Tersedia online OJS pada : https://ojs.unm.ac.id/ptp
DOI : https://doi.org/10.26858/jptp.v8i1.20877 71
Modifikasi Knapsack Sprayer Elektrik Sebagai Penabur Pupuk Padat
Modification of Electric Knapsack Sprayer As Solid Fertilizer Sprinkler
Hermawansyah, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, email: [email protected]
Lahming, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, email: [email protected]
Jamaluddin P, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, email: [email protected]
Abstrak
Pemupukan merupakan salah satu teknik budidaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pemberian pupuk padat pada tanaman yang dilakukan petani masih menggunakan cara konvensional dan membutuhkan waktu yang lama.
Perkembangan knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat merupakan inovasi terbaru yang dapat membantu petani dalam proses pemupukan sehingga petani tidak lagi menggunakan cara yang konvensional dalam melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur kinerja alat yang dirancang. Penelitian ini adalah penelitian modifikasi, pada penelitian ini dilakukan modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat.
Data yang dihasilkan dari pengujian alat berupa data kuantitatif dan akan dianalisis secara deskriptif. Pembuatan alat terbagi atas tiga tahapan yaitu tahap pertama, pembuatan rangka dan pemasangan komponen alat. Tahap kedua, perakitan sistem kontrol. Tahap ketiga, proses pemasangan atau penggabungan rangka dan sistem kontrol alat. Knapsack sprayer elektrik dapat berfungsi dengan baik. Knapsack sprayer elektrik dapat menabur pupuk padat dengan volume 16 L dalam waktu yang singkat sehingga memberikan unjuk kerja yang efektif.
Kata Kunci: Modifikasi, Knapsack Sprayer Elektrik, Pupuk Padat
Abstract
Fertilization is one of the cultivation techniques that must be done to increase crop productivity. The provision of solid fertilizer on crops carried out by farmers is still using conventional means and takes a long time. The development of electric sprayer knapsack solid fertilizer shower is the latest innovation that can help farmers in the fertilization process so that farmers no longer use conventional means in fertilizing. The purpose of this study is to measure the performance of the designed tools. This research is a modified research, in this study was done modification of electric knapsack sprayer as a solid fertilizer shower. The data generated from the testing tool is quantitative data and will be analyzed descriptively. Tool making is divided into three stages, namely the first stage, the manufacture of frames and installation of tool components. Second stage, control system assembly. The third stage, the process of installing or merging the frame and tool control system. Knapsack electric sprayer can function properly. Electric knapsack sprayer can sow solid fertilizer with a volume of 16 L in a short time so as to provide effective performance.
Keywords: Modification, Electric Knapsack Sprayer, Solid Fertilizer
72
Pendahuluan
Budidaya tanaman merupakan proses menghasilkan bahan pangan serta produk-produk agroindustri dengan memanfaatkan sumber daya tumbuhan.
(Hanum, 2008). Budidaya tanaman sangat penting dilakukan guna meningkatkan produktivitas tanaman. Dalam proses budidaya tanaman, ada beberapa proses dan teknik budidaya tanaman yang harus dilakukan dari pengolahan lahan, persiapan benih, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panen.
Pemupukan merupakan salah satu teknik budidaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman.
Pemupukan pada tanaman bertujuan mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman.
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik seperti tumbuhan dan hewan. Pemberian pemupukan organik buatan pada tanaman dapat meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan produktifitas tanaman, merangsang pertumbuhan tanaman, dan dapat menyuburkan tanah (Bot, 2005). Adapun jenis-jenis pupuk organik yaitu pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos.
Pupuk anorganik merupakan pupuk yang berasal dari bahan anorganik yang mengandung unsur hara tertentu yang di buat dari pabrik menggunakan alat modern.
Adapun jenis pupuk padat yang sering dijumpai di lahan pertanian yaitu Urea, SP- 36, Phoska. Pemberian pupuk anorganik dapat merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya cabang, batang,
daun dan berperang penting dalam pembentukan daun (Hadisiwito, 2012)
Pemberian pupuk pada tanaman dalam bentuk larutan, petani menggunakan alat penyemprot (sprayer). Sprayer merupakan alat penyemprot yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi menjadi butiran cairan. Jenis sprayer yang paling umum digunakan petani di semua areal pertanian yaitu knapsack sprayer. Knapsack sprayer merupakan alat penyemprot punggung.
