• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ekonomedia : ISSN ; STIE PASIM; Sukabumi, Jan-Jun 2018; Vol. 7 No. 01

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Ekonomedia : ISSN ; STIE PASIM; Sukabumi, Jan-Jun 2018; Vol. 7 No. 01"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 71 PENGARUH KREATIVITAS IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA

MATAHARI DEPARTEMEN STORE KOTA SUKABUMI

Reka Ardian Purnama1 Puput Puteri Ariyati2

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasim Sukabumi

ABSTRACT

This research was conducted at the Matahari Department Store Sukabumi. The purpose of this study was to find out the Creativity of the Sun Advertising Department of the Sukabumi City Store, and to find out the Sun Purchasing Decision of the Department of Store in Sukabumi City and the influence of Advertising Creativity on Purchasing Decisions at the Sun Department Store in Sukabumi City.

The research method used is the survey method. Respondents of the study were the Sun Consumer Department of the Sukabumi City Store as many as 2,508 people as the population, while the sampling technique used the Incidental Sampling method, with the technique of drawing the number of samples using the Slovin Formula (Sevilla et. Al, 1960: 182), so the sample was 96 samples . Data collection techniques using questionnaire-shaped instruments, for Advertising Creativity variables and Purchasing Decisions with ordinal scale using a Likert scale. The instrument was tested by testing reliability and validity testing. The research data was analyzed descriptively by frequency and associative tests with the coefficient of determination and Simple Linear Regression Analysis.

The results of the study show that: (1) Ad Creativity is measured by 8 indicators, from 8 indicators all indicators that are considered good by respondents; (2) Purchasing Decisions measured by 14 indicators, out of 14 indicators only 11 indicators were considered good by respondents, and 3 indicators were expressed hesitantly by respondents, (3) Advertising Creativity had an influence on Purchasing Decisions as indicated by the coefficient of determination of 50 , 41%, meaning that an increase in better Advertising Creativity will have an effect of 50.41% on increasing the Consumer Purchasing Decision of the Department of Store in the City of Sukabumi.

The regression equation for Ad Creativity towards Purchasing Decisions is Y = 0.803 + 0.757X, meaning that if Ad Creativity increases 1 point or the better it is, the Purchasing Decision increases by 0.757 points.

Keyword : Non Performing Loan (NPL), Capital Adequecy Ratio (CAR) and Return On Asset (ROA)

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Persaingan bisnis yang semakin ketat seperti saat ini menuntut perusahaan untuk semakin gencar dalam pemasarannya untuk menarik dan mempertahankan konsumennya. Hal ini menuntut perusahaan untuk semakin kreatif dalam menjalankan kegiatan usahanya, zaman ini ditandai dengan semakin berkembangnya berbagai produk maupun jasa yang disertai inovasi baru. Berbagai upaya dilakukan oleh

perusahaan untuk meningkatkan penjualan perusahaan serta memuaskan kebutuhan pelanggannya. Menyadari hal itu, jelas bahwa pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan laba serta memperkuat posisi dalam menghadapi perusahaan pesaing.

Strategi bisnis yang tepat dalam perusahaan akan berdampak sangat besar pada kesuksesan perusahaan dalam menjalankan

(2)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 72 prosedur kinerja yang sesuai dengan target

yang akan dicapai.

Ketatnya persaingan di perusahaan ritel khususnya bagian sandang membuat perusahaan ritel berlomba-lomba menarik konsumen dengan melakukan banyak kegiatan promosi, salah satunya memasang iklan di berbagai media dengan semenarik mungkin untuk membuat masyarakat umum tertarik membeli produk mereka. Iklan sebagai salah satu faktor yang paling dikenal dan paling banyak di bahas orang, maka perusahaan harus membuat iklan yang kreatif yang nantinya dapat menarik perhatian pembeli.

