARIP LISTRIK 0,1344 persen, BATU BATA/BATU TELA 0,0895 persen, KAKAP MERAH 0,0507 persen, KOL PUTIH/KUBIS 0,0451 persen, UDANG BASAH 0,0433 persen, EMAS PERHIASAN 0,0419 persen, TARIP PULSA PONSEL sebesar 0,0379 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0352 persen, KANGKUNG 0,0345 persen, TERI 0,0324 persen, BAYAM 0,0243 persen, TELUR AYAM RAS 0,0243 persen, TEMPE 0,0225 persen, JERUK 0,0219 persen, dan WORTEL 0,0208 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,0917 persen, DAGING AYAM RAS 0,0659 persen, BERAS 0,0393 persen, KAYU BALOKAN 0,0354 persen, TENGGIRI 0,0261 persen, BAWANG MERAH 0,0238 persen, dan SAWI HIJAU 0,0165 persen.
Sedangkan untuk tingkat nasional mengalami inflasi sebesar 0,97 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2017) sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,49 persen.
BPS KOTA BIMA
BERITA RESMI STATISTIK
No. 01/02/5272/Th. X, 01 Februari 2017
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BIMA
JANUARI 2017 KOTA BIMA INFLASI SEBESAR 1,40 PERSEN
Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Januari 2017 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan dengan tahun dasar baru (2012 = 100) di Kota Bima pada bulan Januari 2017 terjadi inflasi sebesar 1,40 persen. Terjadi kenaikan Indeks
Laju Inflasi tahun Kalender
2017**)
[3] [3] [5] [6] [7]
U m u m 129,11 130,92 1,40 1,40 3,22
1 Bahan Makanan 135,62 140,60 3,67 3,67 4,52
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau
137,92 138,05 0,09 0,09 6,06
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar
122,71 123,90 0,97 0,97 2,38
4 Sandang 116,71 117,43 0,62 0,62 2,69
5 Kesehatan 116,05 116,17 0,10 0,10 3,77
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 117,05 116,99 -0,05 -0,05 2,38 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa
Keuangan
132,90 134,47 1,18 1,18 -0,99
Kelompok Pengeluaran
[1]
Inflasi Tahun ke Tahun ***) IHK
Desember 2016
IHK Januari 2017 *)
Inflasi Bulan Januari
2017
kalender (Januari 2017) sebesar 1,40 persen dan laju inflasi “year on year” (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,22 persen.
Inflasi di Kota Bima pada bulan Januari 2017 dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada enam kelompok dan hanya satu kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga yang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Enam kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau inflasi 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,97 persen, kelompok sandang sebesar 0,62 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,10 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 1,18 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari 2017) sebesar 1,40 persen dan laju inflasi “year on year” (Januari 2017 terhadap Januari 2016) sebesar 3,22 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah TOMAT SAYUR 0,2473 persen, BIAYA PERPANJANGAN STNK 0,2085 persen, BANDENG/BOLU 0,1800 persen, SELAR/TUDE 0,1458 persen, TARIP LISTRIK 0,1344 persen, BATU BATA/BATU TELA 0,0895 persen, KAKAP MERAH 0,0507 persen, KOL PUTIH/KUBIS 0,0451 persen, UDANG BASAH 0,0433 persen, EMAS PERHIASAN 0,0419 persen, TARIP PULSA PONSEL sebesar 0,0379 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0352 persen, KANGKUNG 0,0345 persen, TERI 0,0324 persen, BAYAM 0,0243 persen, TELUR AYAM RAS 0,0243 persen, TEMPE 0,0225 persen, JERUK 0,0219 persen, dan WORTEL 0,0208 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah ANGKUTAN UDARA 0,0917 persen, DAGING AYAM RAS 0,0659 persen, BERAS 0,0393 persen, KAYU BALOKAN 0,0354 persen, TENGGIRI 0,0261 persen, BAWANG MERAH 0,0238 persen, dan SAWI HIJAU 0,0165 persen.