Sedangkan pemberian pupuk padat pada tanaman, petani masih menggunakan cara yang konvensional dengan menabur pupuk secara langsung ketanaman. Pemberian pupuk secara konvensional membutuhkan waktu yang lama dan membutuhkan tenaga yang besar.
Seiring perkembangan teknologi di bidang pertanian, knapsack sprayer mengalami perkembangan yang dulunya petani menggunakan alat ini untuk penyemprotan pupuk cair dan pestisida pada tanaman dengan tenaga manual untuk menghasilkan tekanan udara pada pompa kini berubah menjadi knapsack sprayer elektrik (Aris, 2015).
Perkembangan knapsack sprayer elektrik masih dapat dikembangkan menjadi knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat. Perkembangan knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat merupakan inovosi terbaru yang dapat membantu petani dalam penggunaan pupuk padat sehingga petani tidak lagi menggunakan cara yang konvesional dengan menebar pupuk dengan tenaga manual.
Berdasarkan pokok-pokok pikiran dan permasalahan di atas mengenai kekurangan knapsack sprayer elektrik saat ini yang hanya digunakan petani untuk penyemprotan pupuk cair atau pestisida.
73 Sehingga muncul inovasi serta gagasan
untuk modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat.
Perkembangan knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat dapat digunakan petani dalam penggunaan pupuk padat dan pupuk cair.
Metode Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian dengan modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat, setelah perancangan alat selesai, selanjutnya dilakukan uji coba atau pengujian kinerja dari alat yang telah dibuat untuk mengetahui apakah setiap komponen dapat berfungsi dengan baik.
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021. Proses pembuatan dan pengujian alat dilakukan di Laboratorium Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah avometer, bor listrik, gerinda listrik, solder, tang, obeng dan meter. Sedangkan untuk bahan yang digunakan adalah tangki sprayer, motor brushless direct current, ESC (Elektronic Speed Control), baterai litium polymer, adjustable bolted propeller, potensiometer, servo tester, saklar (push/switch), pompa elektrik, lem epoxy, watermur ¾ inch, pupuk padat, pupuk cair, saringan dan timah.
Gambar Desain Produk
Gambar desain alat menggunakan software solidword 2014. Alat ini terbuat dari tangki sprayer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pupuk padat dan
pupuk cair, motor brushlees berfungsi sebagai tenaga untuk menaburkan pupuk padat pada tanaman, elektronik speed control (ESC) berfungsi untuk menguatkan sinyal dari input kemudian diubah menjadi output 3 phasa yang sangat kuat untuk menggerakkan motor brushless, pompa elektrik berfungsi untuk meningkatkan tekanan air, potensio meter berfungsi menyetel taraf isyarat analog dan sebagai pengendali masukan untuk pompa elektrik, nozzle berfungsi untuk menggambutkan larutan cair dalam bentuk kabut, servo tester berfungsi sebagai alat pengatur kecepatan motor bruhslees, baterai litium polymer sebagai sumber tegangan arus listrik untuk menyalakan pompa dan motor bruhsless, adjus bolted propeller (ABP) sebagai alat untuk menciptakan gaya dorong dengan menggunakan tenaga angin dan ABP merupakan jenis baling-baling yang dapat dipisah dengan motor penggerak kemudian dapat dipasang pada motor dengan baut, saklar listrik berfungsi sebagai alat penyambung dan pemutus aliran listrik. Gambar desain knpasack sprayer penabur pupuk padat dapat dilihat pada Gambar 1 sebagai berikut:
Gambar 1. Desain Rancangan Alat Keterangan:
(1) Lubang input pupuk (2) Tangki pupuk (3) Motor brushless (4) Propeller
(5) Lubang output pupuk padat
74
(6) Selang input pupuk cair (7) Pompa elektrik
(8) Katup buka tutup
(9) Selang output pupuk cair (10) Tali gendong
(11) Alat kontrol
Ukuran dan nilai dari suatu komponen-komponen yang digunakan sebagai berikut:
(a) Kapasitas tangki pupuk: 16 liter (b) Motor brushless : BR2205, 2300
kv
(c) ESC : 30 ampere (d) Baterai litium Polymer : 3.600 mAh,
3c, 11 volt.
