ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PUTUSAN MK NOMOR 68 PUU XII 2014 TENTANG PERNIKAHAN BEDA AGAMA
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perspektif hakim Pengadilan Agama Palangka Raya mengenai akibat hukum putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU- VIII/2010
Dalam Pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2011, menyatakan
Sebagaimana penulis singgung sebelumnya, pasca Putusan Nomor 137/PUU- XII.2015, Mahkamah Konstitusi mencabut kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah oleh Gubernur dengan alasan
Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Putusan Mahkamah Konstitusi, Siyasah Dusturiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi
Menurut pendapat penulis, sekiranya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 76/PUU-XII/2014 tersebut sudah dapat menjadi acuan untuk melihat implikasi hukum putusan
Kedua, Putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa hakim Mahkamah Konstitusi tidak termasuk yang diawasi oleh Komisi Yudisial, sesungguhnya tidak tepat karena
Dalam kaitannya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-XII/2014, proses perancangan UU Pemilu yang mencabut UU Pilpres dilakukan setelah adanya Putusan Mahkamah Konstitusi
PENGARUH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN TINJAUAN PUTUSAN MAHMAKAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010 DAN PUTUSAN