Menurut Shimp dalam Endah Andayani, Rahayu Triastity, dan Erni Widajanti (2016:78) iklan yang kreatif yakni iklan yang berbeda diantara sebagian besar iklan, iklan yang serupa tidak akan mampu membuat audience tertarik tetapi akan membuatnya bosan. Pada iklan matahari sisi kreatifnya adalah ketika satu anak kecil berumur sekitar 8-10 tahun pada saat akan makan dan minum pada siang hari direbut makanan dan minumannya oleh satu anak kecil lainnya, pada akhirnya anak yang direbut makanan dan minumannya membeli mainan di Matahari, saat menjelang magrib dia memberikan mainannya kepada satu anak lainnya yang merebut makanan dan minumannya dengan berkata “Makasih ya, udah bantuin puasa aku” yang bertemakan

“Kemilau Gaya Ramadhan” dengan judul iklan “Perbedaan bukan halangan untuk saling menjaga, Feel Good”. Iklan tersebut mampu menyita perhatian penonton televisi untuk memperhatikan dan mengingat iklan tersebut. Dalam sebuah iklan kreatif yang ditampilkan melalui media elektronik televisi tersebut diharapkan dapat mempengaruhi pembeli untuk melakukan keputusan pembelian.

Kondisi yang terjadi pada Matahari Department Store Kota Sukabumi, dimana jumlah pembeli setiap bulannya tidak mencapai target dengan realisasi, ditampilkan tabel 1.1. Matahari Department Store Kota Sukabumi Tbk didirikan tanggal 01 April 1982 dengan nama PT Stephens Utama International Leasing Corp dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1982. Kantor pusat terletak di Menara Matahari Lantai 15, Jl. Bulevar Palem Raya No. 7, Lippo Karawaci 1200, Tangerang 15811 – Indonesia.

Tabel 1.1

Data Pembeli Matahari Department Store Kota Sukabumi Bulan Juli - Desember

2017

N o Bulan

Jumlah Pembeli Rata -rata

Prese ntase Reali

sasi Target Realisasi

1 Jul 3000 2940 2508 98 %

2 Ags 3000 2460 2508 82 %

3 Sep 2000 1600 2508 80 %

4 Okt 2000 1540 2508 77 %

5 Nov 3000 2550 2508 85 %

6 Des 4000 3960 2508 99 %

Jumlah Pembeli 15050

Sumber: Diolah Sendiri: 2018

Berdasarkan Tabel 1.1 data pembeli di Matahari Department Store Kota Sukabumi. Pada bulan Juli jumlah pembeli sebesar 2940 pembeli, sedangkan pada bulan berikutnya yaitu Agustus jumlah pembeli megalami penurunan sebesar 2460 pembeli.

Pada bulan September juga jumlah pembeli sebesar 1600 pembeli mengalami penurunan sedangkan pada bulan Oktober jumlah pembeli mengalami penurunan yang cukup perlu diperhatikan dari bulan september yaitu 1540 pembeli dikarenakan ada moment tertentu seperti dibulan Juli dan Desember yaitu Hari Raya Idul Fitri dan menjelang Tahun Baru. Pada bulan November jumlah pembeli mengalami kenaikan sebesar 2550 pembeli sedangkan pada bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 3960 pembeli.

Di rata-rata kan jumlah pembeli dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember yaitu sebesar 2508 pembeli. Persentase realisasi setiap bulannya belum mencapai target. Jika tabel yang ditunjukkan bahwa realisasi jumlah pembeli dengan target yang di inginkan yaitu tidak mencapai targetnya, presentase realisasi pada bulan Oktober sebesar 77% merupakan presentasi terkecil dibandingkan dengan bulan lainnya. Salah satu faktor penurunan jumlah pembeli yaitu periklanan yang kurang menarik perhatian pembeli. Periklanan yang melalui media cetak dan elektronik untuk menarik perhatian pembeli agar membeli produk Matahari Department Store Kota Sukabumi.

Didalam periklanan dibutuhkan kreativitas iklan yang menarik sehingga dapat meningkatkan jumlah pembeli. Menurut Aklis Faizan (2014:4) semakin baik kreativitas iklan maka akan meningkatkan proses keputusan pembelian serta proses keputusan pembelian akan meningkatkan apabila kreativitas iklan ditingkatkan.

(3)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 73 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana kreativitas iklan pada Matahari Department Store Kota Sukabumi.

2. Bagaimana keputusan pembeliaan pada Matahari Department Store Kota Sukabumi.

3. Bagaimana pengaruh kreativitas iklan terhadap keputusan pembeli pada Matahari Department Store Kota Sukabumi.

2. KAJIAN PUSTAKA,

KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

2.1 Definisi Kreativitas Iklan 2.1.1 Definisi Iklan

Menurut Darmadi Durianto (2003:1) Kata Iklan (Advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya “menggiring orang pada sebuah gagasan”. Adapun pengertian iklan secara komperhensif adalah “semua bentuk aktifitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu.

