UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SIFAT-SIFAT CAHAYA, PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA BIDANG DATAR DAN LENGKUNG SERTA
PENERAPANNYA UNTUK MENJELASKAN PROSES PENGLIHATAN MANUSIA MELALUI METODE PICTURE AND PICTURE
Hartaya
SMP Negeri 1 Sukoharjo, Jawa Tengah [email protected]
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dua kali pertemuan, dengan empat tahap penelitian: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo semester 2 tahun ajaran 2018/2019. Dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I siswa yang berhasil mendapat nilai KKM, meningkat dari 14 siswa atau 43,75% menjadi 21 siswa atau 65,63% atau terdapat peningkatan sebesar 21,88% dibandingkan kondisi awal. Sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa yang mendapat nilai diatas KKM atau 81,25% atau terdapat peningkatan sebesar 15,62% dari sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Kata kunci: hasil belajar, sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan, metode picture and picture
Abstract : This study aims to improve learning outcomes of the properties of light, the formation of shadows on flat and curved fields and their application to explain the process of human vision through the method of picture and picture in class VIII G of State Junior High School 1 Sukoharjo Semester 2 2018/2019 Academic Year.
The research method uses Classroom Action Research conducted in two cycles each cycle consisting of two meetings, with four stages of research: planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of this study were students of class VIII G of SMP Negeri 1 Sukoharjo in semester 2 of the 2018/2019 school year. With a total of 32 students. Data collection techniques used were observation, interviews, tests, and documentation. Analysis of the data used in this study is a qualitative descriptive analysis. The results of this study are to improve learning outcomes of the properties of light, the formation of shadows on flat and
curved fields and their application to explain the process of human vision. This is evidenced by the increase in student learning outcomes in the first cycle of students who managed to get the KKM score, increased from 14 students or 43.75% to 21 students or 65.63% or there was an increase of 21.88% compared to the initial conditions. While in the second cycle increased to 26 students who scored above the KKM or 81.25% or there was an increase of 15.62% from the previous. Based on the results of this study it can be concluded that the application of the picture and picture method can improve learning outcomes of the properties of light, the formation of shadows in flat and curved fields and their application to explain the process of human vision in class VIII G students of SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 2018 Academic Year / 2019.
Keywords: learning outcomes, light properties, image formation, picture and picture methods
PENDAHULUAN
Pembelajaran di sekolah terdapat banyak unsur yang saling berkaitan yang menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Salah satu mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah adalah IPA. IPA merupakan pelajaran yang konsepnya tersusun secara hierarki dari yang mudah atau sederhana meningkat menuju ke yang sulit atau rumit. Dilihat dari keadaan di dalam kelas, masih banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran IPA salah satunya materi sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia. Siswa menganggap pelajaran sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia merupakan hal yang sangat sulit dipahami.
Pendidikan IPA materi sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia di tingkat SMP mempunyai peranan yang sangat penting sebab jenjang ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap, kepribadian, dan kecerdasan anak. Pentingnya pendidikan IPA materi sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia di tingkat SMP menuntut guru lebih kreatif dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan IPA termasuk salah satu mata pelajaran yang tidak digemari sebagian besar siswa.
Penyelenggaraan pendidikan di sekolah, termasuk di SMP melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik.
Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal. Untuk itu perlu disadari oleh guru bahwa dalam melaksanakan pembelajaran perlu pula diupayakan pembelajaran yang bersifat membangun dan memberikan pengalaman terhadap materi-materi yang diberikan.