(e) Pompa elektrik : 12 volt
(f) Propeller : diameter 16 cm (g) Servo tester : 4-6 ampare (h) Potensiometer : 12 volt (i) Saklar : 4 kaki Prosedur Modifikasi Alat
Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi knapsack sprayer menjadi knpasck sprayer elektrik yang dapat menaburkan pupuk padat dalam bentuk butiran atau kristal. Adapun kriteria perancangan penabur pupuk padat munggunakan motor brushless sebagai tenaga untuk memutar propeller. Prinsip kerja dari alat ini, pupuk padat yang keluar dari output tangki pupuk akan jatuh ke propeller yang berputar. Putaran dari propeller menghasilkan hembusan angin sehingga menciptakan daya dorong untuk menaburkan pupuk padat pada tanaman.
Prosedur Pengujian Alat
Adapun prosedur uji coba alat dilakukan diuraikan sebagai berikut:
Menguji Fungsional Alat
Pengujian alat dilakukan sebagai berikut:
a. Menguji luas taburan pupuk padat yang dihasilkan
1) Menyiapkan knapsack sprayer hasil modifikasi.
2) Menyiapkan jenis pupuk padat dalam bentuk butiran atau kristal.
3) Mengoperasikan knapsack sprayer elektrik hasil modifikasi pada tanaman padi dengan berjalan lurus kedepan dan berbelok disetiap ujuang lahan.
4) Pengujian hasil taburan pupuk padat dilakukan 3 variabel yang berbeda yaitu kecepatan motor brushless pada putaran lambat, sedang dan tinggi dengan 3 perlakuan waktu yaitu 2, 4, dan 6 menit.
Menghitung besar daya dan arus motor brushless dengan kecepatan putaran yang berbeda
Untuk menghitung besar daya dan arus yang dibutuhkan motor, penelitian ini menggunakan perhitungan power loading.
Power loadin merupakan perbandingan antara berat pupuk dengan daya motor yang dibutuhkan.
Nilai power loading jika berat pupuk kurang dari 0,8 kilogram membutuhkan daya dengan putaran motor dengan kecepatan tinggi yaitu 110 watt/kg, untuk kecepatan sedang yaitu 70 watt/kg dan kecepatan rendah hanya 40 watt/kg daya yang dibutuhkan. Nilai efisiensi propeller yaitu 70% atau 0,7 dan nilai efisiensi thortle yaitu 50% atau 0,5 (Glizde, 2018). Dalam perhitungan power loading menggunakan persamaan sebagai berikut:
75 Berat pupuk x Daya motor brushless
Efisiensi propeller x Efisiensi throtle (1)
Lama pemakaian alat
Menghitung lama penggunaan knapsack sprayer menggunakan baterai litium polymer dengan kapasitas 3.600 mAh dengan kecepatan putaran motor yang berbeda menggunakan persamaan sebagai berikut (Damarwansa, 2019):
Daya Baterai Litium Polymer
Daya Motor yang Bekerja
(2) Menguji Kinerja Alat Dilapangan
Pengujian alat dilakukan untuk mengetahui efisiensi kerja lapang. Efisiensi kerja lapang merupkan perbandingan antara kapasitas lapang efektif (KLE) dengan kapasitas lapang teoritis (KLT) (Nafis 2014). Untuk menghitung efisiensi kerja lapang diuraikan sebagai berikut:
Kapasitas lapang leoritis
Menghitung kapasitas lapang teoritis alat menggunakan persamaan sebagai berikut:
KLT = v x i (3) v = s
t (4) Keterangan:
KLT = Kapasitas lapang teoritis (ha/jam) v = Kecepatan rata-rata (m/s)
i = Lebar taburan pupuk (m) s = Jarak (m)
t = waktu (s)
Untuk menghitung nilai kecepatan kapasitas lapang teoritis alat menggunakan persamaan 4.
Kapasitas lapang efektif
Menghitung kapasitas lapang efektif, menggunakan persamaan sebagai berikut:
KLE = TWKI (5)
TWK = ( Luas Lahan
Lebar Taburan x Kecepatan Rata-rata) + (Panjang Taburan
Lebar Taburan × waktu belok) (6)
Keterangan:
KLE = Kapasitas lapang efektif (ha/jam) I = Luas Lahan (m2)
TWK = Total waktu kerja (menit)
Untuk menghitung total waktu kerja alat dilapangan menggunakan persamaan 6.