2.2.2 Kretivitas Iklan

Menurut Aklis Faizan (2014:2) Kreativitas Iklan adalah terjemahan dari berbagai informasi mengenai suatu produk, pasar, dan konsumen sasaran kedalam suatu posisi tertentu didalam komunikasi yang kemudian digunakan untuk merumuskan tujuan iklan, dengan demikian dilihat dari sudut manapun strategi kreatif iklan tidak lepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan.

Ada beberapa hal, bahwa iklan yang kreatif mencakup:

1. Keterhubungan

Keterhubungan iklan adalah relavan dengan target konsumen mengandung informasi dan merefleksikan keinginan emosional yang diiginkan konsumen saat melakukan pembelian atau saat mencoba produk, sehingga akan mempengaruhi keputusan pembelian.

2. Kesesuaian

Kesesuaian berarti iklan harus memberikan informasi yang berhubungan dengan merek dalam satu kategori merek.

Iklan yang sesuai juga merupakan integrasi atau keterkaitan semua elemen pesan untuk bekerjasama menyampaikan pesan yang padu dan tidak ambigu kepada target.

3. Kebaruan

Iklan yang baru adalah unik, segar, dan tak terduga. Namun, bagaimanapun juga iklan yang kreatif bukan semata – mata soal menciptakan sesuatu yang tidak biasa atau aneh, kreatif sebenarnya adalah iklah harus mempunyai hubungan yang positif dengan target konsumen (elemen keterhubungan) dan memberikan informasi atau merefleksikan strategi pemosisian merek (elemen kesesuaian).

Definisi Capital Adequecy Ratio (CAR)

Menurut Ikatan Bankir Indonesia (2016a:297) Capital Adequecy Ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang memungkinkan dihadapi oleh Bank.

Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan Bank tersebut untuk menganggung risiko dari setiap kredit/

aktiva produktiv yang berisiko. Menurut Ikatan Bankir Indonsia (2015b: 302) CAR adalah rasio perbandingan antara rasio modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

2.2 Keputusan Pembelian

2.2.1 Pengertian Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Amstrong (2014:158), Perilaku konsumen merupakan perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi personal.

Adapun menurut Menurut Peter dan Olson (2014:163), keputusan pembelian adalah proses integresi yang digunakan untuk mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih satu di antaranya.

Menurut Kotler dan Keller (2012:190), menyatakan “Keputusan Pembelian adalah perilaku mempelajari seseorang, grup, dan organisasi untuk memilih, membeli, menggunakan dan mengelola produk, jasa, ide maupun pengalaman untuk menemukan apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan”.

(4)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 74

Kreativitas Iklan (X) Aklis Faizan (2014:2)

Keterhubungan

Kesesuain Kebaruan

Keputusan Pembelian (Y) Kotler dan Keller

(2012:190)

Faktor Budaya

Faktor Sosial

Faktor Pribadi

Psikologi

2.3 Teori Pengaruh Kreativitas Iklan Terhadap Keputusan Pembelian Menurut Tjiptono (dalam Aklis Faizan (2014:2) iklan adalah bentuk komunukasi pemasaran tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan keputusan pembelian.

Menurut Aklis (2014:4) semakin baik kreativitas iklan maka akan meningkatkan proses keputusan pembelian dan semakin baik endorser yang digunakan maka akan meningkatkan proses keputusan pembelian serta proses keputusan pembelian akan meningkat apabila kreativitas iklan dan endorser juga ditingkatkan.

2.4 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Untuk lebih memahami hubungan X dan Y maka dapat dilihat dalam gambar paradigma pemikiran berikut:

Gambar 2.2 Paradigma Penelitian

2.5 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian teoritis mengenai paradigma penilitian maka dapat dirumuskan hipotesis berikut “Terdapat pengaruh kreativitas iklan terhadap keputusan pembelian“.