Keterbatasan waktu yang tersedia menyebabkan guru mengejar target pencapaian kurikulum memilih jalan yang termudah untuk menginformasikan fakta dan konsep, yaitu melalui model ceramah kemudian latihan soal dan siswa memperhatikan penjelasan guru tanpa melakukan aktivitas sehingga siswa pasif. Guru dalam mengajarkan IPA materi sifat- sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia kepada siswa kurang melibatkan siswa secara aktif dalam interaksi belajar mengajar sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar. Guru
juga kurang melibatkan lingkungan sebagai media sehingga siswa kurang mengenal lingkungan dan tidak dapat memperoleh pemahaman yang berarti. Disaat proses belajar mengajar berlangsung, guru kurang menggunakan model pembelajaran yang bervariasi sehingga hal tersebut dapat menyebabkan siswa jenuh dan kurang aktif dalam menerima pelajaran dari guru. Penggunaan berbagai macam model atau metode pembelajaran dapat memakan waktu yang lebih lama sementara waktu mengajarnya terbatas. Guru juga jarang sekali menggunakan pendekatan pembelajaran ketika sedang mengajarkan matematika materi menjelaskan bilangan sampai dua angka dan nilai tempat penyusunan lambang bilangan menggunakan kumpulan benda konkret serta membacanya. Terkait belum optimalnya proses pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia di kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019, maka peneliti berupaya untuk menerapkan metode atau model kooperatif tipe picture and picture sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi atau hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia di kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh lahir, dkk. Bahwa penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat menjadikan peserta didik atau siswa menjadi lebih mudah dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru (Lahir dkk., 2017). Sehingga hasil pembelajaran yang dilaksanakan akan jauh lebih maksimal jika penggunaan metodenya tepat dan sesuai dengan materi yang disampaikan, termasuk guru memahami karakter dan kemampuan dari para siswanya, dalam hal ini mata pelajaran matematika materi menjelaskan bilangan sampai dua angka dan nilai tempat penyusunan lambang bilangan menggunakan kumpulan benda konkret serta membacanya.
Menurut Rianto (2010:267) “Pembelajaran kooperatif adalah model yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik, sekaligus kecakapan sosial”. Model pembelajaran picture and picture menurut Abdul Aziz Wahab (2008:11) adalah “Suatu model pembelajaran di mana guru dalam mengajar menggunakan gambar sebagai media pembelajaran”. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.
Rianto (2010:267) menyatakan langkah-langkah Picture and picture sebagai berikut : (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, (2) Menyajikan materi sebagai pengantar, (3) Guru mengajukan/memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi, (4) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis, (5) Guru menyatakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut, (6) Berdasarkan ulasan urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang dicapai, (7) Kesimpulan atau rangkuman.
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
Meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia serta meningkatkan motivasi dan prestasi belajar.
2. Bagi guru
Mengembangkan model pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Bagi Sekolah
Melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
KAJIAN TEORI Hasil Belajar Siswa
Menurut pendapat Arikunto (2001: 117) hasil belajar dibedakan menjadi tiga ranah yaitu kognitif, afektif, psikomotorik. Ketiga ranah tersebut dibedakan karena ciri-cirinya yang berbeda. Kognitif berhubungan dengan pengembangan kemampuan otak dan penalaran siswa.
18 Afektif berhubungan dengan pengembangan perasaan dan sikap siswa. Sedangakan Psikomotorik berhubungan dengan cara siswa pada waktu mengembangakan kedua hasil belajar tersebut, ketiga hasil belajar adalah saling berkaitan. M. Sobry Sutikno (2010:35) mengemukakan belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Skinner yang dikutip oleh Dimyati dan Mudjiono (2006:93) bahwa belajar merupakan hubungan antara stimulus dan respon yang tercipta melalui proses tingkah laku. Menurut R. Gagne seperti yang dikutip oleh Slameto (2000:78) memberikan dua definisi belajar, yaitu belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang di berbagai bidang yang terjadi akibat interaksi terus menerus dengan lingkungannya.
Hasil belajar siswa menurut W. Winkel (2004:82) adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan-keterampilan (Suprijono, 2011:5). Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam bentuk angka atau skor setelah tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran (Dimyati dan Mujiono, 2006:24).
Hasil belajar yang dicapai oleh siswa di sekolah merupakan salah satu ukuran terhadap penguasaan materi pelajaran yang disampaikan. Peran guru dalam menyampaikan materi pelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa penting sekali untuk diketahui, artinya dalam rangka membantu siswa mencapai hasil belajar yang seoptimal mungkin. Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor baik yang bersifat mendorong atau menghambat, demikian pula dalam belajar. Faktor yang mempengaruhi prestasi atau hasil belajar siswa yakni faktor dari dalam diri siswa (interen) dan faktor yang datang dari luar (eksteren). Ahmadi (1998:72) mengemukakan untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor ekstern).
a. Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang tergolong faktor intern adalah kecerdasan, bakat, minat, dan motivasi. Kecerdasan atau intelegensia adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri
dengan keadaan yang diadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensia, intelegensia yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Slameto (2000:56) mengatakan bahwa “Tingkat intelegensia yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensia yang rendah.” Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ngalim Purwanto (1986:28) mengemukakan “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan- kesanggupan tertentu.”