Tabel 1
Laju Inflasi Kota Bima Bulan Januari 2017, Tahun Kalender 2017 dan Januari 2017 Terhadap Januari 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Total persentase perubahan IHK Februari-Januari 2017
***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2017 terhadap IHK bulan Januari 2016
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Januari 2017 (persen)
Andil Inflasi (%)
[1] [2]
U M U M 1,4027
1. Bahan Makanan 0,9485
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,0201
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,2151
4. Sandang 0,0421
5. Kesehatan 0,0044
6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga -0,0029
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,1754
Kelompok Pengeluaran
Gambar 1
Perkembangan IHK Kota Bima (2012 =100) Januari 2017
100 105 110 115 120 125 130 135 140 145 150
Dec-16 Jan-17
Gambar 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Bima Januari 2017
-0,2 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6
Persen (%)
Umum Bhn Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2017 mengalami inflasi 3,67 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 135,62 pada bulan Desember 2016 menjadi 140,60 pada bulan Januari 2017.
Dari sebelas sub kelompok, tujuh sub kelompok mengalami inflasi, sementara tiga sub kelompok mengalami deflasi, dan satu sub kelompok yaitu sub kelompok bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan. Sub kelompok yang mengalami deflasi antara lain sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya 0,54 persen, sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 2,54 persen, dan sub kelompok bumbu- bumbuan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen. Sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok ikan segar 8,71 persen, sub kelompok ikan diawetkan 4,49 persen, sub kelompok telur, susu dan hasil- hasilnya 1,78 persen, sub kelompok kacang-kacangan 9,71 persen, sub kelompok buah-buahan 1,97 persen, sub kelompok sayur-sayuran 16,60 persen, dan sub kelompok lemak dan minyak 1,81 persen.
Kelompok ini pada Januari 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,9485 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: DAGING AYAM RAS 0,0659 persen, BERAS 0,0393 persen, TENGGIRI 0,0261 persen, BAWANG MERAH 0,0238 persen, SAWI HIJAU 0,0165 persen, DAUN KELOR 0,0145 persen, DAGING AYAM KAMPUNG 0,0135 persen, KETIMUN 0,0031 persen, CABAI MERAH 0,0012 persen, OYONG/GAMBAS 0,0012 persen, dan PENYEDAP MASAKAN/VETSIN 0,0009 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: TOMAT SAYUR 0,2473 persen, BANDENG/BOLU 0,1800 persen, SELAR/TUDE 0,1458 persen, KAKAP MERAH 0,0507 persen, KOL PUTIH/KUBIS 0,0451 persen, UDANG BASAH 0,0433 persen, TONGKOL/AMBU-AMBU 0,0352 persen, KANGKUNG 0,0345 persen, TERI 0,0324 persen, BAYAM 0,0322 persen, TELUR AYAM RAS 0,0243 persen, TEMPE 0,0225 persen, JERUK 0,0219 persen, WORTEL 0,0208 persen, TAHU MENTAH 0,0192 persen, KELAPA 0,0189 persen, CABAI RAWIT 0,0167 persen, EKOR KUNING 0,0159 persen, PISANG 0,0155 persen, BARONANG 0,0152 PERSEN, TAUGE/KECAMBAH 0,0136 persen, CUMI-CUMI 0,0134 persen,
IKAN ASIN BELAH 0,0116 persen, dan KEMBUNG/GEMBUNG/BANYAR/GEMBOLO/ASO-ASO 0,0097 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini pada Januari 2017 mengalami inflasi 0,09 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 137,92 pada Desember 2016 menjadi 138,05 pada Januari 2017.
Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,11 persen, sub kelompok makanan jadi inflasi 0,05 persen, dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Tidak ada sub kelompok yang mengalami deflasi pada kelompok ini.
