• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Pustaka Pengelolaan Laboratorium Biologi Di SMA Negeri 1 Pacitan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Daftar Pustaka Pengelolaan Laboratorium Biologi Di SMA Negeri 1 Pacitan."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

124 Daftar Pustaka

Avi Hofstein.2004.“The Laboratory in Chemistry Education: Thirty years of

Experience with Developments, Implementation, and

Research”.Laboratory and Practical Work. Volume 5 Nomer 3: 247-264

Badruzsaufari, 2010. Pengembangan Kompetensi Manajerial Dan Organisasi di

Laboratorium Biologi SMA/MA. tersedia

pada:http://www.scribd.com/doc/46772262/Kompetensi-Teknisi-Laboratorium-Biologi

Bajovic, Rizzo and Joe Engemann. 2009. “Character Education Re-conceptualized

for Practical Implementacion”.Canadian Journal of Educational

Administration and Policy. Issue #92: 1-23.

Bowo Sugiharto. 2008. Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium IPA SMP.

tersedia pada:

http://bowobiologi.blogspot.com/2008/10/optimalisasi-pengelolaan-laboratorium.html.Diakses tanggal 5 Juli 2011 pukul 09.00

wib.

Darwis Suryantoro. 2007. Memahami Definisi dan Berbagai Keunggulan

Organisasi. tersedia pada: http://suryantara.wordpress.com/tag/

karakteristik-organisasi/.

Dedy Sanjaya. 2010. Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah. tersedia pada:

http://mgmpipasmpwaykanan.blogspot.com/2010/02/pengelolaan-laboratorium-ipa.html. Diakses tanggal 5 Juli 2011 pukul 09.00 wib.

Denzin, Norman K. and Lincoln, Yvonna. 2009. Hand Book of Qualitative

Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dickey, J. L., dkk. 2000. Effective methods of training biology laboratory

(2)

125

Halaman 295-309, dalamTesisstudies for laboratory teaching, Volume

22: 295-309.

Djukri, 2007. Hand out “Pengembangan Laboratorium IPA”. Universitas Negeri

Yogyakarta.

Harsono. 2008. Mmodel-model Pengelolaan Perguruan Tinggi (Perspektif

Sosiologis). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hendro Kusumo. 2009. Bagaimana Bekerja di Laboratorium. Klaten. Intan

Pariwara.

Jack Tessier.2010.“An Inquiry-Based Biology Laboratory Improves Preservice

Elementary Teachers’ Attitudes About Science”.Journal of Collage

Science Teaching. Delhi. 84-90.

Jascha Silbermann. 2010.Information Management in the Molecular Biology Lab:

Wiki and LIMS. Berlin.

Kadarohman Asep, (2007). Manajemen Laboratorium IPA. Jakatra: Departemen

Agama Republik Indonesia.

Khamidinal. 2009. Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Mariana Rita, dkk. 2010. Pengelolan Lingkungan Belajar. Jakarta: Kencana.

Miles, Matthew B and Huberman, A. Michael. 1992. Qualitative Data Analysis.

Sage Publication. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rosidi. Tahun 2009.

Jakarta: Universitas Indonesia Perss.

Moleong, Lexy J. 2008. Metodologi Peneitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

MW Tibbets, dkk. 2006. “Total Quality Managenent in Clinical Virology

Laboratories”. Indian journal of Medical Microbiology. volume 24.

(3)

126

Ngalim Purwanto, 2007. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Reiandi, 2007. Pengelolaan Laboratorium: http://www.scribd.com/doc/

40401930/Pengelolaan-Laboratorium.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun

2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia, 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang

Standar Nasional pendidikan.

Republik Indonesia. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah

Menengah Atas (SMA). Jakarta: Depdiknas.

Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium

Sekolah / Madrasah. Jakarta: Depdiknas.

Sabarguna, Boy S. Dan Nainggolan Ginova. 2008. Manajemen Skill Laboratory

Fakultas Kedokteran. UI Perss: Jakarta.

Salis Edward. 2010. Total Quality Managenet in Education. Yogyakarta: Ircisod.

Sobari, dkk. 2009. Pengelolaan Pendidikan. Yogyakarta: Multi Presindo.

Soekalingam, Rotgans and Hank G. Schmidi. 2010.Student and Tutor Perseptions

and Attributes of Effetive Problems-Based Learning.

Sradley, James P. 2007. MetodeEtnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Suharsimi, Arikunto dan Lia, Yuliana. 2009.Manajemen Pendidikan. Yogyakarta:

(4)

127

Sutama. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D.

Surakarta. Fairuz Media.

Suyitno. 2009. Tata Letak Alat Lboratorium. tersedia pada:

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/suyitno-aloysius-drs-ms/tata-letak -alat-lab.pdf. Diakses tanggal 5 Juli 2011 pukul 09.00 wib.

Referensi

Dokumen terkait

Permendiknas Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah..

Walaupun dalam Lampiran Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar dan Menengah, tidak menyebutkan Laboratorium Pancasila

proses belajar mengajar dilakukan dengan sarana dan prasarana yang minim. dan pengelolaan yang tidak baik, maka walaupun inputnya baik

Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yaitu membandingkan kondisi laboratorium biologi di SMA Negeri 2 Surakarta denganm Standar laboratorium yang

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 40 tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) dinyatakan bahwa Ruang laboratorium adalah

Selain itu, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah dinyatakan bahwa kualifikasi tenaga

Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.. Indonesia: Perpustakaan