Efisiensi kerja lapang
Untuk menghitung nilai efisiensi kerja lapang menggunakan persamaan sebagai berikut:
EFF = KLE
KLT x 100% (7) Teknik Analisis Data
Setelah uji coba alat selesai dilakukan selanjutnya akan dilakukan analisis data. Data yang dihasilkan dari pengujian alat berupa data kuantitatif dan akan dianalisis secara deskriptif. Pengujian alat pada penelitian ini hanya terbatas pada uji fungsional dan uji knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat yang dibuat tanpa ada pembanding dengan sprayer konvensional, sehingga data yang disajikan dalam penelitian ini hanya data dalam bentuk data rasio yang diperoleh dari uji fungsional dan uji knapsack sprayer elektrik yang telah dilakukan.
76
Hasil dan Pembahasan Perakitan Komponen Mekanik
Sebelum memulai proses perakitan knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat, hal yang harus dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah alat dan bahan disediakan, selanjutnya perakitan sprayer elektrik dimulai dengan membuat lubang output pupuk padat tepat dibawah tangki sprayer. Lubang Output pupuk berukuran
¾ inchi, lalu dilakukan pemasangan watermur pada lubang output dan rekatkan menggunakan lem epoxy. Lalu pamasangan motor brushless di samping output pupuk.
Langkah selanjutnya dilakukan pemasangan komponen servo tester, ESC, baterai litium polymer, dan saklar di pasang disamping tangki sprayer. Setelah semua komponen terpasang pada tangki sprayer, lalu di lakukan penyolderan dengan menghubungkan semua komponen menggunakan kabel. Perakitan komponen knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat pada dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Perakitan komponen mekanik Perakitan Sistem Kontrol
Perakitan sistem kontrol dilakukan dengan menyambungkan semua komponen-komponen elektrik dengan kabel, kemudian dilakukan penyolderan dengan timah agar kabel tidak mudah lepas pada komponen. Berikut ini rangkaian sistem kontrol knapsack sprayer elektrik
penabur pupuk padat dan penyemprotan pupuk cair dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Rangkaian sistem kontrol Keterangan:
(1) Baterai Litium Polymer (2) Saklar
(3) Saklar
(4) Potensio Meter (5) Pompa Elektrik
(6) Electronik Speed Control (7) Motor Brushless
(8) Servo Tester
Deskripsi Produk yang Dihasilkan Pengembangan knapsack sprayer sebagai penabur pupuk dapat membantu petani dalam penggunaan pupuk cair dan pupuk padat. Pengembangan knapsack sprayer dapat digunakan sebagai alat penabur pupuk padat pada tanaman yang memiliki jarak tanam yang berdekatan seperti tanaman padi dan dapat digunakan sebagai alat penyemprotan pupuk cair atau bahan pestisida. Produk yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5.
Gambar 4. Knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat
77 .
Gambar 5. Knapsack sprayer elektrik penyemprotan pupuk cair Uji Fungsional Alat
Pengujian hasil taburan pupuk padat pada tanaman padi dilakukan 3 variabel
yang berbeda yaitu kecepatan dinamo brushless pada putaran lambat, sedang dan tinggi dengan 3 perlakuan waktu yang berbeda. 3 perlakuan waktu yang digunakan yaitu waktu 2, 4 dan 6 menit.
Berdasarkan hasil pengujian knapsack spayer elektrik penabur pupuk padat pada tanaman padi diperoleh data hasil pengujian knapsack sprayer elektrik dengan kecepatan putaran motor brushless yang berbeda, waktu kerja alat dan luas hasil taburan pupuk padat yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hubungan waktu penebaran pupuk, kecepatan putaran motor dengan luas taburan pupuk padat yang dihasilan
Waktu Penebaran Pupuk Padat
Kecepatan Putaran Motor
Panjang dan Lebar Taburan pupuk (m)
Luas Taburan Pupuk (m2)
2 Menit
Lambat 14 m x 3,5 m 49 m2
Sedang 28 m x 3,5 m 98 m2
Tinggi 42 m x 3,5 m 147 m2
4 Menit
Lambat 32 m x 4,1 m 131,2 m2
Sedang 65 m x 4,1 m 266,5 m2
Tinggi 95 m x 4,1 m 389,5 m2
6 Menit
Lambat 46 m x 5,5 m 253 m2
Sedang 91 m x 5,5 m 500,2 m2
Tinggi 136 m x 5,5 m 748 m2
Dari Tabel 1 diperoleh hubungan antara waktu penebaran pupuk padat dengan kecepatan putaran motor, sangat mempengaruhi panjang dan lebar taburan pupuk padat yang dihasilkan. Dapat dilihat pada pengujian yang dilakukan, jika putaran motor dengan kecepatan rendah maka hembusan angin yang dihasilkan rendah, menyebabkan daya dorong untuk menebarkan pupuk dekat sehingga membutuhkan waktu kerja alat yang lama.
