KEABSAHAN PERJANJIAN ARBITRASE ASIMETRIS DALAM ARBITRASE KOMERSIAL INTERNASIONAL
Penulisan Hukum (Skripsi)
Disusun dan Diajukan untuk
Melengkapi Persyaratan Guna Meraih Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh
Purkon Abdul Latip NIM. E0017379
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Penulisan Hukum (Skripsi)
KEABSAHAN PERJANJIAN ARBITRASE ASIMETRIS DALAM ARBITRASE KOMERSIAL INTERNASIONAL
Oleh
Purkon Abdul Latip NIM. E0017379
Disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi)
Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
Surakarta, 20 Maret 2021 Pembimbing
Dr. Emmy Latifah, S.H., M.H NIP. 198008192005012002
SURAT PERNYATAAN
Nama : Purkon Abdul Latip
NIM : E0017379
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) yang berjudul,
“KEABSAHAN PERJANJIAN ARBITRASE ASIMETRIS DALAM
ARBITRASE KOMERSIAL INTERNASIONAL” adalah benar-benar karya sendiri. Hal-hal yang bukan merupakan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Surakarta, Maret 2021 Yang membuat pernyataan,
Purkon Abdul Latip NIM. E0017379
DEDICATION To my dear parents and sisters for their love, never-ending support and encouragement - Almh. Mamah, Bapak, Téh Salis, and Néng Salsabila.
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat, hidayah, dan ridho-Nya, penulisan hukum (skripsi), dengan mengambil judul “KEABSAHAN PERJANJIAN ARBITRASE ASIMETRIS DALAM ARBITRASE KOMERSIAL INTERNASIONAL, dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak akan dapat berhasil tanpa adanya dukungan, bantuan, saran, bimbingan, serta kesempatan yang diberikan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, Penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan izin dan kesempatan bagi penulis untuk menuntut ilmu hingga dapat menyelesaikan penulisan hukum ini.
2. Dr. Emmy Latifah, S.H., M.H., selaku Ketua Bagian Hukum Internasional, Pembimbing I, sekaligus mentor yang telah senantiasa membantu penulis dalam proses pemilihan tema, penyusunan judul, serta penentuan dosen pembimbing.
Tak lupa arahan, bimbingan, dan motivasi yang selalu diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan hukum ini.
3. Bapak dan Ibu Dosen Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ilmu, wawasan, pengetahuan kepada penulis yang senantiasa memberikan semangat dan dukungan kepada penulis untuk melakukan penelitian di bidang Hukum Internasional.
4. Dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ilmu dan wawasan kepada penulis selama ini.
5. Orang tua tercinta: Rohman Hermawan dan Almh. Oneng Hasanah yang telah mencurahkan segala cinta, kasih sayang, dukungan, dan doa yang tidak pernah
terputus, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum ini dengan lancar.
6. Kakak dan adik tersayang: Salis Rachmawati dan Salsabila Syafiyah Rachma, yang telah menjadi saudara sekaligus sahabat yang telah menjadi pendukung, penyemangat, dan pendengar paling utama bagi penulis dalam menyelesaikan penulisan hukum ini.
7. Tim Vis Moot UNS: Gian William, Latasya Puan Nagari, Dini Kartika Salsabila, Johana Ake Christianti, Dian Patarida Sitorus, Alifya Aurelia Mutiara, dan Muhammad Irsyad Marwandy, rekan lomba sekaligus sahabat yang telah memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi penulis untuk mengenal dunia arbitrase melalui The Willem C. Vis (East) International Commercial Arbitration Moot. Terima kasih telah menjadi motivasi bagi penulis untuk meneliti lebih dalam mengenai arbitrase komersial internasional.
8. Seluruh pihak yang telah membantu memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa Penulisan Hukum (Skripsi) ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi substansi dan teknik penulisan, sehingga saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan penulisan hukum selanjutnya. Penulis berharap penulisan hukum ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, baik untuk penulisan, akademisi, praktisi, dan masyarakat umum.
Surakarta, 2021 Penulis
Purkon Abdul Latip
ABSTRAK
Purkon Abdul Latip. 2021. E0017379. KEABSAHAN PERJANJIAN
ARBITRASE ASIMETRIS DALAM ARBITRASE KOMERSIAL
INTERNASIONAL. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Penelitian ini menganalisis permasalahan keabsahan perjanjian arbitrase asimetris dalam arbitrase komersial internasional berdasarkan prinsip hukum umum, New York Convention, dan UNCITRAL Model Law. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersumber pada data sekunder yang meliputi, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, serta menggunakan metode pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan yuridis (statute approach), dan pendekatan kasus (case approach). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kepustakaan (library research) dengan teknik analisis data logika deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian, keabsahan perjanjian arbitrase dipengaruhi oleh bagaimana hukum nasional yang mengatur perjanjian antar para pihak, hukum nasional di mana sebuah putusan dibuat dan dilaksanakan. Oleh karena itu, setiap yurisdiksi akan memiliki pertimbangan dan putusan yang berbeda dalam memberikan keabsahan perjanjian arbitrase asimetris.
Penelitian ini menganalisis keabsahan perjanjian arbitrase asimetris melalui studi kasus yang dibandingkan dari empat yurisdiksi yang berbeda yaitu yurisdiksi Rusia berdasarkan kasus Russian Telephone Company CJSC v. Sony Ericsson Mobile Communications Rus Limited Liability Company; yurisdiksi Prancis berdasarkan kasus Mme. X. v. Banque Privée Edmond de Rothschild; yurisdiksi Australia berdasarkan kasus PMT Partners Pty Ltd (In Liq) v. Australian National Parks and Wildlife Services; dan yurisdiksi Amerika Serikat berdasarkan kasus Robert E. Hull v.
