Evaluasi Semester 1 – 2021 dan Strategi
Ekonomis Industri Pertambangan di Indonesia
Djoko Widajatno Plh. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia
Daftar Isi
1. Terbentuknya IMA
2. Keanggotaan IMA
3. VISI dan MISI IMA
4. Tujuan Dibentuknya IMA
5. Peran IMA dalam memelihara Sektor Pertambangan
6. Road Map sektor pertambangan
7. Membina Hubungan yang Konstruktif
8. Kerjasama Luar Negeri
Berdiri pada tanggal 29 Mei 1975
Asosiasi
Pertambangan
Indonesia (API)
Indonesian
Mining
Association
(IMA)
1. PT Freeport Indonesia (Ali Budiarjo)
2. PT Aneka Tambang (Ahmad Priyono)
3. PT Timah (Ir. Simpatupang) 4. PT Bukit Asam (SJ Lubis) 5. PT Vale Indonesia (d/h PT
Inco) (B.N. Wahju)
TERDIRI DARI
Asosiasi
Pertambangan
Indonesia (API)
Indonesian
Mining
Association
(IMA)
A. Company Members 341. Pemegang Kontrak Karya (IUPK) 2. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (IUPK) 3. IUP B. Associate Members 78 1. Perusahaan jasa pertambangan 2. Konsultan hukum 3. Konsultan lingkungan 4. Dan lain-lain
VISI API-IMA
Mendukung Kebijakan Pemerintah dalam
memajukan Industri Pertambangan
MISI API-IMA
▪ Mempelajari masalah yang berkaitan dengan aspek-aspek seperti industri pertambangan di tingkat Nasional dan solusi yang mungkin untuk
masalahnya.
▪ Menumbuhkan rasa saling menghormati antara anggota asosiasi, baik Swasta maupun Pemerintah.
▪ Memberikan ide-ide baru dan relatif terhadap aspek-aspek industri pertambangan.
▪ Menumbuhkan semangat penelitian ilmiah di antara anggota asosiasi.
▪ Membangun kontak dan kerja sama dengan organisasi profesi serupa di luar Indonesia.
▪ Menyebarkan informasi dan analisis yang objektif tentang aspek-aspek industri pertambangan.
▪ Pemeliharaan standar perilaku profesional yang tinggi di pihak anggota asosiasi.
Tujuan Dibentuknya IMA
• Sebagai wadah komunikasi industri tambang mineral
(KK)/IUPK dan batubara (PKP2B)/IUPK dengan Pemerintah
dalam implementasi UU No. 3 tahun 2020 tentang
Pertambangan Umum, beserta peraturan turunannya
• Memberi masukan kepada Pemerintah dalam menyusun
kebijakan-kebijakan di sektor pertambangan.
• Membina kerjasama dengan organisasi Internasional di
sektor pertambangan dan teknologi pertambangan.
Tujuan Dibentuknya IMA
•
untuk
melancarkan
kegiatan
bisnis
dari
sektor
pertambangan, dan sebagai penasihat yang baik untuk
meningkatkan
keahlian
insiyur
pertambangan
di
Indonesia.
•
Untuk menyeimbangkan kualitas insinyur pertambangan
Indonesia yang ada di Indonesia.
•
Selain itu konfrensi pertambangan untuk menarik
investor asing dan dalam negeri untuk berinvestasi di
Indonesia.
Kondisi API-IMA Dengan Pertambangan di
Indonesia selama pandemi Semester I 2021
• Melaksanakan Prokes Covid 19 yang ditetapkan oleh Pemerintah • Koordinasi antara API-IMA dengan Anggotanya sangat baik, hanya
pertemuannya selama pandemi selalu Daring, sehubungan pelaksanaan Protokol kesehatan dari pemerintah, yang harus
didukung oleh Angota API-IMA, dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid 19,
• Tertundanya Mining Award dan Mining for Life, serta kegiatan yang dapat menetralisir Stigma negatif terhadap Industri Tambang
• Banyak upaya dari Komite komite di API-IMA memberi masukan
masukan untuk penyusunan Regulasi Fiskal dan Non Fiskal, agar dapat diimplentasikan di operasi Penambangan
Kondisi API-IMA Dengan Pertambangan di
Indonesia selama pandemi semester I 2021
• Selama Pandemi Covid 19 kenaikan harga komoditas Mineral dan Batubara, sehingga kontribusi SEKTOR MINERBA Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) sekitar Rp69,31 triliun, atau lebih dari 50% dari target tahun 2021 yang ditetapkan sebesar Rp121,2 triliun, Selain itu, realisasi anggaran pada periode yang sama telah tercapai 27,88% dari pagu APBN Perubahan 2021 Rp5,87 triliun, atau sebesar Rp1,64 triliun. Sementara untuk investasi, telah tercapai USD11,3 milyar dari target tahun ini sebesar USD34,8 milyar“
Selain itu, pemanfaatan batubara domestik tercatat mencapai 63 juta ton hingga Semester I ini. Produksi batubara pun tercatat sebesar 286 juta ton dari target 625 jt ton. Kemudian, hingga tahun 2020 lalu telah diselesaikan sebanyak 19 smelter.