3. Metodologi Penelitian 3.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Pendekatan kuantitatif menurut Sugiyono (2014:8) adalah sebagai berikut:

“Pendekatan kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengertian metode deskriptif menurut Darmawan (2013:125) adalah “Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti di lapangan hal-hal yang sedang terjadi”. Dan “Suatu metode penelitian yang dapat memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu yang kemudian dianalisis dengan tujuan untuk mempertegas hipotesis, sehingga akhirmya dapat membantu pembentukan teori baru atau memperkuat teori lama”.

3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Populasi menurut Bambang S.

Soedibjo (2013:100) dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari subjek atau pengukuran dari masalah yang akan diteliti.

Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah keseluruhan masyarakat

X Y

(5)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 75 yang menjadi objek atau sasaran dalam

penelitian. Berkaitan hal ini, maka untuk memperoleh data dan informasi dari objek penelitian, maka yang dijadikan populasi adalah Jumlah rata-rata pembeli Matahari Department Store Kota Sukabumi yang ditampilkan pada tabel 1.1 yaitu sebesar 2508 pembeli.

3.2.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2016:85) sampling insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan insidental bertemu dengan peneliti dapat digunaka sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Dalam tahap menentuan ukuran sample peneliti menggunakan rumus Slovin (Sevilla et. al, 1960:182) dengan rumus sebagai berikut:

Dari hasil penghitungan jumlah sampel menurut rumus Slovin tersebut, maka diperoleh sampel sebanyak 96,2 pembeli dibulatkan menjadi 96 pembeli yang selanjutnya akan dijadikan sebagai responden.

3.3 Operasionalisasi Variabel

Variable didefinisikan agar terdapat kesamaan persepsi dalam mengkaji konsep yang sedang diteliti. Definisi ini merupakan definisi konkrit atau karakteristik konsep atau konstruk yang akan diukur Bambang S.

Soedibjo (2013:46). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya (indenpendent variable) atau variabel “X”

adalah kreativitas iklan:

Variabel Dimensi Indikator Skala

Kreativitas Iklan(X)

1. Keterhu bungan

1.1 Informasi 1.2 Merefleksi

kan Keinginan Emosional

Ordinal

2. Kesesui an

2.1 Merek 2.2 Pesan Padu 2.3 Pesan tidak

ambigu 3. Kebarua

n

3.1 Unik 3.2 Segar 3.3 Tak

Terduga Keputusan

Pembelian (Y)

1. Faktor budaya

1.1 Budaya 1.2 Sub Budaya 1.3 Kelas

Sosial 2. Faktor 2.1 Kelompok

sosial Acuan

2.2 Keluarga 2.3 Peran 3. Faktor

pribadi

3.1 Usia 3.2 Pekerjaan 3.3 Gaya

hidup 3.4 Kepribadi

an 4. Faktor

psikolo gis

4.1 Motivasi 4.2 Persepsi 4.3 Pembelaja

ran 4.4 Keyakinan

sikap (Sumber: Dikembangkan Peneliti, 2018)

3.4 Analisis Data

3.4.1 Uji Redliabilitas Instrumen

Jika nilai alpha > 0,7 atrinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0,9 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat. Atau ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

▪ Jika alpha > 0,9 maka reliabilitas sempurna

▪ Jika alpha antara 0,7 – 0,9 maka reliabilitas tinggi

▪ Jika alpha antara 0,3 – 0,7 maka reliabilitas moderat

▪ Jika alpha < 0,3 maka reliabilitas rendah

3.4.2 Uji Validitas Instrumen

Uji validitas dilakukan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Menurut Sugiyono (2010) untuk menguji validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya.

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrumen ini adalah Product Moment dari Karl Pearson, sebagai berikut:

Kemudian hasil dari ryx dikonsultasikan dengan harga kritis product moment (r tabel), apaila hasil yang diperoleh r hutang > r tabel, maka instrumen tersebut valid.

(6)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 76 3.5 Analisis Statistik Deskriftif

3.5.1 Analisis Koefisien Kolerasi Rumus uji korelasi spearman untuk jumlah sampel < = 30 adalah:

3.5.2 Analisis

Koefesien Determinasi KD = r2 x 100%

3.5.3 Analisis Regresi Linier Sederhana Rumus yang digunakan adalah rumus Korelasi Pearson yang dikenal dengan rumus persamaan regresi yaitu sebagai berikut :

Y = a + bX

Dengan Y adalah variabel dependent, dalam hal ini adalah Keputusan Pembelian, dan X adalah variabel independent, dalam hal ini adalah Kreativitas Iklan. Sedangkan a dan b adalah nilai konstanta yang dicari.