Menurut Syah Muhibbin (1999:136) “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada pendidikan dan latihan.” Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada diri seseorang sangatlah ditentukan oleh bakat yang dimilikinya. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenali beberapa kegiatan atau kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu.
Siswa yang kurang berminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam hasil belajarnya. Menurut Winkel (2004:24) “Minat adalah kecenderungan yang menetap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang / hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi dalam belajar adalah faktor penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan kegiatan belajar.Seperti yang dikemukakan oleh Nasution (1995:73) “motivasi adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.”
b. Faktor Ekstern
Yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang bersifat dari luar diri siswa, yaitu keadaan keluarga, sekolah dan sekitarnya. Keadaan Keluarga dapat menentukan keberhasilan anak dalam belajar. Adanya rasa aman dan nyaman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang memperoleh belajar. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah pertama kali anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Faktor Guru, guru sebagai tenaga berpendidikan memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, membimbing, mengolah, meneliti, dan mengembangkan serta memberikan pelajaran kepada siswa.
Keterampilan guru dalam mengajar, keprofesionalan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Sumber Belajar, merupakan faktor yang menunjang keberhasilan dalam proses belajar dan mengajar.
Sumber belajar yang lengkap dan memadai adalah perangkat yang dapat digunakan siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga hasil belajar dapat meningkat.
Pengembangan Materi Tentang Sifat-sifat Cahaya
Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut. Cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan oleh benda ke mata sehingga benda tersebut dapat terlihat. Cahaya berasal dari sumber cahaya. Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya (Atikah, 2016). Contoh sumber cahaya adalah matahari, lampu, senter, dan bintang. Cahaya memiliki sifat merambat lurus, menembus benda bening, dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan.
Pernahkah kamu melihat cahaya matahari yang masuk melalui celah celah atau jendela yang ada di rumahmu? Bagaimana arah rambatan cahaya tersebut? Saat berjalan di kegelapan, kamu memerlukan senter. Ketika senter kamu nyalakan, bagaimana arah rambatan cahaya yang keluar dari senter tersebut? Cahaya dari lampu senter arah rambatannya menurut garis lurus. Benarkah cahaya merambat lurus? Kamu dapat membuktikan sifat cahaya ini dengan melakukan kegiatan praktikum.
Mengapa kaca jendela rumahmu merupakan kaca yang bening? Bagaimana jika kaca tersebut ditutup dengan triplek atau kertas karton? Apakah cahaya matahari dapat masuk?
Cahaya dapat masuk ke dalam rumahmu selain melalui celah-celah juga melalui kaca jendela yang ada di rumahmu. Kaca yang bening dapat ditembus oleh cahaya matahari. Apabila kamu menutup kaca jendela rumahmu dengan menggunakan karton maka cahaya tidak dapat masuk ke dalam rumahmu. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya hanya dapat menembus benda yang bening. Agar kamu lebih jelas lagi bagaimana cahaya menembus benda bening, lakukan kegiatan praktikum untuk membuktikannya.
Coba ambil sentermu! Nyalakan lampu senter itu dan arahkan ke cermin! Apa yang kamu lihat? Setelah mengenai permukaan cermin, cahaya lampu senter itu dipantulkan. Coba carilah letak cahaya pantulan lampu senter itu! Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Sementara itu, pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur. Bayangan anak di awal bab ini terjadi karena pemantulan teratur. Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
Model Picture and Picture
Menurut Rianto (2010:267) “Pembelajaran kooperatif adalah model yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik, sekaligus kecakapan sosial”. Model pembelajaran picture and picture menurut Aziz Wahab (2008:11) adalah “Suatu model pembelajaran di mana guru dalam mengajar menggunakan gambar sebagai media pembelajaran”. Picture and Picture adalah suatu model pembelajaran menggunakan media gambar. Dalam oprasionalnya gambar-gambar dipasangkan satu sama lain menjadi urutan yang logis. prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture (Johnson & Johnson, 2003 ) meliputi:
a. Setiap anggota kelompok siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
b. Setiap anggota kelompok siswa mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan sama.
c. Setiap anggota kelompok siswa membagi tugas dan bertanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
d. Setiap anggota kelompok siswa akan dikenai evaluasi.
e. Setiap anggota kelompok siswa berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
f. Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
Dalam pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain. (http://007indien.blogspot.com/2012/06/model-pembelajaran-picture-andpicture.html).
