Modul ke:
Fakultas
Program Studi Dr. Bambang Dwi Hartono, Msi
MARET 2022
Pembuka Daftar Pustaka Akhiri Presentasi
MATERI KULIAH 03
EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK &
ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK
PRODI MANAJEMEN SEKOLAH PASCASARJANA UHAMKA
ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK
William N. Dunn : suatu disiplin ilmu sosial terapan yg menggunakan berbagai macam metodologi penelitian &
argumen untuk menghasilkan informasi yang relevan untuk memecahkan masalah-masalah kebijakan
E.S Quade : Suatu bentuk penelitian terapan yg
dilakukan untuk memahami secara mendalam berbagai permasalahan sosial guna mendapatkan pemecahan yg lebih baik
DL Weimer dan AR Vinning : Proses mengevaluasi
beberapa alternatif kebijakan dg menggunakan kriteria-
kriteria yg relevan agar diperoleh alternatif terbaik untuk
dijadikan tindakan kebijakan
Pada prinsipnya
:... Analisis KP berhubungan dengan penyelidikan & deskripsi sebab-sebab & konsekuensi-konsekuensi kebijakan publik
Di dalam analisis kebijakan terdapat informasi-informasi
berkaitan dg masalah-masalah kebijakan publik serta argumen- argumen tentang berbagai alternatif kebijakan sebagai bahan pertimbangan atau masukan kepada pihak pembuat kebijakan
Analisis KP dapat dipandang sebagai proses berargumentasi dan debat untuk menciptakan, mengkaji secara kritis, dan mengkomunikasikan pengetahuan (keyakinan) yang
plausibel (keyakinan kebenaran yang masuk akal)
tentang kinerja dari proses pembuatan kebijakan. Analisis KP dapat juga dipahami sebagai "
pengkomunikasian (penciptaan) dan penilaian kritis, pengetahuan (
yang relevan dengan kebijakan)".
Kualitas analisis kebijakan (pengatahuan, informasi, penilaian kritis) adalah penting untuk memperbaiki kebijakan dan
hasilnya
Ciri-ciri analisis kebijakan
(Widodo (2007)) , antara lain:
Analisis KP sebagai aktivitas kognitif ( cognitive
activity ), yaitu aktivitas yg berkaitan dengan learning and thinking .
Analisis KP sebagai bagian dari proses kebijakan secara kolektif sehingga merupakan hasil aktivitas kolektif.
Analisis KP sebagai disiplin intelektual terapan, hal ini berarti masalah kebijakan yang harus dikaji
melalui aktivitas dari sejumlah analisis.
Analisis kebijakan berkaitan dengan masalah-
masalah publik ( public problems) ..
Dua dimensi AKP menurut Dwidjowijoto (2006):
Dimensi Keilmuan --- pemahaman secara mendalam akan suatu kebij; AKP dilakukan untuk meneliti suatu kebij. yg telah dibuat dan dilaksanakan, memahami hubungan antar bagian dlm suatu
kebijakan dan menemukan makna kebij yg berhubungan dengan pemahaman publik thd kebij & bagaimana kebij tsb di
implementasikan oleh birokrasi
Dimensi Praktek --- AKP dibuat sebagai upaya awal untuk membuat kebijakan
Analisis KP mrpkn kegiatan yg bersifat:
Preskriptif --- diharapkan mampu memecahkan masalah-masalah sosial
Deskriptif --- dimaksudkan untuk menggambarkan secara runtut keadaan masalah: dimana letak masalah, seberapa jauh tingkat keparahan masalah, apa penyebab timbulnya masalah,
bagaimana akibat-akibat masalah tsb pada masyarakat (Wahab, 2008)
❑ memfokuskan pada hubungan antara policy determinant & policy content
❑ menjelaskan/menerangkan hakekat, karakteristik dan profil kebijakan;
❑ berusaha menjelaskan kebij publik yg bisa diterapkan dalam waktu dan ruang yang berbeda (comparative);
❑ berusaha menjelaskan hal-hal spesifik yg diidentifikasikan melalui ‘general theories”;
❑ tidak berusaha merubah kebij. tetapi lebih menekankan pada usaha menjelaskan untuk memahami suatu kebij;
❑ analis melakukan analisis dan penelitiannya secara independent (tidak dikontrak/dipesan, kalaupun ia dikontrak maka jarang kejadiannya);
❑ riset yg dilakukan mencakup ukuran waktu yg panjang dan komprehensif;
❑ analis (sebagai ilmuwan sosial) melihat dirinya sebagai non-partisan (independent) atau clients
❑ Cenderung tidak obyektif karena dilakukan untuk kemudian hasilnya diberikan kepada clients sesuai dengan kepentingan dan nilai-nilai clients tersebut
Memfokuskan pada hungan antara policy content & policy impact.