4 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Uji Reliabilitas Data

Nilai Cronbac’h alpha sebesar 0.748 nilai ini termasuk pada range nilai >0,6 yang artinya instrumen variabel Kreativitas Iklan cukup reliabel. Hal ini juga berarti bahwa jawaban responden adalah konsisten atau seragam.

4.2 Uji Validitas Data

Berdasarkan hasil uji validitas tersebut maka semua butir pertanyaan hasilnya valid yang artinya semua pertanyaan dapat mengukur apa yang hendak diukur yaitu mengukur Keputusan Pembelian.

4.3 Analisis Koefisien Korelasi

Berdasarkan hasil analisis dalam tabel diatas maka dapat terlihat nilai korelasi Kreativitas Iklan (X) dengan Keputusan Pembelian (Y) sebesar r = 0.710, yang berarti berada diantara range nilai 0.51 – 0,75, yang artinya memiliki hubungan yang cukup kuat, sifat hubungannya positif yang artinya jika Kreativitas Iklan semakin baik maka Keputusan Pembelian pun akan semakin baik dan meningkat.

4.5 Analisis Koefisien Determinasi KD = r2 x 100%

KD = (0,710)2 x 100%

KD = 50,41%

Nilai koefisien determinasi (Kd) tersebut menunjukan besarnya peranan dari variabel Kreativitas Iklan terhadap variabel Keputusan Pembelian yaitu sebesar 50,41%.

Artinya bahwa peningkatan Kreativitas Iklan yang semakin baik akan berperan sebesar 50,41% terhadap Keputusan Pembelian, sedangkan sisanya sebesar 49,59%

dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar variabel Kreativitas Iklan. Sifat peranannya positif yang artinya peningkatan Kreativitas Iklan akan berperan terhadap Keputusan Pembelian.

4.6 Analisis Regresi Linier Sederhana Tabel 4.2

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standar dized Coeffic ients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1 (Constant) .8

03

.265 3.03

5 .003

Kreativitas_iklan .7 57

.070 .745 10.8

35 .000

a. Dependent Variable: Keputusan_pembelian

Dari persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa nilai Signifikansi (Sig, 0.003), artinya antara variabel Kreativitas Iklan dengan Keputusan Pembelian adalah Signifikan atau memiliki pengaruh, hal itu terlihat dari nilai signifikansi yang kurang dari 0,05.

Berdasarkan Tabel 4.28 diketahui nilai Konstantanya adalah 0,803 dan nilai Kreativitas Iklan adalah 0,757. Dari

Tabel 4.1 Correlations

Kre ativi tas Ikla n

Tingkat _penjual

an

Spear man's

rho Kre ativi tas Ikla n

Correlation Coefficient

1.00

0 .710**

Sig. (2-tailed) . .000

N 96 96

Tin gka t_P enj ual an

Correlation Coefficient

.710

** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 96 96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

(7)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 77 keterangan tersebut kita dapat memperoleh

persamaan regresi sebagai berikut : Y = 0,803 + 0,757X

Artinya, Nilai Konstanta sebesar 0,803 poin menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan pada kegiatan Kreativitas Iklan di Matahari Departemen Store Kota Sukabumi (0/Tidak ada), maka Nilai Keputusan Pembelian sebesar 0,803 poin. Sedangkan Nilai Koefisien regresi X sebesar 0,757 poin, menyatakan bahwa setiap Peningkatan kegiatan Kreativitas Iklan di Matahari Department Store Kota Sukabumi yang semakin baik dan kreativ, maka nilai Keputusan Pembelian akan bertambah sebesar 0,757 poin.

4.7 Pengujian Hipotesis

Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikasi sebesar 0,05 (a = 5%). Tingkat signifikasi ini dipilih karena dinilai cukup ketat untuk mewakili dalam pengujian kedua variabel tersebut dan merupakan tingkat signifikansi yang umum digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.

Uji hipotesis dilihat dari hasil perhitungan analisis korelasi yang menyatakan hubungan keeratannya dengan menggunakan uji T (Sugiyono, 2017;125).

