HAK WARIS ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN
Teks penuh
Dokumen terkait
Akibat perceraian dalam perkawinan campuran lebih rumit daripada perkawinan biasa, khususnya terhadap harta bersama dimana harta bersama dikuasai oleh salah satu pihak
Status Anak Yang Lahir Dari Perkawinan Campuran Sebelum dan Sesudah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan ... Akibat Hukum Status Kewarganegaraan Ganda
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status kedudukan anak hasil perkawinan campuran dapat memiliki kewarganegaraan ganda terbatas karena berlakunya Undang-undang
Dalam pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya
Sedangkan bagi hakim yang menolak permohonan perkawinan beda agama alasan yang secara umum digunakan adalah: a Agama adalah unsur dari perkawinan yang tidak dapat dilepaskan, b Pasal
Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 35 yang berbunyi “Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta
Terkait hak waris atas tanah bagi anak hasil perkawinan campuran, merujuk pada asas lex resitae maka negara yang berhak mengeksekusi harta warisan adalah negara dimana benda tersebut
Di dalam Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan UU Perkawinan, ditentukan bahwa sesaat setelah perkawinan dilangsungkan sesuai dengan ketentuan Pasal 10