Kelompok ini pada Januari 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0201 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi dalam kelompok ini antara lain ROKOK KRETEK FILTER 0,0067 persen, IKAN BAKAR 0,0055 persen, GULA PASIR 0,0041 persen, AIR KEMASAN 0,0029 persen, MINUMAN RINGAN 0,0007 persen, SIROP 0,0001 persen, dan ROKOK PUTIH 0,0001 persen. Tidak ada komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
Kelompok ini pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,97 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 122,71 pada Desember 2016 menjadi 123,90 pada Januari 2017.
Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini semua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal 0,44 persen, sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, sub kelompok perlengkapan rumah tangga inflasi 0,76 persen, dan sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air mengalami inflasi sebesar 2,89 persen. Tidak ada sub kelompok yang mengalami deflasi pada kelompok ini.
Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2151 persen. Komoditas yang memberi sumbangan inflasi antara lain TARIP LISTRIK 0,1344 persen, BATU BATA/BATU TELA 0,0895 persen, KASUR 0,0093 persen, LEMARI HIAS/BUPET 0,0035 persen, PIRING 0,0032 persen, SEMEN 0,0029 persen, SABUN DETERGEN BUBUK/CAIR 0,0027 persen, PEMBASMI NYAMUK BAKAR 0,0023 persen, SENG 0,0018 persen, dan GELAS MINUM 0,0004 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini hanya KAYU BALOKAN yang memberi sumbangan deflasi sebesar 0,0354 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,71 pada Desember 2016 menjadi 117,43 pada Januari 2017.
Dari empat sub kelompok, dua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami inflasi sebesar 2,46 persen dan sub kelompok sandang wanita inflasi 0,01 persen.
Dua sub kelompok yaitu dan sub kelompok sandang laki-laki dan sub kelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan.
Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0421 persen. Komoditas yang memberi sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah EMAS PERHIASAN yang memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0419 persen dan BLUS sebesar 0,0002 persen. Tidak ada komoditas yang mengalami deflasi pada kelompok ini.
5. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,05 pada Desember 2016 menjadi 116,17 pada Januari 2017.
Dari empat sub kelompok dua sub kelompok tidak mengalami perubahan yaitusub kelompok jasa perawatan jasmani dan sub kelompok jasa kesehatan. Dua sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok obat-obatan inflasi 0,42 persen dansub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika inflasi 0,02 persen.
Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0044 persen. Komoditas yang memberi sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah OBAT DENGAN RESEP 0,0047 persen, ALAS BEDAK 0,0002 persen, LIPSTIK 0,0001 persen, dan SABUN MANDI CAIR 0,001 persen. Komoditas yang memberi sumbangan deflasi pada kelompok ini hanya OBAT FLU yang memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0007 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Januari 2017 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen atau atau mengalami penurunanan indeks dari 117,05 pada Desember 2016 menjadi 116,99 pada Januari 2017.
Dari lima sub kelompok, terdapat empat sub kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu sub kelompok olahraga, sub kelompok pendidikan, sub kelompok rekreasi, dan sub kelompok kursus- kursus/pelatihan. Satu sub kelompok mengalami deflasi yaitu sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan deflasi sebesar 0,33 persen.
Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0029 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah LAPTOP/NOTEBOOK yang memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0026 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah PERSONAL KOMPUTER/DESKTOP yang memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0055 persen.
7.
Transpor, Komunikasi & Jasa KeuanganKelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 1,18 atau terjadi kenaikan indeks dari 132,90 pada Desember 2016 menjadi 134,47 pada Januari 2017.
Dari empat sub kelompok, satu sub kelompok tidak mengalami perubahan yaitu sub kelompok jasa keuangan. Satu sub kelompok mengalami inflasi yaitu sub kelompok transpor mengalami deflasi sebesar 0,72 persen. Dua sub kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman inflasi 1,46 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor inflasi sebesar 16,43 persen.
Pada Januari 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1754 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah BIAYA PERPANJANGAN STNK 0,2085 persen, TARIP PULSA PONSEL 0,0379 persen, BENSIN 0,0181 persen, CUCI KENDARAAN 0,0012 persen, ACCU 0,0008 persen, dan HELM 0,0006 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini hanya ANGKUTAN UDARA yang memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0917 persen.
