22 BAB III
METODE PENELITIAN 1.1. Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode suatu penyelesaian masalah- masalah yang aktual dan data-data dikumpulkan mula-mulanya disusun yang kemudian dijelaskan dan selanjutnya akan dilakukan analisis. Menurut Jayusman
& Shavab (2020) penelitian deskriptif ini dilakukan dengan cara mencari sebuah informasi yang berkaitan dengan gejala yang ada, kemudian dijelaskan dengan jelas tujuan yang akan diraih, bagaimana melakukan pendekatannya, dan mengumpulkan berbagai macam data sebagai bahan untuk membuat sebuah laporan.
1.2. Jenis Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah jenis dan sumber data yang didapatkan secara langsung dari sumber pertama (tidak melalui perantara), baik secara individu maupun kelompok. Jenis data primer yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data berupa nama responden, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan serta atribut buah stroberi yang menjadi preferensi konsumen seperti warna kulit, ukuran buah, rasa buah, bentuk buah, daya tahan dan harga buah, Sedangkan data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui sebuah media perantara. Jenis data sekunder yang dibutuhkan
23
dalam penelitian ini yaitu baik data yang berupa buku, jurnal ilmiah, maupun data yang berasal dari BPS setempat yang berkaitan dangan penelitian.
1.3. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di Lumbung Stroberi Kota Batu yang terletak di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji pada bulan Mei-Juni 2022. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan peneliti melakukan penelitian di Lumbung Stroberi Kota Batu karena lokasi tersebut mudah untuk dijangkau, banyak wisatawan yang datang untuk melakukan pemetikan buah stroberi dan merupakan salah satu pusat perekonomian di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
1.4. Pengambilan Sampel
Pada penelitian ini jumlah populasi konsumen yang membeli buah stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tidak dapat diketahui secara pasti jumlahnya, sehingga penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara non probability sampling yakni dengan teknik accidental sampling. Teknik accidental sampling merupakan metode pengambilan
sampel dengan melakukan pengumpulan data melalui siapa saja yang ditemuinya dilokasi penelitiannya tidak peduli apakah responden yang dijadikan sampel itu memiliki keterkaitan dengan penelitinya ataupun tidak. Accidental Sampling merupakan teknik dalam pengambilan responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, artinya konsumen yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik, maka konsumen tersebut dapat dijadikan sebagai sampel (Sugiyono, 2017). Karakteristik yang dimaksud adalah konsumen yang
24
pernah mengkonsumsi dan membeli buah stroberi minimal dua kali pembelian di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo.
Untuk jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 60 sampel yang dianggap telah mewakili populasi konsumen buah stroberi di Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu yang di dapatkan dengan formula menurut Orme (2010) sebaga berikut:
Jumlah Sampel Minimum = [ (jumlah level – jumlah atribut) + 1] x 5 = [(17-6) + 1] x 5
= 60 Sampel
Jumlah sampel yang telah peneliti tetapkan tersebut sudah cukup dengan syarat minimum sampel. Pernyataan ini sesuai dengan Sugiyono (2017) yang menyatakan bahwa ukuran sampel yang layak dan tepat dalam kebanyakan penelitian minimal atau lebih dari 30 orang/responden.
1.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dilapangan, dengan di sertai catatan-catatan terhadap keadaan atau objek yang jadi sasarannya.
2. Wawancara
Teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yag berkaitan dengan penelitian atau untuk diminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal tersebut. Wawancara dilakukan dengan cara
25
menanyakan secara langsung kepada responden mengenai pertanyaan yang telah disediakan di kuesioner sebelumnya oleh peneliti.
3. Kuesioner
Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan suatu daftar pertanyaan kepada responden. Sasaran responden dalam penelitian ini adalah konsumen buah stroberi di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
4. Studi Literatur
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari melalui media internet maupun tidak dan mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian tersebut seperti jurnal ilmiah, buku dan lain-lainya.
1.6. Metode Analisis Data
Pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan analisis conjoint. Analisis deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran umum dan karakteristik konsumen buah stroberi yang diperoleh dari hasil wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner, uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah kuesioner tersebut layak atau tidak untuk digunakan. Uji validitas dilihat dari uji korelasi pearson, dengan kriteria r hitung > r tabel dengan signifikansi 0,05 maka
dapat dikatakan valid dan apabila nilai sign. < 0,05 maka dapat dikatakan valid.