Dimana : t = nilai t hitung

r2 = koefisien determinasi (n-2) = derajat kebebasan Berikut ini adalah formulasi hipotesisnya:

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Kreativitas Iklan terhadap Keputusan Pembelian H1: Terdapat pengaruh antara

Kreativitas Iklan terhadap Keputusan Pembelian

Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak

Berdasarkan perhitungan, nilai t hitung sebesar 10,835 dan berdasarkan tabel distribusi t, nilai t tabel sebesar 1,986 karena t hitung > t tabel yaitu 10,835 >

1,986 maka rumus hipotesis statistik menunjukan H1 diterima yang berarti Kreativitas Iklan pada Matahari Department Store Kota Sukabumi berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian di Matahari Department Store Kota Sukabumi. Maka

Pengaruh Kreativitas Iklan tersebut adalah linear positif, yang berarti semakin baik dan kreativ Kreativitas Iklan yang dilakukan oleh Matahari Department Store Kota Sukabumi, maka akan meningkatkan Keputusan Pembelian di Matahari Department Store Kota Sukabumi.

4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil penilaian terhadap variabel Kreativitas Iklan, maka dari 8 indikator semua indikator yang dinyatakan setuju oleh responden yaitu indikator : (1) Indikator Informasi 56,3% menjawab setuju, (2) Indikator Merefleksikan Keinginan Emosional Sebanyak 58,3% menjawab setuju, (3) Indikator Merek Sebanyak 77,1% menjawab setuju, (4) Indikator Kesan padu Sebanyak 52,1% menjawab setuju, (5) Indikator Pesan tidak Ambigu Sebanyak 72,9% menjawab setuju, (6) Indikator Unik Sebanyak 58,3%

menjawab setuju, (7) Indikator Segar Sebanyak 72,9% menjawab setuju, (8) Indikator Tak terduga Sebanyak 57,3% menjawab setuju.

2. Berdasarkan hasil penilaian terhadap variabel Kreativitas Iklan pegawai, maka hanya 11 indikator Kreativitas Iklan yang dinilai baik oleh responden, yaitu indikator : (1) Indikator Budaya Sebanyak 54,2%

menjawab setuju, (2) Indikator Kelas Sosial Sebanyak 70,9% menjawab setuju, (3) Indikator Kelompok Acuan Sebanyak 57,3% menjawab setuju, (4) Indikator Keluarga Sebanyak 55,3% menjawab setuju, (5) Indikator Peran Sebanyak 52,1%

menjawab setuju, (6) Indikator Pekerjaan Sebanyak 54,6%

menjawab setuju, (7) Indikator Gaya Hidup Sebanyak 70,9% menjawab setuju, (8) Indikator Kepribadian Sebanyak 57,3% menjawab setuju,

(8)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 78 (9) Indikator Motivasi Sebanyak

55,3% menjawab setuju, (10) Indikator Perpepsi Sebanyak 52,1%

menjawab setuju, (11) Indikator Keyakinan Sikap Sebanyak 62,5%

menjawab setuju, Sedangkan indikator yang dinilai ragu-ragu oleh responden adalah : (1) Indikator Sub Budaya 52,1% responden menjawab ragu-ragu, (2) Indikator Usia 49,0%

responden menjawab ragu-ragu, (3) Indikator pembelajaran 49,0%

responden menjawab ragu-ragu.

3. Nilai hubungan variabel Kreativitas Iklan dan Keputusan Pembelian ditunjukan oleh nilai korelasi r = 0.710 yang berarti berada diantara nilai 0,51-0,75 yang berarti memiliki hubungan yang cukup kuat, sifat hubungannya positif yang artinya jika Kreativitas Iklan semakin baik atau semakin kreativ maka keputusan pembelian akan meningkat pula.

Nilai koefisien determinasi sebesar 50,41% yang artinya besarnya Nilai Kreativitas Iklan (X) terhadap Keputusan pembelian (Y) sebesar 50,41% dan sisanya 49,59%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persamaan regresi Y = 0,803 + 0,757X artinya Nilai Konstanta sebesar 0,803 poin menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan pada kegiatan Kreativitas Iklan di Matahari Department Store Kota Sukabumi (0/Tidak ada), maka Nilai Keputusan Pembelian sebesar 0,803 poin. Sedangkan Nilai Koefisien regresi X sebesar 0,757 poin, menyatakan bahwa setiap Peningkatan kegiatan Kreativitas Iklan di Matahari Department Store Kota Sukabumi yang semakin baik dan kreativ, maka nilai Keputusan Pembelian akan bertambah sebesar 0,757 poin. Berdasarkan Uji Hipotesis Statistik bahwa Berdasarkan perhitungan, nilai t hitung sebesar 10,835 dan berdasarkan tabel distribusi t, nilai t tabel sebesar 1,986 karena t hitung >