INFLASI TAHUNAN
Perubahan Januari 2017 terhadap Desember 2016 sebesar 1,40 persen, sedangkan laju inflasi tahun kalender (Januari 2017) sebesar 1,40 persen, dan laju inflasi ”year on year” untuk Januari 2017 terhadap Januari 2016 sebesar 3,22 persen.
Tabel 3
Inflasi Bulan Januari 2017, Tahun Kalender, Year on Year, Tahun 2017
Inflasi 2017
(1) (2)
1. Januari 1,40
2. Tahun Kalender 1,40
3. Januari 2015 terhadap Januari 2014
(year on year) 3,22
Gambar 3
Inflasi Bulan Januari 2017, Tahun Kalender, Year on Year Tahun 2017
0,00 1,00 2,00 3,00 4,00
Persen (%)
Jan-17 Tahun Kalender (Januari 2017) Year on Year (Januari 2017 terhadap Januari 2016)
PERBANDINGAN INFLASI WILAYAH BALI, NUSA TENGGARA PADA BULAN JANUARI 2017
Pada bulan Januari 2017 Kota Bima mengalami inflasi sebesar 1,40 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,92. Dari 82 kota, 82 kota mengalami inflasi dan tidak ada kota yang mengalami deflasi. Angka inflasi Kota Bima menempati posisi 14 rangking nasional. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak 1,82 persen dan Kota Singaraja 1,79 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari yaitu sebesar 0,09 persen dan Kota Tual sebesar 0,10 persen.Dari enam kota yang berada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara semua kota mengalami inflasi yaitu Kota Denpasar inflasi 1,39 persen, Kota Singaraja sebesar 1,79 persen, Kota Bima sebesar 1,40 persen, Kota Mataram 1,51 persen, Kota Kupang sebesar 0,79 persen, dan Kota Maumere 0,40 persen.
Tabel 4
Perbandingan Indeks Januari 2017 Untuk 82 Kota (2012=100)
No. Kota IHK (%)
(1) (2) (3) (4)
1 PONTIANAK 137,25 1,82
2 SINGARAJA 137,52 1,79
3 SURABAYA 127,98 1,76
4 SINGKAWANG 127,75 1,76
5 PANGKAL PINANG 135,69 1,72
6 TANJUNG PANDAN 136,53 1,71
7 CILACAP 129,85 1,60
8 DUMAI 129,65 1,58
9 WATAMPONE 122,10 1,52
10 MATARAM 126,17 1,51
11 PEKANBARU 129,82 1,46
12 JEMBER 124,35 1,46
13 MALANG 128,18 1,45
14 BIMA 130,92 1,40
15 MADIUN 124,44 1,39
16 DENPASAR 124,81 1,39
17 KUDUS 132,98 1,36
18 MEULABOH 127,51 1,34
19 BOGOR 127,76 1,34
20 PALU 128,77 1,32
21 GORONTALO 123,34 1,28
22 YOGYAKARTA 124,74 1,24
23 TEMBILAHAN 131,43 1,19
24 SURAKARTA 123,83 1,16
25 PROBOLINGGO 124,50 1,15
26 MAKASSAR 127,88 1,14
27 SEMARANG 125,97 1,11
28 MANADO 127,02 1,10
29 PADANGSIDIMPUAN 126,72 1,08
30 BALIKPAPAN 133,00 1,08
31 PURWOKERTO 124,53 1,05
32 SAMARINDA 130,14 1,02
No. Kota IHK (%)
33 MERAUKE 133,47 1,02
34 DKI JAKARTA 127,52 0,99
35 BULUKUMBA 131,53 0,99
36 BENGKULU 136,36 0,98
37 TEGAL 123,69 0,98
38 TANJUNG PINANG 127,23 0,97
39 CILEGON 132,26 0,97