Norcom Inc.
Kata Kunci : keabsahan perjanjian arbitrase, perjanjian arbitrase asimetris,
arbitrase komersial internasional, New York Convention, UNCITRAL model law
ABSTRACT
Purkon Abdul Latip. 2021. E0017379. LEGAL VALIDITY OF ASYMMETRICAL
ARBITRATION AGREEMENT IN INTERNATIONAL COMMERCIAL
ARBITRATION. Legal Writing. Law Faculty of Universitas Sebelas Maret Surakarta.
This research analyzes the problem of the validity of an asymmetric arbitration agreement in international commercial arbitrations based on the principles of general law, the New York Convention, and the UNCITRAL Model Law. This research is normative methodology research based on secondary data law which cover primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials, and uses a conceptual approach, a juridical approach, and a case approach. This study uses library data collection techniques (library research) with deductive logic data analysis techniques.
Based on the results of the research, the validity of the arbitration agreement is influenced by the national law governing the agreement between the parties, the national law where the place where an award is made and will be enforced. Therefore, each jurisdiction will have different considerations and decisions in granting the validity of the asymmetric arbitration agreement.
This study analyzes the validity of the asymmetric arbitration agreement through case studies that are compared from four jurisdictions, namely the Russian jurisdiction based on the case of Russian Telephone Company CJSC v. Sony Ericsson Mobile Communications Rus Limited Liability Company; French jurisdiction based on the case of Mme. X. v. Banque Privée Edmond de Rothschild; Australian jurisdiction based on the case of PMT Partners Pty Ltd (In Liq) v. Australian National Parks and Wildlife Services; and the jurisdiction of the United States based on the case of Robert E. Hull v. Norcom Inc.
Keywords : legal validity of arbitration agreement, asymmetrical arbitration agreement, international commercial arbitration, New York Convention, UNCITRAL model law
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
DEDICATION ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 10
C. Tujuan Penelitian ... 11
D. Manfaat Penelitian ... 11
E. Metode Penelitian ... 12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 16
A. Kerangka Teori ... 16
1. Konsep Penyelesaian Sengketa Internasional ... 16
2. Tinjauan tentang Perjanjian Internasional ... 19
3. Tinjauan mengenai Arbitrase Komersial Internasional ... 22
4. Konsep Perjanjian Arbitrase ... 29
B. Kerangka Pemikiran ... 34
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36
A. Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris berdasarkan Hukum Arbitrase Komersial Internasional ... 36
1. Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris berdasarkan Prinsip Hukum Umum ... 36
a. Pembahasan tentang Kesepakatan Para Pihak (Party Autonomy)
... 37 b. Keseimbangan Para Pihak (Equal Treatment) ... 40 c. Pertimbangan Mutualitas Kewajiban Para Pihak (Mutuality of
Obligation) ... 43 d. Pertimbangan Doktrin Unconscionability ... 45 e. Kesesuaian dengan Kebijakan Publik ... 49 2. Sumber Hukum Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris dalam
Arbitrase Komersial Internasional ... 51 a. Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris berdasarkan New York
Convention 1958 ... 52 b. Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris berdasarkan
UNCITRAL
Model Law on International Commercial Arbitration 1985 with amandements as adopted in 2006 (UNCITRAL Model Law) ... 55 3. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Perjanjian Arbitrase Asimetris
dalam Arbitrase Komersial Internasional... 58 B. Pertimbangan Suatu Negara (Yurisdiksi) dalam Menentukan Suatu
Keabsahan pada Perjanjian Arbitrase Asimetris ... 60 1. Yurisdiksi Rusia (Kasus antara Russian Telephone Company CJSC v.
Sony Ericsson Mobile Communications Rus Limited Liability
Company) ... 62 a. Pembahasan kasus ... 62 b. Perjanjian Arbitrase Asimetris dalam kasus antara Russian
Telephone Company CJSC v. Sony Ericsson Mobile
Communications Rus Limited Liability Company... 64 2. Yurisdiksi Prancis (kasus antara Mme. X. v. Banque Privée Edmond de
Rothschild) ... 71
3. Yurisdiksi Australia (Kasus antara PMT Partners Pty Ltd (In Liq) v.
Australian National Parks and Wildlife Services) ... 76
a. Pembahasan kasus ... 76
b. Perjanjian Arbitrase Asimetris dalam kasus antara PMT Partners Pty Ltd (In Liq) v. Australian National Parks and Wildlife Services ... 78
4. Yurisdiksi Amerika Serikat (Kasus antara Robert E. Hull v. Norcom Inc. ... 86
a. Pembahasan kasus ... 86
b. Perjanjian Arbitrase Asimetris dalam kasus antara Robert E. Hull v. Norcom Inc. ... 86
5. Konsekuensi dari Keabsahan Perjanjian Arbitrase Asimetris dalam Arbitrase Komersial Internasional ... 93
a. Ketiadaan Pemilihan Forum Penyelesaian Sengketa ... 94
b. Perbedaan Yurisdiksi (Jurisdiction Differences) ... 94
c. Putusan tidak akan diakui dan ditegakkan berdasarkan New York Convention dan UNCITRAL Model Law ... 95
d. Adanya sengketa baru (Potential of the New Disputes) ... 96
BAB IV PENUTUP ... 97
A. Simpulan ... 97
B. Saran ... 98
DAFTAR PUSTAKA ... 100