Sebaliknya, jika putaran motor dengan kecepatan tinggi maka hembusan angin yang dihasilkan pula tinggi. Hembusan
angin tinggi menciptakan daya dorong yang besar, sehingga tebaran pupuk yang dihasilkan jauh lebih luas dan waktu kerja alat yang gunakan lebih cepat.
Dari hasil pengujian knapsack sprayer penabur pupuk padat sesuai dengan penelitian pengendalian kecepatan motor brushless dc yang dilakukan oleh (Suharyanto, 2015). Semakin tinggi puran motor brushles maka semakin besar daya angkat dan daya dorong yang dihasilkan,
Hubungan kecepatan motor brushless pada pengujian alat dengan daya dan arus yang dibutuhkan motor. Hasil
78
perhitungan daya dan arus yang bekerja pada motor dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Daya dan Arus Yang Bekerja Pada Motor Kecepatan
Putaran Motor
Besar Daya Pada Motor (watt)
Tegangan Motor (volt)
Besar Arus Motor (ampere)
Lambat 91 12,8 7,1
Sedang 160 12,8 12,5
Tinggi 251 12,8 22
Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa besar daya dan arus yang dibutuhkan motor pada kecepatan lambat yaitu 91 watt dengan arus 7,1 ampare. Besar daya dan arus yang dibutuhkan motor pada kecepatan sedang yaitu 160 watt dengan arus 12,5 ampare. Pada kecepatan tinggi, motor membutuhkan daya dan arus yang besar yaitu mencapai 251 watt dengan arus 22
ampare. Kecepatan putaran motor brushless sangat mempengaruhi besar daya dan arus yang dibutuhkan motor, semakin tinggi putaran motor maka semakin tinggi daya dan arus yang diperlukan motor (Noorly, 2018). Hubungan lama pemakaian baterai dengan arus yang digunakan pada kecepatan putaran motor brushless dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Lama Pemakaian Baterai Dengan Kecepatan Motor Brushless Kecepatan Putaran
Motor
Besar Daya Baterai (watt/jam)
Besar Daya Motor (watt)
Lama Pemakaian Baterai (jam)
Lambat 1.152 91 12
Sedang 1.152 160 7,5
Tinggi 1.152 251 4,5
Dari tabel 3 dapat dilihat berdasarkan hasil pengujian menunjukkan baterai yang terisi full besar daya pada baterai mencapai 999 watt/jam. Apabila baterai digunakan pada motor dengan kecepatan rendah yang membutuhkan daya 91 watt, lama pemakaian baterai mencapai 12 jam. Penggunaan baterai dengan kecepatan motor sedang membutuhkan daya sebesar 160 watt, lama pemakaian baterai bertahan 7,5 jam. Jika baterai digunakan pada kecepatan motor tinggi yang membutuhkan daya sebesar 251 watt maka, baterai hanya akan bertahan 4,5 jam.
Lama pemakaian baterai dipengaruhi pada kecepatan putaran motor brushless, semakin tinggi putaran kecepatan motor
brushless maka semakin besar daya yang dibutuhkan menyebabkan lama pemakaian baterai akan cepat terkuras habis.
Sebaliknya, semakin rendah putaran motor brushless maka semakin kecil daya dibutuhkan yang menyebabkan pemakain baterai akan bertahan lebih lama (Damarwasa, 2019).
Uji Kinerja Alat Dilapangan
Pengujian knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat dilakukan untuk mengetahui kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif dan efisiensi lapang efektif.