40 KEDIRI 123,71 0,94
41 BANJARMASIN 127,47 0,94
42 PARE-PARE 123,23 0,93
43 SAMPIT 128,14 0,91
44 KENDARI 122,75 0,88
45 DEPOK 125,42 0,86
46 SORONG 127,93 0,86
47 LUBUKLINGGAU 124,86 0,85
48 PALANGKARAYA 124,40 0,85
49 BANDAR LAMPUNG 128,38 0,84
50 CIREBON 122,18 0,84
51 BUNGO 125,37 0,82
52 PALOPO 124,79 0,82
53 SUKABUMI 126,10 0,81
54 BEKASI 124,05 0,80
55 KUPANG 130,09 0,79
56 SERANG 134,06 0,78
57 TANJUNG 128,45 0,77
58 PEMATANG SIANTAR 133,02 0,72
59 METRO 135,04 0,72
60 TASIKMALAYA 125,30 0,70
61 TARAKAN 137,54 0,69
62 BATAM 127,81 0,67
63 SUMENEP 123,83 0,67
64 BANYUWANGI 123,31 0,66
65 TANGERANG 134,48 0,65
66 TERNATE 131,09 0,63
67 MAMUJU 126,26 0,59
68 SIBOLGA 133,28 0,58
69 PADANG 134,24 0,57
70 PALEMBANG 125,62 0,53
71 BANDUNG 125,89 0,49
72 BAU-BAU 129,45 0,45
73 MAUMERE 122,35 0,40
74 MEDAN 133,44 0,38
75 BANDA ACEH 120,27 0,28
76 AMBON 126,20 0,28
77 LHOKSEUMAWE 125,26 0,26
78 JAMBI 127,53 0,25
79 BUKITTINGGI 126,57 0,22
80 JAYAPURA 128,81 0,12
81 TUAL 140,27 0,10
82 MANOKWARI 122,46 0,09
Lampiran I
Indeks Harga Konsumen Kota Bima Bulan Januari 2017, Perubahan Terhadap Bulan Sebelumnya dan terhadap Bulan Januari 2015 (2012 = 100)
Kode Komoditi
IHK Januari
2017
% perubahan
thd November
2015
Tahun Kalender
Tahun ke Tahun
(Year on Year)
[1] [2] [3] [4] [5] [6]
000 UMUM 130,92 1,40 1,40 3,22
100 BAHAN MAKANAN 140,60 3,67 3,67 4,52
101 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 117,19 -0,54 -0,54 0,58
102 Daging dan Hasil-hasilnya 148,35 -2,54 -2,54 2,50
103 Ikan Segar 158,76 8,71 8,71 11,39
104 Ikan Diawetkan 122,40 4,49 4,49 23,67
105 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 109,32 1,78 1,78 0,16
106 Sayur-sayuran 160,87 16,60 16,60 -14,21
107 Kacang – kacangan 109,49 9,71 9,71 4,98
108 Buah – buahan 172,99 1,97 1,97 12,70
109 Bumbu – bumbuan 186,11 -0,04 -0,04 20,17
110 Lemak dan Minyak 126,89 1,81 1,81 8,89
111 Bahan Makanan Lainnya 158,72 0,00 0,00 8,32
200 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 138,05 0,09 0,09 6,06
201 Makanan Jadi 140,36 0,05 0,05 3,21
202 Minuman yang Tidak Beralkohol 126,97 0,25 0,25 6,45
203 Tembakau dan Minuman Beralkohol 140,06 0,11 0,11 11,41
300 PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 123,90 0,97 0,97 2,38
301 Biaya Tempat Tinggal 118,45 0,44 0,44 3,70
302 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 144,92 2,89 2,89 -1,39
303 Perlengkapan Rumahtangga 119,98 0,76 0,76 2,13
304 Penyelenggaraan Rumahtangga 123,92 0,30 0,30 3,30
400 SANDANG 117,43 0,62 0,62 2,69
401 Sandang Laki-laki 114,96 0,00 0,00 0,31