Menurut Basuki & Prawoto (2016) uji validitas merupakan suatu alat ukur penelitian yang digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu instrumen yang dibuat untuk mengukur rancangan yang ingin diukur dalam penelitian. Uji reliabilitas dilakukan dengan Cronbach’s Alpha, Jika nilai Cronbach’s Alpha >
26
0,50 maka dinyatakan reliabel. Sesuai dengan pernyataan dari Basuki & Prawoto (2016) uji reliabilitas ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha yang bertujuan untuk mengetahui reliabel atau tidaknya suatu instrumen kuesioner, dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jika Alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna b. Jika Alpha 0,70-0,90 maka reliabilitas tinggi c. Jika Alpha 0,50-0,70 maka reliabilitas moderat
d. Jika Alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah atau tidak reliabel
Analisis conjoint merupakan suatu teknik multivariat yang digunakan secara
khusus untuk mengetahui bagaimana suatu preferensi konsumen terhadap suatu barang/produk atau jasa serta untuk membantu mendapatkan kombinasi atau kandungan atribut-atribut suatu produk atau jasa baik itu baru maupun lama yang paling disukai oleh konsumen. Analisis juga didasarkan pada pemikiran konsumen dalam penilaian nilai dari sebuah objek/produk terhadap kombinasi atributnya (Hair et al., 2006).
Pada umumnya tujuan dari analisis conjoint adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi seseorang terhadap suatu objek yang di teliti baik itu terdiri dari satu atau banyak bagian pada objek tersebut.
1.6.1. Analisis Conjoint
Proses dasar analisis conjoint sebagai berikut:
1. Menentukan Atribut dan Level
Pada penentuan atribut dan level buah stroberi ditentukan berdasarkan hasil diskusi dengan produsen dan beberapa konsumen ketika melakukan pra
27
survey serta literatur yang terkait. Pada buah stroberi ini atribut yang melekat adalah warna kulit, ukuran buah, rasa buah, bentuk buah, daya tahan dan harga buah. Jumlah atribut yang digunakaan dalam penelitian ini adalah 6 atribut, sedangkan jumlah level dari masing-masing atribut tersebut 2 sampai 3 level.
Kemudian dari masing-masing atribut tersebut dan levelnya digunakan dalam membentuk kombinasi atribut atau stimuli.
Tabel 1. Bentuk Atribut dan Level
No Atribut Subatribut/Level
1 Warna kulit 1. Hijau Kemerah-Merahan
2. Merah Cerah
3. Merah Gelap
2 Ukuran Buah 1. Besar (28-32 mm)
2. Sedang (23-27 mm)
3. Kecil (18-22 mm)
3 Rasa buah 1. Manis
2. Asam Manis
3. Asam/Kecut
4 Bentuk Buah 1. Kerucut
2. Oval
5 Daya Tahan 1. > 2 Hari
2. 2 Hari
3. < 2 Hari
6 Harga Buah 1. > 60 Ribu/Kg
2. 60 Ribu/Kg
3. < 60 Ribu/Kg
Sumber: Data Primer Diolah 2022
Dari atribut dan sub atribut/level yang telah dibuat, diperoleh jumlah atribut buah stroberi sebanyak 6 dan terdapat 17 sub atribut/level.
2. Mendesain Stimuli
Membuat kombinasi level produk (stimuli), tindakan ini dilakukan setelah menentukan atribut atau level dari buah stroberi. Jumlah kombinasi atribut dapat
28
dihitung sebagai berikut, terdapat enam atribut yaitu warna kulit, ukuran buah, rasa buah, bentuk buah, daya tahan, harga buah. Masing-masing atribut tersebut memiliki dua sampai tiga sub atribut/level. Maka kombinasi atributnya adalah 3x3x3x2x3x3 = 486 kombinasi. Karena jumlah stimuli terlalu banyak untuk di nilai oleh responden maka digunakan Orthogonal Design melalui konsep SPSS untuk mengurangi stimuli dari 486 yang kemungkinan stimuli tersebut agar tidak semua harus dilakukan analisis.