Rianto (2010:267) menyatakan langkah-langkah Picture and picture sebagai berikut: (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, (2) Menyajikan materi sebagai pengantar, (3) Guru mengajukan/memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi, (4) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/ mengurutkan gambar - gambar menjadi urutan yang logis, (5) Guru menyatakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut, (6) Berdasarkan ulasan urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang dicapai, (7) Kesimpulan atau rangkuman.
METODE
Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dua kali pertemuan, dengan empat tahap penelitian:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif.
Tabel 1. Jadwal Penelitian Tindakan Kelas
No Kegiatan Tahun Pelajaran 2018/2019
Januari Februari Maret April 1. Pembuatan Proposal
2. Penyusunan Instrumen 3. Pelaksanaan Siklus I 4. Pelaksanaan Siklus II 5. Analisis Data
6. Penyusunan Laporan
Dari tabel jadwal di atas, dapat diketahui bahwa tahapan kegiatan dalam penelitian ini adalah:
a. Pembuatan dan pengajuan proposal pada bulan Januari 2019.
b. Penyusunan instrumen penelitian pada bulan Januari 2019.
c. Pelaksanaan siklus I pada bulan Februari 2019.
d. Pelaksanaan siklus II pada bulan Maret 2019.
e. Analisis data pada bulan April 2019.
f. Penyusunan laporan hasil penelitian pada bulan April 2019.
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian adalah meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia bagi siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo melalui penerapan metode picture and picture.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes tertulis. Metode tes tertulis digunakan untuk mengetahui data hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo pada siklus I dan siklus II. Selain itu, pengumpulan data juga meliputi: (a) Teknik pengamatan (observasi) yang dilakukan oleh peneliti adalah pengamatan berperan serta secara pasif. Pengamatan tersebut dilakukan terhadap penggunaan media gambar oleh guru dan proses kegiatan diskusi oleh siswa di kelas. Peneliti yang sekaligus sebagai guru mengamati situasi kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. (b) Teknik analisis kritis dilakukan terhadap hasil hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Untuk menguji validitas data, digunakan teknik (a) Trianggulasi sumber data, misalnya data tentang kesulitan-kesulitan guru dan pembelajaran tidak komunikatif disampaikan kepada siswanya; (b) Trianggulasi metode, misalnya data tentang peningkatan prestasi belajar siswa, selain diperoleh melalui observasi langsung (pengamatan), terhadap sikapnya selama pembelajaran juga didapat dari wawancara dan analisis dokumen berupa pekerjaan siswa. (c) Terakhir, review informan, teknik ini digunakan cek kembali kepada informan, apakah data yang diperoleh dari hasil wawancara sudah valid atau belum.
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dapat dilihat secara umum dengan membandingkan peningkatan nilai hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture siswa dari satu siklus ke siklus berikutnya.
Keberhasilan tindakan siklus I diketahui dengan cara membandingkan dengan nilai hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture siswa pada kondisi awal. Sedangkan keberhasilan tindakan pada siklus II diketahui dengan cara membandingkan nilai hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture dengan siklus I. Sedangkan indikator kerja tindakan dapat dilihat dari kriteria yang telah ditentukan peneliti, sebagai berikut:
a. Adanya peningkatan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo dari kondisi awal ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II.
b. Minimal 80% siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo mencapai nilai KKM yang ditentukan dalam pelajaran sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture yaitu 75.
c. Nilai rata-rata hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia melalui metode picture and picture siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo mencapai nilai KKM 75.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal
Gambar 1. Grafik Prestasi Belajar Siswa Kondisi Awal
60
80 70
Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata
Kondisi Awal
Dari data nilai hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia pada kondisi awal di atas, nilai rata-rata siswa kelas VIII G adalah 70, masih di bawah nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Nilai tertinggi siswa 80, nilai terendah 60 dan jumlah siswa kelas VIII G yang mencapai nilai KKM hanya 14 siswa (43,75%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Melihat kondisi rendahnya hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo tersebut, maka peneliti sebagai guru di kelas VIII G akan melaksanakan suatu penelitian tindakan kelas melalui penerapan metode picture and picture.