402 Sandang Wanita 122,12 0,01 0,01 1,18
403 Sandang Anak-anak 111,94 0,00 0,00 1,45
404 Barang Pribadi dan Sandang Lain 118,70 2,46 2,46 8,07
500 KESEHATAN 116,17 0,10 0,10 3,77
501 Jasa Kesehatan 105,72 0,00 0,00 0,70
502 Obat-obatan 130,78 0,42 0,42 9,66
503 Jasa Perawatan Jasmani 139,13 0,00 0,00 4,16
504 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 115,32 0,02 0,02 3,03
600 PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 116,99 -0,05 -0,05 2,38
601 Pendidikan 117,86 0,00 0,00 0,97
602 Kursus-kursus / Pelatihan 136,09 0,00 0,00 15,66
603 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 110,18 -0,33 -0,33 2,78
604 Rekreasi 120,63 0,00 0,00 6,51
605 Olahraga 103,17 0,00 0,00 -0,11
700 TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 134,47 1,18 1,18 -0,99
701 Transpor 141,49 -0,72 -0,72 -3,98
702 Komunikasi Dan Pengiriman 101,93 1,46 1,46 1,61
703 Sarana dan Penunjang Transpor 187,53 16,43 16,43 17,86
704 Jasa Keuangan 120,66 0,00 0,00 0,00
Lampiran 2
20 Komoditas Yang Dominan memberikan Sumbangan Inflasi Kota Bima Bulan Januari 2017
No, Jenis Barang Persentase Sumbangan
Perub. Harga Inflasi
(1) (2) (3) (4)
1 TOMAT SAYUR 27,1918 0,2473
2 BIAYA PERPANJANGAN STNK 105,168 0,2085
3 BANDENG/BOLU 9,4754 0,18
4 SELAR/TUDE 18,2876 0,1458
5 TARIP LISTRIK 5,0695 0,1344
6 BATU BATA/BATU TELA 8,3293 0,0895
7 KAKAP MERAH 11,8195 0,0507
8 KOL PUTIH/KUBIS 45,0114 0,0451
9 UDANG BASAH 15,1076 0,0433
10 EMAS PERHIASAN 4,1697 0,0419
11 TARIP PULSA PONSEL 2,8332 0,0379
12 TONGKOL/AMBU-AMBU 13,33 0,0352
13 KANGKUNG 42,2392 0,0345
14 TERI 10,9733 0,0324
15 BAYAM 19,567 0,0322
16 TELUR AYAM RAS 4,1513 0,0243
17 TEMPE 11,9513 0,0225
18 JERUK 5 0,0219
19 WORTEL 15,4427 0,0208
20 TAHU MENTAH 10,1804 0,0192
Lampiran 3
20 Komoditas Yang Dominan memberikan Sumbangan Deflasi Kota Bima Bulan Januari 2017
No, Jenis Barang Persentase Sumbangan
Perub. Harga Inflasi
(1) (2) (3) (4)
1 ANGKUTAN UDARA -3,745 -0,0917
2 DAGING AYAM RAS -5,5916 -0,0659
3 BERAS -0,6698 -0,0393
4 KAYU BALOKAN -5,2902 -0,0354
5 TENGGIRI -2,8109 -0,0261
6 BAWANG MERAH -3,8273 -0,0238
7 SAWI HIJAU -25,7766 -0,0165
8 DAUN KELOR -5,6808 -0,0145
9 DAGING AYAM KAMPUNG -3,8635 -0,0135
10 PERSONAL KOMPUTER/DESKTOP -3,12 -0,0055
11 KETIMUN -9,5038 -0,0031
12 OYONG/GAMBAS -1,7849 -0,0012
13 CABAI MERAH -0,9941 -0,0012
14 LABU SIAM/JIPANG -4,7603 -0,0009
15 PENYEDAP MASAKAN/VETSIN -0,4518 -0,0009
16 KACANG TANAH -2,7453 -0,0008
17 OBAT FLU -3,333 -0,0007
18 SELAR -0,9999 -0,0002
19 SUSU KENTAL MANIS -0,1001 -0,0001
20 SUSU BUBUK 0,0876 0,0001