t tabel yaitu 10,835 > 1,986 maka rumus hipotesis statistik menunjukan H1 diterima yang berarti Kreativitas Iklan pada Matahari Departemen Store Kota Sukabumi berpengaruh

positif terhadap Keputusan Pembelian di Matahari Departemen Store Kota Sukabumi. Maka Pengaruh Kreativitas Iklan tersebut adalah linear positif, yang berarti semakin baik dan kreativ Kreativitas Iklan yang dilakukan oleh Matahari Department Store Kota Sukabumi, maka akan meningkatkan Keputusan Pembelian di Matahari Department Store Kota Sukabumi.

.

5.2 Saran

1. Disarankan untuk pihak manajemen Matahari Department Store Kota Sukabumi agar selalu meningkatkan Kreativitas Iklan produknya semakin baik lagi, sehingga pencapaian saat ini kreativitas iklan nya cukup baik dan menarik untuk pelanggan.

2. Disarankan untuk pihak manajemen Matahari Department Store Kota Sukabumi dari variabel yang telah diteliti ada beberapa indikator pernyataan yang mana responden menjawab ragu-ragu cukup besar yaitu pada variabel (1) Indikator Sub Budaya, disarankan untuk memperbaiki indikator ini dengan memfasilitasi beberapa kelompok tertentu untuk mau terlibat dalam sebuah event kegiatan yang diadakan oleh Matahari Department Store Kota Sukabumi, dengan ini diharapkan sebagian kelompok merasa diakui dan apresiasi dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat. (2) Indikator Usia, untuk indikator ini disarankan agar pihak Matahari Department Store Kota Sukabumi selalu menjual produk-produk baik kawula muda atau produk untuk dewasa dan orang tua, sehingga semua pembeli dapat terakomodir. (3) Indikator pembelajaran, untuk indikator ini disarankan agar produk yang dijual harus disampaikan dalam bentuk informasi produk secara detail, sehingga dapat memberikan nilai edukasi kepada pelanggan.

3. Untuk saran secara keseluruhan pengaruh Kreativitas Iklan terhadap Keputusan Pembelian dalam hal ini berperan cukup baik dengan tingkat persentase sebesar 50,41% terhadap keputusan pembelian dan sisanya sebesar 49,59% dipengaruhi oleh

(9)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 79 variabel lain diluar variabel

Kreativitas Iklan. Diharapkan kepada

pihak manajemen untuk

meningkatkan Kreativitas Iklan kepada karyawannya dengan melakukan berbagai kajian yang lebih mendalam terhadap iklan yang akan ditampilkan pada produk unggulan.

Semakin baik dan Kreativ Iklan yang dibuat maka semakin baik lagi tingkat keputusan pembelian konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Hasan. 2013. Marketing dan Kasus- Kasus Pilihan. CAPS (Center For Academic Publishing Service).

Yogyakarta.

Bambang S. Soedibjo. 2013. Pengantar Metode Penelitian. Universitas Nasional Pasim: Bandung.

Darmawan, Deni. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Remaja Rosdakarya:

Bandung.

Durianto, dkk. 2003. Invasi Pasar Iklan Yang Efektif: Strategi Program dan Teknik. PT Gramedia Pustaka Utama:

Jakarta.

Eka, Rita dan A.R Saliman. 2001.

Periklanan yang Efektif. Jurnal Ekonomi Perusahaan. Juli.

Faizan, Aklis. 2014. Pengaruh Kreativitas Iklan dan Endorser terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Mie Sedaap. Jurnal Management Analysis Journal 3 (2).

Griffin, Ricky W. dan Ebert, Ronald J. 2008.

Bisnis. Ed 8 Jilid 1. Erlangga:

Jakarta.

Hakim, Budiman. 2005. Dasar-Dasar Kreatif Periklanan. Galang Press:

Yogyakarta.