Pengujian dilakukan dengan luas lahan 748 m2, kecepatan putaran motor
79 yang digunakan pada kecepatan tinggi
dengan lebar taburan pupuk 5,5 meter.
Waktu yang dibutuhkan alat untuk menaburkan pupuk padat yaitu 6 menit.
Pemupukan pada lahan menggunakan pola dengan berbelok disetiap ujung lahan. Hasil pengujian knapsack sprayer elektrik di lapangan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Hasil Pengujian Kinerja Knapsack Sprayer di Lapangan Kapasitas Lapang Teoritis
(KLT)
Kapasitas Lapang Efektif (KLE)
Efisiensi Lapang Efektif (EFF)
0,74 ha/jam 0,622 ha/jam 84%
Kapasitas lapang teoritis yang dihasilkan pada luas lahan 748 m2 yaitu 0,74 ha/jam. Rata-rata kecepatan yang digunakan 22,6 m/m. Waktu yang dibutuhkan alat untuk menaburkan pupuk padat yaitu 6 menit.
Kapasitas lapang efektif yang dihasilkan pada pengujian knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat adalah 0,622 ha/jam dengan total waktu kerja yang digunakan yaitu 7,2 menit. Total waktu kerja diperoleh dari waktu alat bekerja dengan waktu belok.
Efisiensi lapang efektif dalam pengujian knapsack sprayer elektrik adalah 84%. Nilai efisiensi kurang dari 100 % menandakan banyaknya waktu yang digunakan pada pengujian alat dilapangan.
Nilai efisiensi yang dihasilkan dipengaruhi oleh pola pemupukan dengan berbelok disetiap ujung pada lahan, semakin banyak berbelok maka semakin banyak waktu pemupukan digunakan yang menyebabkan nilai efisiensi akan berkurang. Niali efisiensi lapang yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh waktu yang terbuang akibat perpindahan dari baris penyemprotan pertama ke baris penyemprotan yang lainnya, hal ini akan membuat semakin rendah waktu yang terbuang dalam proses penyemprotan, maka nilai KLE yang dihasilkan akan semakin meningkat dan hal ini akan
mempengaruhi kenaikan nilai persentase efisiensi lapang (Rahman et al., 2021).
Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian modifikasi knapsack sprayer elektrik sebagai penabur pupuk padat yaitu knapsack sprayer elektrik penabur pupuk padat berfungsi dengan baik. Sprayer elektrik penabur pupuk padat dapat menabur pupuk pada kecepatan putaran motor rendah, sedang dan tinggi dengan luas hasil taburan pupuk yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecepatan putaran motor. Nilai efisiensi lapang efektif yang diperoleh sebesar 84% sehingga dapat memberikan unjuk kerja yang efektif.
Daftar Pustaka
Aris. (2015). Semi Automatic Sprayer Innovation- Carry Free And Energy Saving. Jurnal Keteknikan Pertanian. Bot, A. & J. Banites. (2005). The of Soil Organic Matter, Key to Drough- resistan Soil and Sustained Food Production. Food and Agriculture Organizationof the United Nations.
Damarwasa. (2019). Analisis Baterai Pada Motor Listrik. Bogor: Universitas Pertamina.
Glizide, N. (2018). Wing and Engine Sizing by Using the Matching Plot Technique. Transport and
80
Engineering.
http://doi.org/10.1515/tae-2017.
Hadisuwito, S. (2012). Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta: Agro Media. Hanum, C. (2008). Teknik Budidaya
Tanaman Jilid 1. Jakarta: Buku Sekolah Elektronik.
Nafis, R. (2014). Modifikasi Nosel pada Sistem Penyemprotan untuk Pengendalian Gulma Menggunakan Sprayer Gendong Elektrik. Jurnal Keteknikan Pertanian. Vo.II.No1.
Noorly, E. (2018). Pengaturan Kecepatan Putaran Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Programmable Logic Controller. Jurnal Of Electrical Technology. Vol. (3) 2.
Rahman, K., Novitasari, E., dan Lestari, N.
(2021). Uji Efisiensi Lapang Unmanned Aerial Vehicle (Uav) Berbasis Quadcopter Kapasitas 10 L Dalam Pemupukan Tanaman Padi.
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 7(2), 257-264.
Suharyanto. (2015). Pengendalian Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Metode Logika Fuzzy.
Jurnal Teknologi Technoscientia.