Mencoba menjawab sejumlah pertanyaan: Apakah kebijkan tersebut berjalan sebagaimana mestinya? Apakah kebijakan
berjalan secara efisien? Apakah ada alternatif lain yang lebih baik?.
Memfokuskan pada isi kebij. tertentu dan masalah kebij. dengan tujuan mengevaluasi dampak kebij.
Pendekatan yg dilakukan sifatnya kontekstual, berkenaan dg kebij tertentu dalam suatu kondisi tertentu (tidak terlalu berkutat
pada’wilayah’ teori)
Tujuan dilakukan evaluasi adalah untuk memperbaiki dan merubah sehingga melibatkan aspek politik (yg biasanya tidak dilakukan
dalam AKP akademik).
Biasanya diklakukan berdasarkan kontrak dengan policy makers
AKP bertujuan memberikan rekomendasi untuk membantu para pembuat kebijakan dalam upaya memecahkan masalah-masalah publik
Dalam proses AKP terdapat informasi-informasi berkaitan dengan masalah-masalah publik serta argumen-argumen tentang berbagai alternatif kebijakan, sebagai bahan pertimbangan atau masukan kepada pihak pembuat kebijakan
Untuk meramu secara sistematik beragam gagasan yang berasal dari berbagai macam disiplin (misalnya sosiologi, politik, ekonomi, administrasi publik, psikologi sosial dan antropologi) kemudian digunakan untuk menginterpretasikan sebab-sebab dan akibat- akibat dari tindakan pemerintah (Wahab, 2008)
Membantu policy maker menghasilkan kebij.publik yg berkualitas
AKP diperlukan untuk menjamin bahwa kebij.publik yg hendak dirumuskan didasarkan atas manfaat yg akan diterima oleh publik
Metodologi AKP dapat
memberikan informasi dengan menjawab 5 bentuk pertanyaan
(W.N. Dunn):
1. Masalah apakah yg dihadapi?
2. Kebijakan apa yg telah dibuat untuk memecahkan masalah tersebut?
3. Bagaimana nilai dari hasil-hasil kebijakan?
4. Alternatif kebijakan apakah yg tersedia untuk memecahkan masalah tersebut?
5. Alternatif tindakan apakah yg dilakukan untuk memecahkan masalah?
Terdapat elemen penting yang harus dipertimbangkan secara logis dalam menangani masalah publik.
Analisis kebijakan bekerja didalam elemen tersebut, yakni:
Tujuan-tujuan.
Alternatif-alternatif
Dampak-dampak
Kriteria
Model
Ada 5 (lima) argumen tentang arti penting analisis kebijakan publik (Yuwono dan Badjuri ,2002), :
Dengan AKP , maka pertimbangan yang scientific, rasional & obyektif diharapkan dijadikan dasar bagi semua pembuatan kebij.publik
AKP yg baik & komprehensif memungkinkan sebuah kebij didesain secara sempurna dalam rangka merealisasikan tujuan berbangsa &
bernegara yaitu mewujudkan kesejahteraan umum (Public Welfare).