Handoko, Rudolph Setiaji. 2006. Analisis Pengaruh Kreadibilitas Endorser Dan Kreatifitas Iklan Terhadap Efektivitas Iklan Yang Mempengaruhi Sikap Terhadap Merek (Studi Kasus Iklan Televisi Pada Konsumen Sepeda Motor Honda Di Kota

Semarang). Tesis Tidak Diterbitkan.

Semarang: PPS UNDIP.

Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2014.

Principles Of Marketing. 12th Edition.

Jilid 1 Terjemahan Bob Sabran Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2012.

Manajemen Pemasaran. 13th Edition.

Jilid 2 Terjemahan Bob Sabran Jakarta: Erlangga.

--- 2012.

Marketing Management. 14th Edition.

New Jersey: Pretince-Hall Published.

--- 2016.

Marketing Management. 15th Edition.

Pearson Education,Inc.

Mullins, John W dan Walker Jr, Orville C.

2013. Marketting Management: A Strategic Decision-Making Approach. 8th Edition. McGraw-Hill International Edition.

Mulyadi Nitisusastro. 2012. Perilaku Konsumen. Alfabeta: Bandung.

Peter, J. Paul dan Jerry C. Olson. 2014.

Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Buku 2 Edisi 9. Salemba Empat: Jakarta.

Prasetijo, Ristianti. 2005. Perilaku Konsumen. Andi: Yogyakarta.

Riyanto, Makmun. 2008. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Iklan dan Implikasinya Terhadap Sikap Merek. Tesis Magister Manajemen.

Universitas Diponegoro. Semarang.

Roman, Kenerth, Jane Maas, and Martin Nisenholtz. 2005. How To Advertising: Membangun Merek dan bisnis dalam Dunia Pemasaran Baru.

PT. Elex Media Komputindo: Jakarta.

--- --- 2015. How To Advertising:

Membangun Merek dan bisnis dalam Dunia Pemasaran Baru. PT. Elex Media Komputindo: Jakarta

Shimp, Terence A. 2000. Periklanan Promosi Aspek Tambahan

(10)

JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 80 Komunikasi Pemasaran Terpadu.

Erlangga: Jakarta.

--- 2003. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu.

Edisi 5 Jilid 1. Erlangga: Jakarta.

--- 2014. Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi. Salemba Empat: Jakarta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Alfabeta: Bandung.

--- 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods).

Alfabeta: Bandung.

Sunyoto, Danang. 2013. Perilaku Konsumen. CAPS (Center For Academic Publishing Service).

Yogyakarta.

Suparyanto & Rosad. 2015. Manajemen Pemasaran. IN MEDIA: Bogor.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Pemikiran
Tabel 4.1                                      Correlations  Kre ativi tas  Ikla n  Tingkat _penjualan  Spear man's  rho  Kre ativi tas Iklan  Correlation Coefficient  1.000  .710 **Sig

Referensi

Dokumen terkait

Metode dilusi tabung dengan mempergunakan ekstrak daun kenikir ini meliputi 2 tahap, yaitu tahap pengujian bahan di media cair dengan tujuan untuk mencari seberapa

Penelitian yang dilakukan oleh Mahadi Saputra, Universitas Pamulang (Jurnal Pemasaran Kompetitif ISSN No.print 2598-0823 Vol. 2 No.1 Oktober 2018) mengenai “Pengaruh

Implementasi yang dilakukan adalah menggabungkan metode jaringan syaraf tiruan backpropagation untuk meramalkan jumlah kasus penyakit, sedangkan algoritma genetika

pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang melibatkan usaha- usaha manusia dan menggunakan peralatan”.Ini adalah definisi

Variabel independen antara lain: Harga (X¹), harga merupakan nilai suatu barang yang ditagihkan atau harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan manfaat dari produk

Berbagai program prioritas dan program yang terdapat pada Direktorat Bina Kesehatan Jiwa meliputi program pengembagan layanan kesehatan jiwa di RSU Rujukan

Apabila foto udara dapat mensegmentasi rumah dengan threshold yang sama, pada quickbird hasil segmentasi dengan T = 26 pada histogram tidak mendapatkan hasil yang baik.. Karena

Dari hasil analisa citra topografi dapat rancang juga beberapa skenario pencegahan dan penanggulangan pada DAS yang rawan bencana, diantaranya dengan mengeruk endapan pada