• Kebutuhan akan semen dan komoditas lainnya meningkat, industri ekstraksi masih dapat memberikan kontribusinya pada Negara.
Peran yang telah dilakukan Asosiasi
selama semester 1 2021
Kondisi Pertambangan dalam 1 semester terakhir berjalan dengan baik, seperti menghadiri undangan sebagai pembicara di berbagai kegiatan pertambangan, memberikan masukan bersama APBI kepada Kementerian Keuangan terkait usulan Peningkatan Royalti Batubara Bagi Pemegang IUP sebagai kelanjutan Operasi Kontrak.
• Undangan Rapat Membahas Penyusunan KepMen ESDM Soal PPM bersama Anggota IMA
• Diskusi Mencari Solusi agar FABA dapat dikeluarkan dari Limbah B3.
• Sosialisasi PP No. 34-37 Tahun 2021 UU Cipta Kerja dalam Klaster Tenaga Kerja; Peluang dan Tantangan Bagi Industri Tambang
Peran yang telah dilakukan Asosiasi
selama semester 1 2021
• Support to AFMA HOST SECRETARIAT SEEKS FEEDBACK ON
COMMON ISSUES BY MINING COMPANIES OPERATING IN
AFMA MEMBER COUNTRIES
• Undangan sbg peserta Sosialisasi Pembangunan Zona
Integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan
Direktorat Bioenergi
• Undangan sebagai peserta sebagai Exhibitor IEDC 2021
• Sebagai Narasumber penyusunan peta jalan transisi energi
di sub sektor Minerba
Peran IMA dalam mendampingi industri
Sektor Minerba
•
Eksistensi industri pertambangan di Indonesia tidak pernah luput dari
berbagai macam masalah, dari beberapa yang sebabkaln oleh
peraturan pemerintah yang tumpang tindih, hingga tuduhan negatif
yang dimunculkan oleh kelompok anti-pertambangan
• Dengan keadaan yang demikian berat, selama periode 1970 – 2021,
industri pertambangan di Indonesia tetap mengalami progres.
• Dalam waktu yang bersamaan, Pemerintah mengeluarkan
genereasi I sampai IV dari kontrak karya dan generasi I sampai III
dari PKP2B Tidak kurang dari 314 Perusahaan yang memperoleh
Road Map Sektor Pertambangan
1. Kondisi Sektor Pertambangan
Secara geologis, sektor pertambangan mempunyai potensi yang tinggi dan melakukan
pekerjaan yang sangat baik yang didukung dalam peningkatan ekspor dan produksi dan juga dalam stabilitas efisiensi berproduksi. Beberapa masalah penting yang melibatkan kondisi investasi pertambangan di Indonesia anatara lain:
a. Tidak adanya cadangan eksplorasi yang baru b. Rendahnya investor
c. Iklim bisnis yang menggemparkan krisis ekonomi pada awal tahun 2020 dikarenakan pandemi covid-19
d. Biaya awal yang relatif mahal e. Panjangnya proses birokrasi
f. Kebijakan tentang kewenangan pengelolaan tambang yang tidak membantu Kepastian Hukum dan berusaha
Road Map Sektor Pertambangan
2. Peran Sektor pertambangan dalam ekonomi nasional
Adanya perbedaan yang signifikan antara kontribusi pertambangan dari sektor perekonomian Indonesia baik dari segi persentase maupun
pertumbuhannya dimana kontribusi dari sektor non migas perlahan
meningkat, dan fluktuasi di sektor pertambangan disebabkan oleh fluktuasi harga komoditi.
3. Peran sektor petambangan dalam ekonomi lokal
peran sektor pertambangan sangat menonjol di beberapa wilayah
pertambangan. Secara umum, kontribusi nonmigas di Indonesia bagian timur lebih besar daripada di Indonesia bagian barat, baik dalam
Road Map Sektor Pertambangan
4. Hubungan dengan pihak strategis
Isu-isu yang ada dengan pihak-pihak strategis dapat dikategorikan dalam dua kelompok utama berikut:
a. koordinasi berkelanjutan yang tidak memadai antara instansi pemerintah yang terlibat dalam masalah pertambangan. Koordinasi akan memungkinkan setiap instansi untuk memberikan masukan dan membuat peraturan
perundang-undangan baru jika peraturan perundang-undangan yang ada sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan operasi pertambangan
b. Kualitas komunikasi yang tidak memadai antara perusahaan pertambangan dengan masyarakat lokal tidak hanya dari sektor pertambangan yang
mengkomunikasikan kebutuhannya kepada masyarakat tetapi juga pemangku kepentingan secara terus menerus memberikan masukan kepada pihak