Dengan menggunakan prosedur Orthogonal Design pada SPSS maka stimuli yang berjumlah 486 tersebut disederhanakan jumlahnya supaya tidak semua kombinasi harus dianaisis. Hasil dari Orthogonal Design ini yaitu stimulinya berjumlah 18 stimuli. Maksud dari stimuli satu kombinasi buah stroberi yang mungkin jadi preferensi konsumen adalah buah stroberi yang warna merah cerah, ukuran sedang, rasa manis, bentuk oval, daya tahan dua hari, dan harganya kurang dari 60 ribu/kg. Begitu seterusnya sampai pada stimuli ke-18.
Untuk melihat kombinasi yang sudah terbentuk dapat dilihat pada lampiran 2.
3. Mengumpulkan Pendapat Sampel Terhadap Kombinasi yang Terbentuk
Hasil dari pembuatan stimuli dengan menggunakan prosedur Orthogonal itulah yang kemudian disertakan dalam kuesioner untuk di evaluasi/nilai oleh responden. Responden akan memberikan penilaian terhadap stimuli yang sudah terbentuk berupa penilaian rating dengan menggunakan skala ordinal yang terukur berupa skala likert dengan angka 1 = sangat tidak suka, 2 = tidak suka, 3 = biasa saja, 4 = suka, 5 = sangat suka.
29
4. Melakukan Proses Conjoint dengan Memasukkan Data yang Ada dan Beserta Hasil Analisis Conjointnya
Dalam proses analisis conjoint terdapat dua bahan yang diperlukan yaitu stimuli atau bentuk kombinasi dan penilaian responden terhadap stimuli sudah yang terbentuk tersebut, kemudian dianalisis lebih lanjut dengan bantuan perintah Syntax pada SPSS. Sehingga output yang dihasilkan dari proses analisis conjoint
tersebut berupa nilai utility yaitu suatu perbandingan antara nilai kegunaan dengan tiap –tiap taraf atributnya, importance values yaitu suatu nilai perbandingan antara nilai kepentingan dengan tiap-tiap atribut buah stroberi. Interprestasi hasilnya adalah untuk nilai utility yaitu nilai yang paling besar stimuli/kombinasi yang disukai oleh konsumen dan untuk importance value yaitu nilai yang paling terbesar menunjukkan atribut buah stroberi yang paling dipertimbangkan/penting oleh konsumen serta untuk uji keakuratan dapat dilihat dari korelasi pearson’s dan kendall’s tau. Uji keakuratan (Predictive Accuracy):
H0 : Tidak adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi aktual atau tidak ada uji keakuratan yang tinggi pada proses conjoint.
H1 : Adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi aktual atau ada uji keakuratan yang tinggi pada proses conjoint.
Sign. < 0,05 maka H0 ditolak H1 diterima Sign. > 0,05 maka H0 diterima H1 ditolak
Jika sign. < 0,05 maka ada uji keakuratan yang tinggi pada proses conjoint.
30
1.7. Pengukuran Variabel Tabel 2. Pengukuran Variabel
Variabel Sub atribut Penjelasan Skala Pengukuran Warna
1. Hiaju kemerah- merahan
Warna Buah Stroberi Likert
2. Merah Cerah Warna Buah Stroberi 1 = Sangat Tidak Setuju 3. Merah gelap Warna Buah Stroberi 2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Ukuran 1. Besar Diameter (28-32
mm) Likert
2. Sedang Diameter (23-27
mm) 1 = Sangat Tidak Setuju
3. Kecil Diameter (18-22
mm) 2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Rasa 1. Manis Segar Rasa buah stroberi
yang manis segar Likert
2. Asam Manis Rasa buah stroberi
yang asam manis 1 = Sangat Tidak Setuju 3. Asam/Kecut Rasa buah stroberi
yang asam/kecut 2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Bentuk
Buah 1. Oval Strobri yang
berbentuk oval Likert
2. Kerucut Stroberi yang
berbentuk kerucut 1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Daya
Tahan > 2 Hari Stroberi memiliki daya tahan lebih dari 2 hari
Likert
31
Variabel Sub atribut Penjelasan Skala Pengukuran
2 Hari Stroberi memiliki
daya tahan 2 hari 1 = Sangat Tidak Setuju < 2 Hari
Stroberi memiliki daya tahan kurang dari 2 hari
2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Harga > 60 Ribu/kg Harga buah stroberi
per kg Likert
60 Ribu/kg Harga buah stroberi
per kg 1 = Sangat Tidak Setuju < 60 Ribu/kg Harga buah stroberi
per kg 2 = Tidak Setuju
3 = Biasa Saja
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Sumber: Data Primer Diolah 2022