Hasil Pembelajaran Siklus I
Gambar 2. Grafik Prestasi Belajar Siswa Siklus I
60
90
75
Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata
Siklus I
Pada siklus I guru peneliti sudah menerapkan metode picture and picture dalam pembelajaran sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia. Nilai rata-rata hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo adalah 75, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah adalah 60. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 21 siswa (65,63%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Dengan capaian hasil belajar pada siklus I yang belum mencapai indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian ini, yaitu siswa yang tuntas belum mencapai 80% dari total seluruh siswa kelas VIII G, maka peneliti memutuskan untuk melanjutkan pada tindakan siklus II dengan tetap menerapkan metode picture and picture.
Hasil Pembelajaran Siklus II
Gambar 3. Grafik Prestasi Belajar Siswa Siklus II
70
90 85
Nilai terendah Nilai tertinggi Nilai rata-rata
Siklus II
Pada siklus II peneliti menerapkan metode pembelajaran metode picture and picture.
Nilai rata-rata hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII
G SMP Negeri 1 Sukoharjo adalah 85, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 70. Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 26 siswa (81,25%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Peningkatan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia pada siklus II ini sudah mencapai indikator kinerja penelitian. Sehingga peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian tindakan kelas ini.
Pembahasan
Setelah peneliti melaksanakn tindakan penelitian melalui penerapan metode picture and picture, secara empiris diperoleh data peningkatan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dari kondisi awal, siklus I dan siklus II sebagai berikut.
Tabel 2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa
Uraian Kondisi awal Siklus I Siklus II
Tindakan Pembelajaran
Belum menerapkan metode picture and
picture
Sudah menerapkan metode picture and
picture
Sudah menerapkan metode picture and
picture Nilai terendah
Nilai tertinggi Nilai rata-rata KKM
Ketuntasan
60 80 70 75
14 siswa (43,75%)
60 90 75 75
21 siswa (65,63%)
70 90 85 75
26 siswa (81,25%) Melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat- sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia. Pada kondisi awal peneliti belum metode picture and picture. Nilai rata-rata siswa kelas VIII G adalah 70, masih di bawah nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Nilai tertinggi siswa 80, nilai terendah 60 dan jumlah siswa kelas VIII G yang mencapai nilai KKM hanya 14 siswa (43,75%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Pada siklus I guru peneliti sudah menerapkan metode picture and picture dalam pembelajaran sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia. Nilai rata-rata hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo adalah 75, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah adalah 60. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 21 siswa (65,63%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo adalah 85, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 70. Jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 26 siswa (81,25%) dari total 32 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo.
Jadi, melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia dari kondisi awal nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan 43,75% ke kondisi akhir pada siklus II nilai rata-rata 85 dengan ketuntasan 81,25%
pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Hasil tindakan secara empirik yaitu: melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia dari kondisi awal nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan 43,75% ke kondisi akhir pada siklus II nilai rata-rata 85 dengan ketuntasan 81,25% pada siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
SIMPULAN
Hipotesis menyatakan diduga melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia bagi siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Dari data empirik menyatakan melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusiadari kondisi awal nilai rata-rata 70 dengan ketuntasan 43,75% ke kondisi akhir pada siklus II nilai rata-rata 85 dengan ketuntasan 81,25%
bagi siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia bagi siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Azis Wahab (2008) Pembelajaran Picture and Picture. Graha Utama Ahmadi, Abu. 1998. Psikologo Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar - dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Atikah. 2016. Pengaruh Video Pembelajarran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sifat-Sifat Cahaya (Kuasi Eksperimen di SD Dharma Karya UT). Jakarta
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Lahir, S., Ma’ruf, M. H., & Tho’in, M. (2017). Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Yang Tepat Pada Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Edunomika, 1(01).
Muhibbin, Syah.1999. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
M. Sobry Sutikno. 2010. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum &
Konsep Islami. Refika Aditama: Bandung.
Nasution. 1995. Metode Research. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Ngalim Purwanto. 1986. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prihatiningsih. 2018. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Dan Model Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar.
Rianto Yatim (2010). Paradigma Baru[ Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Riyono & Retnoningsi. 2015. Efektivitas model pembelajaran picture and picture dengan strategi inkuiri terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Journal of Biology Education.
Saleh. 2013. Penerapan pembelajaran picture and picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN 27. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Slameto. 2000. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta, Jakarta Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.