AKP menjadi sangat penting oleh karena persoalan yg bersifat multidimensional, saling terkait (interdependent) & berkorelasi satu dengan lainnya.
AKP memungkinkan tersedianya panduan yg komprehensif bagi
pelaksanaan & evaluasi kebijakan, hal ini disebabkan analis kebijakan mencakup 2 (dua) hal yaitu hal-hal yg bersifat substansial saat ini &
hal-hal yg bersifat strategik yg mungkin akan terjadi pada masa yg akan datang.
AKP memberikan peluang yg lebih besar untuk meningkatkan
partisipasi publik, hal ini karena dalam metode analisis kebijakan mesti melibatkan aspirasi masyarakat.
Kebijakan Publik berhubungan dengan tindakan pemerintah
Analisis KP berhubungan dengan penyelidikan dan deskripsi sebab-sebab dan konsekuensi-konsekuensi kebijakan publik
AKP bermula dari rasa ketidakpuasan karena ”banyaknya
kebijakan yg tidak memuaskan”, sehingga analisa kebijakan dapat diartikan sebagai ”tindakan yang diperlukan untuk dibuatnya
sebuah kebijakan yg baru sama sekali, maupun kebijakan yg baru sebagai konsekuensi dari kebijakan yg ada
AKP dapat menghasilkan informasi yg relevan dengan kebijakan pada satu, beberapa atau seluruh tahapan dari proses kebijakan, tergantung pada tipe masalah yg dihadapi oleh klien
Tujuan analisa kebijakan adalah untuk menyediakan informasi- informasi yg dapat digunakan untuk memikirkan kemungkinan pemecahan masalah-masalah kebijakan bagi para pengambil kebijakan.
AKP merupakan aktivitas menciptakan pengetahuan tentang dan dalam proses pembuatan kebijakan. Dalam menciptakan
pengetahuan ttg proses pembuatan kebijakan, analisis meneliti sebab, akibat dan kinerja kebijakan dan program publik
Leslie A. Pal menyatakan bahwa terdapat tiga elemen atau komponen dalam proses kebijakan yang bisa jadi sesuai dengan target dari analisis (Widodo,2007) .
Pertama, terdapat faktor determinan utama dalam setiap kebijakan yang menghasilkan kebijakan.
Kedua, terdapat isi (content) kebijakan yang bisa jadi maksud dan tujuan kebijakan, pendefenisian masalah, dan instrument kebijakan pemerintah.
Ketiga, terdapat dampak kebijakan
Penilaian Perumusan
Masalah
Peramalan
Rekomendasi
Pemantauan
Penilaian Kebijakan Implementasi Kebijakan
Adopsi Kebijakan Formulasi Kebijakan Penyusunan Agenda
Hubungan Prosedur Analisis Kebijakan dengan Proses Kebijakan
Sumber : William N. Dunn, 2006:25
Pada tahap agenda setting, analisis dilakukan untuk mengidentifikasi masalah publik dan memobilisasi dukungan agar masalah publik tersebut menjadi kebijakan publik.
Hasil analisis tahap ini adalah daftar masalah publik yang menjadi agenda pemerintah.
Analisis pada tahap selanjutnya dilakukan untuk menemukan alternatif
kebijakan publik dengan menentukan tujuan, sasaran, program dan kegiatan.
Hasil analisis tahap ini adalah pernyataan kebijakan (policy statement) yang biasanya berupa peraturan perundangan.
Analisis pada tahap selanjutnya mencakup interpretasi dan sosialisasi
kebijakan, merencanakan serta menyusun kegiatan implementasi kebijakan.
Hasil analisis pada tahap ini adalah aksi kebijakan (policy action).
Analisis berikutnya adalah evaluasi implementasi kebijakan dengan
memperhatikan tingkat kinerja dan dampak sebuah implementasi kebijakan.
Hasil analisisnya berupa informasi kinerja yang akan menjadi dasar tindakan apakah kebijakan tersebut akan diteruskan atau sebaliknya.